Dispersip Kalsel Hadirkan Ustadz Salim A Fillah Yang Kupas Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan Kajian Ramadan dengan menghadirkan Ustaz Salim Akhukum Fillah, mengupas buku “Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan”.

Suasana Kajian Keagamaan Dispersip Kalsel

Pendakwah yang juga penulis tersebut dihadirkan melalui daring, yang diikuti ratusan peserta melalui aplikasi Zoom Meeting dan kanal YouTube Dispersip Kalsel, Selasa (11/4).

Dalam sambutannya, Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu program pihaknya dalam upaya promosi dan peningkatan literasi.

“Ini sudah kesekian kalinya kita hadirkan penulis nasional, semoga nanti Ustaz bisa berhadir langsung seperti yang lain, walau hari ini harus daring,” katanya.

Sementara, Penulis Best Seller tersebut, Ustadz Salim A. Fillah menyampaikan, buku yang ditulisnya sekitar 20 tahun lalu itu, berangkat dari keprihatinan terhadap pergaulan generasi muda, terlebih pada kata pacaran.

“Padahal jika merujuk pada tradisi Melayu, pacaran yang dimaksud sangat terjaga dari nilai keagamaan, berbeda dengan definisi pacaran saat ini. Apalagi berdasarkan hasil survei saat itu di 3 kota besar di Indonesia, kalau persepsi mereka pacaran itu harus disertai dengan aktivitas seksual,” jelasnya.

Padahal menurutnya, itu bertabrakan dengan nilai agama, bahkan interaksi seksual yang dilakukan sebelum menikah itu juga dilarang oleh banyak agama, hingga definisi pacaran berubah.

“Maka yang ingin berkarya, perhatikan lingkungan kita, setiap ketidaksesuaian antara kenyataan dan yang seharusnya, adalah topik yang layak diangkat menjadi tulisan, tulisan yang bermakna, yang mungkin bernilai dakwah,” terangnya.

Selain itu, Ustadz Salim A. Fillah juga menyampaikan berbagai hal dan tip lain bagi penulis Banua, yang disambut ramai oleh peserta dengan banyak pertanyaan. (NRH/RDM/RH)

Disdag Kalsel Pastikan Stok Bapok Aman Hingga Lebaran

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Perdagangan Kalsel memastikan, ketersediaan bahan pokok akan tetap aman selama bulan Ramadhan hingga Lebaran.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (12/4) menjelaskan, dari hasil pendataan pihaknya ke pasar Sentra Antasari, pasar Kalindo dan pasar Sederhana berlokasi di Banjarmasin, pada Senin 10 April 2023, untuk ketersediaan bahan pokok masih aman, karena stoknya banyak. Ia memastikan hingga Hari Raya Idul Fitri bahkan tiga bulan ke depan, tidak akan mengalami kekurangan bahan pangan di Kalsel.

“Harga bahan pokok dinilai sangat stabil,
bahkan ada beberapa produk yang justru menunjukkan penurunan harga, meski penurunannya hanya ratusan rupiah hingga Rp. 1.500 rupiah, diantaranya penurunan produk ayam kampung, telur bebek, cabe hijau, cabe lokal, kentang, kubis dan ikan Papuyu,” ungkap Birhasani

Birhasani mengatakan, kegiatan pendataan ini rutin dilakukan pihaknya baik di distributor, pedagang besar, dan ke pasar tingkat kota serta kabupaten. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga harga bahan pokok tetap stabil dan terkendali, agar dapat terpenuhi keperluan masyarakat dengan baik.

“Kita ke lapangan tetap menjalin kerjasama dengan para pelaku usaha, serta pihak lain seperti KSOP, Satgas Pangan, maupun jajaran Dinas terkait di lingkup Pemprov Kalsel,” ucapnya

Lebih lanjut Birhasani menambahkan, bagi
masyarakat diminta untuk tetap berhemat dalam penggunaan bahan pokok, yaitu hemat BBM, elpiji, dan listrik, agar tidak panik buying, dan berbelanja sesuai keperluan saja, selektif serta cerdas dalam memilih barang.

“Warga kami imbau tidak melakukan aksi beli dengan cara memborong, agar ketersediaan dan harga bahan pokok tetap terjaga,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Lakukan Pengawasan Ketat Terhadap Penambangan Ilegal

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor menginstruksikan Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel agar terus berupaya mengatasi penambangan ilegal yang terjadi di area kawasan hutan. Dishut Kalsel bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan Taman Hutan Raya (Tahura) terus berupaya melakukan patroli dan pengawasan ketat dalam pengamanan hutan. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Pengamanan Hutan Dishut Kalsel Haris Setiawan, baru – baru tadi.

Disampaikan Haris, untuk meminimalisir gangguan kerusakan hutan, dan untuk menjaga kelestarian kawasan hutan, tidak hanya dari sisi penanaman yang selalu diperhatikan, namun perlindungan terhadap hutan dan hasil hutan menjadi prioritas.

“Jadi, dari awal Ramadan hingga sekarang telah menangani dua wilayah yang terjadi kerusakan hutan di Kalsel, diantaranya berada di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kusan dan KPH Sengayam,” ucap Haris.

Dalam menjalankan tugasnya, Dishut Kalsel mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar dapat menjaga kawasan hutan dan bisa ikut peduli dalam menjaga kelestarian kawasan hutan lindung sekaligus mencegah kegiatan ilegal.

“Saat tim berpatroli, pendekatan Persuasif kepada masyarakat kami utamakan untuk membuat rasa nyaman, aman, dan mendapat kepercayaan,” tutup Haris. (MRF/RDM/RH)

BPSMB Disdag Kalsel Berkomitmen Terus Tingkatkan Kualitas Pengujian dan Kalibrasi

BANJARBARU – Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Kalsel terus berkomitmen dalam meningkatkan pelayanan. Termasuk mengasah kemampuan dalam mengupayakan standarisasi mutu kualitas pengujian dan kalibrasi.

Kepala BPSMB Disdag Kalsel, Syarifah Norhani, menyampaikan, salah satu komitmen yang dilakukan pihaknya dalam rangka peningkatan mutu pelayanan dan Sumber Daya Manusia (SDM) sebelumnya BLUD ini telah melakukan studi ke BPSMB Provinsi Kalimantan Timur, di Kota Samarinda.

“Ternyata di sana peralatannya sangat canggih, berstandart dan mempunyai gedung yang mempuni. Namun, kita sadari Kaltim juga akan menjadi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Makanya kita juga telah lakukan studi tiru karena kualitas mereka lebih maju satu tingkat. Jadi, kenapa kita tidak. Terlebih, mereka juga sangat terbuka,” ujarnya Kepada Abdi Persada FM, Rabu (12/4) siang.

Ia berharap dengan adanya pengembangan serta peningkatan SDM hingga berhasil bertolak ke luar daerah, penerimaan PAD di Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Disdag Kalsel juga turut ikut terdorong secara positif.

“BLUD ini dituntut dan ditarget yang ditentukan setiap tahunnya. Saya menginginkan targetnya bisa lebih dari yang ditetapkan. Apalagi, tahun tercapai Rp1 Miliar, berarti tahun berikutnya lebih,” harapnya.

Selanjutnya, dia membeberkan, target lain yang turut menjadi langkah serius pihaknya dalam perluasan kualitas pelayanan, di antaranya pendidikan dan pelatihan (diklat) hingga sertifikasi LS Pro.

“Apabila sudah mendapatkan ini tentu kualitas serta kepercayaan pelayanan terhadap pelanggan juga berimbas positif. Bahkan, telah ditunjang dengan standarisasi peralatan canggih,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Salurkan Zakat ke BAZNAS

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyalurkan zakat, infaq dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kalsel, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Rabu (12/4).

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor melalui Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan, selain sebagai salah satu rukun Islam, zakat juga menjadi potensi untuk menanggulangi masalah kemiskinan.

Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar (kiri) usai membayar zakat ke BAZNAS Kalsel

Potensi zakat ini menurutnya patut dimaksimalkan. Begitu pula kesadaran masyarakat untuk menyalurkan zakat. Sehingga zakat bukan lagi hanya sekedar kewajiban dan aktifitas kemanusiaan, melainkan juga mampu memberdayakan masyarakat miskin.

“Karena itulah perhatian BAZNAS kita harapkan mampu menunaikan pengelolaan zakat yang lebih profesional,” ujarnya.

Melalui penyaluran zakat ini, Gubernur berharap kiranya dapat membantu saudara-saudara yang berhak menerima, serta menciptakan kehidupan sosial yang adil dan terarah.

“Saya mengimbau kepada para pengusaha dan seluruh umat Islam yang sudah memenuhi kewajiban memabayar zakat, juga ikut menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS,” imbaunya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kalsel, Irhamsyah Safari mengatakan, seluruh bantuan yang terkumpul dioptimalisasi untuk penyaluran dalam 5 program besar BAZNAS, yakni permodalan usaha, beasiswa pendidikan, pemenuhan gizi, dan bantuan kemanusiaan berupa bantuan langsung maupun dakwah advokasi.

“Kami menyalurkan itu di angka 90 persenan,” ungkapnya.

Irhamsyah bertimakasih kepada Pemprov Kalsel terutama Gubernur, yang setiap tahun telah menyalurkan zakat melalui BAZNAS.

“Terimakasih Pak Gubernur, di tiap Ramadhan kita setiap tahun bekerjasama dengan Pemprov melakukan penerimaan zakat,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, BAZNAS dan Gubernur Kalsel melalui Sekda, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para mustahik atau penerima zakat. (SYA/RDM/RH)

Festival Becatuk Dauh Jadi Cara Pemkab Banjar Lestarikan Kearifan Lokal Islam

BANJAR – Grand Final Festival Becatuk Dauh (Bedug) Tahun 2023 berlangsung di lapangan Cahaya Bumi Selamat, Martapura, Selasa (11/4) malam. Ada 9 grup yang berhasil lolos ke babak grand final setelah mengikuti babak penyisihan pada 20-22 Maret lalu.

Peserta Festival Becatuk Dauh Tahun 2023 saat unjuk kebolehan dalam babak grand final

Saat membuka kegiatan, Wakil Bupati Banjar, Said Idrus Al Habsyi mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu cara Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), untuk melestarikan budaya.

Tradisi memukul (becatuk) dauh, diakuinya, dulunya sering dilakukan di masjid dan mushalla sebagai pertanda masuknya waktu sholat, dan kini telah mulai terpinggirkan.

“Sirine telah menggantikan peran beduk dalam banyak tempat. Oleh karena itu, kita perlu mengenang kembali nilai dan makna dari tradisi ini, serta menjaga agar tidak dilupakan di masa yang akan datang,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, menurut Said, juga mengingatkan kembali pentingnya melestarikan budaya dan tradisi Islam yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal di tengah pesatnya perkembangan jaman serta pengaruh globalisasi.

“Festival ini juga memiliki makna yang sangat penting bagi generasi muda di Kabupaten Banjar untuk berpartisipasi aktif dalam melestarikan tradisi Islam di masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, Haris Rifani mengungkapkan, tahun ini hanya ada beberapa Kecamatan yang mengikuti festival yang diselenggarakan setiap bulan Ramadhan ini.

“Mungkin karena sifatnya dadakan, dan juga festival ini kan sempat terhenti akibat pandemi. Kalau sebelum pandemi itu seluruh Kecamatan mengirim perwakilan,” ungkapnya.

Haris menyebut, total uang tunai yang diperebutkan pada festival tahun ini sebesar Rp 34 juta. Selain itu, ada pula tropi dan piala bergilir.

“Kita juga berikan hadiah untuk kategori busana terbaik, juara favorit, dan juara pelestari,” paparnya.

Terpilih sebagai juara pertama yakni grup Baitul Huda dari Pekauman, juara kedua grup Al Munir dari Tunggul Irang, dan juara ketiga grup Al Banjari dari Murung Kenanga. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version