Bahas Stunting dan Penanganan Kemiskinan, Pemprov Kalsel Terima Kunjungan DPRD Kalteng

BANJARBARU – Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira, menerima kunjungan kerja (kunker) Komisi III DPRD Kalteng, di ruang Rapat Sekdaprov Kalsel, Jumat (24/3).

Suasana pemaparan penanggulangan kemiskinan dan penanganan stunting kepada rombongan Komisi III DPRD Kalteng oleh Kepala Bappeda Kalsel Ariadi Noor

Kedatangan dari rombongan legislatif ditingkat Provinsi Kalteng itu juga sekaligus belajar secara mendalam soal pencegahan dan penurunan angka kasus stunting atau kekerdilan.

“Tentu saat ini angka stunting kita di Kalsel sudah menunjukkan ke arah yang membaik, sehingga, dari rombongan belajar langkah apa saja yang telah dilakukan Pemprov Kalsel,” ujarnya.

Selain itu, dia mengungkapkan, dalam penanganan stunting, rombongan Komisi III DPRD Kalteng juga belajar banyak bagaimana cara penanggulangan angka kemiskinan ekstrim melalui program nyata yang terus digaungkan oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor untuk setiap daerah di provinsi ini.

“Yang jelas adalah berbagi pengalaman, yang suatu saat nanti kami juga akan belajar ke Kalteng,” tuturnya.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng saat memberikan apresiasi atas kesediaan Pemprov Kalsel atas pelaksanaan kunjungan kerja (kunker) mereka

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, menuturkan, wilayahnya yang masih tergolong tinggi angka stuntingnya hingga kini diketahui berada diurutan keenam itu perlu belajar banyak apa saja langkah yang dapat dilakukan untuk mengentaskan permasalahan tersebut.

“Banyak sekali yang kami dapatkan. Terutama tadi, belajar penanganan dan penurunan angka stunting. Banyak hal bisa diperoleh di sini baik langkah serta program-program nyata dari Pemprov Kalsel. Apalagi stunting di Kalteng masih tinggi,” paparnya.

Apalagi, ia bersama rombongan dari Komisi III DPRD Kalteng ingin mengetahui lebih banyak pengetahuan soal langkah strategis penangulangan kemiskinan ekstrim. Mengingat, Kalteng merupakan daerah kewilayahannya yang cukup luas.

“Apa yang kami dapatkan di sini akan kami bawa dan kami sampaikan sebagai masuk kepada Pemprov Kalteng untuk perbaikan,” tutupnya.

Diakhir kegiatan, keduanya saling bertukar cenderamata khas daerah masing-masing. serta mengharapkan sharing yang didapatkan mampu diimplementasikan dengan baik dan pencanangan yang dilakukan bisa direalisasikan. (RHS/RDM/RH)

Pasar Wadai Ramadhan di Banjarmasin : Kendalikan Inflasi dan Tingkatkan Wisata

BANJARMASIN – Dengan dibukanya Pasar Wadai Ramadhan, setelah beberapa tahun tidak ada karena pandemi COVID-19, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berupaya, dapat mengendalikan Inflasi dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan baru – baru tadi.

Syarifuddin menjelaskan, dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadan 1444 H, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan Pasar Wadai Ramadan, saat ini ada sebanyak 105 stand gratis bagi pedagang dengan menjual berbagai aneka produk seperti makanan, minuman, dan jajanan khas Banjar. Bahkan ada stand khusus oleh koperasi untuk pengendalian inflasi, menjual bahan pokok diantaranya gula pasir, telur, dan tepung terigu dengan harga murah.

“Pasar Wadai Ramadan ini merupakan inisiatif Gubernur Kalsel, dalam rangka pengendalian inflasi,” ucapnya

Disampaikan Syarifuddin, kegiatan Pasar Wadai Ramadan, akan menampilkan berbagai pergelaran dengan bekerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Bidang Kebudayaan, dan UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, yaitu penampilan hiburan seperti musik religi, panting, dan madihin di panggung utama Siring Nol Km Banjarmasin.

“Warga dapat menikmati hiburan, sambil berbelanja untuk keperluan berbuka puasa,” jelasnya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, Pasar Wadai Ramadan ini buka selama 28 hari, dan nanti dalam pelaksanaannya akan dibarengi pembukaan Halal Fair Food Nasional, yang direncanakan dihadiri oleh Wakil Presiden RI, KH Ma’aruf Amin, pada tanggal 10 hingga 15 April 2023.

“Semoga kehadiran Pasar Wadai Ramadan ini, inflasi terkendali, tingkat kunjungan wisatawan meningkat,” tutupnya

Untuk diketahui, sebelumnya Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, secara resmi telah membuka Pasar Wadai Ramadhan pada Kamis 23 Maret 2023 sore, di Taman Siring Nol Kilometer berlokasi Jalan Jenderal Sudirman Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Forum Puspa Kalsel dan Kaukus Perempuan Politik Kalsel Bersinergi Dalam Percepatan Pembangunan

BANJARMASIN – Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kaukus Perempuan Politik Kalsel bersinergi dalam percepatan pembangunan.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dilaksanakan oleh Anggota Komisi I DPRD Kalsel sekaligus Ketua Kaukus Perempuan Politik Kalsel, Dewi Damayanti Said, bertempat di kawasan Kecamatan Banjarmasin Timur, baru-baru tadi.

Suasana Sosialisasi Perda Nomor 11 Tahun 2018 oleh Anggota DPRD Kalsel Dewi Damayanti Said

Ketua Forum Puspa Kalsel, Mariani mengatakan ada beberapa persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama terkait perlindungan terhadap perempuan dan anak, antara lain peningkatan usaha ekonomi pasca pandemi Covid-19 sehingga kekerasan dalam rumah tangga yang disinyalir diakibatkan persoalan ekonomi dapat diminimalisir.

“Kemudian persoalan pernikahan anak dan stunting, perdagangan perempuan dan anak juga perlu menjadi prioritas bagi kita,” katanya.

Selain itu, Mariani juga berharap kuota untuk perempuan di parlemen lebih dari 30 persen agar kaum perempuan bisa menempati posisi strategis sebagai pengambil kebijakan, khususnya pada Pemilu 2024 mendatang.

“Jadi kaum perempuan di Kalsel diharapkan bisa bersaing dan terus meningkatkan kualitas dan kapasitas mereka sehingga layak duduk sebagai perwakilan perempuan di parlemen,” jelasnya.

Sementara, Anggota Komisi I DPRD Kalsel sekaligus Ketua Kaukus Perempuan Politik Kalsel, Dewi Damayanti Said menyambut baik adanya komunikasi awal dengan forum pegiat perempuan di Kalsel ini.

“Forum Puspa Kalsel ini sangat membantu dalam upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Banua karena mereka betul-betul memahami keadaan yang sekarang ini terjadi pada perempuan dan anak,” tuturnya.

Dewi juga akan meneruskan aspirasi yang disampaikan Forum Puspa Kalsel kepada Komisi di DPRD Kalsel yang membidangi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Insya Allah usulan Perda tentang anak terlantar ini akan kami komunikasikan ke Komisi IV yang membidanginya. Mudah-mudahan bisa menjadi inisiasi Dewan,” harapnya. (NRH/RDM/RH)

Lapak Pasar Wadai Ramadhan Tahun 2024 Akan Dimasukan ke APBD Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Pasar Wadai Ramadhan di Siring Menara Pandang Banjarmasin, merupakan wisata kuliner pada saat Bulan Ramadhan berlangsung. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin pada tahun depan, memasukkan lapak pedagang ke APBD Kota Banjarmasin.

Pasar Wadai Ramadhan dibuka oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dan dihadiri Wakil Walikota Arifin Noor pada Kamis Sore (23/3).

Dalam sambutannya Ibnu mengatakan, Pasar Wadai Ramadhan ini, merupakan wisata yang menarik pada bulan ramadhan.

“Pasar Wadai Ramadhan di Kota Banjarmasin saat ini dilaksanakan selama 30 tahun lamanya,” ungkap Ibnu.

Oleh karena itu, Ibnu berharap, semua pihak untuk dapat terus mendukung terselenggaranya pasar wadai ramadhan di Kota Banjarmasin.

Dalam kesempatan tersebut, Ibnu juga mengungkapkan, jika Lapak Pasar Wadai Ramadhan pada tahun 2024 akan dimasukan ke dalam, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjarmasin.

“Setiap tahun pada saat pelaksanaan Pasar Wadai Ramadhan, Pemerintah Kota Banjarmasin tidak menyediakan anggaran untuk lapak pedagang,” jelasnya.

Lapak tersebut, lanjut Ibnu, dikelola oleh pihak paguyuban Pasar Wadai Ramadhan Kota Banjarmasin.

Namun, untuk tahun depan akan dimasukan ke dalam lapak dianggarkan ke dalam APBD Kota Banjarmasin.

“Sehingga tidak adalagi menimbulkan polimik yang mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan pemungutan lapak pedagang tersebut,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version