Gelar Pasmur, Kantor KADIN Kalsel Diserbu Warga

BANJARMASIN – Kurang lebih 15 hari lagi, muslim di seluruh dunia menjalani puasa Ramadhan. Berbagai persiapan dilakukan untuk menghadapi bulan suci tersebut. Termasuk pada ibu rumah tangga, yang mempersiapkan kebutuhan rumah tangga, selama Ramadhan.

Tak salah jika kemudian Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pasar murah, menyambut kehadiran bulan Ramadhan 1444 Hijriah. Tepatnya pada Selasa (7/3) hingga Rabu (8/3), pasar murah ini digelar di halaman kantor KADIN Kalsel jalan Hasan Basri Banjarmasin. Beragam kebutuhan pokok dijual pada kegiatan ini. Mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, bumbu dapur, sirup dan juga kopi serta teh.

Karena lokasinya yang tepat di pinggir jalan raya, maka tidak heran, jika pasar murah ini mendapat perhatian dari warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas. Sejak jam 10.00 WITA, warga sudah berdatangan dan berdesakan membeli bahan kebutuhan pokok, dengan harga murah.

“Intinya kita ingin membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya jelang Ramadhan, dan juga membantu pemerintah menekan angka inflasi”, jelas Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan KADIN Kalsel, Aftahuddin kepada wartawan pada Selasa (7/3).

Lebih lanjut Aftahuddin mengatakan, kegiatan serupa akan digelar di 9 titik lainnya di kota Banjarmasin, menjelang Ramadhan tahun ini.

“Kita fokuskan di kawasan yang berdekatan dengan pemukiman warga dengan penghasilan di bawah rata – rata. Nanti juga kegiatan pasar murah ini digelar di kota Banjarbaru,” ujarnya.

Stand beras di Pasmur KADIN Kalsel

Seluruh komoditas yang dijual pada gelaran pasar murah KADIN Kalsel ini, ditawarkan dengan harga miring. Contohnya beras medium seharga Rp45.000 per 5 kilogram, dan beras premium Rp65.000 per 5 kilogram. Bahkan dalam waktu kurang dari satu jam, beras medium yang dibawa Bulog Divre Kalsel, langsung habis terjual. (RIW/RDM/RH)

RSUD Ulin Banjarmasin Lulus Akreditasi Paripurna

BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin dinyatakan lulus Akreditasi Paripurna dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Darma Husada.

Sertifikat Akreditasi Paripurna diserahkan langsung Direktur Utama LARS DHP Heru Ariyadi kepada Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, di Gedung Mahligai Pancasila, Selasa (7/3).

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar mengatakan, Perjuangan RSUD Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan sertifikat Akreditasi Paripurna kali ini cukup berat.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar

“Mengingat, pada saat pandemi COVID-19, tidak semua pelayanan dilaksanakan secara maksimal, karena fokus dalam penanganan pasien COVID-19 tersebut,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Namun, lanjut Izzak, karena adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Dewan Pengawas RSUD Ulin Banjarmasin, serta seluruh karyawan yang telah bekerja maksimal. Sehingga, akreditasi Paripurna dapat kembali diraih RSUD Ulin Banjarmasin.

“Dengan dukungan semua pihak, maka RSUD Ulin Banjarmasin dapat meraih kembali Akreditasi Paripurna,” ujar Izzak.

Izzak berharap, RSUD Ulin Banjarmasin dapat terus memberikan pelayanan terbaik, kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan serta daerah tetangga lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Izzak juga menyampaikan pesan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, agar RSUD Ulin Banjarmasin tidak membeda beda pasien.

“Gubernur tidak pernah henti-hentinya mengingat, agar dalam pemberian pelayanan kesehatan tidak membedakan pasien, baik kaya ataupun kurang mampu,” ungkapnya.

Menurut Izzak, bahkan pasien kurang mampu serta tidak memiliki BPJS kesehatan tetap dilayani dengan baik.

“Karena Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan bantuan, untuk pengobatan warga kurang mampu tersebut. Sehingga seluruh warga di Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin,” ucap Izzak. (SRI/RDM/RH)

Promosikan Cagar Budaya, Disdikbud Kalsel Kembali Gelar Jelajah CB

HULU SUNGAI TENGAH – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar Jelajah Cagar Budaya (CB), dalam rangka mempromosikan Cagar Budaya di Kalsel.

Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, melalui Kabid Kebudayaan, Raudati Hildayati, kepada Abdi Persada FM, melalui sambungan telepon, pada Selasa (7/3)

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati

Raudati mengatakan, Jelajah Cagar Budaya ini merupakan kegiatan rutin tahunan, yang digelar Bidang Kebudayaan dari Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel. Tahun 2023 dilaksanakan ke Kabupaten Hulu Sungai Tengah, diikuti lima Sekolah yaitu, SMAN 1, SMA 4, SMKN 1, SMKN 2 dan MAN 2, masing-masing satu sekolah terdiri 9 orang peserta baik siswa- siswi serta 1 guru pendamping.

“Kami ingin kalangan pelajar dapat semakin meningkatkan pemahaman tentang sejarah dan cagar budaya, agar membantu dalam mempromosikan, melestarikan, bahkan mencintai cagar budaya sendiri,” pintanya

Disampaikan Raudati, pelaksanaan Jelajah Cagar Budaya tahun 2023 ini, memang berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya, karena mengunjungi obyek Cagar Budaya yang bernuansa Islam, yaitu ke Masjid As Shulaha, kemudian Masjid Keramat Palajau, dan Masjid Al A’la di desa Jatuh, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

“Mendekati bulan Ramadhan, sangat tepat dikenalkan objek Cagar Budaya yaitu beberapa Masjid bersejarah,” katanya

Suasana Jelajah Cagar Budaya di Kab HST, di salah satu masjid

Sementara itu, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah menambahkan, dalam kegiatan Jelajah Cagar Budaya, kalangan pelajar diberikan materi tentang Kecagar Budayaan
yang disampaikan Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kalsel Nuralam, dilanjutkan dari Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Sakti Wiku Atmojo, memberikan materi Cagar Budaya Bernuansa Islam, serta Budayawan Kalsel, Sunarno, yang juga memperkenalkan dan memberikan informasi tentang topeng dan wayang.

“Setelah materi disampaikan, kalangan pelajar diajak berkunjung langsung, ke objek Cagar Budaya di Kabupaten HST,” tutupnya

Untuk diketahui, Jelajah Cagar Budaya ini digelar selama tiga hari mulai 6 – 8 Maret 2023, hari pertama persiapan, hari kedua pelaksanaan dan hari ketiga pengadministrasian. (NHF/RDM/RH)

Tanah Laut Jadi Penyumbang TKA Terbanyak di Kalsel

BANJARBARU – Jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kalsel dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Kabupaten Tanah Laut menjadi daerah penyumbang terbanyak atas imigran ini.

Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalsel, Akhmad Yurany, menyebutkan, meski tidak hapal berapa total keseluruhan TKA yang bekerja di Tanah Laut, namun ia memastikan ada hampir ratusan lebih pekerja asing resmi terlapor secara legal di sejumlah perusahaan.

“Kalau sesuai kewenangan kami di empat wilayah seperti Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Tapin. Memang terbanyak itu di Tanah Laut,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Senin (6/3) siang.

Dia mengungkapkan, hampir 100 TKA di Bumi Tuntung Pandang tercatat bekerja dilingkungan perusahaan. Namun, hal tersebut justru membuat banyak pekerjaan mereka tidak tetap.

“Hanya saja karyawan asing ini tidak memiliki kontrak yang permanen, sehingga, apabila pekerjaannya habis mereka balik ke negaranya. Setelah ada TKA ini kembali untuk bekerja,” bebernya.

Tercatat data Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalsel, dari 100 lebih perusahaan di empat daerah 70 persennya adalah diisi TKA yang berasal dari negara China dan India.

“Rata-rata mereka memang berasal dari dua negara ini. Itu pun merupakan data yang tercatat sejak tahun 2022 – 2023,” ungkap Yurany.

Selain itu, dirinya juga membeberkan daerah kedua yang terbanyak memiliki Tenaga Kerja Asing. Namun, tercatat resmi dan terverifikasi.

“Yang daerah kedua ada di Kabupaten Banjar dan itu juga lumanyan banyak. Ini sama juga seperti tala apabila pekerjaan habis balik lagi mereka ke negaranya dan sistem berlanjut,” ungkap dia

Kemudian, ia menjelaskan, daerah yang tercatat sedikit memiliki tenaga kerja asingnya berada di Kota Banjarbaru. Sedangkan, Tapin diketahui hingga kini masih belum melaporkan berapa total keseluruhan pegawai imigran luar negeri yang bekerja.

“Kalau di Banjarbaru, paling sedikit sekitar di bawah 10 orang. Untuk Tapin nanti akan coba kita telusuri dan tindaklanjuti,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Wakili Gubernur Ikuti Rakornas Perpustakaan, Bunda Nunung Harapkan Kemajuan Literasi Banua

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip), Nurliani Dardie, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan Tahun 2023 yang berlangsung selama dua hari pada 6 – 7 Maret 2023.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie menyampaikan bahwa kegiatan Rakornas ini akan membahas kebijakan, rekomendasi, dan rencana program kegiatan tahun 2024 mendatang. Ia berharap Perpusnas terus mendukung kemajuan literasi di daerah, khususnya Kalsel.

“Kita telah membuktikan keseriusan dalam upaya peningkatan literasi. Harapannya juga, Kalsel dapat lebih banyak bantuan dana alokasi khusus dan lainnya,” jelasnya dalam rilis yang diterima Abdi Persada FM, Selasa (7/3).

Kadispersip yang akrab disapa Bunda Nunung ini juga bercerita, dalam kegiatan tersebut dirinya bertemu dengan protokol dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), yang merupakan salah satu penggiat minat baca.

“Selain mengikuti rakor tentu juga silaturahmi. Saya juga bertemu dan diskusi kecil sebelum kegiatan dengan Asisten Deputi Literasi, Inovasi, dan Kreativitas Kemenko PMK RI yang mewakili Menko PMK,” ungkapnya.

Untuk diketahui, berdasarkan rilis yang dikeluarkan Perpusnas RI, Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial menjadi pokok bahasan dalam Rakornas ini.

Dalam kegiatan yang diikuti gubernur dan Kepala Dispersip se-Indonesia ini, mengusung tema “Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial untuk Kesejahteraan, Solusi Cerdas Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascapandemi COVID-19”. (DISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Apresiasi Sosialisasi Kalsel Innovation Award 2023

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor, mengapresiasi kegiatan Sosialisasi Kalsel Innovation Award Tahun 2023 dan Bimbingan Teknis Inovasi Daerah, yang diinisiasi oleh Balitbangda Kalsel, di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (7/3).

Suasana kegiatan Sosialisasi Kalsel Innovation Award dan Bimtek Inovasi Daerah Tahun 2023

Apresiasi itu disampaikan Gubernur akrab disapa Paman Birin itu dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar, saat membuka kegiatan.

Menurut Gubernur, terselenggaranya kegiatan ini, menunjukkan komitmen pemerintah dalam memajukan daerah. Apalagi diakuinya, inovasi daerah memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera.

“Melalui inovasi, pemerintah daerah dapat memberikan pelayanan yang lebih efektif dan efisien, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan lebih baik,” ujarnya.

Dalam konteks ini, gagasan, maupun adaptasi dan modifikasi inovasi pelayanan yang diselenggarakan pemerintah daerah, dinilainya juga sangat penting. Sebab inovasi-inovasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Secara faktual, diakuinya, telah banyak inovasi yang dilakukan oleh para inovator baik di lingkungan pemerintah daerah maupun masyarakat umum.

“Dengan adanya program inovasi daerah Kalsel, kami ingin memberikan wadah yang lebih representatif bagi para inovator untuk menunjukkan potensi yang ditunjukkan melalui inovasi-inovasi yang dihasilkan, serta dapat dan menginspirasi orang atau lembaga lainnya,” bebernya.

Kalsel Innovation Awards dimulai sejak tahun 2022 lalu. Bedanya di tahun ini, terdapat penambahan kategori yaitu penjaringan inovasi masyarakat umum.

Selain itu, terdapat juga kewajiban bagi seluruh SKPD mengikuti dan melaporkan inovasi daerah yang sudah dalam tahapan penerapan dari tahun 2021-2022 dengan dasar surat pernyataan komitmen yang telah ditandatangani bersama oleh seluruh SKPD lingkup Kalsel.

Kepala Balitbangda Kalsel, Muhammad Amin, menyebutkan, Rencananya, event seperti ini akan rutin dilaksanakan setiap tahun.

“Karena inovasi itu saat ini memang sedang digalakan termasuk inovasi yang ada di daerah-daerah,” ungkapnya.

Adapun peserta yang dapat mengikuti program ini adalah seluruh SKPD Pemprov, seluruh SKPD kabupaten/kota se-Kalsel dan masyarakat umum/pelajar/mahasiswa/perorangan/kelompok.

Foto bersama Sekda Kalsel, Kepala Balitbangda, narasumber, bersama peserta sosialisasi dan bimtek

Kategori yang akan dilombakan dalam program ini meliputi inovasi tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, dan inovasi masyarakat umum.

“Saat ini kita berikan sosialisasi dulu tentang penyelenggaraan kegiatan, nanti baru kita akan lakukan penilaian. Mungkin disekitar bulan Mei 2023,” bebernya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version