Legislatif Sarankan Pemko Banjarmasin Bentuk Tim, Terkait Rencana Hibah Lahan Polresta

BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin menyarankan kepada Pemerintah Kota, untuk membentuk tim terkait rencana hibah lahan Pos Kepolisian Resor Kota Banjarmasin.

Suasana RDP rencana hibah lahan Pos Polresta, di ruang Komisi II DPRD Banjarmasin

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin Awan Subarkah, pada Selasa (10/1) menjelaskan, dari hasil Rapat Dengar Pendapat yang digelar bersama Badan Pengelola Keuangan Pendataan dan Aset Daerah Kota, Wakapolresta Banjarmasin, Bagian Hukum dan Inspektorat Banjarmasin, pihaknya menyarankan agar segera dibentuk tim untuk rencana hibah lahan pos Polresta, berlokasi di samping Taman Edukasi Jalan A Yani KM 2 Banjarmasin.

“Kami pada dasarnya setuju saja, tapi harus ada tim dulu,” pintanya

Awan menjelaskan, lahan yang rencananya dihibahkan seluas 4 × 6 meter persegi, akan dipergunakan sebagai pos induk pihak Polresta Banjarmasin, dalam membantu pengawasan di lapangan, dan dinilai letaknya strategis karena berada di wilayah pusat Kota.

“Setelah terbentuk tim, rapat akan dilanjutkan, agar disetujui melalui rapur,” jelas Awan

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan Pendataan dan Aset Daerah Kota Banjarmasin, Edy Wibowo mengatakan, memang kalau menyesuaikan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 19 tahun 2018 tentang proses penetapan tata cara hibah, bahwa dalam pemberian lahan hibah harus disampaikan ke Dewan, dan pihaknya akan siap membentuk tim yang disarankan Komisi II DPRD Banjarmasin.

Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo

“Kita mendukung penuh hibah lahan pos induk Polresta Banjarmasin, dalam rangka memberi pelayanan dan ketertiban bagi semua lapisan masyarakat,” tutupnya

Untuk diketahui, RDP dpimpin Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Awan Subarkah, didampingi Wakilnya Bambang Yanto Permono, bersama anggota Mira Farialini, Noor Latifah, Siti Rahimah Zainal Hakim, Yunan Chandra dan Zainal Husni. Dihadiri Kepala Badan Pengelola Keuangan Pendataan dan Aset Daerah Kota Banjarmasin Edy Wibowo, Wakapolresta Banjarmasin AKBP Pipit Subiyanto, Bagian Hukum dan Inspektorat Banjarmasin, berlangsung di ruang Komisi II DPRD Kota Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Tinggal Diparipurnakan, Pemprov Kalsel Akan Miliki BRIDA

BANJARBARU – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) di tingkat Provinsi segera disahkan. Menyusul status nama Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kalsel telah disetujui perubahannya oleh pemerintah.

Peralihan ini tak hanya mendapat dukungan kepala daerah dan legislatif. Namun hal itu juga siap dituangkan ke dalam Peraturan Daerah (Perda) agar mampu memperkuat keberadaannya atas perubahan dari Satuan Organisasi Tata Kerja (SOTK).

“Perubahan ini telah membutuhkan proses yang cukup panjang ya sekitar satu tahunan lebih. Tentu kami juga sudah menyiapkan termasuk berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang ada di pusat dan Kemendagri RI,” ujar Kepala Balitbangda Kalsel, Muhammad Amin, kepada Abdi Persada FM, Senin (9/1) kemarin.

Tak lupa, dia menuturkan, perubahan ini tak hanya ditingkat pemerintah pusat saja melainkan juga sudah dikoordinasikan dengan Biro Organisasi.

“Alhamdulillah, dari hasil itu dijadwalkan Rabu, 11 Januari 2023 akan ada pengesahan melalui sidang paripurna di DPRD untuk SOTK ini,” bebernya.

Setelah disahkannya melalui sidang paripurna, menurut Amin, keberadaan BRIDA resmi disandang Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kita ketahui di Papua Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Bali sudah ada dan yang terbaru itu di Provinsi Jawa Timur,” paparnya.

Apabila Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) di Provinsi Kalsel secara resmi disahkan, ini merupakan OPD yang pertama di Kalimantan.

“Setelah diparipurnakan, tinggal menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) yang nantinya akan menjadi urusan Biro Organisasi,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Turut Musnahkan 42 Kilo Sabu, Paman Birin Minta Masyarakat Ikut Perangi Narkoba

BANJARMASIN – Polda Kalimantan Selatan menggelar konferensi pers pengungkapan dan pemusnahan barang bukti narkoba jaringan internasional, pada Selasa (10/1). Tak tanggung – tanggung, tercatat 42 kilogram sabu dan 11.000 butir ekstasi yang dimusnahkan, dengan cara dilumatkan menggunakan blender.

Pemusnahan ini dilakukan langsung Kapolda Kalimantan Selatan, Andi Rian Djajadi, bersama Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Ketua DPRD Provinsi Supian HK, Wakapolda Kalsel, Rosyanto Yudha Hermawan dan sejumlah unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan. Pemusnahan dilakukan di hadapan puluhan wartawan dan juga empat tersangka yang sengaja dihadirkan pada kegiatan ini.

Dalam keterangan persnya, Kapolda Kalsel, Andi Rian Djajadi menjelaskan, pengungkapan kasus tindak pidana narkotika ini terjadi pada 28 Desember 2022, atau 3 hari jelang pergantian tahun.

“Sudah sekitar 2 bulan jajaran Ditreskrim Narkoba mengikuti jejak para tersangka ini dari pulau Sumatera. Dan ternyata benar, tujuan akhir dari jaringan narkotika asal Malaysia ini, adalah Kalimantan Selatan. Para tersangka ini diringkus di kawasan Landasan Ulin Banjarbaru, setelah adanya laporan masyarakat yang mencurigai akan adanya aktivitas jual beli narkoba,” jelas Kapolda di hadapan puluhan wartawan yang berkumpul di lapangan tengah Mapolda Kalsel.

Ditambahkan lelaki berpangkat Inspektur Jenderal Polisi itu, bahwa pengungkapan kasus narkoba di akhir tahun 2022 itu, telah menyelematkan sedikitnya 45.000 jiwa penduduk Kalimantan Selatan.

“Kita estimasi, satu gram sabu ini dapat digunakan 10 orang sekaligus. Sementara jumlah barang bukti yang berhasil kita sita adalah 45 kilogram lebih,” ujarnya.

Menanggapi keberhasilan jajaran Ditreskrim Narkoba Polda Kalsel menggagalkan peredaran narkoba jaringan internasional ini, mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang juga hadir serta ikut memusnahkan barang bukti narkoba.

Gubernur Kalsel (berdiri) saat memberikan sambutan sebelum pemusnahan barbuk narkoba

“Saya, pemerintah provinsi dan masyarakat Banua sangat berterima kasih dengan jajaran kepolisian daerah yang telah menyelamatkan anak bangsa, dari ancaman narkoba. Dan saya rasa seluruh lapisan masyarakat harus terlibat dalam perang melawan narkotika ini”, tutupnya. (RIW/RDM/RH)

Pembudidaya Ikan di Kalsel Kehilangan Ikan Akibat Banjir Rob

BANJARBARU – Dampak banjir rob di Kalimantan Selatan berimbas pada pembudidaya ikan. Mereka terpaksa kehilangan 50 persen ikan yang berada di dalam kolam tambak miliknya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel Rusdi Hartono melalui Kepala Bidang Budidaya Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP Kalsel Wahdah mengatakan, saat ini telah terjadi banjir rob, sehingga bantuan bibit ikan yang diberikan di beberapa daerah mengalami kematian yang cukup tinggi. Seperti yang terjadi di Kota Banjarmasin.

“Bantuan bibit ikan diberikan pada tahun 2022, sebelum kejadian banjir rob terjadi, setelah 3 Minggu, pada saat kejadian banjir rob kami mendapatkan kabar, adanya kematian ikan yang cukup tinggi,” ungkap Wahdah, di ruang kerjanya, kepada Abdi Persada FM, Selasa (10/1).

Pemberian bibit ikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel

Ia mengatakan, meski mengalami banjir rob, pihaknya masih melakukan pemantauan kepada para pembudidaya yang menerima bantuan bibit ikan tersebut. Mengingat masih ada ikan yang hidup tidak terbawa banjir rob tersebut.

“Kami masih terus melakukan pembinaan dan pemantauan kepada pembudidaya ikan, penerima bantuan,” ucapnya.

Menurut Wahdah, bantuan pemberian bibit ikan tersebut, dalam bentuk dana hibah kepada penerima bantuan.

“Untuk tahun 2023, bantuan bibit diberikan kepada Kabupaten Tanah Bumbu berupa bibit udang windu,” ungkapnya lagi.

Selain di Kabupaten Tanah Bumbu juga diberikan di Kabupaten Barito Kuala berupa bibit ikan bandeng.

“Untuk pemberian bantuan bibit ikan tersebut, tergantung daerah mana yang mengajukan proposal permintaan bantuan,” jelasnya.

Sedangkan, tambah Wahdah, untuk pemberian jenis ikannya, tergantung permintaan dari masing masing daerah.

“Pemberian bibit ikan ini, dengan total bantuan untuk satu paket terdiri dari 150 sampai 200 ribu ekor bibit ikan,” ucap Wahdah. (SRI/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Bersinergi Dengan TNI Promosikan Minat Baca

BANJARMASIN – Komitmen kuat ditunjukkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan, Nurliani Dardie untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat Banua.

Hal ini dibuktikan dengan terus mempererat jalinan sinergi bersama TNI saat bersilaturahmi dengan Komandan Korem 101/Antasari, Brigjen Rudi Puruwito.

Suasana pertemuan Kadispersip Kalsel, Nurliani Dardie dan Komandan Korem 101/Antasari, Brigjen Rudi Puruwito.

“Silaturahmi ini kita lakukan untuk penguatan sinergi dan kolaborasi, apalagi TNI sering terjun ke masyarakat. Itu bisa kita kolaborasikan untuk promosi minat baca,” kata Kadispersip Kalsel yang akrab disapa Bunda Nunung ini, Selasa (10/1).

Nurliani menjelaskan Dispersip Kalsel sendiri gencar melakukan promosi minat baca ke berbagai pelosok daerah. Dengan dukungan TNI dan berbagai pihak, diharapkan dapat mendorong dan meningkatkan budaya literasi di masyarakat.

“Alhamdulillah Pak Danrem menyambut hangat kedatangan kita, dan siap untuk berkolaborasi,” jelasnya.

Nurliani juga bersyukur Danrem 101/Antasari berkenaan menjadi narasumber pada Talkshow yang akan diselenggarakan oleh pihaknya pada bulan Maret mendatang.

“Alhamdulillah beliau berkenan Bunda jadikan narasumber seputar Supersemar, yang Insya Allah dilaksanakan pada tanggal 1 Maret nanti,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version