24 Mei 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

PMK di Kalsel Terkendali, Pelaksanaan Kurban Aman dan Lancar

2 min read

Suasana rakor PMK

BANJARBARU – Sekretaris Daerah Prov Kalsel Roy Rizali Anwar menyatakan, kondisi situasi kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kalsel sudah terkendali.

Hal tersebut disampaikan Sekdaprov melalui sambutan tertulisnya, yang disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Nurul Fajar Desira pada Rapat Koordinasi Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kalimantan Selatan di Ruang Rapat Rapat H. Aberani Sulaiman, pada Selasa (12/7).

“Kondisi situasi kasus PMK di Kalsel sudah terkendali, bahkan untuk Kabupaten HSU sudah nol kasus dan sudah dinyatakan negatif PMK dari laboratorium Balai Veteriner Banjarbaru. Demikian juga dengan Tabalong juga sudah tidak ditemukan lagi kasus PMK di lapangan,” ucap Sekda.

Kemudian, terkait pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada hari raya Idul Adha 1443 H/2022 M, berjalan dengan lancar, dan masyarakat dapat melakukan pemotongan hewan kurban dengan aman dengan pengawasan oleh tim pemeriksa kesehatan hewan kurban provinsi maupun kabupaten/kota.

“Alhamdulilah, pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada hari raya Idul Adha 1443 H/2022 M telah berjalan lancar dan masyarakat dapat melakukan pemotongan hewan kurban dengan aman dengan pengawasan oleh tim pemeriksa kesehatan hewan kurban provinsi maupun kabupaten/kota,” tambahnya.

Dengan terkendalinya kasus PMK, sebut Sekda, saat ini jumlah HRP yang sakit 42 ekor dan kemungkinan terjadi penurunan setelah dilakukan verifikasi pasca pemotongan hewan kurban serta wilayah sebaran PMK di Kalsel yang masih sangat kecil. Maka dari itu, Kalsel masuk dalam 7 provinsi yang ditargetkan nol kasus pada pekan ini, sehingga Kalsel bisa menjadi zona hijau.

“Tentunya diperlukan langkah cepat dan tepat, serta dukungan dari berbagai pihak yang tergabung dalam satgas penanganan PMK untuk mewujudkan kondisi tersebut,” harap Sekda.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, drh. Suparmi, dalam paparannya menyampaikan, Kalsel termasuk dari 21 provinsi di Indonesia yang tertular PMK, dan sampai saat ini hanya ada 4 kabupaten di Kalsel yang tertular PMK. Yaitu Kabupaten Tanah Laut, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Kabupaten Tabalong.

“Di Kalsel ada 530 kasus, di Tala 486 kasus, HSU 4 kasus, HST 33 kasus, dan Tabalong 7 kasus,” sampainya.

Lebih lanjut Suparmi menyampaikan, dari 530 kasus, tersebar di 11 kecamatan dan 28 desa, 462 ekor sudah sembuh, 19 ekor potong paksa, dan 7 ekor mati, serta masih ada 42 ekor yang sakit.

Sementara untuk capaian realisasi vaksinasi PMK di Kalimantan Selatan sebagaimana arahan Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor sampai dengan 30 Juni 2022 l, mencapai 4.717 ekor ternak atau 112,31 persen dari target 4.200 dosis ruminansia besar.

Turut hadir dalam Rakor ini, Plt. Kepala BPBD Prov Kalsel Mujiyat, perwakilan dari Polda Kalsel, sejumlah Kepala SKPD Prov. Kalsel, serta anggota Satgas. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.