Disdikbud Kalsel Kerahkan Pegawai Kejar Pencairan Gaji PPPK

BANJARBARU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Kalimanatan Selatan terus berupaya melakukan pencairan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) yang tertunda sejak April lalu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Muhammadun mengungkapkan, keterlambatan pencairan gaji ini akibat adanya kendala yang dialami Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel saat proses penginputan data PPPK. Seperti pemadaman listrik yang terjadi di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel selama berhari-hari belum lama tadi.

Padahal diakuinya, dirinya telah mengerahkan pegawai Disdikbud Kalsel bekerja siang dan malam, guna membantu percepatan penginputan data tersebut.

“Dan saya beritahu, pada saat libur lebaran, melalui WA (WhastApp), saya yang mengurus itu lembur sampai malam. Karena dia harus melakukan percepatan penginputan,” ucap Madun (sapaan akrab), Jumat (27/5).

Madun berpesan kepada PPPK guru di Kalsel agar tetap bersabar menunggu proses penginputan data ini. Karena, Madun membeberkan, dirinya bahkan rela menyewa hotel untuk pegawai agar dapat tetap bekerja meskipun terjadi pemadaman listrik di kantor.

“Karna saya tau ini masalah kesejahteraan, masalah perut saya sangat tau itu. Tapi karyawan karyawati kami yang PPPK juga harus mengerti. Penginputan dari komputer ke komputer itu memerlukan waktu beberapa menit,” terangnya.

Madun optimis, tunggakan gaji dari April hingga Juni serts Tunjangan Hari Raya (THR) guru PPPK di lingkup Pemprov Kalsel segera dibayarkan paling lambat akhir Juni 2022.

“Doakan saja, mudah-mudahan dapat segera terbayar. Kita juga akan membayarkan langsung ke semua PPPK, tidak secara bertahap,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Disbudporapar Banjarmasin Lakukan Penelitian Cagar Budaya

BANJARMASIN – Dinas Kebudayaan Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, melalui Bidang Kebudayaan masih melakukan penelitian Cagar Budaya.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Iwan Fitriady, melalui Pamong Budaya Ahli Muda, Disbudporapar Banjarmasin, Andi Pahwanda, awal pekan tadi, saat ini pihaknya melaksanakan penelitian bersama Tim Ahli Cagar Budaya Banjarmasin (TACB) Bersertifikasi yang diduga Objek Cagar Budaya.

“Kami meneliti bersama TACB Banjarmasin, dua yang diduga Objek Cagar Budaya, pertama langgar Al Hinduan dan Turbah Sungai Jingah,” katanya

Andi menyampaikan, rencana berikutnya, dalam waktu dekat ini, akan melakukan penelitian bersama Tim Ahli Cagar Budaya Banjarmasin (TACB), ke Makam Muhammad Amin Sungai Jingah dan 10 benda pusaka Museum Sultan Suriansyah.

“Kita ingin melihat langsung sepuluh benda bersejarah peninggalan Pangeran Sultan Suriansyah,” jelasnya.

Andi menambahkan, dengan adanya Tim Ahli Cagar Budaya bersertifikasi sebagai legalitas dalam memberikan rekomendasi Cagar Budaya kepada Wali Kota Banjarmasin.

Disampaikan Andi, TACB ini mereka adalah Hairiyadi bidang Budayawan, Mansyur ahli Sejarawan, Bani Noor Muchamad bidang Arsitek, Wasita ahli Arkeolog dan Mursalin sebagai pembantu peneliti dari bidang sejarah dan budaya.

“Dengan masing-masing bidang keahlian dari TACB ini melakukan penelitian, diantaranya sejarawan yang menggali sejarah dan budaya, arkelog menilai tahun dari benda peninggalan, arsitek melihat peninggaln dari zaman ke zaman, untuk memberikan hasil layak atau tidaknya, menjadi Cagar Budaya,” tutup Andi.

Seperti diketahui, Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya dan Kawasan Cagar Budaya, baik di darat di air yang perlu dilestarikan keberadaannya, karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan agama dan kebudayaan, melalui proses penetapan dari Tim Ahli Cagar Budaya yang Bersertifikasi. (NHF/RDM/RH)

Kepengurusan DPD Partai Gerindra Kalsel Resmi Dilantik

BANJARMASIN – Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Kalimantan Selatan secara resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad di salah satu hotel berbintang, Kamis (26/5).

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pimpinan pusat meminta DPD Partai Gerindra Kalsel segera melakukan pembenahan-pembenahan, dan pemetaan untuk meraih suara terbanyak dalam Pemilu 2024.

Suasana Pelantikan Pengurus DPD dan Rakerda Partai Gerindra Kalsel

“Kita harus sinergikan perolehan suara antara DPRD kabupaten/kota, provinsi, maupun DPR RI, serta serius untuk memenangkan Pemilu 2024,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa menyampaikan Partai Gerindra telah bersiap untuk menghadapi Pemilu tahun 2024.

“Sekarang tinggal pembuktiannya. Kekurangan harus dievaluasi. Sekarang momen Partai Gerindra untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam memenangkan Pemilu 2024,” jelasnya.

Sedangkan Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel yang baru dilantik, Mariana mengharapkan kepengurusan yang baru ini bisa dan harus bekerjasama dan lebih solid untuk Partai Gerindra di Kalsel.

“Mudah-mudahan melalui kepengurusan kami yang baru ini, Gerindra di Kalsel lebih dicintai oleh masyarakat Banua dan membawa kebaikan. Serta mampu mencapai target yang diinginkan dalam Pemilu 2024 mendatang,” harapnya. (NRH/RDM/RH)

Kalsel Resmi Miliki Gedung Perpustakaan Difabel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi memiilki gedung layanan perpustakaan difabel.

Suasana peresmian gedung perpustakaan difabel

Peresmian gedung yang terletak di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispersip) Kalsel di Jalan Ahmad Yani KM 6 tersebut dilakukan Gubernur Kalsel yang diwakili oleh Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar bersama Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando, Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie, Selasa (24/5).

Suasana pengukuhan Bunda Literasi

Peresmian perpustakaan khusus bagi disabilitas yang terdiri dari dua lantai dan dua bangunan tersebut dirangkaikan dengan acara pengukuhan Fathul Jannah Muhidin sebagai Bunda Literasi Kalsel serta talkshow peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (IPL) di aula Dispersip Provinsi Kalsel.

Penyematan Bunda Literasi dilakukan langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando.

Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan Pemprov Kalsel berupaya memastikan pengembangan SDM dan literasi turut menyentuh kalangan difabel, dengan penyediaan fasilitas yang memadai. Kendati Kalsel saat ini menduduki peringkat IPL tertinggi se-Indonesia, menurutnya, Gubernur Kalsel berpesan agar tidak berhenti berinovasi dan menyiapkan pelayanan terbaik.

“IPL tertinggi se Indonesia dengan nilai 48.7, tentu bukan prestasi yang datang kebetulan. Setidaknya perlu perjuangan panjang, tak kalah penting ialah menggerakkan komunitas-komunitas literasi untuk berperan aktif mengedukasi masyarakat hingga ke pelosok,” katanya.

Disamping itu, Gubernur Kalsel menyampaikan pembangunan literasi menjadi tulang punggung kualitas sumber daya manusia. Saat ini pemerintah selalu berupaya maksimal untuk menyiapkan pelayanan terbaik dan akses literasi yang seluas-luasnya.

“Minat baca yang tinggi akan melahirkan masyarakat yang cerdas, produktif, dan kreatif,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie menyebutkan, anggaran pembangunan gedung layanan perpustakaan difabel berasal dari bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK)

“Gedung perpustakaan yang diresmikan dibangun dari DAK fisik perpustakaan nasional tahun anggaran 2021,” terangnya. (NRH/RDM/RH)

Disbudporapar Banjarmasin Siapkan Penilaian Kubah Basirih

BANJARMASIN – Dinas Kebudayaan Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, menyiapkan penilaian Kubah Basirih yang berhasil masuk 50 Besar dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022.

Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Iwan Fitriady, kepada wartawan, pada Senin (23/5) mengatakan, dengan masuknya 50 besar dalam ADWI Makam Kubah Basirih, yang berlokasi Jalan Keramat Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, tentunya menjadi kebanggaan tersendiri terutama warga kota seribu sungai. Apalagi mampu mengalahkan sekitar 3500 destinasi wisata desa, dari 34 provinsi se Indonesia, dan itu semua berkat dukungan seluruh pihak, baik Pokdarwis serta masyarakat.

“Beberapa indikator menjadi penilaian Pemerintah pusat, diantaranya keaktifan Pokdarwis Kubah Basirih dan tingginya tingkat kunjungan wisata religi, ke Makam keramat dari ulama besar Habib Hamid bin Abbas Bahasyim, yaitu tidak hanya penduduk lokal, luar daerah hingga mancanegara,” ucapnya.

Disampaikan Iwan, saat ini pihaknya telah menyiapkan tahapan verifikasi penilaian ke lapangan, tim juri nanti dari Kemenkraf RI, dan akan dilaksanakan selama tiga hari, rencananya tanggal 3 – 5 Juni 2022. Objek wisata religi Kubah Basirih ini merupakan bukti situs sejarah, dalam penyebaran agama Islam di Banjarmasin.

“Kami usulkan beberapa destinasi wisata diantaranya Kubah Basirih, Mesjid Sultan Suriansyah, Kampung Biuku, dan Kampung Sungai Jingah. Namun yang masuk 50 besar destinasi wisata desa yaitu Kubah Basirih, karena tingkat kunjungan yang sangat tinggi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Iwan menambahkan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kubah Habib Basirih, melakukan persiapan di lapangan dengan mencat ulang seluruh kawasan Kubah untuk dipercantik. Kemudian menggerakkan UMKM sekitar dalam rangka memperkenalkan produk andalan. Selain itu home stay, dan juga mempersiapkan atraksi untuk memeriahkan acara tersebut.

“Atraksi kearifan lokal seperti penampilan Hadrah telah dipersiapkan untuk lebih memperkenalkan budaya,” tutup Iwan. (NHF/RDM/RH)

Pengurus OSIS SMAN 7 Dibekali Pendidikan Politik dan Pancasila

BANJARMASIN – Puluhan siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Banjarmasin yang tergabung dalam pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) mendapat pembekalan dari Anggota DPRD Provinsi Kalsel, Dewi Damayanti Said.

Pembekalan tersebut meliputi pembinaan wawasan kebangsaan dan ideologi Pancasila.

“Saya ingin semua siswa SMA mendapatkan sosialisasi ini karena mereka akan masuk bangku kuliah. Meskipun mereka sudah mendapat pelajaran PPKn, tetapi pembekalan ini akan menambah wawasan dan pengalaman mereka,” kata Dewi kepada wartawan, baru-baru tadi.

Suasana Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan oleh Anggota DPRD Kalsel, Dewi Damayanti Said

Selain itu, “Srikandi Dewan” ini juga memberikan pendidikan politik kepada pengurus OSIS ini. Pasalnya, pada 2024 mendatang, mereka akan terdaftar sebagai pemilih pemula. Ia mengakui politik erat kaitannya dengan Pancasila dimana jika para siswa dan siswi ini tidak diarahkan dengan baik maka akan berpotensi menimbulkan konflik dan merusak tatatan negara.

“Pendidikan politik bagi pemilih pemula penting agar mereka memahami jalur yang benar. Jangan sampai ada money politik. Berdemokrasi sejak dini itu memang penting untuk disosialisasikan sehingga saya harap dari Dewan atau partai politik bisa melakukan kegiatan ini nantinya,” jelasnya.

Untuk diketahui, kegiatan sosialisasi pembinaan Wawasan Kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila yang dilaksanakan pada Selasa (24/5) itu juga menghadirkan narasumber Anggota Polri Kompol Suryanti yang menyampaikan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat sesuai amanah Pancasila kepada peserta. (NRH/RDM/RH)

Peringati Harkitnas ke-114, Pemprov Kalsel Lakukan Kick Off Program Merdeka Sampah

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-114, dan Kick Off Program Merdeka Sampah di sepanjang Jalan Protokol menuju Ibu Kota provinsi. Kegiatan yang digagas Dinas Lingkungan Hidup Kalsel ini, dipusatkan di lapangan Satpas Ditlantas Polda Kalsel, Liang Anggang Banjarbaru, Jum’at (27/5).

Gubernur Kalsel saat membuka peringatan Harkitnas

Peringatan Harkitnas dan Kick Off Program Merdeka Sampah tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fatimatuzzahra.

Gubernur Kalsel (4 dari kanan) saat menanam pohon pada peringatan Harkitnas

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor usai kick off mengatakan, kegiatan ini untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang pentingnya kerjasama dalam pengelolaan lingkungan hidup. Kegiatan ini berupaya menjadi media dalam menyampaikan pesan-pesan lingkungan hidup kepada masyarakat di sepanjang jalan protokol dan juga pengguna jalan.

“Hari ini kita bersih-bersih dan lakukan penanaman pohon. Kita tahu saat ini pemanasan global yang sangat berpengaruh dengan lingkungan, maka tidak ada kata lain selain menanam dan menanam untuk anak cucu kita,” ucap gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini.

Paman Birin melanjutkan, dengan digelarnya Harkitnas ke-114 dan Kick Off Program Merdeka Sampah, Masyarakat Kalsel akan dapat mengubah masa depan provinsi ini dengan cara menanam pohon yang dapat menghasilkan oksigen untuk kebutuhan oksigen para masyarakat dimasa yang akan datang. Lingkungan hidup merupakan salah satu faktor penting dan mendasar untuk menjamin keberlangsungan pembangunan di Banua Kalimantan Selatan.

“Kita tanam sekarang bisa menyelamatkan nyawa ratusan orang dimasa depan,” lanjut Paman Birin.

Dilanjutkannya, Oktober mendatang Provinsi Kalsel akan menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional tahun 2022, yang pembukaanya akan dilaksanakan di Kiram Park Kabupaten Banjar. Untuk mensukseskan Perhelatan Nasional tersebut, diharapkan kepada semua Instansi, para Alim Ulama, SKPD Terkait, TNI-Polri, dan Kelompok Masyarakat agar dapat berkerjasama dan berkontribusi untuk mensukseskan kegiatan MTQ yang dihadiri tamu undangan dari seluruh daerah di Indonesia.

“Dengan adanya program merdeka sampah , diharapkan jalan protokol Menjadi bersih dan nyaman dalam menyambut peserta MTQ,” tutup Paman Birin.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Haifah Dwi Nirwana menjelaskan, bahwa kondisi jalan-jalan protokol saat ini banyak ditemukan sampah. Masalah sampah masih menjadi perhatian pihaknya, untuk mengubah pola pikir masyarakat agar bersama menjaga lingkungan.

“Ini tidak hanya berhenti pada hari ini, ini ada lah program yang akan kita kawal kita monitor terus perkembangannya, termasuk melibatkan TNI dan Polri,” ucap Hanifah. (MRF/RDM/RH)

DPRD Banjarbaru : PPDB Harus Disiapkan secara Matang

BANJARBARU – Memasuki Juni, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2022/2023 akan segera dimulai. Tepatnya sejak 6 Juni 2022 nanti.

Terkait hal ini anggota Komisi 1 DPRD Kota Banjarbaru, Windi Novianto meminta agar Pemko Banjarbaru serius terhadap perkembangan sektor pendidikan di kota ini. Salah satunya soal PPDB yang memang harus benar-benar dimatangkan dalam kesiapannya.

“PPDB SMP di kota Banjarbaru diharapkan berasaskan objektif, transparan, dan akuntabel tanpa diskriminasi,” kata Windi kepada abdi Persada FM, Jumat (27/5).

Menurut data yang dimiliki legislator PDI Perjuangan ini, saat ini ada 14 SMP Negeri dan 10 SMP swasta di Banjarbaru.

“Semoga semua pendaftar bisa tertampung. Hal ini tentu dapat membuat kualitas pendidikan kita lebih baik dan merata,” kata Windi.

Selain itu ia juga meminta agar kesiapan seperti pelaksanaan lewat daring (online) bisa disiapkan maksimal. Mengingat PPDB akan masih dilaksanakan dengan format yang sama.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pendidikan sudah mengeluarkan edaran mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online untuk seluruh SMPN di kota ini.

PPDB tahun ini masih melalui 4 jalur; yakni jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua/wali dan jalur prestasi, yang pendaftarannya dibuka pada tanggal 6 – 8 Juni 2022. (RDM/RH)

Pemprov Kalsel Terus Kejar Target Agar Seluruh Desa Berstatus Mandiri

BANJARBARU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalsel menargetkan hingga 2023 status desa tertinggal dapat berubah menjadi berkembang. Sedangkan, untuk status maju bakal dinaikan ke level mandiri.

Kepala Dinas PMD Kalsel Farid Fakhmansyah memaparkan diprogramkannya perubahan status desa setiap tahun bertujuan agar ekonomi masyarakat pedesaan dapat jauh lebih baik lagi meski saat ini pelaksanan perbaikannya diakui dilakukan secara bertahap.

“Mestinya seluruh desa dalam status mandiri karena itu merupakan capain paling tertinggi, tetapi, jumlah rata-rata untuk saat ini masih berkisar diangka 68 persen artinya satu setengah persen dari desa yang ada di Kalsel,” ujarnya, kepada Abdi Persada FM, Jumat (27/5) siang.

Namun ditegaskannya, khusus desa yang masih berstatus sangat dan tertinggal juga ditargetkan tiap tahun naik yang artinya secara bertahap ditekankan terus mengalami peningkatan hingga bisa mencapai ke level berkembang.

“Nah, proyeksi kami ke depan akan terus berkoordinasi, bersinergi serta berkolaborasi dengan pemda kabupaten agar mampu menaikan status tiap desa,” jelasnya.

Tentu kolaborasi yang dibangun, menurut Farid, dilakukan secara berkesinambungan serta berkelanjutan seiring penerapan program yang diharapkan capaian persentase kenaikan status mampu terealisasi secara signifikan.

“Agar fokus kita dalam meningkatkan status desa bisa terwujud,” ungkapnya.

Menurutnya, kunci utama dalam rangka meningkatkan perubahan status desa agar pencapaiannya mudah terealisasi salah satunya adalah melakukan penataan.

“Baik dalam segi kelembagaan ekonomi, pemerintahan desa, pengembangan sektor perekonomian masyarakat hingga kawasan pedesaannya,” ungkapnya.

Mantan Staff Ahli Gubernur membidangi ekonomi dan pembangunan ini berharap proporsi desa mandiri dan maju ke depan diharapkan lebih besar ketimbang status tertinggal dan berkembang yang saat ini masih dominan di Kalsel.

“Diharapkan juga tidak ada lagi desa sangat tertinggal. Jadi, cakupan atau tahapannya dimulai dari sangat tertinggal berubah menjadi tertinggal selanjutnya naik status berkembang berikutnya adalah maju hingga tingkatan level paling tertinggi yakni mandiri,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dari 11 kabupaten di Kalsel tercatat baru 28 desa dari sembilan yang menduduki status mandiri diantaranya Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Barito Kuala dan Tabalong. (RHS/RDM/RH)

Lima Pemda di Kalsel Dinilai Belum Punya Tindakan Nyata Tingkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri

BANJARBARU – Hasil monitoring BPKP Kalimantan Selatan dan pendataan yang melibatkan seluruh Inspektorat Daerah di Kalimantan Selatan, menemukan lima Pemerintah Daerah belum mempunyai strategi dan tindakan yang nyata dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

Skema pengawasan P3DN di Kalsel

Padahal, Presiden Joko Widodo telah berulang kali mengingatkan pentingnya keberpihakan pada produk dalam negeri ini, terutama dengan terbitnya Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022.

Kelima pemerintah daerah tersebut adalah Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Tapin, Tanah Bumbu, kota Banjarmasin, dan Banjarbaru. Hal ini tampak dengan belum jelasnya pengelola e-katalog lokal dan belum adanya kebijakan kepala daerah yang mendorong penggunaan produk dalam negeri.

Sementara itu, empat daerahnya lainnya hanya mempunyai pengelola e-katalog lokal atau hanya memiliki kebijakan mendorong penggunaan produk dalam negeri. Yaitu kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Balangan.

“Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 telah memerintahkan dengan tegas, semua Pemerintah Daerah mempunyai strategi, tindakan, dan target yang jelas dalam mendukung penggunaan produk dalam negeri,” jelas Kepala BPKP Kalsel, Rudy Mahani Harahap dalam rilisnya yang diterima Abdi Persada pada Kamis (26/5).

Penggunaan produk dalam negeri ditekankan kembali oleh Presiden, karena tekanan kuat kompetisi ekonomi global akibat Pandemi COVID-19 dan perang Rusia-Ukraina.

“Jika anggaran Pemerintah Daerah tidak diarahkan untuk produk lokal, maka akan banyak usaha lokal yang bangkrut, meningkatnya pengangguran dan kriminalitas, dan konflik sosial di dalam negeri,” tambah Rudy.

Anggaran pemerintah daerah berpotensi besar menjadi penyangga ekonomi lokal di Kalimantan Selatan. Sebagai contoh, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memiliki anggaran Rp6,4 triliun yang dapat dikucurkan untuk menguatkan industri dalam negeri.

Karenanya, seluruh Pemerintah Daerah di Kalimantan Selatan harus serius dalam menjalankan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022.

“Salah satunya dengan membentuk Tim Koordinasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), yang melibatkan unsur pengusaha lokal dan diketuai oleh Kepala Dinas Perindustrian secara harian,” ujarnya.

Monitoring dan pendataan strategi, tindakan, dan pencapaian target pemerintah daerah di Kalimantan Selatan ini sudah berlangsung selama dua minggu dengan menggunakan perangkat teknologi canggih “Siswas P3DN” yang dikembangkan oleh BPKP.

Penggunanya adalah seluruh unsur BPKP, Inspektorat, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) setempat.

Hasil monitoring dan pendataan disampaikan langsung ke Presiden sebagai bahan rapat kabinet. Presiden juga telah menegur beberapa kementerian/lembaga di pusat yang belum memiliki strategi dan tindakan nyata. (BPKPKalsel-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version