Paman Birin Bersama Bupati dan Walikota se-Kalsel, Promosikan Wisata Banua ke Menparekraf Sandiaga Uno

JAKARTA – Upaya untuk meningkatkan nilai jual dan daya tarik wisata Banua, dilakukan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dengan Bupati dan Walikota se-Kalsel, melalui audiensi bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahudin Uno di Kantor Kemenparekraf Jakarta, Rabu (18/5).

Gubernur dan Bupati Walikota se-Kalsel foto bersama Menteri Parekraf

Kedatangan rombongan Paman Birin, Bupati dan Walikota se-Kalsel tersebut disambut hangat langsung oleh Menteri Parekraf Sandiaga Salahudin Uno beserta jajarannya.

Dalam audiensi tersebut, Paman Birin sapaan akrab Gubernur Kalsel ini menyampaikan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI beragam upaya untuk mendorong sektor pariwisata dan ekonomi di Kalsel tahun 2021-2026, guna mewujudkan visi Kalimantan Selatan, yakni Kalsel Maju sebagai gerbang Ibukota Negara serta mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan.

Paman Birin menyampaikan, Kalsel memiliki potensi yang cukup beragam disektor pariwisata dan ekonomi kreatif, baik wisata alam, budaya, religi, maupun wisata buatan. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, kendala seperti keterbatasan anggaran, infrastruktur pendukung pariwisata dan ekonomi kreatif yang belum memadai, hingga sinergi kemitraan dalam pemasaran wisata dan ekonomi kreatif yang belum optimal harus segera diatasi.

“Salah satu upaya komitmen daerah dalam mengembangkan pariwisata Kalimantan Selatan yaitu disusunnya peraturan gubernur terkait usulan Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Kalimantan Selatan tahun 2021-2026, yang nantinya diharapkan menjadi penggerak perekonomian masyarakat sekitar destinasi pariwisata”, kata Paman Birin.

Destinasi pariwisata prioritas tersebut, meliputi 6 (enam) kawasan wisata.
Pertama adalah kawasan wisata religi Guru Sekumpul dan Datu Kalampayan di Kabupaten Banjar, serta wisata religi lainnya.

Kedua adalah kawasan wisata alam dan budaya pasar terapung Lok Baintan di Kabupaten Banjar serta budaya sungai lainnya.

Lalu kawasan wisata alam, buatan dan ekologi bawah Jembatan Barito Pulau Bakut di Kabupaten Barito Kuala. Kemudian kawasan wisata alam dan buatan kerbau rawa di Kabupaten Hulu Sungai Utara, lalu kawasan wisata alam buatan budaya dan ekologi Geopark Meratus dan kawasan Kiram Park di Kabupaten Banjar.

Selain itu, Paman Birin juga meminta dukungan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, yang saat ini sudah ada di daerah.

Dukungan tersebut meliputi dukungan Kemenparekraf untuk destinasi pariwisata dan ekonomi prioritas di Kalimantan Selatan.

Kemudian juga dukungan promosi untuk optimalisasi pariwisata dan ekraf di Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-29, yang akan dilaksanakan pada 10-19 Oktober 2022 mendatang.

“Kami juga mengharapkan kehadiran Bapak Menteri di event tour de Loksado 2022 yang akan diselenggarakan pada 22-24 Juli, Festival Budaya Saijaan (FBS) di Kabupaten Kotabaru tahun 2022,” kata Paman Birin.

Selain juga, Paman Birin berharap dukungan penuh terhadap penetapan kawasan makam Datu Kalampayan menjadi objek wisata religi nasional, dukungan penetapan Geopark Meratus menjadi member global geopark network UNESCO serta dukungan pengembangan kawasan Kiram Park sebagai objek wisata di Kalimantan Selatan.

Terkait dengan permohonan dukungan tersebut, Menteri Parekraf Sandiaga Salahudin Uno meminta kepada Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Baparel, Rizki Handayani Mustafa, untuk memberikan perhatian khusus kepada Kalsel, terutama usulan kawasan religi yang ada di Kalsel.

“Saya minta Ibu Deputi memberikan perhatian khusus ke Kalsel, karena wisata dan ekonomi kreatif yang ada di Kalsel sangatlah cantik dari segi ekoturism. Dulu saya pernah ikut mengikuti Haul Guru Sekumpul, semua orang di jalan berlomba-lomba untuk berbagi, saya belum pernah melihat yang seperti ini,” puji Sandiaga Salahudin Uno.

Tak hanya itu, Menteri Parekraf Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, pihaknya akan menyusun tanggal pertemuan untuk bertemu dengan Kepala Dinas Pariwisata yang ada di Kalsel untuk membicarakan secara terperinci terkait pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi di Kalsel.

Sedangkan terkait dengan dukungan penetapan geopark meratus menjadi member global geopark network Unesco, Tenaga Ahli Menteri Norhadi Sadli akan ikut mendukung dan mengawal usulan tersebut, mengingat Geopark Pegunungan Meratus yang berstatus geopark nasional memiliki 67 geosite tersebar di sejumlah wilayah Kalsel memiliki daya tarik tersendiri untuk dapat meningkatkan ekonomi disektor pariwisata yang ada di derah.

“Terkait Geopark, destinasi yang luar biasa, statusnya nasional, dan memiliki 67 geosite, luar biasa. Kami kementerian mendukung sekali terkait pengusulan tersebut, mari kita bersama-sama mengawal dan mendampingi,” jelas Norhadi.

Turut berhadir dalam acara tersebut selain Bupati dan Walikota se-Kalsel, Paman Birin juga didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Muhammad Syarifuddin.

Dari jajaran Kemenparekraf hadir Deputi Bidang Poduk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Baparel Rizki Handayani Mustafa, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Vinsensius Jemadu, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Nia Niscaya, Tenaga Ahli Menteri Norhadi Sadli. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

USBK Tingkat SD Dilaksanakan di Banjarmasin

BANJARMASIN – Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) pada Sekolah Dasar Negeri (SDN) tahun 2022 di Kota Banjarmasin mulai dilaksanakan. Seperti yang terpantau di SDN Sungai Andai 3 serta SDN Sungai Miai 11 Banjarmasin.

Kepala Sungai Andai 3 Banjarmasin Sulis mengatakan, untuk ujian sekolah tahun ini, di tempat mereka menggunakan sistem ujian sekolah berbasis komputer.

“Ujian berbasis komputer ini baru pertama kali dilaksanakan,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan, Rabu (18/5).

Sulis mengatakan, alasan pihaknya berani melaksanakan ujian sekolah berbasis komputer tersebut, karena sekolah mereka mendapatkan bantuan komputer dari Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.

“Pada pelaksanaan ujian sekolah berbasis komputer ini tidak mengalami kendala berarti. Hanya ada kendala jaringan internet,” ujarnya.

Namun, lanjut Sulis, kendala tersebut dapat mereka atasi dengan bantuan handphone (ponsel pintar) dari peserta ujian.

Hal senada juga dikatakan Kepala Sekolah Dasar Negeri Sungai Miai 11 Banjarmasin Ngatini.

Ia mengatakan, di sekolah mereka tahun ini juga melaksanakan ujian sekolah berbasis komputer.

Pada pelaksanaan ujian sekolah berbasis komputer ini, dapat diikuti oleh siswa dengan lancar.

“Para siswa sebelumnya dilatih terlebih dahulu, bagaimana ujian berbasis komputer tersebut, sehingga pada saat pelaksanaan ujian sekolah berbasis komputer dapat dilakukan dengan lancar oleh para siswa,” ucap Ngatini. (SRI/RDM/RH)

Dinas Damkar Banjarmasin Sayangkan Tabrakan Maut BPK Terjadi Lagi

BANJARMASIN – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Banjarmasin menyayangkan kejadian tabrakan maut, oleh sopir Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) yang terjadi kembali di Kota Banjarmasin.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Banjarmasin Budi Setiawan mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan kejadian tabrakan antara Mobil Kebakaran dan pengguna jalan lainnya, yang kembali memakan korban, untuk kesekian kalinya.

“Kejadian tabrakan tersebut sangat disesalkan,” ucapnya kepada sejumlah wartawan, Rabu (18/5).

Oleh karena itu, lanjut Budi, sebagai Dinas Damkar pihaknya akan memberikan pembinaan lebih lanjut kepada relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) yang ada di Kota Banjarmasin.

“Sebagai dinas pengayom para relawan BPK di Kota Banjarmasin, tentu kami memiliki kewajiban untuk melakukan pembinaan tersebut,” jelasnya.

Sehingga, dalam waktu dekat ini akan bekerjasama dengan kepolisian, pihaknya akan melaksanakan pelaksanaan kegiatan pelatihan bagi seluruh sopir pemadam kebakaran di Kota Banjarmasin.

“Pelatihan yang akan dilaksanakan seperti mengenai safety riding. Yang bertujuan, agar para sopir semakin memahami tata cara mengemudi saat melakukan tugas menuju lokasi kebakaran,” tuturnya.

Budi mengatakan, pelaksanaan pelatihan sendiri akan dilaksanakan dalam waktu secepatnya.

“Untuk mengadakan pelatihan tersebut kami melihat anggaran, namun pelatihan akan sesegaranya dilaksanakan,” ucap Budi. (SRI/RDM/RH)

Belajar Bersama, Museum Lambung Mangkurat Kenalkan Gusti Sholihin Kepada Ratusan Pelajar

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), memperkenalkan salah satu seniman lukis dari Kalsel yang telah mendunia, Gusti Sholihin, melalui kegiatan belajar bersama di museum.

Suasan belajar bersama di Auditorium Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kalsel ini, dilaksanakan di Auditorium Museum Lambung Mangkurat Kalsel, pada Rabu (18/5) pagi.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Suprihanto mengatakan, dipilihnya Gusti Sholihin sebagai materi dalam kegiatan belajar bersama ini, bertujuan untuk mengenang karya dari sang maestro lukis tersebut.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Suprihanto

“Kita beritahu mereka (peserta), bahwa Kalsel juga memiliki pelukis yang telah go internasional. Beliau (Gusti Sholihin) pernah mengadakan menjadi utusan Indonesia ke pameran di Sao Paulo, Brazil,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini Suprihanto berharap, dapat menciptakan bibit-bibit unggul seni lukis, yang mampu mengharumkan nama Bumi Antasari di masa yang akan datang.

“Setiap belajar, kami juga mengajak guru pendamping untuk mengenang seni dan budaya, agar para guru tersebut dapat membantu menyebarluaskan informasi,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Kurator Museum Lambung Mangkurat Kalsel, sekaligus pemateri dalam kegiatan tersebut, Darmanto. Ia menyebutkan, melalui belajar bersama di museum ini, pemerintah provinsi melalui Museum Lambung Mangkurat, ingin menggali potensi dan talenta baru yang ada di Kalsel, khususnya kepada pelajar.

“Karena apa, supaya generasi-generasi mendatang bisa meniru jejak langkah pendahulunya yang dalam hal ini Gusti Sholihin, menjadi pelukis atau perupa berstandar nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

Untuk diketahui, di Museum Lambung Mangkurat Kalsel, terdapat ruang khusus yang menampilkan hasil lukisan dan patung karya Gusti Sholihin. Beserta riwayat hidup, dan foto maestro berdarah Banjar tersebut.

Selain belajar bersama, untuk memperingati Hari Museum Internasional yang diperingati setiap 18 Mei, kegiatan ini juga dirangkai dengan lomba melukis benda koleksi museum.

Dimana sebelum mulai melukis, seluruh peserta terlebih dahulu diajak melihat seluruh koleksi museum di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel ini. (SYA/RDM/RH)

BIAN Dimulai. 1,4 Juta Anak di Kalsel Jadi Sasaran Imunisasi

BANJARMASIN – Limapuluh anak menjadi sasaran imunisasi pada Kick Off atau peluncuran program Bulan Imunisasi Anak Nasional Indonesia (BIAN) di Posyandu Lestari kelurahan Sungai Miai kecamatan Banjarmasin Tengah, pada Rabu (18/5). Didampingi ibunya masing-masing, anak-anak ini datang memenuhi halaman luar Posyandu sejak pagi. Kick off di Posyandu Lestari ini, menjadi perwakilan wilayah Kalimantan Selatan, pada Kick Off tingkat nasional oleh Presiden RI, Joko Widodo secara virtual, dari kota Tanjung Pinang kepulauan Riau. Program BIAN tahun 2022 ini, merupakan inisiasi dari United Nations Internasional Children’s Emergency Fund (UNICEF) dan Kementrian Kesehatan RI.

Ditemui Abdi Persada FM pada Rabu (18/5) di Posyandu Lestari, Zona Koordinator Imunisasi UNICEF, Puja Fitria Kartika Sari menjelaskan, program ini merupakan upaya UNICEF membantu Indonesia mengejar ketertinggalan capaian imunisasi rutin, yang sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Selain itu juga, program ini untuk meningkatkan imunitas anak Indonesia dari penyakit campak serta rubella.

Suasana saat Kick Off BIAN di kota Banjarmasin

“Kita menargetkan, melalui program ini capaian imunisasi campak dan rubella sekitar 95 persen. Sedangkan untuk imunisasi kejar, sekitar 80 persen. Untuk tahap pertama program BIAN dimulai di wilayah luar pulau Jawa dan Bali, pada 18 Mei hingga pertengahan Juni nanti. Kemudian pada Agustus 2022, dilanjutkan untuk wilayah pulau Jawa dan Bali”, jelasnya.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin, sebanyak 1,4 juta anak usia 9 bulan hingga 12 tahun, menjadi sasaran program ini hingga pertengahan Juni mendatang.

“Kita maksimalkan program imunisasi ini hingga Juni nanti mengingat pada Mei ini, sekolah masih banyak yang libur. Kita harapkan, jumlah anak yang mendapatkan imunisasi melalui program ini, dapat mendekati target nasional,” tutupnya.

Kick Off program BIAN di Posyandu Lestari ini, dilakukan Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor. Turut hadir Ketua TP PKK kota Banjarmasin Siti Wasilah, dan sejumlah pejabat di lingkup pemko Banjarmasin. Sementara Asisten 1 Pemprov Kalsel, Fajar Desira hadir mewakili Gubernur Kalsel, saat kegiatan Video Conference dengan Presiden RI, dalam rangka Kick Off program secara nasional. (RIW/RDM/RH)

Kemendagri Apresiasi Pemprov Kalsel Kembangkan Inovasi

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Penelitian Pembangunan Daerah (Balitbangda) menggelar Sosialisasi Inovasi Daerah di aula Idham Khalid Setda Provinsi Kalsel di Banjarbaru yang melibatkan pejabat terkait di 13 Kabupaten/Kota pada Selasa (17/5) siang.

Sekdaprov Kalsel saat mewakili Gubernur pada Sosialisasi Inovasi Daerah

Hadir, Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Kementerian Dalam Negeri, Matheos Tan sebagai penyaji materi sosialisasi inovasi terkait strategi peningkatan kapasitas aparatur yang inovatif.

Matheos pun mengapresiasi langkah Pemprov Kalsel yang mengundang jajaran pemerintah kabupaten/kota membahas masalah inovasi daerah ini.

“Apresiasi yang luar biasa kepada gubernur dan jajarannya,” ujar Matheos usai sosialisasi.

Bahkan pihaknya ujar Matheos, bersedia memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah dengan jajarannya, dalam melakukan inovasi.

Apalagi saat ini, inovasi yang dilaporkan oleh pemerintah kabupaten kota, masih terdapat kekurangan berupa dokumen atau bukti-bukti inovasi.

“Dokumen harus dikuatkan dengan bukti-bukti,” tegasnya.

Pada kegiatan itu, Gubernur Kalsel melalui Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara.

Disebutkan, pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Kalsel sangat mendorong dan memotivasi setiap unit kerja, khususnya yang terkait langsung dengan pelayanan publik untuk kreatif dalam menciptakan inovasi-inovasi baru, untuk memperbaiki kinerja pemerintahan dan pelayanan publik.

Di Kalsel ujar gubernur, cukup banyak inovasi-inovasi yang sudah dibuat dan diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Untuk itu, pemerintah provinsi Kalsel terus mendorong dan memotivasi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, khususnya satuan kerja yang terkait langsung dengan pelayanan publik. hal ini dilakukan agar kreatif dalam menciptakan inovasi-inovasi baru, dalam upaya memperbaiki kinerja pemerintahan dan pelayanan publik.

”Alhamdulillah, pemerintah pusat melalui kementerian dalam negeri memberikan penghargaan melalui gelaran Innovative Government Award (IGA).
Tentu hal ini diharapkan semakin memotivasi pemerintah daerah untuk melakukan inovasi.

Berbagai inovasi yang dilakukan daerah wajib dilaporkan kepada kemendagri.

“Laporan ini akan dinilai melalui sistem indeks inovasi daerah yang dilakukan setiap tahun,” ujar gubernur lagi.

Indeks inovasi daerah menjadi salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana capaian perbaikan dan peningkatan tata kelola pemerintahan, birokrasi, dan pelayanan publik melalui pengembangan inovasi-inovasi di tingkat daerah.

Harus diakui bersama, hingga saat ini masih muncul kesan pelayanan publik yang belum efisien, terlalu birokratis, dan belum berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

”Karena itu, kita perlu transformasi dan inovasi layanan publik, sebagai ujung tombak dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Inovasi yang lahir di tengah birokrasi tersebut, akan sangat berdampak pada akses masyarakat untuk memperoleh pelayanan,” sebutnya.

Untuk itu, semua pihak terkait harus mampu memetakan kebutuhan layanan masyarakat, menyediakan akses bagi layanan tersebut, hingga memangkas birokrasi yang dapat memperlambat proses pelayanan.

Tentunya, tujuan ini dapat tercapai apabila pemerintah terus berkembang, berinovasi, dan beradaptasi dengan perubahan, khususnya terkait perkembangan teknologi yang kian cepat. apalagi mengingat saat ini kehidupan masyarakat sudah sangat bergantung kepada kemajuan teknologi.

Terkait hal ini, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri, telah melaksanakan kegiatan IGA sejak beberapa tahun yang lalu. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memacu pemerintah daerah, untuk terus berinovasi. penilaian dilakukan terhadap kuantitas dan kualitas inovasi yang terdapat di tiap-tiap SKPD.

Diharapkan seluruh aspek pemerintahan pelayanan publik mampu untuk terus berinovasi yang dianggap relevan dan sejalan dengan perkembangan terkini di era digital sekarang ini, karena pemerintahan dan pelayanan publik, khususnya di daerah dituntut untuk cepat beradaptasi di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini.

Penilaian inovasi daerah Provinsi Kalsel menjadi momentum Provinsi Kalsel untuk memperbaiki peringkat. Hal ini penting untuk diperhatikan, karena pengukuran dan penilaian indeks inovasi daerah tidak hanya didasarkan pada kuantitas, melainkan juga kualitas inovasi yang dihasilkan.

”Untuk itu, melalui kegiatan sosialisasi ini, saya minta bupati/walikota, serta seluruh kepala satuan kerja, untuk menciptakan iklim inovasi yang berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Selain itu, kita perlu memperkuat sosialisasi dan koordinasi, khususnya dalam memenuhi segala persyaratan yang diperlukan sesuai ketentuan. misalnya terkait pengumpulan data, penginputan, dan lain sebagainya,” ujar gubernur lagi.

Sementara itu, Kepala Balitbangda Provinsi Kalsel, Muhammad Amin MT dalam laporannya menyebutkan, inovasi daerah adalah semua bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintah daerah dengan tujuan meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah.

Dalam mencapai tujuan itu, sasaran inovasi daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat serta peningkatan daya saing daerah. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Disdikbud Kalsel Gelar BBM dan Lomba Mading 3D

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui bidang kebudayaan, Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, dalam rangka memperingati Kemerdekaan Kalimantan Selatan 17 Mei 1949, menggelar Belajar Bersama Museum (BBM) dan Lomba Edukatif Kultural Museum Mading (3D)

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Raudati Hildayati, kepada wartawan, pada Selasa (17/5) sore mengatakan, Lomba Mading 3D ini merupakan kegiatan tahunan yang digelar Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, dengan mengangkat tema ‘Menggelorakan Semangat Kemerdekaan Kalimantan 17 Mei 1949’ bertujuan untuk memperkenalkan Museum Wasaka, sebagai Museum Perjuangan, kepada kalangan pelajar generasi muda penerus bangsa, dan menuangkan ke dalam mading tiga dimensi.

Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, tidak menggunakan kacamata

“Siswa-siswi penerus di Banua, harus mengetahui sejarah di Kalsel, terutama perjuangan di tahun 1949,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan, dengan adanya kegiatan Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3 Dimensi ini, sebagai upaya menambah wawasan kalangan pelajar untuk mengetahui sejarah kemerdekaan di Kalsel.

Lomba mading 3D diikuti sebanyak 160 Peserta, terdiri dari SMA dan SMK, negeri dan swasta di Banjarmasin, dan digelar selama tiga hari mulai 18 – 20 Mei 2022, satu sekolah ada 9 siswa siswi perwakilan didampingi satu guru pendamping.

“Pembiayaan kegiatan, dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum non fisik tahun 2022,” ucapnya

Disampaikan Arry, dalam Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3 Dimensi ini, ada tiga juri yaitu Mansyur sebagai ahli sejarah, Budi Kurniawan bidang jurnalistik dan Syahril dari Seniman, dengan kriteria penilaian diantaranya kreativitas, keunikan, isi kesesuaian dengan tema, tata bahasa, kebersihan kerapihan serta keindahan, terakhir presentasi dari perwakilan masing-masing kelompok.

Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, saat memberikan sambutan

“Dalam Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3 Dimensi, untuk hadiahnya juara pertama sebesar Rp6 Juta, juara dua Rp4 Juta, Juara tiga Rp3,5 Juta, untuk Harapan satu Rp2,5, Harapan dua Rp2 Juta, dan Harapan tiga Rp1 Juta beserta piala,” tutupnya

Untuk diketahui, sebelum digelar Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3 Dimensi, telah dilaksanakan, Belajar Bersama Museum (BBM) pada Selasa (17/5), dibuka Sekretaris Disdikbud Kalsel, dihadiri Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, yang berlokasi di halaman Museum Wasaka di jalan Kampung Kenanga Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara. (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Laksanakan PKA Angkatan ke 4 Tahun 2022

BANJARBARU – Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalsel, melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (KPA) angkatan ke 4 tahun 2022.

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Sulkan, dalam sambutannya pada upacara pembukaan PKA angkatan ke 4 di Aula Kampus II BPSDMD Kalsel, pada Rabu (18/5) pagi, berharap, melalui kegiatan ini seluruh peserta mampu meningkatkan kinerja, dalam memberikan pelayan kepada masyarakat.

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Sulkan, secara simbolis mengalungkan tanda pengenal kepada peserta KPA

Menurutnya, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah unsur terpenting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan. Untuk itu, ASN dituntut untuk memiliki kompetensi, sikap dan perilaku yang profesional dan bertanggung jawab.

“Disamping meningkatkan integritas, kita juga harus terus mengasah kemampuan dan kompetensi kepemimpinan,” ucapnya.

Diakuinya, sebagai salah satu upaya Pemprov Kalsel dalam meningkatkan kualitas SDM, maka ASN yang memegang amanah jabatan administrator diwajibkan memenuhi persyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah yang sesuai karir dan jabatan.

“Hal ini yang mendasari pelaksanaan PKA ini,” ungkapnya.

Melalui Sulkan, Gubernur akrab di sapa Paman Birin ini juga berpesan kepada seluruh peserta KPA, agar dapat mengikuti pelatihan secara seksama dan penuh rasa tanggung jawab.

“Kepemimpinan itu tidak lahir secara instan, namun dilatih dan dibentuk melalui sikap dan pola perilaku dalam menjalankan tugas dan pekerjaan sehari-hari,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPSDMD Kalsel, Mujiyat berharap setelah mendapatkan pelatihan, 40 orang peserta dari pejabat eselon 3 di lingkup pemerintah provinsi dan kabupaten/kota ini bisa menerapkan ilmu yang didapatkan selama pelatihan di lingkungan kerja mereka masing-masing.

“Semoga setelah mengikuti pelatihan, mereka dapat bertindak seprofesional mungkin selaku eselon 3, dan menjadi generasi yang tangguh,” harapnya.

Untuk diketahui, PKA angkatan ke 4 tahun ini, dilaksanakan selama 91 hari. Terhitung mulai tanggal 18 Mei hingga 22 Agustus mendatang. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version