Al-Qur’an Dengan Terjemahan Bahasa Banjar Jadi Souvenir MTQ Nasional 2022

BANJARBARU – Al-Qur’an dengan terjemahan Bahasa Banjar akan menjadi salah satu souvenir pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional tahun 2022 mendatang. Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalsel juga akan menyematkan Kitab Sabilal Muhtadin sebagai souvenir, yang rencananya akan dibagikan kepada tamu-tamu undangan VIP pada perhelatan MTQ nanti.

Demikian disampaikan Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalimantan Selatan Mustajab kepada Abdi Persada FM belum lama tadi.  Mustajab menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan menyiapkan souvernir- souvenir Khas banua untuk para peserta dan pendamping MTQ Nasional tahun 2022 mendatang.

“Rencananya Al-Qur’an dengan terjemahan bahasa banjar dan Kitab Sabilal Muhtadin akan dibagikan kepada para tamu VIP,” ungkap Mustajab.

Mustajab menambahkan, souvenir-souvenir yang merupakan khas di banua ini dan sudah sangat langka beredar di pasaran. Sehingga sangat dianjurkan dijadikan sebagai cinderamata. Pada pelaksanaan MTQ Nasional tahun 2022 nantinya, pihaknya juga akan mengupayakan souvenir yang dibagikan kepada seluruh tamu undangan merupakan produk khas UMKM Banua.

“Selain tas purun khas Kota Banjarbaru, salah satu souvenir khas banua yang direncanakan, yakni makanan rabuk haruan yang dibagikan kepada seluruh para tamu undangan,” ungkap Mustajab.

Mustajab melanjutkan, selain souvenir – souvenir khas Banua yang masih dalam tahap perencanaan, pihaknya akan menetukan logo MTQ Nasional tahun 2022 mendatang. Pemilihan logo akan dilakukan langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dari para juara 1, 2, dan 3 dari sayembara pembuatan logo MTQ Nasional tahun 2022.

“Dari sayembara tersebut, kami akan segera menentukan juara 1, 2, dan 3 sayembara logo untuk diserahkan kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, agar beliau dapat memilih dan menentukan logo mana yang akan dipakai pada ajang MTQ Nasional 2022 mendatang,” tutup Mustajab. (MRF/RDM/APR)

Perangi Hoax, Yani Helmi dan Aparat Polri Minta Generasi Z Cerdas Sikapi Dunia Digital

TANAH BUMBU – Masyarakat Anti-Hoax  menilai rentang waktu kelahiran era 1990an – 2000an rentan ‘tertelan’ berita bohong. Maka dari itu, generasi millenial sekarang diminta perangi dan tangkal hoax secara cerdas.

Terlebih, dunia digital melalui jejaring internet sudah menguasai seluruh lini kebutuhan. Apabila tak cerdas menyikapinya, efek negatif justru makin memperparah psikologis hingga satu kesatuan kaum millenial.

Menurut, anggota DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, makin tinggi tingkat dan luasnya kecanggihan dunia digitalisasi. Maka, kewaspadaan untuk menyaring informasi perlu ditelaah lebih bijak dan mendalam.

“Makanya kenapa kita libatkan generasi muda untuk ikut kegiatan wawasan kebangsaan tadi. Ya, Sampai hari kalau dilihat bahaya penggunaan media sosial pun sudah luar biasa,” ujarnya usai menggelar Sosialisasi Idelogi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, di Desa Barokah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (24/12) siang.

Apabila generasi muda di Kalsel telah terkontaminasi dengan sajian informasi yang sumbernya meragukan. Jelas, masalah akan muncul bahkan sikap intoleransi hilang, sehingga, terjadilah perpecahan.

“Jangan sampai berita bohong (hoax) mereka telah begitu saja, ini yang harus menjadi perhatian mereka juga,” ungkap anggota legislatif yang membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Kalsel tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, M. Yani Helmi

Yani Helmi yang kini juga menjabat Wakil Ketua fraksi Partai Golkar di DPRD Kalsel itu, menghimbau, supaya generasi penerus bangsa di Kalsel ini cerdas dalam mengambil sikap. Serta, lebih berpikir bagaimana caranya agar bisa ikut berkontribusi dalam mengembangan daerah.

“Nah, ini juga menjadi kehati-hatian kita dalam memahami adanya undang-undung ITE tadi dalam bijak memggunakan media sosial. Saya juga mengimbau, agar generasi sekarang ini ikut memerangi dan menangkal adanya radikal berita hoax,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Karang Bintang, Ipda Sugeng, menuturkan, menyikapi banyak munculnya informasi palsu alias hoax. Terlebih, selaku dari pihak berwajib tidak memperkenakan adanya penyebarluasan itu.

“Khususnya kami dari pihak kepolisian untuk menyikapi adanya berita hoax terutama bagi generasi muda dan masyarakat pada umumnya agar bijak bermedia sosial salah satu langkahnya adalah tidak perlu disebarluaskan, cukup dibaca dan dipahami saja setelah itu dihapus,” paparnya.

Oleh karena itu, ia meminta generasi muda dan masyarakat pada umumnya agar tidak mudah termakan isu hoax yang belum tentu benar dengan kenyataan sebenarnya.

“Kalau sudah dihapus, hoax itu tidak menyebar kemana-kemana dan ini juga merupakan pesan kepada generasi muda khususnya millenial,” tuntasnya. (RHS/RDM/APR)

2022, DISPAR KALSEL HARAPKAN TIM UNESCO NILAI GEOPARK MERATUS

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan, tahun 2022 mendatang, tim UNESCO akan menilai Geopark Meratus.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan belum lama tadi mengatakan,
saat ini Geopark Meratus masih berstatus Geopark Nasional, meliputi sekitar 34 geosite yang tersebar di 10 kabupaten dan kota, diantaranya Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru, terbanyak berada di kawasan pegunungan Meratus Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Tengah (HST).

“Kami berharap tim UNESCO bisa langsung melakukan peninjauan Geopark Meratus di Kalsel, dan memberikan pengakuan,” ucapnya.

Syarifuddin menyampaikan, pada Bulan November 2021 tadi, pihak Dinas Pariwisata Kalsel telah menjalin kerja sama dengan pengelola Geopark Rinjani, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, karena memiliki tipe yang sama dengan Geopark Meratus yaitu bebatuan, sehingga mempelajari berbagai macam yang akan disiapkan untuk tahun 2022, agar bisa segera mendapatkan pengakuan dari UNESCO.

“Pengelola Geopark Rinjani mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 2018 lalu, sebelumnya masih berstatus Geopark Nasional tahun 2016, dengan demikian melalui jalinan kerja sama bisa mengikuti langkah yang sudah mereka lakukan,” katanya.

Seperti diketahui, Geopark Meratus meliputi sekitar 34 geosite berupa hutan, goa, air terjun, danau, perbukitan, pegunungan, lembah serta kawasan pendulangan intan Cempaka Kota Banjarbaru. (NHF/RDM/APR)

Hadiri Hari Jadi HST, Paman Birin Disambut Tarian  Batumpang Apam

Hulu Sungai Tengah – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menghadiri Peringatan Hari Jadi ke-62 Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Barabai, Jumat (24/12).

Harjad mengusung tema, HST Muda, HST Kreatif dan HST Maju.

Prosesi peringatan dimulai  pengajian ayat suci Al Quran, pembacaan doa lalu tarian Batumpang Apam.

Terlihat Paman Birin (sapaan Sahbirin Noor) didampingi Bupati HST Aulia Oktafiandi, melakukan pengukuran tinggi badan dengan kue apam, kue khas daerah setempat.

Batumbang Apam salah satu  tradisi yang masih berkembang di masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan.

Pada dasarnya tradisi ini adalah ungkapan rasa syukur atas kelahiran seorang anak, dengan harapan setelah melakukan tradisi ini, sang anak akan cepat bisa berjalan dan tumbuh menjadi anak yang sehat, saleh, serta menjadi anak yang berguna di kemudian hari.

Biasanya, pelaksanaan Tumbang Apam dipimpin oleh seorang Sampang atau pemimpin yang mengetahui mantra-mantranya.

Ada beberapa hal yang dipersiapkan untuk batumbang, yakni kue apam yang ditusuk pada pelepah kelapa yang daunnya telah diserut hingga menyisakan lidi.

Tinggi pelepah kelapa setinggi dengan orang yang akan batumbang.

Di hadapan warga HST, Paman Birin mengingatkan, agar menghargai perjuangan para pendahulu terhadap Banua ini.

“Dalam menghadapi permasalahan yang ada, hendaknya terus bersikap sabar, dan  bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT,” pesannya.

Paman Birin juga mengungkapkan  penghargaan atas peningkatan capaian pembangunan di Kabupaten HST.

Sementara itu, Bupati HST, Aulia Oktafianfi dalam sambutannya menyampaikan, peringatan hari jadi ini sebagai penghargaan terhadap pendiri kabupaten yang bekerja keras menjadikan HST sebagai daerah mandiri.

Aulia juga menjabarkan makna tema yang diusung pada peringatan harjad tahun ini.

“Meski ada ombak atau rintangan yang ditemui, tapi ada juga capaian kemajuan pembangunan,” ujarnya.

Ombak besar atau rintangan dimaksud adalah pandemi COVID-19 dan bencana banjir yang melanda HST.

Bupati mengajak warganya agar kuat menghadapi cobaan yang dihadapi.

Terakhir Ia mengapresiasi upaya Gubernur Kalsel, yang terus mendorong peningkatan capaian vaksinasi di HST hingga mencapai target 70 persen hingga akhir tahun ini. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Yani Helmi Minta Warga Barokah Tidak Terpengaruh Dampak Radikalisme

TANAH BUMBU – Warga Desa Barokah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, diminta untuk tidak mudah terpengaruh dengan paham radikalisme.

Anggota DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengungkapkan, setelah diselenggarakannya kegiatan ini diharapkan masyarakat mampu memahami apa bahaya yang diciptakan radikalisme.

“Ini penting dilaksanakan, guna menahan adanya hal semacam itu dan kegiatan ini mampu menambah wawasan baik kepada masyarakat umum ataupun siswa/siswi yang mengikuti kegiatan tadi,” ujarnya usai menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Idelogi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Soswasbang), di Desa Barokah, Jumat (24/12) siang.

Anggota legislatif di Komisi II membidangi ekonomi dan keuangan itu, menuturkan, dengan adanya materi wawasan kebangsaan yang berhasil disampaikan tersebut mampu menumbuhkan pengetahuan secara luas tentang berpancasila.

“Kita harus cerdas dalam mengambil sikap dan jangan sampai terpengaruh dengan dampak dari radikalisme tersebut. Sampai hari ini kita dengar masih terjadi,” bebernya.

Selain mampu memupuk rasa nasionalis terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), harapan untuk menekan terjadinya radikalisme diakuinya sangat besar.

“Tentu saja, kita selalu mendorong agar generasi muda khususnya kepada masyarakat umum yang hadir tadi juga mulai sekarang bisa menanamkan sikap kecintaan bernegara,” ucap Wakil Ketua fraksi Golkar di DPRD Kalsel yang akrab disapa Paman Yani.

Sementara itu, Plt Kabid Politik Bakebangpol Kalsel, Indra Nurul Huda, memaparkan, kegitan ini sangat baik dilaksanakan khususnya bagi generasi millenial sebagai penerus. Bahkan, tujuannya pun agar kemampuan wawasan kebangsaan mereka mampu terasah dengan baik.

“Dengan sajian materi tadi diharapkan tanggung jawab mereka akan lebih timbul dengan rasa yang begitu memiliki pula itu, jelas tingkat kesadaran memilikinya pun menjadi cukup tinggi,” ungkapnya.

Indra menyebutkan, materi yang disampaikan ini sudah menyesuaikan dengan empat pilar sebagai pondasi bagi masyarakat untuk kehidupan bernegara agar terciptanya kerukunan antar suku, agama dan budaya.

“Diantaranya adalah mengandung nilai-nilai dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga, inilah yang harus ditanamkan agar ideologi dalam bernegara tetap kuat serta tidak mudah terdoktrin stigma dari radikalisme ini,” tutupnya. (RHS/RDM/APR)

6 SEKOLAH DI BANJARMASIN RAIH PENGHARGAAN ADIWIYATA NASIONAL

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas lingkungan Hidupnya, berhasil membawa 6 sekolah di Kota Banjarmasin mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup, secara virtual, pada Jumat (24/12)

Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional ini, diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Wahyu Hardi Cahyono mengatakan, saat ini ada 6 sekolah, yaitu, Madrasah Ibtidaiyah Sungai Kedaung, SDN Kuin Utara 4, SDN Mawar 7, SMPN 26, SMP 4, SMP 7 Kota Banjarmasin, serta 1 penghargaan Adiwiyata Mandiri diraih SMPN 8 Banjarmasin.

“Kami memberikan apresiasi kepada 6 sekolah di Kota Banjarmasin telah mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkap Wahyu, kepada sejumlah wartawan, Jumat (24/12).

Wahyu mengatakan, sebelumnya ada 21 sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

“Tentu DLH Kota Banjarmasin turut bangga dengan banyaknya sekolah di Kota Banjarmasin, mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata baik tingkat nasional serta provinsi,” ucapnya.

Menurut Wahyu, sekolah yang mendapat penghargaan Adiwiyata tersebut, merupakan sekolah yang berbasis lingkungan.

“Sekolah sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata tersebut, merupakan sekolah binaan dari DLH Kota Banjarmasin,” katanya.

Wahyu mengatakan, untuk sekolah sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata baik tingkat nasional serta provinsi, mendapatkan pembinaan dari DLH Kota Banjarmasin.

“Sekolah sekolah mendapatkan pembinaan Adiwiyata tersebut, berupa sosialisasi tentang lingkungan hidup, dengan mendatang pakar seperti pengelolaan limbah, pemanfaatan sampah, serta lainnya,” pungkas Wahyu. (SRI/RDM/APR)

Para Seniman Diajak Bumikan Pancasila Melalui Program Seni dan Budaya

Batola – Para seniman di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diajak membumikan nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan melalui program seni dan budaya. Hal itu disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Syarifah Rugayah kepada wartawan, usai melakukan sosialisasi Wawasan Kebangsaan di kawasan Handil Bakti, Kamis (24/12).

Anggota DPRD Kalsel Dua Periode itu mengakui bahwa nilai-nilai Pancasila sudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Meskipun demikian, menurutnya, Pancasila dan Wawasan Kebangsaan harus terus disosialisasikan agar tidak mudah dilupakan dan tetap menjadi pegangan berbangsa dan bernegara.

“Sebenarnya masyarakat sudah menerapkan nilai-nilai Pancasila ini dalam aktivitas sehari-hari. Namun, tetap harus terus disosialisasikan untuk menjadi pengingat,” katanya.

Syarifah menambahkan program seni dan budaya dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan positif termasuk nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Sehingga diharapkan Pancasila dapat lebih luas disebarkan kepada para penonton pertunjukan seni dan budaya.

“Para seniman ini bisa ikut mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila itu melalui musik tradisional seperti musik panting, pertunjukan dan kegiatan seni dan budaya lainnya agar pesan-pesan dari nilai Pancasila bisa sampai kepada para penontonnya,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber dalam kegiatan itu, Widya Iswara Ahli Madya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kalsel, Ratna Rosana mengatakan ketika seseorang mempelajari wawasan kebangsaan maka dia akan menjadi orang yang beriman sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing. Selain itu, dia akan menaati hukum yang berlaku, menjaga persatuan dan kesatuan serta bermusyawarah ketika mengambil keputusan.

“Oleh karena itu empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika itu harus kita kuasai sebagai Bangsa Indonesia. Jadi dimengerti teorinya, dipahami, dihayati dan diamalkan,” jelasnya.

Sedangkan Pembina Yayasan Sanggar Budaya Kalsel, Elly Rahmi menyambut baik Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini. Pasalnya, ia menilai kegiatan ini penting dilakukan, khususnya kepada seniman dari kalangan muda dan generasi milineal yang harus memiliki ketahanan ideologi sebagai jati diri bangsa. (NRH/RDM/APR)

Jelang Perayaan Natal 2021, Polda Kalsel Sterilisasi Tempat Ibadah

Banjarmasin – Guna memberikan rasa aman menjelang ibadah dan perayaan Natal 2021, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar sterilisasi tempat ibadah (Gereja) di Kota Banjarmasin, pada Jum’at (24/12). Sterilisasi dilakukan Tim Gegana Brimob bersama Tim K-9 Dit Samapta Polda Kalsel, dan Polresta Banjarmasin dengan dipimpin Kompol Susilo.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa’i, S.I.K. mengatakan, pengamanan perayaan Natal ini berbeda dari perayaan sebelumnya. Mengingat, perayaan Natal kali ini pengamanan juga diiringi dengan perlakuan standar Protokol Kesehatan (Prokes) COVID-19 yang ketat.

“Seperti biasa, kita lakukan sterilisasi penyisiran ke sejumlah sudut ruangan, baik di altar gereja, tempat duduk jemaat dan sekitarnya dengan melibatkan anggota Gegana Brimob dan K9 Dit Samapta,” kata Kabid Humas.

Dimana, pengecekan akhir persiapan pengamanan ibadah dan perayaan Natal ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personil dalam memberikan rasa aman selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

“Perayaan Natal bersama yang berlangsung di Kota Banjarmasin didahului ibadah oleh umat Kristiani, tentunya sangat berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas gangguan dari pelanggaran Protokol Kesehatan COVID-19, maka dari itu Prokes menjadi target utama dalam pengamanan kali ini,” jelasnya.

Rifa’i menuturkan, kegiatan pre-emtif dan preventif secara umum sudah dilaksanakan. Diantaranya penerapan Prokes yang wajib dilakukan secara ketat guna mencegah penyebaran COVID-19.

Selain sterilisasi benda-benda berbahaya, terlebih dahulu dilakukan penyemprotan disinfentan. Mengingat perayaan Natal masih berada di tengah situasi Pandemi COVID-19.

“Sterilisasi ini dilakukan untuk memastikan tempat yang dihadiri umat Kristen dan Katolik yang hendak melaksanakan peribadatan tetap aman,” terang Kabid Humas.

Lebih lanjut diterangkan, sebanyak sepertiga personil Polda Kalsel telah disiapkan untuk mengondusifkan Natal dan Tahun Baru. Selain sterilisasi terhadap ancaman berbahaya, pihak Kepolisian juga melakukan pemantauan.

Adapun gereja yang dilakukan sterilisasi meliputi Gereja Santa Maria Jalan Rantauan Timur Banjarmasin Selatan, Gereja Pantekosta Jalan Veteran Banjarmasin Tengah, Gereja Katolik Hati Yesus Yang Maha Kudus Jalan Veteran Banjarmasin Tengah, Gereja HKBP Jalan Pangeran Samudera Banjarmasin Tengah, dan Gereja GKE Eppata Jalan DI Panjaitan Banjarmasin Tengah. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/APR)

Exit mobile version