Sharing Info Soal Media, Wawali Banjarbaru Ajak Puluhan Wartawan ke Pemko Yogyakarta

YOGYAKARTA – Untuk menambah pengetahuan tentang penyelenggaraan pressroom media, Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono, bersama puluhan wartawan mengunjungi pemerintah kota Yogyakarta, Selasa (14/12), bertempat di aula Yudistira kantor Diskominfosan Yogyakarta.

“Kami ingin sharing informasi terkait keberadaan media di Yogyakarta ini,” ujar Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono yang memimpin rombongan dalam kunjungan ini.

Berbagai hal pun dibahas pada pertemuan ini, seperti perlakuan terhadap rekan-rekan pers, hingga cara menyikapi pemberitaan kontra terhadap pemerintahan.

“Kami juga membahas bagaimana penyelenggaraan mekanisme kerjasama dengan kawan-kawan media di Yogyakarta,” tambahnya.

Sehingga, harapnya jajaran Pemkot Banjarbaru bersama rekan pressroom Banjarbaru dapat pulang ke Kota Idaman dengan membawa oleh-oleh pengetahuan baru terkait media dari Yogyakarta.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian Kadri Renggono menyampaikan, Pemerintah kota Yogyakarta menyambut baik kedatangan rombongan dari pemko Banjarbaru ini.

Menurutnya, Pemko Yogyakarta memiliki media center atau perssroom yang diberi nama  gardu pawarta atau paguyuban wartawan Yogyakarta.

“Sebanyak 53 rekan media wartawan baik media cetak, elektronik dan digital tergabung di dalamnya. Apabila ada Pro dan kontra ini sudah biasa, pasti ada berita yang membuat gerah, tapi kami lihat itu bagain dari aspek demokrasi, ya silahkan saja,” katanya.

Ditambahkannya, Pemko Yogyakarta juga memberi tanggapan balik, agar masyarakat mendapat informasi yang jelas, dan pihaknya juga meminta Unit Perangkat Daerah (UPD) untuk terbuka memberi informasi, dan harus transparan.

“Kami minta menyiapkan bahannya, Karena  media bagian aspek demokrasi, dan kembali kepada masyarakat, karena tugas utama pemerintah itu melayani masyarakat,” ucapnya lagi.

Untuk diketahui, selain puluhan wartawan presroom Banjarbaru juara yang mengikuti kunjungan ini, juga dihadiri Kabag Humas dan Protokol Setdako Banjarbaru Dhiah Tri Widhinigsih dan Kadinkes Banjarbaru Rizana Mirza. (RDM/RH)

Warga Tungkaran Antusias Ikuti Vaksinasi

BANJAR – Vaksinasi Bergerak kembali menyapa warga Kabupaten Banjar. Kali ini Desa Tungkaran Kecamatan Martapura menjadi lokasi pelaksanaan vaksinasi untuk ratusan warga, Selasa (14/12).

Suasana vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Banjar, Selasa (14/12)

Antusias tinggi pun begitu nampak ditunjukkan oleh masyarakat dalam mengikuti vaksinasi yang merupakan bentukan ikhtiar memutus rantai penyebaran COVID-19 ini. Terbukti masyarakat telah memenuhi lokasi sejak jam 08.00 WITA meski kondisi Kota Intan terus diguyur hujan.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muhammad Muslim menyebut, pihaknya sangat mendukung upaya pemerintah kabupaten Banjar sebagai bagian dari percepatan target vaksinasi di Kalsel.

“Capaian vaksinasi di Banjar juga akan berpengaruh terhadap capaian di provinsi. Karena data yang masuk secara berjenjang hingga nasional,” ujar Muslim.

Pergerakan pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Banjar lanjut Muslim cukup menggembirakan, terutama dalam satu Minggu terkahir. Ia pun berharap agar kinerja ini terus konsisten hingga akhir Desember nanti.

“Banjar saat ini sudah berada di angka 37 persen. Namun angka terus bertambah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Diauddin disela kegiatan, menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov Kalsel yang terus mendorong Kabupaten Banjar terkait percepatan vaksinasi.

“Kegiatan ini kerjasama dengan Dinkes Kalsel. Juga ada bantuan dari Paman Birin (Gubernur Kalsel Sahbirin Noor) berupa sembako untuk meningkatkan minat masyarakat vaksin,” katanya.

Target 70 persen pun lanjutnya, secara perlahan optimis akan tercapai, mengingat giat pelaksanaan dilakukan di berbagai tempat di Kabupaten ini.

“Kemarin saja, se-Kab Banjar tercatat 6.000 vaksinasi COVID-19 berhasil dilaksanakan. Di lokasi ini target kita sekitar 800,” paparnya. (ASC/RDM/RH)

2022, Pemerintah Targetkan Kasus Stunting Secara Nasional Turun Diangka 18,4 Persen

BANJARBARU – Pemerintah menargetkan 2022 penurunan angka stunting secara nasional mampu terealisasi hingga 18,4 persen. Bahkan, 514 kabupaten/kota menjadi tambahan lokasi fokus untuk mengintervensi kasus gizi buruk tersebut.

Capaian angka stunting tahun 2019 secara nasional

Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri RI, Sugeng Haryono, menyampaikan, untuk menurunkan angka stunting secara nasional setiap tahunnya penambahan daerah di 34 provinsi harus dilakukan.

“Dari 100 kabupaten/kota pada 2018 lalu hingga tahun 2021 sudah mencapai sekitar 360 sebagai lokasi fokus intervensi penurunan,” ujarnya pada pelaksanaan pelaksanaan Forum Nasional Stunting Komitmen dan Aksi Bersama untuk Penurunan Stunting yang digelar secara virtual di Command Center Setdaprov Kalsel, Selasa (14/12) siang.

Sedangkan, batas maksimal toleransi angka stunting menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) harus 20 persen atau seperlima dari total anak balita yang sedang tumbuh.

“Studi Status Gizi Indonesia menunjukkan pada Maret 2019 lalu angka prevelensi stunting sebesar 27,7 persen berdasarkan data pemerintah harus bekerja lebih keras lagi,” papar pejabat dari Kemendagri ini.

Maka dari itu, pemerintah jelas mau tak mau harus terus menambah lokasi fokus intervensi penurunan stunting yang terintegrasi dengan kabupaten/kota setiap tahunnya.

“Yang mana, setiap tahunnya harus bisa menurunkan setidaknya sebesar 3 persen atau 14 persen untuk tahun 2024 nanti,” bebernya.

Tercatat secara nasional, target penurunan angka stunting dari tahun ke tahun khusus 2019 sebesar 27,7 persen, tahun 2020 menurun menjadi 24,1 persen dan 2021 diketahui mencapai 21,1 persen.

“Tahun 2022 mendatang target penurunan dalam RPJMN 2020-2024 harus terealisasi sekitar 18,4 persen, tahun 2023 jadi 16 persen dan tahun 2024 diangka 14 persen,” ungkap Sugeng Haryono.

Sementara itu, Assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Syaiful Azhari, mengungkapkan, supaya realisasi penurunan stunting dapat tercapai secara maksimal. Pemprov akan bersinergi dengan pemerintah ditingkat kabupaten/kota.

Assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Syaiful Azhary.

“Upaya pemerintah dalam menekan angka stunting dalam rangka mendukung penurunan ini maka sinerginitas pun perlu dilakukan agar setidaknya kasus tersebut di Kalsel juga ikut melandai,” ucapnya.

Kondisi prevalensi angka stunting secara nasional untuk Kalimantan Selatan tahun 2019 tercatat ada sekitar 31,70 persen. Namun, secara keseluruhan di Indonesia sempat dikisaran 27,67 persen.

“Melalui dinas dan instansi terkait akan dilakukan koordinasi supaya program penanganan ini menjadi penyelenggaran prioritas pemerintah daerah baik ditingkat provinsi, kabupaten maupun kota,” pungkas Syaiful Azhari.

Terlebih, tahun 2024 pemerintah telah menargetkan penurunan stunting  setidaknya harus turun dua kali lipat dari tren saat ini diangka 14 persen. Sedangkan, tahun 2021 berada dikisaran angka 21,1 persen. (RHS/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin : Pemko Segera Saja Proses PPPK Guru 2021

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarmasin meminta, Pemerintah Kota dapat secepatnya memproses hasil seleksi tahap pertama, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya untuk guru tahun 2021.

Menurut Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Muhammad Yamin, kepada wartawan di ruang kerjanya pada Selasa (14/12), langkah saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat Banjarmasin, agar hasil seleksi tahap pertama yang meloloskan sebanyak 530 guru honorer, dapat segera ditindak lanjuti ke pemerintah pusat.

“Hasil seleksi tahap pertama harus diinput Pemko, supaya yang dinyatakan lolos dapat bernafas lega,” ucapnya

Yamin mengatakan, bagi tenaga honorer yang belum lolos tahap pertama, bisa mengikuti kesempatan seleksi PPPK tahap kedua, diharapkan bisa memenuhi kuota yang disediakan dari pemerintah pusat. Hal ini untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya tenaga honorer.

“Pemko harus cepat memproses, karena berdampak besar dalam peningkatan kualitas pendidikan di kota ini,” pintanya

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat kota Banjarmasin Syafri Azmi menjelaskan, dari 1.000 orang lebih yang ikuti seleksi, hanya sebanyak 530 tenaga honorer dinyatakan lolos seleksi PPPK tahap pertama.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat kota Banjarmasin, Syafri Azmi

“Kami masih menunggu laporan Dinas Pendidikan, terkait kelengkapan berkas, yang harus disampaikan ke pemerintah pusat,” tutupnya

Untuk diketahui, kuota penerimaan PPPK untuk guru ditingkat SD sebanyak 1.047 orang, tingkat SMP 292 orang dan guru agama 29 orang (PPPK umum). Sedangkan kuota guru honorer yang terdata resmi di pemerintah kota lebih 2.000 orang, seleksi kompetensi dimulai pada Agustus – Desember 2021. (NHF/RDM/RH)

Banjarmasin Terima Penghargaan Smart City

BANJARMASIN – Menjelang tutup tahun 2021 program smart city Kota Banjarmasin mendapat apresiasi dari Kementerian Komunikasi dan Informasi RI.

Foto bersama dengan kepala daerah di Tanah Air penerima penghargaan

Apresiasi berupa penghargaan tersebut, diserahkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informasi RI melalui Dirjen Aplikasi Informatika, Samuel Abrijani Pangabean, kepada Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, di di ICE BSD city, Tangerang, Jakarta, Selasa (14/12).

Penghargaan smart city diberikan kepada 48 delapan kota kabupaten yang berada pada kawasan pariwisata prioritas nasional dan ibukota negara baru, dan merupakan hasil evaluasi implementasi program kota cerdas terhadap 100 kota dan kabupaten yang terpilih pada tahun 2017 hingga 2019 lalu masuk dalam 100 kota smart city. Berdasarakan Surat Kemeninfo RI nomor : 851 / M.Kominfo / A1/01.02/12/2021, tanggal 09 Desember 2021, Pemko Banjarmasin dinilai berhak mendapatkan penghargaan atas pencapaian penyusunan masterplan dan implementasi program kota cerdas (smart city).

“Selamat sukses, Banjarmasin masuk penghargaan Smart City dalam kategori Dimensi Smart Environment,” ucap Ibnu Sina, usai menerima penghargaan tersebut.

Ibnu Sina berharap, dengan adanya penghargaan tersebut inovasi program pembangunan terutama yang berkaitan dengan pengolahan limbah bisa lebih baik lagi, dan dengan adanya penghargaan ini pelayanan kepada masyarakat kota berjuluk seribu sungai dapat lebih ditingkatkan lagi.

“Semoga inovasi untuk pengolahan limbah di Kota Banjarmasin sebagai salah satu inovasi yang bisa mendukung program Smart City, untuk kenyamanan dan kemudahan warga dalam mendapatkan pelayanan. Mari jadikan Banjarmasin salah satu kota yang menerapkan Smart City, jadi kota cerdas,” harapnya.

Sekedar mengingatkan, awal tahun 2018 lalu, program smart city mulai diterapkan Pemko Banjarmasin. Sejumlah aplikasi online yang dipastikan dapat memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada seluruh lapisan masyarakat Bumi Kayuh Baimbai, dilaunching. Tak hanya itu, kala itu dilakukan pula launching ruangan smart city.

Usai melauching program smart city dari Lobby Balai Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyatakan harapannya, agar dengan adanya Banjarmasin Smart City nantinya bisa menjadikan kota seribu sungai sebagai salah satu kota di Indonesia yang mempermudah pelayanan publik.

“Mudahan-mudahan dengan kebersamaan kita wujudkan Banjarmasin Baiman,” ujar Ibnu. (DOKPIM.BJM-SRI/RDM/RH)

Stok Sembako Jelang Nataru di Banjarmasin Aman

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin memastikan stok sembilan bahan pokok (Sembako) jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021-2022 aman dan stabil.

“Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin memastikan ketersediaan bahan pokok jelang Nataru aman dan stabil,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin Ichroom Mutezar, kepada sejumlah wartawan, Selasa (14/12).

Menurut pria yang akrab disapa Tezar tersebut, kepastian ketersediaan stok sembako tersebut berdasarkan pantauan harga komoditi dari sejumlah pasar tradisional di Kota Banjarmasin.

“Dengan ketersediaan stok sembako tersebut, diharapkan akan mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sembako mereka,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tezar juga mengatakan jika sampai saat ini harga minyak goreng masih tinggi di Kota Banjarmasin.

“Untuk harga minyak goreng dan gula pasir juga turut mengalami kenaikkan cukup signifikan saat ini,” jelasnya.

Sedangkan, lanjutnya, untuk harga minyak goreng di Kota Banjarmasin sampai saat ini masih tinggi.

“Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin melaksankan operasi pasar minyak dan gula dibeberapa wilayah Kota Banjarmasin,” ucap Tezar.

Menurut Tezar, untuk harga komoditi lainnya yang mengalami kenaikan yaitu, cabai berbagai jenis seperti cabe merah sebelum diharga Rp35.000 – Rp45.000 per kilo kini dijual diharga Rp55.000 – Rp65.000 per kilo.

Selain itu, untuk komoditi bawang rata-rata mengalami kenaikkan harga dikisaran Rp1.000 – Rp2.000 perkilogramnya. Dari sebelumnya harga Rp20.000 sampai dengan Rp24.000 naik menjadi Rp22.000 sampai dengan Rp26.000 perkilogramnya.

Sementara itu, untuk harga ayam ras saat ini ada di kisaran Rp37.000 hingga Rp38.000 perkilogram.

Untuk harga telur ayam ras saat ini rata-rata Rp24.000 perkilogram. (SRI/RDM/RH)

Kota Banjarbaru Raih Penghargaan Smart City dari Menkominfo RI

BANTEN – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Johnny Gerard Plate, memberikan penghargaan kepada Kota Banjarbaru sebagai salah satu daerah yang sukses mengimplementasikan program nasional, yakni Smart City.

Penghargaan itu diserahkan langsung kepada Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, di Indonesia Convention Exhibition, Tanggerang, Banten, Selasa (14/12).

Dalam ajang penghargaan tersebut, Kota Banjarbaru dinilai telah sukses mengimplementasikan program Smart City di bidang kategori Smart Living Gerakan Menuju Smart City.

“Alhamdulillah hari ini menerima penghargaan smart city di bidang smart living oleh menteri komunikasi dan informasi. Ini menjadi kado yang sangat indah bagi Kota Banjarbaru menjelang tutup tahun 2021 ini,” kata Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin melalui pesan singkat di aplikasi WhatsApp.

Seperti diketahui, Smart City merupakan program pengembangan berkelanjutan yang bertujuan untuk memberikan kemudahan untuk mendapatkan akses informasi. Aktor utama dalam pengembangan program Smart City adalah masyarakat itu sendiri.

Pada 2018, Banjarbaru terpilih di antara 50 kabupaten kota lainnya sebagai salah satu daerah tahap ke 2 pembuatan masterplan smart city. Dalam hal ini tim pelaksananya melibatkan Dinas Komunikas dan Informatika (Diskominfo) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Hasilnya adalah tersusunnya dokumen masterplan smart city 2019-2023 yang didalamnya ada pentahapan dan strategi pencapaian 6 dimensi. Yakni, smart branding (pencitraan cerdas), smart economy (pemberdayaan pelaku ekonomi cerdas), smart living (supporting aktivitas kehidupan warga  cerdas), smart society (komunitas/masyarakat cerdas), dan smart environtment (pengelolaan lingkungan hidup), dan quick win (program cepat capai) tahunan.

Atas penghargaan ini, Wali Kota Banjarbaru menyampaikan rasa terima kasih terhadap masyarakat maupun seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan program smart city. Baik itu SKPD maupun jajaran pemerintah di tingkat Kota hingga Rukun Tetangga (RT).

“Terimakasih kepada seluruh SKPD dan seluruh jajaran pemerintah kota Banjarbaru dari tingkat kota sampai tingkat RT.  Juga kepada kepala daerah sebelumnya yang telah memberikan pembangunan, kenyamanan serta kreatifitas untuk kemajuan kota Banjarbaru, sehingga banjarbaru termasuk dalam 100 kab/kota menuju smart city,” pungkasnya. (RILIS-RDM/RH)

Ziarah Hari Juang TNI AD, Korem 101/Antasari Teladani Nilai Juang Pahlawan

BANJARBARU – Korem 101/Antasari menggelar kegiatan ziarah dalam rangka menyambut Hari Juang TNI AD ke-76 yang dipimpin oleh Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah, bertempat di TMP Bumi Kencana Landasan Ulin Banjarbaru, Selasa (14/12).

Hari Juang TNI AD ke-76 Tahun 2021 ini mengambil tema TNI Angkatan Darat Bersama Rakyat Membangun Bangsa.

Ziarah rombongan dimulai pukul 07.00 WITA, diawali dengan penghormatan kepada arwah para Pahlawan, yang dipimpin oleh Danrem 101/Antasari, kemudian dilanjutkan mengheningkan cipta dan diakhiri dengan peletakan karangan bunga di Tugu Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Kencana. Acara kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga di pusara para Pahlawan, yang diawali oleh Danrem 101/Antasari dan diikuti para peserta rombongan ziarah.

“Kegiatan ziarah ini sebagai wujud penghargaan dan penghormatan terhadap jasa para Pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan negara Indonesia tercinta. Diharapkan melalui kegiatan ini mampu meneladani nilai-nilai juang yang telah dicontohkan para Pahlawan,” pesannya.

Tampak hadir para pejabat Korem 101/Antasari, Danrindam VI/Mulawarman, Dandim 1007/Banjarmasin, Dandim 1006/Martapura, Jajaran Dan/Ka Balak Aju Kodam VI/Mulawarman, Danyonif 623/BWU, Dandenzipur 8/GM, Persit KCK Koorcabrem 101 PD VI/Mulawarman, dan PNS Jajaran Korem 101/Antasari. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Kolaborasi Polda Kalsel dan TNI, Gelar Diklat Bersama

BANJARBARU – Pendidikan Kolaborasi Integrasi Dikmaba TNI AD dan Diktukba Polri TA 2021 dibuka oleh Irjen Pol Rudi Darmoko yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, bertempat di Rindam VI/Mulawarman, Banjarbaru Kalsel, Senin (13/12).

Suasana latihan bersama Polda Kalsel dan TNI

Pembukaan pendidikan ini dihadiri para pejabat TNI-Polri di wilayah Kalimantan khususnya Kalimantan Selatan, diantaranya Irwasda Polda Kalsel Kombes Pol Turman Sormin Siregar, Karo SDM Polda Kalsel Kombes Pol Nanang Masbudi dan Ka SPN Polda Kalsel Kombes Pol Restika P. Nainggolan.

Pendidikan direncanakan berlangsung selama 5 hari, sejak 13 sampai 17 Desember 2021, dan diikuti oleh 81 orang yang terdiri dari 36 Siswa Dikmaba TNI AD dan 45 Siswa Diktukba Polri.

Selain menerima 45 Siswa Diktuba Polri, Rindam VI/Mulawarman juga mengirimkan 45 siswa ke SPN Kalsel, SPN Kalteng dan SPN Kaltim, dengan masing-masing SPN 15 Siswa.

Pendidikan Kolaborasi Integrasi Dikmaba TNI AD dan Diktukba Polri ini bertujuan untuk menjalin interaksi yang baik antara siswa Dikmaba TNI AD dan Diktukba Polri, serta terjalin komunikasi yang harmonis dan menciptakan kerja sama dalam melaksanakan tugas.

Dalam kesempatannya Irjen Pol Rudi Darmoko menyampaikan, bahwa kegiatan pendidikan dalam bentuk kolaborasi integrasi merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan rasa kebersamaan antara TNI AD dan Polri.

“MelaluI kegiatan ini, akan membentuk dan mengembangkan kualitas kerja sama dan ikatan batin antara TNI AD dan Polri,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pendidikan ini menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan sinergitas melalui kegiatan-kegiatan yang membangun rasa kebersamaan, kekompakan dan kesetiakawanan.

Lebih lanjut Ia mengucapkan selamat belajar dan berlatih kepada para siswa Dikmaba TNI AD dan Diktukba Polri yang sedang mengikuti Pendidikan Kolaborasi Terintegrasi TNI AD dengan Polri.

“Semoga Tuhan yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita semua dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada Bangsa dan Negara,” pungkasnya. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

40 Peserta Latsar PKP Angkatan ke V 2021 Dapat Nilai Memuaskan

BANJARBARU – Sebanyak 40 peserta dilingkup Pemprov dan kabupaten/kota Kalsel mendapatkan nilai memuaskan dalam pelaksanaan Pendidikan Kepemimpinan Pengawas (PKP) angkatan V tahun 2021.

Penilaian ini diketahui saat pelaksanaan upacara penutupan Pendidikan Kepemimpinan Pengawas (PKP) yang diselenggarakan di aula Kampus I Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (13/12).

Mewakili Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Assisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Syaiful Azhary, mengaku, bangga dengan pencapaian yang didapatkan oleh peserta ini. Terlebih, rata-rata telah berhasil mendapatkan nilai memuaskan dari penguji.

Assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Syaiful Azhari, saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

“Kami dari Pemprov Kalsel tentu sangat mengapresiasi denga pelaksanaan dari kegiatan ini, bahkan, pendidikan tersebut dalam rangka meningkatkan pengembangan serta wawasan yang wajib dimiliki oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) kita,” ungkpanya.

Tentu, menurutnya, sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengabdi kepada negara baik ditingkat provinsi dan kabupaten/kota kegiatan ini nantinya bisa diaplikasikan.

“Apa yang telah diberikan oleh pelatih-pelatih selama pendidikan bisa dijadikan sebagai perubahan dan dapat diinformasikan nantinya,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDMD Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan, menyampaikan, seluruh peserta yang berjumlah sekitar 40 orang terdiri dari tenaga pengawas itu diakui mendapatkan rata-rata nilai memuaskan diatas 80.

“Alhamdulillah, nilai atau grade dari seluruh peserta memuaskan semua. Kalau cukup memuaskan berarti dibawah 80, tapi, mereka sudah di angka 80 ke atas,” ungkapnya.

Alasan tidak didapatkannya nilai sangat memuaskan, lanjut Bagiawan, dikarenakan sistem pendidikannya masih belum maksimal. Hal tersebut diakui, dampak pandemi masih menjadi alasan utama, sehingga, peserta lebih banyak melakukan kegiatan secara virtual.

“Kami juga menunggu-nunggu ada peserta yang mendapatkan nilai yang sangat memuaskan, tetapi, belum ada sampai saat ini karena pembelajaran Distance Learning (jarak jauh) dirasa belum memuaskan. Namun, memang disadari dimasa COVID-19 memaksa kita harus berinovasi,” papar mantan pejabat Pemkab Banjar ini.

Untuk diketahui, penyelenggaraan Pendidikan Kepemimpinan Pengawas (PKP) angkatan ke V ini dilaksanakan mulai 13 September hingga 10 Desember 2021. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version