Webinar Literasi Digital Kabupaten Kotabaru: Menjadi Sultan di Era Pandemi bersama Literasi Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Menjadi Sultan di Era Pandemi bersama Literasi Digital” di Kabupaten Kotabaru, Jumat (05/11/2021) pukul 15.00 Wita.

KOTABARU – Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Dika Putra Wijaya yang menghadirkan narasumber Narasumber pertama yakni, M Islam dengan materi tentang “Produktif bersama Literasi Digital”.

“Saat ini pandemi covid-19 menjadi polemik bagi masyarakat Indonesia dan juga dunia, peningkatan jumlah kasus corona terjadi dalam waktu singkat dan membutuhkan penanganan segera. Hal tersebyt membuat beberapa negara memberlakukan lockdown dengan menutup semua akses fasilitas publik,” tuturnya

Adapun lima kanal pemfokusan bidang menuju literasi produktif berbasis IT, nasional, yakni:
1.Kanal pembelajaran menggunakan media komik digital
2.Kanal server edukasi
3.Kanal optimalisasi guru dalam penggunaan website
4.Kanal penggunaan aplikasi android
5.Pemahiran guru dalam penulisan karya ilmiah

Narasumber kedua, Dwiki Ari Setiawan yang membahas materi tentang “Kecakapan Digital”

“Menjadi pengguna yang cerdas di era sekarang ini sangat penting untuk mampu menggunakan perangkat digital secara efektif, baik untuk segala kebutuhan segari-haru, untuk kebutuhan belajar, maupun untuk kebutuhan beroeganisasi. Perangkat dan aplikasi terus berkembang, tanpa adanya kecerdasan digital akan sulit untuk memanfaatkan perangkat yang ada secara efektif,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Indi Arisa yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Media Sosial sebagai Sarana Meningkatkan Demokrasi dan Toleransi”

“Media Sosial sebagai strategi komunikasi politik merupakan alternatif baru dan menjadi fenomena yang hangat hingga kini, kebebasan dalam sebuah negara demokrasi bukanlah kebebasan yang terjadi seperti saat ini. Dimana kita bebas melontarkan hujatan, celaan, atau provokasi terhadap pihak lain. Internet dijadikan sebagai alat dalam menyebarluaskan kebencian, hasutan, dan radikalisme, khususnya media sosial,” jelasnya

Terakhir, narasumber Sherly Firdha Levia yang meyampaikan materi tentang “Menjadi Pengguna Internet yang Beradab”

“Perlu adanya etika dalam bermedia sosial, yakni etika dalam berkomunikasi, menghindaru penyebaran SARA. kroscek kebenaran berita, menghargai hasil karya orang lain, dan jangan terlalu mengumbar informasi pribadi,” pungkasnya.(*)

LK3 KALSEL SIAPKAN TAHAPAN BLUD

BANJARMASIN – Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja (LK3), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, sudah menyiapkan berbagai tahapan, untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah, Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja (LK3), Disnakertrans Kalsel Muhammad Idehamsyah, kepada wartawan pada Jumat (5/11), dalam tahapan menuju Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), haruslah membuat beberapa Pergub diantaranya Pergub tentang Standar Pelayanan Minimal atau SPM, Rencana Strategis (Renstra), Tarif, Remon, Pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan Pengadaan Barang Jasa.

“Tiga Pergub sudah kami sampaikan yaitu SPM, Renstra dan tata kelola,” ucapnya.

Disampaikan Idehamsyah, dari tiga Pergub ini nantinya akan dikonsultasikan Biro Hukum Pemerintah Provinsi ke Gubernur Kalimantan Selatan, sedangkan Pergub yang lain masih bisa menyusul. Hal itu
berdasarkan hasil konsultasi Biro Ekonomi ke Kementrian Dalam Negeri.

“Kami menunggu hasilnya dan berharap penetapan BLUD akan cepat, agar memudahkan penyusunan RKA, sebelum memasuki tahun 2022,” jelasnya.

Lebih lanjut Idehamsyah menambahkan, pihaknya juga terus memberikan sosialisasi kepada para pegawai, sistem kerja tentu berbeda, karena selama ini bekerja dengan sistem perkantoran, setelah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), tentu akan menerapkan aturan seperti di perusahaan.

“Kita ingin semua pegawai, akan siap kalau nanti ditetapkan BLUD,” tutupnya.

Dalam tugas pokok Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja (LK3), melakukan pengembangan higiene perusahaan, ergonomi, kesehatan dan keselamatan kerja untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman dan selamat, agar tenaga kerja sejahtera dan produktif dalam bekerja.

Seperti diketahui, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) adalah sistem yang diterapkan oleh satuan kerja perangkat daerah atau unit satuan kerja perangkat daerah, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mempunyai fleksibilitas pola pengelolaan keuangan, sebagai pengecualian dari ketentuan Pengelolaan Keuangan Daerah pada umumnya. (NHF/RDM/HDR)

Kunjungi Vaksinasi COVID-19 di Kotabaru, Paman Birin Kumandangkan Sholawat

Kotabaru – Usai melakukan peninjauan Vaksinasi Bergerak di Kabupaten Tanah Bumbu, rombongan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor (Paman Birin) kembali bergerak menuju Kabupaten Kotabaru tepatnya di Markas Komando Lanal Kotabaru, Jum’at (5/11).

Pelaksanaan Vaksinasi Bergerak ini juga diikuti oleh Anggota Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (Paman Yani) bersama keluarga besar Sekenceng Kalsel.

Kehadiran Paman Birin bersama rombongan disambut oleh Bupati Kotabaru yang diwakili oleh Sekda Kotabaru Said Akhmad.

“3.000 dosis telah disiapkan untuk pelaksanaan Vaksinasi kali ini,” ujar Said Akhmad saat memberikan sambutannya.

Said Akhmad mengungkapkan betapa tingginya antusias masyarakat dalam menerima vaksin hingga saat ini sudah 45 persen.

“Alhamdulillah antusiasme masyarakat tinggi, namun sering terkendala vaksin yang tidak tersedia,” ungkapnya

Sementara itu, Paman Birin dalam sambutannya menyampaikan, vaksinasi merupakan langkah efektif untuk melawan COVID-19 dengan membentuk kekebalan tubuh.

“Ini adalah ikhtiar dan usaha kita untuk menghadapi COVID-19. Terimakasih kepada Bupati dan jajaran Pemkab Kotabaru yang telah menggelorakan vaksin di masyarakat,” ujarnya.

Paman Birin juga menyoroti capaian target vaksinasi di Kotabaru, yang mana ia memberikan apresiasi atas capaian vaksinasi yang sudah dilaksanakan serta berharap agar target pada desember mendatang dapat tercapai yakni 70 persen sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat meninjau vaksinasi di Kotabaru

“Arahan ini saya terima langsung dari bapak Presiden sebelum naik pesawat usai meresmikan jembatan Sungai Alalak beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Terkait kekurangan dosis vaksin lanjutnya, Paman Birin berpesan agar Pemkab Kotabaru segera memberikan laporan, agar bisa langsung diberikan.

Menutup sambutannya, Paman Birin pun mengajak kepada seluruh yang hadir untuk bersholawat kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.

“Semoga dengan berkah sholawat ini, kita semua diberikan kedamaian, kesejukan, serta kesehatan lahir dan batin,” harapnya. (ASC/RDM/HDR)

Musim Penghujan Warga Banjarmasin Diimbau Waspada Banjir Dan Ular

BANJARMASIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin menghimbau warga kota ini, untuk waspada banjir dan keberadaan ular, mengingat di Bulan Nopember sampai Desember musim telur telur ular menetas.

Kepala BPBD Kota Banjarmasin Fachrulrazi mengatakan, pada musim penghujan ini warga Kota Banjarmasin diminta untuk waspada banjir.

“Warga Kota Banjarmasin hendaknya belajar pengalaman banjir sebelumnya, pada Bulan Januari lalu,” ucap Fahrulraji, kepada sejumlah wartawan, Jumat (5/11).

Kepala BPBD Kota Banjarmasin Fahrulraji

Oleh karena itu, lanjutnya, warga diminta untuk membersihkan saluran saluran air di lingkungan tempat tinggalnya, serta tidak membuang sampah sembarangan seperti di saluran air atau sungai.

“Dengan lancarnya saluran air tidak mampet akibat tumpukan sampah, diharapkan banjir dapat tertangani,” ujarnya.

Fachrulrazi mengatakan, dalam membersihkan salurangan air, warga diminta untuk dapat bergotong-royong.

Selain waspada banjir, warga Kota Banjarmasin juga diminta untuk waspada terhadap keberadaan ular ular. Mengingat, di Bulan Nopember dan Desember musim menetas telur telut ular tersebut. Seperti dikatakan anggota animasi rescue BPBD Kota Banjarmasin Hanafi.

“Untuk musim telur ular menetas terjadi di Bulan Nopember, ditambah saat ini sedang musim penghujan. Agar warga waspada terhadap keberadaan ular ular berbisa tersebut,” ucapnya.

Menurut Hanafi, apabila menemukan hal tersebut, maka warga diminta untuk segera melaporkan atau menghubungi BPDB Kota Banjarmasin.

“Warga bisa mehubungi BPBD melalui media sosial, untuk melaporkan keberadaan ular ular tersebut,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Hanafi, warga diminta untuk membersihkan lingkungan tempat tinggal mereka, jangan menumpuk barang barang yang tidak jelas disekitar tempat tinggal, yang berpotensi didatangi oleh ular ular tersebut. (SRI/RDM/HDR)

Gerak Cepat, DPRD Kalsel Antarkan Perwakilan Demonstran Ke BPH MIGAS

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bergerak cepat menanggapi aksi massa yang terjadi awal bulan lalu.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Rosehan NB mendampingi perwakilan dari massa aksi yang menamakan diri sebagai Aspirasi Komunitas Sopir Indonesia (AKSI) bertandang ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) untuk mengantarkan surat rekomendasi pengajuan penambahan kuota BBM yang ditandatangani langsung oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, pada Jum’at (5/11).

Rosehan mengatakan dirinya ditugaskan Ketua DPRD untuk mendampingi perwakilan AKSI untuk menyampaikan aspirasi langsung di BPH Migas, supaya prosesnya bisa cepat dilaksanakan.

“Pertemuan tadi berjalan lancar, saya mengapresiasi BPH Migas banyak memberikan solusi-solusi yang disampaikan sehingga membuat perwakilan AKSI merasa puas, termasuk diantaranya tadi menawarkan Fuel Card untuk angkutan yang menerima subsidi, sehingga dapat mencegah pelangsiran terjadi lagi,” ungkapnya.

Suasana pertemuan perwakilan DPRD Kalsel ke BPH Migas

Sementara, perwakilan dari BPH Migas, I Ketut Gede Aryawan menyambut baik kedatangan rombongan Dewan bersama perwakilan supir. Dirinya berjanji akan mempelajari kembali permohonan Kalsel untuk penambahan kuota BBM.

“Sementara ini kuota BBM Kalsel saat ini baru terpakai 81 persen, nanti akan kita pelajari lagi untuk pembagian kuota BBMnya diakhir tahun, apakah layak untuk ditambah ditahun depan,” jelasnya.

Sedangkan Koordinator AKSI, Wahyu mengatakan, pihaknya merasa puas dengan pertemuan dengan BPH Migas, yang dimediasi oleh Dewan Kalsel kali ini.

Suasana pertemuan perwakilan DPRD Kalsel ke BPH Migas

“Kali ini kami mendapatkan kesempatan yang bagus sekali untuk bersuara, semua aspirasi kami akhirnya bisa langsung kami utarakan dihadapan Koordinator pengaturan Bahan Bakar Minyak (BBM) BPH Migas,” pungkasnya. (HUMASDPRDKALSEL-NRH/RdM/HDR)

Kunjungi Gerai Vaksin Bergerak Tanbu, Paman Birin Gembira Target Hampir Tercapai

Tanah Bumbu – Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin kembali melanjutkan peninjuan Vaksinasi Bergerak pada hari ketiga, Jumat (5/11).

Menjadi lokasi peninjauan Paman Birin bersama rombongan termasuk Anggota Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (Paman Yani) yakni Mahligai bersujud yang terletak di kawasan pengembangan ekonomi terpadu (Kapet).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar bersama jajaran.

Saat memberikan sambutan, Zairullah Azhar menyampaikan mengenai vaksinasi di kabupaten ini, yang telah mencapai 53 persen dari target 70 persen hingga Desember mendatang.

“Kami juga menyampaikan untuk Vaksinasi lansia telah mencapai 36 persen. Sehingga hanya tersisa 4 persen dari target,” terangnya.

Sementara itu, Paman Birin dalam sambutannya menyampaikan, betapa musibah bernama COVID-19 ini telah dirasakan di seluruh belahan dunia hingga ke desa-desa. Yang mana dalam 1,5 tahun kesengsaraan bahkan kepada siapa saja.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi

Wabah yang berasal dari Wuhan lanjutnya, telah memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan. Seperti terjadinya PHK dimana-mana hingga kematian tanpa mengenal jabatan dan usia.

“Maka sering saya katakan, COVID-19 adalah musuh bersama, jadi tidak ada kata lain selain bergotong-royong dan bahu-membahu untuk melawan wabah ini,” tegasnya.

Oleh karenanya papar Paman Birin, adanya vaksinasi COVID-19 ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kekebalan serta meningkatkan imunitas tubuh.

“Kini tiba saatnya, Vaksin yang dulunya selalu kita diskusikan, hari ini telah kita gunakan dalam rangka meningkatkan kekebalan tubuh,” ujarnya.

Paman Birin juga memberikan apresiasi kepada capaian yang telah dilaksanakan oleh Pemkab Tanah Bumbu atas kinerjanya dalam melaksanakan vaksinasi.

“Kita mengucapkan terimakasih, tadi disampaikan sudah 53 persen Vaksinasi. Ini berarti kerjanya sangat luar biasa,” ungkapnya. (ASC/RDM/HDR)

Hadiri Rakorwil Nasdem, Paman Birin: Parpol   Berperan Menjadi Pilar Demokrasi

Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan, Dr. (HC) Sahbirin Noor mengatakan, partai politik berperan menjadi pilar demokrasi. Partai politik sangat berperan terhadap lahirnya berbagai kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Hal itu disampaikan Gubernur Kalsel saat  menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai Nasdem Kalsel, di salah satu hotel berbintang pada Kamis (4/11) malam di Banjarmasin.

Pembukaan acara dilakukan Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali sekaligus pemberian arahan kepada kader partai.

Gubernur Kalsel yang juga selaku pembina partai politik di daerah, juga  menyampaikam ucapan selamat dan sukses atas pelaksanan Rakorwil Partai Nasdem dan berharap melalui kegiatan ini, Partai Nasdem semakin kuat eksistensinya dalam mewarnai kehidupan berdemokrasi di Banua ini.

Dikatakan Paman Birin, sebagai partai politik, Nasdem selama ini telah membuktikan perannya sebagai instrumen demokrasi, yang menjembatani antara kepentingan negara dan rakyat.

“Konsep ini, yang membentuk keselarasan antara garis haluan partai politik dengan aspirasi rakyat, sehingga keterwakilan rakyat atau dengan kata lain, partai politik berperan menjadi pilar demokrasi,” ujarnya.

Lebih lanjut disebutklan, partai politik sangat berperan terhadap lahirnya berbagai kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah. begitu pula dengan Partai Nasdem. 

“Oleh sebab itu, penting kiranya, partai politik menelaah dan mempertimbangkan unsur-unsur kepentingan publik dalam menyusun arah kebijakan partai ke depan,” pesannya.

Di tingkat daerah, khususnya provinsi Kalsel lanjut Paman Birin dalam sambuitannya, Ia memandang partai politik, baik melalui keterwakilan di legislatif, maupun melalui kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, telah berjalan dengan baik. Apalagi, sudah banyak terobosan dan inovasi, yang diambil partai ini dalam memberikan inspirasi dan teladan, bagaimana berdemokrasi yang baik.

Momentum rakorwil ini diharapkan Paman Birin, menjadi saat yang tepat bagi Partai Nasdem, untuk melakukan evaluasi, koordinasi, dan rekonsiliasi, khususnya dalam menatap agenda-agenda politik ke depan.

Waketum Partai Nasdem, Ahmad Ali mengatakan, Rakorwil adalah kegiatan konsolidasi partai untuk persiapan Pemilu 2024.

Dalam arahannya, Ali meminta kader Nasdem harus berani menjadi garda terdepan ketika ada pihak yang mengganggu  bangsa ini.

“Tugas kebangsaan harus berani kita pikul,” ujarnya.

Pesan lain, kader seyogyanya menjadi pemersatu bangsa dan memegang prinsip “dimana bumi dipijak, distu langit  dijunjung”. Kemudian diminta juga, agar kader menggerakkan mesin partai di daerah.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Nasdem Kalsel, Mansyur mengatakan, kegiatan yang berlangsung 4 – 5 November 2021 di Banjarmasin ini sebagai momentum mengevaluasi partai di daerah dan Ia bertekad partai ini akan mendapat kursi di DPR RI pada Pemilu Legislatif mendatang. (BIROADPIM-RIW/RDM/HDR)

Monitoring Vaksinasi Bergerak Di Balangan, Ini Pesan Paman Birin

Balangan – Meski kasus terkonfirmasi postif COVID-19 di Kabupaten Balangan sudah mulai terkendali, namun masyarakat diingatkan untuk tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hal ini dikemukakan Paman Birin (sapaan akrab Gubernur Kalsel) saat meninjau Vaksinasi Bergerak di RTH Batu Mandi, Kamis (4/11).

“Walaupun kasus COVID-19 di Balangan sudah mulai terkendali, namun kita harus tetap waspada, jangan lengah,” ucap Paman Birin.

Gubernur Kalsel saat memberikan arahan di Balangan

Pandemi COVID-19 telah membelenggu masyarakat di Banua,
salah satu strategi untuk mengendalikan pandemi COVID-19 adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi merupakan usaha atau ikhtiar bersama untuk mewujudkan kekebalan rakyat Banua dari COVID-19.

Wakil Bupati Balangan H Supiani mengatakan, Vaksinasi Bergerak merupakan upaya nyata yang dilakukan Paman Birin untuk melindungi masyarakat Banua dari pandemi COVID-19.

Dirinya melaporkan, saat ini kasus aktif sebanyak 1 orang yang masih dalam perawatan di Rumah Sakit.

Gubernur Kalsel saat memberikan arahan di Balangan

“Dalam satu bulan kasus positif relatif terkendali, hanya 1 orang, mudah mudahan segera sembuh dan menjadi orang yang terakhir terapapar,” katanya.

Dirinya mengatakan, capaian vaksinasi dosis pertama sudah di angka 35 persen dan dosis kedua baru mencapai 22 persen. (Biroadpim-RIW/HDR)

Komisi II DPRD Kalsel Terima Keluhan PINSAR Kalsel

Banjarmasin – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar audensi dengan Koordinator Wilayah Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Kalsel terkait permasalahan tata niaga telur konsumtif, Kamis (4/11).

Salah satu Perwakilan PINSAR, Rauf mengatakan keinginannya melakukan audensi mencoba mengadukan nasib dari para peternak telur yang ada di Kalsel. Tidak hanya masalah yang terkait karantina distribusi masuknya telur ke Kalsel, juga sempat anjloknya harga telur membuat sebagian peternak telur mengalami kerugian.

“Banyak hal permasalahan yang dialami kawan-kawan PINSAR, utamanya adalah terkait dengan telur yang masuk ke kalsel dari Pulau jawa. Perlu ada ijin masuk atau tidak,” katanya.

Suasana audiensi Komisi II DPRD Kalsel dan PINSAR Kalsel

Lebih lanjut Rauf menambahkan terkait jaminan pasokan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok salah satunya telur, bagaimana dapat menjaga keterjangkauan harga tingkat konsumen agar tidak terlalu tinggi namun tidak lupa untuk melindungi pendapatan produsen.

“PINSAR berharap perlu ada aturan yang dapat mengendalikan jumlah telur konsumtif yang masuk ke kalsel,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kalsel Imam Suprastowo selaku pimpinan pertemuan, berharap ada tindak lanjut dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel terhadap keluhan Korwil PINSAR Kalsel. 

Suasana audiensi Komisi II DPRD Kalsel dan PINSAR Kalsel

“Kita akan mendorong dan merekomendasikan kepada Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan untuk segera melaksanakan konsultasi kepada Kementerian terkait (Kementerian Pertanian Cq. Ditjen Peternakan Kesehatan Hewan) untuk memperjelas lebih lanjut persyaratan ijin masukan untuk telur konsumtif, apakah memang diwajibkan bagi seluruh daerah asal yang akan memasukan produknya atau hanya dalam situasi dan kondisi tertentu saja ijin masukan tersebut dapat menjadi sebuah persyaratan,” jelas politisi PDIP tersebut.

Audensi juga dihadiri dari Dinas Perdagangan Kalsel, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kalsel, Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Banjarmasin, Perum Bulog Devisi Regional Kalsel serta Organisasi ISPI ( Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia). (NRH/RDM/HDR)

Keterlambatan Upah, Kesehatan dan Gaji Menjadi Pengaduan Layanan di BPKD Wilayah II

BANJARBARU – Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalimantan Selatan mencatat sepanjang September – Oktober 2021 aduan yang sering diterima pihaknya adalah keterlambatan pembayaran upah dan gaji tidak sesuai aturan hingga permasalahan jaminan kesehatan.

Diakui Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalsel Tamrin, tak hanya dua bulan terakhir ini menjadi catatan pihak petugas pengawas tetapi masalah tersebut sebelumnya juga sudah terjadi pada 2019 lalu.

“Ada juga kelebihan jam kerja namun tidak mendapat upah, setelah itu, tidak adanya aturan perusahaan untuk memberikan jaminan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Kamis (4/11) siang.

Selanjutnya laporan lain yang juga sering menjadi aduan para pegawai atau karyawan perusahaan yang menjadi wilayah tanggung jawab Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalimantan Selatan antara lain slip gaji tidak dibagikan hingga perjanjian kerja yang tidak sesuai.

“Itulah yang menjadi tuntutan mereka agar memberikan pembinaan kepada perusahaan agar dapat memberikan hak-hak pegawainya dengan harapan dapat dipenuhi,” jelasnya lagi.

Terkait tindaklanjut aduan, ia menuturkan akan difasilitasi oleh pihaknya untuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) dan aturan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI.

“Yang jelas, kami akan membuat kesepakatan antara perusahaan dan tenaga kerjanya agar yang hak mereka tidak dirugikan dengan menerjunkan para petugas pengawas ketenagakerjaan,” tuturnya.

Tamrin juga mengungkapkan, lingkup tanggung jawab wilayah II Kalsel diketahui meliputi, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin dan Tanah Laut dengan menugaskan 10 pengawas ketenagakerjaan yang tersebar di daerah tersebut.

“Rata-rata yang mengadukan hal ini kebanyakan dari karyawan yang bekerja di Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarbaru,” pungkasnya. (RHS/RDM/HDR)

Exit mobile version