Pertahankan 8 Kali WTP, Pemprov Kalsel Bakal Dapat Tambahan Insentif

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendapat penghargaan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Penghargaan yang diberikan itu, atas kinerja pengelolaan dan pelaporan keuangan daerah yang dinilai baik dalam delapan tahun terakhir.

Sejak 2013, Pemerintah Proviisi Kalsel meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD).

“Penghargaan dari Menteri Keuangan ini diberikan karena Pemprov Kalsel dianggap mampu mengelola keuangan negara dengan baik. Salah satu indikatornya adalah pencapaian opini WTP dari BPK,” kata Gubernur Kalimantan Selatan Dr (HC) H Sahbirin Noor, usai menerima penghargaan Kementrian Keuangan di Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Selasa (9/11).

Menurutnya, pelaporan dan pengelolaan keuangan daerah Pemprov Kalsel dinilai baik dan telah memenuhi standar serta kaidah pengelolaan keuangan negara.

Dikatakan Sahbirin, tidak mudah untuk mempertahankan pencapaian opini WTP selama delapan kali berturut – turut. WTP delapan kali berturut – turut merupakan wujud sinergi yang baik antara BPK RI, Pemprov dan DPRD Kalsel.

Paman Birin sapaan akrabnya menambahkan, capaian ini merupakan motivasi sekaligus ungkapan syukur mendalam bagi Pemprov Kalsel terutama dalam kondisi tantangan pandemi COVID-19 yang luar biasa saat ini.

Paman Birin berharap, pengelolaan keuangan daerah yang baik, membawa dampak positif untuk meningkatkan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan serta dapat meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan Sulaimansyah, mengatakan, atas keberhasilan mempertahankan WTP ke-8 kalinya ini, maka Kementerian Keuangan akan memberikan tambahan Dana Insentif Daerah. Untuk besaran yang akan didapat Pemprov Kalsel, Sulaimansyah belum mengetahui secara pasti.

Menurutnya, mempertahankan WTP menjadi salah satu indikator untuk mendapatkan Dana Insentif. Insentif tersebut akan diserahkan langsung Presiden Joko Widodo saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) di Istana Negara, jelang akhir tahun nanti. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Tapin; Sigap dan Cermat Berliterasi di Era Pandemi

TAPIN – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Sigap dan Cermat Berliterasi di Era Pandemi” di Kabupaten Tapin, Selasa (9/11/2021) pukul 10.00 WITA.

Acara dibuka oleh Bupati Tapin, Drs H M Arifin Arpan dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ronald Andretti yang menghadirkan narasumber Narasumber pertama yakni, Steve Pattinama dengan materi tentang “Kecakapan Digital”.

Steve mengatakan, semua aktivitas sudah pasti berhubungan dengan internet, Jadi kalau misal kecanduan itu sangat berbahaya.

“Ciri-ciri orang kecanduan itu biasanya nggak bisa berhenti menggunakan media sosial, nggak lihat tempat dan waktu juga,” ucapnya

“Kalau kita bisa memanfaatkan internet dengan baik pasti akan mendatangkan kebaikan juga,” sambungnya.

Menanggapi komentar negatif Steve menuturkan, tindakan tersebut bisa dibawa ke ranah hukum karena ada pasalnya.

“Jadi daripada kita menanggung hukuman karena komentar negatif lebih baik kita melakukan hal yang baik di media sosial, dan yang dikomentari juga jangan mudah terpancing gitu aja sih,” tuturnya.

Narasumber kedua, Satriya Alfiza yang membahas materi tentang “Bijak Unggah di Medsos”.

“Media sosial memiliki dampak positif dan negatif yaitu, dampak positif adalah kita akan update memperoleh informasi terkini seputar kita bahkan dunia. Kemudian, dampak negatifnya adalah kita sering menerima berita hoax, hal-hal berbau sara dan kadang hate speech,” ucapnya.

“Lebih baik kita Saring berita itu apakah benar-benar terpercaya ataukah tidak, jika narasumbernya tidak jelas maka lebih baik kita delete saja,” tuturnya.

Adapun, tips agar aman dalam bermedia sosial yaitu, jangan posting sesuatu saat sedang emosi, jangan posting sesuatu yang tidak diketahui, postinglah atau beri komentar sesuatu yang bermanfaat juga menginspirasi, jangan posting sesuatu yang membuat orang lain tersinggung,

Selanjutnya, jangan memposting hal-hal yang tidak penting yang sebenarnya orang lain juga bisa untuk posting, jangan posting harta kekayaan seperti jumlah uang di rekening, bersikaplah rendah hati untuk postinganmu.

Narasumber ketiga yaitu Marsha Risdasari yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Memahami Batasan dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital”

“Kemudahan akses informasi akan menjadikan masyarakat untuk mengeluarkan opini dan pendapat serta informasi personalnya kepada masyarakat lain agar dapat menanggapi konten dari netizen lainnya,” tuturnya

“Batasan dalam berekspresi di dunia digital, yautu hati-hati dalam bermedsos dan tetap perhatikan etika, lindungi indentitas pribadi, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta hapus akun-akun nyinyir,” pungkasnya

Terakhir narasumber Risa Dwi Ayuni dengan materi yang tak kalah menarik tentang “Menelusuri Akar Tumbuhnya Hoax dan Bagaimana Etika Dalam Menyikapinya”.

Risa mengatakan, dengan lahirnya citizen journalism yang pertama membuat warga negara berperan aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisis dan penyebaran berita dan informasi. Yang kedua warga memiliki media sendiri sebagai wadah citizen journalism.

Sedangkan kekurangannya dibandingkan dengan media massa resmi ialah, siapapun bisa menulis berita walaupun bukan jurnalis, Tidak ada proses penyuntingan dan pengawasan berita, tidak memiliki badan hukum resmi sehingga berita sulit untuk dipertanggungjawabkan, dan terlalu banyak realitas sosial yang muncul.

Adapun, etika digital dibagi menjadi dua yaitu Do’s dan Dont’s!

Do’s yakni;

  1. Menjadi citizen journalist yang bijak dan bertanggung jawab.
  2. Memilih sumber yang dapat dipercaya.
  3. Mempelajari UU ITE agar lebih mawas diri.
  4. Mempelajari kaidah jurnalistik.
  5. Hanya mencari berita yang relevan.
  6. Jika tidak siap tetap menutup virtual public sphere
  7. Memperhatikan konten yang akan diposting di media sosial

Dont’s

  1. Sengaja menulis berita bohong, ujaran kebencian, cyber bullying dan pencemaran nama baik
  2. Menulis komentar yang tidak bijaksana dalam virtual public sphere
  3. Memperhatikan konten milik sendiri atau konten terusan yang akan diposting di media sosial
  4. Tidak mempelajari UU ITE sehingga merasa bebas berpendapat tanpa batasan. (RILIS)

Dukung Vaksinasi COVID-19 Anak, Pemko Banjarmasin Persiapkan Kader Posyandu

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan-nya melaksanakan Gebyar Kader Posyandi se Kota Banjarmasin.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, digelarnya Gebyar Kader Posyandu ini dalam rangka rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasinonal Tahun 2021 serta persiapan kerja kader posyandu, setelah status PPKM level 2 di Kota Banjarmasin.

“Pada saat berlangsungnya pandemi COVID-19 dan Kota Banjarmasin berada pada status PPKM level 4, banyak pekerjaan kader posyandu yang tidak berjalan,” ungkap Ibnu, usai membuka Gebyar Kader Posyandu Se Kota Banjarmasin, kepada sejumlah wartawan, di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Senin (8/11).

Karena saat ini, lanjut Ibnu, status PPKM sudah turun di Kota Banjarmasin, maka Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mempersiapkan kader-kader posyandu ini, untuk mendukung kinerja posyandu tersebut.

Ibnu mengharapkan, dengan dilaksanakannya Gebyar Kader Posyandu Se Kota Banjarmasin ini, maka kader kader posyandu siap menjalankan tugas mereka dalam mendukung kegiatan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Suasana Gebyar Kader Posyandu Se Kota Banjarmasin

“Tentunya kami berharap kader kader posyandu siap bekerja untuk mensukseskan program vaksinasi untuk anak-anak di Kota Banjarmasin,” ucap Ibnu.

Selain itu, para kader posyandu di Kota Banjarmasin ini juga disiapkan, untuk mensukseskan program Pemerintah Pusat terkait vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6 tahun keatas.

Seperti yang dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi.

“Pada pekan Gebyar Kader Posyandu Se Kota Banjarmasin ini, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, mempersiapkan kader kader posyandu ini, untuk menjalankan program Pemerintah Pusat, untuk pelaksanaan kegiatan vaksinasi COVID-19 bagi anak anak usia 6 tahun keatas,” ungkapnya.

Maka, lanjut Machli, nantinya pelaksanaan kegiatan vaksinasi tidak hanya di sekolah sekolah tetapi juga dilaksanakan di posyandu posyandu di Kota Banjarmasin.

“Untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6 tahun keatas akan dilaksanakan di posyandu posyandu selain di sekolah-sekolah,” ucapnya.

Machli mengatakan, oleh karena itu saat ini Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin meningkatkan pengetahuan para kader kader posyandu tentang vaksinasi COVID-19. (SRI/RDM/APR)

TIM PENJARINGAN SERAHKAN BLANKO PENDAFTARAN CALON KETUA KONI KALSEL PERIODE 2021 – 2025

BANJARMASIN – Sejak diumumkannya pendaftaran Calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Selatan Periode 2021-2025, oleh Tim Penjaringan beberapa waktu lalu. Kini, memasuki tahapan penyerahan blanko pendaftaran kepada calon pendaftar atau yang mewakilinya.

Demikian disampaikan Anggota Tim Penjaringan Calon Ketua KONI Provinsi Kalimantan Selatan Baktiansyah, didampingi Fathuliansyah, dan Farida, di Kantor KONI Provinsi Kalsel, Senin Sore (8/11).

“Mewakili Ketua Tim Penjaringan saat ini kami telah menjalankan proses penjaringan pendaftaran Calon Ketua KONI Kalsel, yaitu penyerahan blanko pendaftaran untuk calon pendaftar,” ucapnya.

Penyerahan Blanko Pendaftaran Calon Ketua KONI Kalsel

Menurut Bariansyah, blanko yang diserahkan tersebut berisikan pemberitahuan syarat syarat yang harus dipenuhi calon pendaftar tersebut.

“Semua persyaratan sebagai pendaftar calon Ketua KONI Provinsi Kalsel ada didalam blanko yang diserahkan saat ini,” ujarnya.

Untuk pengambilan blanko sendiri, lanjut Bariansyah, bisa diambil sendiri. Atau diwakili oleh utusan calon pendaftar Ketua KONI Provinsi Kalsel.

Dalam kesempatan tersebut, Bariansyah juga mengatakan, saat ini sudah ada beberapa orang yang mengambil blanko pendaftaran tersebut.

Sementara itu, salah satu pengambil blanko pendaftaran dari perwakilan calon Enly Hadiyanor mengatakan, saat ini pihaknya mewakili calon pendaftar Ketua KONI Provinsi Kalsel, untuk mengambil blanko pendaftaran.

“Kami mengapresiasi pelayanan Tim Penjaringan dan Penyaringan dalam menjalankan tugasnya memfasilitasi para pendaftar calon Ketua KONI Kalsel,” ucapnya.

Sedangkan untuk nama calon yang diwakilkan olehnya, Enly mengatakan bahwa akan ada waktunya untuk dipublikasikan mengenai calon tersebut.

“Pada waktunya nanti kami akan mempublikasikan siapa yang mencalonkan diri sebagai Calon Ketua KONI Kalsel Periode 2021-2025,” ujar Enly.

Seperti diketahui, Pendaftaran Calon Ketua KONI Kalsel periode 2021-2025 dibuka pada 8 Oktober hingga 18 November 2021 mendatang. Persyaratan yang harus dipenuhi Calon Ketua KONI Kalsel harus mendapat dukungan minimal 3 dari 13 KONI kabupaten/kota. Calon Ketua KONI Kalsel juga pernah menjadi pengurus di cabor atau pengurus KONI baik Kota/Kabupaten dan Provinsi. (SRI/RDM/APR)

Paman Birin APRESIASI KOMPETISI EKONOMI DEBAT PIALA GUBERNUR KALSEL

BANJARMASIN – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan Economic Debate Competition HMJM Day’s 2021 Piala Gubernur Kalsel, yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia.

“Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan, mahasiswa dapat menyampaikan pendapat dengan bebas namun tearah melalui Kompetisi Ekonomi Debat Piala Gubernur Kalsel,” kata Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dalam Sambutannya saat Pembukaan Economic Debate Competition HMJM Day’s 2021 Piala Gubernur Kalimantan Selatan, yang dibacakan Sekda Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar, di aula STIE Indonesia, Senin (8/11)

Sekda Provinsi Kalsel mewakili Gubernur Kalsel membuka Economic Debate Competition HMJM Day’s 2021

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini mengatakan, dengan adanya kompetisi ini, diharapkan para mahasiswa dapat belajar untuk mengungkapkan pikiran dan melakukan debat yang terarah.

“Kompetisi ini hendaknya juga dapat menjadikan mahasiswa untuk dapat menyampaikan pikiran secara lisan, dan meyakinkan kepada kalayak tetang pendapat yang disampaikan tersebut,” ucapnya.

Paman Birin juga mengingat bahwa mahasiswa yang cerdas tidak semuanya, bisa menyampaikan pendapatnya secara lisan kepada publik. Oleh karenanya, dengan adanya kompetisi ini dapat menjadi tempat belajar bagi mahasiswa, untuk mengungkap pendapat melalui kompetisi debat tersebut.

Sementara itu, Ketua STIE Indonesia Yanuar Bachtiar mengatakan, diselenggarakannya kompetisi tingkat Kalimantan ini, berdasarkan arahan dari Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, yang meminta agar kompetisi ini diselenggarakan secara regional atau tingkat Kalimantan.

“Pada awalnya kompetisi ini hanya tingkat Kalsel saja. Namun, atas saran Paman Birin yang meminta agar dilaksanakan secara regional atau tingkat Kalsel,” ungkapnya.

Menurut Yanuar, untuk peserta debat ekonomi ini cukup banyak diwakili oleh perwakilan dari beberapa provinsi di Kalimantan seperti, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, serta lainnya.

“Kami berharap kedepannya kompetisi ini dapat dilaksanakan secara nasional,” ujarnya.

Pada debat ekonomi ini, lanjut Yanuar, semua kebijakan ekonomi yang ada saat ini, akan dijadikan bahan pada kompetisi debat ekonomi tahun ini. (SRI/RDM/APR)

Peradi Kota Banjarmasin Diminta Fokus Pada PBH Bagi Masyarakat Tak Mampu

Banjarmasin – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi, Profesor Otto Hasibuan meminta agar Peradi Kota Banjarmasin fokus pada Pusat Bantuan Hukum (PBH) yang diberikan kepada masyarakat tak mampu.

Terlebih kini kebutuhan akan advokat ujarnya semakin besar sehingga Peradi Kota Banjarmasin harus fokus pada PBH yang menyangkut bantuan hukum secara cuma-cuma.

“Rakyat yang tidak mampu baik secara ekonomi dan politis harus dibantu dalam perkara litigasi maupun non litigasi. saya juga minta agar advokat tidak membeda-bedakan memberikan pelayanan kepada klien yang diberikan bantuan cuma-cuma dan berbayar,” katanya.

Kontribusi langsung kepada masyarakat dengan pemberian bantuan hukum menurut Otto sangat diperlukan saat ini. Selain itu peningkatan kualitas advokat yang tergabung dalam Peradi juga harus dilakukan. Peradi Kota Banjarmasin, lanjutnya, harus melakukan berbagai upaya, misalnya seminar pendidikan berkelanjutan agar advokat bisa terus mengikuti perkembangan hukum.

“Tetap semangat kepada Peradi Kota Banjarmasin, Saya bangga dengan advokat muda yang dilantik tadi dan saya juga mengucapkan terima kasih atas jasa pengurus Peradi sebelumnya yang telah mengembangkan Peradi Kota Banjarmasin selama ini teruslah menjadi Peradi yang dewasa, mandiri dan berkualitas,” jelasnya.

Sementara Ketua Peradi Kota Banjarmasin yang baru dilantik, Edi Sucipto mengatakan para advokat harus bekerja secara profesional dan tidak melanggar kode etik agar para pencari keadilan dapat mendapatkan pelayanan yang terbaik.

Kedepan dirinya juga akan bersinergi dengan instansi terkait lainnya untuk mewujudkan advokat Banjarmasin menjadi advokat yang berkualitas dan berintegritas di era 4.0

“Kita ingin advokat di Banjarmasin ini profesional dan mandiri,” tegasnya.

Adapun langkah kedepan untuk mencapai tujuan tersebut salah satunya mengadakan kunjungan khusus berkelanjutan berkaitan dengan dunia kepengacaraan.

Edi juga berjanji akan mengusahakan untuk sekretariat Peradi Kota Banjarmasin. Menurutnya sudah selayaknya ada bantuan dari pemerintah setempat baik Pemko Banjarmasin maupun Pemprov Kalsel agar Peradi di Kota Banjarmasin memiliki gedung sekretariat.

“Jika nanti ada asap yang diberikan ke Peradi kota Banjarmasin kita siap merawat dan menjaga aset tersebut,” tambahnya.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Ali Murtadlo menyampaikan pelantikan memang sempat tertunda karena pandemi COVID-19 yang harusnya dilaksanakan di tahun 2020 lalu.

“Rencana pelantikan ini memang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 dan baru terlaksana sekarang,” ucapnya.

Ia pun mengharapkan dengan dilantiknya para pengurus menjadi lebih bersemangat dalam menjunjung tinggi marwah organisasi dan mengembangkan organisasi.

“Dengan tujuan agar masyarakat mendapatkan manfaat dari organisasi advokat baik dari Ikadin maupun Peradi,” terangnya.

Diketahui, Edi Sucipto resmi dilantik menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Kota Banjarmasin di Hotel Galaxy Banjarmasin Sabtu (6/11) malam.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pelantikan anggota Dewan Kehormatan Daerah (DKD) Peradi Banjarmasin masa jabatan 2021-2026 yang diketuai oleh M Sabri Noor Herman. Kemudian dilanjutkan Pengangkatan Pengurus Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Martapura Banjarbaru Masa Jabatan 2021 – 2024 dan PATAKA PBH Peradi oleh Ketua Umum DPN Peradi Prof Dr Otto Hasibuan kepada Ketua PBH Peradi Terpilih Syamsul Bahri.

Dalam acara tersebut juga dilaksanakan penandatangan MoU antara DPN Peradi dengan Fakultas Hukum ULM dan Fakultas Hukum Universitas Islam Kalimantan. (NRH/RDM/APR)

Wali Kota Banjarbaru Canangkan Kampung Literasi Guntung Manggis

Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin hadiri sekaligus mencanangkan Kampung Literasi Guntung Manggis Program Bantuan dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Kursus, Koordinator Fungsi Keaksaraan dan Budaya Baca, Kemendikbudristek yang berlokasi di KBM Kuranji, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, Senin (8/11).

Tampak hadir Direktur Utama PT Antang Gunung Meratus, Asisten Admintrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Arsi dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru, Camat Landasan Ulin, Lurah Guntung Manggis, Ketua PKBM Kuranji dan undangan lainnya.

Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin dalam sambutannya menyampaikan, acara Pencanangan Kampung Literasi Guntung Manggis, yang merupakan program bantuan dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia ini, sebagai bentuk apresiasi semangat dan kreatifitas para penggiat literasi dalam upaya meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat.

“Sejarah peradaban umat manusia menunjukkan bahwa bangsa yang maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak. Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat, yang memiliki peradaban tinggi dan aktif memodernisasikan diri,” jelasnya.

Keberliterasian dalam konteks ini menurut wali kota yang biasa disapa Ovie ini, bukan hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga yang lebih penting, bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan kesetaraan dan kesejahteraan bersama.

“Dengan kata lain, bangsa dengan budaya literasi tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif, sehingga dapat memenangi persaingan global. Sebagai bangsa yang besar, kita harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke-21, melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, sampai dengan masyarakat,” ucapnya lagi.

Penguasaan 6 literasi dasar yang disepakati oleh world economic forum, disampaikan Ovie menjadi sangat penting tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orang tua dan masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.

“Pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa adalah melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca anak. Sebagai bagian penting dari penumbuhan budi pekerti, minat baca anak perlu dipupuk sejak usia dini mulai dari lingkungan keluarga. Minat baca yang tinggi, didukung dengan ketersediaan bahan bacaan yang bermutu dan terjangkau, akan mendorong pembiasaan membaca dan menulis, baik di sekolah maupun di masyarakat,” ucap Ovie.

Diharapkannya, dengan meluasnya informasi kepada masyarakat tentang kampung literasi, akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangannya kedepan, untuk meningkatkan aktivitas pemenuhan pendidikan dan pembelajaran masyarakat.

Sementara itu, Ketua PKBM Kuranji Eva Febriany menyampaikan bahwa pendidikan merupakan prioritas utama dalam upaya membangun dan meningkatan kualitas manusia Indonesia.

“Dalam upaya ini diperlukan sarana dan prasarana serta kemauan dan kesiapan setiap individu untuk melibatkan diri, berpikir maju dan mengembangkan kompetensi diri,” ujar Eva.

Kampung literasi disampaikannya, merupakan kawasan kampung atau desa yang dijadikan sasaran untuk meningkatkan minat baca masyarakat, mewujudkan masyarakat yang memiliki 6 komponen literasi dan membentuk masyarakat pembelajar sepanjang hayat.

“Kampung literasi Guntung Manggis di selenggarakan oleh PKBM Kuranji dibawah binaan Kemendikbudristek, Dinas Pendidikan, dan PT AGM serta bekerjasama dengan organisasi mitra, penggiat budaya baca masyarakat dan pihak terkait lainnya,” tutupnya. (HUMPRO.BJB-RDM/APR)

DPRD BANJARMASIN : NORMALISASI SUNGAI DIGENCARKAN

BANJARMASIN – Kalangan legislatif meminta gerakan normalisasi sungai, mulai sekarang harus semakin digencarkan.

Menurut Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Isnaini, kepada wartawan, Senin (8/11) dengan tingginya intensitas hujan mengguyur di kota seribu sungai ini, bahkan BMKG memprediksi beberapa daerah di Kalsel termasuk Banjarmasin, menjadi salah satu daerah yang cukup tinggi curah hujan hingga pekan depan, maka Pemerintah Kota
harus semakin gencar melakukan gerakan normalisasi sungai.

“Kami ingin semakin digencarkan program normalisasi sungai warga bersama para Ketua RT, didampingi Lurah setempat,” ucapnya.

Isnaini menjelaskan, berkaca pengalaman di pertengahan tahun 2021 lalu, mulai sekarang sangat penting mengantisipasi bersama-sama dalam mencegah terjadinya musibah banjir, dalam bentuk normalisasi sungai, diseluruh wilayah tidak hanya fokus di tengah kota, namun daerah pinggiran.

“Memang memasuki akhir tahun, biasanya intensitas hujan lebih sering terjadi, dan perlu dilakukan langkah pasti, agar tidak terulang musibah serupa,” jelasnya

Lebih lanjut Politisi Gerindra DPRD Kota Banjarmasin menambahkan, gerakan normalisasi sungai mengupayakan, agar tidak ada di sungai yang tersendat alirannya akibat sampah menumpuk. Selain itu di Kecamatan Banjarmasin Timur, harus mendapat perhatian khusus dalam gerakan normalisasi, karena saat kejadian banjir pada pertengahan tahun 2021 lalu, merupakan kawasan terparah, dari Kecamatan Banjarmasin Utara dan Kecamatan Banjarmasin Selatan.

“Sungai dan drainase harus dilakukan pengecekan secara berkala, jangan sampai saat hujan deras dengan intensitas tinggi, tidak mampu menampung air,” tutupnya
(NHF/RDM/APR)

Kalsel Targetkan 70 Persen Untuk Capaian Vaksinasi

BANJARBARU – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, menargetkan capaian vaksinasi di provinsi ini mampu terealisasi hingga 70 persen pada Desember mendatang.
 
“Saya menaruh harapan besar kolaborasi yang terbangun antar komponen tetap terjalin kokoh. Dimana, untuk realisasi capaian vaksinasi di Kalsel hingga Desember 2021 bisa diangka 70 persen,” ungkap orang nomor satu di Kalsel yang baru mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa (HC) itu, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMA Negeri 2 Banjarbaru bersama Kadisdikbud Kalsel, M Yusuf Effendy dan Kadinkes Kalsel, M Muslim, Senin (8/11) siang.

Meski demikian, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini tetap mengingatkan betapa pentingnya menerapkan 5 M, meski telah mendapat suntikan vaksin.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor saat memberikan sambutan sekaligus menyapa siswa SMA Negeri 2 Banjarbaru pada pelaksanaan vaksinasi.

“Jangan lupa untuk tetap menerapkan prokes, dan kita jangan sampai lengah serta harus tetap waspada. Terutama, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan hingga mengurangi mobilitas,” imbaunya kepada peserta didik di SMA Negeri 2 Banjarbaru.

Usia menggelar Turun ke Desa (Turdes) di 13 kabupaten/kota di Kalsel, Paman Birin menyebutkan, kalau capainnya program vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 36,11 persen.

“Alhamdulilah, di Kalsel secara umum capaian vaksinasinya sudah berada pada angka 44,4 persen. Tentu, saya juga mengapresiasi untuk Kota Banjarbaru yang juga telah mencapai pada kisaran 62 persen lebih dan ini patut di apresiasi baik kepada Wali Kota beserta jajarannya atas kerja kerasnya selama ini,” ucapnya.

Ia optimis, sasaran 70 persen dapat tercapai hingga akhir Desember 2021 mendatang sesuai arahan dari Presiden RI, Joko Widodo.

“Tentu, ini bisa dicapai dengan kerja sama dan kolaborasi yang baik dari berbagai pihak,” tutupnya. (ADPIM-RHS/RDM/APR)

TNI AL – Lanal Banjarmasin Kembali Gelar Pemerataan Serbuan Vaksinasi Maritim

BANJARBARU – serbuan vaksin maritim tersebut kali ini digelar di Desa Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, Senin (8/11).

Saat meninjau vaksinasi,Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut  Herbiyantoko M.Tr Hanla yang diwakili ketua penyelenggara Mayor Laut dr. Meutia Indrasakti menyampaikan, Vaksinasi massal ini merupakan bentuk keseriusan dan komitmen Lanal Banjarmasin untuk mendukung dan mensukseskan program yang dicanangkan oleh Pemerintah secara totalitas, guna menghentikan laju pertumbuhan wabah COVID-19 dan segera memutus mata rantai penyebarannya.

“Dengan aksi kerja nyata ini, semoga pemerataan Vaksinasi terhadap warga cepat tuntas dan musim pandemi cepat berakhir, supaya tercipta tatanan kehidupan yang baru dan masyarakat Kalimantan Selatan bisa beraktifitas kembali normal seperti sedia kala,” ucap dr. Meutia

dr. Meutia menambahkan, saat ini angka kasus penderita wabah Covid-19 di wilayah Kalimantan Selatan secara bertahap sudah mulai bersurut dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah turun di Level Dua, namun tidak menutup kemungkinan penyebaran Virus Corona itu tetap ada dilingkungan masyarakat.

“TNI Angkatan Laut sebagai garda terdepan, dalam hal ini Lanal Banjarmasin kembali menyelenggarakan Serbuan Vaksinasi Maritim secara massal terhadap masyarakat kota maupun warga pesisir, dari usia remaja, pelajar hingga para Manula untuk membangun Herd Immunity (Kekebalan Kelompok),” tutup dr. Meutia.

Sementara itu, salah satu penerima Vaksinasi maritim yakni Nenek Riyam menyampaikan, ia mengucapkan terima kasih kepada Lanal Banjarmasin yang telah bersedia dan berpartisapasi menggelar Vaksinasi massal, diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi warga dan terlindungi dari serangan Virus Corona.

Untuk diketahui, penyelenggaraan Serbuan Vaksinasi Maritim yang ke-57 ini, 148 peserta yang mendaftarkan diri mereke untuk divaksinasi, dengan demikian jumlah keseluruhan sejak awal dimulainya Serbuan Vaksinasi Maritim sampai dengan saat ini, Lanal Banjarmasin sudah berhasil memvaksinasi 18.245 orang. (HUMASTNI-AL-MRF/RDM/APR)

Exit mobile version