Pemprov Kalsel Raih Subroto Award 2021

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali meraih penghargaan  Subroto Bidang Efisiensi Energi (PSBE) 2021. Penghargaan Subroto digelar sejak 2012  merupakan apresiasi pemerintah melalui Kementerian ESDM kepada instansi pemerintah yang berkomitmen kuat dan melakukan aksi nyata melakukan upaya konservasi energi dan efisiensi energi. Untuk tahun 2021, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas PUPR dinobatkan sebagai juara III PSBE kategori perkantoran  pemerintah.

Trofy dan piagam penghargaan diserahkan Direktur Konservasi Energi, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Luh Nyoman Puspa Dewi kepada Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, di Desa Kiram,  Kabupaten Banjar, Senin (29/11).

Dalam sambutannya Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan, penghargaan serupa pada kategori lain telah juga pernah  diterima Pemprov Kalsel sebelumnya, dan diharapkan tahun depan provinsi ini menjadi juara pertama.

“Penghargaan bidang efisiensi energi ini harus dibarengi dengan upaya peningkatan dan inovasi,” ungkap Sahbirin Noor.

Sementara itu Direktur Konservasi Energi, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Luh Nyoman Puspa Dewi mengatakan penghargaan yang diraih Dinas PUPR bisa menjadi teladan bagi dinas-dinas lainnya, bahkan instansi di luar Pemprov Kalsel.

“Keberhasilan ini harus diikuti kantor-kantor yang lain, karena saat ini Kementerian ESDM atau Pemerintah  tengah menggaungkan pengurangan  emisi,” ucap Luh Nyoman.

Puspa menambahkan, ia mengharapkan PSBE menjadi perwujudan atas komitmen Pemerintah dalam program percepatan konservasi energi, yang ditujukan untuk mengarusutamakan sikap-sikap efisiensi energi di masyarakat.

“Hal lain dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan efisiensi energi di Indonesia,” tutupnya.

Untuk diketahui, Penghargaan Subroto terbagi dalam empat kategori, yaitu Kategori A- Gedung Hemat Energi. Kategori B – Manajemen Energi di Industri dan Gedung. Kategori C – Penurunan dan Perdagangan Emisi Karbon di Sektor Energi. Kategori D – Penghematan Energi di Gedung Perkantoran Pemerintah, diikuti oleh Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah. (BIROADPIM/MRF/RDM/RH)

Peduli Lingkungan, Gelora Kalsel Targetkan Tanam 130 Ribu Pohon

BANJARBARU – Isu perubahan iklim dan lingkungan yang menjadi program utama Partai Gelombang Rakyat (Gelora) semakin masif dilakukan. Kali ini dengan program penanaman 10 juta pohon, Partai Gelora siap untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam mengatasi perubahan iklim di Indonesia.

Suasana penanaman pohon di Hutan Kota Banjarbaru

Mengingat, sejak tahun 1995 hingga tahun 2010, Indonesia kehilangan hutan dalam jumlah yang luar biasa, diperkirakan sekitar 2.21 juta hektar setiap tahun. Akibat dari kerusakan lingkungan ini, negara Indonesia mengalami kenaikan suhu hingga 0.9 derajat celcius pada tahun 2020.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Riswandi mengungkapkan kegiatan menanam 10 juta pohon yang dilaksanakan pada peringatan Hari Menanam Pohon Nasional pada Minggu (28/11) melibatkan sekitar 500 ribu lebih kader Partai Gelora di seluruh Indonesia, termasuk di Kalsel.

“Jadi target 10 juta pohon ini akan kami kerjakan selama satu tahun,” katanya.

Di Kalsel, lanjut Riswandi, pihaknya menargetkan akan menanam sebanyak 130 ribu pohon selama satu tahun.

“Kami sudah menanam 500 pohon di hutan kota Banjarbaru. Seharusnya hari ini (28/11) juga akan dilakukan penanaman serentak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Namun karena air naik dan status siaga bencana, kemungkinan akan kita tunda sampai kondisi memungkinkan,” jelas Mantan Legislator DPRD Kalsel ini.

Dengan giat penanaman pohon tersebut, Riswandi berharap, sedikit banyaknya bisa kembali menghijaukan Kalsel dan membirukan langit.

Sementara itu, Sam’ani selaku ketua pelaksana mengungkapkan pihaknya akan segera melanjutkan serbuan pohon di Kalsel. Ia menyatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan siapapun untuk menghijaukan kembali Banua Kalsel.

Untuk diketahui, tanaman yang ditanam dalam kegiatan tersebut adalah semua tanaman hutan. Selain itu, ada pohon jengkol, sengon dan petai. (NRH/RDM/RH)

Propemperda DPRD Kalsel 2022, Ditetapkan Sebanyak 23 Raperda

BANJARMASIN – Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2022 telah ditetapkan sebanyak 23 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

Anggota Badan Pembentukan Perda (BP Perda) DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah menyampaikan Gubernur Kalsel menyampaikan surat tertanggal 22 November 2021 kepada Ketua DPRD Kalsel tentang penyampaian program pembentukan Perda tahun 2022 yang terdiri dari delapan usulan Raperda termasuk tiga raperda dalam daftar kumulatif terbuka.

“Selain itu BP Perda juga telah menerima usulan-usulan Raperda inisiatif dari masing-masing pimpinan komisi DPRD Kalsel sebanyak 15 usulan raperda,” katanya kepada wartawan, belum lama tadi.

Selanjutnya, lanjut Abidinsyah, BP Perda melaksanakan rapat koordinasi dan harmonisasi bersama masing-masing pimpinan komisi DPRD serta Biro Hukum Sekretariat Daerah Kalsel pada 25 November 2021 dimana hasil rapat koordinasi tersebut akhirnya menyepakati usul Raperda dimasukkan dalam Propemperda Tahun 2022 sebanyak 23 buah.

Untuk diketahui, Propemperda DPRD Kalsel tahun 2022 tersebut ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Supian HK, pada Kamis (25/11).

Sementara, beberapa raperda yang masuk dalam Propemperda Kalsel tahun 2022 tersebut, diantaranya Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021, Raperda tentang perubahan APBD 2022, Raperda tentang APBD 2023, Raperda Perubahan Atas Dasar Perda Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, Raperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 9 Tahun 2015 tentang Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalsel Tahun 2015-2035, Raperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 7 Tahun 2018 tentang Revolusi Hijau, Raperda Penanaman Penyertaan Modal Pemprov Kalsel kepada PT Bank Pembangunan Daerah Kalsel, Raperda tentang Penambahan Penyertaan modal kepada PDAM Intan Banjar, Raperda tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat, Raperda tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan, Raperda tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi dan Usaha Kecil, Raperda tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Air Limbah di Wilayah Provinsi Kalsel, Raperda tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase dan Pengendalian Banjir di Wilayah Kalsel, Raperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut, Raperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Stunting, Raperda tentang Pengelolaan Zakat, Raperda tentang Penyelenggaraan Fasilitasi Pondok Pesantren, Raperda tentang Penyelenggaraan Perizinan, Raperda tentang Penyelenggaraan Pariwisata, Raperda tentan Inovasi Daerah, Raperda tentang Penyelenggaraan Perpustakaan, Raperda tentang Pengendalian Usaha Pertambangan dan Bahan Galian C pada Wilayah Sungai. (NRH/RDM/RH)

Pasar Batuah Banjarmasin Akan Direnovasi Total

BANJARMASIN – Dalam waktu dekat ini Pemerintah Pusat melalui Kementrian Perdagangan RI, akan merenovasi total
pasar Batuah yang berlokasi di kawasan Veteran Kelurahan Kuripan Kecamatan Banjarmasin Timur.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, meninjau pasar Batuah

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar kepada wartawan baru baru tadi, saat ini pihaknya sudah melakukan survey ke lapangan, sekaligus mendata jumlah pedagang pasar pasar Batuah, dengan alokasi dana sebesar Rp3,5 miliar.

“Kami beberapa kali survey ke lapangan, dan mendata pedagang sementara yang terkena dampak renovasi ada 150 pedagang,” ucapnya.

Disampaikan Tezar, lahan pasar Batuah ini merupakan milik Pemerintah kota dan cukup luas, dengan demikian dalam renovasi nanti, tentu akan menyesuaikan dengan anggaran yang diberikan dan jumlah kios, diupayakan semua pedagang dapat terakomodir.

“Dalam DED pasar Batuah, hanya satu lantai, dan akan ditata lebih rapi yaitu dibagi perblok dan kategori dagangan, diantaranya nanti ada klasifikasi pedagang buah, sayur, ikan, klontongan, dan konveksi,” ungkapnya

Lebih lanjut Tezar menambahkan, langkah pihaknya saat ini sedang mempersiapkan jadwal untuk sosialisasi kepada warga dan pedagang setempat, tentang rencana renovasi pasar Batuah. Mengingat di lahan itu selain pasar, ternyata kios yang mereka tempati, telah dijadikan sebagai tempat tinggal.

“Kita terus melakukan pendekatan secara persuasif, untuk relokasi sementara dalam pembangunan pasar itu,” tutupnya.

Seperti diketahui, pasar Batuah ini berdiri cukup lama, sehingga bangunannya terlihat sangat tua. (NHF/RDM/RH)

Gerai UMKM Bandara Internasional Syamsudin Noor Resmi Dibuka

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Koperasi dan UKM Prov Kalsel melakukan Grand Opening Gerai UMKM Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin lantai 2 Terminal Keberangkatan di Banjarbaru, Senin (29/11).

Gerai UMKM Bandara Internasional Syamsudin Noor ini merupakan hasil kerja sama antara Angkasa Pura I, melalui salah satu anak perusahaannya Angkasa Pura Retail, dengan Dinas Koperasi & UKM Prov Kalsel dan PT Sarinah.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, diwakili Sekretaris Daerah Prov Kalsel Roy Rizali Anwar, bersama Dirut PT Sarinah Fetty Kwartati meresmikan gerai secara simbolis dengan pemotongan pita.

Sekda Prov Kalsel Roy Rizali Anwar (biru tengah) saat melakukan pemotongan pita bunga

Dengan adanya gerai ini, diharapkan dapat dimaksimalkan oleh pelaku usaha untuk menampilkan produk olahan khas Kalsel.

“Pelaku UMKM semakin termotivasi untuk membuat produk yang kreatif dan memiliki nilai histori produk, dari cara pembuatan, kenapa itu di buat dan apa bahan bakunya,” ucap Roy.

Selain itu, Roy berharap gerai ini dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kembali ekonomi pelaku UMKM yang selama ini tertahan akibat wabah pandemi.

“Pandemi sudah mulai melandai, kegiatan ekonomi juga sudah mulai meningkat, kita harapkan para pelaku UMKM dapat memberikan kontribusinya,” harap Roy.

Di ruang seluas 232 meter persegi, sedikitnya 552 produk olahan dari 99 mitra binaan UMKM Bank Indonesia dan Dinas Koperasi dan UKM prov Kalsel dipasarkan di gerai ini.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM prov Kalsel Gustafa Yandi menyebut, gerai ini merupakan strategi pemerintah provinsi untuk memasarkan produk unggulan khas Kalsel.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel Gustafa Yandi

“Kita mulanya menyurati pihak Angkasa Pura, kemudian dipertemukan dengan PT Sarina karena perusahaan ini merupakan BUMN yang sangat berpengalaman di bidang retail dan kita juga mengundang Bank Indonesia,” jelas Yandi.

Sebelumnya gerai ini sudah dilakukan Soft Opening pada bulan Agustus lalu, namun akibat masih berada dalam masa pandemi, pengoperasian gerai masih belum maksimal.

“Hari ini pandemi sudah mulai melandai, gerai ini sudah bisa kita operasikan secara totalitas terhitung sejak hari ini, kita akan coba tambahkan lagi produk berkualitas yang kita miliki, ” pungkas Yandi.

Turut hadir sebagai undangan pada Grand Opening di antaranya, Direktur Utama PT. Sarinah Persero Feti Kwartati, Vice President Non Aeronautical Business PT AP1 Ahmad Syaugi Shahab, Direktur Utama PT. AP1 Faik Fahmi, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov Kalsel Rahmad Dwisaputra, Kepala SKPD terkait, dan tamu undangan lainnya. (TR21-01/RDM/RH)

Angkat Berat Gelar Kejurprov Untuk Mencari Atlet Berbakat

BANJARMASIN – Untuk mencari bibit atlet berbakat Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Kalimantan Selatan menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) di Kota Banjarmasin, pada akhir pekan tadi.

Ketua Harian PABERSI Kalsel Sumanto mengatakan, digelar Kejurprov ini dalam menjalankan program kerja PABERSI Kalsel.

“Selain itu, Kejurprov Kalsel ini juga dalam rangka mencari bibit bibit atlet angkat berat di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Mengingat, lanjutnya, selama Pandemi COVID-19 kejuaraan angkat berat di Provinsi Kalimantan Selatan tidak dilaksanakan.

Kejurprov Angkat Berat ini diikuti 60 peserta dari perwakilan 9 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementara itu Ketua Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Kalimantan Selatan Bara Pratama Maha Putra mengatakan, atlet atlet berbakat angka berat bermunculan pada ajang Kejuaraan Provinsi Kalsel di Kota Banjarmasin.

Ketua PABERSI Kalsel Bara Pratama Maha Putra (Tengah)

“Pada Kejurprov Angkat Berat kali ini, kami melihat atlet atlet berbakat bermunculan. Atlet atlet tersebut berusia muda,” ucapnya.

Menurut Bara, pihaknya akan melakukan pembinaan lebih lanjut untuk para atlet angkat berat berbakat tersebut, hasil dari Kejurprov Angkat Berat tahun 2021 ini.

Bara berharap, dengan terus dilakukan pembinaan terhadap atlet atlet berbakat angka berat tersebut, maka untuk cabang olahraga angkat berat di Provinsi Kalimantan Selatan tidak ada kekurangan atlet handal.

“Sedangkan, untuk pelaksanaan kejuaraan angkat berat untuk junior di tahun 2022 mendatang, kami masih melihat situasi pandemi COVID-19 terlebih dahulu,” ujar Bara. (SRI/RDM/RH)

Banjir Kembali Rendam HST, Danrem 101/Antasari Kerahkan Prajurit Evakuasi Warga

HULU SUNGAI TENGAH – Dalam rangka mengantisipasi bencana banjir di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Danrem 101/Antasari Brigjen TNl Firmansyah mengerahkan seluruh Prajurit Kodim 1002/HST dan Yonif 621/Manuntung, untuk melakukan evakuasi kepada warga yang terdampak banjir, Minggu (28/11) sore.

Suasana evakuasi warga korban banjir dibantu TNI

“Saat ini wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah dilanda bencana banjir dan hingga saat ini cuaca masih hujan, sehingga debit air masih mengalami kenaikan,” ucapnya.

Menghadapi situasi dan kondisi tersebut, Firmansyah memerintahkan kepada Kodim 1002/HST dan Yonif 621/Mtg untuk terus memantau kondisi air, dan melakukan evakuasi kepada masyarakat yang terdampak banjir, ke tempat yang lebih aman.

“Kepada seluruh anggota yang bertugas di lapangan dan di desa binaan, untuk tetap waspada dan mengutamakan faktor keamanan, guna menghindari kerugian materiil dan perseonel,” pungkasnya.

Adapun lokasi terdampak banjir yaitu Kecamatan Batang Alai Selatan, Pandawan, Haruyan, Barabai, Hantakan, Batu Benawa dan Batang Alai Timur, dengan ketinggian air bervariasi. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa, namun ratusan jiwa terpaksa harus mengungsi. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version