Realiasi PAD BPSMB Disdag Kalsel Sudah Capai 98,59 Persen

BANJARBARU – Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan melalui layanan unggulan Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Kalimantan Selatan hingga Oktober 2021 sudah berada pada realisasi sebesar 98,59 persen.

Kepala BPSMB Disdag Kalsel, Tanwiriah menyampaikan, pencapaian tersebut tidak lepas dengan melandainya pandemi COVID-19 di provinsi ini. Indikasi adanya kenaikan pendapatan juga dipicu padatnya jadwal kegiatan layanan yang dijalankan oleh pihaknya.

“Kami bersyukur, setelah turunnya level PPKM dan kegiatan pun mulai dilonggarkan. Saat ini pun kami kejar tayang baik petugas lapangan maupun di laboratorium,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Senin (1/11) siang.

Terlebih, dia menyampaikan, layanan sampel dan alat untuk pengujian serta kaliberasi dari kabupaten/kota di Kalimantan Salatan bahkan provinsi lain turut menjadi penyumbang PAD yang diakui hingga kini terus mengalami peningkatan.

“Khusus pengujian sampel uji kami sudah berada di kisaran 109,91 persen atau sekitar 1.797 dari target 1.635. Sedangkan, untuk Kaliberasi tercapai 2.156 dari 2.350 alat dengan total persentase 91,74. Ini juga merupakan capaian kinerja kami hingga Oktober 2021,” terangnya.

Sepanjang tahun ini, dirinya mengungkapkan, padatnya jadwal yang dikelola oleh pihak BPSMB Kalsel secara insitu (jemput bola) bukan hanya dari perusahaan saja, melainkan juga dilingkup sektoral pemerintahan di seluruh Kalimantan.

“Petugas kami ini bukan hanya melayani ke berbagai perusahaan, namun, ada yang turun ke kabupaten/kota dan ada juga di provinsi lain. Semoga saja, PAD kami tercapai 100 persen bahkan lebih. Saat ini kami masih menggencarkan program Kaliberasi Keliling yang dilaksanakan secara insitu hingga Desember mendatang,” papar Kepala BPSMB Disdag Kalsel, Tanwiriah.

Dia berharap, tahun ini capaian target realisasi PAD yang dikumpulkan melalui layanan Pengujian dan Kaliberasi dipastikan mampu tercapai. Tak hanya itu, persentase penerimaan Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Kalimantan Selatan kini di angka 98,59 persen.

“Artinya dari awal November hingga Desember 2021 mendatang, kami tinggal menutupi sisa penerimaan sebesar 1,43 persen dari capaian yang sudah ada,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Uncle Birin Cup, Gubernur Kalsel Harapkan Kaum Milenial Cinta Olahraga Tradisional

BANJAR – Pertandingan Open Pencak Silat Remaja Uncle Birin Cup antar perguruan se Kalimantan Selatan (Kalsel) digelar selama tiga hari, 1 – 3 November 2021.

Berbeda dari biasanya, ajang bela diri ini bertempat di salah satu lokasi wisata di Kalsel yaitu Kiram Park. Tak tanggung tanggung, pertandingan ini bahkan diikuti oleh sedikitnya 100 remaja pelajar dari 20 perguruan pencak silat se-Kalsel.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalsel mengatakan, pertandingan seperti ini penting guna meningkatkan jam terbang pengalaman atlet, mengingat pada masa pandemi pertandingan sangat jarang dilaksanakan.

“Kalau mau maju dalam sebuah pertandingan maka harus dengan persiapan, karena kalau maju dengan persiapan maka turunnya pasti dengan penghormatan,” tegas Gubernur yang akrab disapa Paman Birin saat membuka kegiatan pertandingan Pencak Silat Uncle Birin Cup di Kiram Park, kabupaten Banjar, Senin (1/11).

Berhasil meraih prestasi pertama pada ajang PON XX Papua beberapa waktu lalu, Paman Birin berharap Uncle Birin Cup mampu mencetak atlet pencak silat yang berpotensi untuk meraih medali pada PON tahun 2024 mendatang.

“Saya harap pencak silat Kalsel akan bicara banyak pada PON 2024 akan datang. Ini bukan sekadar basa basi, tapi ini menuntut kita harus bergerak dengan latihan,” harap Paman Birin.

Olahraga seperti pencak silat ini, lanjut Paman Birin harus dikuasai dengan latihan terus menerus, sehingga hasilnya akan terbukti saat pertandingan. Sebab itu menurutnya pertandingan seperti ini mampu mengasah atlet Kalsel agar selalu siap dalam setiap medan pertandingan.

“Kita harapkan kaum milenial mencintai olahraga bela diri tradisional khususnya pencak silat. Saya sendiri waktu kecil belajar dengan ayah saya. Mudah mudahan bermanfaat untuk anak-anak kita agar percaya diri dan semakin berilmu,” harapnya lagi.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) provinsi Kalsel, Hermansyah mengaku bangga terhadap animo para pelajar yang sangat tinggi dalam mengikuti kejuaraan ini.

Kepala Dispora Kalsel, Hermansyah

“Seperti yang disampaikan Gubernur Kalsel, dengan banyaknya kompetisi maka kita akan menghasilkan pesilat yang berlaga pada kejuaraan tinggi dan event ini akan terus kita laksanakan,” ungkap Hermansyah.

Perkembangan pencak silat di Kalimantan Selatan menurut Hermansyah sudah sangat bagus. Bahkan dengan tingginya animo perguruan pencak silat dalam melakukan pelatihan, Hermansyah membeberkan di waktu yang akan datang, pihaknya akan meningkatkan ajang kompetensi seperti ini.

“Kita akan terus melaksanakan kompetisi. Jadi kompetisi ini nanti berjenjang, mungkin nanti ada pelajar dan ada mahasiswa, sehingga kita sudah siap pelapis-pelapisnya,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

Status RSGM Gusti Hasan Aman Jadi BLUD, Tertunda

BANJARMASIN – Status Rumah Sakit Gigi dan Mulut, Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, mengalami penundaan untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Hal itu disampaikan Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, Sapta Rianta Hutasoit, kepada Abdi Persada FM di ruang kerjanya, Senin sore (1/11)

Surat penundaan status BLUD RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel

Sapta Rianta Hutasoit menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan dokumen sejak tahun 2018 lalu, kemudian dilanjutkan di tahun 2019.

“Penilaian mulai dilakukan tahun 2020, untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Namun terkendala pandemi COVID-19. Jadi, kami sebenarnya sudah siap menjadi BLUD,” ucapnya

Sapta Rianta Hutasoit menyampaikan, penilaian dilanjutkan kembali di tahun 2021,
bahkan beberapa kali digelar rapat secara online dan offline.

“Kami sempat masuk dalam 10 besar, namun hasil sementara, dari Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Kepala Biro Perekonomian yang tertanggal 20 Agustus lalu, menunda terlebih dahulu sampai tugas pokok, dan fungsi kelembagaan RSGM Gusti Hasan Aman selesai perubahan,” ungkapnya.

RSGM menurut Sapta, saat ini masuk kelas B, hal ini lah yang akan disesuaikan dengan PP 72 tentang kelembagaan. Ada beberapa perubahan dari struktur dan lainnya.

Lebih lanjut Sapta menambahkan, dengan adanya penundaan status menjadi BLUD, pihaknya akan menyiapkan kembali.

“Di sini kami dibantu Kepala Seksi Pelayanan Medis, Kepala Seksi Keperawatan dan Penunjang Medik, Kepala Seksi Sumber Daya Manusia serta Kepala Bagian Tata Usaha. Ini lah harus mengalami penambahan menyesuaikan PP 72 itu tadi. Sehingga apabila ini yang menjadi dasar penundaan status, kita liat nanti,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Jelang Akhir Tahun 2021, Paman Birin Terus Dorong Percepatan Vaksinasi COVID-19

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Dr (HC) Sahbirin Noor tak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dengan bahaya penyebaran COVID-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, meskipun mereka sudah melakukan vaksinasi. Vaksinasi memang salah satu upaya menjaga kekebalan tubuh untuk menangkal serangan virus seperti COVID-19 yang sudah terjadi hampir dua tahun terakhir. Kini pemerintah ujar gubernur, sudah menghadirkan vaksin yang memang sudah lama ditunggu untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kekebalan tubuh dalam menghadapi COVID-19.

“Kita jangan sampai lengah, tetap waspada. Kita tidak ingin ada serangan susulan,” ujar gubernur yang biasa disapa Paman Birin saat peninjauan Gerai Vaksin Presisi Polda Kalsel, di SMAN 7 Banjarmasin, Senin (1/11), yang turut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muhammad Muslim dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalsel, Mujiat serta pejabat Pemprov lainnya.

Di hadapan siswa dan masyarakat yang menjalani vaksin, Paman Birin juga menyatakan keinginan pihaknya melihat masyarakat kembali dengan kegiatan rutin yang normal dan sekolah-sekolah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) kembali.

Karenanya, Ia mendorong SMA/SMK di provinsi ini agar menyiapkan siswa dan guru supaya bisa melaksanakan PTM, salah satunya menjalani vaksinasi. Selain itu, penyediaan perangkat lain dan sarana protokol kesehatan di tempat masing-masing.

Sementara itu, Kadinkes Kalsel, Muhammad Muslim mengatakan, November ini ditarget sudah tervaksin masyarakat di atas 60 persen. Hal ini dilakukan dengan upaya percepatan hingga tingkat kecamatan/desa.

“Dua minggu terakhir, vaksin yang diterima relatif cukup. Kendati dari jumlah yang diterima sekitar 2,4 juta dosis, dibutuhkan 6,3 juta dosis. Untuk target 3,15 sasaran, berarti sekitar 38 persen vaksin yang tersedia dari awal sampai 30 Oktober,” jelas Muslim.

Dikatakan Muslim, Paman Birin sudah meninstruksikan kepada bupati/wali kota se Kalsel agar meminta aparat dalam jajarannya, khususnya para camat agar menyiapkan minimal 500 sasaran per hari.

“Kalau ini berhasil, target kita sampai Desember akan tercapai,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala SMAN 7 Banjarmasin, Arusliadi menyatakan, vaksinasi tidak saja dilakukan bagi kalangan siswa setempat, namun melibatkan siswa dari sekolah lain yang berada tidak jauh dari lingkungan sekolah, ditambah masyarakat umum.

Vaksinasi yang bekerjasama dengan Polda Kalsel itu ujarnya, dalam rangka upaya sekolah untuk bisa melakukan PTM terbatas yang sudah ditunggu-tunggu para siswa dan dewan guru selama ini.

Sampai saat ini ujarnya, siswa SMAN 7 Banjarmasin yang sudah tervaksin mencapai 1.024 orang dan sisanya sebanyak 63 orang karena alasan tertentu dan baru sembuh dari sakit.

“Sementara ini, tidak ada oangtua yang keberataan dengan PTM, jadi kami sangat siap,” ujarnya.

SMAN 7 Banjarmasin sudah menyiapkan sarana protokol kesehatan dan mengatur jarak siswa yang belajar, serta mengatur jadwal pertemuan.

Dikatakan, pihaknya sudah menyampaikan permohonan pelaksanaan PTM terbatas kepada Pemprov Kalsel pada pertengahan Oktober lalu, tinggal menunggu rekomendasi gubernur.

“Dari Dinas Kesehatan dan Satgas COVID-19 Kota Banjarmasin kita sudah terima rekomendasi,” tegas Arusliadi.

Salah seorang siswa SMAN 7 Banjarmasin, Raden Syahputra mengatakan, Ia dan rekan-rekannya sangat berharap segera dilaksanakan PTM, karena pembelajaran secara online dirasakan membatasi proses belajar mengajar.

“Ayo kawan-kawan kita vaksin, supaya sehat dan bisa belajar tatap muka lagi di sekolah,” ajaknya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Kontingen NPC Kalsel Ditarget Masuk 5 Besar Nasional Peparnas Papua

BANJARMASIN – Tinggal hitungan hari lagi, pelaksanaan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua dilaksanakan. Untuk kontingen NPC Kalsel ditargetkan mampu berada diposisi 5 besar nasional pada ajang tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan kontingen NPC Provinsi Kalimantan Selatan bisa tetap mempertahankan predikat minimal sama, sewaktu Papernas di Jawa Barat lalu, yaitu berada di posisi 6 besar.

“Namun, kami mengharapkan Kontingen NPC Provinsi Kalsel pada ajang Peparnas Papua ini dapat berada setingkat lebih tinggi. Yaitu berada di posisi 5 besar secara nasional,” ungkap Hermansyah, kepada sejumlah wartawan, baru baru tadi.

Untuk mencapai hal tersebut, lanjutnya, maka pihaknya meminta doa kepada seluruh masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan untuk kesuksesan atlet NPC Provinsi Kalimantan Selatan yang akan berlaga di Papernas Papua tersebut.

“Kami meminta doa kepada seluruh warga Provinsi Kalsel, untuk mendoakan kesuksesan atlet NPC Kalsel tersebut, agar dapat membanggakan Provinsi Kalsel,” ucap Hermansyah.

Untuk menjaga kesehatan dan stamina atlet NPC Provinsi Kalsel, maka Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel meminta pihak maskapai penerbangan, yang membawa kontingan NPC Kalsel, untuk tidak melakukan transit terlalu lama di Bandara pada saat keberangkatan menuju Papua mendatang.

“Permintaan tersebut disampaikan, karena para penumpang merupakan atlet NPC atau penyandang Disabilitas, maka kondisi mereka perlu dijaga,” ujar Hermansyah.

“Kami menginginkan penerbangan bisa dilakukan sekali jalan saja,” ucap Hermansyah. (SRI/RDM/RH)

Lantik Danyonif 621/Manuntung, Ini Pesan Danrem 101/Antasari

HULU SUNGAI TENGAH – Komandan Korem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah, lantik pejabat baru Komandan Batalyon Infanteri Yonif 621/Manuntung di Mayonif 621/Manuntung, Barabai, Hulu Sungai Tengah, Senin (1/11).

Danrem 101/Ant (tengah) berfoto bersama pejabat lama dan baru Danyonif 621/Manuntung

Letkol Inf Yoga Yastinanda yang saat ini menjabat sebagai Dandodiklatpur Rindam XVIII/Kasuari, menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Danyonif 621/Manuntung kepada Letkol Inf Deny Adhiani Amir, disaksikan oleh Danrem 101/Antasari bersama seluruh pejabat Korem 101/Antasari dan Persit KCK Koorcabrem 101 PD VI/Mulawarman.

Letkol Inf Yoga Yastinanda serta istri mengucapkan permohonan maaf dan terima kasih atas kerjasama selama dinas di Yonif 621/Manuntung dan mohon doa untuk tugas dinas selanjutnya.

Sementara itu, Letkol Inf Deny Adhiani Amir mengatakan, dalam menjalankan tugas sebagai Danyonif 621/Manuntung yang baru, berharap dapat melaksanakan tugas dan perintah yang diberikan secara baik dan bertanggung jawab.

” Saya ucapkan selamat datang dan selamat bertugas di jajaran Korem 101/Antasari. Yonif 621/ Manuntung merupakan bagian dari masyarakat, yang keberadaannya tidak terlepas dari dinamika pada kehidupan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu Komandan satuan dituntut mampu menanamkan pada diri setiap prajurit,  akan arti pentingnya menciptakan kemanunggalan TNI-Rakyat, dengan tidak meninggalkan jati dirinya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara professional,” ucap Danrem 101/Antasari kepada pejabat baru.

Lebih lanjut Firmansyah meyakini dan percaya / dengan berbekal pengalaman tugas sebelumnya, pejabat yang baru dilantik akan mampu memimpin Batalyon Infanteri 621/ Manuntung.

‘Melanjutkan dan meningkatkan berbagai macam keberhasilan yang telah dicapai selama ini,” pungkasnya.

Acara ini dilaksanakan secara terbatas, dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Berkinerja Baik, Tiga SKPD Ini Raih Apresiasi Tindak-Lanjut SP4N LAPOR

BANJARBARU – Tiga SKPD di Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berhasil mendapatkan apreasiasi atas kecepatan dalam menindalanjuti aspirasi masyarakat melalui Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat SP4N LAPOR.

Foto bersama usai pemberian penghargaan oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

Pemberian apresiasi ini diserahkan langsung oleh Gubernur Kalsel Dr (HC) Sahbirin Noor, pada apel gabungan awal bulan bertempat di Halaman Setdaprov Kalsel, Senin (1/11).

Gubernur Kalsel saat memimpin apel gabungan awal bulan

Tiga SKPD tersebut adalah Badan Keuangan Daerah  dengan laju tindak lanjut 0,6 hari, diikuti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dengan laju tindak lanjut 0,8 hari, serta Dinas Perhubungan dengan angka 0,9 hari.

Paman Birin (sapaan akrab Gubernur Kalsel Sahbirin Noor) mengatakan, penghargaan ini sangat penting terutama terkait upaya Pemprov Kalsel dalam mewujudkan pembangunan partisipatif dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

Pengintegrasian sistem pengaduan masyarakat ke dalam SP4N LAPOR adalah salah satu cara yang dilakukan Pemprov Kalsel agar mengedepankan aspek kepuasan masyarakat selaku subjek pelayanan publik.

“Aspek kepuasan ini menjadi ukuran standar pelayanan yang ideal, sebagaimana amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik,” ujarnya.

Paman Birin juga meminta kepada seluruh SKPD di Pemprov Kalsel agar memanfaatkan SP4N LAPOR untuk membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat serta merespon secara cepat jika ada pengaduan dari masyarakat.

“Penghargaan kepada SKPD dengan pengelolaan tindak lanjut pengaduan masyarakat ini diharapkan dapat memotivasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menjaga kepentingan masyarakat dalam mengakses pelayanan publik,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai mengatakan penghargaan ini diberikan sesuai dengan arahan Gubernur Kalsel untuk merangsang setiap SKPD dalam merespon pengaduan masyarakat.

“Jadi ini tindak lanjut dari keinginan Bapak Gubernur Paman Birin, untuk memperbaiki serta merangsang SKPD yang memberikan pelayanan publik agar memberikan respon cepat terhadap pengaduan masyarakat yang masuk melalui SP4N LAPOR,” pungkasnya. (ASC/RDM/RH)

Exit mobile version