Ratusan Benda Pusaka Dipamerkan Museum Wasaka

BANJARMASIN – Sebanyak ratusan benda pusaka dipamerkan, berasal dari museum Wasaka, museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, museum Rakyat Hulu Sungai Selatan serta Komunitas Pecinta dan Pelestari Pusaka Kalsel.

Salah satu benda pusaka di pameran temporer

Ketua Komunitas Wasaka Korwil Banjarmasin Rahmadi, kepada Abdi Persada FM, Selasa (12/10) mengatakan, pihaknya mengapresiasi diikutkan dalam pameran temporer, yang  diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui bidang kebudayaan seksi cagar budaya dan permuseuman provinsi Kalimantan Selatan, untuk memperingati hari museum Indonesia pada 12 Oktober 2021. Karena ada sekitar 70 koleksi benda bersejarah dipamerkan, sedangkan sisanya dari museum.

Ketua Komunitas Wasaka Korwil Banjarmasin, Rahmadi

“Benda pusaka dipamerkan mulai dari keris, parang, belati, pisau, dan sumpit,” ucapnya.

Haji Adi (sapaan akrabnya) menyampaikan, dengan adanya pameran temporer ini,  bertujuan untuk lebih memberikan pengenalan kepada seluruh masyarakat, tentang senjata tempo dulu dan memberi edukasi bagi regenerasi.

“Kami berharap, melalui pameran ini warg akan lebih mengenal benda bersejarah peninggalan para pejuang, dan mengetahui makna dari sebuah senjata,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung dari Kota Banjarmasin Aminah mengatakan, dirinya baru pertama kali ke pameran temporer, dan ternyata senjata tradisional bukan hanya digunakan untuk berperang, namun bisa menjadi pelindung diri, salah satunya kegunaan wafak dan babatsal.

“Selama ini hanya mengetahui cerita dari nenek moyang, namun dengan pameran, meliat secara langsung yang disampaikan cerita dari mulut ke mulut,” tutupnya.

Selain pameran, beragam rangkaian juga dilaksanakan, seperti seminar kajian parang dan forum diskusi pecinta dan pelestari senjata tradisional Kalimantan Selatan, serta diskusi permuseuman museum Lambung Mangkurat, dilanjutkan penampilan madhihin sanggar karamunting Disdikbud Hulu Sungai Selatan.

Untuk diketahui, museum Wasaka menggelar pameran temporer di halaman, yang berlokasi di Jalan Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara. Para pengunjung juga diberikan hiburan, melalui melalui lomba sumpit, masing-masing peserta dibatasi, dengan hadiah hiburan. (NHF/RDM/RH)

Pelajari Pengelolaan Layanan Perpustakaan dan Pustakawan, IPI Kalteng Kunjungi Perpus Palnam

BANJARMASIN – Sebanyak 5 orang Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Wilayah Kalteng melakukan kunjungan ke Perpustakaan Palnam milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan. Kunjungan mereka yang dilaksanakan pada Rabu (12/10) tersebut dalam rangka kaji banding pengelolaan layanan perpustakaan serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pustakawan di Kalsel. Rombongan IPI Kalteng diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel Nurliani.

Suasana Kunjungan IPI Kalteng ke Perpustakaan Palnam

Dalam sambutannya, Kadispersip Kalsel yang akrab disapa Bunda Nunung ini menyampaikan bahwa pengembangan SDM Pustakawan sangat diakomodir di Perpustakaan Palnam.

“Hal ini tentu dalam rangka meningkatkan minat baca dan pembangunan literasi di Kalsel,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (PD) IPI Kalteng, Yose Hernando mengucapkan terima kasih atas kesediaan Dispersip Kalsel menerima kunjungan kerja mereka. Ia juga memberikan apresiasi terhadap pengembangan layanan perpustakaan dan peningkatan SDM Pustakawan di Kalsel.

“Strategi Kalsel dalam merangkul Pustakawan akan menjadi percontohan untuk IPI Kalteng di masa akan datang,” ungkapnya.

Selain berdiskusi, rombongan PD IPI Kalteng dibawa berkeliling melihat layanan perpustakaan di Perpustakaan Palnam. Mereka sangat terkesan atas perubahan yang sangat signifikan dibanding lima tahun sebelum kepemimpinan Bunda Nunung.

“Hal ini mencerminkan Kadispersip dapat memberdayakan Pustakawan dan Menghidupkan DPD IPI secara signifikan,” jelas perwakilan IPI Kalteng.

Menanggapi hal itu, Bunda Nunung kembali menyampaikan bahwa setiap Dispersip di seluruh Indonesia mempunyai karakteristik yang berbeda beda seperti bangunan, SDM, lokasi, yang bisa menjadi unggulan untuk peningkatan pembangunan literasi dan minat baca di daerah masing-masing,

“Tetaplah semangat mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan profesi pustakawan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dispersip Kalsel juga menerima kunjungan Dispersip Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalteng pada Selasa (28/9) serta Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalsel pada Kamis (7/10) lalu. (HUMASDISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)

Tingkatkan Pemahaman Petugas Verifikasi Bokar, Disdag Kalsel Gelar Bimtek

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan bersama Direktorat Standarisasi dan Pengendalian Mutu menggelar bimbingan teknis, dengan petugas mutu bahan olah karet alam spesifikasi teknis Bokar (SIR), di salah satu hotel di Banjarmasin, Selasa (12/10).

Suasana bimbingan teknis petugas mutu bahan olah karet alam spesifikasi teknis Bokar (SIR)

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, kepada wartawan mengatakan, untuk memberi pemahaman dan meningkatkan verifikasi, mengenai peraturan menteri perdagangan nomor 39 tahun 2019 tentang pengendalian mutu bahan olah karet alam spesifikasi teknis yang diperdagangkan, maka perlu diberikan bimbingan teknis, agar tercipta mutu Bokar (SIR) yang sesuai standar dari dipersyaratkan dalam Permendag tersebut.

Foto bersama dengan puluhan peserta Bimtek, secara luring dan online

“Bimtek ini kami gelar sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas bahan olah karet di Kalimantan Selatan, karena saat ini lahan karet terluas kedua setelah Provinsi Sumatera,” ucapnya.

Birhasani menjelaskan, saat ini dalam produktivitas karet masih belum maksimal, terutama kualitas olahannya sangat perlu ditingkatkan, agar hasil bahan untuk ekspor nanti bisa berkualitas standar SNI, sehingga perlu peran besar dari Kabupaten dan Kota, yaitu petugas verifikasi dan petugas pemeriksa sesuai dengan peraturan yang ada.

“Kita minta keterlibatan partisipasi dari Kabupaten dan Kota sebagai yang memiliki wilayah perkebunan,” katanya.

Lebih lanjut Birhasani menambahkan, Kalimantan Selatan hanya mampu maksimalkan produksi karet kurang 1 ton pertahun dari perhektar, maka ini perlu menjadi perhatian Dinas terkait, termasuk juga petani pekebun yang memiliki lahan.

“Dengan luasan lahan yang besar harus mampu diimbangi, dengan produksivitas yang tinggi”, tutup Birhasani.

Dalam bimtek ini, beberapa narasumber memberikan pemaparan diantaranya Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, Koordinator Bidang Bimbingan dan Sarana Mutu Direktorat Standarisasi dan Pengendalian Mutu Donny Adityawan, serta Balai Penelitian dan Teknologi Karet Sherly Hanifarianty.

Untuk diketahui, bimbingan teknis diikuti puluhan peserta secara luring dan online melalui meeting zoom, yakni 38 peserta petugas verifikasi, dan 41 petugas penguji (SIR), selama dua hari mulai 12 – 13 Oktober 2021. (NHF/RDM/RH)

Calo CPMI Diharap Dapat Dikasuskan

BANJARBARU – Pencegahan keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor terus dilakukan oleh UPT Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Banjarbaru, Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah.

Sepanjang tahun ini hingga awal Oktober 2021, sedikitnya ada 6 kali penggagalan telah dilakukan dengan total 17 calon tenaga kerja.

“Pencegahan ini dilakukan karena yang bersangkutan akan berangkat melalui jalur non-prosedural atau ilegal,” ujar Kepala UPT BP2MI Banjarbaru, Amir Hakim Abdi Sihotang belum lama ini.

Namun Amir menyayangkan, dari banyaknya penertiban yang telah dilakukan, belum ada satupun calo atau sponsor yang diamankan hingga diproses di pengadilan.

“Belum pernah lagi kita (mengungkap kasus pengiriman PMI non-prosedural),” ungkapnya

Untuk memberikan efek jera, Amir menginginkan adanya penegakan hukum terhadap pelaku pengiriman PMI secara ilegal.

“Makanya kami berharap kalau ada lagi upaya pencegahan bisa sampai upaya penuntutan biar ada efek jera,” harapnya.

Amir berujar, selama menjabat sebagai Kepala BP2PMI Banjarbaru, Ia menargetkan ada kasus pengiriman tenaga kerja keluar negeri non-prosedural yang berhasil dikasuskan hingga meja hijau.

“Harus ada pecah telur untuk Kalselteng,” lanjutnya.

Ia juga mengaku, telah melakukan audiensi dengan Kapolda Kalsel perihal ini. Amir pun mengkalim telah mendapatkan dukungan terhadap upaya penindakan bagi calo yang sudah merugikan banyak pihak ini.

“Saya menghadap langsung ke Kapolda, beliau sangat mendukung sekali pengungkapan kasus ini,” ucapnya.

Pihak kepolisian, lanjut Amir, tentu mempunyai trik-trik khusus dalam mengungkap setiap kasus.

“Mereka kan punya trik-trik khusus, paling tidak di-BAP-lah dulu,” harapnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat tidak berangkat ke luar negeri untuk bekerja melalui jalur tidak resmi.

“Ikut yang resmi saja, jangan mudah percaya dengan para calo,” imbaunya.

Amir menuturkan, ada berbagai kerugian yang sangat mungkin terjadi apabila masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri melalui jalur non-prosedural, seperti tidak mendapatkan upah yang sesuai hingga mengancam keselamatan.

“Misalnya perjanjian ditempatkan di Arab Saudi, ternyata malah ditempatkan di Suriah atau negara konflik lainnya, ini kan sangat merugikan,” pungkasnya. (ASC/RDM/RH)

DPRD Kalsel : Pelaku Usaha Perkebunan Wajib Miliki Izin

BATOLA – Setiap pelaku usaha perkebunan baik usaha bududaya maupun usaha pengolahan hasil perkebunan atau usaha industri pengolahan hasil perkebunan dengan kapasitas pabrik wajib memiliki izin pengelolaan usaha perkebunan dan izin pendukung lainnya. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Hasanuddin Murad saat mensosialisasikan Peraturan Daerah Provnsi Kalimantan Selatan Nomor 2 Tahun 2013 kepada puluhan warga Kelurahan Ulu Benteng Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala (Batola), Senin (11/10).

Suasana Sosper 2/2013 oleh Anggota DPRD Kalsel, Hasanuddin Murad

Politisi kawakan Partai Golongan Karya tersebut menambahkan, dalam Perda ini antara lain mengatur perizinan usaha perkebunan, diantaranya izin untuk perkebunan rakyat terdiri atas STD-B (Surat Tanda Daftar Budidaya) berlaku untuk luas lahan lebih dari empat hektar dan kurang dari 25 hektar dalam satu hamparan serta STD-P (Surat Tanda Daftar Usaha Industri Pengolahan hasil Perkebunan) berlaku bagi usaha industri pengolahan hasil perkebunan berkapasitas dibawah batas minimal.

“Jadi harapan saya setiap pelaku usaha perkebunan agar mempelajari lebih dalam lagi tentang isi Perda Nomor 2 Tahun 2013 ini sehingga mengerti dan paham apa yang menjadi hak dan kewajibannya,” ucap mantan Bupati Batola 2 periode ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Barito Kuala, Suwartono menambahkan, Perda ini secara garis besar mencakup atau meliputi pengaturan pengelolaan pembangunan perkebunan baik untuk investasi maupun perkebunan rakyat.

Dan sesuai kewenangan, pihaknya menerbitkan Izin Usaha Perkebunan terintegrasi Pabrik (IUP), Izin Usaha Perkebunan Budidaya (IUP-B) dan Izin Usaha Perkebunan Pengolahan (IUP-P). Termasuk penerbitan STDB sebagai legalitas terhadap lahan kebun masyarakat yang membudidayakan komoditas perkebunan seperti sawit, kepala dalam, karet, dan lain-lain.

“Kami juga telah menjadikan Perda ini sebagai landasan untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha perkebunan, terutama ketaatan perusahaan besar swasta (PBS) dalam  hal perizinan, pengelolaan lingkungan hidup, serta tanggungjawab sosial (CSR),” tandasnya. (DPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Komisi I DPRD Kalsel Sosialisasikan Pentingnya Administrasi Kependudukan

BANJARMASIN — Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rachmah Norlias, menggelar sosialisasi peraturan daerah (perda) Provinsi Kalsel Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan pada Selasa, (12/10).

Suasana Sosper Ketua Komisi I DPRD Kalsel Rachmah Norlias

Sosialisasi yang diselenggarakan di “Rumah Alam” Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara ini, menurut Rachmah, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya mengurus dan memiliki berkas administrasi kependudukan.

“Terlebih sekarang untuk mengurus sejumlah administrasi kependudukan bisa menggunakan sistem online. Sehingga dapat diakses secara mudah di mana pun,” katanya.

Sementara itu, salah seorang peserta dalam kegiatan ini, Murni mengatakan pengalamannya bahwa saat ini mengurus KTP dengan mudah.

“Saya sangat mengapresiasi dinas dukcapil, karena saya sendiri merasakan kemudahannya. Waktu itu dalam hal mengurus perubahan foto KTP,” puji Murni.

Karenanya, Rachmah mendorong agar warga segera mengurus dan melengkapi berkas kependudukan, sepertai kartu keluarga, keterangan janda hingga keterangan kematian.

Kegiatan sosper ini kali ini menghadirkan nara sumber yaitu Pemerhati Kependudukan, Norhalis Majid dan Plt. Kabid Pencatatan Sipil Disdukcapil Kota Banjarmasin, Ida Khairiati. (NRH/RDM/RH)

Polda Kalsel Gelar Lomba Bhayangkara Mural Festival 2021, Berhadiah Piala Kapolri

BANJARMASIN – Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) akan menggelar Bhayangkara Mural Festival 2021 Piala Kapolri dengan hadiah puluhan juta rupiah. Tujuan diselenggarakan Bhayangkara Mural Festival 2021 ini adalah untuk memberikan ruang kepada seniman mural, agar dapat menyalurkan bakatnya.

Selain itu, apa yang dibuat ini dalam rangka memberikan inspirasi semangat pergerakan dalam menyampaikan pesan positif melalui media mural.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa’i mengatakan, Bhayangkara Mural Festival (BMF) 2021 ini merupakan festival atau lomba yang diselenggarakan oleh Mabes Polri yang akan dilaksanakan secara serentak oleh Polda se-Indonesia untuk mempertemukan berbagai komunitas dan pegiat mural ke dalam budaya mural Indonesia.

“Point utamanya yaitu untuk komunitas dan pegiat mural agar bisa mempresentasikan karya mereka ke panggung yang tepat,” kata Kabid Humas Polda Kalsel di ruang kerjanya, Selasa (12/10).

Dia menambahkan, untuk tema BMF 2021 ini yaitu “Peran Generasi Muda Untuk Berkreasi Dalam Penyampaian Informasi Yang Positif Di Masa Pandemi COVID-19”.

Sedangkan untuk sub temanya sendiri ada berbagai macam seperti Peduli Sesama Di Masa Pandemi COVID-19, Bersama Menjalankan Prokes, Indonesia Sehat Dan Kuat, Bebas Dari COVID-19, dan Bersama Menjaga Indonesia.

“BMF Polda Kalsel 2021 ini akan dilaksanakan pada 30 Oktober 2021 bertempat di area Kolam Renang SKB Mulawarman, Banjarmasin,” ujarnya.

Untuk pendaftaran dibuka sejak 17 September – 18 Oktober 2021, melalui contact person panitia 0821-2222-8208, atau datang langsung ke Kantor Bid Humas Polda Kalsel Jalan S.Parman Nomor 16, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, untuk Kategori Kelompok maksimal 2 orang.

Pada saat mendaftar, peserta wajib mengirimkan konsep mural (design) dalam bentuk PDF dalam satuan ukuran pixel maksimal 2.500 pixel dengan rasio media ukuran 2.44 m x 3.66 m dan belum pernah dipublikasikan, untuk kemudian diseleksi oleh Dewan Juri yang berkompeten.

“Karena media tembok untuk peserta lomba terbatas jadi tidak semua peserta dapat diakomodir untuk mengikuti lomba BMF 2021. Dewan Juri akan melakukan tahap seleksi penyisihan,” jelasnya.

Selanjutnya, mulai 18 – 20 Oktober 2021, design yang dikirim Peserta akan diseleksi oleh Dewan Juri untuk dipilih lima terbaik untuk dikirim dan diseleksi pada tingkat Mabes.

Kemudian pada 21 Oktober 2021, Mabes Polri akan memilih 1 yang terbaik untuk diikut sertakan pada lomba BMF 2021 tingkat Mabes bersama peserta dari 34 Polda lainnya.

“Sedangkan 4 peserta yang tidak terpilih di tingkat Mabes akan mengikuti lomba BMF Polda Kalsel 2021 bersama peserta yang lolos seleksi Dewan Juri di area Kolam Renang SKB Mulawarman Banjarmasin pada 30 Oktober. Kapolda Kalsel Irjen Pol Drs. Rikwanto bersama Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono dan Pejabat Utama Polda Kalsel akan hadir sekaligus meninjau karya mural peserta sekaligus menyerakan hadiah lomba kepada pemenang. Untuk lebih jelasnya dipersilahkan kepada masyarakat pegiat mural yang ingin mendaftar menghubungi contact person yang tertera,” tutupnya. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

BPBAT Mandiangin Produksi Ribuan Ikan Haruan

BANJAR – Balai Perikanan Budidaya air tawar (BPBAT) Mandiangin Kementerian Kelautan dan Perikanan, memproduksi ribuan bibit ikan air tawar. Salah satu yang bibit yang dihasilkan BPBAT yakni bibit harian. Ikan haruan merupakan ikan khas yang berasal dari Kalimantan dan keberadaannya dialam liar sudah mulai berkurang akibat banyaknya penangkapan oleh masyarakat, dan membuat harga ikan ini meningkat pesat.

Pemijahan ikan haruan di BPBAT Mandiangin

Senin sore (11/10), Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin Andy Artha Donny Oktopura, melalui petugas pembudidaya ikan haruan Balai Perikanan Budidaya air tawar mandiangin Nana menjelaskan, ikan haruan menjadi salah satu komoditi ikan air tawar yang diminati. Diketahui produksi ikan Haruan dari hasil budidaya pada tahun 2020 hanya 10.988 ton. Sementara kebutuhan pertahun di Kalsel sebesar 133.000 ton. Artinya proruksi ikan haruan di Kalsel sangat kurang sekali.

Kolam ikan budidaya ikan haruan BPBAT Mandiangin

“Dari sektor bisnis, budidaya ikan haruan ini cukup menjanjikan. Hal ini dikarenakan permintaan ikan Haruan terus meningkat. Bahkan ikan Haruan selalu menjadi penyumbang Inflasi di Kalsel,” ungkap Nana.

Nana menambahkan, Melihat potensi ikan haruan di air tawar ini, pihaknya terus mengembangkan budidaya dan melatih para petani untuk menjadi petani haruan di beberapa daerah. Termasuk di Kecamatan Balangan dan Kecamatan Hulu Sungai Selatan (HSS).

“Dalam satu bundaran kolam yang berukuran 3×1 bisa menampung sebanyak  3000 ekor bibit ikan haruan dan jika dipanen per kolam bundar menghasilkan satu ton ikan haruan. Disini ada sekitar 20 kolam bundar yang bisa muat 3000 ekor ikan gabus dan Kami terus kembangkan mulai dari pengawinan indukan hingga menjadi anakan dan hingga besar selama delapan bulan,” tutup Nana.

Untuk diketahui, saat Reporter Abdi Persada FM berkunjung ke Balai Perikanan Budidaya air tawar (BPBAT) Mandiangin Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selain budidaya ikan haruan, dipenangkaran ini juga dibudidayakan berbagai ikan jenis air tawar, seperti ikan baung, ikan papuyu, ikan belida, ikan nila, ikan jelawat, dan ikan kelabau. Setiap jenis ikan dibedakan tempat penangkaran serta pengurusnya untuk memaksimalkan proses pembesaran. Ditempat ini pula, para pembudidaya ikan, pelajar, dan mahasiswa/mahasiswi bisa berdatang untuk belajar mengenai tata cara pembudidayaan ikan air tawar. (MRF/RDM/RH)

Dinkes Banjarmasin Terima Vaksin Pfizer Sebanyak 3.705 Vial

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan telah menerima vaksin pfizer, untuk didistribusikan kepada warga Kota Banjarmasin. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi.

“Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin telah menerima vaksin pfizer,” ungkap Machli, kepada sejumlah wartawan, Senin (11/10).

Menurut Machli, setelah menerima vaksin tersebut, pihaknya langsung memberikan vaksin tersebut kepada masyarakat di Kota Banjarmasin.

Pelaksanaan vaksin pfizer di Kota Banjarmasin, dimulai di kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin pada Senin 11 Oktober 2021.

“Dengan adanya jenis  vaksin baru Pfizer ini, kesempatan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin jenis baru tersebut,” ucapnya.

Sedangkan, lanjut Machli, vaksin pfizer mulai didistribusikan ke puskesmas seluruh Kota Banjarmasin, dilaksanakan mulai Selasa 12 Oktober 2021.

“Sejak saat itu maka masyarakat bisa mendapatkan vaksin pfizer di puskesmas yang ada di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Machli mengatakan, vaksin pfizer ini merupakan produk dari Amerika Serikat, memiliki efikasi yang cukup tinggi, bila dibandingkan dengan vaksin sinovac. Namun, kedua vaksin tersebut sama baiknya.

“Semua vaksin yang ada saat ini, sama baiknya. Yang terbaik apabila vaksin COVID-19 selalu tersedia di Kota Banjarmasin,” ucap Machli. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version