SMA Don Bosco, Titik Pantau Pertama Turdes Vaksinasi Bergerak

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor melakukan aksi Turun ke Desa (Turdes) Vaksinasi Bergerak 2021 yang dimulai pada Rabu (6/10). Kegiatan yang dijadwalkan hingga Sabtu (9/10) itu bertolak dari Mahligai Pancasila, langsung menuju SMA Don Bosco Pekauman Banjarmasin, sebagai titik pantau pertama.

Gubernur Kalsel saat tiba di SMA Don Bosco Banjarmasin

Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini mengatakan, kegiatan vaksinasi sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo dalam upaya mencegah menularan COVID-19, karena vaksin mampu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus ini.

Gubernur Kalsel didampingi walikota Banjarmasin, saat menyerahkan bantuan paket sembako kepada peserta vaksinasi

“Begitu kejamnya COVID-19 ini, maka harus jadi musuh bersama kita. Bergotong royong, bahu- membahu,baik pemerintah, swasta, tokoh agama, bersama-sama berdoa semoga COVID-19 ini musnah di muka bumi,” ujarnya.

Rombongan selanjutnya bergerak ke Majelis Ta’lim Habib Ali, Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar, lanjut ke Ponpes Ubudiyah Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Rute selanjutnya SMAN 1 Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, langsung ke Lontar, Kabupaten Kotabaru.
Hari berikutnya, setelah di Kabupaten Kotabaru, SMA yang akan dipantau kegiatan vaksinasinya berlokasi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tabalong, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, dan berakhir di wilayah Kota Banjarbaru.

Kegiatan Vaksinasi Bergerak yang diinisiasi Gubernur Kalsel ini dirangkai aksi pembagian paket bantuan yang dibagikan langsung pada saat vaksinasi.  Isi paket bantuan yang dibagikan antara lain gula, minyak goreng dan bahan sembako lainnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Turdes Vaksinasi Bergerak, Targetkan 22.000 Dosis Vaksin COVID-19 Per Hari

Paman Birin Bagikan 2.300 Paket Sembako

BANJARMASIN – Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan kembali gelar kegiatan Turun Ke Desa (Turdes) ke-8 tahun 2021. Karena berlangsung di masa pandemi COVID-19 ini, maka Turdes kali ini mengusung kegiatan Vaksinasi Bergerak ke-13 kabupaten kota. Tujuannya tidak lain, untuk mempercepat capaian vaksinasi COVID-19 di Kalsel.

Gubernur Kalsel bersama rombongan Turdes Vaksinasi Bergerak saat memulai perjalanan

Turdes Vaksinasi Bergerak berlangsung selama 4 hari, dari Rabu (6/10) hingga Sabtu (9/10). Kegiatan ini resmi dimulai pada Rabu (6/10) pagi, dari halaman gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin yang diikuti sekitar 150 peserta dari unsur Forkopimda dan SKPD lingkup pemerintah provinsi Kalsel.

Dalam arahannya, Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin itu mengatakan,  karena masih dalam masa pandemi COVID-19, maka Turdes kali ini mengusung tema Vaksinasi Bergerak Provinsi Kalimantan Selatan bersama Forkopimda Kalsel.

“Jadi untuk pertama dan kedelapan kalinya kita turun ke desa di 13 kabupaten kota dan kali ini untuk melaksanakan kegiatan vaksinasi dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan – Muhamad Muslim, melalui kegiatan ini diharapkan dapat mencapai target 22.000 dosis vaksin COVID-19 per hari, diseluruh daerah di Kalsel.

“Kita habiskan stok yang ada, sehingga pemerintah pusat juga segera mengirimkan tambahan pasokan vaksin. Dengan begitu, capaian vaksinasi terus meningkat dan herd Immunity di tengah masyarakat segera terbentuk,” ujarnya kepada wartawan.

Selain mempercepat capaian vaksinasi COVID-19, kegiatan Turdes kali ini juga membawa misi kemanusiaan, berupa pembagian paket sembako.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Siti Nuriyani mengatakan, kegiatan Baksinasi Bergerak yang diinisiasi oleh Gubernur Kalsel ini, akan membagikan 2.300 paket sembako.

“Paket bantuan nantinya akan dibagikan langsung oleh Pak Gubernur, baik saat meninjau lokasi vaksinasi maupun dibagikan saat melintasi wilayah 13 kabupaten kota. Itu terserah gubernur nantinya,” jelas Siti.

Siti menuturkan, jika nanti dalam pembagian diminta penambahan paket bantuan, Ia siap untuk mengirim kembali.

“Untuk awal sebesar ini saja dulu, tapi jika perlu tambahan bisa saja ditambahkan nanti,” pungkasnya.

Adapun isi paket bantuan yang akan dibagikan seperti gula, minyak goreng dan bahan sembako lainnya. (RIW-BIROADPIM/RDM/RH)

Enam Pekan Beroperasi, Tes PCR Drive Thru Labkes Kalsel Capai 1.500 Lebih

BANJARMASIN – Antusias masyarakat cukup tinggi terhadap layanan tes PCR dan Antigen Drive Thru kerjasama Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Kalimantan Selatan dengan perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalsel di Banjarbaru.

“Dengan adanya layanan PCR dan Antigen Drive Thru ini, masyarakat dari Banjarbaru dan sekitarnya lebih terbantu karena tidak harus datang ke Banjarmasin untuk melakukan tes,” kata Kepala UPTD Labkes Kalsel, Susi Hermina kepada wartawan, di ruang kerjanya, Senin (4/10).

Ia mengungkapkan selama enam pekan beroperasi, layanan tes PCR Drive Thru tersebut mencapai 1.590 orang atau Rp834 juta lebih dan 154 tes Antigen atau Rp16,9 juta.

“Dalam sehari permintaan tes PCR bisa mencapai 113 tes,” jelas Susi.

Namun, lanjutnya, kerjasama sama Labkes Kalsel dengan BPKP di Banjarbaru telah berakhir pada 1 Oktober 2021 lalu karena dari Banjarbaru juga sudah mulai mampu untuk memberikan pelayanan sendiri.

Sehingga sekarang Labkes sudah kembali melayani tes PCR dan Antigen dalam dua sesi sehari di gedung Labkes di Jalan Bumi Mas Banjarmasin. Untuk Senin sampai Kamis dari jam 07.00-09.00 WITA dan untuk pengambilan sampel. Sementara untuk pengambilan hasil untuk pengambilan sampel sesi pertama jam 14.00-16.00 WITA dan sesi kedua jam 16.00-17.00 WITA.

“Sedangkan untuk hari Jum’at dan Sabtu, layanan tes PCR hanya satu sesi sehari yaitu untuk pengambilan sampel jam 07.00-09.00 WITA dan pengambilan hasil dari jam 14.00-16.00 WITA,” tambah Susi.

Peminat tes PCR, ungkapnya, masih tetap banyak karena digunakan sebagai syarat perjalanan. Sementara untuk antigen mulai berkurang.

“Sekarang kan kasus COVID-19 di Kalsel juga sudah mulai melandai,” kata Susi.

Untuk diketahui, tarif tes PCR pada Labkes Kalsel sendiri sebesar Rp525 ribu dan untuk antigen Rp110 ribu. (NRH/RDM/RH)

Komisi II DPRD Kalsel Dalami Proyek “Food Estate” Pulang Pisau

BANJARMASIN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali mendalami proyek “Food Estate” di Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Senin (4/10).

Pasalnya, Komisi II DPRD Kalsel juga memiliki ruang lingkup tugas di sektor pertanian sehingga sangat berkepentingan untuk melihat dan berkunjung secara langsung ke Kabupaten Pulang Pisau.

“Selain bersilaturahmi, kedatangan kami juga untuk melihat sejauh mana perkembangan pembangunan pertanian di wilayah Pulang Pisau khususnya terkait implementasi program peningkatan penyediaan pangan nasional melalui pengembangan kawasan “Food Estate,” kata Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo kepada wartawan, Selasa (5/10).

Imam berharap, kunjungan kerja tersebut sebagai wahana diskusi dan saling bertukar informasi mengenai pelaksanaan dari program tersebut seperti kegiatan apa saja serta bagaimana bentuk penerapan teknologi yang berjalan untuk nantinya dapat diimplementasikan dan ditularkan kepada kabupaten-kabupaten di Kalsel.

“Apalagi sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu prioritas pembangunan pemerintah provinsi Kalsel saat ini,” jelasnya.

Untuk mewujudkannya, menurut Politisi PDI Perjuangan ini, tentu banyak hal yang perlu terus diupayakan dalam berbagai hal yang membutuhkan penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, petani, hingga stakeholders lainnya.

“Oleh karenanya dalam kesempatan kali ini pula Komisi II ingin menggali informasi mengenai koordinasi yang selama ini dijalankan Kabupaten Pulang Pisau terhadap berbagai pihak sehingga program kegiatan yang dijalankan dapat terealisasi secara optimal,” tambahnya.

Untuk diketahui, tujuan dari penyelenggaraan “Food Estate” (FE) diantaranya untuk mengantisipasi kondisi krisis pangan akibat pandemi COVID-19 dan perubahan iklim serta untuk mengurangi ketergantungan pangan terhadap impor. Sehingga Presiden Joko Widodo memutuskan membangun lumbung pangan di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau Kalteng dengan Program Food Estate. Hal ini penting dilakukan agar Indonesia memiliki cadangan pangan strategis, terutama untuk menghadapi potensi krisis pangan dunia. Pembangunannya bakal dilakukan di lahan potensial seluas 165 ribu hektar yang merupakan bekas Pengembangan Lahan Gambut (PLG) era Presiden Soeharto. (DPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Paman Birin : Terima Kasih TNI

BANJARMASIN – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kalimantan Selatan, selain mengikuti upacara secara virtual di Istana Merdeka Jakarta, juga diisi dengan syukuran yang berlangsung di Mako Lanal Banjarmasin, Selasa (5/10).

Acara dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yakni Komandan Korem 101/Antasari, Kapolda Kalsel, Gubernur Kalsel, Ketua DPRD Kalsel, Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri, Komandan Lanal Banjarmasin. Turut hadir Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin,  jajaran TNI/Polri  dan  undangan lainnya.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, dalam sambutannya mengapresiasi dan menyatakan rasa bangga dengan jajaran TNI yang selalu hadir dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Kepala daerah dikenal dekat dengan rakyat ini mengungkapkan, atas nama rakyat Kalsel mengucapkan terima kasih  atas kontribusi dan jasa TNI.

Dedikasi TNI untuk negara  tidak hanya  di bidang pertahanan keamanan, tetapi juga aktif dibidang sosial membantu rakyat termasuk berkoloborasi dengan POLRI mempercepat penanganan COVID-19.

Indonesia berdiri tegak sebagai Negara merdeka  dan berdaulat  disebutkan Gubernur Kalsel  tidak lepas dari peran TNI yang setia dalam mengabdian untuk nusantara tercinta ini.

TNI ikhlas meninggalkan keluarga demi tugas di wilayah perbatasan hingga luar negeri untuk turut dalam upaya perdamaian dunia.

“Saya pikir, tidak banyak pengabdi-pengabdi di negeri ini yang melebihi kesetiaan TNI dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” ujarnya.

Situasi Banua yang aman dan damai ujar gubernur, belum tentu dirasakan jika tidak ada kehadiran TNI. Karena kondisi aman dan damai itu pula, bisa meneruskan pembangunan secara berkesinambungan dan siuasi inilah yang diharapkan terus terjaga baik.

“Kita juga harus mewaspadai setiap kondisi yang akan menimbulkan keretakan persatuan yang terbina selama ini,” pesannya.

Paman Birin sapaan akrabnya mendoakan semoga TNI terus Berjaya dan tetap profesional dalam bertugas.

Sementara itu, Komandan Korem 101/Antasari, Brigjen (TNI) Firmansyah mengatakan, kontribusi TNI tidak semata dalam operasi militer untuk perang, tapi juga terlibat operasi militer selain perang dan senantiasa menjadi garda terdepan dalam menghadapi setiap ancaman yang mengganggu stabiltas keamanan nasional bersama komponen lainnya, termasuk menghadapi pandemi COVID-19 saat ini.

“Jalinan kerjasama dan sinergiatas yang terparti kuat salama ini, bersama Polri, pemerintah daerah, dan seluruh komponen bangsa, menjadi faktor pendukung keberhasilan tugas pokok TNI,” ujarnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Disdik Kalsel Diminta Aktif Percepat Vaksinasi Pelajar

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan untuk aktif mempercepat vaksinasi bagi pelajar SMA/SMK dan SLB.

Caranya menurut Gubernur, aktif berkoordinasi dan berkoloborasi dengan TNI/ POLRI atau dengan pihak swasta yang membantu pelaksanaan vaksinasi.

Hal ini dikemukakan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat mengunjungi SMAN 5 Banjarmasin, pada Selasa (5/10) siang.

Percepatan vaksinasi itu menurut Paman Birin (sapaan akrab gubernur) untuk syarat Pembelajaran Tatap Muka.

“Saya minta Disdik percepat vaksinasi  bagi pelajar, ini salah satu syarat Pembelajaran Tatap Muka,” katanya.

Disampaikan Paman Birin, percepatan vaksinasi bisa berkolaborasi dengan pihak TNI Polri ataupun dengan  swasta.

“Percepatan vaksinasi bisa bersinergi dengan pihak TNI Polri bahkan menggandeng pihak swasta, ini semua kita lakukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat  termasuk para pelajar,” sebut Paman Birin.

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Banjarmasin Mukhlis Takwin mengatakan, vaksinasi peserta didik sudah mencapai 600 orang dari jumlah 957 siswa.

Menurut Muklis, belum 100 persen capaian vaksinasi di sekolahnya dikarenakan permasalahan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Namun untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya telah berkoodinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil agar semua peserta didik dapat menerima vaksin. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version