19 April 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Pernikahan Usia Dini Masih Terjadi di Kota Banjarmasin

2 min read

Pada saat meninjau pelaksanaan KB Impant dan IUD

BANJARMASIN – Meski jaman semakin maju ternyata pernikahan dini, masih terjadi di Kota Banjarmasin. Oleh karena itu, TP PKK Kota Banjarmasin menggerakkan penyuluhnya untuk terus melakukan sosialisasi resiko pernikahan dini tersebut.

Ketua Bidang 1 TP PKK Kota Banjarmasin Hardiyanti mengatakan, berdasarkan pengamatan pihaknya untuk kasus pernikahan dini di Kota Banjarmasin masih banyak terjadi.

Ketua Bidang 1 TP PKK Kota Banjarmasin Hardiyanti

“Kami melihat masih terjadi pernikahan dini di kota Banjarmasin,” ucap Hardiyanti, kepada sejumlah wartawan, Rabu (8/9).

Menurut istri Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor ini, pernikahan dini ini terjadi, karena banyaknya orangtua yang tidak memiliki pengetahuan, tentang resiko dari pernikahan dini pada usia yang tidak matang tersebut.

“Faktor ketidaktahuan orangtua mengenai resiko pernikahan dini, menyebabkan orangtua masih menikahkan anak mereka pada usia belum memasuki usia menikah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Hardiyanti, tugas dari Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin, untuk memberikan penyuluhan kepada warga tentang bahaya dan resiko pernikahan dini tersebut.

Hardiyanti mengatakan, untuk resiko dari pernikahan dini tersebut, seperti, tidak matangnya alat reproduksi wanita, serta ekonomi yang rendah, sehingga menyebabkan perceraian terjadi.

“Menikah anak pada usia dini tersebut, bisa menimbulkan penyakit yang akan berpengaruh terhadap keturunannya, serta tidak stabilnya ekonomi yang dapat menyebabkan perceraian,” ucap Hardiyanti.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bidang 1 TP PKK Kota Banjarmasin ini juga melakukan kunjungan pelayanan kontrasepsi di mobil pelayanan KB untuk implant dan IUD.

“Kunjungan yang dilakukan ini, dalam rangka turut serta menyukseskan pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) di kawasan Kecamatan Banjarmasin Selatan,” jelasnya

Menurut Hardiyanti, untuk pelaksanaan KB Impant dan IUD di tempat tersebut, mendapatkan antusiasme warga yang ingin ber-KB.

“Pada pelaksanaan KB gratis ini, menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat. Dengan memakai masker, menjaga jarak, serta peserta bergiliran dengan sistem per shif,” ucap Hardiyanti. (SRI/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.