Diskominfo Kalsel dan 13 Kabupaten/Kota, Sepakati Komitmen Kawal Layanan Publik Digital

BANJARBARU – Upaya mewujudkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan aman bagi masyarakat terus digencarkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Keseriusan itu ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama perwakilan Diskominfo dan BAPPEDA dari 13 kabupaten/kota yang mencakup tiga urusan utama. Yaitu komunikasi dan informatika, statistik, serta persandian dan keamanan informasi.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, mengatakan, bahwa transformasi digital menjadi keniscayaan agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses pelayanan publik.

“Salah satunya kita akan melakukan pengawalan pelayanan publik digital melalui semua platform. Ini menjadi tantangan berat bagi kita semua di Dinas Komunikasi dan Informatika,” ujar Muslim usai penandatanganan komitmen bersama, Sabtu (27/9).

Ia menambahkan, dalam mengawal tiga urusan tersebut, Diskominfo baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah keterbatasan SDM yang berkompeten, infrastruktur jaringan dasar, serta ancaman keamanan informasi.

“Meskipun begitu kita masih perlu dukungan terhadap akselerasi ketersediaan dan penguatan SDM, sarana prasarana dasar, serta kolaborasi baik itu dengan TNI/Polri maupun BIN agar sistem keamanan informasi kita bisa dikelola dengan baik. Karena tidak semua serangan siber bisa diatasi oleh Diskominfo sendiri,” jelas Muslim.

Ia berharap, komitmen yang telah ditandatangani ini tidak hanya sebatas dokumen, tetapi bisa menjadi rencana aksi nyata bagi Diskominfo di provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kesepakatan ini kita harapkan menjadi pijakan bersama dalam mengawal tiga urusan Diskominfo, sekaligus mewujudkan pelayanan publik berbasis digital yang aman, cepat, dan efisien bagi masyarakat,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Gelar Pertemuan Dengan Awak Media, Disdikbud Kalsel Bahas Digitalisasi Layanan Hingga Beasiswa Luar Negeri

BANJARBARU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel), menggelar pertemuan bersama awak media yang tergabung dalam Press Room Pemprov Kalsel, di salah satu rumah makan di Banjarbaru, Senin (29/9).

Suasana saat pertemuan Disdikbud Kalsel bersama awak media

Pertemuan ini membahas berbagai rencana strategis, mulai dari penguatan tata kelola pendidikan hingga peluang beasiswa luar negeri bagi siswa berprestasi.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra menyampaikan, pihaknya tengah menyusun sejumlah program prioritas, di antaranya penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Manajemen Guru dan pengembangan aplikasi digitalisasi layanan pendidikan.

“Aplikasi yang sedang dikembangkan ini untuk memperkuat sistem dan integritas layanan digital yang terintegrasi. Saat ini layanan kepegawaian berbasis digital sedang dibangun, termasuk rencana aplikasi keuangan sekolah untuk mendukung sistem penganggaran,” ujarnya.

Disdikbud juga menyoroti masalah angka putus sekolah yang masih cukup tinggi di Kalsel. Menurutnya, penyebabnya beragam, mulai dari faktor ekonomi, pernikahan anak, hingga bullying.

“Strateginya tidak bisa sama. Ada yang harus dibantu beasiswa, hingga advokasi program Paket A, B, atau C,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Galuh Tantri juga menyinggung peluang siswa Kalsel untuk menempuh pendidikan di luar negeri, seperti beasiswa di singapura dan finlandia. Untuk tahap awal, tersedia kuota 100 siswa yang akan diseleksi melalui tes kemampuan akademik, TOEFL/IELTS, hingga wawancara.

“Minimal TOEFL 550. Kami akan dampingi anak-anak mulai dari persiapan ujian hingga wawancara. Namun, tentu semua kembali pada kemampuan siswa, serta kesiapan orang tua untuk melepas anaknya belajar di luar negeri,” katanya.

Selain beasiswa luar negeri, Disdikbud juga menyiapkan skema beasiswa lokal bekerja sama dengan perguruan tinggi di Kalsel dan perusahaan swasta melalui program CSR berbasis spasial.

“Rencana awal ada 500 siswa, tapi kami akan kaji ulang sesuai dengan kebutuhan keuangan tiap siswa,” bebernya.

Ia juga menyinggung permasalahan pemerataan pendidikan di daerah. Beberapa sekolah masih kekurangan siswa, sementara yang lain kelebihan. Solusinya, pemerintah mempertimbangkan opsi pembelajaran jarak jauh atau penggabungan sekolah agar lebih efisien.

“Targetnya jelas, lulusan SMA diarahkan ke perguruan tinggi, sementara lulusan SMK disiapkan untuk langsung bekerja,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Resmi, Korem 101/Antasari Jadi Bagian Kodam XXII/Tambun Bungai

BANJARBARU – Korem 101/Antasari kini resmi berada di bawah komando Kodam XXII/Tambun Bungai. Peresmian alih komando dan kendali (Kodal) itu ditandai dengan Apel Penyerahan Pasukan yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Banjarbaru, Senin (29/9).

Foto bersama saat penyerahan penghargaan kepada prajurit TNI AD terbaik

Sebelumnya, Korem 101/Antasari berada di bawah kendali Kodam VI/Mulawarman. Namun, seiring reorganisasi TNI AD dan pembentukan enam Kodam baru oleh Presiden RI, satuan yang membawahi wilayah Kalsel tersebut, kini resmi bergabung dengan Kodam XXII/Tambun Bungai yang bermarkas di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha menyebut, alih kodal ini merupakan bagian dari rencana strategis TNI AD untuk memperkuat efektivitas dan efisiensi pengendalian pasukan.

“Dengan kondisi geografis Kalimantan Selatan yang luas dan penuh tantangan, langkah ini sangat tepat. Alih Kodal akan membuat pengendalian satuan lebih efektif dan efisien ke depannya,” ujarnya.

Senada, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, menegaskan kesiapannya menerima Korem 101/Antasari sebagai bagian dari wilayah komandonya.

Setelah resmi menjadikan Kalsel sebagai bagian dari teritorial, Kodam XXII/Tambun Bungai akan langsung fokus pada sejumlah agenda strategis. Salah satunya upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Untuk karhutla, meski tren sudah menurun, kita tetap melakukan pemantauan bersama instansi terkait agar tidak berkembang lagi,” jelas Zainul.

Gubernur Kalsel, Muhidin, menyambut baik alih kodal tersebut, meskipun saat ini Makodam masih berlokasi di Palangkaraya.

“Mudah-mudahan tahun 2027 nanti Kalsel punya Kodam sendiri, sesuai rencana pemerintah membangun Kodam di setiap provinsi,” ungkap Muhidin. (SYA/RIW/RH)

Gelar Rapat Pemantapan, Dispar Kalsel Siap Gelar Jambore Pokdarwis se-Kalsel 2025

BANJAR – Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan (Dispar Kalsel), melalui Bidang Pengembangan Destinasi, Seksi Pemberdayaan Masyarakat Wisata, menggelar rapat pemantapan internal terkait pelaksanaan Jambore Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Kalimantan Selatan 2025. Rapat berlangsung di Aula Dispar Kalsel, Senin (29/9) siang.

Rapat dipimpin Plt Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, diwakili Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Wisata, Musrefinah Lediya, didampingi jajaran pejabat dan staf Dispar Kalsel. Selain itu, pertemuan juga dihadiri langsung pihak penyelenggara kegiatan, untuk memastikan kesiapan acara berjalan lancar dan sukses.

Kepada wartawan, usai rapat, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Wisata, Musrefinah Lediya, mengatakan, Jambore Pokdarwis se-Kalsel merupakan agenda tahunan yang diikuti perwakilan kelompok sadar wisata, seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema “Bekerja Bersama, Merangkul Semua Menuju Transformasi Pariwisata Kalsel yang Berkelanjutan dan Mendunia.”

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Wisata, Dispar Kalsel, Musrefinah Lediya

“Tema dipilih sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun sektor pariwisata yang tidak hanya berfokus pada pengembangan destinasi, tetapi juga mengutamakan keberlanjutan serta pemberdayaan masyarakat lokal sebagai pelaku utama pariwisata,” ucapnya

Disampaikan Musrefinah, kegiatan Jambore Pokdarwis se-Kalsel 2025 akan dilaksanakan selama dua hari, mulai 1 – 2 Oktober 2025, dan dipusatkan di Amanah Borneo Park, Kota Banjarbaru.

Dalam jambore ini, para peserta akan mengikuti beragam agenda, mulai dari pelatihan peningkatan kapasitas, diskusi dan pengembangan destinasi. Dimana ini merupakan ajang silaturahmi, tukar pengalaman, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.

“Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) merupakan ujung tombak dalam mendukung transformasi pariwisata,” jelas Lediya

Suasana pembukaan Jambore Pokdarwis se-Kalsel tahun 2024 lalu

Lebih lanjut Lediya menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat peran masyarakat, sebagai garda terdepan pembangunan sektor pariwisata berkelanjutan di Kalimantan Selatan. Pihaknya optimis pariwisata Kalsel dapat semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dunia.

“Adapun materi yang disampaikan tentang penguatan kelembagaan Pokdarwis dan pola kerjasama dengan Pemerintah Desa, peningkatan kapasitas dalam pengelolaan destinasi wisata, peran Pokdarwis dalam digitalisasi pembayaran destinasi wisata, dan Pokdarwis sebagai agen promotor destinasi di era digital,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)

Kunker di Kalsel, Komisi IV DPR RI Kunjungi Balai Perakitan Lahan Rawa

BANJARBARU – Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan, dengan meninjau langsung lokasi Padi Adaptif Lahan Rawa serta Smart Irrigation, pada lahan pertanaman hortikultura di Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP), BRMP Lahan Rawa Banjarbaru, Senin (29/9).

Kunjungan tersebut dalam upaya memperkuat kedaulatan pangan nasional. Kunjungan ini juga menyoroti peran strategis Kalimantan Selatan sebagai pusat inovasi pertanian rawa sekaligus penyedia benih unggul nasional.

Rombongan Komisi IV DPR RI yang dipimpin Mayjen TNI (Purn) Sturman Panjaitan, disambut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, mewakili Gubernur Kalsel, Muhidin. Turut hadir jajaran Balai Perakitan dan Pengujian serta sejumlah pemangku kepentingan sektor pertanian.

Kadis PKP Kalsel (kanan) bersama Anggota DPR RI (Kiri)

Dalam sambutannya, Ketua rombongan Komisi IV DPR RI, Sturman Panjaitan, menyampaikan kekagumannya terhadap kinerja pertanian di Kalsel. Terutama sektor pertanian lahan rawa yang dinilainya sangat potensial untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami datang untuk melihat langsung bagaimana inovasi pertanian rawa dikembangkan. Ini penting karena di sinilah pusat penelitian dan benih unggul yang akan disebar ke seluruh Indonesia,” ujar Sturman.

Ia juga menilai kepemimpinan dan semangat Dinas Pertanian Kalsel sangat inspiratif. Oleh karena itu pihaknya berkomitmen untuk memperjuangkan dukungan anggaran bagi pertanian di Kalimantan Selatan, baik dari Kementerian Pertanian maupun dari lembaga riset seperti BRIN.

“Walaupun Kalsel belum punya wakil di Komisi IV, tapi kami semua adalah wakil rakyat Indonesia. Kami akan perjuangkan potensi dan kebutuhan Kalsel di pusat,” lanjut Sturman.

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, dalam paparannya menyampaikan, bahwa Kalimantan Selatan merupakan provinsi paling serius dalam produksi padi dan cetak sawah di regional Kalimantan. Bahkan, Kalsel secara konsisten menyuplai beras ke Kalimantan Tengah dan Timur.

“Tahun 2024 produksi padi kita tembus 1,029 juta ton. Hingga Agustus 2025, capaian sementara sudah 641 ribu ton. Kami optimistis angka ini akan menembus 1,2 juta ton tahun ini,” ucap Syamsir.

Syamsir juga mengungkapkan bahwa Kalsel mendapatkan alokasi 30.000 hektare program cetak sawah dari pemerintah pusat. Hingga kini, lebih dari 14.000 hektare telah memasuki tahap konstruksi dan sisanya dalam proses kontrak.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian Komisi IV adalah pengembangan padi apung, sebagai solusi pertanian saat banjir. Menurut Syamsir, padi apung mampu menghasilkan hingga 10 ton per hektare dan sangat cocok untuk daerah rawan genangan air.

“Satu-satunya harapan saat banjir adalah padi apung. Kami mohon Komisi IV bisa mengalokasikan dukungan anggaran untuk inovasi ini,” lanjut Syamsir.

Menariknya, dalam pelaksanaan proyek cetak sawah, Pemprov Kalsel menerapkan kebijakan tanpa uang muka. Hal ini dilakukan untuk menghindari praktik manipulatif dan menjamin proyek berjalan sesuai progres.

“Ini langkah kami untuk menjaga kualitas dan menghindari mafia proyek,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/RH)

Gelar Diklat, Pemko Banjarmasin Libatkan Guru Dalam Penanganan Stunting

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Stunting, sekaligus Penyerahan Bantuan bagi anak-anak Stunting, di salah satu hotel di Banjarmasin, Senin (29/09). Diklat dibuka Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, diwakili Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman, didampingi Bunda PAUD Kota Banjarmasin Neli Listriani.

Ikhsan menyampaikan apresiasi, kepada Dinas Pendidikan, khususnya bidang Pembinaan PAUD dan PNF, para narasumber serta tenaga pendidik PAUD yang terus berkomitmen membangun generasi sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Usia dini adalah masa emas (golden age) bagi anak-anak yang sangat menentukan tumbuh kembang generasi penerus,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Ikhsan, penanganan stunting serta penguatan pendidikan anak usia dini yang holistik dan integratif menjadi sangat penting.

“Stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga menyangkut pola asuh, stimulasi perkembangan anak, layanan kesehatan hingga lingkungan belajar yang kondusif,” ucapnya.

Oleh sebab itu, tambah Ikhsan, pendekatan holistik integratif yang melibatkan aspek gizi, kesehatan, pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan anak harus menjadi perhatian bersama.

Melalui diklat ini, diharapkan para pendidik PAUD dapat memperoleh pemahaman lebih komprehensif, tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada perkembangan fisik, mental, sosial, dan emosional anak.

“Semoga lahir sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, pendidik, orang tua, dan masyarakat untuk mencegah stunting serta mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan holistik di Kota Banjarmasin,” ujar Ikhsan.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Banjarmasin Neli Listriani menyampaikan, bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menguatkan langkah menuju target zero stunting.di tahun 2026.

“Dengan adanya diklat stunting dan pemberian makanan tambahan bagi anak-anak, harapannya angka stunting di Kota Banjarmasin dapat berkurang hingga mencapai zero stunting di tahun 2026, sesuai visi dan misi Wali Kota yang ingin mewujudkan kota maju dan sejahtera,” jelasnya.

Ia menegaskan, upaya menurunkan angka stunting tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi harus dikerjakan bersama-sama, baik oleh pemerintah, tenaga pendidik, PKK, posyandu, maupun masyarakat.

“Kami berkolaborasi, khususnya melalui PKK dan posyandu, agar kesehatan anak-anak dapat terus dipantau dan diberikan layanan terbaik. Semoga cita-cita kita bersama menuju zero stunting Insya Allah dapat tercapai,” ucap Neli.

Neli mengatakan, dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap semakin banyak pihak yang terlibat aktif dalam penanganan stunting, sehingga tercipta generasi emas Banjarmasin yang sehat, tangguh dan berdaya saing.

“Semoga penanganan stunting dapat terlaksana sehingga mencapai zero stunting,” ujar Neli. (SRI/RIW/RH)

Panen Raya Kuartal III, Produksi Jagung Polda Kalsel Capai 1.700 Ton

BANJAR – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) terus menunjukkan komitmennya, mendukung ketahanan pangan nasional. Kali ini, Polda Kalsel bersama jajaran Forkopimda melaksanakan panen raya jagung serentak Kuartal III Tahun 2025 di Desa Padang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Sabtu (27/9).

Kapolda Kalsel memasukkan jagung ke mesin pencacah untuk disalurkan ke Bulog.(foto : HumasPoldaKalsel)

Panen dipimpin langsung Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, di lahan seluas kurang lebih 100 hektare. Hasilnya, panen kali ini mencatat peningkatan signifikan dibanding kuartal sebelumnya.

“Berdasarkan data BPS, kuartal pertama kita panen 275,5 ton, kuartal kedua 798,65 ton, dan kuartal ketiga hari ini estimasinya mencapai 1.794,21 ton. Untuk kuartal keempat, proyeksinya bahkan bisa mencapai 3.106,94 ton,” ujar Kapolda.

Kapolda menjelaskan, hasil panen jagung akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan Bulog yang menargetkan penyerapan hingga 9.500 ton per tahun.

“Apabila target Bulog sudah terpenuhi, sisanya akan disalurkan ke offtaker di daerah,” jelasnya.

Hingga kini, Polda Kalsel sudah memiliki lahan lebih dari 12 ribu hektare, dengan sekitar 900 hektare di antaranya telah ditanami jagung. Meski secara geografis Kalsel didominasi lahan basah dengan tingkat keasaman rendah, kerja sama multipihak membuat produksi jagung terus meningkat, sejak dimulai pada Maret lalu.

“Alhamdulillah dengan tekad kuat, data BPS menunjukkan estimasi produksi dan luasan lahan jagung terus meningkat signifikan,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga memberi dukungan penuh. Gubernur Kalsel Muhidin secara simbolis menyerahkan bantuan empat unit mesin panen otomatis (Corn Combine Harvester) untuk mendukung efektivitas produksi jagung di Banua.

“Insya Allah keempat unit tersebut akan tiba awal Oktober nanti,” beber Muhidin. (SYA/RIW/RH)

Berlangsung 4 Hari, Bamara Fair 2025 Suguhkan Pameran Produk Lokal dan Pasar Murah

BANJARMASIN – Memperingati Hari Jadi ke-499, Kota Banjarmasin kembali melaksanakan Bamara Fair 2025, yang menampilkan produk lokal hasil kerajinan pelaku UMKM serta Pasar Murah. Kegiatan ini resmi dibuka Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, diwakili Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Rahim, didampingi Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, di kawasan eks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Sabtu (27/9).

Bamara Fair 2025 resmi digelar ditandai pemukulan gong

Abdul Rahim menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi, terhadap kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Banjarmasin tersebut.

“Dimana pameran ini juga menghadirkan pasar murah, untuk pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok warga Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Abdul Rahim, pameran ini juga untuk mendukung pasar produk UMKM di Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengatakan, bahwa Bamara Fair bukan sekadar pameran, melainkan wadah promosi, edukasi, sekaligus hiburan bagi masyarakat.

Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari pameran produk IKM dan UMKM unggulan seperti kain sasirangan, kriya, dan olahan pangan lokal, hingga pojok pelayanan publik, pasar murah, fashion show, talkshow, serta hiburan rakyat.

“Yang lebih membanggakan, kegiatan ini melibatkan kolaborasi pentahelix. Ada pemerintah, BUMD, perbankan, pelaku usaha, komunitas, hingga Dekranasda se Kalimantan Selatan, bahkan Dekranasda dari Kalimantan Tengah juga ikut hadir,” ungkapnya.

Hal ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan adalah kunci pembangunan, sejalan dengan tema hari jadi tahun ini, Gawi Sabumi Menuju Banjarmasin Maju Sejahtera.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa tujuan utama Bamara Fair adalah mendorong peningkatan transaksi perdagangan, memperluas pasar, dan menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok melalui program pasar murah.

“Program ini diharapkan mampu mendukung pengendalian inflasi serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan itu juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk mendorong tumbuhnya investasi, memperkuat penggunaan produk dalam negeri, serta mengangkat UMKM Banjarmasin agar semakin kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Wali Kota Yamin berpesan, agar seluruh pihak menjaga ketertiban, keamanan, serta kebersihan selama kegiatan berlangsung.

“Terima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh bupati, wali kota, serta Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan dan Kabupaten Seruyan yang telah mendukung penuh terselenggaranya Bamara Fair 2025,” ucap Yamin.

Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Icrom Muftezar mengatakan, kegiatan Bamara Fair tidak hanya menghadirkan stand Dekranasda, tetapi juga ada hiburan bagi pengunjung selama kegiatan tersebut berlangsung.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, dari 27 hingga 30 September. Ada sekitar 130 IKM dan UMKM yang ikut serta, termasuk Dekranasda kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan serta Kabupaten Seruyan dari Kalimantan Tengah. Tak lupa juga hiburan sore hari kita hadirkan,” ungkapnya.

Selain pameran produk unggulan, Bamara Fair juga menghadirkan program tebus murah sembako.

“Setiap hari disediakan 1.500 paket sembako, totalnya 6.000 paket selama kegiatan berlangsung. Antusias masyarakat luar biasa, sejak pukul 08.30 WITA mereka sudah hadir di lokasi,” jelas Icrom.

Kegiatan pembukaan pada Sabtu (27/9), juga diisi penyerahan 25 sertifikat hak cipta motif sasirangan dari Kementerian Hukum kepada Wali Kota Banjarmasin. (ADV-SRI/RIW/RH)

Komdiphoria 2025 Resmi Dimulai, Dorong Generasi Muda Kuasai Transformasi Digital

BANJARBARU – Rangkaian kegiatan Komunikasi Digital Uphoria (Komdiphoria) Tahun 2025 resmi dimulai, sebagai bagian dari Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) se-Kalimantan Selatan, yang berlangsung di salah satu mal terbesar di Banjarbaru, pada Jumat (26/9).

Gelaran ini diawali dengan Kelas Host bertajuk “The Art of Hosting : Seni Menyampaikan Pesan Tanpa Batas” yang menghadirkan narasumber, Aditya Agusta dari lembaga pelatihan Cue Card, yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta.

Usai kelas tersebut, acara dilanjutkan dengan seminar bertema “Dukungan Perangkat Transformasi Digital, Monitoring Isu, Jaringan, SDM Digital, Kebijakan PEMDI, serta Keamanan Informasi.” Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya Product Development PT Media Cepat Indonesia (Rapid Network), Rendy Giantara, Direktur PT Sifatama Selamaya Solusindo South Kalimantan IT, Muhammad Lazuardi Yunanda, serta Head of Creative Production Icons Nusantara, Santika Saraswati Pribadi.

Salah satu penampilan peserta lomba stand up comedy Komdophoria 2025

Tak hanya itu, Komdiphoria 2025 juga dimeriahkan dengan berbagai kompetisi, mulai dari lomba stand up comedy hingga turnamen mobile legends yang memperebutkan hadiah jutaan rupiah.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim melalui Sekretaris Diskominfo Kalsel, Mashudi menyampaikan, bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan berbicara di depan publik sekaligus memahami pentingnya transformasi digital.

“Kami ingin generasi muda memiliki kepercayaan diri dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada publik, serta lebih memahami bagaimana transformasi digital berlangsung,” ujar Mashudi.

Lebih lanjut, Ia menegaskan Komdiphoria juga menjadi sarana untuk mengenalkan peran dan fungsi Diskominfo kepada masyarakat.

“Selain mengenalkan program Diskominfo, kami juga mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat, aman, dan efisien. Kami berharap ada masukan dari masyarakat agar layanan publik berbasis digital di Kalsel bisa semakin lebih baik kedepan,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

WSFest 2025 dan MTN Seni Budaya Resmi Dibuka, Banjarbaru Jadi Panggung Kreativitas Nasional

BANJARBARU – Wabul Sawi Festival (WSFest) 2025 yang dipadukan dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya, resmi dibuka di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru, Jumat (26/9).

Foto bersama saat pembukaan ikon inspirasi MTN Kebudayaan

Mengusung tema “Tahan Apilan Terus Bertahan”, kegiatan ini akan berlangsung hingga Sabtu (27/9) dengan menghadirkan 19 program yang tersebar di 6 titik di Kota Idaman.

MTN Seni Budaya merupakan program prioritas nasional Kementerian Kebudayaan yang bertujuan menjaring, mengembangkan, dan menghubungkan talenta seni budaya Indonesia dengan peluang penguatan kapasitas maupun akses pasar.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, secara resmi membuka MTN Ikon Inspirasi di hadapan ribuan peserta. Ia menegaskan, program ini menjadi langkah strategis dalam mengelola potensi besar anak bangsa di bidang seni budaya.

“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Namun, perlu sistem manajemen talenta yang modern agar para pelaku seni budaya dapat berkembang, mendapat kesempatan yang setara, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” ujarnya.

Mahendra menambahkan, pemerintah menyiapkan wadah pembinaan, akses pendanaan, kesempatan tampil di tingkat nasional hingga internasional, serta jejaring kolaborasi lintas sektor.

“Harapannya, ekosistem seni budaya yang produktif, inklusif, dan berkesinambungan dapat tercipta,” harapnya.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini.

Ariadi menekankan pentingnya generasi muda tidak hanya cakap teknologi tetapi juga berakar kuat pada budaya.

Menurutnya, Wabul Sawi Festival menjadi ruang lahirnya generasi muda yang gemar membaca, menulis, merawat tradisi, dan menerjemahkannya dalam karya kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Festival ini bukan sekadar perayaan seni dan sastra, melainkan ajakan untuk membangun kesadaran bersama bahwa kebudayaan adalah identitas dan kekuatan bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Wabul Sawi Festival, Hudan Nur, menyebutkan kegiatan ini melibatkan puluhan sekolah, komunitas sastra, mahasiswa dari berbagai daerah di Kalsel, serta perwakilan dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Tak hanya itu, festival juga menghadirkan komunitas kampus, UKM, hingga warga binaan Lapas Perempuan yang memiliki talenta menulis.

“Targetnya kegiatan diikuti 1.000 peserta. Kita ingin semua kalangan bisa terlibat, termasuk mereka yang punya potensi namun jarang mendapat ruang tampil,” tutur Hudan yang juga dikenal sebagai penyair.

Program WSFest sendiri dikemas dalam beragam bentuk, mulai dari diskusi Oru (Obrolan Seru), Manyoto Tangah Hari, Malam Imaji, Edutown Selingkung Kota, hingga Antologi Karya Nusantara. (SYA/RIW/RH)

Exit mobile version