Konsisten Dorong Literasi Syariah, BSI Raih Penghargaan Bank Indonesia

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), konsisten ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan peningkatan literasi keuangan syariah di Tanah Air. Sejak hadirnya BSI, peningkatan penetrasi keuangan syariah meningkat menjadi 7-8%. Hal ini dipicu dari konsistensi perusahaan untuk ambil peran dalam kegiatan literasi,inklusi maupun penguatan penetrasi di layanan dan produk perbankan syariah.

Sepanjang pertengahan tahun ini, BSI telah melakukan program literasi di lebih dari 274 kegiatan sekolah tersebar di seluruh Indonesia, dan telah melaksanakan 318 kegiatan edukasi digital yang dipublikasikan melalui platform instagram, Twitter (X) dan facebook. BSI juga masuk dan terjun langsung ke seluruh segmen nasabah agar teredukasi dengan baik.

Terbukti, hal ini juga mendorong kinerja positif BSI. Pada kuartal II/2025, jumlah nasabah BSI mencapai lebih dari 22 juta orang dengan usia beragam dan inklusif, bukan hanya muslim saja yang menggunakan layanan BSI.

Kinerja BSI tumbuh diatas industri. Laba BSI tumbuh solid di angka 10,21% (YOY) mencapai Rp3,74 triliun (audited), menjadikan BSI salah satu bank di Indonesia dengan pertumbuhan tertinggi.  

Rerata indikator kinerja keuangan BSI tumbuh dobel digit. Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh konsisten dengan Tabungan sebagai engine growth, sehingga menjaga komposisi Dana Murah (CASA) di level 61,78% atau Rp199,48 triliun. 

Pembiayaan BSI tumbuh lebih tinggi dari industri perbankan nasional yakni pada level 13,93% (YoY) dengan outstanding mencapai Rp293,24 triliun. Mayoritas pembiayaan dikontribusi segmen Ritel dan Konsumer. Dan perusahaan juga memperkuat transformasi digital melalui IT dan e-channel BSI.

“BSI optimis, angka penetrasi keuangan syariah akan terus melesat jika dibarengi kolaborasi semua pihak,kemudahan akses dalam menjangkau layanan syariah serta tentunya digital savvy dan inklusif untuk seluruh masyarakat”, ujar
Wakil Direktur Utama BSI Bob T.Ananta.

Atas kontribusi aktif BSI, Bank Indonesia menobatkan BSI sebagai Bank Umum Syariah Pendukung Pembiayaan Eksyar Terbaik, dalam rangkaian acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025, Selasa (14/10). BSI dinilai aktif mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan ikut mendorong program Asta Cita Pemerintah termasuk kolaborasi dengan Bank Indonesia. (BSI-RIW/RH)

Perkuat Tata Kelola Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, Dinas PUPR Kalsel Gelar Sosialisasi Perpres Nomor 46 Tahun 2025

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025, tentang Pembaruan Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, di Ruang Rapat Aberani Sulaiman, Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Selasa (14/10).

Kegiatan tersebut diikuti para pejabat pengadaan, pelaku jasa konstruksi, serta pemangku kepentingan terkait, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan implementasi kebijakan terbaru pengadaan jasa konstruksi di daerah, agar proses pembangunan di Kalimantan Selatan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan prinsip transparansi serta akuntabilitas publik.

Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yasin Toyyib, membuka secara resmi kegiatan sosialisasi tersebut. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih, kepada seluruh peserta yang telah hadir serta menegaskan, bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah daerah.

Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yasin Toyyib, (Tengah)

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh peserta dan undangan yang telah hadir. Semoga sosialisasi ini membawa dampak positif bagi pembangunan Banua, khususnya dalam menciptakan sistem pengadaan yang lebih tertib, efisien, dan berkualitas,” ucap Yasin.

Lebih lanjut Yasin menjelaskan, pelaksanaan sosialisasi ini juga mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 8 Tahun 2023, beserta Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Konstruksi Nomor 30/SE/DK/2025, yang mengatur tata cara penyusunan perkiraan biaya pekerjaan konstruksi bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Regulasi ini, jelasnya, merupakan pedoman penting dalam memastikan keterbukaan harga satuan pekerjaan, kejelasan hak dan kewajiban para pihak, serta pengelolaan risiko dalam pelaksanaan kontrak konstruksi.

“Pemahaman yang mendalam terhadap aturan ini menjadi kunci penting untuk menghasilkan kegiatan konstruksi yang berkualitas, tepat waktu, dan memiliki efisiensi biaya. Selain itu, hal ini juga akan memperkuat daya saing pelaku jasa konstruksi di Kalimantan Selatan,” lanjut Yasin.

Yasin berharap, seluruh peserta dapat aktif berdiskusi dan menyerap informasi yang disampaikan dalam kegiatan ini, agar implementasi kebijakan tersebut dapat diterapkan secara optimal di masing – masing instansi dan wilayah kerja.

“Kami berharap sosialisasi ini tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku jasa konstruksi dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” tutup Yasin.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk mendukung implementasi kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang efektif, transparan, dan berkelanjutan, guna mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berdaya guna bagi masyarakat Banua. (MRF/RIW/RH)

Dorong Generasi Cerdas, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan Gelar Program Pelindo Mengajar

BANJARMASIN – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui program “Pelindo Mengajar” yang digelar di SMP Negeri 12 Banjarmasin. Dalam kegiatan ini, Sub Regional Head Kalimantan, Sugiono, hadir langsung sebagai pengajar dan pembicara inspiratif yang mengajak para pelajar untuk berani bermimpi, berinovasi, dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia.

Program Pelindo Mengajar merupakan bagian dari komitmen Pelindo mendukung BUMN Hadir Untuk Negeri, dengan tujuan memberikan wawasan kepada pelajar tentang peran vital BUMN dalam pembangunan nasional, khususnya sektor maritim dan logistik. Melalui pendekatan interaktif dan inspiratif, kegiatan ini menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan memotivasi.

Kegiatan yang diikuti ratusan siswa ini disambut dengan antusias pihak sekolah. Kepala Sekolah SMPN 12 Banjarmasin, Ridhal Eddy Miharto menyampaikan apresiasi, atas inisiatif Pelindo yang tidak hanya berbagi inspirasi, tetapi juga memperkenalkan wawasan baru tentang dunia kepelabuhanan kepada para siswa.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pelindo yang telah hadir membawa semangat baru bagi para siswa. Program Pelindo Mengajar membuka wawasan anak-anak kami tentang dunia kerja dan industri pelabuhan — sesuatu yang mungkin baru mereka kenal hari ini, tetapi sangat penting bagi perekonomian bangsa,” ujarnya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Sub Regional Head Kalimantan, Sugiono, yang memperkenalkan peran strategis Pelindo sebagai pintu gerbang logistik nasional dan bagian penting dari ekosistem BUMN.

Melalui gaya penyampaian yang interaktif, Sugiono mengajak siswa memahami pentingnya pelabuhan dalam mendukung kegiatan ekonomi nasional sekaligus menanamkan nilai kerja keras dan tanggung jawab sosial.

“Belajar bukan sekadar mencari nilai, tapi menyiapkan diri untuk berperan bagi negeri. Dunia terus berubah, dan mereka yang siap belajar akan menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” ujar Sugiono dalam penyampaian materinya.

Dalam sesi pembelajaran, Sugiono menjelaskan berbagai aktivitas di pelabuhan — mulai dari proses bongkar muat, pemanduan kapal, hingga peran tenaga kerja pelabuhan dalam menjaga kelancaran logistik nasional.

Ia juga menggambarkan bagaimana Pelindo menjadi bagian penting dalam rantai distribusi barang yang menghubungkan produsen dan konsumen di seluruh Indonesia.

Siswa tampak antusias ketika Sugiono memperlihatkan contoh jalur perjalanan barang dari pabrik hingga tiba di pelabuhan tujuan.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata dan foto bersama antara pihak Pelindo, sekolah, dan para siswa. Sugiono berpesan agar seluruh pelajar terus bersemangat belajar dan menumbuhkan rasa ingin tahu.

“Tidak ada pelabuhan yang ramai tanpa kerja keras dibaliknya, begitu pula masa depan yang gemilang tak lahir tanpa usaha. Teruslah belajar dan berbuat baik untuk negeri ini,” tutupnya. (Pelindo-RIW/RH)

Tingkatkan Promosi Kesehatan, RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Gelar Baksos di Desa Sungai Danau

TANAH BUMBU – Dalam rangka promosi kesehatan serta peningkatan pelayanan kesehatan luar gedung, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, mengadakan bakti sosial penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut di Desa Sungai Danau, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (13/10)

Sosialisasi baksos

Plt Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Mashuda dalam rilisnya mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalsel melalui Dinas Kesehatan, untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan.

Melalui bakti sosial ini, masyarakat Desa Sungai Danau mendapatkan pemeriksaan gigi dan mulut secara gratis, serta penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak usia dini.

“Tenaga kesehatan juga memberikan edukasi tentang cara menyikat gigi yang benar, pencegahan gigi berlubang, hingga penanganan dini terhadap masalah kesehatan mulut,” ucapnya

Mashuda menjelaskan, selain pemeriksaan, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi pentingnya pemeriksaan rutin, karena banyak penyakit gigi dan mulut yang dapat dicegah apabila diketahui sejak awal.

Foto bersama : sumber humas RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel

RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

“Dengan adanya pelayanan langsung ke desa-desa, seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari program kesehatan yang dijalankan pemerintah daerah,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini, turut serta Kabid pelayanan Efrin Riyadi, dan Kasi Keperawatan dan Pelayanan Non Medik RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Ahmad Junaedi. (RSGM-GUSTIHASANAMANKALSEL-NHF/RIW/RH)

Resmi, Gubernur Kalsel Muhidin Lantik dan Kukuhkan Ratusan PPPK Tahap II

BANJARBARU – Sebanyak 164 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap kedua di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi dilantik dan dikukuhkan Gubernur Kalsel, Muhidin, di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, pada Senin (13/10/).

Foto bersama usai pelantikan dan pengukuhan PPPK Tahap II Pemprov Kalsel

Gubernur Muhidin menegaskan, bahwa pelantikan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab baru sebagai abdi negara yang dituntut untuk memberikan kinerja terbaik bagi masyarakat dan daerah.

Gubernur Kalsel, Muhidin memberikan selamat kepada para PPPK Tahap II

“Jadikan momentum ini untuk mengabdi dengan sepenuh hati dan memberikan hasil kerja terbaik bagi Banua,” ujar Gubernur Muhidin.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, loyalitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Seluruh PPPK diharapkan mampu menunjukkan kinerja yang cepat, tepat, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

“Seluruh PPPK diharapkan bekerja dengan orientasi pelayanan kepada masyarakat. Tunjukkan loyalitas dan integritas dalam setiap langkah pengabdian,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Muhidin mengajak para aparatur yang baru dilantik, untuk terus meningkatkan kompetensi dan etos kerja, agar keberadaannya benar-benar membawa manfaat bagi pembangunan dan kemajuan Kalimantan Selatan.

“Terus tingkatkan kemampuan dan etos kerja. Jadilah aparatur yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.

Adapun dari total PPPK yang dilantik, sebanyak 128 merupakan formasi guru, 36 tenaga kesehatan, serta 6 CPNS lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan ke-32 yang juga menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. (BDR/RIW/RH)

Lantik 11 Pejabat Tinggi Pratama, Gubernur Kalsel Tekankan Kompetensi dan Kinerja

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, resmi melantik 11 Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Penandatanganan SK jabatan oleh pejabat yang baru dilantik

Pelantikan berlangsung di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, pada Senin (13/10), sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas.

Gubernur Muhidin menegaskan, bahwa pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kinerja birokrasi dalam mendukung visi-misi pembangunan Kalsel lima tahun ke depan. Ia juga menyampaikan bahwa proses pengisian jabatan masih akan berlanjut, untuk menutup sejumlah posisi yang belum terisi.

“Masih ada sekitar 12 jabatan yang kosong, dan kita akan segera lakukan lelang jabatan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Selain pejabat dari lingkungan Pemprov Kalsel, beberapa pejabat yang dilantik juga berasal dari daerah, seperti Kabupaten Tabalong, Kotabaru, dan Kota Banjarmasin.

Muhidin meyakini, mereka yang terpilih memiliki kompetensi dan integritas tinggi, untuk membawa perubahan positif di instansi masing-masing.

Meski begitu, Ia juga memastikan akan bersikap tegas, terhadap pejabat yang tidak menunjukkan kinerja memuaskan.

“Jika dalam enam bulan kinerjanya sangat tidak baik, saya tidak akan segan melakukan mutasi bahkan memberikan sanksi berupa non job,” tegasnya.

Salah satu pejabat yang dilantik, Suprapti Tri Astuti, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Kotabaru dan kini dipercaya menjadi Kepala Bappeda Provinsi Kalsel.

Ia mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan Gubernur Muhidin, sekaligus siap berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Meski saya berasal dari daerah, saya akan bersinergi dengan seluruh SKPD di Pemprov untuk membangun Kalsel lebih baik lagi. Tentunya kami akan terus meminta arahan dari Gubernur agar setiap langkah sejalan dengan visi dan misi beliau,” ujar Astuti. (SYA/RIW/RH)

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini, BPBD Kalsel Gelar Edukasi di Sekolah

BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, terus memperkuat edukasi kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan, dengan memberikan pelatihan langsung kepada peserta didik, serta menyusun rencana kontinjensi dan simulasi evakuasi bencana secara berkala.

Edukasi kebencanaan oleh BPBD Kalsel di Sekolah

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa kegiatan edukasi di sekolah menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan.

“Anak-anak merupakan agen perubahan yang dapat membawa pesan kesiapsiagaan ke lingkungan keluarga dan masyarakat,” ucap Bambang, baru-baru ini.

Menurutnya, edukasi bencana bukan hanya sekadar teori, tetapi juga harus dilatih melalui praktik langsung di lapangan.

Karena itu, BPBD Kalsel bekerja sama dengan pihak sekolah dalam penyusunan rencana kontinjensi yang mencakup identifikasi risiko, jalur evakuasi, penentuan titik kumpul aman, serta pembagian peran bagi seluruh warga sekolah.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan setiap sekolah memiliki panduan dan langkah cepat yang harus dilakukan ketika bencana terjadi,” lanjut Bambang.

Selain penyusunan rencana kontinjensi, BPBD juga secara rutin menggelar simulasi evakuasi bencana agar para siswa dan tenaga pendidik terbiasa menghadapi situasi darurat tanpa panik.

Bambang menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BPBD dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan sadar bencana, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai lingkungan pembelajaran yang aman dan siaga bencana di Kalimantan Selatan.

Ia juga berharap, melalui kolaborasi berkelanjutan dengan pihak sekolah, budaya sadar bencana dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat Banua.

“Dengan kesiapsiagaan yang baik, kita tidak hanya mampu mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian materi, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai bencana,” tutup Bambang. (MRF/RIW/RH)

Pastikan Kesehatan Karyawan, LPPL Abdi Persada FM Gelar Medical Check Up

BANJARBARU – Dalam rangka menjaga kesehatan dan mendukung produktivitas pegawai, Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kalsel, menggelar pemeriksaan kesehatan rutin bagi seluruh karyawan dan karyawati, bertempat di kantor Abdi Persada FM di Banjarbaru, Senin (13/10)

Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani menyampaikan, bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah penting untuk mendeteksi kondisi kesehatan karyawan sejak dini.

Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, kadar kolesterol, asam urat, dan gula darah. Syarifah berupaya, akan terus menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh karyawannya

Menurut Syarifah, pemeriksaan kesehatan berkala penting dilakukan agar setiap pegawai dapat mengetahui kondisi tubuhnya dan segera melakukan pencegahan, bila ditemukan gejala penyakit tertentu.

Bahkan direncanakan kegiatan ini, dijadwalkan dilaksanakan tiga bulan atau enam bulan sekali.

Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani

“Kami berharap seluruh pegawai Abdi Persada FM dapat menjaga pola hidup sehat. Bagi yang memiliki tekanan darah tinggi agar rutin minum obat sesuai anjuran dokter, dan bagi yang memiliki keluhan kesehatan lainnya, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” ujar Syarifah Norhani.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah Kalsel, Arlan Prabowo, mengapresiasi langkah LPPL Abdi Persada FM yang peduli terhadap kesehatan para pegawainya.

Ia menilai, inisiatif seperti ini penting untuk diterapkan di berbagai instansi agar kinerja pegawai tetap optimal.

Pelaksana Tugas Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah Kalsel, Arlan Prabowo

“Masyarakat dapat mengurangi konsumsi makanan cepat saji, memperbanyak olahraga, cukup istirahat, serta membiasakan makan buah dan sayur setiap hari,” tutup Arlan.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan berlangsung dengan antusias. Para pegawai tampak aktif mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan dan konsultasi hasil kesehatan yang diberikan oleh tim medis dari Labkesda Kalsel. (NHF/RIW/RH)

Perjuangkan Nasib Nelayan Banua, Komisi II DPRD Kalsel Audiensi ke KKP RI

JAKARTA – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), bergerak cepat menindaklanjuti aspirasi nelayan terkait polemik alat tangkap Lampara Dasar, yang dinilai melanggar aturan.

Rombongan Komisi II mendatangi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Jakarta, akhir pekan tadi, untuk mencari solusi terbaik agar nelayan di Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru tetap dapat melaut tanpa harus berhadapan dengan hukum.

Kunjungan ini dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, dan diterima Ketua Tim Kerja Alat Penangkapan Ikan, Lingga Prawitaningrum, yang mewakili Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP RI.

Pertemuan berlangsung serius namun komunikatif, membahas secara khusus aturan penggunaan alat tangkap pasca diberlakukannya Permen KP Nomor 18 Tahun 2021.

Dalam pertemuan tersebut, Yani Helmi menegaskan, bahwa kedatangan pihaknya ke KKP merupakan bentuk komitmen DPRD Kalsel dalam memperjuangkan keberlangsungan mata pencaharian nelayan di Banua.

Ia menyampaikan bahwa aturan pelarangan penggunaan Lampara Dasar telah menimbulkan keresahan di kalangan nelayan tradisional, terutama mereka yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas melaut.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, baju sasirangan

“Kami datang bukan untuk menentang aturan pemerintah, tetapi untuk mencari solusi yang berkeadilan. Nelayan kami ini bukan kriminal. Mereka hanya ingin tetap bisa bekerja dan menghidupi keluarga,” tegas Yani Helmi.

Ia juga mendorong pemerintah pusat untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif agar ada kebijakan transisi yang memberi kesempatan nelayan memodifikasi alat tangkapnya agar tetap ramah lingkungan namun tetap dapat digunakan.

Menurutnya, penyelesaian persoalan ini harus mengedepankan pendekatan pembinaan, bukan semata penindakan.

“Kalau memang Lampara Dasar dilarang, maka harus ada alternatifnya. Jangan hanya melarang tanpa memberi solusi. Inilah yang kami perjuangkan hari ini di KKP,” ujarnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pihak terkait, antara lain anggota Komisi II DPRD Kalsel, perwakilan DPRD Kabupaten Kotabaru Abu Suwandi, perwakilan DPRD Tanah Laut Endang, Tuti, dan Helda, serta unsur Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kalsel, HNSI Tanah Bumbu dan HNSI Kotabaru.

Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, serta Kepala DKP Kabupaten Kotabaru dan Tanah Laut yang memberikan dukungan teknis terhadap pembahasan ini.

Komisi II berharap hasil audiensi ini dapat menjadi titik awal penyelesaian persoalan nelayan secara menyeluruh dan tuntas. Sesuai dengan kesepahaman dalam pertemuan tersebut, DPRD Kalsel bersama pihak terkait akan terus mengawal rekomendasi teknis dari KKP hingga terbitnya regulasi yang berpihak pada keberlangsungan ekonomi masyarakat nelayan. (ADV-NHF/RIW/RH)

Perkuat Program Kerja, Sekretariat DPRD Banjarmasin Studi Komparasi ke Sekretariat DPRD Malang

MALANG – Dalam rangka meningkatkan kinerja institusi, Sekretariat DPRD Kota Banjarmasin melaksanakan studi komparasi ke Sekretariat DPRD Kota Malang, Jumat (10/10).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat program kerja dewan, agar dapat menghasilkan produk kerja lebih berkualitas di bidang kesekretariatan, dan pelayanan umum.

Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Kota Banjarmasin, Ashadi Himawan menjelaskan, studi komparasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Sekretariat DPRD dalam memberikan dukungan fasilitasi yang optimal, terhadap seluruh kegiatan dan program kerja DPRD Kota Banjarmasin.

Kabag Umum Sekretariat DPRD Banjarmasin, Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Kota Malang (ki-ka)

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menggali praktik terbaik dalam pengelolaan administrasi dan pelayanan kesekretariatan di DPRD Kota Malang. Diharapkan hasilnya dapat diterapkan di lingkungan Sekretariat DPRD Banjarmasin demi peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan,” ujar Ashadi.

Sementara itu, Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Kota Malang, Adi Andrianto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.

Ia menilai studi komparasi ini merupakan langkah positif untuk memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan media.

“Kerja sama yang baik antara sekretariat dewan dan rekan-rekan media sangat penting dalam menyampaikan aspirasi, serta kinerja wakil rakyat kepada masyarakat secara cepat, benar, dan terpercaya,” ungkapnya.

Ketua Forum Wartawan Dewan Kota, Bambang Santoso menambahkan,
kegiatan ini merupakan kesempatan berharga untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam hal pengelolaan kehumasan dan publikasi kegiatan dewan, serta peningkatan kapasitas komunikasi publik lembaga legislatif.

Humas menjadi jembatan antara lembaga dewan dengan masyarakat, media, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Melalui fungsi kehumasan yang kuat dan profesional, citra lembaga dapat terbentuk secara positif dan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan lebih baik,” tutupnya

Kasubbag Humas dan Protokol (ditengah)

Rombongan Sekretariat DPRD Kota Banjarmasin dalam kunjungan ini, dipimpin Sekretaris DPRD, Iwan Ristianto, yang diwakili Kabag Umum Ashadi Himawan, didampingi Kasubbag Humas dan Protokol Erwin Arizona, serta jajaran staf Sekretariat DPRD Banjarmasin. Turut mendampingi pula para wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Dewan Kota (FWDK), diketuai Bambang Santoso. (NHF/RIW/RH)

Exit mobile version