Perawat Non ASN Miliki Jenjang Karier Sama dengan ASN

BANJARMASIN – Saat ini Kementerian Kesehatan memiliki peraturan mengenai pola jenjang karier perawat ASN dan Non ASN dalam Permenkes Nomor 40 Tahun 2021.

Foto bersama tim monitoring dan evaluasi Kemenkes RI bersama Jajaran Petinggi RSUD Ulin Banjarmasin

Oleh karena itu, RSUD Ulin Banjarmasin melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan jenjang karier profesional perawat klinis sesuai Permenkes Nomor 40 Tahun 2021 oleh Pusat Peningkatan Mutu SDM Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, di Aula Utama Gedung Ulin Towes Lantai 8, Jumat (15/10).

Dalam sambutannya Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zoelkarnain Akbar mengatakan, memang diketahui berdasarkan Permenkes tersebut, dimana rumah sakit sebagai tempat berkerja perawat, wajib meningkatkan moral kerja dan peningkatan karier perawatnya, baik ASN maupun Non ASN.

“Untuk di RSUD Ulin sendiri, telah menerapkan Permenkes tersebut,” ucap Izzak.

Menurut Izzak, untuk tenaga perawat di RSUD Ulin Banjarmasin sebanyak 1.000 lebih, dan 50 persen terdiri dari ASN serta 50 persen pegawai BLUD.

“Untuk jenjang karier perawat tersebut, keduanya memiliki kesempatan yang sama,” ucapnya.

Yang membedakan, lanjutnya, dari sumber penggajian saja. Untuk perawat ASN berasal dari pemerintah, sedangkan perawat BLUD berasal dari RSUD Ulin sendiri.

Sementara itu, Ketua Tim Monitoring Pusat Peningkatan Mutu SDM Kementerian RI Sidin Hariyanto mengatakan, untuk perawat Non ASN di Kalsel memiliki kesempatan yang sama, untuk meningkatkan jenjang karier mereka, baik yang bekerja di rumah sakit pemerintah maupun swasta.

“Saat ini kami melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan jenjang karier profesional perawat klinik sesuai Permenkes no 40 tahun 2021 di rumah sakit yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Evaluasi dan monitoring pertama mereka lakukan di RSUD Ulin Banjarmasin, selanjutnya ke beberapa rumah sakit swasta lainnya di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

“Tentunya kedatangan kami bertujuan, untuk melihat pola jenjang karier perawat di daerah, khusus jenjang karier perawat non ASN, apakah sudah berjalan sesuai dengan Permenkes tersebut atau belum,” ucap Sidin. (SRI/RDM/RH)

Satgas COVID-19 Banjarbaru Pastikan Surat Persetujuan Penerbangan Untuk Anak, Gratis

BANJARBARU – Beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan jumlah penumpang bandara internasional Syamsudin Noor. Diketahui selain karena tarif Polymerase Chain Reaction (PCR) yang disesuaikan menjadi maksimal Rp525 ribu, level PPKM di Kalsel yang sudah menurun turut menjadi pengaruh besar meningkatnya para penumpang.

Meskipun masih didominasi oleh para penumpang usia 18 – 40 tahun, namun tak sedikit anak usia di bawah 12 tahun yang turut melakukan perjalanan dengan pesawat.

Di kota Banjarbaru misalnya, Kalakhar BPBD Kota Banjarbaru yang merupakan Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 kota Banjarbaru Zaini Syahranie kepada Abdi Persada FM, Kamis (14/10) mengatakan sejak ditetapkannya status PPKM kota Banjarbaru ke level 2, jumlah permohonan warga berusia di bawah 12 tahun untuk diperbolehkan melakukan penerbangan semakin membludak. Dan karena belum diperkenankan untuk divaksin, agar dapat melakukan penerbangan anak usia dibawah 12 tahun diwajibkan untuk mendapatkan surat persetujuan dari satgas penanganan COVID-19.

“Jadi kurang lebih berjumlah 540 surat perijinan yang kami (satgas penangan COVID-19) berikan untuk warga usia 12 tahun di kota Banjarbaru,” ungkap Zaini.

Membludaknya permintaan surat permohonan penerbangan ini membuat beredar hoaks mengenai tarif yang harus dikeluarkan untuk mendapat persetujuan dari satgas penangan COVID-19 kota Banjarbaru.

“Terus terang kami sampaikan, kami dari satgas penangan COVID-19 kota Banjarbaru tidak memungut biaya 1 (satu) persen pun alias gratis,” tegas Zaini.

Sebelumnya Stakeholder Relation Manager Bandara International Syamsudin Noor Ahmad Zulfian Noor menyebutkan lonjakan penumpang di bulan September mencapai 70 persen di banding bulan Agustus. Dengan destinasi terbanyak ke pulau Jawa dan Bali. (TR21-01/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Utara; Hadapi Transformasi Digital dengan Bijak dan Tepat

HSU –  Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Hadapi Transformasi Digital dengan Bijak dan Tepat” di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kamis (14/10) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ovi Darin yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Pongki Barata yang membahas tentang “Hak Cipta”

“Hak cipta ini merupakan hak moral ataupun hak ekslusif. Saya sebagai pencipta lagu ketika lagu saya digunakan oleh orang lain tanpa menampilkan siapa penciptanya saya berhak menuntut hak cipta saya,” tegasnya

“Setiap sebuah karya dalam bentuk apapun entah itu musik, gambar, maupun hal yang lainnya itu memiliki hak cipta. Kita tidak boleh sembarangan mengambil karya orang lain di internet tanpa menampilkan nama si pencipta karena itu merupakan bentuk cara kita untuk menghargai karya orang lain,” tuturnya

Narasumber kedua, Irwan Rozanie yang membahas materi tentang “Budaya Digital”

Ia memaparkan, budaya merupakan sesuatu yang sudah berkembang dan sudah menjadi kebiasaan yang sulit dirubah.

“Strategi untuk melakukan pembelajaran di era digital kita harus tahu bagaimana membantu siswa untuk belajar, memberikan kesempatan pada siswa untuk berkembang dan berprestasi, membumikan pendidikan karakter, menciptakan lingkungan pendidikan ramah anak, dan mendorong kesadaran anak untuk cakap teknologi atau internet,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Diza Refengga yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Jarimu Harimaumu”

“Semakin berkembangnya zaman, etika dalam dunia digital pun muncul. Sama halnya dalam kehidupan sehari-hari, tentu dalam dunia digital etika pun harus diperhatikan. Di era digital ini ada istilah jarimu harimaumu, yang artinya kita harus berhati-hati dengan apa yang kita ketik di dunia digital karena bisa menjadi hal positif maupun negatif yang harus dipertanggung jawabkan nantinya,” pungkasnya

Terakhir, narasumber Herry Fitriyadi yang meyampaikan materi tentang “Kecakapan Digital”.

“Kemajuan TIK mendorong transformasi digital. Digitalisasi memungkinkan banyak pelaku usaha untuk melakukan usaha mereka lebih efisien, dan menciptakan pekerjaan baru termasuk di sektor tradisional. Teknologi utama saat ini, seperti Internet of Things, jaringan 5G, Cloud computing, Big data analytic, dan blockhain,” Pungkasnya. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Banjar; Cepat Tanggap Lawan Perundungan Digital

BANJAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Cepat Tanggap Lawan Perundungan Digital.” di Kabupaten Banjar, Kamis (14/10) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati Banjar Saidi Mansyur, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dipandu oleh moderator Septi Diajeng, yang menghadirkan narasumber pertama Reza Nangin yang membahas tentang ‘Bijak di Kolom Komen’.

Reza Rangin Mengatakan, tips berbahasa agar tidak menyinggung seseorang di media sosial yaitu harus memahami konteksnya terlebih dahulu dan jangan sembarang mengomentari orang.

“Ketika seseorang posting sesuatu diliat dulu konteksnya, jadi kita tidak perlu asal mengingatkan jika ingin berkomentar memberikan saran usahakan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan jangan bersifat menyinggung,” ucapnya.

Tips dan saran dari Reza agar bijak bermedia sosial ialah, sebaiknya tentukan tujuan untuk bermedsos, dan mengatur jadwal sesuai kebutuhan agar tidak terlalu lama terjebak di medsos.

“Jadi apa yang kita lakukan adalah harus membuang sampah pada tempatnya, Jangan sampai kita jadikan media sosial orang menjadi tempat sampah kita, orangtua dijadikan tempat sampah apa lagi anak kita juga dijadikan sebagai tempat sampah kita itu yang jangan sampai terjadi,” tuturnya.

Narasumber kedua Dyan Nugraha dengan materi tentang ‘Cyberbullying atau Perundungan’.

Dyan mengatakan, bullying atau perundungan merupakan suatu perbuatan negatif yang dilakukan secara berulang, sengaja dan berkelanjutan dalam satu periode waktu dan mengakibatkan korban berada pada posisi yang terintimidasi.

“Lembaga independen ipsos pada tahun 2011 mengatakan bahwa 13 persen dari 43 juta warga Indonesia usia 16 sampai 64 pernah mengalami cyberbullying,” tuturnya.

Dyan menambahkan, menurut undang-undang nomor 35 tahun 2014, pelaku perundungan dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan atau denda 72 juta rupiah.

“Lalu menurut UU no. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU ITE nomor 11 tahun 2008, pelaku perundungan secara cyber dapat dipidana penjara paling lama 6 tahun atau denda maksimal 6 miliar rupiah,” ucapnya.

Selanjutnya narasumber ketiga Angel Meryci dengan materi tentang ‘Digital Ethics: Sudah Tahukah Kamu Dampak Penyebaran Berita Hoax’.

Angel mengatakan, kuatnya arus komunikasi dan informasi di era globalisasi semakin memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi melalui berbagai sarana, terutama internet.

“Hoax merupakan konten yang memuat informasi palsu dan disajikan sebagai berita nyata,” tuturnya.

Kata dia, menurut telematika Indonesia (MASTEL) 2017, saluran penyebaran hoax terbesar di Indonesia adalah melalui media sosial dan aplikasi chatting.

“Dampak berita hoax yaitu, menimbulkan perpecahan, menurunkan reputasi seseorang, tidak lagi percaya fakta, menimbulkan opini negatif, dan merugikan masyarakat,” ucapnya.

Adapun ciri-ciri berita hoax yakni:

1. Berita menimbulkan kecemasan, kebencian atau permusuhan antar satu sama lain.

2. Tidak ada sumber berita jelas yang dapat dipertanggungjawabkan atau klarifikasi.

3. Informasi bersifat menyerang, tidak netral dan berat sebelah.

4. Memiliki judul provokatif yang tidak sesuai dengan isi berita.

5. Memaksa untuk membagikan berita tersebut agar viral.

6. Menggunakan data dan foto fiktif agar berita yang ditulis dapat dipercaya.

7. Ditulis oleh media yang tidak kredibel.

Cara agar terhindar dari berita hoax yaitu,Tidak terpengaruh dengan judul berita yang provokatif, Upayakan membaca berita atau artikel dan menonton video sampai selesai, Kenali link berita yang diakses, Cek keaslian foto kejadian, dan Aktif berdiskusi dengan orang yang dipercayai.

“Ada baiknya ketika kita mendapat informasi disaring dulu sebelum sharing,” tuturnya.

Narasumber terakhir Denny Setiawan dengan materi yang tak kalah menarik tentang ‘cara sederhana menganalisa postingan yang benar; pahami secara utuh agar tidak gagal paham’.

Denny mengatakan, saat ini tiap orang sangat mudah mengakses internet, bahkan anak kecil pun sudah bisa berselancar di dunia maya.

Begitu pula di media sosial, siapa saja bisa melakukan aktivitas di Instagram, Facebook, Tik tok, YouTube, Twitter, mulai dari sekadar iseng, berinteraksi, curhat, serius, bahkan sampai melakukan penipuan.

“Karena pengguna media sosial tidak semuanya cerdas, namun tidak semuanya pula yang bodoh. Dengan istilah-istilah yang sederhana, tentu akan lebih mudah diserap dan dipahami para pengguna media sosial,” tuturnya.

Denny berujar, cukup dengan modal yang namanya Android dan kuota, mereka bisa melakukan posting apa saja pada laman media publik mereka sendiri.

“Saya membayangkan, ketika menjadi seorang reporter di sebuah media publik, baik di media televisi maupun media cetak, itu tidak gampang. Semua butuh seleksi reporter harus melewati masa training agar bisa menayangkan tulisan atau hasil rekaman video di lapangan,” ucapnya.

Kata dia, tiga setengah kalau foto-foto yang berdarah masih di sensor kalau di Facebook, tetapi yang lainnya tak satupun yang disensor. Jadi, ini adalah problem pertama yang harus diatasi pihak-pihak yang berwenang agar tidak semua konten wisata yang di laman-laman media sosial.

“Kalau berbicara undang-undang pers, kaidah jurnalistik, saya pastikan setiap hari ada ratusan pengguna media sosial yang masuk penjara karena menayangkan konten-konten yang melanggar kode etik jurnalis,” ucapnya.

1. Kroscek. Langkah inilah yang harus dilakukan setiap membaca, melihat atau menonton postingan yang muncul di medsos, berbagai postingan, bahkan setiap saat muncul di medsos.

2. Abaikan postingan yang tidak bermanfaat. Apabila menemukan sebuah postingan yang melanggar norma agama atau norma pemerintah, abaikan saja. Postingan itu sudah dipastikan tidak akan bermanfaat, justru akan merugikan.

3. Pahami secara utuh. Sebagian pengguna medsos sering hanya melihat judul pada tulisan, video pada gambar, sehingga ikut berkomentar pun jadi gagal paham.

4. Analisa secara rasional. Analisa setiap postingan secara rasional, Jangan terburu-buru percaya dengan informasi yang tidak masuk akal. (RILIS)

Kasus COVID-19 di Banjarbaru Dipastikan Turun Signifikan

BANJARBARU – Kasus COVID-19 di Kota Banjarbaru mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini diyakinkan Sekretaris Daerah kota Banjarbaru Said Abdullah. Karena disampaikannya, Ia menyaksikan langsung kondisi di Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru, dan ternyata dari puluhan kasur yang disediakan, hanya satu yang terisi.

“Hanya satu bed yang terisi dari 27 bed, dan hari ini pasiennya pulang,” kata Said, Kamis (14/10).

Said juga bersyukur ICU RSD Idaman sudah kosong.

“Alhamdulillah di ICU sudah kosong, dan sebagian peralatannya telah dilepas,” ujar Said menambahkan.

Sekdako Banjarbaru juga menyampaikan, RSD Idaman telah melaksanakan vaksinasi COVID-19 sebanyak 100 orang per hari, dengan cara mendaftar secara online.

“Pasien boleh dikunjungi, jadi masyarakat tidak perlu takut ke rumah sakit,” ucap Said.

Terkait insentif tenaga kesehatan (nakes), Said menjelaskan, Pemko Banjarbaru telah menganggarkan sesuai kemampuan keuangan daerah.

“Sesuai Peraturan Kemenkes, ada kekurangan anggaran, maka dialokasikan pada APBD Perubahan. Kalau persyaratannya sudah dipenuhi, minggu depan sudah dapat dibayarkan,” pungkasnya. (RDM/RH)

23 Paket Proyek di Pemprov Kalsel Dibatalkan

BANJARBARU – Puluhan paket proyek pengerjaan diberbagai instansi pemerintah provinsi Kalimantan Selatan pada 2021 terpaksa dilakukan penundaan.

Penyebabnya karena adanya refocusing anggaran karena dampak pandemi COVID-19 di Banua.

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Setdaprov Kalsel, Rahmaddin menjelaskan, pengerjaan yang telah dan sedang dikerjakan berjumlah 234 paket dari total 265 paket yang masuk.

“Dari itu, ada paket proyek yang masih dalam proses sebanyak 7 paket, dan 1 paket belum tayang. Kalau yang dibatalkan tahun ini karena Refocusing sebanyak 23 paket,” ujarnya Rabu (13/10).

Dirincikannya, dari total 265 paket yang masuk dan diproses dirinci ada tender yang bersumber dari APBD murni sebanyak 168 paket dengan pagu anggaran Rp.530.698.460.568,26 dan realiasi anggaran sebesar Rp.346.393.282.443,61 dengan efisiensi anggaran sebesar Rp. 49.942.467.189,65.

Ada pula, untuk tender yang bersumber dari dana DAK ada 63 paket dengan pagu anggaran Rp.108.450.659.250 dengan realisasi anggaran Rp.93.471.657.373,45 dengan efisiensi anggaran Rp 15.145.506.293,23.

Tander yang bersumber dari dana APBN, lanjut Rahmaddin, ada 3 paket dengan pagu anggaran Rp.1.044.721.200 dengan realisasi anggaran Rp.992.136.600,00 dengan efisiensi anggaran Rp. 52.584.600,-

Sedangkan, tander Batal, ujarnya, ada sebanyak 23 paket terdiri dari 8 paket konstruksi, 9 paket konsultansi dan 6 paket
arang dengan nilai Rp.15.674.330.485.

“dari 23 tender yang batal itu, tiga di antaranya adalah, Kajian Pengembangan Jalan Menuju Ibukota Negara Baru Rp.1.000.000.000,00 (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), kemudian, Pembangunan Laboratorium Kultur Jaringan Rp. 1.458.869.725,00 (Balai Perbenihan Tanaman Hutan), dan ketiga yakni ada Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Roda 4 (empat) Rp. 532.000.000,00 (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah), ” urainya.

Dari data yang ada, karena adanya refocusing sendiri dalam dua tahun terakhir, paket tander yang terlaksana memang menurun. Pada 2019 misalnya, ada 400 paket terlaksana. Kemudian, 2020 turun jadi 315 paket dan 2021 hingga September baru 265 paket. (ASC/RDM/RH)

Kalangan Millenial Mendominasi Kunjungan Pameran Temporer di Museum Wasaka Kalsel

BANJARMASIN – Museum Wasaka menggelar pameran temporer, yang diikuti dari Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan, dan Komunitas Wasaka Korwil Banjarmasin, dengan menyajikan berbagai macam benda bersejarah sebagai koleksi, peninggalan para pejuang dan pahlawan, diantaranya keris, belati, parang, wafak, pisau, sumpit dan replika baju Pahlawan Nasional Pangeran Antasari.

Bidang Kebudayaan, melalui Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Arry Risfansyah, kepada Abdi Persada FM, Kamis (14/10) mengatakan, sejak dibuka selama empat hari, mulai 11 – 14 Oktober 2021, partisipasi pengunjung lumayan banyak, namun lebih banyak didomimasi kalangan millenial seperti para mahasiswa. Hal itu disebabkan, adanya beragam rangkaian acara, mulai dari seminar kajian parang Kalimantan Selatan, bersama Balai Arkeologi dan Asosiasi Antropologi Indonesia, kemudian diskusi dari Forum pecinta dan pelestari senjata tradisional Kalimantan Selatan, tentang pengenalan senjata dari segi hukum dan pandangan masyarakat ,serta diskusi permuseuman dari Museum Lambung Mangkurat, terkait mengenal lebih dekat dengan museum.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

“Kami senang acara ini berjalan lancar, dan semuanya tetap disiplin prokes,” ucapnya.

Arry menjelaskan, kedepan pelaksaan pameran temporer ini akan tetap digelar, untuk lebih memberikan edukasi dan meningkatkan pendidikan melalui pembelajaran sejarah dari peninggalan benda pusaka. Rencananya kalau pandemi COVID-19 melandai, pameran tetap digelar di halaman dan Museum Wasaka akan dibuka, untuk pengunjung tidak dibatasi, serta waktunya sampai malam hari. Mengingat kegiatan ini hanya dimulai dari Jam 09.00 – 16.00 WITA.

“Batasan waktu karena masih PPKM level empat di Banjarmasin, membuat pengunjung lain yang masih bekerja, mengalami kesulitan untuk datang, apalagi kegiatannya bukan di akhir pekan,” jelas Arry.

Sementara itu, Kepala Seksi Cagar Budaya Sejarah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Muhammad Salmani menilai, adanya pameran temporer ini, pihaknya sangatlah mengapresiasi, meski Kota Banjarmasin masih ditetapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level empat, tidak membuat sepi dari pengunjung. Benda yang dipamerkan, berupa senjata yang digunakan para pahlawan pejuang revolusi kemerdekaan di Kalimantan Selatan, hingga yang berusia ratusan tahun peninggalan masa kerajaan. Dirinya berharap, pandemi COVID-19 akan segera melandai, pameran ini akan kembali digelar, tanpa membatasi baik jumlah pengunjung dan waktunya.

Kabid Kebudayaan Erni Yulian Siddiq, didampingi Kasi Cagar Budaya Sejarah, Disdikbud, Kabupaten HSS, Muhammad Salmani

“Dengan ikut sertanya, pameran dari Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan, sebagai bentuk mengenalkan beberapa koleksi yang dimiliki, namun untuk lebih banyaknya ada di Museum sebanyak lima ratus koleksi,” tutupnya

Seperti diketahui, museum Wasaka menggelar pameran temporer di halaman, yang berlokasi di Jalan Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara. Para pengunjung juga diberikan hiburan, melalui melalui lomba sumpit, dan penampilan madhihin dari sanggar karamunting Hulu Sungai Selatan.
(NHF/RDM/RH)

Wawali Banjarbaru : BTPKLW-TNI Diharapkan Dapat Gerakkan Perekonomian Warga

BANJARBARU – Pemerintah Pusat melalui Kodim 1006/Banjar, di Aula serba guna Kodim 1006/Banjar menggelar pemberian Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW-TNI), Kamis (14/10).

Acara ini selain dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 1006/Banjar Letkol Inf. Imam Muchtarom, juga dihadiri Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono, Kapolres Kota Banjarbaru AKBP Nur Khamid, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjarbaru Andri Irawan, Kepala Dinas Koperasi Kota Banjarbaru Muhammad Rustam, serta Camat dan Lurah se kota Banjarbaru.

Dandim 1006/Banjar Letkol Inf. Imam Muchtarom menyampaikan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran bantuan program Pemerintah Pusat yang di peruntukkan untuk pedagang kaki lima dan warung yang terkena PPKM level 4 sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri No. 27 dan No. 28 tahun 2021 yang penyalurannya melalui TNI- POLRI.

“Agar penyalurannya tepat pada sasaran Kodim 1006/Banjar melalui Babinsa di lapangan telah melakukan pendataan serta penginputan data melalui aplikasi, masyarakat yang telah terdata berdasarkan pengamatan para Babinsa tanpa ada usur diskriminatif,” jelasnya Imam.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono menyampaikan, Pemerintah sangat merasakan dampak yang ditimbulkan oleh bencana COVID-19 ini yang mengakibatkan kesulitan ekonomi yang di alami oleh seluruh warga masyarakat, sehingga masyarakat banyak yang kehilangan mata pencahariannya, karyawan yang dirumahkan serta banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang gulung tikar.

“Dengan memahami kondisi seperti itu Pemerintah berupaya menjembatani kebutuhan masyarakat melalui program Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW-TNI) berupa uang tunai dengan sejumlah Rp. 1.200.000,- (satu juta dua ratus ribu rupiah) yang dalam hal ini Pemrintah Kota Banjarbaru bersinergi dengan Kodim 1006/Banjar dalam penyaluran bantuan guna tepat sasaran serta terverifikasi belum pernah menerima bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebelumnya,” jelas Wartono.

Selanjutnya menurut Wartono, penyaluran akan dibuatkan jadwal dengan estimasi 200-300 orang perharinya.

“Semoga dengan bantuan ini diharapkan dapat membantu menggerakkan ekonomi khususnya untuk masyarakat Kota Banjarbaru sebagai modal tambahan usahanya untuk dapat digunakan dengan baik,” harap Wartono. (HUMPRO.BJB-RDM/RH)

Warga Banjarmasin Datangi Dinkes Kota Untuk Dapatkan Vaksin Pfizer

BANJARMASIN – Dengan adanya layanan vaksin pfizer di kota Banjarmasin, membuat warga kota ini antusias untuk mendapatkan vaksin asal Amerika Serikat tersebut.

Warga bervaksin pfizer

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, untuk vaksinasi COVID-19 pfizer saat ini di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, telah membuka layanan agar warga mendapatkan vaksin pfizer tersebut.

“Saat ini vaksin pfizer selain diberikan di Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, kami juga telah menyalurkan kepada puskesmas puskesmas yang ada di kota ini,” ungkap Machli.

Pada layanan vaksinasi di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin ini meliputi, vaksin tahap 1 untuk vaksin pfizer, sedangkan vaksin tahap 2 untuk vaksin sinovac.

“Bagi warga yang ingin mendapatkan layanan vaksin tersebut, bisa mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin serta puskesmas,” ucapnya.

Sementara itu salah satu warga Iwan Kurniawan mengatakan, ia memang memilih untuk bervaksin di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

“Kami memang sengaja memilih bervaksin di Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, untuk mendapatkan vaksin pfizer,” ucapnya.

Iwan mengatakan, begitu mengetahui, di Kota Banjarmasin telah ada layanan vaksin pfizer, maka ia langsung mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, untuk mendapatkan layanan vaksin asal Amerika Serikat tersebut.

Menurut Iwan, mendapatkan layanan vaksin di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin cukup mudah, hanya membawa e-KTP.

Oleh karena itu, lanjutnya, warga Bumi Mas Raya ini mengajak warga lainnya untuk mau bervaksin, bersama sama mencegah paparan Covid-19 dan meningkatkan angka capaian vaksinasi di Kota Banjarmasin.

“Untuk warga Kota Banjarmasin yang belum bervaksin, ayo bervaksin, vaksin itu aman,” ucap Iwan. (SRI/RDM/RH)

Lanal Banjarmasin, Kadin dan Pemkab Banjar Bersinergi Menggelar Serbuan Vaksinasi COVID-19

BANJAR – Bertempat di halaman kantor DPRD Kabupaten Banjar, terlihat ratusan warga memadati kantor rakyat tersebut untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19. penyebaran wabah COVID-19 sudah menjadi fenomena yang menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang di tanah air, khususnya di wilayah Kalimantan  Selatan, walaupun jumlah pasien yang terinfeksi sudah mulai ada penurunan, namun tidak menutup kemungkinan virus tersebut masih ada dilingkungan masyarakat.

Melihat kondisi saat ini, perlu dilaksanakan kesadaran kita semua dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat, guna menangkal dan menghentikan laju penularan Virus Corona yang menjadi musuh bersama.

Untuk menanggapi hal tersebut, kali ini Pangkalan TNI AL (Lanal) Banjarmasin bersinergi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banjar, dan Pemerintah Kabupaten Banjar menyelenggarakan Operasi Serbuan Vaksinasi (Servak) COVID-19 kepada masyarakat maritim (Pesisir) dan masyarakat Kota serta para pelajar bertempat di kantor DPRD Banjar, Kamis (14/10).

Servak dosis pertama dan ke-2 ini menggunakan Vaksin jenis Astra Zeneca untuk usia 18 tahun keatas, dan Vaksin jenis Sinovac yang diperuntukkan bagi yang berusia 13 tahun.

Sebanyak 39 tenaga kesehatan gabungan sekaligus sebagai Tim Vaksinator terlibat dalam kegiatan Servak ini yaitu dari Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin, Dinkes Kota Banjarmasin dan Dinkes Kab. Banjar.

Saat meninjau vaksinasi, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko Hanla mengatakan, kegiatan Operasi Serbuan Vaksinasi Maritim secara massal ini selaras dengan perintah langsung dari Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono, yaitu TNI AL beserta jajarannya agar berperan aktif dalam mendukung dan mensukseskan program pemerintah dalam rangka percepatan dan penanganan penyebaran Wabah COVID-19 secara totalitas dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki.

“Sinergitas dan aksi kerja nyata ini untuk menciptakan Herd Immunity (Kekebalan Kelompok) dilapisan masyarakat, supaya tetap terlindungi dari serangan Virus, sehingga masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan normal menuju tatanan kehidupan yang baru dan sehat,” ucap Herbiyantoko.

Herbiyantoko menambahkan, ia berterimakasih kepada Pemkab Banjar dan Kadin Banjar dikarenakan telah membantu dalam menyediakan tempat serta mendukung atas diadakannya Operasi Serbuan Vaksinasi (Servak) COVID-19 di Daerah Kabupaten Banjar.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Bupati Banjar serta Ketua Kadin Banjar yang telah membantu kami dalam memerangi pandemi covid-19, dengan vaksinasi maka masyarakat tidak perlu takut tertular virus corona,” tutup Herbiyantoko.

Sementara itu, Bupati Banjar Saidi Mansyur dan Ketua Kadin Kab. Banjar juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Lanal Banjarmasin atas Sinergitas yang baik ini, semoga Serbuan Vaksinasi Maritim ini bermanfaat bagi masyarakat Banjar dan sekitarnya supaya secepatnya bisa memutus mata rantai penyebaran Wabah COVID-19 dan mengembalikan putaran ekonomi bisa segera pulih seperti sedia kala.

“Kerja sama ini tidak berhenti sampai disini saja, kedepan akan tetap kita laksanakan secara berkelanjutan,” ungkap Bupati Kabupaten Banjar.

Dilanjutkan Saidi Mansyur, Masyarakat Banjar masih sedikit yang melaksanakan vaksinasi, hal ini dikarenakan kurangnya dosis vaksinasi di Daerah ini, sehingga kami menyambut baik adanya Servak COVID-19 dari Lanal Banjarmasin.

“Pendistribusian vaksinasi COVID-19 di seluruh indonesia masih belum teratur, hal ini dikarenakan untuk Banjar, sangat banyak masyarakat yang belum divaksinasi akibat kurangnya dosis vaksinasi untuk daerah ini. Bahkan, masyarakat yang sudah melaksanakan vaksinasi covid-19, hanya sebesar 20 persen saja. Kami mengharapkan terdapat berbagai bantuan untuk pengadaan vaksinasi covid-19 di daerah ini, sehingga peningkatan ekonomi masyarakat pun, dapat tercapai,” tutup Saidi Mansyur.

Untuk diketahui, Servak kali ini menyiapkan 1000 dosis untuk peserta Vaksinasi, sejauh ini Lanal Banjarmasin sudah berhasil menyelenggarakan Servak yang ke- 47 dan mencapai 16.580 orang (Vial),

dengan hasil yang sighnifikan ini menunjukkan bentuk keseriusannya dalam memutus mata rantai Pandemi COVID-19. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version