Kalsel Raih Posisi 4 Besar Peparnas Papua, Paman Birin: Membanggakan!

BANJARBARU – Perhelatan akbar  Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021, Sabtu (13/11) resmi ditutup langsung Presiden RI Joko Widodo.

Hasilnya tuan rumah Papua berhasil menjadi juara umum dengan meraih total 295 medali, dengan rincian 127 emas, 87 perak, dan 93 perunggu.

Angka ini mengungguli Jabar yang berada di posisi kedua dengan 110 emas, 92 perak, dan 75 perunggu. Jawa Tengah berada di urutan ketiga dengan 89 emas, 60 perak, dan 76 perunggu.

Dan paling mengejutkan posisi keempat ditempati Provinsi Kalimantan Selatan dengan rincian medali, 41 emas, 43 perak dan 47 Perunggu.

Untuk skala regional di Pulau Kalimantan, Kalsel tercatat satu satunya daerah yang berhasil masuk empat besar nasional peraih medali terbanyak.

Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) Sahbirin Noor S.Sos, MH, atau Paman Birin, saat dikonfirmasi mengungkapkan syukur mendalam atas keberhasilan tim dan  para  atlet perparnas Kalsel hingga mengharumkan nama baik daerah.

“Saya ucapkan selamat dan sukses kepada seluruh para atlet, dan pelatih atas perjuangan hebat, meski di tengah keterbatasan mampu meraih prestasi gemilang.  Kami semua bangga dan salut,”  ucapnya, pada Minggu (14/11).

Paman Birin memuji semangat dan perjuangan para atlet Peparnas 2021, hingga mampu menyabet peringkat empat, daerah peraih medali terbanyak.

Gubernur kelahiran 12 November 1967 ini mengapresiasi perjuangan tanpa kenal lelah seluruh atlet, meski di tengah segala keterbatasan.

Gubernur Kalsel ini juga memuji keberhasilan Tim PON Kalsel di Papua 2021,  yang juga telah menorehkan perjuangan terbaik untuk daerah.

Pariano, peraih emas untuk cabang angkat berat  di Peparnas Papua, atas nama atlet mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Proviisi Kalsel, khususnya Gubernur Paman Birin yang menurutnya sangat peduli.

“Beliau tidak hanya memberikan semangat atau pembinaan, tapi juga mengerti keinginan para atlet,” ucapnya.

Ketua National Paralympic Comitte (NPC) Kalimantan Selatan Ahmad Firdaus, mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kalsel dan seluruh pihak, atas perhatian nyata kepada seluruh tim dan  atlet hingga mampu meraih prestasi terbaik.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo pada saat menutup secara resmi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021, mengucapkan selamat kepada seluruh para atlet paralimpik.

Presiden juga mengucapkan selamat dan sukses kepada Papua  atas keberhasilan menggelar dua event besar,  Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralimpik Nasional

“Selamat atas provinsi Papua atas semua prestasinya. Di Peparnas ini provinisi Papua juara umum, meraih medali terbanyak,” kata Jokowi dalam pidato penutupan di laman Sekretariat Presiden. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Paman Birin : Lestarikan Olahraga Bernilai Sejarah dan Kepahlawanan

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, mengajak segenap komponen masyarakat untuk melestarikan olahraga bernilai sejarah kepahlawanan.

Hal itu disampaikan saat melepas peserta Gowes Ontel Joeang dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, pada Sabtu (13/11) pagi.

Pelepasan ini berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kalsel Banjarmasin.

Sebelum melepas peserta gowes, Sahbirin  menyampaikan apresiasinya terhadap komunitas pecinta sepeda ontel yang menjadi peserta dalam kegiatan ini.

Menurut pria yang akrab disapa Paman Birin, kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan untuk perjuangan para  pahlawan yang telah berkorban banyak hal demi kemerdekaan bangsa.

“Bangsa yang besar, adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Betapa luar biasa pahlawan dan pejuang kita yang telah mengorbankan tenaga, waktu, pikiran, perasaan dan bahkan nyawa untuk kepentingan bangsa,” ujarnya.

Dirinya berharap kegiatan gowes dalam rangka peringatan Hari Pahlawan ini dapat menjadi teladan untuk generasi penerus bangsa.

Karena menurut Paman Birin, meskipun saat ini berada di masa dan era yang berbeda,  semangat juang layaknya di era perjuangan harus tetap sama dan jangan sampai luntur.

Dirinya pun mengambil contoh pandemi COVID-19.

“Saat ini kita sedang menghadapi pandemi COVID-19. Kita butuh gotong royong, kerjasama serta tolong menolong, seperti yang dilakukan para pahlawan kita di masa yang lalu,” ingatnya.

Adapun rute kegiatan gowes hari ini dimulai dari titik 0 Kilometer, dan akan melewati tempat-tempat yang bersejarah bagi perjuangan para pahlawan Bumi Lambung Mangkurat.

Beberapa diantaranya adalah Monumen 9 November dan Monumen ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan, yang juga merupakan makam Brigjen Hasan Basry. (BIROADPIM-RDM/RH)

Festival Kuntau Akan Digelar Hingga ke Tingkat Internasional

BANJAR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Silat Budaya Kalimantan Selatan (SBKS) menyelenggarakan Festival Kuntau Antar Perguruan se-Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (12/11).

Berpusat di Kiram Park, Kabupaten Banjar, kegiatan silat budaya ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diprogramkan oleh Pemprov Kalsel melalui Dinas Pemuda Olahraga provinsi Kalsel ini diikuti oleh 200 peserta dari 20 perguruan se-Kalsel.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang dibacakan Kepala Dispora prov Kalsel Hermansyah disampaikan, berbagai macam seni bela diri di Indonesia termasuk Kuntau sangat baik untuk kembangkan. Karena di setiap ilmu bela diri juga diajarkan untuk membentuk karakter diri.

“Olahraga bela diri membentuk kita menjadi pribadi yang disiplin, pribadi yang tangguh, kuat dan memiliki daya saing,” katanya.

Olahraga Kuntau, lanjutnya, bukan sekedar seni bela diri tetapi juga merupakan bagian dari seni budaya Indonesia. Oleh karena itu pemuda di jaman sekarang harus terus melestarikan bela diri Kuntau ini, yang juga menjadi olahraga tradisional Kalimantan Selatan

“Mari kita lestarikan seni bela diri Kuntau dengan cara pembinaan atau event seperti festival yang kita laksanakan saat ini,” ajaknya.

Dalam sambutan tersebut pula, Gubernur Kalsel berharap pembinaan dan kejuaraan Kuntau di berbagai daerah di Kalsel dapat terus dilaksanakan. Sehingga dapat melahirkan bibit pesilat yang berprestasi dan nantinya dapat mengharumkan banua.

Disela kegiatan, Ketua Umum SBKS provinsi Kalimantan Selatan Supian HK mengatakan budaya lokal khususnya Kuntau, perlahan saat ini sudah mulai tergerus jaman. Oleh sebab itu Supian melanjutkan, pihaknya akan terus meningkatkan festival silat budaya ini hingga ke tingkat Internasional.

Ketua Umum SBKS prov Kalsel, Supian HK

“Agar tidak tergerus jaman maka akan terus kami tingkatkan, di tahun 2022 kita akan laksanakan festival tingkat Nasional lalu tingkat Internasional,” ucap Supian yang juga menjabat sebagai ketua DPRD Kalsel ini.

Supian berpesan agar para peserta dan wasit dapat menjunjung sprotifitas dalam pertandingan. Karena festival Kuntau ini menurutnya, juga merupakan bentuk persahabatan antar perguruan se-Kalsel.

“Junjung sportifitas, jangan seperti gunting yang memisahkan, tetapi jadilah seperti kain yang menyatukan,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

Perda RPPLH No 8 2020 Banjar, Diharapkan Jadi Acuan Rencana Pembangunan

BANJAR – Peraturan Daerah (Perda) Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Nomor 8 Tahun 2020 ditetapkan pada 30 Desember tahun lalu, merupakan Perda yang mengatur rencana pembangunan jangka panjang, tata ruang dan tata wilayah. Sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar, kembali mensosialisasikan Perda tersebut kepada Instansi-instansi lingkup Kab Banjar pada Kamis (11/11) sore tadi.

Kepada sejumlah wartawan, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar Mursal mengatakan, dokumen RPPLH tersebut memuat tentang potensi Kabupaten Banjar dengan masalah-masalah lingkungan dan upaya-upaya yang harus dilakukan dalam bidang perlindungan dan pengelolaan. Sehingga RPPLH Nomor 8 Tahun 2020  menjadi dasar Kabupaten Banjar menyusun rencana pembangunan baik rencana jangka panjang, tata ruang dan tata wilayah.

“Sehingga pembangunan berkelanjutan yang kita laksanakan tetap menjaga kelestariannya dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan,” ucap Mursal.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Setda Kab Banjar Rizqi Amaliah Eka Safitri menyampaikan, RPPLH merupakan dokumen tertulis berisi perencanaan, potensi, pantauan lingkungan serta upaya perlindungan dan pengelolaannya dalam kurun waktu tertentu. Dokumen tertulis dimaksud tujuannya untuk kepastian hukum, kelangsungan hidup mahluk hidup, pengendalian pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA), dukungan antisipasi isu global, pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan serta peningkatan kesadaran pemerintah.

“Pelaku usaha dengan masyarakat juga diharap untuk berpartisipasi dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” tutup Rizqi. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

KLHK Serahkan Hasil Kajian Pengamanan Lingkungan, Kalsel Diminta Segera Tindaklanjuti

BANJARMASIN – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, melalui Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, aktif  membantu daerah dalam upaya peningkatan pengamanan lingkungan hidup.

Para pemateri ekspos hasil kajian KLHK saat memberikan materi

Kementerian dibawah pimpinan Siti Nurbaya ini terus memantapkan sinergi dengan daerah dan para pemangku kepentingan.

Salah satunya adalah menyusun rencana aksi berbasis ekoregion di daerah.

Kegiatan KLHK terbaru adalah melakukan ekspos hasil Kajian Pengamanan Lingkungan Hidup Berbasis Ekoregion Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (12/11) di Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian LHK RI, Hanif Faisol Nurafiq saat menyampaikan materi memaparkan, tindak lanjut dari kegiatan ekspos ini adalah terbangun sinergi lintas sektor secara menyeluruh.

“Pemerintah Pusat mengharapkan langkah-langkah strategis pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten dan kota dalam melakukan rencana aksi yang sudah ada” ujarnya.

Hanif  mencontohkan Kalsel yang sangat rawan terhadap banjir.  Langkah penting dilakukan adalah penerapan strategi manajemen kebencanaan yang terukur dan sesuai kondisi daerah.

Karena penanganan banjir tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, namun harus menyeluruh melibatkan banyak pihak.

“Semua kegiatan tata kelola lingkungan terlebih penanganan bencana perlu ditangani secara kolaborasi melibatkan semua komponen,” tekannya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan, kajian KLHK bisa menjadi solusi atas bencana  banjir yang menimpa provinsi ini sebelumnya, termasuk banjir awal tahun 2021 yang menimbulkan kerugian cukup besar.

Dikatakan Roy, dalam kajian dijelaskan berbagai rencana aksi pengamanan lingkungan hidup berbasis ekoregion.

Rencana aksi ini dimaksudkan mengurangi dampak kerusakan banjir serta memberikan strategi pengamanan lingkungan hidup di Kalsel.

Adapun strategi khusus yang akan dilakukan, menargetkan pada pengurangan luas genangan, lama genangan, kerugian ekonomi, dan menghilangkan kerugian nyawa (zero victim).

Melihat dari hasil pemodelan banjir di DAS Barito yang terlah dilakukan berdasarkan Citra Sentinel, telah dapat dipetakan beberapa skenario dengan tingkat reduksi yang berbeda sesuai dengan intervensi yang dilakukan.

“Kajian ini penting karena rencana aksi yang termuat didalamnya akan menjadi rekomendasi terhadap kebijakan daerah,” ujar Roy.

Kebijakan itu antara lain  pengamanan lingkungan hidup, lebih fokus lagi  penanggulangan bencana banjir yang akan diintegrasikan pada rencana pola ruang, RTRW dan KLHS RPJMD Kalsel.

Upaya bersama yang telah dilakukan ini diharapkan terus terjalin dengan sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha, dan masyarakat akan taget-target yang ditetapkan tercapai.

Tahapan selanjutnya yang tidak kalah penting adalah pengakuan dari kementerian/lembaga lain terhadap kajian ini.

“Saya harap kajian ini betul betul mengurai permasalahan mendasar dari sebab terjadinya banjir di awal 2021 lalu,” ujar Roy.

Pemprov Kalsel  lanjutnya, sudah melakukan berbagai upaya percepatan pemulihan lingkungan melalui beberapa kegiatan yang melibatkan berbagai sektor atau SKPD terkait.

Upaya dimaksud antara lain penataan, fokus pemulihan kerusakan lingkungan, penetapan prioritas lokasi pemulihan kerusakan lingkungan.

Kemudian pemulihan secara vegetatif, pemulihan secara sipil teknis, dan pendekatan sosial, serta pendekatan umum.

Ekspose diikuti para pimpinan SKPD terkait dari 13 kabupaten/kota se Kalsel, dan jajaran Pemprov Kalsel .

Dari Pemprov Kalsel hadir Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Nurul Fajar Desira, Kepala Dinas ESDM Kalsel, Isharwanto, Kepala Dinas LH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, dan pejabat lainnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

2022, Lomba Olahraga dan Fotography Tingkat SMA Diharapkan Dapat Kembali Diadakan

BANJAR – Pelaksanaan lomba olahraga dan fotography tingkat SMA yang digelar di Kiram Park Kabupaten Banjar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel, Kamis (11/11) terbilang sukses. Antusiasme para peserta yang mengikuti lomba terbilang tinggi, hal ini dikarenakan perwakilan pelajar tingkat SMA di 13 Kabupaten-Kota berkumpul untuk memeriahkan lomba tersebut.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel Muhammadun menyampaikan, dengan suksesnya perhelatan lomba olahraga dan fotography tingkat SMA yang diselenggarakan oleh pihaknya maka diharapkan ditahun mendatang lomba tersebut akan kembali diselenggarakan.

“Lomba olahraga dan fotography dinilai sukses memperkenalkan olahraga tradisional kepada kalangan pelajar, yang kebanyakan sudah tidak bisa melihat lagi jenis-jenis olahraga tradisional khas banua kalsel, sehingga kami mengharapkan pada tahun 2022 mendatang, lomba olahraga dan fotography tingkat SMA akan kembali digelar,” ungkap Muhammadun.

Muhammadun menambahkan, selain memperkenalkan jenis-jenis olahraga tradisional, saat lomba olahraga dan fotography tingkat SMA juga dapat mempererat tali silaturrahmi antara para pelajar, serta para tenaga pendidik.

“Semua pelajar tingkat SMA disini berkumpul, sehingga tali silaturrahmi tidak terputus, dan juga bisa mengubah pola pikir para pelajar saat pengetahuan mereka menjadi lebih luas,” tutup Muhammadun. (MRF/RDM/RH)

Webinar Literasi Tanah Laut; Mengenal Aturan Main di Era Digital

TANAH LAUT – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema ‘Mengenal Aturan Main di Era Digital’. Jum’at (12/11/2021) pukul 15.00 WITA. Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati Tanah Laut Sukamta, dengan menghadirkan pembicara berkompeten.

Dalam diskusi ini dipandu moderator Amal Bastian yang menghadirkan narasumber pertama Agus Edi Winarto dengan materi tentang ‘Bebas Namun Terbatas Berekspresi di Media Sosial’.

Agus menjelaskan, adanya konten negatif di media sosial Yaitu karena, adanya niat orang untuk tujuan jahat, adanya masalah gangguan psikologi, rendahnya literasi digital.

Juga rendahnya kesadaran moral dalam beretika, rendahnya kesadaran rasa tanggung jawab, rendahnya kesadaran atas dampak sosial, rendahnya kesadaran dalam memilah dan memilih ih dan rendahnya kesadaran berdemokrasi dan bertoleransi.

Pahami batasan dalam melakukan kebebasan berekspresi di dunia digital karena dari 274,9 juta penduduk Indonesia, 202,6 juta pengguna internet dan 170 juta di antaranya pengguna media sosial terhitung Januari 2021.

“Karena baik buruknya kita dalam melakukan kebebasan berekspresi di dunia digital dapat mencerminkan siapa jati diri kita dan karena apa yang sudah kita tanam itulah yang akan kita tuai,” tuturnya.

Narasumber kedua Sitna Hajar Malawat dengan materi tentang ‘Tren Pekerjaan dan Usaha atau Bisnis di Era Digital’.

Sitna mengatakan, di era yang serba digital ini banyak peluang bisnis dan karir yang bisa dilakukan hanya dari rumah.

“Seiring berkembangnya teknologi kini manusia dapat melakukan segala hal menjadi lebih mudah,” tuturnya.

Tren pekerjaan dan bisnis digital kata Sitna, merupakan suatu hal yang dapat dilakukan di mana dan kapan pun berada karena mudah diakses secara digital.

Contohnya seperti blogger, blogger dapat memanfaatkan space kosong dalam webnya untuk memasang iklan untuk mendapatkan uang.

Kemudian, desain grafis dapat dimanfaatkan dalam membuat brosur, desain media sosial sebagai sarana pemasaran terhadap sebuah produk yang dipasarkan.

“Hal ini menguntungkan karena jasa desain grafis jenis semakin dibutuhkan oleh masyarakat,” ucapnya.

Atau menjadi guru online merupakan hal yang menarik yang dapat dilakukan di saat seperti ini. Karena Guru online dapat mendatangkan banyak keuntungan yang menjanjikan.

” Juga menjadi Content creator YouTube, menjual E-book, pembuatan website, bahkan membuka toko online dan lain sebagainya dapat kamu lakukan di era digital saat ini,” tuturnya.

Adapun, tips memulai usaha atau bisnis di era digital ialah, kenali peluang bisnis digital terbaik, buat rencana bisnis yang sudah diputuskan, mengatur strategi dalam berbisnis, memanfaatkan keahlian yang dimiliki, dan jangan takut untuk gagal.

Narasumber ketiga Angel Maryci dengan materi tentang ‘digital budaya: mengenalkan budaya Indonesia melalui literasi digital’.

Angel menjelaskan, literasi digital merupakan pengetahuan dan kecakapan dalam penggunaan media digital atau kemampuan untuk menggunakan teknologi, keterampilan teknis dalam dunia digital dan merupakan respons dalam rangka meningkatkan minat masyarakat untuk membaca sejalan dengan berkembangnya teknologi.

“Sifat utama teknologi digital yaitu, tidak terbatas, bebas berekspresi dan berpendapat, juga bisa menjadi sarana stand out, dan sarana untuk memperluas relasi,” tuturnya.

Kata dia, budaya merupakan cara hidup yang berkembang serta dimiliki bersama oleh kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Adapun, unsur budaya yakni, sistem agama, politik, adat istiadat, bahasa, bangunan, pakaian dan karya seni.

“Kalian bisa mempromosikan budaya melalui literasi digital, contohnya seperti meng-upload budaya kita ke media sosial baik itu Instagram, YouTube dan lain sebagainya,” bebernya.

Narasumber terakhir Junaidy, memaparkan materi tentang Keamanan Digital.

Junaidy menjelaskan apa itu internet sehat? “Secara definisi Internet sehat adalah aktivitas manusia yang sedang melakukan kegiatan online baik browsing, chatting, social media, upload dan download secara tertib , baik dan beretika sesuai dengan norma norma dan aturan yang berlaku di masyarakat,” jelasnya.

Kejahatan yang sering muncul di media sosial yaitu, cyber bullying, pornography, tranffcking – child abuse.

Cara bermedsos yang sehat yaitu, tidak membagikan Informasi pribadi, pilih-pilih teman, hindari akun-akun negatif periksa, periksa kembali sebelum membagikan konten, gunakan untuk pengembangan diri dan jadikan sarana personal branding. (RILIS)

HKN ke 57, Pemko Banjarmasin Launching Ambulan Terapung

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke 57 secara sederhana dengan melaunching ambulan terapung. Upacara peringatan dilaksanakan panggung Siring Pemko Banjarmasin, Jumat (12/11). Dengan mengangkat tema peringatan HKN tahun ini Sehat Negeriku Tumbuh Indonesiaku.

Ambulan Terapung

Pada Peringatan HKN di Kota Banjarmasin dihadiri langsung Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh tenaga medis di Kota Banjarmasin, setelah berkorban memberikan waktu, tenaga, bahkan nyawa, dalam berjuang memerangi penyebaran COVID-19 di Kota Banjarmasin.

“Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis yang telah berjuang untuk bersama Pemerintah dalam penanganan COVID-19 di Kota Banjarmasin,” ucap Ibnu.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan penghargaan kepada seluruh tenaga medis di Kota Banjarmasin.

“Atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga medis di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin juga melaunching ambulan terapung di Kota Banjarmasin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, dengan dilaunching ambulan terapung di Kota Banjarmasin ini, maka ambulan terapung siap beroperasi didaerahnya perairan di kota ini.

“Tentu keberadaan ambulan terapung ini diperlukan di Kota Banjarmasin, untuk memberikan pelayanan kesehatan ke daerah daerah pinggiran sungai di Kota Banjarmasin,” ucap Machli.

Machli berharap, keberadaan ambulan terapung ini dapat dimanfaatkan oleh warga Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

RSUD Ulin Berikan Penghargaan Kepada Pemenang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik

BANJARMASIN – Bertepatan dengan Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 57 ini, RSUD Ulin Banjarmasin menyerahkan penghargaan kepada Pemenang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di rumah sakit tersebut.

Foto bersama para pemenang lomba inovasi pelayanan publik RSUD Ulin Banjarmasin

Wakil Direktur SDM RSUD Ulin Banjarmasin Thaufik Hidayat mengatakan, pada Peringatan HKN ini diserahkan penghargaan kepada pemenang kompetisi inovasi pelayanan publik.

“RSUD Ulin Banjarmasin memberikan apresiasi kepada para pemenang kompetisi inovasi tersebut,” ucap Thaufik, kepada sejumlah wartawan, Jumat (12/11).

Thaufik mengatakan, lomba inovasi pelayanan publik ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh RSUD Ulin Banjarmasin.

“Karyawan di rumah sakit ini cukup banyak hampir seribu lebih, oleh karena itu diharapkan akan hadir inovasi inovasi pelayanan publik dari mereka,” tuturnya.

Menurut Thaufik, karya inovasi pelayanan publik yang menjadi pemenang merupakan, inovasi yang paling banyak manfaatnya bagi semua pihakya.

“Untuk pemenang inovasi pelayanan publik di RSUD Ulin Banjarmasin, tentunya yang paling banyak manfaatnya untuk rumah sakit dan publik,” ucapnya.

Pemenang juara 1 lomba inovasi pelayanan publik tahun 2021 di RSUD Ulin Banjarmasin, dari Instansi Farmasi dengan inovasinya pelayanan pengunaan obat obatan untuk pasien, yang transparan, serta lainnya. Juara 2 diraih Instalasi IPS RS, serta Juara 3 dari bidang SDM. Para pemenang berhak mendapatkan uang tunai dari RSUD Ulin Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Klaim Target Prolegda 2021 Tidak Tercapai Maksimal

BANJARMASIN – Kalangan legislatif mengklaim, target program legislasi tahun 2021, tidak tercapai dengan maksimal.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah atau (Bapemperda) DPRD Kota Banjarmasin Arufah Arif, kepada wartawan pada Kamis (11/11).

Arufah menjelaskan, tahun 2021 ini pihak Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin menargetkan pembahasan perda sebanyak 21 buah. Namun tidak mampu tercapai maksimal, disebabkan masih dalam suasana pandemi COVID-19.

“Dari 21 buah raperda hanya terealisasi 10 buah,” ucapnya

Disampaikan Arufah, selain pandemi COVID-19, juga ketatnya aturan Pemerintah pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level empat, sejak Juli hingga Oktober 2021, dengan demikian otomatis membuat kesulitan dalam setiap menggelar rapat.

“Seluruh kegiatan masyarakat hingga legislatif telah dibatasi, untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona,” katanya

Arufah menambahkan, dari 10 buah yang dibahas, dan sudah disahkan, karena dinilai sangat penting diantaranya, Raperda APBD Perubahan 2021, Raperda APBD murni 2022, Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 dan Perda Revisi rencana tata ruang wilayah atau (RTRW).

“Sebagian Raperda yang berproses dibahas, yaitu Revisi Perda nomor 13 tahun 2008 tentang penanggulangan dan pencegahan bahaya kebakaran Kota Banjarmasin, Perda Revisi perubahan status PDAM Bandarmasih menjadi Perseroda, dan Revisi Perda nomor 9 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemenuhan hak-hak disabilitas. Kita berupaya sebelum akhir tahun 2021 ini, akan menjadi Perda,” tutupnya panjang lebar. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version