TNI AL – Lanal Banjarmasin Terus Gencarkan Serbuan Vaksinasi Maritim

BANJARMASIN – TNI AL dan Lanal Banjarmasin kembali menggelar serbuan vaksinasi maritim di Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin pada Rabu (17/11). Vaksinasi ini bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam rangka mempercepat penanggulangan pandemi Covid-19 secara totalitas di wilayah Kalimantan Selatan.

Dalam serbuan vaksinasi kali ini, TNI AL – Lanal Banjarmasin menurunkan sebanyak 13 Tenaga Kesehatan (Nakes) Tim Vaksinator yang diharapkan mampu melayani para masyarakat yang ingin bervaksin.

Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko M.Tr. Hanla melalui ketua penyelenggara Mayor Laut (K/W) dr Meutia Indrasakti menyampaikan, Lanal Banjarmasin kembali menggelar vaksinasi maritim, mengingat antusiasme warga untuk mendapatkan Vaksin belum surut, sehingga Lanal Banjarmasin akan terus menggalakkan pemerataan Vaksinasi massal dilapisan masyarakat, khususnya bagi warga pesisir, guna meningkatkan imhm tubuh agar terhindar dari serangan Wabah COVID-19 dan meminimalisir bertambahnya angka penderita COVID-19.

“Kepada warga yang belum terjamah, jangan merasa kwatir ataupun ragu untuk bervaksin demi menjaga kesehatan, supaya musim pandemi ini segera berlalu dan berakhir dengan tuntas, menuju tatanan kehidupan yang baru dan normal,” ucap dr Meutia

Untuk diketahui, vaksinasi maritim yang ke 59 kali ini  menggunakan Vaksin berjenis Sinovac, dengan data sebanyak 89 orang peserta yang berdomisili di Kec Banjarmasin Selatan dan Kec Banjarmasin Barat telah mendaftar untuk ikut bervaksin. Dari 59 kali vaksinasi maritim diadakan, Lanal Banjarmasin telah berhasil memvaksin sebanyak 18.574 warga. (TNI.AL-MRF/RDM/RH)

Pemkab Banjar Lakukan Perbaikan Drainase Untuk Antisipasi Banjir

BANJAR – Banjir yang melanda daerah Kabupaten Banjar diawal tahun 2021 lalu telah membuat banyak kerugian bagi Masyarakat maupun Pemerintah, seperti kerugian Material serta rusaknya sebagian Infrastruktur di daerah ini. Untuk mengantisipasi penanganan banjir di musim penghujan seperti sekarang ini, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar, melakukan perbaikan drainase yang dianggap telah rusak.

Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar Ahmad Solhan, kepada abdi persada FM, belum lama tadi.

Disampaikan Ahmad Solhan, Pemerintah Kabupaten Banjar, melalui PUPR melakukan perbaikan drainase seperti memperdalam drainase disejumlah titik lokasi, Salah satunya di Jalan Menteri Empat Martapura. Sehingga apabila jalan tergenang air, maka air akan masuk kedalam drainase.

“Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi peresapan air genangan, sehingga drainase diperluas maupun diperdalam. Apabila ditemukan ada drainase yang bermasalah maka akan segera ditangani,” ungkap Solhan.

Solhan menambahkan, selain memperbaiki Drainase, pihaknya juga telah membentuk Tim Drainase. Tim ini bertugas untuk memantau kondisi drainase di wilayah Kab Banjar, sehingga perbaikan drainase akan lebih cepat dengan dibentuknya Tim.

“Dengan dibentuknya tim Drainase, maka pemantauan drainase akan dilakukan setiap saat, sehingga diharapkan Musibah banjir tidak akan terjadi di akhir tahun ini,” tutup Ahmad Solhan. (MRF/RDM/RH)

TP PKK Kota Banjarmasin Peringati HKG PKK ke 49

BANJARMASIN – Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin menggelar Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 49 Tahun 2021 di Lobby Balaikota Banjarmasin, Rabu (17/11).

Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Siti Wasilah mengatakan, pihaknya bersyukur bisa melaksanakan peringatan HKG di Kota Banjarmasin. Dalam memperingati kegiatan ini, menurutnya, dilaksanakan kegiatan vaksinasi untuk ibu hamil serta lansia di Panggung Siring Balaikota Banjarmasin.

Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Siti Wasila

“Pada peringatan HKG tahun ini diisi dengan kegiatan vaksinasi ibu hamil dan lansia, juga memberikan bantuan kepada ibu hamil dan lansia yang tidak mampu,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Fathul Jannah Muhidin mengatakan, jika pihaknya bersyukur dapat menghadiri pelaksanaan Peringatan Hari Persatuan Gerak (HKG) PKK ke 49 di Kota Banjarmasin.

Menurut Fathul Jannah, TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan berharap, TP PKK Kota Banjarmasin dapat terus bersinergi dengan pihaknya di Provinsi.

“TP PKK Kota Banjarmasin dapat terus menjalankan program program PKK dengan sukses,” ucapnya.

Sedangkan, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengucapkan, selamat memperingati HKG untuk TP PKK.

“Kami mengharapkan TP PKK dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Banjarmasin, karena TP PKK Kota Banjarmasin ini merupakan mitra strategis Pemerintah Kota Banjarmasin,” harapnya.

Hadir pada acara tersebut, Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, Plh Sekda Kota Banjarmasin Sugito Said, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Mukhyar, serta lainnya. (SRI/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Tanah Laut; Hadapi Ruang Digital Dengan Literasi Yang Tepat

TANAH LAUT – Webinar Literasi Digital dengan topik pembahasan “ Hadapi Ruang Digital Dengan Literasi Yang Tepat” ini berada di Tanah Laut, dengan moderator Dika Putra Wijaya, Keynote Speech H. Sukamta Bupati Tanah Laut, Key Opinion Leader Diza Refengga seorang actor, dan para narasumber : Alvi Syahrin Founder Yutaka Fotografi, Eva Kusuma Sundari, M.A., MDE Anggota TRIBN Kemenpan RB dan Ria Fuziarty pengusaha UMKM.

Kecakapan digital merupakan pengetahuan dalam memanfaatkan media digital seperti alat komunikasi dan jejaring internet. Kecakapan digital ini sendiri memiliki empat pilar mendasar yaitu Etika Digital, Budaya Digital, Keterampilan Digital, dan Keamanan Digital.

Salah satu narasumber webinar ini Eva Kusuma Sundari mengatakan memiliki keterampilan digital adalah salah satu skill penting bagi seseorang pengguna internet, hal ini merupakan sebuah skill penting dengan kemampuan menggunakan media sosial dengan baik dan benar.

Keterampilan digital juga mampu memberikan kemudahan bagi pelaku bisnis untuk keperluan pemasaran produk dan meningkatkan penjualan, karena dalam suasana pandemi seperti ini semua bisnis beralih dari cara konvensional menjadi digitalisasi dengan menggunakan media sosial, digitalisasi dipilih juga karena dianggap sesuai dengan anjuran protokol kesehatan yang tepat di masa pandemi ini.

Kehadiran internet dalam bisnis berubah dari fungsi sebagai alat untuk pertukaran informasi secara elektronik menjadi alat untuk aplikasi strategi bisnis, seperti: pemasaran, penjualan, dan pelayanan pelanggan.

Pilihan favorit masyarakat masa kini cenderung lebih banyak ke transaksi jual beli secara daring, karena aktivitasnya lebih praktis, lebih aman dan nyaman.

Eva menambahkan penggunaan internet dalam berbisnispun harus memperhatiakn tingkat kesopanan dalam kata-kata, baik dalam transaksi maupun memasarkan suatu produk. Jangan asal dan sembarangan tanpa memperdulikan norma dan sopan santun dalam menggunakan internet.

“Maka hendaknya unggahlah sesuatu yang bermanfaat dan sepantasnya saja, yang aman bagi diri anda di masa depan, karena sesuatu yang anda unggah itu sulit dihilangkan, maka cerdaslah dan aman untuk mengunggah sesuatu di internet.” Tutupnya. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Balangan; Selimuti Diri Dengan Keempat Pilar Literasi Digital

BALANGAN – Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional untuk wilayah Kabupaten Balangan Provinsi Kalsel, Rabu (17/11) pagi dengan tema “Selimuti Diri Dengan Dengan Keempat Pilar Literasi Digital”

Salah satu narasumber M. Syafiq menjelaskan definisi tentang internet adalah suatu jaringan komunikasi yang terhubung antara suatu jaringan dengan jaringan lainnya dengan cepat dan tepat, jaringan komunikasi tersebut akan menyampaikan informasi melalui transmisi sinyal atau frekuensi yang telah disesuaikan.

“Jaman sekarang ini internet sangat penting sekali, untuk suatu aktifitas kita di luar sana, apalagi pas pada masa Pademi seperti ini, kita sangat membutuhkan sekali internet untuk wadah mencari informasi dan sangat membantu” ujar Syafiq.

“Di Indonesia merupakan pengguna internet terbanyak urutan ketiga di Asia, kemudian internet juga mempunyai banyak manfaat dikehidupan sehari – hari, diantaranya manfaat pada bidang bisnis, industri kreatif lainnya, ketika kita membuka bisnis maka lebih efektif jika menggunakan media internet, kemudian juga internet memberikan manfaat di bidang pendidikan dimana seperti kita ketahui banyak metode pembelajaran online selama masa Pendemi”jelasnya.

“Tapi kita jangan sampai lengah dan mengambil seluruh informasi yang ada di internet harus kita cerna dan pilah kembali mana yang baik dan memberikan sisi positif serta memberikan manfaat bagi kita” ungkapnya.

Kemudian Rofikatul Qarimah menjelaskan internet yang memiliki sisi positif dan negatif maka kita perlu peningkatan pada pola pikir kita ketika menggunakan internet untuk meningkatkan kecakapan digital di dunia internet.

“Kemudian teknologi dalam pengelolaan informasi dalam bentuk digital dengan kecakapan digital maka kita akan bisa membuat konten yang positif, ada hal yang bisa dilakukan di dunia maya diantaranya bisa berkompetisi di dunia digital dan peningkatan kualitas diri” pungkasnya.

Webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan menghadirkan
KEYNOTE SPEECH H. Supian Wakil Bupati Balangan, Moderator Ovi Darin, Key Opinion Leader Nadya Diptya – MC, Singer, & Announcer NARASUMBER:

  1. M. Syaqif Co Founder Pemikirancu
  2. Rofikatul Karimah, Widyaiswara Kemenag
  3. Handy Priya Utama Guru. (RILIS)

Gubernur Kalsel, Ajak Pemerintah Daerah Bersinergi Majukan Bank Kalsel

BANJARBARU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin mengajak semua pihak saling bersinergi untuk  meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

Salah satunya  turut mendorong pertumbuhan badan usaha daerah, seperti bank pembangunan daerah.

Gubernur Kalsel (tengah) berfoto bersama pemrakarsa seminar pemenuhan modal inti Bank Kalsel

Hal itu disampaikan Paman Birin saat menghadiri Seminar Pemenuhan Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD), Selasa (16/11) di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru.

Gubernur Sahbirin mengajak semua pihak bersinergi membantu Bank Pembangunan Daerah, dalam hal ini Bank Kalsel, sebagai salah satu pilar kunci meningkatkan pertumbuhan  perekonomian daerah

Dikatakan, upaya penguatan struktur, ketahanan, dan daya saing industri perbankan nasional pada dasarnya bertujuan  mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Hal ini dapat dicapai melalui penguatan permodalan bank dan konsolidasi perbankan di indonesia,” ujarnya.

Untuk mendukung langkah tersebut sebut Gubernur yang akrab disapa Paman Birin, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan, menerbitkan peraturan yang mengharuskan setiap bank umum, termasuk Bank Kalsel, harus melakukan pemenuhan modal inti sebesar 3 triliun rupiah.

“Pemprov Kalsel pada dasarnya siap memberikan dukungan dalam rangka membantu Bank Kalsel untuk pemenuhan modal inti tersebut. Namun tentunya diperlukan sinergisitas dan kerjasama seluruh pihak, agar pemenuhan modal inti ini dapat terpenuhi,” jelas Paman Birin.

Paman Birin berharap, seluruh stakeholder bank pembangunan daerah, mendapatkan informasi yang utuh, sekaligus dapat merumuskan langkah-langkah ke depan.

“Melalui forum ini, saya mengharapkan kiranya seluruh pihak memiliki satu kesatuan pandangan yang sama terhadap keberlangsungan bank Kalsel yaitu “bank nya masyarakat Kalsel”, harapnya.

Sementara itu Direktur BUMD, BLUD dan Barang Milik Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Budi Santosa, menyatakan, Kalsel merupakan daerah ke-6 dalam Roadshow Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), terkait Pemenuhan Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD). Budi mengaku bangga, karena Gubernur Kalsel bisa langsung berhadir dalam kegiatan ini.

Kementerian Dalam Negeri sebut Budi, terus mendorong Pemerintah Daerah untuk meningkatkan modal inti minimum BPD menjadi di atas Rp3 triliun .

Ini  bertujuan untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tertuang dalam peraturan OJK No.12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

“Saya berharap, ketentuan modal inti minimal tersebut menjadi Rp3 triliun dapat dipenuhi oleh BPD, termasuk Bank Kalsel pada 31 Desember 2024 nanti,” harapnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Dekranasda Kalsel, Komitmen Majukan Perekonomian Rakyat

BANJARMASIN – Istri Gubernur Kalimantan Selatan, Raudatul Jannah Sahbirin Noor, resmi dilantik menjadi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Selatan Masa Bakti 2021-2024.

Bagi Raudatul Jannah, dedikasi untuk melaksanakan amanah sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel ini untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya juga menjadi ketua  masa Bakti 2016- 2021.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Dekranas Pusat, Wury Ma’ruf Amin, yang digelar secara virtual pada Selasa (16/11), di kediaman Gubernur Kalimantan Selatan.

Selain melantik Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Istri dari Wakil Presiden RI itu juga melantik Ketua Dekranasda Provinsi Jambi dan Provinsi Sulawesi Selatan.

Usai mengikuti prosesi pelantikan, Hj Raudatul Jannah mengatakan, bersama pengurus Dekranasda Kabupaten/Kota dan pemerintah daerah serta segenap komponen,  Dekranasda Provinsi Kalsel akan terus mendorong peningkatan kemajuan usaha kerajinan rakyat.

Dituturkan Raudatul Jannah, Dekranasda memiliki peran penting untuk mengembangkan  kegiatan ekonomi potensi produk kerajinan yang bernilai ekonomi, dalam peluang usaha.

“Semua harus berkolaborasi dengan mengoptimalkan potensi yang ada. Kreativitas dan ikhtiar kuat menjadi kunci keberhasilan setiap pelaksanaan program kegiatan,” terangnya.

Ketua Dekranas, Wury Ma’ruf Amin dalam sambutannya meminta agar Dekranasda dapat terus berperan aktif meningkatkan produktivitas serta tidak lupa untuk menerapkan protokol kesehatan di setiap kegiatan yang dilaksanakan.

”Pengurus Dekranasda harus terus mendukung kerajinan nasional agar kedepannya kerajinan lokal dapat menjadi tuan rumah di negara sendiri. Kerajinan lokal harus menjadi kebanggaan kita,” kata Wury.

Wury juga berharap agar Dekranasda dapat menjadi wadah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) maupun Industri Kecil Menengah (IKM), khususnya yang bergerak di bidang kerajinan.

Wury ingin hal ini bisa meningkatkan perekonomian di tengah pandemi COVID-19.

”Saya berharap semoga Dekranasda dapat menjadi cahaya di masa seperti sekarang ini. Selain  terus berkreasi, Dekranasda juga harus memperhatikan protokol kesehatan di tengah pandemi sebagai bentuk menyejahterakan para perajin,” jelas Wury.

Wury juga mengucapkan selamat kepada Ketua Dekranasda terpilih. Ia berharap agar kedepannya Dekranas yang lahir dari gabungan Dekranasda dapat menyatukan langkah dan tindakan serta setiap kegiatan dapat dilakukan secara optimal.

“Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan kekuatan agar dapat membangun Indonesia dengan melestarikan dan meningkatkan kualitas produk lokal berbasiskan sumber daya alam dan tradisi dari setiap wilayah di Indonesia,” pungkas Wury.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan Pengukuhan Ketua Dekranasda dan Pelantikan pengurus Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan Masa Bakti 2021-2024 oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, di gedung Mahligai Pancasila. Prosesi pelantikan turut disaksikan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Muhiddin, dan Ketua DPRD Provinsi.

Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin mengucapkan selamat, dan berharap kepada pengurus Dekranasda yang baru saja dilantik agar dapat langsung bergerak dan fokus melakukan pembinaan serta pengembangan pada industri kerajinan daerah, yang tentu saja membawa dampak bagi seluruh aspek kehidupan.

“Perlu usaha lebih dari kita semua untuk membangkitkan kembali potensi kerajinan daerah yang sempat terhambat oleh pendemi COVID-19,” ujar Paman Birin.

Selain itu, menurut dia,  diperlukan suatu terobosan dan inovasi demi maju dan berkembangnya kerajinan daerah agar lebih produktif untuk mengembangkan kualitas dan kuantitas produksi. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Paman Birin Optimis, Capaian Vaksinasi 70 Persen Akhir Tahun

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, optimis capaian vaksinasi di provinsi ini mampu mencapai target 70 persen hingga akhir tahun nanti. Pencapaian target 70 persen hingga akhir 2021 tersebut merupakan harapan  Presiden Joko widodo (Jokowi) secara nasional.

Angka itu juga menjadi target nasional dan semua pemerintah daerah diminta melakukan gerakan masing-masing hingga terpenuhi atau bisa lebh cepat.

Gubernur Sahbirin menilai, target ini dapat tercapai dengan tingginya antusiasme masyarakat, mengikuti vaksinasi yang banyak digelar organisasi, instansi, dunia usaha, dan dunia pendidikan mulai tingkat SMA/SMK sederajat hingga Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di daerah.

“Bersama kita bergotong royong untuk meningkatkan capaian vaksinasi kita ,” ujar pria yang biasa disapa Paman Birin ini, pada Selasa (16/11) saat meninjau Vasinasi Bergerak di BNN Kota Banjarmasin.

Selain meninjau kegiatan vaksinasi di Kantor BNN Kota Banjarmasin di Jalan Pangeran Hidayatullah, Paman Birin dan rombongan juga mendatangi kegiatan vaksinasi di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari.

Paman Birin yang datang bersama Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, mengapresiasi partisipasi banyak pihak yang menyelenggarakan vaksinasi  bagi masyakat umum dan pelajar.

Paman Birin tidak lupa mengingatkan agar tetap menjaga protokol kesekatan yakni mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dan menjaga jarak, kendati sudah divaksin.

Vaksinasi ujarnya, salah satu upaya menjaga kekebalan atau daya tahan tubuh (herd imunity) agar terhindar dari penularan virus seperti COVID-19 yang terjadi sudah hampir dua tahun terakhir.

Pandemi ini ujarnya, akan lebih mudah dilawan jika dilakukan bersama-sama, termasuk dengan mengikuti vaksinasi ini.

Paman Birin mengapresiasi gencarnya vaksinasi yang dilakukan UIN Antasari hingga mencapai delapan kali sejak Maret lalu.

“Kalau sudah delapan kali, berarti UIN Antasari ini pelopor,” ujarnya.

Paman Birin menyebut, setelah dilakukan vaksinasi bagi masyarakat, angka kasus masyarakat yang terpapar COVID-19 mulai melandai disemua kabupaten/kota se Kalsel, dan diharapkan kondisi terus membaik hingga COVID-19 tidak ada lagi.

Rektor UIN Antasari, Prof Mujiburrahman mengatakan, vaksinasi yang digelar pihaknya, merupakan kegiatan yang ke-8, dengan target 70 persen lebih mahasiswa  mendapatkan ivaksin.

Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah sekaligus untuk melakukan perkuliahan tatap muka. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Utara; Transformasi Digital. Musibah atau Anugerah?

HULU SUNGAI UTARA – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Transformasi Digital. Musibah atau Anugerah?” di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Selasa (16/11/2021) pukul 14.00 Wita. Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati HSU Abdul Wahid, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dipandu oleh moderator Septi Diajeng, yang menghadirkan narasumber pertama Akhmad Riduan.

Riduan mengatakan, pandemi covid 19 yang terjadi telah mengguncang berbagai sektor kehidupan, dari bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lain-lainnya telah merasakan dampak dari terjadinya pandemi ini.

“Pandemi ini pun memaksa kita untuk mengubah pola hidup yang sudah biasa kita jalankan,” tuturnya.

Literasi digital kata Ridwan, sama pentingnya dengan membaca, menulis dan mempelajari ilmu lainnya. Setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Literasi digital secara sederhana diartikan sebagai kecakapan memahami dan menggunakan informasi dari berbagai tipe format sumber-sumber informasi yang lebih luas, dan mampu ditampilkan melalui perangkat komputer.

Percakapan ini dibutuhkan dalam rangka memudahkan proses pembelajaran. Kecakapan ini pula perlu dimiliki oleh guru, dosen, mahasiswa, peserta didik bahkan oleh kalangan yang berkepentingan untuk pembelajaran.

Narasumber kedua Norsanti dengan materi tentang ‘Peran Komunitas Akademik dalam Pendidikan di Era Digital’.

Kata dia, pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa adalah melalui pendidikan.

“Pentingnya peran komunitas akademik dalam pendidikan di era digital yang perlu diperhatikan yakni, aspek keseimbangan, aspek keselamatan, tugas keamanan, aspek perundungan siber dan aspek hak cipta atau plagiarisme,” tuturnya.

Ia menambahkan, Budaya literasi sangat penting diterapkan di dunia pendidikan terutama di era digital. Hal tersebut dapat membantu peserta didik untuk memilih dan memilah informasi yang masuk melalui digital.

Upaya komunitas akademik dalam membudayakan literasi digital ialah, mengenalkan materi berbasis digital, mengevaluasi hasil sumber informasi digital, penekanan keterampilan mengkritisi informasi digital, dan memberi pemahaman tentang perangkat hukum lingkungan digital.

Narasumber ketiga Irwan Zasir dengan materi tentang ‘Basic Knowledge dan Rules Usaha Online’.

Irwan menjelaskan, kecakapan digital adalah kemampuan dan pengetahuan seseorang menghadapi tantangan digitalisasi saat ini secara proaktif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu adaptif dan responsif.

“Terutama dari sisi pemahaman dan penguasaan perangkat teknologi,” ucapnya.

Basic knowledge dan rules usaha online ialah, jujur, fast respon, tepat waktu, personal service dan membantu konsumen untuk membeli.

Kemudian, sosial Digital marketing ialah, kemampuan berkomunikasi online, desain dan fotografi dasar, pemasaran, teknik copywriting, dan administrasi juga keuangan dasar.

Terakhir narasumber Reno Affrian dengan materi tentang ‘Rekam Jejak Digital’.

Reno mengatakan, era digital merupakan suatu kondisi kehidupan atau zaman di mana semua kegiatan yang mendukung kehidupan sudah dipermudah dengan adanya teknologi.

“Dampak positif internet ialah memudahkan komunikasi, pencarian informasi, transaksi bisnis, sarana belajar dan media untuk berkarya. Sedangkan dampak negatif internet yakni penyebar hoax, penipuan dan aksi kejahatan, Bullying, dapat menyebabkan kecanduan serta peretasan,” tuturnya. (RILIS)

DPPPA Banjarmasin Masih Koordinasikan Soal Anak Yatim Piatu Akibat COVID-19

BANJARMASIN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Banjarmasin, masih melakukan koordinasi dalam menangani anak yatim piatu, diakibatkan pandemi COVID-19.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin Iwan Fitriadi, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (16/11), pihaknya masih menjalin koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalimantan Selatan, serta Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dalam hal pendataan.
Data sementara yang terhimpun di 52 Kelurahan ada sebanyak 129 anak, yang mengalami yatim piatu, akibat pandemi COVID-19, sejak tahun 2020 lalu.

“Dari 5 Kecamatan, paling banyak terdapat di Kecamatan Banjarmasin Utara,” katanya.

Iwan menjelaskan, saat ini pihaknya masih mengalami kendala, dari 129 anak yatim piatu, hanya sebagian memiliki nomor induk keluarga, padahal dalam syarat pemberian bantuan, wajib memiliki NIK, sehingga ini akan terus diupayakan, dalam pendataan melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Banjarmasin, agar nanti tidak mengalami persoalan dikemudian hari, ketika disalurkan bantuan.

“Bentuk bantuan bukan dalam uang, namun berupa makanan bergizi, dan keperluan alat tulis sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut Iwan menyampaikan, dari 129 anak yatim piatu, rata rata lebih banyak berusia antara 4 – 9 tahun, dan yang paling sedikit berkisar berumur 15 – 16 tahun. Terkait yang merawat anak yatim piatu, kebanyakannya nenek dan saudara dari salah satu orangtua mereka, sedangkan bagi anak yatim ataupun piatu, masih tetap dirawat baik ayah maupun ibu kandungnya masing-masing.

“Kita apresiasi dengan warga di kota ini, kebanyakan anak yatim piatu dari warga tidak mampu. Namun salah satu baik dari orangtua, atau nenek, tetap peduli sepenuh hati untuk merawat, karena perkembangan anak sangat penting, dengan orang terdekat, untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik,” tutup Iwan. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version