Syarifah Rugayah Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan Ke Organisasi Perempuan

BARITO KUALA – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Syarifah Rugayah melaksanakan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Suasana sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel, Syarifah Rugayah

Ia mengundang organisasi perempuan dari Fatayat Nahdhatul Ulama (NU) Provinsi Kalsel sebagai peserta kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah makan di Kecamatan Handil Bakti, Rabu (24/11).

“Kami mengundang kader dan pengurus Fatayat NU Kalsel yang berbasis keIslaman. Diharapkan setelah mengikuti sosialisasi ini, mereka dapat menyebarluaskan wawasan kebangsaan kepada jaringannya, keluarga dan masyarakat disekitarnya,” katanya.

Syarifah Rugayah mengakui nilai-nilai Pancasila ini sebenarnya sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, menurutnya, tetap diperlukan sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat untuk menguatkan pemahaman.

“Melalui pembinaan wawasan kebangsaan ini, diharapkan mampu meningkatkan soliditas serta mewujudkan persatuan dan kesatuan sebagai modal berorganisasi dengan baik dan benar,” jelasnya.

Sementara Wakil Ketua Fatayat NU Provinsi Kalsel, Melly Minarti mengucapkan terimakasih kepada Anggota DPRD Kalsel dari Fraksi Golkar tersebut yang telah menyelenggarakan sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Ia menyatakan, dengan adanya sosialisasi ini, dapat menambah pengetahuan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Insya Allah pengetahuan ini dapat kami aplikasikan baik secara pribadi maupun berorganisasi. Hal ini juga sangat penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sosialisasi ini menghadirkan nara sumber yaitu Widya Iswara Ahli Madya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalsel, Ratna Rosana. (NRH/RDM/RH)

Digital Leadership Academy Harvard Kennedy School, Tumbuhkan Optimisme Transformasi Digital

BANJARBARU – Kepala Perwakilan BPKP Kalsel Rudy Mahani Harahap optimis, transformasi digital dan integrasi sistem informasi di Indonesia akan semakin maju. Hal itu disampaikannya ketika diminta memberikan kesan mewakili semua peserta Program Digital Leadership Academy (DLA) di Harvard Kennedy School, pada Kamis (25/11).

“Setelah pelatihan ini, kita semakin optimis bisa mengintegrasikan sistem informasi agar pelayanan publik semakin efektif dan efisien,” katanya.

Ditambahkannya, contoh sederhana, Indonesia sudah mempunyai aplikasi Peduli Lindungi yang bisa mengakses dan mengintegrasikan identitas unik.

Rudy juga mendapatkan banyak pelajaran yang menarik dalam hal kepemimpinan digital (digital leadership). Salah satunya tentang perbedaan planner dan learner.

“Kini kita tahu bahwa transformasi digital tidak harus dengan pendekatan planner yang waterfall, tetapi bisa dengan pendekatan learner yang agile,” katanya,

Setelah berlangsung 14 hari, Program DLA yang dihadirkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, resmi ditutup secara virtual pada Senin (24/11) lalu.
Penutupan dihadiri oleh Ketua Pokja DLA, Sadjan, dan Kepala Badan Litbang SDM, Hary Budiarto, serta para peserta pelatihan DLA.

Pelatihan DLA tersebut diberikan langsung oleh pengajar Harvard Kennedy School, yang berasal dari berbagai negara. Pelatihan bertujuan memberikan pemahaman bagaimana teknologi digital dapat meningkatkan kinerja dan pembuatan kebijakan para pemimpin penting dunia.

Pelatihan diikuti oleh 6 orang dari Indonesia yang menduduki jabatan pembuat kebijakan di berbagai sektor, seperti pemerintahan, akademisi, BUMN, maupun swasta. Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), yang kini Komisaris Telkomsel, Wishnutama Kusubandio, juga ikut sebagai peserta.

Peserta lain sekitar 80 orang berasal dari berbagai negara, dengan jabatan yang prestisius, seperti chief innovation officer. Beberapa donor internasional seperti Worldbank dan IMF juga mengirim pesertanya.

Penutupan pelatihan DLA bukan merupakan garis finish bagi para peserta. Mereka harus dapat berperan dalam bidangnya masing-masing setelah pelatihan karena sudah dibiayai dengan scholarship dari uang negara, sekitar Rp55 juta atau USD3.800 per orang. (BPKPKalsel-RIW/RDM/RH)

Bank Kalsel Raih Penghargaan Bank Pengelola Kas Titipan Terbaik 2021

BANJARMASIN – Bank Kalsel meraih penghargaan sebagai Bank Pengelola Kas Titipan Terbaik kategori Non Terdepan, Terluar dan Terpencil melalui Bank Kalsel Kantor Cabang (KC) Batulicin dan Kantor Cabang (KC) Tanjung.

Penghargaan tersebut diumumkan melalui acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PBTI) tahun 2021. Gelaran tahunan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia tersebut dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo secara daring dengan disaksikan kantor Perwakilan Bank Indonesia di seluruh Indonesia (24/11).

Acara yang bertema “Bangkit dan Optimis Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi” tersebut, memberikan apresiasi kepada 57 pemenang dari berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia, salah satunya Bank Kalsel.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Indonesia sendiri menyaksikan acara tersebut dengan mengundang para pejabat instansi baik dari Pemerintahan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kepolisian, TNI, Perbankan dan organisasi lainnya di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Rabu (24/11). Acara ini juga diisi dengan penyampaian pandangan mengenai kondisi, tantangan, prospek ke depan serta arah perekonomian Indonesia dan Kalimantan Selatan terkini, oleh Amanlison Sembiring selaku Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalsel dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar yang mewakili Gubernur Kalsel.

Seusai acara, Plt. Direktur Utama Bank Kalsel I G.K. Prasetya, yang turut menghadiri acara tersebut, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan dan berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik di masa yang akan datang.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bank Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada Bank Kalsel sebagai Bank Pengelola Kas Titipan Terbaik melalui KC Batulicin dan KC Tanjung. Kami berterima kasih juga kepada KC Batulicin dan KC Tanjung atas kinerja terbaiknya hingga diperolehnya penghargaan ini. Amanah ini tentunya akan kami jaga dengan baik melalui komitmen untuk memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat,” ungkap Prasetya.

Sebelumnya, Bank Kalsel melalui KC Batulicin pada tahun 2018 juga memperoleh penghargaan serupa, disusul pada tahun 2020, giliran Bank Kalsel KC Tanjung yang mendapatkan apresiasi. Bank sebagai pengelola kas titipan memiliki beberapa manfaat diantaranya memberikan ketersediaan uang layak edar (ULE) kepada perbankan di sekitar wilayahnya sehingga kebutuhan masyarakat akan ULE akan terpenuhi. Disamping itu, layanan kas titipan juga membuat biaya cash handling bagi perbankan di daerah lebih efisien mengingat jarak tempuh yang cukup jauh jika harus ke Kantor Perwakilan BI Kalsel di Banjarmasin.

Lebih lanjut, Prasetya menambahkan bahwa prestasi ini diperoleh tidak lepas dari dukungan para pemegang saham, nasabah setia Bank Kalsel dan seluruh elemen masyarakat.

“Apresiasi membanggakan ini kami terima tentunya berkat dukungan dan binaan seluruh pemegang saham maupun regulator, nasabah setia kami dan seluruh elemen masyarakat yang senantiasa mendukung kelancaran Bank Kalsel dalam memberikan layanan sebagai pengelola kas titipan. Semoga Bank Kalsel semakin tumbuh dan berkembang, melaju bersama masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkas Prasetya. (Adv-RIW/RDM/RH)

Sempat Ditutup Sementara, Wisata Danau Seran Kembali Buka

BANJARBARU – Meski sempat ditutup akibat memakan korban jiwa beberapa waktu lalu, wisata air Danau Seran kota Banjarbaru kini kembali dibuka, Rabu (24/11).

Menurut Pengelola Danau Seran sekaligus Ketua RW setempat Abdul Hadi mengatakan, pihak pengelola sudah mematuhi serta mengikuti apa yang menjadi aturan pemerintah. Termasuk menerapkan penutupan sementara dan mewajibkan penerapan keamanan, juga protokol kesehatan bagi pengunjung, pedagang dan tim pengelola.

Kendati demikian, hingga saat ini pengunjung yang datang ke wisata ini masih terbilang sepi.

“Masih belum banyak pengunjung yang datang. Terlebih, saat ini juga masih belum banyak yang tahu bahwa Danau Seran sudah kembali dibuka,” jelas Hadi.

Hadi juga memahami situasi dan kondisi saat ini. Juga kepedulian pemerintah akibat insiden tenggelamnya mahasiswa beberapa minggu lalu yang mengharuskan Danau Seran ditutup sementara.

“Lokasi tenggelam tidak termasuk lokasi wisata, maka kami meminta agar tetap dibuka kecuali tempat yang lain dibiarkan ditutupi pagar,” terang Hadi.

Membenarkan hal tersebut, Lurah Palam kota Banjarbaru Ciptadi Sunaryo mengatakan, sejak terjadi insiden beberapa waktu lalu, Wali kota Banjarbaru, M Aditya Mufti Ariffin, meminta untuk menutup sementara wisata air kebanggaan warga kota ini.

Lurah Palam kota Banjarbaru, Ciptadi Sunaryo

“Intinya Wali kota cuman meminta agar kejadian kemarin tidak sampai terulang kembali,” tegas Ciptadi.

Setelah melakukan mediasi dengan pengelola dan pihak berwenang, akhirnya disepakati wisata ini diperbolehkan untuk beroperasi kembali dengan persyaratan pengamanan yang ketat.

“Sudah kita sepakati keamanan di wisata itu lebih ditambahkan, seperti memberi pagar di lokasi danau yang tidak terpantau oleh pengawas, ditambah poster bertuliskan larangan berenang, pos pengawas, dan keamanan lainnya,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

Banggar DPRD Banjarmasin Sepakat Tolak Usulan HKN 2022

BANJARMASIN – Tim Badan Anggaran Dewan dan Pemerintah Kota, menyepakati menolak usulan Dinas Kesehatan, terkait peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2022 mendatang.

Kepada sejumlah wartawan Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Matnor Ali, di ruang kerjanya pada Selasa petang (23/11) mengatakan, pihaknya sepakat menolak karena tidak ada dalam aturan juklak dan juknisnya, apalagi selama ini dalam peringatan hari besar lain seperti Hari Olahraga Nasional, tidak pernah diusulkan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banjarmasin.

“Usulan Dinas Kesehatan sebesar Rp 250 juta rupiah, rencana peringatan HKN, pada APBD Tahun 2022, kami sepakat menolak,” ucapnya

Matnor menyarankan, dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun depan nanti, sebaiknya Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, bisa menggunakan dana dari Rumah Sakit Sultan Suriansyah, yang sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah, karena BLUD dikelola tersendiri.

“Kita berharap tidak lagi terulang dalam bentuk proposal meminta iuran atau donasi, yang ditujukan kepada fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit swasta, rumah sakil sultan suriansyah, apotik dan toko obat, serta aparatur sipil negara di lingkup Dinas Kesehatan Banjarmasin, meski alasan Kepala Dinas Kesehatan, sewaktu rapat dengar pendapat (RDP) pada pekan tadi, dengan Komisi IV Dewan Banjarmasin, terjadi kesalahan redaksi penulisan,” jelas Matnor panjang lebar.

Politisi Golkar DPRD Kota Banjarmasin ini meminta, ke depan dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2022 mendatang, dapat digelar secara lebih sederhana dan penuh makna bagi semua lapisan masyarakat.

“Edukasi pentingnya menjaga kesehatan bersama-sama, tentu akan lebih diapresiasi,” tutupnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, menggelar Hari Kesehatan Nasional (HKN) baru baru tadi, dengan rangkaian kegiatan diantaranya memberikan penghargaan kepada pejuang COVID-19, dan beberapa puskesmas yang berprestasi. (NHF/RDM/RH)

SMA Negeri 3 Martapura Gelar Perayaan HUT ke-2

BANJAR – SMA Negeri 3 Martapura merupakan salah satu SMA binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel yang baru saja berdiri ditahun 2019 yang lalu. Saat pertama kali berdiri SMA yang terletak di Sungai Rangas Ulu Kecamatan Martapura Barat Kab Banjar ini hanya mempunyai 3 ruang kelas dan 1 ruang yang diperuntukkan bagi tenaga pendidik. Dan ditahun 2021 ini, SMA Negeri 3 Martapura merayakan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) yang pertama mereka secara sederhana.

Perayaan HUT digelar sejak Selasa (23/11) hingga Kamis (25/11) dengan menampilkan lomba-lomba dengan sifat mendidik para murid di SMA ini, seperti lomba cerdas cermat untuk melatih kecerdasan para murid, lomba bercerita bahasa banjar untuk mengangkat dan melestarikan kebudayaan banjar, dan terakhir lomba vocal solo (menyanyi) dengan maksud untuk melihat bakat dan minat dari para murid.

Lomba vocal solo (menyanyi) pada perayaan HUT SMA Negeri 3 Martapura

Rabu (24/11), Kepada Abdi Persada FM, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Martapura Umi Masfi’ah menyampaikan, perayaan HUT SMA Negeri 3 Martapura baru pertama kali digelar ditahun 2021 ini, hal ini dikarenakan saat rencana mengadakan HUT ditahun 2020 yang lalu, penyebaran Pandemi COVID-19 masoh terbilang tinggi dan minimnya vaksinasi.

“Ditahun 2021 ini 86 Persen murid-murid sudah melaksanakan Vaksinasi COVID-19 sehingga perayaan HUT pertama ini akan lebih aman,” ungkap Masfi’ah.

Umi Masfi’ah menambahkan, adapun salah satu tujuan diadakannya berbagai perlombaan pada perayaan HUT SMA Negeri 3 Martapura, yakni untuk menghibur para peserta didik agar tidak stress dalam menghadapi Penilaian Akhir Semester ditahun 2021 yang jatuh pada tanggal 1 Desember mendatang.

“Meskipun SMA Negeri 3 Martapura baru dibangun, namun kami beserta para guru dan karyawan bahu-membahu agar sekolah sedikit demi sedikit bisa terpenuhi sesuai tuntuan pemerintah yaitu melengkapi 8  Standar Nasional Pendidikan (SNP),” lanjut Masfi’ah.

Ditambahkan Masfi’ah, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Prov Kalsel Muhammadun beserta Kepala Dinas Disdikbud Prov Kalsel Yusuf Effendi dan pihak terkait, yang telah memfasilitasi sehingga terealisasi pembangunan 12 ruangan di SMA Negeri 3 Martapura yang akan segera dipakai untuk kegiatan belajar mengajar.

“Diperayaan HUT pertama ini kami bersyukur karena sebentar lagi 12 ruangan akan segera selesai untuk dipakai sebagai tempat belajar-mengajar,” tutup Masfi’ah. (MRF/RDM/RH)

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, Kalsel Optimis Pulihkan Perekonomian

BANJARMASIN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyelenggarakan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021 pada Rabu (24/12). PTBI diselenggarakan untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan dan prospek ke depan.
Tema yang diangkat dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 adalah “Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi”.

Foto bersama peserta pertemuan tahunan Bank Indonesia

Tema ini menyiratkan pentingnya kerja sama dan koordinasi antar semua pihak untuk mendukung kelanjutan perbaikan ekonomi di tahun 2022, pasca perlambatan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Gubernur Kalimantan Selatan dalam arahannya yang disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan, bahwa perekonomian domestik yang mulai membaik harus dimanfaatkan sebagai momentum bersama untuk kembali menggalang kekuatan dan strategi efektif, guna mendorong pemulihan ekonomi. Selanjutnya, perekonomian global yang secara bertahap juga mulai membaik sebagai pemicu semangat optimisme pemulihan ekonomi di Kalimantan Selatan.

“Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan 2021 mulai menunjukkan pemulihan dari tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi sebagai dampak dari COVID-19. Dari sisi suplai, pemulihan ekonomi ini diperkirakan didorong oleh perbaikan di seluruh lapangan usaha utama, antara lain pertambangan; dan perdagangan, hotel, dan restoran (PHR). Dari sisi permintaan, peningkatan ekonomi terutama dipengaruhi perbaikan kinerja konsumsi rumah tangga sejalan dengan peningkatan daya beli masyarakat, seiring dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang berangsur pulih, serta peningkatan investasi dan ekspor,” papar Roy.

Dari sisi perkembangan harga, tambahnya, inflasi Kalimantan Selatan pada tahun 2021 diprakirakan lebih tinggi dibandingkan dengan 2020, namun tetap berada dalam rentang sasaran inflasi nasional (3 ± 1 persen). Hal ini sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan perbaikan daya beli masyarakat yang dapat meningkatkan permintaan domestik.

Terkait perkembangan sistem pembayaran di Kalsel, sejumlah kebijakan telah dilakukan untuk mendukung perluasan keuangan digital. Selama Pandemi COVID-19 yang mengharuskan masyarakat menjaga jarak, KPwBI Provinsi Kalsel melaksanakan perluasan jangkauan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu solusi pembayaran nirsentuh untuk mendukung program QRIS secara nasional.

Jumlah merchant onboarding QRIS di wilayah Kalimantan Selatan hingga 12 November 2021 mencapai 160 ribu merchant, meningkat signifikan dan menduduki top 10 Provinsi dalam pencapaian target QRIS terbanyak.

Selanjutnya, KPwBI Provinsi Kalsel juga mendorong percepatan transformasi digital melalui implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Saat ini, telah diterbitkan 14 Surat Keputusan Kepala Daerah tentang pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di tingkat Provinsi/Kota/Kabupaten se-Kalimantan Selatan untuk mendukung implementasi ETPD.

Dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah, KPwBI Provinsi Kalsel terus berperan aktif dalam mendorong pengembangan UMKM digital di Kalimantan Selatan melalui Program Onboarding UMKM. Program ini memberikan pelatihan perluasan akses pasar secara online, memfasilitasi pendaftaran UMKM sebagai merchant pada marketplace, dan penguatan terhadap kemampuan serta pemahaman UMKM untuk sigap dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen di era digital.

KPwBI Provinsi Kalsel memproyeksikan pemulihan ekonomi akan terus berlanjut pada 2022. Perekonomian Kalsel diprakirakan tumbuh lebih tinggi dari 2021. Dari sisi permintaan, perbaikan tersebut didukung oleh pertumbuhan positif dari konsumsi, baik rumah tangga maupun pemerintah, investasi, dan disertai kinerja net ekspor yang solid. Kasus COVID-19 yang terus melandai dan semakin terkendali mendorong peningkatan kepercayaan masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi termasuk melakukan pergerakan bisnis maupun wisata.

“Dari sisi eksternal, perekonomian global yang terus mengalami peningkatan didorong oleh penanganan pandemi yang semakin baik serta keberhasilan vaksin, berpotensi mempercepat pemulihan rantai pasok dunia dan mendorong permintaan komoditas ekspor utama seperti Batubara, Crude Palm Oil (CPO), dan karet,” tambahnya.

Seiring dengan pemulihan ekonomi, tekanan inflasi diprakirakan meningkat di 2022, namun masih dalam rentang sasaran inflasi nasional di 3±1 persen. Peningkatan inflasi terutama disebabkan oleh tingkat permintaan masyarakat yang menguat sejalan dengan peningkatan pendapatan dan perekonomian.

Sehubungan dengan hal tersebut, KPwBI Provinsi Kalsel akan terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi dengan seluruh stakeholder melalui empat upaya sebagai berikut: 1) pemantauan harga pangan strategis dan pelaksanaan operasi pasar, 2) menjaga ketersediaan pasokan, 3) memperlancar distribusi, dan 4) peningkatan kualitas data neraca bahan pangan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Di tengah optimisme perbaikan ekonomi pada 2022, terdapat tiga tantangan yang perlu diatasi yaitu : 1) risiko COVID-19 masih perlu terus diwaspadai karena dapat menahan perbaikan perekonomian, 2) tantangan struktural global warming yang akan membawa perubahan kebijakan energi dunia ke arah energi yang lebih ramah lingkungan, dan 3) kendala kapasitas UMKM yang masih rendah.

Sebagai tulang punggung ekonomi inklusif, UMKM memiliki daya tahan yang rendah terhadap pandemi akibat berbagai keterbatasan seperti skala usaha, akses digital dan alternatif pembiayaan. Dalam jangka panjang, kunci utama untuk pengembangan perekonomian Kalimantan Selatan adalah reformasi struktural dan transformasi industri untuk memperbaiki profil ekspor, dari sektor primer yang ekstraktif ke sektor sekunder yang berbasis industri manufaktur, dan gasifikasi batubara sebagai energi alternatif masa depan.

Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan sinergi antara seluruh stakeholder untuk membangkitkan optimisme dan berinovasi dalam mempercepat pemulihan ekonomi melalui 5 strategi penguatan sebagai berikut: 1) percepatan hilirisasi batubara, 2) mendorong pengembangan industri hilir sawit melalui pola kemitraan, 3) percepatan hilirisasi karet, 4) digitalisasi sistem pembayaran untuk integrasi ekonomi dan keuangan, dan 5) mendorong percepatan pemulihan ekonomi melalui penguatan pelaku usaha UMKM. (KPwBIKalsel-RIW/RDM/RH)

Kader Posyandu di Banjarmasin Diminta Cegah Stunting

BANJARMASIN – TP PKK Kota Banjarmasin melaksanakan Jambore Kader PKK di Kota Banjarmasin, dengan tema Kader PKK mendorong Keluarga pelopor perubahan Banjarmasin dan lebih bermartabat.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyerahkan SK Gerakan Basadakah

Jambore Kader PKK Kota Banjarmasin dilaksanakan, di halaman Rumah Sasirangan Banjarmasin, Rabu (24/11).

Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Siti Wasila mengatakan, dilaksanakannya jambore kader PKK ini, merupakan ajang silaturahmi antar kader PKK di Kota Banjarmasin.

“Pada jambore kader PKK ini, semua kader diminta untuk turut serta membantu mensukseskan program Pemerintah Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Mengingat, PKK merupakan mitra kerja dari pemerintah tersebut.

Sementara itu Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, agar kader kader PKK di Kota Banjarmasin dapat mensukseskan program Pemerintah untuk cegah Stunting.

“Pemerintah Kota Banjarmasin mengucapkan selamat atas diselenggarakannya Jambore Kader PKK,” ucapnya.

Ibnu mengatakan, kepada seluruh kadar PKK di Kota Banjarmasin, untuk dapat membantu pemerintah dalam cegah Stunting.

“Cegah Stunting ini merupakan program dari Pemerintah Pusat, untuk bersama sama mencegah angka kelahiran Stunting,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaunching Gerakan Banjarmasin Cegah Stunting Hari Jumat Berkah atau Basadakah.

“Dengan adanya gerakan Basadakah di hari Jumat tersebut, maka program cegah Stunting dapat terus dilaksanakan di Kota Banjarmasin,” katanya.

Menurut Ibnu, kegiatan Basadakah ini, merupakan kegiatan inovasi dari Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin bersama Posyandu.

Sementara itu Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Siti Wasila mengatakan, dengan di launching program Basadakah ini, maka pihaknya siap menjalankan program tersebut.

“Nantinya kader kader PKK akan membagikan makan makan bergizi kepada warga kurang mampu khususnya yang memiliki anak balita. Bahan makanan tersebut hasil dari sedekah dari warga mampu,” ucap Siti Wasila. (SRI/RDM/RH)

Hadiri Rakornas Investasi 2021, Paman Birin Review Arahan Penting Presiden

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bertema “Hilirisasi dan Kolaborasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan,”  di salah satu hotel berbintang di Jakarta pada Rabu (24/11).

Gubernur Kalsel berfoto bersama Gubernur Jateng pada rakornas investasi

Rakornas digelar Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, dibuka secar resmi Presiden RI Joko Widodo, dan dihadiri para kepala daerah serta kementerian terkait

Pada acara ini, juga digelar pemberian Anugerah Layanan Investasi 2021 kepada  Kementerian/Lembaga, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.

Presiden Jokowi didampingi Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Ditemui usai Rakornas, Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel memberikan penjelasan terkait review pengarahan penting Presiden.

Dijelaskan Paman Birin beberapa poin penting yang ditekankan RI 1 pada rakornas.

Antara lain, Presiden mengatakan, Investasi berperan penting sebagai motor penggerak kegiatan perekonomian nasional.

Pemerintah secara konsisten terus berupaya menjadikan daerah-daerah sebagai pusat-pusat kegiatan usaha.

Saat ini, pemerintah mendorong hilirisasi seluruh sumber daya alam yang dimiliki, termasuk dengan pengembangan industri baterai kendaraan listrik dan kendaraan listriknya.

“Materi lain ditekankan  Presiden adalah pentingnya upaya  inovasi sumber daya alam terbarukan, dengan  meninggalkan bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan dan mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau,” tutup Paman Birin.

RI 1 juga mengatakan, untuk mewujudkan target realisasi investasi Rp1.200 triliun pada tahun 2022, Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah juga didorong untuk meningkatkan kolaborasi dan kekompakan meningkatkan kinerja.

“Setiap investor yang masuk ke daerah diwajibkan berkolaborasi dengan pengusaha yang ada di daerah dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah),” ujarnya.

Sementara itu Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan,   pada tahun 2021 realiasi investasi telah mencapai 63 persen.

Sedang target investasi 2022 sebesar Rp1.200 triliun sebagaimana  ditetapkan Presiden Joko Widodo.

Menurut Bahlil, penyelenggaraan Rakornas Kementerian Investasi/BKPM 2021 dalam rangka menerjemahkan arah kebijakan Presiden bidang investasi pada tahun 2022. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

DPRD Kalsel Harapkan Nilai-Nilai Pancasila Bukan Sekedar Ucapan, Tapi Juga Diamalkan

BANJARMASIN – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rachmah Norlias melaksanakan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dengan tema “Pancasila dan Semangat Persatuan”. Kegiatan yang bertempat di aula gedung Sekretariat Nasyiatul Aisyiyah Provinsi Kalsel di Jalan Perdagangan, Rabu (24/11).

Suasana Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan oleh Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmat Norlias

Rachmah Norlias menyampaikan peserta sosialisasi Wawasan Kebangsaan kali ini bervariasi yaitu berasal dari kalangan mahasiswa, kader dan pengurus Nasyiatul Aisyiyah Kalsel, Pemuda Muhammadiyah, serta kelompok sadar wisata.

“Dengan sosialisasi ini, diharapkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila ini bisa lebih dalam lagi, tidak hanya dimulut saja, akan tetapi terdorong mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Srikandi Partai Amanat Nasional ini menambahkan apabila seluruh masyarakat dapat menghayati dan menjalani nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, niscaya Indonesia akan tumbuh menjadi negara yang kuat, berdaulat, adil dan makmur.

“Karenanya diharapkan para peserta sosialisasi ini bisa mengembangkannya kepada keluarga, teman-teman dan masyarakat disekitarnya,” harapnya.

Sementara itu, Widya Iswara Ahli Madya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Ratna Rosana mengapresiasi sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan Anggota Dewan Provinsi. Pasalnya, empat pilar kebangsaan itu harus ditumbuhkembangkan dan disosialisasikan terus menerus kepada masyarakat sehingga nilai-nilai Pancasila itu lebih “membumi”.

“Yang lebih penting itu adalah perbuatan kita apakah sudah mencerminkan Pancasila itu sendiri. Yang utama adalah ibadah. Misalnya seseorang yang beragama Islam maka sholat lima waktu harus dilaksanakan dengan baik, toleransi beragama, tenggang rasa, tidak mengganggu dan mengintervensi agama lain, dan memberikan kebebasan kepada orang lain untuk menjalankan ibadah sesuai agamanya,” tambahnya.

Selain Ratna Rosana, sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini juga menghadirkan Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Kalsel, Yulia Qamariyanti. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version