Tinjau Kinerja Bank Kalsel Cabang Pembantu Handil Bakti, Ini Harapan Komisi II DPRD Kalsel

BATOLA – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan kunjungan kerja ke Bank Kalsel Cabang Pembantu (Capem) Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, dalam rangka monitoring perkembangan kinerja dan pelayanan perbankan, Rabu, (17/12).

Kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi. Ia menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi operasional Bank Kalsel di tingkat cabang pembantu, termasuk perkembangan aset serta penyaluran kredit kepada masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi

“Tujuan kami datang ke Bank Kalsel Cabang Pembantu Handil Bakti ini tentu ingin melihat situasional bank kita, bagaimana perkembangannya, termasuk aset dan penyaluran kreditnya,” ujarnya

Dalam pertemuan tersebut, Komisi II DPRD Kalsel juga menerima pemaparan terkait penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang telah berjalan di Bank Kalsel Capem Handil Bakti.

Secara umum, Paman Yani menilai kinerja bank berjalan dengan baik dan tidak ditemukan kendala berarti.

“Kami mendapat informasi bahwa bank ini juga menyalurkan KUR dengan jumlah tertentu, dan secara keseluruhan berjalan dengan baik, tidak ada masalah,” jelasnya.

Namun demikian, Yani Helmi menekankan pentingnya pemerataan dukungan permodalan hingga ke tingkat cabang pembantu. Ia berharap penyertaan modal yang telah disetujui DPRD Kalsel melalui panitia khusus (Pansus), dengan nilai sekitar Rp400 miliar, dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan likuiditas di unit-unit layanan daerah.

“Harapan kami, irisan dari penyertaan modal itu juga bisa masuk sampai ke cabang pembantu, sehingga likuiditasnya semakin baik dan mampu menjangkau lebih banyak nasabah,” ungkapnya.

Menurutnya, penguatan likuiditas tersebut akan berdampak pada peningkatan pelayanan kredit kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor pertanian, perkebunan, serta bidang usaha lainnya di wilayah Kabupaten Barito Kuala.

Sementara itu, Kepala Cabang Marabahan Bank Kalsel, Rudi Fahrurazi, menyampaikan apresiasi dan menyambut hangat kunjungan kerja Komisi II DPRD Kalsel ke Bank Kalsel Capem Handil Bakti.

“Kami menyambut dengan hangat kunjungan Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, perhatian dan masukan yang disampaikan DPRD Kalsel menjadi dorongan penting bagi Bank Kalsel untuk terus memperkuat kinerja, khususnya dalam penyaluran kredit dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sinergi antara DPRD Kalsel dan Bank Kalsel dapat terus terjalin dengan baik, sehingga Bank Kalsel mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Barito Kuala,” pungkasnya. (NHF/RIW/RH)

Gelar Rakorwasda, Bukti Komitmen Kalsel Kuatkan Tata Kelola Pemerintahan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap, Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) dapat menjadi forum strategis dalam memastikan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, serta berorientasi pada hasil pembangunan yang nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setdaprov Kalsel, Adi Santoso, usai membuka Rakorwasda sekaligus Pemutakhiran Data Tindak Lanjut Hasil Pengawasan (TLHP) Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (18/12), di Banjarmasin.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setdaprov Kalsel, Adi Santoso

Adi Santoso menyampaikan, Rakorwasda merupakan salah satu upaya strategis untuk memperkuat peran APIP dalam mengawal pelaksanaan pembangunan daerah.

Melalui forum ini ditegaskan bahwa pengawasan tidak lagi diposisikan semata sebagai fungsi pemeriksaan di akhir proses, melainkan harus hadir sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan.

“Pengawasan yang efektif harus mampu memberikan nilai tambah bagi pemerintah daerah, mendorong perbaikan berkelanjutan, serta memastikan program pembangunan berjalan sesuai dengan tujuan dan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Dengan mengangkat tema “Menuju APIP yang Adaptif dan Kolaboratif dalam Mengawal Program Strategis Nasional di Daerah”, Rakorwasda diharapkan mampu memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Fydayeen menjelaskan, bahwa hasil Rakorwasda 2025 akan dijadikan bahan masukan dalam penyusunan Peta Pengawasan Tahun 2026.

Peta pengawasan tersebut selanjutnya akan disampaikan pada Rapat Koordinasi Pengawasan Nasional sebagai pedoman arah kebijakan pengawasan tahun anggaran 2026.

“Melalui Rakorwasda ini, diharapkan kebijakan pengawasan yang dilaksanakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat selaras dan saling mendukung, sehingga pengawasan benar-benar mampu mengawal pencapaian tujuan pembangunan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Inspektur III Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Andi Muhammad Yusuf, mengapresiasi pelaksanaan Rakorwasda di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, penyusunan peta pengawasan yang terarah sangat penting untuk mendorong keberhasilan pelaksanaan Program Strategis Nasional di daerah.

“Sinkronisasi kebijakan pengawasan juga berperan penting dalam meningkatkan efektivitas pengendalian program, mencegah potensi penyimpangan, serta memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan,” tutupnya

Rakorwasda Provinsi Kalimantan Selatan menghadirkan narasumber dari Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia, BPKP Pusat, BPKP Perwakilan Kalimantan Selatan, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Polda Kalimantan Selatan, serta Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan. (NHF/RIW/RH)

Peringati HDI 2025, Disdikbud Kalsel Apresiasi Kreativitas Siswa SLB C Pembina

BANJARBARU – Sekolah Luar Biasa (SLB) C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2025, di Aula SLB C Negeri Pembina, Banjarbaru, pada Kamis (18/12).

Siswa SLB C Negeri Pembina menampilkan kreativitas pada HDI 2025

Peringatan HDI tahun ini mengusung tema “Bersama Tingkatkan Kreativitas dalam Membantu Anak Berkebutuhan Khusus, Mainkan Peran Nyata untuk Meraih Cita-Cita”. Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, yang diwakili Kepala Seksi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Khusus Disdikbud Kalsel, Muhammad Rusdi.

Beragam aktivitas kreatif mewarnai peringatan HDI di SLB C Negeri Pembina. Para siswa menampilkan berbagai bakat melalui pentas seni, pameran karya, hingga kegiatan pengembangan keterampilan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing peserta didik.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, melalui Muhammad Rusdi, menyampaikan rasa bangga atas kreativitas dan keberanian para siswa dalam mengekspresikan bakat mereka.

“Kami sangat mengapresiasi pihak sekolah yang telah melaksanakan kegiatan ini. Melalui peringatan Hari Disabilitas Internasional, kita dapat melihat bakat-bakat anak yang selama ini mungkin belum banyak terlihat, kini bisa ditampilkan sesuai dengan kemampuan masing – masing,” ujar Rusdi.

Ia menambahkan, sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pendidikan inklusif, sepanjang tahun 2025 Disdikbud Kalsel telah menyalurkan berbagai bantuan fasilitas untuk menunjang kreativitas dan prestasi siswa Sekolah Luar Biasa.

“Bantuan yang diberikan meliputi peralatan pendidikan edukatif khusus, peralatan olahraga standar, serta alat praktik keterampilan seperti kelas memasak, membatik, dan salon. Selain itu, juga dilakukan pembangunan dan rehabilitasi sarana fisik sekolah, mulai dari ruang kelas, ruang keterampilan, mushola, hingga lapangan sekolah,” tuturnya.

Dengan dukungan fasilitas tersebut, Rusdi berharap para siswa dapat belajar dengan lebih nyaman, termotivasi untuk terus mengembangkan potensi, serta mampu meraih prestasi yang membanggakan.

“Kami berharap, dengan fasilitas yang semakin lengkap, anak-anak dapat belajar dengan lebih baik dan terus meningkatkan prestasi mereka,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SLB C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan, Rosita Sari, menegaskan bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi wujud nyata apresiasi terhadap potensi dan cita-cita para siswa.

Melalui metode bermain peran, siswa diajak untuk berimajinasi sekaligus merasakan langsung profesi atau peran yang mereka impikan di masa depan. Seluruh siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, turut berpartisipasi menampilkan bakat dan kreativitas mereka.

“Semangat yang ditunjukkan anak-anak ini tidak terlepas dari peran guru yang terus memberikan motivasi, serta dukungan orang tua yang selalu hadir mendampingi,” jelas Rosita.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi anak-anak penyandang disabilitas agar dapat berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

“Harapan saya, anak – anak ini memiliki panggung di dunia nyata untuk menggali dan menunjukkan potensi mereka. Jangan mengucilkan atau mengabaikan, tetapi lihatlah mereka bukan dari kekurangannya, melainkan dari begitu banyak kelebihan yang dimiliki,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Antisipasi Kepadatan Jamaah 5 Rajab, Lalu Lintas Truk Dialihkan dan Aktifkan One Way

BANJARBARU – Rapat persiapan Momen 5 Rajab 1447 Hijriah, berlangsung di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (18/12). Rapat dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, bersama unsur Forkopimda, aparat keamanan, relawan, serta perwakilan masyarakat.

Gubernur Kalsel Muhidin (khaki) saat berbincang dengan Tim Induk Sekumpul (peci)

Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah strategis, salah satunya rekayasa lalu lintas dengan pembatasan operasional kendaraan besar pada H-2 hingga H+2 pelaksanaan Momen 5 Rajab.

“Kendaraan berat seperti truk roda enam dan pengangkut alat berat tidak diperkenankan melintasi jalur utama menuju Martapura. Kendaraan dialihkan melalui jalur Margasari menuju Banjarmasin dan sebaliknya untuk menghindari kepadatan dan potensi kecelakaan,” ujar Muhidin.

Selain pengaturan lalu lintas, rapat juga menegaskan penggunaan istilah Momen 5 Rajab sebagai sebutan resmi kegiatan rutin tahunan di Musholla Ar-Raudhah Sekumpul.

Gubernur turut mengimbau masyarakat agar tidak memasang baliho, spanduk, maupun atribut kegiatan yang mengatasnamakan pribadi atau organisasi selama pelaksanaan momen tersebut.

“Apabila ingin menggelar kegiatan serupa, silakan dilakukan setelah kegiatan utama di Sekumpul selesai,” imbaunya.

Untuk mengurangi kepadatan jamaah, masyarakat dari wilayah jauh juga diimbau mengikuti rangkaian kegiatan melalui siaran langsung YouTube resmi Ar-Raudhah, yang telah disiapkan relawan Sekumpul.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan, pengamanan akan melibatkan 3.700 personel gabungan Polri, TNI, dan instansi terkait, yang disebar dari perbatasan Kalimantan Timur hingga Kalimantan Tengah.

“Kami juga akan memberlakukan sistem satu arah (one way) untuk mempercepat penguraian arus jamaah saat kepulangan,” jelasnya.

Polda Kalsel turut menyiapkan 11 dapur lapangan, 4 kendaraan dapur keliling, serta 6 unit water treatment yang ditempatkan di tengah-tengah jamaah ,guna memenuhi kebutuhan logistik dan air bersih.

“Jika lelah atau mengantuk, jangan dipaksakan. Manfaatkan rest area dan pos pelayanan yang telah disediakan pemerintah dan relawan,” katanya.

Di sisi lain, pihak Tim Induk Sekumpul sampai saat ini belum menginformasikan terkait tanggal resmi pelaksanaan Momen 5 Rajab.

“Kami masih menunggu informasi dari pihak keluarga (Guru Sekumpul). Yang jelas semua informasi akan kami sebarkan di media sosial resmi milik kami,” jelas Abdel, Ketua Tim Induk Sekumpul.

Ia menambahkan, saat ini telah terdata 525 posko dengan total 42.161 relawan yang tersebar di berbagai zona pelayanan.

“Masing-masing posko sudah terbagi dalam beberapa zona termasuk zona air dan zona kesehatan,” bebernya. (SYA/RIW/RH)

Resmi Dilantik, Ini Harapan Wagub Kalsel Untuk Pengurus YJI Kalsel 2025-2030

BANJARMASIN – Wakil Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, drg. Ellyana Trisya, resmi dilantik sebagai Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) masa bakti 2025 – 2030, bersama pengurus lainnya, Kamis (18/12) di Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, hadir pada pelantikan pengurus yang dipandu Sekretaris Jenderal YJI, Rezka Oktaberia (Stafsus Menteri ATR BPR), mewakili Ketua Umum YJI Pusat Anisa Pohan, didahului pembacaan SK susunan kepengurusan, oleh Wasekjen YJI Novi Ariwibowo.

Dalam sambutannya, Ellyana mengatakan, tantangan yang dihadapi YJI sekarang tidak ringan. Oleh karena itu, kehadiran YJI Kalsel harus dirasakan manfaatnya bagi seluruh masyarakat.

“Sosialisasi, pembinaan kader, dan deteksi dini harus diperluas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Kalsel,” ungkapnya.

Ellyana juga mengajak seluruh pengurus YJI Kalsel, untuk meningkatkan kerjasama dengan semua pihak terkait, karena kerja kolektif itu sangat penting.

“Kepengurusan yang baru dilantik ini agar memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana komunikasi dan edukasi kepada masyarakat, jalankan amanah ini dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, mengucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus YJI Kalsel yang baru.

Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi atas pelantikan ini,” ujar Hasnuryadi.

Wagub Hasnuryadi berharap, kepengurusan YJI Kalsel mampu menjalankan tugas tugas yang diamanahkan, dan manfaatnya dirasakan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Kalsel menyampaikan kesiapan untuk bekerja sama atau bersinergi untuk program program yang bermanfaat untuk masyarakat Banua,” ujar Hasnuryadi.

Sedangkan, Sekjen YJI, Rezka Oktaberia mengingatkan kepengurusan yang baru, untuk melakukan pendekatan preventif, dan menyasar kelompok pekerja untuk edukasi menjauhi rokok dan vape.

“Kami berharap, Pengurus YJI Kalsel yang baru dilantik, menjalin sinergi dengan semua pihak terkait dan menggali donasi untuk dana bantuan anak anak yang bermasalah dengan jantung bawaan sejak lahir,” ucapnya.

Pada kegiatan tersebut, diserahkan dana bantuan pendampingan kepada anak dengan penyakit jantung bawaan Nayyara Shanum Alfarizi. (SRI/RIW/RH)

Sukses Gelar Kemah Pemuda, Ini Masukan Peserta Untuk Dispora

BANJARBARU – Peserta Kemah Pemuda, memberikan apresiasi kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, yang sukses mengumpulkan 250 pemuda se Kalsel, di kawasan GOR Babussalam, Banjarbaru, Selasa (16/12). Apresiasi ini disampaikan salah satu peserta asal Kota Banjarmasin, Selamat Riyadi.

Peserta Kemah Pemuda Selamat Riyadi

“Kami mengapresiasi program yang dilaksanakan Dispora Kalsel, untuk menfasilitasi pemuda dalam Indeks Pengembangan Kepemimpinan serta temu Organisasi Kepemudaan se Kalimantan Selatan,” ungkap Selamat.

Pada kegiatan Kemah Pemuda ini, Selamat mengaku, dirinya dapat melatih kepemimpinan, kerjasama, serta keterampilan lainnya.

“Kami berharap, dengan mengikuti Kemah Pemuda ini, peserta dapat lebih terampil lagi, serta dapat menyokong Indeks Pembangunan Pemuda dari bidang kepemimpinan dan partisipasi pemuda,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemuda Pelopor asal Kota Banjarmasin ini memberikan masukan, kepada pemerintah, untuk peningkatan kualitas pemuda kedepannya.

“Kami berharap, program pemerintah untuk peningkatan kualitas pemuda ini, didasarkan pada keinginan pemuda,” tuturnya.

Pihaknya, lanjut Selamat, telah melakukan dialog bersama Dispora Kalsel, agar dapat mendengarkan, apa saja yang menjadi keinginan para pemuda.

“Keinginan dari pemuda seperti adanya fasilitas pendukung dari program yang diberikan, ada monitoring lanjutan, serta pembinaan lebih lanjut. Sehingga nantinya program yang diberikan dinas terkait, dapat selaras dengan keinginan kami, para pemuda,” ungkapnya.

Sehingga nantinya, tambah Selamat, dinas terkait dapat membuat program yang benar benar relevan dengan keadaan pemuda saat ini. Dengan kata lain, terjadi atau terjalin aspek dua arah antara pemerintah dengan pemuda.

“Apa yang menjadi kebutuhan pemuda, kemudian disiapkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Dikatakan Selamat, terkadang program yang diberikan kepada pemuda berasal dari keinginan sepihak.

“Sehingga keinginan pemuda tidak diperhatikan,” ucap Selamat.

Namun, tambahnya, saat ini telah ada ruang untuk pemuda menyampaikan aspirasi, serta berbicara oleh Dispora Kalsel.

“Kami berharap, program yang diberikan kepada pemuda pada tahun berikutnya, berjalan dua arah, antar pemerintah serta pemuda, sehingga peningkatan kualitas pemuda dapat tercapai,” tutup Selamat. (SRI/RIW/RH)

Produksi Padi Tertinggi di Regional Kalimantan, Kalsel Evaluasi LTT 2025

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat sektor ketahanan pangan melalui evaluasi dan perencanaan strategis. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, menggelar Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) serta evaluasi kegiatan Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Tahun 2025 di Aula Lantai 3 Kantor DPKP Kalsel, Banjarbaru, Rabu (17/12).

Rapat koordinasi ini dibuka langsung Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, dan dihadiri sejumlah pejabat strategis pusat dan daerah. Diantaranya Abdul Haris Bahrun selaku Tenaga Ahli Menteri Bidang Standardisasi dan Program Strategis, Pj Swasembada Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Mulyono, Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Akhmad Musyafak, serta perwakilan Dinas Pertanian dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Syamsir Rahman menyampaikan, bahwa rapat ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian luas tambah tanam padi sekaligus merumuskan target produksi ke depan.

Ia mengungkapkan, Kalimantan Selatan berhasil mencatatkan capaian produksi padi tertinggi di regional Kalimantan

“Berdasarkan data terakhir dari BPS, produksi padi Kalimantan Selatan mencapai 1.177.860 ton. Angka ini menempatkan Kalsel sebagai yang tertinggi di regional Kalimantan dan berada di peringkat ke-12 secara nasional,” ungkap Syamsir.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Gubernur Kalsel Muhidin, bersama Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman, dan Sekretaris Daerah, Syarifuddin, serta kuatnya kolaborasi lintas sektor.

Sinergi antara Kementerian Pertanian, DPKP Kalsel, pemerintah kabupaten/kota, hingga dukungan SKPD terkait seperti Dinas PUPR dan BPS menjadi kunci keberhasilan peningkatan produksi.

Syamsir menambahkan, kontribusi produksi padi Kalsel turut menopang kebutuhan regional, termasuk membantu menutup penurunan produksi di Kalimantan Tengah yang pada 2025 tercatat berkurang sekitar 32 ribu ton.

“Ini adalah bukti bahwa kerja bersama mampu memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan regional,” lanjut Syamsir.

Dalam rapat tersebut juga dibahas target luas tambah tanam Desember 2025 yang mencapai sekitar 102 ribu hektare. Diharapkan, target ini dapat dicapai dengan dukungan dari kegiatan keprograman seperti optimalisasi lahan dan cetak sawah.

Meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem, mulai dari hujan lebat hingga dinamika iklim seperti El Nino dan La Nina, Syamsir menegaskan, bahwa Kalimantan Selatan mampu bertahan dan bahkan meningkatkan produksinya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, baik pemerintah maupun swasta, serta penyuluh swadaya yang menjadi ujung tombak keberhasilan sektor pertanian di daerah.

“Tanpa kerja keras bapak dan ibu petani serta para penyuluh, capaian ini tidak mungkin terwujud,” ucapnya.

Selain itu, Syamsir juga mengapresiasi dukungan Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang selama ini aktif melakukan pembahasan bersama pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan pertanian.

Terkait realisasi luas tambah tanam satu tahun berjalan, Ia mengakui terdapat kabupaten/kota yang mengalami peningkatan maupun penurunan. Namun demikian, dinamika tersebut dinilai sebagai bagian dari proses bersama dalam menjaga keberlanjutan ketahanan pangan daerah.

“Semua tetap satu kesatuan. Kita bekerja bersama, saling merangkul, dan bergerak ke arah yang sama untuk memperkuat ketahanan pangan Kalimantan Selatan,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/RH)

Gelar Pekan Aksel 2025, Bank Kalsel Dorong Transaksi Digital dan Gaya Hidup Sehat

BANJARMASIN – Menutup tahun dengan semangat kolaborasi dan gaya hidup digital, Bank Kalsel menghadirkan Pekan AKSEL 2025 pada 19-21 Desember 2025 di Area Parkir Kantor Pusat Bank Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat No. 7, Banjarmasin.

Event ini, mengintegrasikan layanan perbankan digital dengan UMKM, olahraga, hobi, dan hiburan dalam satu rangkaian kegiatan untuk masyarakat Kalimantan Selatan.

Pekan AKSEL 2025 dirancang sebagai langkah strategis Bank Kalsel, dalam meningkatkan brand awareness sekaligus memperkuat citra sebagai bank daerah yang inovatif, adaptif terhadap digitalisasi, dan dekat dengan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Bank Kalsel juga mendorong peningkatan pemahaman dan penggunaan aplikasi AKSEL by Bank Kalsel serta perluasan transaksi non-tunai berbasis QRIS, sejalan dengan upaya percepatan ekosistem cashless society di daerah

Selama tiga hari pelaksanaan, Pekan AKSEL 2025 akan menghadirkan beragam rangkaian kegiatan, antara lain Press Conference Pekan AKSEL yang dirangkaikan dengan Outlook Akhir Tahun Bank Kalsel, Expo Pekan AKSEL yang melibatkan UMKM dan pelaku usaha lokal dengan sistem transaksi QRIS, AKSEL Fun Night Run 5K, Fun Walk Family Bank Kalsel, serta berbagai lomba anak, pelajar, dan komunitas seperti lomba mewarnai, fashion show anak, modern dance, cosplay, RC Rally, dan Beyblade.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan aktivitas sehat seperti Zumba bersama serta hiburan musik dan art performance yang terbuka untuk masyarakat umum.

Selain menghadirkan hiburan dan aktivitas olahraga, Pekan AKSEL 2025 menjadi wadah promosi dan pemberdayaan bagi UMKM lokal untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan literasi transaksi digital.

Seluruh konsep kegiatan dirancang inklusif dan menyesuaikan karakteristik berbagai segmen masyarakat, termasuk Generasi Z, dengan tujuan membangun brand recall Bank Kalsel sejak dini sebagai pilihan utama layanan perbankan di masa depan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan, bahwa penyelenggaraan Pekan AKSEL 2025 merupakan bagian dari komitmen Bank Kalsel untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat.

Ia juga berkomitmen, untuk terus tumbuh dan berkembang bersama, serta berperan aktif dalam mendorong penguatan ekonomi daerah melalui inovasi layanan, digitalisasi transaksi, dan dukungan nyata terhadap UMKM lokal.

“Pekan AKSEL 2025 ini, tidak hanya menjadi ajang hiburan akhir tahun, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan Bank Kalsel dengan masyarakat dan pelaku UMKM. Diharapkan melalui kegiatan ini, kami dapat mengajak masyarakat banua untuk semakin memanfaatkan layanan perbankan digital yang cepat, mudah, aman dan nyaman serta ingin menghadirkan pengalaman akhir tahun yang sehat, edukatif, dan menghibur bagi seluruh lapisan Masyarakat di Kalimantan Selatan,” ungkap Fachrudin.

Melalui penyelenggaraan Pekan AKSEL 2025, Bank Kalsel berharap dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta menjadikan layanan digital Bank Kalsel sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/RH)

Akhiri Tahun 2025, Kalsel Raih Apresiasi Cagar Budaya Tingkat Nasional

JAKARTA –Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan pengakuan di tingkat nasional, atas komitmennya melestarikan Cagar Budaya, dengan menerima Apresiasi Cagar Budaya Peringkat Nasional Tahun 2025, dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Salah satunya untuk Bangunan Rumah Banjar Bubungan Tinggi Desa Teluk Selong Ulu di Kabupaten Banjar.

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bersama Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo, kepada Gubernur Kalsel H. Muhidin, yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narinda.

Foto : sumber Humas Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel

Penyerahan anugerah, dilakukan pada Apresiasi Pelestarian Cagar Budaya Nasional bertempat di Graha Utama, Gedung A Lantai 3, Kompleks Kemendikbudristek, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/12) malam.

Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narinda menyampaikan rasa syukur dan terima kasih, atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, apresiasi ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga warisan budaya sebagai identitas daerah sekaligus aset bangsa.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, komunitas budaya, akademisi, hingga masyarakat yang peduli terhadap pelestarian cagar budaya di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Tantri menegaskan, Pemprov Kalsel akan terus memperkuat kebijakan dan program pelestarian cagar budaya, baik yang bersifat benda, bangunan, struktur, situs, maupun kawasan cagar budaya, agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Dengan diraihnya apresiasi nasional ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan semakin termotivasi untuk memperkuat peran daerah dalam menjaga kekayaan budaya lokal.

“Kami akan terus mendukung pembangunan berkelanjutan yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal,” tutupnya.(DISDIKBUDKALSEL-NHF/RIW/RH)

Pansus II DPRD Kalsel, Matangkan Raperda Penyelenggaraan Perdagangan

BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Perdagangan, kembali menggelar rapat kerja bersama sejumlah mitra kerja, Selasa (16/12). rapat kerja dipimpin langsung Ketua Pansus II, Muhammad Yani Helmi.

Ia menjelaskan, pertemuan ini merupakan rapat lanjutan yang difokuskan pada pembahasan pasal demi pasal dari raperda yang tengah digodok. Dimana ini merupakan raperda pertama di Indonesia, yang secara khusus mengatur penyelenggaraan perdagangan di daerah.

“Kementerian Perdagangan RI juga memberikan apresiasi sekaligus mendorong penyusunannya, tinggal nanti kita sesuaikan dengan regulasi terbaru yang ada di tingkat pusat,” ujarnya

Yani Helmi menambahkan, setelah pembahasan internal bersama mitra kerja ini, Pansus II berencana segera melaksanakan uji publik. Menurutnya, raperda yang menjadi yang pertama di Indonesia tersebut harus membuka ruang partisipasi seluas – luasnya agar mendapatkan beragam masukan dan sudut pandang dari masyarakat serta pemangku kepentingan.

“Kita berharap raperda ini benar-benar menjadi jawaban atas berbagai persoalan perdagangan yang dihadapi daerah. Jadi bukan sekadar formalitas regulasi, tetapi mampu menjawab tantangan dan kebutuhan zaman,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yani Helmi menambahkan, payung hukum ini nantinya akan mengatur tata kelola perdagangan berbagai komoditas unggulan di Kalimantan Selatan.

“Mulai dari komoditas hasil pertambangan seperti batubara, sektor perkebunan sawit, hingga produk pertanian lainnya, agar tercipta sistem perdagangan yang tertib, berkeadilan, dan berkelanjutan. (NHF/RIW/RH)

Exit mobile version