Jelang Idul Adha, Inflasi Kalsel Turun Jadi 4,74 Persen

BANJARBARU – Inflasi di Kalsel pada Juni 2023 mengalami penurunan, dari sebelumnya sebesar 5,47 persen kini berada dikisaran 4,74 persen.

Turunnya inflasi di Kalsel tersebut, disampaikan langsung Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Suparmi, saat mengikuti rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi yang digelar secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Repulik Indonesia, di Command Center (CC) Setdaprov Kalsel, pada senin (13/6).

Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Suparmi

Rakor yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian ini diisi dengan paparan dari sejumlah sektor terkait, yang membahas tentang kenaikan harga barang dan komoditas yang memerlukan perhatian menjelang hari raya Idul Adha pada Kamis (29/6) mendatang.

Saat memimpin rakor, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan, menjelang hari raya Idul Adha, pihaknya menghimbau agar masing-masing daerah dapat memonitor kenaikan harga bahan-bahan pokok. Serta melaksanakan antisipasi akan kemungkinan kebutuhan pangan yang akan naik, termasuk hewan qurban.

“Tolong monitor daerah masing-masing, terutama yang harganya terlalu tinggi, agar dapat distabilkan,” ucap Tito.

Sementara itu, Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Suparmi menyampaikan, inflasi bulanan Kalsel berada di angka 4,74 persen dan untuk nasional tetap di angka 4 persen. Dan penyumbang inflasi di Kalsel sama dengan di tingkat nasional yaitu daging dan telur ayam ras dan bawang merah.

“Alhamdulillah inflasi bulanan Kalsel kita berada di angka 4,74 dan untuk nasional tetap di angka 4,” ungkap Suparmi.

Ia melanjutkan, langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam pengendalian inflasi telah dilakukan, termasuk gerakan menanam cabai yang sudah berlangsung, termasuk dalam bentuk lomba menanam cabai tingkat SKPD.

“Kami berharap minggu ketiga dan keempat sampai dengan awal Juli inflasi di Kalsel dapat terus terkendali,” tutup Suparmi. (MRF/RDM/RH)

Rumah Hingga Alat Bantu Berjalan Jadi Hadiah Peringatan HLUN ke 27 di Kalsel

BANJARBARU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, turut memberikan perhatian kepada lanjut usia (lansia) pada momen peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke 27. Alat bantu berjalan hingga rumah layak huni menjadi bingkisan bagi mereka.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat bercengkrama bersama lansia saat peringatan HLUN ke 27 di PPRSLU Budi Sejahtera Kalsel, Landasan Ulin, Lianganggang, Banjarbaru

“Semoga dengan diberikannya ini menjadi sebuah perhatian. Karena kita ketahui pemerintah juga berperan atau mempunyai kewajiban untuk memberikan perlindungan,” ungkapnya usai mengikuti peringatan HLUN ke 27, di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Kalsel, Senin (12/6).

Saat penyerahan bantuan kepada lansia dimomen peringatan HLUN ke 27

Orang nomor satu di Kalsel itu juga menilai keberadaan lansia tak hanya dilingkungan panti saja melainkan juga banyak terdapat di luar. Sehingga, perlu menjadi perhatian seluruh lapisan baik ditingkat pemerintah daerah atau masyarakat.

“Kita ketahui bersama masyarakat Banjar sangat menghormati orang tua. Maka dari itu, mereka harus terus mendapat perhatian dari kita semua termasuk yang berada di luar lingkungan panti,” ucapnya.

Sebagai implementasi, ia meminta agar Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Kalsel dapat memberikan pelayanan terbaik kepada lansia.

“Terutama yang perlu diperhatikan adalah kesehatan dan makanannya,” harapnya.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kalsel, Slamet Riyadi, menuturkan, selain merayakan hari lansia secara nasional itu tentu pihaknya tidak lupa untuk ikut turut berbagi kepada mereka.

“Jadi, selain kami memberikan pembinaan kepada lansia baik dilingkungan panti atau pun di luar panti. Tentu berbagi bantuan juga turut menjadi perhatian serius Dinsos Kalsel,” ungkapnya.

Menindaklanjuti arahan Gubernur Sahbirin Noor, dia membeberkan, Dinsos baik ditingkat provinsi atau pun kabupaten/kota juga sudah menerapkan layanan-layanan terbaiknya kepada lansia.

“Nah, selain membina di dalam panti kami juga turut memberikan perhatian kepada lansia yang berada di luar seperti home care dan lain-lain,” tuturnya. (RHS/RDM/RH)

Raperda Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi Telah Difinalisasi

BANJARMASIN – Pembahasan Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah, tentang Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin telah finalisasi.

Suasana Rapat Pansus Raperda Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi, di ruang Komisi I DPRD Banjarmasin

Hal itu disampaikan, Ketua Pansus Raperda Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin, Faisal Heriyadi, kepada sejumlah wartawan, pada Senin (12/6) sore.

Ketua Pansus Raperda Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin, Faisal Heriyadi

Faisal mengatakan, guna mengembangkan minat baca bagi generasi muda, dan menjadikan perpustakaan lebih baik lagi, maka sangat tepat dibahas detail Raperda, tentang Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi, dari beberapa kali rapat pembahasan telah sepakat difinalisasi oleh seluruh anggota pansus.

“Alhamdulillah sudah finalisasi, kedepan minat baca digemari untuk membentuk generasi muda yang Intelektual,” ucapnya

Disampaikan Faisal, ada dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang berperan penting dalam kemajuan Raperda Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi, yaitu Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Banjarmasin. Pihaknya akan terus mensupport menyemarakkan gemar membaca serta memberikan sarana perpustakaan yang lebih bagus lagi di tengah lapisan masyarakat.

“Kehadiran Pojok Baca di masing-masing SKPD Banjarmasin, kemudian kampung literasi di Kecamatan dan Kelurahan, nantinya berdampak akan memudahkan warga dalam meningkatkan budaya literasi,” jelas Politisi PAN DPRD Banjarmasin ini.

Lebih lanjut Faisal menambahkan, peran serta masyarakat khususnya yang bergelut dibidang usaha, dapat membantu Pemerintah turut berpartisipasi dalam pengembangan budaya literasi di kota seribu sungai.

“Adanya CSR di kota ini, semoga semakin memajukan budaya literasi,” tutupnya

Untuk diketahui, pembahasan Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah tentang Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi, bertempat di ruang Komisi I DPRD Banjarmasin. Rapat dipimpin Ketua Pansus Faisal Heriyadi, beserta anggota Pansus baik Legislatif dan Eksekutif, dihadiri perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip, Dinas Pendidikan serta Bagian Hukum Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Tahun 2023, Digelar

BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Tahun 2023, di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Senin (12/6). Dibuka Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bahri, mewakili Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah.

Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bahri

Dalam sambutannya ia mengatakan, Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi ini, digelar setiap tahun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya. Diikuti oleh 13 Kabupaten dan kota di provinsi ini.

“Pemilihan Pemuda Pelopor ini dilaksanakan secara berjenjang, dari pemilihan tingkat daerah kabupaten dan kota, kemudian pemilihan tingkat provinsi, selanjutnya pemilihan tingkat nasional,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Fathul, diharapkan pada pemilihan tingkat provinsi ini, terpilih Pemuda Pelopor yang dapat mewakili Provinsi ini dapat pemilihan tingkat nasional mendatang.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Kalimantan Anugrah mengatakan, pada pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Tahun 2023 ini, diikuti oleh 14 peserta dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Plt Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Anugrah

“Peserta dari 10 kabupaten dan kota tersebut sudah dilakukan seleksi,” ucapnya.

Dari hasil tersebut, dihasilkan 14 peserta yang mewakili masing masing bidang, yang dilombakan pada Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi.

Bidang yang dilombakan, Bidang Pendidikan, Agama, Sosial, Budaya, Bidang Pangan, Bidang Sumber Daya Alam, Lingkungan, serta Pariwisata, dan Bidang Inovasi dan Teknologi. (SRI/RDM/RH)

Gusti Abidinsyah Dorong Pelaku UMKM Miliki Sertifikat Halal

BANJAR – Legislator Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Banjar agar memiliki sertifikat halal bagi produk-produk UMKM yang dihasilkan.

Hal itu disampaikan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel Gusti Abidinsyah, kepada wartawan, usai melaksanakan kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila di aula kantor Kecamatan Kertak Hanyar, Sabtu (10/6).

Suasana Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila dan Penyerahan Sertifikat Halal oleh Anggota DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah

Ada sekitar 40 pelaku UMKM di Kabupaten Banjar yang mendapatkan sertifikat halal terhadap produk-produk usaha yang meliputi makanan ringan.

Gusti Abidinsyah menilai sertifikat halal ini sangat penting untuk menjamin kualitas produk agar merambah pangsa pasar yang lebih besar. Pasca mendapatkan sertifikat halal, ia berharap produk UMKM di Kabupaten Banjar bisa mengembangkan promosi penjualan hingga ke retail besar atau supermarket

“Kami juga akan berusaha kalau bisa seluruh pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Banjar ini, kita dorong untuk bisa mendapatkan label halal ini, karena dengan adanya label halal ini kita bisa memastikan kebersihan dan keamanannya,” jelasnya.

Dalam sosialisasi nilai-nilai Pancasila itu, Abidinsyah juga menekankan pentingnya rasa toleransi antar sesama pelaku usaha, guna menghindari terjadinya konflik.

“Pelaku usaha ini juga penggerak nilai-nilai Pancasila. Mereka juga terlibat dalam menggerakkan perekonomian bangsa yang diharapkan bisa mewujudkan kemandirian ekonomi negara,” terangnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut yaitu Ketua HIPMIKINDO Kabupaten Banjar, Sampurnawati yang memberikan pengarahan sebagai upaya peningkatan kualitas, termasuk kemasan, dari UMKM di Kabupaten Banjar. (NRH/RDM/RH)

BI Kalsel Gandeng BCA dan BSI Gelar Merchant Gathering dan Lomba QRIS Racing

BANJARMASIN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mengakselerasi pembayaran digital dengan memperluas adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Upaya itu dilakukan lewat kegiatan Merchant Gathering dan Lomba QRIS Racing selama dua hari di pusat perbelanjaan terbesar di Banjarmasin, akhir pekan lalu (10-11 Juni 2023).

Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel

Membuka rangkaian kegiatan, Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel Bimo Epyanto mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah memperluas adopsi dan penggunaan QRIS sebagai sarana transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal bagi warga Kalsel.

Seperti diketahui, Bank Indonesia mempunyai target 45 juta pengguna QRIS hingga akhir tahun 2023 secara nasional. Selain target pengguna, Bank Indonesia juga mencanangkan target volume transaksi sebesar 1 miliar transaksi, dan 70 ribu volume transaksi QRIS antarnegara.

“Di Kalsel, kami punya target penambahan pengguna QRIS baru sebanyak 290.572 pengguna, dan volume transaksi sebanyak 6.948.586 transaksi hingga akhir tahun 2023,” ungkap Bimo.

Bimo menambahkan, hingga April 2023, realisasi penambahan pengguna QRIS baru di Kalsel telah mencapai 35,21% dari target. Capaian itu lebih tinggi dibanding rerata realisasi penambahan pengguna QRIS baru di wilayah Kalimantan sebesar 32%, maupun nasional sebesar 34,10%.

Hanya saja, dari sisi volume transaksi QRIS, Kalsel masih tertinggal dibanding wilayah Kalimantan maupun nasional. Volume transaksi penggunaan QRIS di Kalsel baru mencapai 39,73% dari target. Sementara wilayah Kalimantan mencapai 48,16%, dan nasional mencapai 55,95%.

“Oleh karena itu, kami berharap, kegiatan ini akan membantu pencapaian target pengguna dan transaksi QRIS di Kalsel, meningkatkan pemahaman masyarakat, dan memberikan apresiasi kepada merchant yang telah mengampanyekan QRIS,” lanjut Bimo.

Untuk mempercepat akselerasi pembayaran digital lewat QRIS, BI Kalsel menggandeng dua Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) pada Merchant Gathering dan Lomba QRIS Racing kali ini. Mereka adalah BCA dan BSI, yang punya basis dan potensi merchant QRIS cukup besar di Kalsel.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Cabang Utama BCA Banjarmasin Cecep Sopwan Hadi mengatakan, pihaknya menghadirkan tidak kurang dari 75 merchant ritel utama QRIS yang punya potensi untuk terus dikembangkan.

“Lewat Merchant Gathering dan Lomba QRIS Racing ini, penggunaan QRIS oleh warga Kalsel akan semakin meningkat, terutama untuk transaksi bisnis ritel, sehingga membantu memperkuat pertumbuhan ekonomi Kalsel pasca pandemi,” ujar Cecep.

Pada kesempatan terpisah, sebelumnya Corporate Secretary Bank Syariah Indonesia (BSI) Gunawan Arif Hartoyo telah mengatakan pihaknya terus meningkatkan interaksi dan transaksi nasabah melalui QRIS lewat fitur di BSI Mobile.

“Saat ini, BSI punya lebih dari 177 ribu merchant QRIS di seluruh Indonesia yang bisa diakses nasabah untuk kemudahan bertransaksi. Baik di merchant food and beverages, fashion, pariwisata, ZISWAF, dan sektor lainnya,” ungkap Gunawan.

Merchant Gathering dan Lomba QRIS Racing selama 10-11 Juni 2023 ini, juga dimeriahkan berbagai macam kegiatan. Mulai dari lomba mewarnai, fashion show, pertunjukan musik, talkshow, hingga bazaar UMKM. (KPwBIKalsel-RIW/RDM/RH)

Paman Yani : RAPI Tanah Bumbu Berikan Manfaat Nyata Untuk Masyarakat

TANAH BUMBU – Sebanyak sepuluh orang pengurus Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) wilayah 1912 Kabupaten Tanah Bumbu dan pengurus lokal Kecamatan masa bakti 2023-2027, secara resmi dilantik dan dikukuhkan oleh ketua Radio Antar Penduduk Indonesia Daerah (RAPIDA) Kalsel, Rosehan Noor Bahri, pada Minggu (11/6), bertempat di Taman Kapet Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu.

Foto bersama pengurus RAPI Tanah Bumbu bersama tamu undangan

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi atau yang biasa disapa Paman Yani.

“Semoga dengan kehadiran Paman Yani, menjadi nilai tambah bagi RAPI,” ujar Rosehan kepada Paman Yani usai pelaksanaan pelantikan dan pengukuhan.

Sementara itu, anggota DPRD yang berasal dari daerah pemilihan Tanah Bumbu dan Kotabaru ini menyampaikan harapannya agar RAPI terus menjalin kerjasama yang baik dengan semua pihak agar menjadi manfaat bagi masyarakat.

“Kita berharap RAPI Tanah Bumbu ini dapat bekerjasama dengan baik dengan pemerintah Tanah Bumbu dan semua pihak. Sehingga terus memberikan manfaat terutama bagi masyarakat luas,” terangnya.

Ia juga menyebut RAPI Tanah Bumbu mempunyai kontribusi yang nyata terutama pada kegiatan yang bersifat sosial.

“Setiap ada bencana contohnya, maka RAPI terjun dengan cepat untuk membantu koordinasi pemerintahan dan masyarakat, sehingga bantuan dapat tersalurkan dengan baik,” tutupnya. (ASC/RDM/RH)

Tekan Konflik Jelang Pemilu, Paman Yani Edukasi Penguatan Ideologi Pancasila

TANAH BUMBU – Penanaman nilai-nilai dasar ideologi Pancasila yang diperkuat dengan empat pilar berbangsa dan bernegara diharapkan mampu memupuk rasa cinta tanah air. Jelang Pemilu 2024, konflik diseluruh jejaring menjadi perhatian. Maka, pembekalan ideologi penting untuk membangun pondasi kuat atas kerawanan tersebut.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengungkapkan, dengan adanya pemberian pengetahuan lebih soal nilai-nilai dasar ideologi Pancasila, tentu penanaman yang didapatkan masyarakat juga sangat bermanfaat.

“Ketika kita melihat indahnya kebersamaan itu, ada nilai positif yang bisa didapatkan. Termasuk bagaimana menciptakan kerukunan antar masyarakat dan sangat baik diterapkan,” ujarnya usai menggelar kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Penanaman Nilai-Nilai Ideologi Pancasila, di Desa Gunung Besar, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (10/6).

Apalagi menurutnya, memasuki musim politik jelang Pemilu 2024 menjadi kewaspadaan bersama. Terlebih, prediksi sensitif rawannya konflik mudah terjadi.

Suasana kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila di Desa Gunung Besar, Simpang Empat, Tanah Bumbu

“Dengan adanya penguatan yang sudah diberikan diharapkan masyarakat dapat menjaga iklim pada masa perpolitikan serta tidak ikut tergerus dan membuat gaduh suasana. Ini yang jelas harus bersama-sama kita jaga agar perdamaian dan cipta kondisi mampu terjaga dengan baik,” harap legislator Dapil VI Tanah Bumbu/Kotabaru yang membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Kalsel.

Sementara itu, Kasubbid Fasilitasi Kelembagaan Pemerintahan Perwakilan dan Partai Politik Badan kesbangpol Kalsel, Harry Widhiyatmoko, menyampaikan, dengan adanya penguatan serta peningkatan kapasitas dari nilai-nilai ideologi Pancasila yang ditanamkan kepada masyarakat yang dikhususkan di Desa Gunung Besar, Simpang Empat, Tanah Bumbu, setidaknya upaya pencegahan terjadinya konflik jelang Pemilu 2024 dapat dikendalikan dengan baik.

“Kita ketahui bersama nantinya pelaksanaan Pemilu akan digelar 14 Februari 2024. Nah, jangan sampai mudah untuk kita dimasuki oleh paham mana pun. Termasuk yang ingin mengubah paham-paham ideologi Pancasila, terlebih ada unsur terorisme yang dapat mengancam kedaulatan NKRI. Dan tentu harus kita dihindari bersama karena perdamaian itu sangat indah,” ungkap dia.

Ditambahkan Harry, apabila masyarakat secara individual masih berpegangan teguh dengan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan menjunjung tinggi patriotisme kebangsaan. Maka, dapat dipastikan kerawanan konflik tidak bakal terjadi.

“Apabila memahami ini tentu kita tidak mudah terprovokasi baik itu paham radikalisme atau pun termakan informasi bohong (hoax),” tutupnya. (RHS/RDM/APR)

Gubernur Kalsel Terima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya

Padang – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menerima penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI.

Penghargaan Satyalancana Wira Karya Bidang Pertanian ini disematkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mewakili Presiden Joko Widodo, dalam acara Pekan Nasional (PENAS) XVI Petani Nelayan Indonesia di Lapangan Udara (Lanud) Sultan Sjahril, Padang Sumatera Barat pada Sabtu (10/6).

“Alhamdulilah. Terimakasih bapak Presiden atas penghargaan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya. Ini menjadi semangat kami untuk terus berkarya memajukan bidang pertanian dan peternakan di Banua,’ kata Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel ini usai acara penyematan.

Paman Birin juga menyebut, keberhasilan meraih penghargaan Satyalancana Wira Karya adalah bentuk komitmen dan gagasan keberhasilan inovasi program SISKA KUINTIP (Sistem Integrasi Kelapa Sawit Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma).

“Artinya, inovasi SISKA KUINTIP ini diakui oleh nasional. Program ini adalah sinergi kegiatan peningkatan produksi dan populasi sapi melalui pemanfaatan lahan sawit inti-plasma, pemanfaatan limbah industri sawit dan pelepah sawit untuk pakan ternak, penguatan pembiayaan dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit, dan penguatan rantai pasok ternak dan hasil ternak,” terang Paman Birin.

Disampaikan Paman Birin, untuk ketersediaan pasokan, telah terbentuk 20 klaster SISKA KUINTIP yang tersebar di 4 kabupaten yaitu Tanah Bumbu, Tanah Laut, Barito Kuala, dan Tabalong.

Saat ini di Kalsel total populasi berjumlah 2.538 ekor sapi yang telah menghasilkan 59 ton daging sapi dan populasi akan terus bertambah seiring perkembangan program dengan target populasi 21.000 ekor sapi dan produksi daging 1.033 ton pada akhir 2024.

Dengan adanya program SISKA KUINTIP, harga biaya produksi sapi menjadi lebih terjangkau, memenuhi indikator keterjangkauan harga, jauh lebih efisien (57,37 persen) dibandingkan daging konvensional, sehingga mampu menyediakan daging sapi di bawah harga pasar.

Sebelum program SISKA KUINTIP dilaksanakan di Kalsel, budidaya ternak sapi di Kalsel bersifat tradisional, biaya produksi sapi yang tinggi, penggembalaan sapi di kebun sawit kurang efisien baik dari segi waktu, biaya dan tenaga karena sapi digembalakan secara lepas liar.

Setelah adanya program SISKA KUINTIP, pola produksi sapi telah berubah menjadi berbiaya rendah karena memanfaatkan sumber pakan yang ada di kebun sawit. (Biroadpim-RIW/RDM/YS)

Disaksikan Menteri Pertanian, Gubernur Kalsel Tandatangani MoU KUR 100 Miliar

Padang – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp100 miliar.

Penandatangan yang disaksikan Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo (SYL) ini dilakukan pada kegiatan Temu Koordinasi dan Penandatanganan Komitmen Bersama antara Mitra Pembiayaan dan Pengusaha Agribisnis, serta Kerjasama Pengembangan Usaha Peternakan dalam rangkaian Penas XVI Tahun 2023 di Padang, pada Jumat (9/6) malam.

Selain Gubernur Kalsel, juga ada sejumlah gubernur, bupati dan walikota yang melakukan penandatangan MoU disaksikan Menteri Pertanian RI.

Paman Birin pun berharap, KUR Pertanian 2023 ini nantinya benar-benar bisa dImanfaatkan untuk menunjang kesejahteraan para petani.

“Saya berharap, KUR nanti akan tepat sasaran dan benar-benar menunjang produksi pertanian dan tentunya meningkatkan kesejahteraan petani Banua,” ungkap Paman Birin.

KUR Pertanian 2023 adalah program bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) yang selama ini digencarkan Kementerian Pertanian (Kementan) meliputi pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.

Disampaikan Dirjen Sarana dan Prasarana Kementan, Ali Jamil, KUR Alsintan ini untuk mengantisipasi dampak El Nino dan perubahan iklim dan telah disetujui Presiden Jokowi, dan telah diterbitkan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) serta telah ditindaklanjuti dalam Peraturan Menteri Pertanian.

“KUR yang dikucurkan sebesar Rp50 miliar untuk kabupaten/kota dan Rp100 miliar untuk provinsi se-Indonesia,” terang Ali Jamil.

Sementara itu, Menteri Pertanian SYL dalam arahannya menyampaikan, agar program KUR ini benar-benar bisa dimanfaatkan oleh kabupaten/kota dan provinsi se-Indonesia.

“Yang bikin kokoh kabupaten/kota, provinsi dan negara adalah pertanian. Untuk itu mari kita perbaiki dan terus kita tingkatkan upaya pertanian,” jelas SYL.

SYL juga meyakini, kalau pun nantinya terjadi permasalahan perekonomian, sektor pertanian adalah yang paling siap. Baik dari segi alat dan SDM-nya.

Dalam acara penandatangan MoU itu, Gubernur Kalsel Paman Birin juga didampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Suparmi dan Staf Khusus Gubernur Achmad Maulana. (BIROADPIM-RIW/RDM/YS)

Exit mobile version