Adaptasi Kunjungan Selama Ramadan, Kebun Raya Banua Sesuaikan Jam Operasional

Banjarbaru – Selama bulan suci Ramadan 1447 Hijrah, Kebun Raya Banua melakukan penyesuaian jam operasional sekaligus berencana memperpanjang layanan hingga waktu berbuka puasa pada pekan depan.

Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Rahmat Maidiyanto menjelaskan, bahwa selama Ramadan kawasan wisata edukasi tersebut tidak lagi dibuka sejak pagi hari seperti biasanya.

“Selama bulan Ramadan ini, jam operasional kami sesuaikan. Jika pada hari biasa buka sejak pagi, maka khusus Ramadan kami mulai pukul 14.00 hingga pukul 18.00 WITA,” ujar Rahmat.

Menurutnya, perubahan ini merupakan bentuk adaptasi terhadap kebutuhan pengunjung yang cenderung datang pada sore hari.

“Penyesuaian ini dilakukan agar masyarakat tetap dapat memanfaatkan area kebun dan menikmati suasana sore yang lebih sejuk, sekaligus menunggu waktu berbuka puasa,” tambahnya.

Tak hanya itu, tingginya antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan area kebun sebagai lokasi berkumpul saat Ramadan, mendorong pihak pengelola untuk mengambil langkah lanjutan. Kebun Raya Banua berencana memperpanjang jam operasional hingga waktu berbuka puasa pada pekan depan.

“Memang sejak awal masuk bulan puasa ini banyak yang bertanya, apakah bisa buka puasa bersama di kebun. Permintaan itu kami terima, baik dari pengunjung langsung maupun yang menghubungi admin melalui WhatsApp,” jelas Rahmat.

Sebagai respons atas permintaan tersebut, pihaknya akan melakukan uji coba layanan buka puasa bersama selama satu pekan penuh, mulai Senin hingga Minggu pada minggu depan.

“Mulai minggu depan kita coba selama satu minggu untuk membuka layanan hingga waktu berbuka puasa,” katanya.

Meski demikian, Rahmat mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait fasilitas penerangan di area kebun saat malam hari.

“Kondisi penerangan menjadi tantangan bagi kami. Ini kami sampaikan sebagai informasi awal agar pengunjung tidak terkejut jika pencahayaan di area kebun pada malam hari masih terbatas. Mudah – mudahan ke depan ada penambahan fasilitas penerangan,” ungkapnya.

Terkait mekanisme kunjungan, masyarakat dapat datang secara langsung tanpa reservasi. Namun, untuk rombongan dalam jumlah besar, pihak pengelola menyarankan melakukan pemesanan terlebih dahulu.

“Untuk rombongan di atas 20 orang kami sarankan reservasi, agar kami bisa menyiapkan tempat dan memantau kapasitas spot-spot duduk untuk buka puasa. Tujuannya supaya jumlah pengunjung terdata dan semuanya tetap nyaman,” terangnya.

Dengan perpanjangan jam operasional hingga waktu berbuka puasa ini, Kebun Raya Banua diharapkan menjadi salah satu alternatif lokasi ngabuburit dan buka bersama yang nyaman di Kota Banjarbaru selama bulan Ramadan. (BDR/RIW/APR)

Dibangun 2026, SMA 6 Banjarbaru Ditargetkan Operasional 2027

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, memastikan rencana pembangunan SMA Negeri 6 Banjarbaru mulai direalisasikan tahun ini. Sekolah baru tersebut, ditargetkan sudah beroperasi pada tahun ajaran 2027.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kalsel, Dedi Hidayat mengatakan, pembangunan SMA 6 Banjarbaru dilatarbelakangi tingginya animo masyarakat, khususnya di kawasan sekitar bandara dan pemukiman yang terus berkembang.

“SMA 6 Banjarbaru memang saat ini sudah kita rencanakan. Jadi melihat animo masyarakat juga yang cukup tinggi di daerah sana, di daerah bandara, yang juga pemukiman cukup tinggi juga,” ujarnya belum lama tadi.

Menurutnya, Pemerintah Kota Banjarbaru telah menghibahkan lahan kepada Pemprov Kalsel untuk mendukung pembangunan sekolah tersebut.

Untuk tahap awal, Pemprov Kalsel telah menganggarkan sekitar Rp2,9 miliar. Saat ini prosesnya masih dalam tahap review di Inspektorat, sebelum masuk ke proses lelang.

“Pagu saat ini mungkin sekitar 2,9 miliar, nanti kita lelang. Ini saat ini kita sedang proses review di Inspektorat untuk HPS-nya, dan setelah itu baru kita lelang,” katanya.

Pembangunan tahap pertama akan difokuskan pada fasilitas dasar penunjang operasional sekolah, seperti ruang kepala sekolah, ruang kantor, kemudian juga ruang kelas.

“Ruang kelas mungkin satu atau dua dulu, kemudian toilet untuk pemenuhan. Pagar sementara kita belum, karena mungkin kita lebih diutamakan yang standar untuk pembelajaran” terangnya.

Lokasi pembangunan SMAN 6 Banjarbaru

Secara lokasi, SMA Negeri 6 Banjarbaru akan dibangun di lahan seluas kurang lebih dua hektare, berada di belakang SMP Negeri 15 Banjarbaru.

Pembangunan dilakukan secara bertahap sebagaimana skema Unit Sekolah Baru (USB). Pada tahun pertama operasional, sekolah hanya akan menerima siswa kelas X.

“Karena untuk USB itu kan bertahap. Tahun pertama kelas satu dulu. Nanti rombelnya kita hitung, salah satunya tarikan dari SMP 15 yang terdekat,” katanya.

Menurut Dedi, pembangunan SMA 6 bukan tanpa kajian. Disdikbud Kalsel telah melakukan analisis kelayakan (feasibility study/FS), termasuk mempertimbangkan kepadatan pemukiman dan akses siswa.

“Memang pemukiman sudah mulai padat di daerah sana. Ada beberapa keluhan, lulus dari SMP 15 ternyata terlalu jauh sampai ke Liang Anggang. Ongkos juga masuk. Jadi kita bagaimana mendekatkan sekolah,” ungkapnya.

Saat ini, jumlah SMA negeri di Banjarbaru masih terbatas, yakni enam sekolah. Bahkan SMAN 5 yang dibangun beberapa tahun lalu sudah penuh dan harus ditambah ruang kelas baru.

“Banjarbaru kan masih sedikit SMA negerinya, baru enam. SMA 5 kemarin kita bangunkan lagi sekitar enam kelas baru, itu juga full. Jadi ternyata memang kita kekurangan,” ungkapnya.

Dengan pembangunan bertahap ini, Disdikbud Kalsel menargetkan SMAN 6 Banjarbaru dapat mulai operasional pada 2027, termasuk proses penunjukan kepala sekolah dan izin operasional sebelum penerimaan peserta didik baru (PPDB).

“Tahun 2027 Insya Allah bisa operasional. Nanti mengikuti PPDB sekitar pertengahan 2027,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Sambut Ramadan, Dinkes Banjarmasin Berbagi Takjil Gratis

Banjarmasin – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan ke 1447 Hijriah tahun 2026, Dinas Kesehatan ( Dinkes) Kota Banjarmasin, membagikan takjil atau makanan pembuka puasa gratis, kepada masyarakat di kawasan Jalan Pramuka, Kota Banjarmasin, Selasa (3/2) sore.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadan menyampaikan, pembagian dipusatkan di titik jalan Pramuka yang menyasar warga sekitar.

Plt Kadinkes Banjarmasin Muhammad Ramadan

“Kami bagikan kepada tukang ojek, tukang parkir serta pedagang dan masyarakat umum yang kebetulan lewat di jalan ini,” ungkap Ramadan, kepada sejumlah wartawan.

Menurut Ramadan, kegiatan ini sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian, untuk membantu warga.

Dimana diharapkan, takjil yang dibagikan, dapat membantu warga berbuka puasa tepat waktu.

“Kegiatan berbagi di Ramadan ini merupakan arahan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, dengan jumlah takjil yang dibagikan sebanyak 200 paket lebih,” ucapnya.

Selain berbagi takjil, Dinkes juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga kesehatan selama berpuasa.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Emma menyampaikan, agar masyarakat menjaga asupan makan baik sahur dan berbuka puasa dengan makanan sehat.

Pola makan yang dianjurkan, yakni 2 gelas air saat berbuka, 4 gelas malam hari dan 2 gelas lagi disaat sahur. Pola ini efektif untuk menghindari dehidrasi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau menghindari gorengan serta makanan manis berlebihan, dan memperbanyak konsumsi protein serta serat saat sahur, agar kenyang lebih lama.

“Kami mengingatkan, agar tidak melewatkan waktu sahur,” tutup Emma. (SRI/RIW/APR)

Tingkatkan Kualitas Penilaian, BK DPRD Kalsel Pelajari BK Award DPRD DKI Jakarta

Jakarta – Dalam upaya memperkuat pengawasan etik dan meningkatkan kualitas sistem penilaian, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Badan Kehormatan (BK) melaksanakan kunjungan kerja dan studi komparasi, ke Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi DKI Jakarta, baru-baru tadi.

Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan DPRD Provinsi DKI Jakarta, membahas penguatan sistem pelaksanaan BK Award agar semakin objektif, transparan, dan akuntabel.

Rombongan BK DPRD Kalsel dipimpin Ketua BK, M. Rosehan Noor Bahri, dan diterima Anggota BK DPRD DKI Jakarta, Elva Dari Qolbina.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Kalsel, Rosehan Noor Bahri

Ketua Badan Kehormatan DPRD Kalsel, Rosehan Noor Bahri menegaskan, studi komparasi ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan langkah strategis untuk menyempurnakan sistem penilaian BK Award di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, BK DPRD DKI Jakarta memiliki sejumlah inovasi yang patut dicontoh, diantaranya, program edukasi yang merangkul pelajar untuk mengenalkan fungsi dan tugas DPRD,
sistem absensi digital atau elektronik yang menggantikan sistem manual, serta
evaluasi berbasis data kehadiran dan partisipasi anggota secara real time.

“Dengan absensi digital, kehadiran anggota dapat terlihat langsung, siapa yang hadir dan siapa yang tidak. Ini membuat penilaian BK Award lebih objektif dan akuntabel,” katanya.

Disampaikan Rosehan, BK Award bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga instrumen strategis dalam mendorong
kedisiplinan anggota dewan, integritas dan kepatuhan terhadap kode etik, konsistensi menjalankan tata tertib lembaga. Sehingga,
penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi kolektif untuk meningkatkan kualitas kinerja anggota DPRD.

“Ini tentu akan semakin memperkuat kepercayaan publik,” ungkapnya.

Sementara itu, Elva Dari Qolbina memaparkan mekanisme, serta indikator penilaian yang diterapkan di DPRD DKI Jakarta. Ia menjelaskan efektivitas peran Badan Kehormatan sangat ditentukan oleh sistem evaluasi yang terukur.

Anggota BK DPRD DKI Jakarta, Elva Dari Qolbina

Indikator tersebut meliputi, tingkat kehadiran dalam rapat, partisipasi kegiatan dewan, kepatuhan terhadap norma etik lembaga, kontribusi dalam pelaksanaan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran.

“Diskusi membahas strategi membangun budaya kerja profesional serta menjaga citra positif lembaga legislatif di mata masyarakat,” ungkapnya

Lebih lanjut Elva Dari Qolbina menambahkan, penguatan peran Badan Kehormatan merupakan langkah penting dalam menjaga marwah dan kehormatan DPRD sebagai lembaga representasi rakyat.

Melalui kunjungan ini, BK DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, dapat mengadopsi praktik-praktik terbaik yang relevan untuk diterapkan di daerah.

“Ke depan, pelaksanaan BK Award di Kalsel diharapkan semakin berdampak nyata terhadap peningkatan kinerja, kedisiplinan, dan integritas anggota dewan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif di Banua,” pungkasnya. (NHF/RIW/APR)

Gelar Raker, DPRD Kalsel Ekspose Rencana Pembangunan Stadion Internasional

Banjarmasin – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Kerja (Raker), dengan agenda ekspose Rencana Pembangunan Stadion Internasional. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Ismail Abdullah, Gedung B Lantai 4 DPRD Provinsi Kalsel, pada Selasa (3/3).

Raker dipimpin langsung Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, dan dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel, instansi vertikal, serta pemangku kepentingan sektor olahraga.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK menyampaikan, rapat ini menjadi bagian penting dalam mendorong realisasi salah satu program prioritas daerah, yang tertuang dalam RPJMD.

DPRD Kalsel sebagai mitra strategis pemerintah daerah siap mendukung penuh pembangunan stadion bertaraf internasional tersebut, terutama melalui fungsi penganggaran dan pengawasan agar proyek benar-benar memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

“Kami siap mengawal dari sisi perencanaan hingga pengawasan, agar pembangunan stadion ini berjalan sesuai aturan dan berdampak positif bagi daerah,” tegasnya kepada sejumlah wartawan.

suasana raker di Gedung B DPRD Kalsel

Supian HK menjelaskan, pihaknya
menyoroti masih minimnya data yang dipaparkan Dinas PUPR, khususnya terkait Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), status alih fungsi lahan, penanggung jawab pembangunan, dan skema pengelolaan stadion ke depan. Sehingga, Supian meminta seluruh data yang dipertanyakan Komisi III dan Komisi IV DPRD Kalsel, dapat disampaikan secara lengkap dan rinci dalam rapat lanjutan yang dijadwalkan satu bulan mendatang.

“Komitmen DPRD untuk proyek strategis ini harus transparan, terukur, dan akuntabel,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, M. Yasin Toyib menyampaikan, untuk progres lahan dan anggaran sekitar Rp65 miliar. Sementara terkait studi kelayakan dan AMDAL, telah dilaksanakan pada tahun 2025.

Untuk pembebasan lahan stadion seluas 29,7 hektar, saat ini masih dalam proses di Kantor Wilayah Pertanahan, dengan anggaran sekitar Rp65 miliar. Tercatat terdapat sekitar 88 sertifikat lahan masyarakat yang terdampak dalam proses tersebut.

“Kita akan memfokuskan terlebih dahulu pada pembangunan kawasan stadion. Sementara proses alih fungsi lahan untuk pengembangan berikutnya akan dilakukan secara bertahap karena memerlukan waktu yang cukup panjang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yasin Toyib, menambahkan,
sadion Internasional merupakan sebuah momentum Kebangkitan Olahraga Banua, maka diharapkan menjadi penggerak ekonomi daerah melalui event nasional maupun internasional.

Melalui pengawalan ketat DPRD dan sinergi bersama Pemerintah Provinsi, proyek ini ditargetkan tidak hanya menghadirkan infrastruktur megah, tetapi juga menjadi simbol kemajuan Kalimantan Selatan di tingkat nasional.

“Dinas PUPR juga tengah mengkaji model pengelolaan yang paling pas untuk stadion ini. Referensi tidak hanya mengambil contoh dari Jakarta International Stadium (JIS), tetapi juga daerah yang memiliki karakteristik alam dan kependudukan yang mirip dengan Kalimantan Selatan,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Perkuat Kebijakan Sosial Inklusif, Dinsos Kalsel Gelar Forum Perangkat Daerah

Banjarmasin – Dalam rangka merumuskan langkah kebijakan untuk menjawab berbagai isu sosial di daerah, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Forum Perangkat Daerah di salah satu hotel di Banjarmasin, Selasa (3/3).

Forum ini menghadirkan narasumber dari unsur Biro Umum, Kementerian Sosial Republik Indonesia, Bappeda Kalimantan Selatan, serta Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel.

Ket : Kepada Dinas Sosial Kalsel, M. Farhanie saat membuka Forum Perangkat Daerah

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Farhanie menegaskan, forum tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat arah kebijakan sosial yang inklusif dan berkelanjutan, selaras dengan arahan Presiden RI serta visi dan misi Gubernur Kalimantan Selatan.

“Forum ini merupakan momentum penting bagi kita untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjawab berbagai isu sosial di masyarakat, sehingga terwujud kesejahteraan sosial yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Farhanie.

Ia menekankan, kebijakan sosial ke depan harus berbasis pada data tunggal terpadu yang akurat dan mutakhir. Validitas serta pemutakhiran data secara berkala dinilai krusial agar seluruh program perlindungan dan pemberdayaan sosial tepat sasaran.

“Data menjadi landasan utama dalam perencanaan dan pelaksanaan program sosial, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Ket : Foto bersama usai pembukaan Forum Perangkat Daerah Dinsos Kalsel

Selain penguatan data, Dinas Sosial Kalsel juga memprioritaskan perluasan jangkauan pelayanan dan rehabilitasi sosial dasar bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), khususnya yang berada di dalam panti.

Peningkatan kapasitas panti sosial dan tenaga pendukung menjadi fokus agar layanan semakin optimal dan berkualitas.

Di bidang pemberdayaan, Farhanie menyebut penguatan program Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Perorangan (UEP-P) sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian PPKS secara berkelanjutan.

“Program UEP-P harus dikelola secara holistik, mulai dari pendampingan usaha, akses pasar, hingga monitoring keberlanjutan usaha. Dengan demikian, penerima manfaat dapat berkembang secara ekonomi dan tidak kembali pada kondisi rentan,” jelasnya.

Ia juga mengakui keterbatasan anggaran, masih menjadi tantangan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Karena itu, kemitraan dengan dunia usaha dan lembaga filantropi perlu terus diperkuat.

“Kita harus lebih aktif mengoptimalkan potensi pendanaan kesejahteraan sosial dari sektor swasta dan masyarakat sipil. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem kesejahteraan sosial yang inklusif dan berdaya saing,” tambahnya.

Tak kalah penting, Farhanie menekankan optimalisasi peran pilar – pilar kesejahteraan sosial seperti Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), serta relawan sosial lainnya.

“Mereka adalah garda terdepan dalam memastikan ketepatan sasaran program sosial sekaligus memberikan dukungan langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Terakhir, Ia menyoroti pentingnya peningkatan penanganan bencana berbasis masyarakat dalam perencanaan strategis. Dengan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mitigasi dan respons bencana, risiko dampak sosial dapat ditekan dan proses pemulihan pascabencana berlangsung lebih cepat dan efektif.

“Melalui forum ini, kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menghadirkan kebijakan sosial yang adaptif, tepat sasaran, dan berkelanjutan, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Banua,” tutupnya. (BDR/RIW/EPS)

Izin Nikah, Permintaan Pelayanan Terbanyak di Banjarmasin Utara

Banjarmasin – Izin nikah menjadi permintaan pelayanan terbanyak di Kecamatan Banjarmasin Utara, selama Ramadan 1447 Hijriah.

Camat Banjarmasin Utara Norrahmawati menjelaskan, pada bulan Ramadan, pelayanan yang diberikan di Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara, sama dengan bulan lainnya.

Ket foto : Camat Banjarmasin Utara Norrahmawati

“Pelayanan kami Senin sampai Kamis jam pelayanan buka dari pukul 08.00 sampai 14.30 WITA. Sedangkan hari Jumat dari pukul 08.00 sampai 10. 30 WITA,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Selasa (3/3).

Selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara banyak melayani pengajuan berkas pernikahan. Karena banyak calon pengantin memilih melangsungkan pernikahannya saat bulan Ramadan, ataupun setelah lebaran.

“Bulan puasa ini banyak yang menggelar nikahan dan mungkin ada juga memilih mengurus sekarang untuk resepsinya setelah lebaran,” ujarnya lagi.

Selain itu, permintaan pelayanan lainnya di Bulan Ramadan ini adalah masalah waris.

“Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara juga banyak melayani warga yang ingin mengurus Surat Keterangan Waris (SKW), dua keperluan ini yang banyak kami layani,” ucap Norrahmawati.

Selama Ramadhan ini, lanjutnya, ada penyesuaian jam pelayanan di Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara dari hari biasanya.

“Tapi kami tetap memberikan pelayanan sampai jam kepulangan, apabila memang masih ada yang mengurus,” ujar Norrahmawati.

Pihaknya berharap, warga dapat terlayani dengan maksimal, meski sedang menjalankan ibadah puasa. (SRI/RIW/EPS)

FKG ULM Jalani Asesmen Lapangan, RSGM Gusti Hasan Aman Tegaskan Peran Strategis Rumah Sakit Pendidikan

Banjarmasin – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Lambung Mangkurat, menggelar Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi untuk Program Studi Kedokteran Gigi (PSKG), dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Gigi Program Profesi (PSPPDGPP), yang berlangsung pada 1–5 Maret 2026 di Banjarmasin.

Kegiatan asesmen ini dilaksanakan Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), sebagai bentuk evaluasi eksternal, untuk memastikan mutu tata kelola, proses pembelajaran, serta luaran pendidikan tinggi kesehatan sesuai standar nasional.

Foto bersama sumber FKG ULM

Hari pertama asesmen, Senin (2/3), difokuskan pada pembukaan resmi, presentasi pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan program studi, klarifikasi dokumen evaluasi diri, hingga wawancara bersama alumni, pengguna lulusan, dosen, serta mahasiswa.

Selain itu, tim asesor juga melakukan verifikasi implementasi sistem penjaminan mutu internal dan tata kelola akademik.

Tim asesor yang hadir terdiri dari drg. Sri Oktawati, Sp.Perio(K) dari Universitas Hasanuddin, drg. Haris Nasutianto dari Universitas Mahasaraswati Denpasar, serta drg. Abu Bakar, dari Universitas Baiturrahmah.

Dekan FKG ULM, drg. Maharani Laillyza Apriasari menyampaikan, asesmen lapangan merupakan momentum strategis untuk merefleksikan capaian, sekaligus memperkuat komitmen peningkatan mutu berkelanjutan.

Akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, tetapi bagian dari upaya memastikan bahwa seluruh proses pendidikan, baik akademik maupun profesi, berjalan sesuai standar.

“Kami ingin menghasilkan dokter gigi yang kompeten, berintegritas, serta siap melayani masyarakat,” katanya.

Disampaikan Maharani, FKG ULM terus melakukan penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, peningkatan kapasitas dosen, serta optimalisasi sarana dan prasarana pendidikan, termasuk integrasi pembelajaran klinik dengan wahana pendidikan.

Sebagai rumah sakit pendidikan utama Program Profesi Dokter Gigi, RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, turut menjadi bagian penting dalam proses asesmen ini.

“Tim asesor melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas, sistem pelayanan, serta proses pembelajaran klinik yang dijalankan mahasiswa profesi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Mashuda menambahkan, pihaknya berkomitmen penuh mendukung peningkatan mutu pendidikan klinik dokter gigi di Kalsel, dengan memastikan pelayanan dan pendidikan berjalan beriringan.

“Mahasiswa profesi mendapatkan pengalaman klinis yang komprehensif dengan tetap mengedepankan keselamatan pasien dan standar pelayanan rumah sakit pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut drg. Mashuda menambahkan, sinergi antara FKG ULM dan RSGM menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga terampil secara klinis, dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan pelayanan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.

“Seluruh civitas akademika FKG ULM bersama jajaran rumah sakit pendidikan menunjukkan kesiapan dokumen, implementasi program, serta komitmen terhadap budaya mutu,” tutupnya. (RSGMKALSEL-NHF/RIW/EPS)

Studi Komparasi ke DPRD DKI Jakarta, Ini Agenda Bapemperda DPRD Kalsel

Jakarta – Dalam upaya memperkuat kualitas regulasi internal kelembagaan, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi DKI Jakarta, akhir pekan tadi.

Ketua Bapemperda DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah menyampaikan,
kunjungan ini bertujuan menghimpun masukan strategis terkait penyusunan Rancangan Peraturan DPRD tentang
Perubahan Tata Tertib DPRD, Kode Etik dan Tata Beracara DPRD.

Foto : Ketua Bapemperda DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, (kanan)

Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan DPRD yang dijadwalkan mulai bekerja bulan depan.

DPRD DKI Jakarta dipilih sebagai daerah rujukan, karena kompleksitas kelembagaan dan dinamika politiknya yang cukup tinggi, namun tetap mampu menjalankan fungsi secara kolektif dan kolegial.

“Kita memandang DKI dengan jumlah anggota yang besar dan dinamika yang kompleks, namun tetap bisa berjalan secara kolektif kolegial. Oleh karena itu, DKI menjadi tujuan kami untuk mendapatkan masukan dalam rangka pelaksanaan pansus bulan depan,” ujarnya.

Disampaikan Gusti Iskandar, perubahan Tata Tertib harus dirancang secara matang karena menyangkut kebutuhan internal lembaga, dan menjadi pedoman kerja seluruh alat kelengkapan dewan.

Regulasi harus selaras dengan peraturan perundang-undangan diatasnya, tidak bertentangan dengan Peraturan Pemerintah, mengedepankan prinsip kehati-hatian, dan tidak membuka ruang pemborosan anggaran.

“Tatib ini kebutuhan internal DPRD, sehingga jangan sampai bertentangan dengan aturan di atasnya dan juga tidak memberi peluang pemborosan anggaran,” tegasnya.

Lebih lanjut Gusti Iskandar menambahkan, Bapemperda Kalsel akan merencanakan studi komparasi ke satu atau dua daerah lain, untuk memperkaya perspektif dan penyempurnaan substansi regulasi.

Komitmen Penguatan Kelembagaan
Kegiatan ini, mencerminkan komitmen DPRD Kalsel dalam membangun tata kelola kelembagaan, yang Profesional
Transparan, Akuntabel, Adaptif terhadap dinamika regulasi nasional.

“Dengan penguatan regulasi internal, diharapkan DPRD Kalsel dapat semakin optimal menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran demi kepentingan masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Perkuat Solidaritas Advokat, Peradi Banjarmasin Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Banjarmasin – DPC Peradi Kota Banjarmasin, menggelar Buka Puasa Bersama anak Panti Asuhan Harapan Bangsa Banjarmasin, di bawah naungan Yayasan KH Sam’ani. Buka puasa yang dihadiri langsung Ketua DPC Peradi Kota Banjarmasin, Edy Sucipto ini, berlangsung pada Minggu (1/3) petang, di Panti Asuhan Harapan Bangsa kawasan Banjar Indah Permai IV Banjarmasin.

Agenda rutin tahunan DPC Peradi Kota Banjarmasin ini, diawali dengan pembacaan salawat, dilanjutkan dengan tausiyah dan pemberian santunan kepada anak Panti Asuhan Harapan Bangsa, yang berusia 3 – 15 tahun.

Keterangan foto: Momen penyerahan santunan dari DPC Peradi Kota Banjarmasin

Saat memberikan sambutan, Edy Sucipto mengaku bersyukur, bahwa di tengah kesibukan, dinamika persidangan, serta berbagai tanggung jawab yang diemban, Allah masih mempertemukan para advokat dalam suasana Ramadan yang penuh berkah.

“Buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda tahunan semata. Tetapi menjadi ruang silaturahmi, saling menyapa, mendengar, menguatkan, dan mempererat ukhuwah sesama advokat,” jelasnya.

Profesi ini, menurut Edy, menuntut ketegasan, ketajaman analisis, bahkan kadang mempertemukan sesama advokat, pada perbedaan pendapat dan posisi.

“Justru dalam kebersamaan seperti ini lah, kita diingatkan bahwa di atas segala dinamika tersebut, kita tetap satu keluarga besar yang memiliki tujuan mulia yaitu menegakkan hukum dan memperjuangkan keadilan,” tegasnya.

Keterangan foto: Momen penyerahan santunan dari DPC Peradi Kota Banjarmasin

Silaturahmi bukan hanya membawa keberkahan umur dan kelapangan rezeki, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya solidaritas.

Ketika hubungan terjalin dengan baik, komunikasi terjaga, dan rasa saling menghormati tumbuh, maka profesionalisme pun akan semakin bermartabat dan berintegritas.

“Semoga kebersamaan hari ini tidak berhenti di buka puasa ini saja, tetapi menjadi penguat komitmen untuk terus menjaga persaudaraan, saling mendukung dalam kebaikan, dan bersama-sama menjaga marwah serta kehormatan profesi advokat,” tutupnya.

Turut hadir pada Buka Puasa bersama ini, Sekretaris DPC Peradi Kota Banjarmasin, Ali Murtadlo, serta seluruh jajaran pengurus dan anggota DPC Peradi Kota Banjarmasin. Hadir pula jajaran pengurus dan pengasuh Panti Asuhan Harapan Bangsa. (RIW/EPS)

Exit mobile version