BANJARMASIN – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di Banua.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Surya Fujianorochim melalui Kepala Seksi Pemberdayaan Potensi Sumber Daya Kesejahteraan Sosial dan Kelembagaan Sosial, Dion Mulia Anggara Putra, kepada wartawan, Kamis (25/7).
Dion menyebutkan Dinsos Kalsel telah menggelar kegiatan seleksi TKSK dan PSM Berprestasi Tingkat Provinsi Tahun 2024 selama tiga hari yaitu 10 – 12 Juli 2024. Kegiatan tersebut, lanjutnya, dimaksudkan sebagai wujud perhatian Pemerintah Provinsi Kalsel untuk meningkatkan pelayanan TKSK dan PSM yang berkualitas dalam rangka kepentingan penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
“Sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat dalam penyelengaaraan kesejahteraan sosial, meningkatkan peran masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, serta terbina dan terjalinnya peningkatan kerjasama/kemitraan antar pelaku penyelenggaraan kesejahteraan sosial,” jelasnya.
Dion menambahkan kegiatan tersebut diikuti sebanyak 24 orang yang terdiri dari pemenang TKSK sebanyak 13 orang dan PSM sebanyak 11 orang tingkat kabupaten se Kalimantan Selatan.
“Ada dua kabupaten yang tidak mengirimkan perwakilan PSM karena terkendala di daerahnya yaitu Kabupaten Kotabaru dan Tapin,” ungkapnya.
Dion menambahkan untuk pemenang dari seleksi TKSK Berprestasi yaitu Juara 1 dari Kabupaten Tabalong, Juara 2 dari Kabupaten Tapin, Juara 3 dari Kota Banjarmasin. Sedangkan untuk PSM Berprestasi yaitu Juara 1 dari Kabupaten Tabalong, Juara 2 dari Kota Banjarbaru, Juara 3 dari Kabupaten Tanah Laut.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut lebih termotivasi untuk meningkatkan kinerja dan kompetensinya dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Perdagangan Kalsel, kembali akan menggelar Kalsel Expo 2024 dengan melibatkan 200 Stand lebih. Kepada wartawan, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Sulkan, pada Kamis 25 Juli 2024 mengatakan, dalam rangka memeriahkan Hari Jari Provinsi Kalimantan Selatan ke 74 tahun, pihaknya kembali menggelar event tahunan yakni pameran Kalsel Expo 2024, mulai tanggal 11 – 15 September mendatang yang akan diikuti 200 stand lebih, berlokasi di Lapangan Murjani kota Banjarbaru.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Sulkan, saat diwancara
“Para peserta antar provinsi minimal lima stand, kemudian diikuti internal Provinsi Kalsel baik swasta maupun perorangan serta Luar negeri,” ucapnya
Ia menyampaikan, pameran Kalsel Expo 2024 ini dapat meningkatkan produk unggulan kearifan lokal juga untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) membuka jaringan pasar Nasional dan Global, serta memberikan coaching clinic untuk packaging produk lokal.
“Selama Kalsel Expo akan hadir narasumber dari Kemendag, Praktisi produk ekspor, serta Workshop Kewirausahaan UMKM Naik Kelas,” jelasnya
Salah satu Produk UMKM, dalam gelaran Kalsel Expo 2023
Lebih lanjut Sulkan menambahkan, dalam arahan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau dikenal Paman Birin, Kalsel Expo 2024 ini dapat lebih ditingkatkan kualitas dan volumenya dari kegiatan sebelumnya. Sosialisasi masih terus dilakukan, terkait yang akan dipamerkan serta waktu pelaksanaan nanti.
“Dengan terjalin mitra bisnis, tentu semakin meningkat pertumbuhan ekonomi di Banua,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin sejak Januari hingga Juni 2024, telah menangani sebanyak 93 pasien stunting akibat dari gizi buruk.
Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin mengatakan, pada setiap bulannya, rata rata terdapat belasan pasien yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin.
“Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, angka pasien stunting meningkat,” ujarnya, kepada sejumlah wartawan, Kamis (25/7).
Pasien yang dirawat tidak hanya dari Provinsi Kalimantan Selatan tetapi juga dari provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah.
“Pasien stunting yang melanda anak anak biasanya mengalami gangguan tumbuh kembang,” ujarnya.
Hal tersebut akibat pengaruh gizi atau kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak.
Dalam kesempatan tersebut, Diauddin juga menjelaskan, RSUD Ulin Banjarmasin ini merupakan rumah sakit rujukan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
“Karena berstatus rumah sakit rujukan Kesehatan Ibu dan Anak tersebut, maka RSUD Ulin Banjarmasin menerima pasien dari 13 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan,” tuturnya.
Selain itu, Rumah Sakit Milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini juga menerima pasien rujukan dari Provinsi Kalimantan Tengah.
“Pasien yang diterima oleh RSUD Ulin Banjarmasin ini, hampir rata rata anak penderita gizi buruk, yang dibarengi dengan adanya penyakit,” ucap Diauddin. (SRI/RDM/RH)
HULU SUNGAI TENGAH – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, atau akrab disapa Paman Birin selaku Wakil Pemerintah Pusat didampingi Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah atau Acil Odah secara resmi mengukuhkan Perpanjangan Masa Jabatan 154 Kepala Desa atau Pambakal,154 Ketua PKK desa serta 928 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Lapangan Dwi Warna Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Kamis (25/7) siang.
Acil Odah menyerahkan SK perpanjangan masa jabatan Ketua TP PKK desa
Sebagaimana Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, masa jabatan Kepala Desa kini telah diperpanjang menjadi 8 tahun sejak dilantik.
Gubernur didampingi Acil Odah menyerahkan penghargaan kepada Bupati HST
Perubahan ini tentunya membawa implikasi penting dalam upaya meningkatkan stabilitas Pemerintahan Desa serta kontinuitas program-program pembangunan yang telah direncanakan.
Diawali dengan pembacaan naskah pengukuhan oleh Gubernur Paman Birin untuk masa perpanjangan jabatan kepala desa (Pambakal), TP PKK desa, anggota BPD.
Dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis Surat Keputusan (SK) Bupati Hulu Sungai Tengah kepada perwakilan kepala desa, anggota BPD, TP PKK desa.
Kemudian, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Gubernur Kalsel menyerahkan langsung Penghargaan lomba Sustainable Development Goals (SDGs) Desa tingkat Nasional, kepada Kepala Desa Desa Ilung menjadi juara 1 dan Kepala Desa Pandawan menjadi juara 3 regional Kalimantan lomba SDGs Desa Tahun 2024.
Selain itu, Gubernur Paman Birin juga menyerahkan penghargaan kepada Bupati HST atas dukungan yang sangat baik dari pemerintah daerah dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan desa.
Usai mengukuhkan perpanjangan masa jabatan dan menyerahkan penghargaan, Paman Birin menyempatkan diri untuk menyapa para kepala desa, TP PKK desa dan anggota BPD bersalaman hingga foto bersama.
Dalam sambutannya, Paman Birin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Kepala Desa dan Ketua TP PKK desa serta anggota BPD yang resmi diperpanjang masa jabatannya.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalsel, saya ucapkan selamat kepada seluruh Pambakal dan BPD yang hari ini resmi diperpanjang masa jabatannya,” ujar Paman Birin.
Lebih lanjut, Paman Birin menjelaskan bahwa perpanjangan masa jabatan ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga sebuah amanah dan kesempatan untuk melanjutkan tugas dan pengabdian mereka kepada masyarakat di desa masing-masing.
“Perpanjangan masa jabatan ini merupakan amanah dan sekaligus kesempatan bagi saudara sekalian dalam melanjutkan tugas dan pengabdian untuk masyarakat di desa masing-masing,” tegasnya.
Dalam suasana tersebut, Paman Birin menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan publik desa, dengan menjadikan kepuasan masyarakat sebagai tolok ukur utama keberhasilan.
“Kepada seluruh Kepala Desa, Ketua TP PKK dan BPD yang baru saja dilantik, saya berpesan agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di desa masing-masing,” ujar Paman Birin.
Paman Birin berpesan agar para pambakal dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dapat meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat dan membangun desa.
“Semoga di masa perpanjangan ini, para pambakal dan BPD bisa bekerja lebih baik lagi dalam pelayanan kepada masyarakat dan membangun wilayah pedesaan yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas,” tuturnya.
Diakhir sambutannya, mengingatkan kembali untuk menjadikan masyarakat sebagai tolak ukur utama keberhasilan.
“Karena sejatinya pemimpin adalah rakyat, dan rakyat adalah pemimpin. Dengan adanya rakyat maka pemerintahan ada” pungkas Paman Birin.
Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Tengah, Aulia Oktafiadi, menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalsel dalam upaya membangun desa yang mandiri dan sejahtera.
Dalam acara pengukuhan perpanjangan masa jabatan tersebut, bupati menyampaikan apresiasi atas dukungan yang telah diberikan.
“Sinergi yang kuat antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat penting untuk mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan,” tutur Aulia.
Acara pengukuhan tersebut tampak hadir Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, perwakilan Forkopimda Kalsel, Ketua TP PKK kabupaten Hulu Sungai Utara, Cheri Bayuni Budjang beserta seluruh pengurus serta tamu undangan lainnya. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, terus meningkatkan citra positif performa organisasi atau kelembagaan.
Badan dibawah komando Raden Suria Fadliansyah itu, saat ini diakui banyak kalangan memiliki kinerja positif di bidang penanggulangan bencana.
Catatan media ini, beragam inovasi dilahirkan hingga berhasil meraih penghargaan tingkat lokal, regional dan nasional hingga mengharumkan daerah.
Di tingkat lokal, BPBD Kalsel tercatat sebagai SKPD Paling Terinformatif , berdasarkan hasil rekam jejak dari Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Abdi Persada FM tahun 2023.
Di skala nasional, berhasil meraih penghargaan sebagai BPBD terbaik se Indonesia Kategori Klaster Logistik dan Kemitraan.
Sedang di tingkat regional, BPBD Kalsel tercatat BPBD pertama melakukan kerja sama dengan Lembaga Profesi Sertifikasi BNPB RI unruk wilayah Kalimantan di bidang peningkatan kapasitas SDM melalui uji sertifikasi bagi aparatur tenaga kebencanaan.
“Alhamdulillah berkat dukungan dan semangat dari Bapak Gubernur Paman Birin dan Ketua PKK Provinsi Kalsel Raudatul Jannah atau Acil Odah, stakeholder serta masyarakat, BPBD Kalsel saat ini lebih familiar di kalangan masyarakat, ” tutur Raden Suria, Kamis (25/7).
Suria mengatakan, untuk meningkatkan citra positif organisasi tersebut, pihaknya terus berinovasi. Selain peningkatan kapasitas SDM, dan peningkatan ketangguhan mental juga melaksanakan program pemerintah.
Salah satunya adalah dengan menggelar tes urine bagi seluruh karyawan karyawati termasuk para pejabat struktural bekerja sama dengan Badan Narkotik Provinsi (BNN) Kalsel.
“Kegiatan ini sebagai wujud kepatuhan terhadap Instruksi Presiden No 2/2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika, ” terangnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan dan Dayamas BNN Provinsi Kalsel Suharjono sangat mengapresiasi langkah yang telah dilakukan BPBD Provinsi Kalsel.
Menurutnya, tes urine di kalangan aparatur pemerintahan sangat penting mengingat aparatur merupakan teladan masyarakat.
“Tes urine merupakan salah satu bentuk penguatan performa lembaga organisasi sebagai wujud ketaatan terhadap instruksi presiden tentang larangan penyalahgunaan narkotika dan.obat obat terlarang,” terang Suharjono. (BPBD.Kalsel/RDM/RH)
BANJARBARU – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan menerima kunjungan dari KPID Kalimantan Tengah dan KPID Riau, bertempat di Aula Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Kamis (25/7).
Suasana kunjungan dari KPID Kalteng dan Riau ke KPID Kalsel
Ketua KPID Kalsel, Muhammad Farid Soufian mengatakan pihaknya mengapresiasi KPID Kalteng dan KPID Riau atas dilakukannya kunjungan tersebut selain untuk mempererat tali silaturahmi antar KPID, kegiatan ini juga bertujuan untuk dapat saling bertukar informasi mengenai pengawasan penyiaran di masing-masing daerah terlebih lagi tentang penyiaran di masa Pilkada serentak yang akan datang.
“Kita juga berbagi pengalaman terkait tantangan dan strategi dalam mengawasi serta mengatur penyiaran di daerah masing-masing, terutama peran KPID nantinya pada penyelenggaraan Pilkada serentak,” ucapnya.
Farid menambahkan melalui kunjungan ini dapat memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas penyiaran di seluruh wilayah Kalimantan dan Riau.
“Terima kasih atas kunjungan ini, dan berharap kerjasama antara KPID dapat semakin erat kedepannya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua KPID Riau, Bambang Suwarno mengatakan kegiatan ini adalah pengalaman berharga bagi pihaknya dimana informasi yang diperoleh dari KPID Kalsel dan Kalteng mengenai kegiatan dan juga yang lainnya sebagai memotivasi untuk lebih meningkatkan penguatan kelembagaan yang akan diterapkan di Provinsi Riau.
“Kami banyak menggali informasi tentang lembaga penyiaran hari ini, sehingga dapat belajar banyak dari KPID Kalsel dan Kalteng dalam meningkatkan kualitas penyiaran di Riau,” ucapnya.
Hal itu juga diungkapkan Wakil Ketua KPID Kalteng, Henoch Rents Katoppo, dimana pihaknya sangat berterima kasih atas sambutan hangat yang diberikan KPID Kalsel, sehingga juga diharapkan informasi yang diperoleh melalui kunjungan ini dapat terealisasi dengan maksimal.
“Kerjasama antar KPID sangat penting dalam menghadapi tantangan penyiaran di era digital saat ini, kami berharap kunjungan ini dapat menghasilkan solusi-solusi inovatif untuk penyiaran yang lebih baik,” ungkapnya.
Untuk diketahui, kegiatan diakhiri dengan diskusi terbuka dan sesi tanya jawab yang interaktif antar ketiga KPID serta dilakukan komitmen bersama untuk terus berkolaborasi dalam mengembangkan dunia penyiaran yang sehat, informatif dan edukatif bagi masyarakat. (BDR/RDM/RH)
BANJARBARU – Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria Provinsi Kalimantan Selatan menggelar puncak peringatan Hari Anak Nasional 2024, di PPRSAR Mulia Satria Kalsel, Banjarbaru, Kamis (25/7).
Mengusung tema Sehari Gesan Kanakan Banua Kita 2024, puncak peringatan Hari Anak Nasional PPRSAR Mulia Satria bekersajama dengan Dinas Sosial Kalsel.
Puncak peringatan menampilkan berbagai pertunjukkan dari anak-anak binaan PPRSAR Mulia Satria, mulai dari baca puisi, paduan suara, pidato hingga Syarhil Quran.
Kepala PPRSAR Mulia Satria Kalsel, Sacik Kartikowati mengatakan, anak-anak binaan mereka memang dilatih untuk tampil percaya diri. Sehingga selain diberikan pendidikan formal, PPRSAR Mulia Satria juga berkomitmen memberikan keterampilan seni semacam ekstrakulikuler, kepada anak-anak saat berada di panti.
Kepala PPRSAR Mulia Satria Kalsel, Sacik Kartikowati
“Memang kita jadwalkan untuk latihan pentas seni dan keterampilan. Tetapi tidak mengganggu jam istirahat dan belajar mereka,” kata Sacik.
Selain pertunjukan seni dari anak binaan, puncak peringatan Hari Anak Nasional tersebut juga dirangkai dengan penyerahan hadiah berbagai lomba, yang digelar beberapa hari sebelumnya.
“Jadi Puncak Peringatan Hari Anak Nasional ini kita libatkan juga panti asuhan dan taman kanak-kanak di sekitar panti untuk mengikuti lomba mulai dari mewarnai, pidato, hingga Maulid Habsyi,” jelas Sacik.
Sasik berharap momentum Hari Anak Nasional bisa membangkitkan kesadaran masyarakat Kalsel untuk lebih peduli terhadap kondisi anak kurang beruntung seperti yang saat ini menjadi binaan PPRSAR Mulia Satria.
“Supaya anak-anak di Indonesia khususnya Kalsel bisa terlindungi dan terjamin masa depan mereka untuk lebih maju,” pungkas Sacik.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kalsel, Murjani mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk memberikan kesejahteraan kepada anak-anak yang saat ini menjalani pembinaan di seluruh panti dibawah naungan Dinas Sosial Kalsel.
“Kami pastikan anak-anak tersebut mendapat perlindungan dan terpenuhi kebutuhan mereka, seperti kesehatan, pendidikan termasuk data diri seperti akta kelahiran mereka akan kami usahakan,” ungkap Murjani.
Pendongeng dari Dispersip Kalsel mengajak anak-anak menari bersama badut dalam peringatan Hari Anak Nasional
Untuk diketahui, puncak peringatan Hari Anak Nasional di PPRSAR Mulia Satria juga menampilkan pertunjukkan dongeng, badut, sulap serta perpustakaan keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel. (SYA/RDM/RH)
BANJARBARU – Tim Arsip Nasional Republik Indonesia (Anri), kunjungi Depo Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (25/7). Kunjungan tersebut bertujuan untuk menilai kearsipan Pemerintah Provinsi yang menjadi tanggung jawabnya.
Arsiparis Madya, Nurgamah, menyampaikan bahwa setiap tahunnya Kearsipan Nasional selalu melakukan pengawasan dari sisi kearsipan. Terkait bagaimana penyelenggaraan kearsipan, penerapan kebijakan – kebijakan kearsipan, hal ini sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku dibidang kearsipan. Kalimmatan Selatan tak lepas dari pengawasan.
“Itu yang kami kawal untuk dipatuhi, makanya kami datang ke sini (Kalsel) untuk melihat implementasinya,” ungkap Nurgamah.
Selain itu, Ia melanjutkan pihaknya juga melakukan verifikasi pengawasan kearsipan eksternal yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalsel, dalam hal ini lembaga kearsipan daerah tingkat Provinsi kepada Kabupaten/Kota yang ada ditingkat Provinsi Kalsel.
“Kemudian kami juga melakukan verifikasi laporan pengawasan kearsipan internal yang dilakukan Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Dispersip Kalsel terhadap Unit Pelayanan Daerah (UPD),” tutup Nurgamah.
Di tempat yang sama, Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie, melalui kabid pembinaan dan pelayanan kearsipan, Muamar, menyampaikan bahwa audit kearsipan yang dilaksanakan Tim Arsip Nasional dilakukan selama 4 hari, sejak 23 – 26 Juli.
Kabid pembinaan dan pelayanan kearsipan, Muamar
“Dari hasil audit tersebut, memang diketahui bahwa kami (Dispersip Kalsel) belum bisa menaikkan nilai,” ungkap Muamar.
Ia mengakui, Dispersip Kalsel telah membentuk beberapa kebijakan dan peraturan terkait dengan kearsipan untuk menaikkan nilai audit. Namun masalah yang sulit dihadapi ialah penilaian keadaan kearsipan disetiap UPD.
“Mereka (SKPD) salah satunya tidak mempunyai arsiparis, sarana dan prasarana terkait kearsipan disetiap SKPD sangat tidak memadai dan hal – hal inilah yang membuat nilai kearsipan Provinsi Kalsel tidak bisa meningkat” lanjut Muamar.
Ditambahkan Muamar, ditahun 2023 lalu, Pemerintah Provinsi Kalsel mendapat nilai “A” Pada penilaian kearsipan. Hal inilah yang ingin pihaknya pertahankan pada penilaian kearsipan tahun 2024 ini. Apalagi, pada saat akan mendapat nilai “AA” akan lebih baik lagi. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel, menggelar Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota, guna memajukan sektor kepariwisataan di Banua, Kamis (25/7).
Suasana Pelatihan Sadar Wisata Kabupaten Tapin
Kepada wartawan, Plh Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Muhammad Noor, usai pembukaan mengatakan, dalam rangka meningkatkan pengembangan pariwisata di daerah, pihaknya menggelar Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota, kali ini dengan Kabupaten Tapin. Ia berharap, dapat terjadi kemajuan sektor kepariwisataan, untuk mensukseskan pembangunan pariwisata Nasional.
Plh Kadispar Kalsel, Muhammad Noor, saat diwancara awak media
“Pokdawis merupakan ujung tombak dalam memajukan berbagai objek destinasi di wilayahnya,” kata M Noor
Disampaikannya, dengan tertata kelola destinasi wisata, dalam rangka menarik kunjungan wisatawan baik domestik dan mancanegara. Dimana, berdampak meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan pekerjaan, khususnya bagi pelaku ekonomi kreatif di Banua.
“Kami ingin Kelompok Sadar Wisata memiliki kompetensi yang lebih baik lagi di lapangan,” pintanya
Lebih lanjut Muhammad Noor menambahkan, Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota, kali ini dengan Kabupaten Tapin, menghadirkan Narasumber diantaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalsel, Praktisi Tata Kelola Wisata dan Story Telling Budaya Cerita Rakyat. Hal itu dimaksudkan, para pengelola Pokdarwis mengetahui SOP mitigasi bencana di objek wisata, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, dan juga penyampaian story telling.
“Pelatihan ini dillakukan agar sektor pariwisata mampu bersaing dengan Provinsi lain,” tutupnya.
Untuk diketahui, Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota dengan Kabupaten Tapin, dibuka secara resmi Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, diwakili Plh Kadispar Kalsel Muhammad Noor, didampingi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Dispar Kalsel Musrefinah Lediya, dan jajaran Dispar Kalsel. Dihadiri Kabid Pengembangan Potensi Pariwisata Disbudpar Kabupaten Tapin, Rizali Hadi, bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalsel kembali menyeleksi Karang Taruna dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Berprestasi yang dilaksanakan selama tiga hari mulai 22 hingga 24 Juni 2024 di salah satu hotel berbintang.
Plt Kadinsos Provinsi Kalsel Muhammadun melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Surya Fujianorochim menuturkan Karang Taruna adalah organisasi yang dibentuk oleh masyarakat sebagai wadah generasi muda untuk mengembangkan diri, tumbuh, dan berkembang atas dasar kesadaran serta tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk generasi muda yang berorientasi sosial bagi masyarakat.
“Salah satu tujuan dari pembentukan Karang Taruna itu sendiri adalah untuk mengembangkan kemampuan generasi muda dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial melalui rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial dan perlindungan sosial,” jelasnya, Kamis (25/7).
Lebih lanjut, Surya menjelaskan LKS adalah organisasi sosial atau perkumpulan sosial yang melaksanakan penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.
“Adapun tujuan dari pendirian LKS adalah sebagai wujud peran masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial,” terangnya.
Menurut Surya, pendirian Karang Taruna dan LKS dapat diartikan sebagai peran masyarakat untuk membantu pemerintah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang hasilnya akan dirasakan oleh masyarakat itu sendiri.
Suasana Seleksi Karang Taruna dan LKS Berprestasi
Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Potensi Sumber Daya Kesejahteraan Sosial dan Kelembagaan Sosial, Dion Mulia Anggara Putra, menyebutkan seleksi Karang Taruna dan LKS ini memiliki tujuan sebagai bentuk perhatian dan penghargaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial serta meningkatkan peran masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
“Peserta berjumlah 26 orang yang terdiri dari perwakilan Karang Taruna sebanyak 13 orang dan LKS sebanyak 13 orang se Kalsel,” tambahnya.
Dion mengungkapkan untuk Juara 1 Karang Taruna Berprestasi diraih oleh Kabupaten Tapin, disusul Juara 2 Kabupaten Tabalong dan Juara 3 Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Sedangkan untuk LKS Berprestasi, Kabupaten Tabalong berhasil meraih Juara I, kemudian Juara 2 Kota Banjarmasin dan Juara 3 Kabupaten Tapin. (NRH/RDM/RH)