BANJARMASIN – Kota Banjarmasin menjadi tuan rumah kongres Jaringan Kota Pusaka (JKPI) Tahun 2024.
Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menjelaskan, agenda Kongres ke 6 Jaringan Kota Pusaka (JKPI) di Kota Banjarmasin dipastikan digelar pada tanggal 18 – 21 September 2024 mendatang.
“Dimana pergelaran JKPI berbarengan dengan momentum Peringatan Hari Jadi (Harjad) Kota Banjarmasin,” ungkap Walikota, kepada sejumlah wartawan, baru baru tadi.
Ibnu mengatakan pergelaran agenda besar ini akan dihadiri 80 kabupaten dan kota se Indonesia yang menjadi anggota JKPI.
Selain itu, berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan diantaranya pameran, seminar, hingga pertunjukan seni budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Ibnu juga mengatakan, jika nantinya Walikota Banjarmasin akan ditunjuk sebagai Ketua JKPI selanjutnya.
“Pada pelaksanaan Kongres JKPI Tahun 2024 di Kota Banjarmasin, akan Ada penunjukan Walikota Banjarmasin sebagai Ketua JKPI periode selanjutnya,” ungkap Ibnu.
Seperti sebelumnya, Kota yang menjadi tuan rumah akan ditunjuk sebagai ketua berikutnya.
“Walikota Banjarmasin akan menerima tongkat estafet dari Walikota Semarang. Untuk menjalankan tugas selanjutnya,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi, mengingatkan agar Pemerintah Provinsi Kalsel melakukan rehabilitasi hutan Mangrove di pesisir pantai secara maksimal.
Hal itu disampaikan Legislator Kalsel yang akrab disapa Paman Yani ini ketika mengikuti rapat Badan Anggaran DPRD Kalsel bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kalsel yang membahas Rancangan KUPA dan PPAS Tahun Anggaran 2024 di gedung B DPRD Kalsel, Kamis (1/8).
Paman Yani menjelaskan dirinya sering mengingatkan bahwa garis pesisir pantai yang ada di Kalsel terus tergerus air laut. Bahkan, menurutnya, air laut sudah masuk ke daratan sepanjang 8 kilometer di kabupaten Tanah Bumbu. Beranjak dari hal tersebut, pada tahun 2022 lalu, pihaknya mengundang Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan dan KKP untuk membahas penanganan abrasi yang terjadi di pinggir pesisir pantai di Kalsel.
Dari hasil rapat tersebut, lanjut Paman Yani, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk reboisasi hutan Mangrove yang ada di pesisir pantai di Kalsel pada tahun 2023 dan pengerjaannya pada tahun 2024 ini.
“Alhamdulillah saat itu disetujui, ada Rp3,8 miliar yang dianggarkan untuk reboisasi hutan Mangrove. Namun sepertinya realisasinya tidak maksimal,” terangnya.
Oleh karena itu, Paman Yani kembali mengingatkan di rapat Banggar tersebut, bahwa penanganan permasalahan lingkungan hidup harus dilakukan secara serius dan betul-betul terkoordinir dengan baik antara pemerintah provinsi, kabupaten dan pusat karena kalau dikerjakan sendiri tidak akan mampu sehingga hasilnya pun tidak akan maksimal dirasakan.
“Bayangkan dari sekian anggaran itu, hanya terealisasi sekitar lima km. Tentu saja hal ini masih jauh kalau dibandingkan dengan panjang pesisir pantai dari ujung Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut sampai kabupaten Banjar. Sehingga anggaran yang digelontorkan terkesan percuma jika dilakukan separuh-separuh. Belum tentu dari lima km tersebut, hidup semua tanamannya. Tergantung kondisi alam. Ini juga harus diperhitungkan,” tegasnya.
Paman Yani menambahkan reboisasi hutan Mangrove merupakan bagian dari upaya untuk memulihkan dan menjaga ekosistem laut yang semakin terancam. Selain Itu, penanaman Mangrove diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, seiring dengan ekosistem laut semakin membaik dan hasil perikanan yang meningkat. (NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, menghadiri prosesi pemakaman Almarhum Muhammad Taufik Effendie, seorang tokoh Eksponen 66 yang juga tokoh Pers Kalimantan Selatan itu, di Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kamis (1/8) sore.
Gubernur Kalsel saat menghadiri prosesi pemakaman Taufik Effendi
Sebelumnya, jenazah telah disalatkan di Masjid Al Jihad Banjarmasin, seusai salat Ashar. Bersama rombongan keluarga langsung bertolak ke Banjarbaru, yang diiringi sejumlah tokoh dan pejabat daerah di Kalsel.
“Saya hormati tamu undangan, wabil khusus keluarga besar almarhum Taufik Effendie, sosok ayahanda kita bersama. Dan saya mewakili ahlul bait mengucapkan terima kasih atas semua yang telah membantu dalam proses pemakaman ini,” ungkap Gubernur Paman Birin selepas proses pemakaman.
Dalam suasana berduka, Paman Birin mengungkapkan belasungkawa atas meninggalnya almarhum yang dikenal sebagai tokoh pers di Banua. Bersamaan itu, Paman Birin menyampaikan pesan dan permohonan maaf kepada seluruh pihak jika ada salah, kekurangan dalam perbuatan atau kekhilafan almarhum selama hidup.
Paman Birin mengenang sosok almarhum, sebagai aktivis dalam pergerakannya tentang kehidupan masyarakat di Tanah Air Indonesia, khususnya Kalsel.
“Beliau dikenal sebagai aktivis dalam pergerakan yang dikenang banyak masyarakat dan bangsa ini,” ungkap Paman Birin, mengenang.
Tentu, Paman Birin menilai sosok almarhum sebagai teladan bagi semua sampai sekarang.
“Beliau dikenal sebagai tokoh panutan yang luar biasa,” tutur Gubernur Kalsel Paman Birin.
Semasa hidup, Gubernur Paman Birin pernah menerima nasihat dari almarhum, walaupun sangat jarang ditemui. Baginya, hati dan perasaan selalu terikat.
“Beliau memberi nasihat kepada saya bahwa kita bersama-sama harus mengabdi kepada masyarakat. Setulus-tulusnya mengabdi kepada negara,” ungkap Paman Birin, haru penuh khidmat.
Terakhir, Paman Birin mengajak semua hadirin dan rombongan untuk memberikan doa terakhir kepada almarhum Taufik Effendie.
Diketahui bahwa sosok Pendiri dan Pemimpin Umum Harian Kalimantan Post itu meninggal dalam usia 83 tahun, pada Rabu (31/7) Pukul 20.10 WIB di Rumah Sakit Graha Amerta Dr. Soetomo Surabaya, Jawa Timur.
Dan semasa hidupnya, almarhum berkiprah di berbagai bidang usaha, antara lain sebagai eksportir lampit rotan hingga dipercaya menjadi ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Kalsel.
Almarhum juga pernah menjabat sebagai Ketua Kadin Kalsel selama dua periode. Di bidang pers, almarhum mendirikan Harian Kalimantan Post yang pada tahun 80-an dan 90-an bernama Dinamika Berita. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A KB) Provinsi Kalsel menyatakan komitmennya untuk terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah dicapai dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Kepala DP3A KB Provinsi Kalsel, Sri Mawarni menyampaikan bahwa keberhasilan yang telah diraih selama ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi dari seluruh pihak terkait.
Kepala DP3A KB Kalsel, Sri Mawarni
“Kami sangat bangga dengan berbagai penghargaan dan pencapaian yang telah diraih. namun kami tidak akan berhenti di sini, kami akan terus berinovasi dan bekerja keras untuk memastikan kesejahteraan perempuan, anak dan keluarga di Kalimantan Selatan,” ujarnya, Rabu (31/7).
Mawar juga mengatakan beberapa prestasi yang telah diraih oleh DP3A KB Provinsi Kalsel diantaranya, pada tahun 2023 berhasil mempertahankan juara pertama kategori Provinsi yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak berbasis Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Pelaporan Perlindungan Anak (SIMEP PA) serta penghargaan sebagai Provinsi Layak Anak oleh KemenPPPA RI.
“Penghargaan provinsi layak anak ini ialah satu-satunya diterima oleh provinsi yang ada di pulau Kalimantan dan untuk penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak di 2024 masih dalam proses evaluasi, kita berharap Kalsel dapat menorehkan prestasi lagi,” katanya.
Lebih lanjut, Mawar menambahkan Kalsel juga meraih penghargaan Dafa Award dengan kategori sebagai Forum Anak Terbaik Wilayah Indonesia Tengah, dan berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak pihaknya terus mengupayakan agar dapat menurunkan angka kekerasan dengan berbagai aspek melalui regulasi, kebijakan, program dan sinergi serta kolaborasi berbagai pihak.
“Sinergitas tidak hanya dari lingkup pusat dan pemerintah daerah saja, tetapi hingga ke tingkat terkecil melalui masyarakat dan keluarga,” ungkapnya.
Mawar berharap dengan komitmen yang kuat dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, Provinsi Kalsel dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan mendukung bagi perempuan, anak serta keluarga.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berpartisipasi dan mendukung program demi wujudkan Kalimantan Selatan yang sejahtera dan ramah anak,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, akan kembali mengadakan gerakan pangan murah, pada 3 Agustus mendatang. Gerakan Pangan Murah tersebut, bertujuan untuk memeriahkan hari jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke – 74.
Hal ini disampaikan, Plh Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Imam Subarkah, melalui Kabid Ketahanan Pangan, Saptono, baru – baru tadi.
Kabid Ketahanan Pangan, Saptono, (kiri)
Saptono menyampaikan, Gerakan Pangan Murah tersebut, bertujuan untuk memeriahkan hari jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke – 74, yang akan dilaksanakan di halaman Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI di Banjarmasin, pada Sabtu 3 Agustus mendatang.
“Salah satu tujuan Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah untuk memberikan harga termurah kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dan menekan angka inflasi yang ada di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Saptono menambahkan, Dinas PKP Provinsi Kalsel juga sudah bersurat ke setiap Pemerintah Daerah (Pemda), agar turut serta melaksanakan Gerakan Pangan Murah secara serentak, diwilayah masing – masing.
“Sehingga pelaksanaan GPM akan dirasakan manfaatnya untuk seluruh masyarakat di Kalimantan Selatan,” ucap Saptono.
Pihaknya mengharapkan, dengan adanya Gerakan Pangan Muran ini, inflasi yang masih tinggi di beberapa kabupaten – kota di Kalsel dapat ditekan dan masyarakat di daerah dapat merasakan manfaatnya.
“Inflasi di Kalsel diketahui lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 2,34 persen. Namun, upaya dan antisipasi harus terus dilakukan untuk menekan inflasi melalui GPM ini,” tutup Saptono. (MRF/RDM/RH)
BANJARBARU – Sepeninggal Said Abdullah yang purna tugas pada 31 Juli 2024, kini jabatan Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru diisi Penjabat yang tertuang dalam SK Gubernur Kalsel Nomor 800.1.33/02/BKD/2024 tentang Penunjukan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru. Ya, nama Nurliani tertung didalamnya yang mengemban tugas sebagai Pj Sekdako Banjarbaru.
Kamis (1/8) oleh Wali Kota Banjarbaru, M. Aditya Mufti Ariffin, Bunda Nunung (sapaan akrabnya) resmi dilantik dan diambil sumpah janjinya sebagai Pj Sekdako Banjarbaru di Aula Gawi Sabarataan Setdako Banjarbaru.
Usai pelantikan Wali Kota Banjarbaru Aditya berpesan agar Pj Sekda dapat bekerja sebaik-baiknya dan penuh dedikasi untuk kota ini.
“Pesan ulun (saya) beliau dapat bekerja sebaik-baiknya, penuh rasa tanggung jawab dan berdedikasi. Banyak tugas yang menunggu. Banyak PR yang harus diselesaikan. Apalagi saat ini tengah masuk pembahasan penganggaran, mengingat sekda sebagai Ketua TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), jadi tolong beberapa PR segera diselesaikan,” pesan Aditya.
Ia juga berharap, kerjasama dan kekompakan di Pemerintahan Kota Banjarbaru dapat tercipta.
Sementara itu, di tempat yang sama Bunda Nunung menyampaikan segera melakukan konsolidasi internal untuk mengawali tugasnya sebagai Pj. Sekdako Banjarbaru.
“Setelah dilantik hari ini, tentu saja langkah pertama, Bunda harus konsolidasi internal dengan rekan-rekan di sekretariat. Termasuk SKPD terkait. Bagaimana caranya kita fokus melanjutkan pekerjaan yng ditinggalkan sekda sebelumnya,” tegasnya.
Untuk diketahui, Pelantikan Penjabat Sekdako ini disaksikan pula oleh Forkopimda kota Banjarbaru, para Staf Ahli dan para Asisten, serta seluruh kepala SKPD dan Camat se Kota Bnajarbaru, tak ketinggalan Sekdako Banjarbaru yang sebelumnya purna tugas, Said Abdullah. Karena pada moment ini, sekaligus dilakukan serah terima jabatan dari Said Abdullah ke Nurliani. (RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin Melaksanakan Diseminasi Hasil Audit Kasus Stunting di Kota Banjarmasin, di Aula Kayuh Baimbai, Kamis (1/8). Dibuka Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, didampingi Wakil Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hardiyanti.
Arifin mengatakan, kegiatan tersebut untuk melihat dan mengevaluasi kasus stunting di Kota Banjarmasin. Dalam mengejar target Pemerintah Pusat.
Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor
“Pada tahun 2024 ini Pemerintah Kota Banjarmasin ditarget dapat mencapai 14 persen penurunan stunting,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.
Karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan segala upaya untuk penurunan angka stunting tersebut.
“Pemerintah Kota Banjarmasin meminta dukungan untuk semua pihak, dalam mencapai upaya penurunan stunting,” ujarnya.
Arifin mengatakan, sedangkan untuk capaian angka stunting di Kota Banjarmasin hingga saat ini sudah dikisaran 26 persen.
“Capaian sebesar 26 persen tersebut, membuat Kota Banjarmasin masih harus mengejar capaian sebesar 12 persen lagi, untuk mencapai target penurunan angka stunting sebesar 14 persen,” tutur Arifin.
Untuk mencapai penurunan sebesar 12 persen tersebut, maka pengumpulan data data kasus stunting di Kota Banjarmasin sangat diperlukan.
“Saat ini diperlukan data yang akurat pada kasus penurunan stunting, sehingga hasil nyata upaya dari penurunan stunting di Kota Banjarmasin dapat terlihat serta tercapai,” ucap Arifin. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK di ruang rapat paripurna gedung A DPRD Kalsel, Kamis (1/8).
Dalam rapat paripurna tersebut, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA), Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Provinsi Kalsel Tahun Anggaran 2024.
Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini menjelaskan akselerasi pembangunan ini akan dilakukan dari segi kuantitas maupun kualitas. Menurutnya, tujuan utamanya adalah untuk mewujudkan visi “Kalsel Maju” dengan tetap berpegang pada koridor peningkatan kesejahteraan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
“Kita tidak ingin ada satu pun warga Kalsel yang tertinggal dalam proses pembangunan ini,” jelasnya.
Paman Birin juga mengungkapkan ada empat fokus pembangunan provinsi Kalsel tahun 2024, antara lain peningkatan sumber daya manusia (SDM) pada sektor pendidikan, kesehatan dasar, kemiskinan dan kesempatan kerja, pemerataan infrastruktur dasar dan konektivitas, struktur perekonomian untuk mendukung pengembangan digitalisasi umkm, serta hilirisasi industri, pertanian, pariwisata menuju investasi ekonomi hijau. Selain itu, menurut Paman Birin, kebijakan perencanaan belanja daerah diprioritaskan untuk mendanai urusan pemerintahan wajib yang terkait pelayanan dasar. demikian juga digunakan untuk mendanai urusan pemerintahan wajib, yang tidak terkait dengan pelayanan dasar dan urusan pemerintahan pilihan, serta fungsi penunjang urusan pemerintahan.
“Di samping itu, belanja daerah juga harus mendukung target capaian prioritas pembangunan nasional tahun 2024, sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi,” terangnya.
Paman Birin menambahkan struktur/postur APBD yang tertuang dalam rancangan KUPA dan rancangan PPAS Tahun Anggaran 2024, yaitu pendapatan daerah dianggarkan dengan proyeksi sebesar Rp11,469,536,243,704. Untuk belanja daerah dianggarkan sebesar Rp13,126,256,507,020.
“Terjadi defisit anggaran sebesar Rp1,656,720,263,316,” tambahnya.
Kemudian pada posisi penerimaan pembiayaan, dianggarkan sebesar Rp1,762,208,763,316 yaitu pada penggunaan sisa lebih perhitungan anggaran dan pencairan dan cadangan serta pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp105,488,500,000 digunakan untuk pengeluaran pembiayaan penyertaan modal pada BUMD PT Jamkrida. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin, berduka atas meninggalnya, Muhammad Taufik Effendi, Pemimpin Umum sekaligus owner salah satu koran Banua, di RS Meditra Surabaya pada Rabu (31/7) sekitar pukul 21.10 WIB, pada usia 83 tahun.
Almarhum Taufik Effendie yang merupakan salah satu tokoh Banua ini, lahir pada 29 September 1940, juga dikenal sebagai salah satu tokoh eksponen 66, atau mahasiswa angkatan 66 adalah sosok panutan Banua.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun, atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat Kalimantan Selatan, kami turut berbelasungkawa, semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Nya dan husnul khotimah,” ungkap Paman Birin.
Disampaikan Paman Birin, Taufik Effendi adalah sosok panutan bagi dunia pers Banua serta seorang tauladan bagi dunia usaha.
“Semoga almarhum diampuni segala dosa dan diterima seluruh amal ibadahnya, serta kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan lahir dan batin,” doa Paman Birin.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, almarhum Taufik Effendi dimakamkan di Taman Makam Bahagia Landasan Ulin Banjarbaru. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pameran Lukisan Bias Borneo 3 bertajuk “Balantak”, resmi dibuka Taman Budaya Kalimantan Selatan, mulai tanggal 31 Juli – 9 Agustus 2024, Jam 09.00 – 21. 00 WITA bertempat di Gedung Warga Sari Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin.
Kepada sejumlah wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Suharyanti, usai pembukaan pada Rabu (31/7) sore mengatakan, Pameran Lukisan Bias Borneo 3 ini merupakan event tahunan dan menjadi rangkaian dalam menyambut Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke -74 dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke – 79.
Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, saat diwancara (ditengah)
Saat ini ada 80 lukisan dipamerkan oleh para seniman yang berasal dari 13 kabupaten/kota yang ikut berkontribusi dalam mengenalkan seni lukis, masyakarat dapat melihat secara langsung.
“Kami ingin hasil karya yang dihasilkan oleh para pelukis di Kalsel, dapat terus berkembang serta menjadi daya tarik bagi regenerasi,” ucapnya
Foto bersama : Kepala UPTD Taman Budaya dan IPKS Kalsel
Sementara itu, Kepala Seksi Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Sunjaya Adhiarsho, menilai, kegiatan ini sebagai wadah para seni lukis, untuk terus berinovasi dalam memajukan hasil karya seniman senior ataupun seniman muda, maka secara tidak langsung menjadi ajang untuk peningkatan indeks kebudayaan di Banua.
“Warga dapat menikmati setiap lukisan yang dipamerkan, apalagi gratis,” jelasnya
Hal senada juga disampaikan, Sekretaris Dewan Kesenian Kalimantan Selatan, Tarmuji. Menurutnya, Pameran Lukisan Bias Borneo 3 ini sangatlah tepat memperkenalkan kepada generasi muda, agar menambah wawasan dan pengetahuan seni lukis di Banua. Selain itu, banyak sekali generasi muda yang ikut berpartisipasi dalam menampilkan karya lukis mereka dengan mengangkat cerita kearifan lokal.
“Ia mengapresiasi, banyaknya kalangan millenial yang datang langsung untuk menyaksikan karya dari para pelukis,” tutupnya
Pembukaan Pameran Lukisan Bias Borneo 3 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, biasa dilakukan pengguntingan pita, tetapi kali ini menampilkan tarian khas dayak oleh salah satu pelukis dari Kabupaten Tabalong.
Untuk diketahui, Taman Budaya dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Pameran Lukisan Bias Borneo 3. Dibuka secara resmi oleh Kepala UPTD Taman Budaya Suharyanti, didampingi Kasi Promosi dan Dokumentasi Nitta Aulia. Dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, yang diwakili Kasi Kesenian Disdikbud Kalsel Sunjaya Adhiarsho, Ketua IPKS Kalsel, Sekretaris Dewan Kesenian Kalsel, Jajaran Taman Budaya Kalsel, bertempat di halaman Panggung Bakhtiar Sanderta. (NHF/RDM/RH)