Banjarbaru Raih Predikat Istimewa IRH dan Peringkat II JDIH Tahun 2026

Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru kembali menorehkan prestasi di bidang tata kelola pemerintahan. Dua penghargaan berhasil diraih dari Kementerian Hukum Republik Indonesia, yakni penghargaan Indeks Reformasi Hukum (IRH) Tahun 2026 dengan predikat Kategori Istimewa dan penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Tahun 2026 dengan predikat Sangat Baik (AA).

Pada penilaian JDIH Tahun 2026, Pemerintah Kota Banjarbaru berhasil menempati Peringkat II dengan nilai 91.

Ket : Walikota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby menerima penghargaan

Penghargaan tersebut diterima dalam rangkaian Apel Pagi Peringatan Hari Pengayoman dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang diikuti Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby di halaman Kantor Wilayah Kementerian Hukum RI Kalimantan Selatan, Rabu (19/8).

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memperkuat reformasi hukum serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen penuh dan aktif berpartisipasi dalam menegakkan kedaulatan hukum di wilayah Kalimantan Selatan. Semoga capaian ini dapat terus kita pertahankan dan tingkatkan lagi di masa yang akan datang,” ujarnya.

Predikat Kategori Istimewa pada penilaian IRH menunjukkan keberhasilan Pemko Banjarbaru mendorong pembenahan dan penguatan sistem hukum di lingkungan pemerintahan.

Sementara itu, peringkat kedua JDIH dengan nilai 91 mencerminkan konsistensi pemerintah daerah dalam mengelola dokumentasi dan informasi hukum secara tertib, akurat, serta mudah diakses.

Penguatan JDIH menjadi bagian penting dalam menyediakan informasi hukum yang terbuka dan terpercaya. Melalui pengelolaan yang optimal, masyarakat maupun aparatur pemerintah dapat memperoleh berbagai produk hukum secara lebih mudah dan cepat.

Dua penghargaan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pembangunan di Kota Banjarbaru tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.

Reformasi hukum dan keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Bagi Pemerintah Kota Banjarbaru, capaian ini bukanlah akhir, melainkan menjadi motivasi untuk terus memperkuat kualitas regulasi, meningkatkan pengelolaan informasi hukum, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dua penghargaan dari Kementerian Hukum RI tersebut semakin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam membangun pemerintahan yang taat hukum, transparan, dan berorientasi pada pelayanan demi mewujudkan Banjarbaru yang Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera. (MediaCenterBJB-BDR/RIW/EPS)

Gelar Pertemuan dengan Media Massa, Diskominfo Bahas Kelanjutan Kerja Sama

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Banjarbaru menggelar pertemuan strategis bersama puluhan perwakilan perusahaan media massa.

Pertemuan yang berlangsung hangat ini agenda utamanya membahas keberlanjutan kerja sama publikasi program dan kegiatan pemerintahan, sekaligus menyosialisasikan transisi mekanisme pengadaan ke sistem digital.

Selain sebagai wadah silaturahmi untuk mempererat hubungan, pertemuan ini bertujuan membangun komunikasi yang searah dan harmonis antara pemerintah daerah dengan insan pers.

Fokus utamanya adalah memastikan penyebarluasan informasi pembangunan Kota Banjarbaru dapat berjalan lebih masif, transparan, dan akuntabel di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan kebijakan terbaru Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru terkait pengadaan barang dan jasa.

Mulai saat ini, seluruh proses pengadaan di lingkungan Pemkot Banjarbaru wajib beralih menggunakan sistem e-purchasing.

Sistem ini merupakan tata cara pembelian barang atau jasa secara elektronik melalui platform Katalog Elektronik (e-Katalog) atau Toko Daring yang dikembangkan resmi oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Konsekuensinya, mekanisme kerja sama publikasi dengan media massa yang selama ini berjalan juga akan dialihkan sepenuhnya ke dalam sistem e-Katalog tersebut.

Kebijakan baru ini dirancang sebagai langkah nyata Pemkot Banjarbaru menyederhanakan birokrasi yang sering kali dinilai kaku.

Implementasi e-Katalog dipercaya mampu memotong alur administrasi pengadaan yang rumit, sehingga menciptakan efisiensi waktu, anggaran, serta menutup celah potensi maladministrasi.

Kepala Diskominfo Kota Banjarbaru, Muhammad Agus Adrian menjelaskan, bahwa perubahan ini merupakan tuntutan regulasi sekaligus kebutuhan zaman.

Menurutnya, mekanisme konvensional yang digunakan sebelumnya memerlukan alur administrasi yang sangat panjang dan memakan waktu lama, mulai dari pengajuan dokumen, verifikasi manual, hingga proses pencairan.

“Pertemuan ini sangat penting karena sudah menjadi kewajiban kami di Diskominfo untuk menyampaikan kepada seluruh mitra kerja terkait perubahan bentuk kerja sama ini. Dengan e-Katalog, proses administrasi yang tadinya panjang akan dipangkas, sehingga proses penyelesaian kontrak pengadaan publikasi bisa menjadi jauh lebih cepat,” ujar Agus.

Selain membahas digitalisasi mekanisme kerja sama, pertemuan ini juga membedah rencana strategis Pemkot Banjarbaru untuk memindahkan ruang pers (pressroom) wartawan.

Fasilitas pressroom yang ada saat ini dinilai sudah kurang representatif dan kurang optimal mendukung mobilitas serta produktivitas para jurnalis yang bertugas di wilayah Banjarbaru.

Rencana pemindahan dan renovasi ruang kerja bagi jurnalis ini mendapat respons positif dari komunitas pers.

Toto, salah satu perwakilan media massa yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan yang diinisiasi Diskominfo Banjarbaru.

“Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mengakomodir kerja sama publikasi, termasuk penyesuaian mekanisme sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Toto.

Terkait perbaikan fasilitas kerja jurnalis, Toto juga menyatakan kesepakatannya. Menurutnya, pembenahan ini sangat mendesak mengingat status Banjarbaru yang kini telah resmi menyandang peran penting di Kalimantan Selatan.

Menurutnya Gedung Pers Banjarbaru dapat menjadi wadah bersama bagi seluruh insan pers di Kota Banjarbaru serta merupakan representasi dari keharmonisan antara pemerintah dengan insan prs di Kota Banjarbaru. (MedCenBJB-RIW/EPS)

6.189 Narapidana di Kalsel Dapat Remisi Kemerdekaan, 51 Orang Langsung Bebas

Banjarbaru – Sebanyak 6.189 narapidana di Kalimantan Selatan mendapat Remisi Umum dalam momentum Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Dari jumlah tersebut, 51 orang langsung bebas setelah memperoleh pengurangan seluruh masa pidana.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalsel, Erwedi Supriyatno mengatakan, penerima remisi tersebar di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Kalsel.

Gubernur Kalsel Muhidin saat menyampaikan sambutan

Sebanyak 6.056 narapidana memperoleh Remisi Umum I, berupa pengurangan sebagian masa pidana. Sementara 133 orang menerima Remisi Umum II, yakni pengurangan seluruh masa pidana.

“Yang mendapat Remisi Umum II berjumlah 133 orang. Terdiri dari 51 orang langsung bebas dan 82 orang masih harus menjalani kurungan pengganti denda atau subsider,” kata Erwedi di Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Senin (17/8).

Selain remisi umum, terdapat pula remisi tambahan. Sebanyak 18 narapidana mendapatkannya karena berstatus pemula. Satu orang lainnya memperoleh remisi tambahan dari kegiatan donor darah.

Pengurangan masa pidana juga diberikan kepada anak binaan. Sebanyak sembilan anak memperoleh Pengurangan Masa Pidana (PMP) I. Sedangkan satu anak mendapat PMP II atau pengurangan seluruh masa pidana.

Saat ini terdapat 18 Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Kalsel. Terdiri dari delapan lapas, satu Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), enam rutan dan tiga balai pemasyarakatan.

Erwedi menyebut total warga binaan dan tahanan mencapai 8.716 orang, sedangkan kapasitas yang tersedia hanya 4.382 orang.

Di tengah kondisi tersebut, Ia menilai dukungan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan tetap diperlukan. Terutama memperkuat pembinaan, pembimbingan hingga reintegrasi sosial warga binaan.

“Kolaborasi dan sinergi seluruh pihak merupakan bagian penting dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang semakin maju dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta keamanan dan ketertiban masyarakat,” paparnya.

Gubernur Kalsel Muhidin menegaskan, remisi merupakan bagian dari proses pembinaan. Pemberian tersebut sekaligus menjadi penghargaan bagi warga binaan yang menunjukkan perubahan selama menjalani masa pidana.

Ia meminta penerima remisi tidak sekadar melihatnya sebagai berkurangnya masa hukuman.

“Remisi ini bukan sekadar dimaknai sebagai pengurangan masa menjalani pidana, tetapi juga sebagai motivasi untuk terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Muhidin.

Kesempatan tersebut, lanjut Muhidin, harus digunakan untuk memperkuat tekad memperbaiki diri. Termasuk meningkatkan keterampilan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.

“Jadikan kesempatan ini sebagai momentum untuk semakin memperkuat tekad, memperbaiki diri, meningkatkan keterampilan, serta membangun kembali kepercayaan keluarga dan masyarakat,” katanya.

Muhidin juga memberikan perhatian khusus kepada anak binaan. Menurutnya, pernah menjalani pembinaan bukan berarti menutup jalan untuk meraih masa depan.

“Jangan pernah merasa bahwa masa depan telah berakhir. Usia muda adalah kesempatan yang sangat panjang untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita,” pesannya.

Muhidin berharap proses pemasyarakatan mampu menghasilkan perubahan nyata. Tidak hanya sebatas perubahan status administratif.

Warga binaan perlu dibekali karakter, kedisiplinan, keterampilan dan kemandirian. Bekal tersebut dibutuhkan agar mereka dapat kembali produktif setelah menyelesaikan masa pidana.

“Ketika nantinya kembali ke masyarakat, saudara – saudara dapat hadir sebagai pribadi yang produktif, memiliki keterampilan, mampu bekerja, berusaha, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan,” ujarnya. (SYA/RIW/EPS)

Pemko Sambut Pejabat Baru Kejari Banjarmasin

Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar malam ramah tamah, untuk Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin yang baru, Muchsin, di Aula Kayuh Baimbai, belum lama tadi.

Acara tersebut dihadiri Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Banjarmasin.

Pemko Banjarmasin melalui Bagian Umum Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Banjarmasin turut mengambil peran, dengan memfasilitasi sajian makan malam bagi para tamu undangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin Ahmad Zazuli mengatakan, pihaknya memastikan seluruh kebutuhan pelayanan dan fasilitas dalam agenda perkenalan Kajari Banjarmasin yang baru berjalan baik.

“Sesuai arahan Wali Kota Muhammad Yamin, Bagian Umum Setdako Banjarmasin memfasilitasi sajian makan malam, sebagai bagian dari pelayanan dalam kegiatan perkenalan Kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin yang baru,” ujarnya.

Menurut Ahmad Zazuli, jamuan makan malam tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian acara, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antara jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin, Forkopimda, dan Kajari yang baru.

Kehadiran Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin didampingi Ketua TP PKK Neli Listriani bersama unsur Forkopimda dan Kepala SKPD, menambah suasana kebersamaan dalam penyambutan Kajari Banjarmasin yang baru.

“Kami berupa memberikan pelayanan terbaik, tujuannya agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, nyaman, dan penuh keakraban,” ucap Ahmad Zazuli.

Bagian umum, tambahnya, akan terus menjalankan fungsi pelayanan dan fasilitas dalam setiap agenda resmi Pemerintah Daerah.

“Ini merupakan bagian dari tugas kami mendukung kegiatan pimpinan daerah, selain itu untuk memperkuat koordinasi serta sinergi dengan seluruh unsur yang ada di Kota Banjarmasin. (PEMKOBJMUMUM-SRI/RIW/EPS)

Dispora Siap Dukung Cabor Ikuti Kejurnas 2026

Banjarmasin – Pemerintah provinsi melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, memberikan dukungan pada cabang olahraga yang mengikuti Kejuaraan Nasional di beberapa daerah tahun ini.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel Pebriadin Hapiz melalui Kasi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan Rijal Hamid menjelaskan, sepanjang tahun 2026 ini, Dispora Kalsel telah memberikan bantuan kepada 33 cabor untuk mengikuti Kejurnas.

“Alhamdulillah dari Pemerintah Provinsi Kalsel, dalam hal ini Dispora telah membantu cabor untuk mengikuti Kejurnas, yang mulai dilaksanakan sejak Januari hingga Agustus ini,” ungkap Rijal, kepada sejumlah wartawan, Kamis (20/8).

Hingga Agustus, lanjutnya, sebanyak 33 cabor, telah mengajukan proposal permintaan bantuan kepada Dispora Kalsel.

“Bantuan diberikan, dengan syarat cabor mampu mendulang medali pada setiap Kejurnas yang diikuti,” ujar Rijal.

Dikatakan Rijal, meskipun mengalami efisiensi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tetap memberikan bantuan tersebut.

“Jika tahun sebelumnya bantuan mencapai 1.500 orang, karena efesiensi tahun ini hanya 200 orang saja,” ujar Rijal.

Untuk pemberian bantuan, Dispora Kalsel memberlakukan skala prioritas, yakni kepada cabor yang berangkat ke Kejurnas, wajib menghasilkan medali.

“Alhamdulillah sampai saat ini cabor yang telah mengikuti Kejurnas telah memberikan sebanyak 66 medali, terdiri emas, perak, serta perunggu, kepada Bidang Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel,” tutur Rijal lebih lanjut.

Sedangkan, target yang telah ditetapkan pada indikator kinerja utama, sebanyak 180 medali, yang digabungkan dari Bidang Peningkatan Prestasi serta Bidang Pembudayaan Olahraga.

Dengan anggaran yang minim ini, pihaknya memaksimalkan untuk memberangkatkan atlet yang mampu meraih medali.

“Kami akan menyeleksi agar atlet tidak asal berangkat, tetapi yang bisa mendapatkan prestasi, sehingga bantuan yang berikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan benar benar bermanfaat, kedepannya, diharapkan, cabor cabor tersebut dapat mandiri,” ujar Rijal. (SRI/RIW/EPS)

Salat Istisqa, Ikhtiar Bersama Jaga Banua Dari Kekeringan dan Kabut Asap

Banjarbaru – Kekeringan dan ancaman kabut asap menjadi perhatian bersama di Kalimantan Selatan. Di tengah kondisi tersebut, doa dan ikhtiar dilakukan secara bersamaan. Salah satunya melalui pelaksanaan Salat Istisqa yang digelar Polda Kalimantan Selatan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel di Lapangan Satbrimob Polda Kalsel, Rabu (19/8).

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, yang turut hadir dalam kegiatan mengatakan, Salat Istisqa menjadi momentum spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT, agar Banua segera mendapatkan hujan yang membawa manfaat sekaligus terhindar dari dampak kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta kabut asap.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK (kiri)

Kondisi alam yang dihadapi Kalsel tidak cukup hanya disikapi dengan doa. Ikhtiar nyata dari pemerintah, aparat, masyarakat, hingga seluruh pemangku kepentingan juga harus berjalan beriringan.

“Salat Istisqa ini adalah bentuk ikhtiar kita bersama. Selain ikhtiar lahir, kita juga memohon pertolongan kepada Allah agar Banua kita dijaga, diberikan hujan yang bermanfaat, dan terhindar dari bencana,” katanya.

Supian HK mengapresiasi langkah Polda Kalsel yang menginisiasi Salat Istisqa. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Sinergi antara ulama, pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk menghadapi kondisi cuaca serta ancaman bencana yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama dengan tidak membuka lahan melalui pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

“DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendukung penuh langkah-langkah aktif yang dilakukan pemerintah dan aparat. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan terus berdoa untuk keselamatan Kalimantan Selatan,” tegasnya.

Suasana Shalat Istisqo

Lebih lanjut Supian HK menambahkan, Salat Istisqa pun menjadi pesan penting bahwa menghadapi ancaman kekeringan dan kabut asap membutuhkan lebih dari sekadar menunggu hujan.

Doa harus disertai kepedulian, sementara ikhtiar harus diwujudkan melalui tindakan nyata menjaga lingkungan. Dengan demikian, hujan bukan hanya dinantikan untuk mengurangi panas dan kekeringan.

Bagi masyarakat Kalsel, turunnya hujan juga berkaitan erat dengan keberlangsungan pertanian, perkebunan, ketersediaan air, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, berharap doa yang dipanjatkan dalam Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar bersama agar kondisi Banua segera membaik.

“Mudah-mudahan Allah mengabulkan doa kita. Banua kita aman, masyarakatnya sejahtera, dan pembangunan terus berjalan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Kemarau Panjang, Polda Kalsel Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama

Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan bersama jajaran Forkopimda, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat menggelar Salat Istisqa serta doa bersama, di Lapangan Mako Brimob Polda Kalsel, Banjarbaru, Rabu (19/8).

Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan, di tengah kondisi kemarau panjang dan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa dilakukan sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.

“Tujuan dari kegiatan pada pagi hari ini, sebagaimana kita ketahui, sudah satu bulan lebih kita di Kalimantan Selatan ini tidak turun hujan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi kemarau juga mulai memicu munculnya sejumlah titik api yang berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

“Kita juga sudah mulai merasakan ada beberapa titik api, yang asapnya mulai mengganggu masyarakat dan kegiatan-kegiatan masyarakat,” katanya.

Selain berdampak terhadap lingkungan, kemarau panjang turut memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat, terutama pertanian, peternakan, hingga aktivitas perekonomian.

“Dampak dari kemarau yang panjang ini juga berpengaruh kepada peternakan, pertanian, dan roda perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat petani,” ungkap Kapolda.

Melalui Salat Istisqa dan doa bersama, Kapolda berharap permohonan hujan sekaligus ampunan yang dipanjatkan dapat dikabulkan Allah SWT.

“Kita memohon hujan, kita memohon kepada Allah ampunan dosa-dosa kita, dan mudah-mudahan pagi hari ini semua dikabulkan Allah SWT,” tuturnya.

Kapolda juga meminta seluruh jajaran Polres di Kalimantan Selatan turut mengagendakan dan melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kemarau.

Di sisi lain, Polda Kalsel mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di lingkungan sekitar.

“Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat, terlebih kondisi kemarau membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar,” tutupnya. (BDR/RIW/APR)

Jelang HUT ke-500, Pemko Banjarmasin Gelar Salat Hajat, Doa Bersama dan Haul Jamak

Banjarmasin — Menjelang momentum bersejarah lima abad Kota Banjarmasin, pemerintah kota menggelar salat hajat, doa bersama, dan haul jamak di halaman balaikota Banjarmasin, belum lama tadi.

Bagian Umum Setdako Banjarmasin menfasilitasi kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut. Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pendahulu serta memperkuat semangat pemerintah dan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota.

Kegiatan tersebut diikuti langsung Wali Kota, Muhammad Yamin bersama jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin. Suasana berlangsung khidmat, menjadi ruang bagi seluruh jajaran untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi kemajuan dan keberkahan Kota Banjarmasin.

Memasuki usia 500 tahun, perjalanan Banjarmasin tentu tidak lepas dari berbagai tantangan dan dinamika pembangunan.

Bagi Wali Kota Yamin, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni. Doa bersama menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar Banjarmasin ke depan semakin maju, aman, dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

“Ini menjadi bagian dalam menyambut Harjad Kota Banjarmasin, kami memanjatkan doa doa untuk Banjarmasin yang maju dan sejahtera,” ucap Yamin.

Menurutnya, doa bersama memiliki makna sangat penting. Apalagi Banjarmasin segera memasuki usia 500 tahun.

Yamin berharap, momentum bersejarah ini menjadi energi positif. Hal tersebut berguna untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota.

“Semoga doa kita membawa keberkahan bagi Kota Banjarmasin dan seluruh masyarakat, kita harus melanjutkan pembangunan dengan semangat kebersamaan,” ucap Yamin.

Pemko Banjarmasin berharap, semangat kebersamaan, rasa syukur, dan keperdulian terhadap kota ini semakin tumbuh subur. Hari Jadi ke 500 harus menjadi momentum untuk untuk menatap masa depan.

Pemerintah berkomitmen menghadirkan pembangunan yang semakin maju serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Lima abad bukan perjalanan yang singkat ini menjadi momentum bagi kita untuk bersyukur. Oleh karena itu, mari mendoakan agar Banjarmasin ke depan semakin maju, aman dan sejahtera,” ucap Yamin.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan haul jamak sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama, tokoh, dan pendahulu yang telah memberikan kontribusi bagi perjalanan panjang Kota Banjarmasin. (PEMKOBJMUMUM-SRI/RIW/APR)

Pemko Banjarmasin Suguhkan Masakan Banjar Untuk Tamu Disetiap Acara Penting

Banjarmasin – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Kota Banjarmasin, tidak hanya berlangsung khidmat di lapangan, tetapi juga menghadirkan nuansa kearifan lokal.

Usai upacara pengibaran bendera, para tamu yang hadir disambut sajian beragam masakan khas Banjar di Aula Kayuh Baimbai, Senin (17/8).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setdako) Banjarmasin, Ahmad Zazuli mengatakan, penyelenggaraan upacara hingga rangkaian penyambutan tamu berjalan lancar.

Menurutnya, penyediaan hidangan khas Banjar tersebut merupakan bagian dari arahan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, untuk memberikan pengalaman berbeda sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada para tamu.

“Alhamdulillah semua proses berjalan lancar, semua atas arahan Pak Wali Kota,” ucap Zazuli.

Ia menyebut, sajian masakan Banjar sengaja disiapkan di Aula Kayuh Baimbai setelah pelaksanaan upacara.

Para tamu dari berbagai unsur, termasuk jajaran Forkopimda, ASN, veteran, anggota DPRD, pelajar, tokoh masyarakat dan undangan lainnya, dapat menikmati hidangan tersebut dalam suasana kebersamaan.

Penyajian masakan Banjar sekaligus menjadi simbol bahwa perayaan kemerdekaan dapat dikemas dengan menghadirkan kekayaan tradisi daerah, tanpa mengurangi kekhidmatan agenda utama.

Ia menegaskan, kelancaran seluruh rangkaian kegiatan tidak lepas dari koordinasi dan arahan pimpinan.

“Alhamdulillah semua proses berjalan lancar, semua atas arahan Pak Wali Kota,” katanya.

Ia menambahkan dengan sajian kuliner khas Banjar setelah upacara, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Balai Kota Banjarmasin pun tidak berhenti pada pengibaran Sang Merah Putih, tetapi berlanjut dalam suasana kebersamaan dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para tamu yang hadir. (PEMKOBJMUMUM-SRI/RIW/APR)

Karhutla Terus Bermunculan, Wamenko Pangan Minta Kalsel Perkuat “Pagar Betis”

Banjarbaru – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus bermunculan di Kalimantan Selatan membutuhkan pengerahan kekuatan secara menyeluruh.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menilai, penanganannya tidak dapat hanya mengandalkan satu atau dua instansi.

Hanif meminta Pemprov Kalsel memperkuat penanganan dengan melibatkan masyarakat, dunia usaha hingga aparatur pemerintah.

“Ini enggak bisa parsial penanganannya, enggak bisa sektoral. Ini harus semesta, harus semuanya bergerak membagi titik dengan pagar betis,” katanya usai turun langsung membantu pemadaman karhutla di kawasan Pengayuan, Landasan Ulin, Banjarbaru, Selasa (18/8).

Menurutnya, karakter wilayah yang rawan membuat pola penanganan harus diperkuat. Setiap unsur perlu berbagi peran dan wilayah pengawasan.

Hanif menilai upaya yang selama ini dilakukan Pemprov Kalsel perlu diakselerasi. Terutama dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, terjun langsung membantu pemadaman api karhutla di Banjarbaru

Masyarakat, termasuk kelompok Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), dinilai dapat menjadi kekuatan di lapangan. Begitu pula unit usaha yang beroperasi di daerah.

ASN di lingkungan pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota juga dinilai dapat dilibatkan sesuai kebutuhan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan perlu mengakselerasi upayanya yang telah dilakukan selama ini, mengombinasikan semua sisi yang paling mungkin,” ujarnya.

Hanif mengingatkan karhutla tidak boleh dianggap sebagai persoalan ringan. Api masih terus muncul di sejumlah kawasan.

Ia menyebut, berdasarkan dokumen akademik BMKG, kondisi yang mendukung penurunan risiko kebakaran diperkirakan baru terjadi pada November.

*Ini enggak bisa dianggap remeh. Apinya terus terjadi dan sesuai dengan dokumen akademik BMKG, ini baru akan turun di bulan November,” katanya.

Hanif juga melihat langsung kondisi vegetasi di lokasi kebakaran. Kawasan tersebut banyak ditumbuhi galam serta alang-alang yang lebat.

Vegetasi itu menjadi bahan bakar yang membuat api mudah muncul dan menjalar.

“Galam-galaman, hutan yang pernah lebat, dipotong dan tumbuh, itu menjadi salah satu penyumbang bahan bakar terbesar,” jelasnya.

Alang-alang yang tumbuh rapat juga memiliki tingkat kerawanan tinggi ketika memasuki kondisi kering.

“Alang-alang yang cukup lebat itu sangat mudah terbakar,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Exit mobile version