GPM Kembali Digelar di Banjarbaru, Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan di Bulan Maulid

Banjarbaru – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Rabu (19/8) hingga Kamis (20/8), bertempat di area perkantoran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru.

Gerakan Pangan Murah dilaksanakan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad tahun 2026.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah komoditas kebutuhan pangan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Diantaranya beras, telur ayam ras, ayam potong, serta berbagai jenis sayur-sayuran.

Antusiasme masyarakat berbelanja di gerakan pangan murah, Dinas PKP Provinsi Kalsel

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman mengatakan, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah pemerintah daerah menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

“Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan di pasar,” ucap Syamsir.

Syamsir menjelaskan, stabilitas harga pangan menjadi salah satu hal yang terus menjadi perhatian pemerintah.

Ketersediaan pasokan yang cukup dan distribusi yang lancar dinilai penting untuk mencegah terjadinya kenaikan harga yang dapat berdampak terhadap daya beli masyarakat.

Melalui Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar harga yang berlaku di pasaran.

“Kegiatan ini kita laksanakan sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan. Masyarakat bisa mendapatkan berbagai kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” lanjut Syamsir.

Ia menambahkan, komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, di antaranya beras, telur ayam ras, ayam potong, dan sayur-sayuran.

Menurut Syamsir, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah memberikan akses pangan yang lebih mudah kepada masyarakat.

“Selain membantu masyarakat dari sisi harga, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung pengendalian inflasi daerah, khususnya melalui penyediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau,” sahutnya.

Syamsir berharap masyarakat dapat memanfaatkan Gerakan Pangan Murah dengan sebaik-baiknya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.

“Stabilitas pangan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh pihak agar pasokan tetap tersedia, distribusi berjalan lancar, dan harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/APR)

Tegaskan Semangat Kemerdekaan, Dari Khidmat Upacara Menuju Karya Nyata untuk Banua

Banjarbaru – Semangat kemerdekaan tidak berhenti pada pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih. Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat untuk terus merawat persatuan sekaligus mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Pesan tersebut tercermin dalam kehadiran Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kartoyo, pada Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih di halaman Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (17/8) sore.

Mengenakan pakaian resmi upacara, Kartoyo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan unsur pemerintah daerah mengikuti seluruh rangkaian prosesi dengan penuh khidmat.

Kehadirannya menjadi bagian dari penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus simbol kuatnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam membangun Banua.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo mengatakan, peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda tahunan. Di balik prosesi yang berlangsung khidmat, terdapat pesan besar agar generasi saat ini mampu meneruskan perjuangan dengan cara yang relevan dengan tantangan zaman.

“Ulun, mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia. Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Merdeka!” tuturnya.

Kartoyo menilai, nilai-nilai perjuangan para pendahulu bangsa harus diterjemahkan dalam bentuk kerja dan pengabdian. Semangat kemerdekaan, menurutnya, dapat diwujudkan melalui kolaborasi, menjaga persatuan, serta menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.Karena itu, peringatan HUT ke-81 RI diharapkan tidak hanya membangkitkan rasa nasionalisme.

“Mari kita memperkuat komitmen seluruh elemen daerah untuk bergerak bersama menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Paskibraka Tuntaskan Tugas,” tutupnya.

Prosesi penurunan bendera berlangsung lancar dan penuh penghormatan. Upacara dipimpin Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, selaku Inspektur Upacara.

Sang Merah Putih kemudian diserahkan kembali kepada Inspektur Upacara oleh anggota Paskibraka Kalsel sebagai bagian dari rangkaian penutupan tugas pengibaran bendera pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (ADV-NHF/RIW/APR)

Sukses Digelar, Lomba Bakisah Bahasa Banjar Diskominfo Meriahkan Hari Jadi dan Kalsel Expo 2026

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan sukses menggelar Lomba Bakisah Bahasa Banjar dalam rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi dan Kalsel Expo 2026, di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (17/8).

Lomba ini menjadi salah satu upaya mengenalkan sekaligus melestarikan Bahasa Banjar kepada generasi muda sejak dini.

Kegiatan diikuti siswa sekolah dasar yang terbagi dalam dua kategori, yakni kelas 1-3 dan kelas 4-6. Para peserta menampilkan kemampuan bakisah menggunakan Bahasa Banjar dan dinilai oleh juri berkompeten.

Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, melalui Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik dan Media, Heni Setiawati menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan antusias.

“Alhamdulillah, kegiatan ini telah sukses dilaksanakan. Kami atas nama Diskominfo mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dengan antusias,” ujar Heni.

Ia mengatakan, seluruh peserta telah menunjukkan keseriusan dan kemampuan terbaik membawakan cerita menggunakan Bahasa Banjar.

“Kami juga mengapresiasi para pemenang dan seluruh peserta yang telah mengikuti lomba dengan serius. Mereka mampu menampilkan bakat yang luar biasa dalam bakisah Bahasa Banjar,” katanya.

Menurut Heni, pelestarian Bahasa Banjar penting dilakukan sejak dini karena bahasa daerah merupakan bagian dari identitas dan budaya masyarakat Kalimantan Selatan.

“Harapannya, anak-anak semakin memahami Bahasa Banjar karena bahasa ini merupakan bagian dari identitas mereka. Jangan sampai tergerus perkembangan zaman dan modernisasi,” tuturnya.

Heni menambahkan, kegiatan seperti Lomba Bakisah Bahasa Banjar dapat menjadi salah satu sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah kepada anak-anak.

“Pelestarian bahasa Banjar harus dilakukan secara berkelanjutan dan dimulai sejak dini. Anak-anak juga memiliki hak untuk mengenal budaya dan bahasa daerahnya,” pungkasnya. (BDR/RIW/APR)

Momen Haru HUT RI BSI RO IX, Veteran Dapat Tali Asih

Banjarmasin – Riuh tepuk tangan yang sejak pagi memenuhi UPIK Futsal, Banjarmasin, mendadak terasa berbeda. Di tengah kemeriahan lomba 17 Agustus, tiga veteran berdiri di depan panggung mengenakan seragam lengkap dengan tanda jasa di dada.

Satu per satu mereka menerima tali asih dari BSI Regional IX Kalimantan. RCEO BSI Regional IX Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat, maju dan menyerahkan langsung apresiasi tersebut. Jabat tangan dan senyum mengiringi momen itu, sementara para pegawai BSI yang memenuhi lokasi menyaksikan dari dekat.

Momen penghormatan kepada para veteran itu menjadi salah satu bagian paling bermakna dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar BSI dan Ikatan Istri Karyawan (IIK) BSI RO IX Kalimantan, Senin (17/8).

Bagi BSI, menghadirkan veteran di tengah perayaan kemerdekaan bukan sekadar melengkapi rangkaian acara. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa suasana meriah yang dinikmati generasi hari ini tidak terlepas dari perjuangan dan pengorbanan para pendahulu.

Sefudin mengatakan, peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk kembali menumbuhkan rasa hormat kepada para pejuang sekaligus meneruskan nilai perjuangan dalam kehidupan sekarang.

“Di tengah kegembiraan merayakan kemerdekaan, kita tidak boleh melupakan mereka yang telah berjuang untuk bangsa ini. Karena perjuangan para pendahulu itulah kita bisa menikmati kemerdekaan hari ini. Tali asih ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi kami kepada para veteran,” ujar Sefudin.

Menurutnya, perjuangan pada masa sekarang hadir dalam bentuk yang berbeda. Bagi insan BSI, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui semangat bekerja, menjaga persatuan, memberikan pelayanan terbaik serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Semangat perjuangan dan persatuan itu yang ingin terus kami hidupkan di lingkungan BSI. Insyaallah dengan semangat tersebut, kami dapat bersama-sama membangun BSI sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa,” lanjutnya.

Setelah momen penghormatan kepada veteran, suasana kembali berganti menjadi penuh tawa. Pegawai BSI bersama keluarga membaur mengikuti berbagai perlombaan khas Agustusan dalam kegiatan bertema “Dalam Harmoni Bersama Menginspirasi”.

Ada yang serius berusaha memasukkan pulpen ke dalam botol, peserta lain berpacu dalam estafet bola dan balap karung. Keseruan juga terlihat dalam lomba memindahkan sedotan hingga fashion show dengan memanfaatkan bahan daur ulang.

Sefudin pun tak hanya menyaksikan dari pinggir arena. Bersama pegawai lainnya, Ia ikut berada di tengah peserta dan memberikan semangat, membuat suasana perayaan kemerdekaan terasa semakin cair dan akrab.

Kegiatan tersebut mempertemukan keluarga besar BSI dari berbagai unit di Banjarmasin dan sekitarnya. Tidak ada sekat jabatan ketika perlombaan dimulai.

Semua larut dalam suasana merah putih, saling menyemangati hingga memberikan tepuk tangan kepada peserta yang menyelesaikan tantangan.

Namun di antara seluruh keseruan itu, pertemuan dengan para veteran menjadi pesan yang ingin ditinggalkan BSI RO IX Kalimantan dalam peringatan kemerdekaan tahun ini.

Dari mereka yang dahulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, semangat tersebut diteruskan kepada generasi hari ini. Bukan lagi melalui medan perang, melainkan melalui kerja, kebersamaan dan kontribusi nyata bagi negeri.

“Semoga semangat kemerdekaan ini terus menjadi energi bagi kita untuk tetap kompak, saling menguatkan dan memberikan yang terbaik. Karena mengisi kemerdekaan juga membutuhkan perjuangan dari kita semua,” tutup Sefudin. (RIW/APR)

Peringati HUT ke-81 RI, Pelindo Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Banjarmasin – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Lansia, Selasa (18/8). Giat ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pelindo terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya para lanjut usia yang berada di wilayah sekitar pelabuhan.

Sebanyak 100 orang lansia menjadi peserta dalam kegiatan tersebut, terdiri atas 50 lansia dari Kelurahan Telaga Biru dan 50 lansia dari Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat.

Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dilakukan melalui kolaborasi bersama Puskesmas Banjarmasin Indah dan Puskesmas Pelambuan, dengan melibatkan tenaga kesehatan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, pemantauan kondisi kesehatan, serta edukasi kepada para lansia dan keluarganya.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen Pelindo untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar wilayah pelabuhan.

Sub Regional Head PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub Regional Kalimantan, Sugiono menyampaikan, bahwa perhatian terhadap kesehatan lansia merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Memasuki usia lanjut, perhatian terhadap kondisi kesehatan menjadi semakin penting. Pemeriksaan kesehatan secara berkala diharapkan dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan sejak dini sehingga potensi gangguan kesehatan dapat diantisipasi dan ditindaklanjuti dengan tepat,” ujarnya.

Pesan tersebut juga menekankan pentingnya dukungan keluarga membantu lansia menjaga pola hidup sehat dan memenuhi kebutuhan kesehatannya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan mengedepankan nilai kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong.

Melalui program TJSL, Pelindo berupaya agar kehadiran perusahaan tidak hanya berperan dalam pelayanan kepelabuhanan dan mendukung aktivitas perekonomian daerah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi sosial yang dapat dirasakan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pelindo berharap para lansia memperoleh manfaat tidak hanya berupa informasi mengenai kondisi kesehatannya, tetapi juga semakin memiliki kesadaran melakukan pemeriksaan berkala dan menerapkan pola hidup sehat.

Semangat Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat kepedulian, sinergi, dan semangat berbagi manfaat kepada masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Banjarmasin yang semakin sehat, sejahtera, dan berkualitas. (Pelindo-RIW/APR)

Kalsel Expo Resmi Ditutup, Transaksi Tembus Rp20 Miliar

Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin secara resmi menutup rangkaian Kalsel Expo 2026, yang telah berlangsung selama enam hari dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.

Penutupan Kalsel Expo 2026 dilaksanakan di panggung utama kawasan pameran, Senin (17/8) malam.

Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya salah satu agenda pameran dan promosi terbesar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tahun ini.

Selama enam hari pelaksanaan, Kalsel Expo 2026 mencatat capaian transaksi lebih dari Rp20 miliar, dengan jumlah pengunjung diperkirakan mencapai lebih dari 1 juta orang.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Kalsel Expo 2026.

Menurutnya, tingginya jumlah pengunjung dan nilai transaksi menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mampu memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Momentum Kalsel Expo dapat terus dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi daerah, khususnya produk unggulan pelaku usaha, UMKM, serta berbagai hasil industri dan kreativitas masyarakat Kalimantan Selatan,” ungkap Muhidin, saat menutup Kalsel Expo 2026.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung dan transaksi, tetapi juga dari semakin luasnya promosi produk lokal dan terbukanya peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besar nya kepala SKPD Provinsi, Forkopimda, atas partisipasi nya yang turut memeriahkan Kalsel Expo ini,” tutup Muhidin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan mengatakan, capaian transaksi selama Kalsel Expo 2026 menjadi salah satu indikator positif terhadap aktivitas perdagangan dan perekonomian daerah.

“Kehadiran ribuan pelaku usaha dan berbagai produk yang ditampilkan selama expo memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus membeli produk lokal Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Bagiawan berharap, transaksi yang tercipta selama pelaksanaan expo, menjadi awal bagi terbentuknya hubungan usaha berkelanjutan antara pelaku UMKM, konsumen, distributor, maupun mitra usaha lainnya.

“Capaian ini tak lupa merupakan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, yang berhadir dan memeriahkan event Kalsel Expo 2026 ini,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan Kalsel Expo penting untuk memperkuat promosi produk daerah, sehingga pelaku usaha tidak hanya mengandalkan pasar lokal, tetapi memiliki peluang untuk memperluas pemasaran ke wilayah lain.

“Banyak Produk Industri Kecil dan UMKM yang ditampilkan, agar menarik minat para investor, sehingga akan membuat produk – produk Kalsel dikenal masyarakat luar daerah,” lanjutnya.

Dalam acara penutupan, turut diumumkan sejumlah pemenang lomba stand Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Kalimantan Selatan.

Juara pertama stand terbaik diraih Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Bapenda Kalsel). Juara kedua diraih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, sedangkan juara ketiga diraih Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan.

Untuk kategori juara harapan, RSUD Ansari Saleh meraih juara harapan pertama, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan sebagai juara harapan kedua, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai juara harapan ketiga.

Sementara itu, penghargaan stand terfavorit diberikan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan.

Selain penghargaan stand, turut diumumkan pemenang lomba memasak antar perangkat daerah. Juara pertama diraih Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Selatan, juara kedua diraih Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, dan juara ketiga diraih Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan.

Dengan capaian transaksi lebih dari Rp20 miliar dan jumlah pengunjung yang menembus lebih dari 1 juta orang, Kalsel Expo 2026 diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat promosi produk lokal, meningkatkan aktivitas perdagangan, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di Kalimantan Selatan. (MRF/RIW/APR)

Peringati HUT ke-81 RI, Gubernur dan Forkopimda Kalsel Gelar Ziarah Nasional dan Renungan Suci

Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin bersama Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman dan Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menghadiri Ziarah Nasional dan Renungan Suci dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Kencana, Banjarbaru, Sabtu (16/8) dini hari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan Forkopimda Kalsel seperti Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Danlanud, Danlanal, Kepala BNN, dan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK.

Hadir juga Wali Kota Banjarmasin, M. Yamin, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby serta pejabat lingkup Pemprov Kalsel.

Tepat tengah malam, suasana TMP Bumi Kencana berubah hening. Penerangan dimatikan dan cahaya obor menjadi penerang dalam prosesi Apel Kehormatan dan Renungan Suci yang diikuti jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel, Forkopimda, unsur TNI-Polri, serta pejabat terkait.

Inspektur Upacara Brigjen TNI Ilham Yunus, selaku Komandan Korem 101/Antasari, membacakan ikrar dan naskah Renungan Suci sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

“Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan kami pula dan jalan kebaktian yang saudara-saudara tempuh adalah jalan bagi kami juga,” demikian bagian ikrar yang dibacakan Ilham Yunus.

Dalam suasana penuh khidmat, penghormatan setinggi-tingginya diberikan kepada para pahlawan yang dimakamkan di TMP Bumi Kencana.

Doa bersama juga dipanjatkan agar arwah para pahlawan diterima dan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Selain sebagai bentuk penghormatan, Renungan Suci menjadi momentum untuk mengingat kembali besarnya pengorbanan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Usai mengikuti rangkaian upacara, Gubernur Kalsel, Muhidin menyampaikan harapannya kepada generasi muda Banua agar dapat meneruskan semangat perjuangan para pahlawan dengan cara mereka sendiri sesuai tantangan zaman.

“Harapan kita para pemuda Banua terus semangat, terus belajar dan berkarya. Kemerdekaan ini harus kita isi dengan hal-hal yang positif. Jangan sampai perjuangan para pahlawan kita sia-siakan,” ujar Muhidin.

Beliau juga mengingatkan agar semangat persatuan dan kebersamaan tetap dijaga di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.

“Pemuda adalah penerus kita. Karena itu, mari kita jaga persatuan, kebersamaan dan terus membangun Banua agar semakin maju,” katanya.

Gubernur berharap, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini merupakan hasil perjuangan panjang yang harus dijaga dan diisi dengan pembangunan.

Untuk diketahui, sebanyak 515 pahlawan tercatat dimakamkan di TMP Bumi Kencana, terdiri dari 501 prajurit TNI/Polri, 5 pegawai sipil, 2 pejuang rakyat, dan 7 pahlawan tak dikenal. (BIROADPIM-RIW/APR)

Gelar Senam Ceria dan Sosialisasi Gerakan Keluarga Sehat, Upaya TP PKK Wujudkan Keluarga Tangguh dan Tanggap Bencana

Banjarmasin – TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Senam Ceria dan Sosialisasi Gerak Keluarga, Tangguh, dan Tanggap Bencana, di Tugu Nol Kilometer, Banjarmasin, Sabtu (15/8).

“Ulun sampaikan terima kasih atas kehadiran ibu ibu sekalian pagi ini, yang telah berhadir pada kegiatan senam ceria,” ungkap Ketua TP PKK Kalsel, Fathul Jannah.

Kegiatan ini, lanjutnya, adalah hasil kolaborasi Tim Penggerak PKK Provinsi bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan RI ke-81 dan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.

“Peringatan Hari Jadi Provinsi dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi sarana untuk merekatkan kebersamaan para mitra strategis pemerintah daerah, yaitu Tim Penggerak PKK, Dekranasda, BKOW, DWP, serta seluruh Organisasi Perempuan Kalimantan Selatan,” ucap Fathul Jannah.

Ketua TP PKK Kalsel, juga mengajak masyarakat bergerak aktif dan penuh semangat.

“Tubuh dan jiwa yang sehat adalah modal pertama agar kita mampu memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan juga mensosialisasikan gerakan keluarga sehat tangguh dan tanggap bencana.

“Gerakan ini bertujuan mewujudkan keluarga yang peduli kesehatan, menjaga kelestarian lingkungan, serta tanggap menghadapi situasi darurat,” tuturnya.

Gerakan ini selaras dengan kondisi Kalimantan Selatan, terkait bencana, keluarga adalah garda terdepan, sehingga perlu dibekali pengetahuan. Langkah siaga sekaligus dibiasakan dengan aksi pencegahan di lingkungan masing – masing.

“Pagi ini kita awali rangkaian kegiatan dengan edukasi kesehatan, dilanjutkan senam bersama dan permainan. Pada kesempatan yang sama, telah disiapkan layanan pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan bersama RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh,” ucapnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut Fathul Jannah berpesan agar para ibu bersungguh-sungguh memanfaatkan layanan tersebut.

Pemeriksaan sederhana pagi ini dapat menjadi pintu deteksi dini, dan ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kepada keluarga serta kader di lingkungan masing – masing.

“Kami juga memohon dukungan perangkat daerah dan seluruh organisasi perempuan di Kalimantan Selatan untuk terus bersinergi, agar gerakan keluarga sehat tangguh dan tanggap bencana berjalan optimal sampai ke tingkat desa dan dasawisma. Semoga senam ceria ini menjadi awal yang baik bagi tumbuhnya kebiasaan hidup sehat dan menguatnya ketahanan keluarga di banua kita,” ujar Fathul Jannah. (DISPORAKALSEL-SRI/RIW/APR)

Masuki Era Baru, Inaga Didorong Jadi Agen Budaya Berbasis Komunitas

Banjarbaru – Pemajuan kebudayaan di Kalimantan Selatan memasuki arah baru. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), mulai menggeser pola pengelolaan kebudayaan dari yang sebelumnya berorientasi pada kegiatan atau event, menjadi pembangunan ekosistem budaya yang lebih inklusif dan berbasis komunitas.

Arah baru tersebut mengemuka dalam kegiatan silaturahmi dan penyusunan program Ikatan Nanang Galuh (Inaga) se-Kalimantan Selatan, sekaligus menjadi ruang untuk menyatukan gagasan dan merumuskan program kerja yang selaras dengan kebijakan pemerintah daerah, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Jumat (14/8) sore.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, Edy Suwarto mengatakan, perubahan strategi tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap kinerja pemajuan kebudayaan di daerah, termasuk melihat capaian Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Kalimantan Selatan yang masih berada di bawah angka nasional.

Dimana paradigma ini mencakup sejumlah pendekatan, bukan sekadar event menuju ekosistem, dari pola eksklusif menjadi inklusif berbasis komunitas, serta dari pelestarian semata menuju pemberdayaan ekonomi budaya yang diharapkan turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah atau PAD.

“Ini adalah era baru tata kelola kebudayaan di Provinsi Kalimantan Selatan. Kami akan hadir secara grassroot, menguatkan dari akar rumput, karena ekosistem kebudayaan itu tumbuh dari komunitas,” tegas Edy.

Menurutnya, Inaga Kalsel menjadi salah satu komunitas strategis yang dapat dilibatkan dalam arah baru tersebut. Selama ini, keberadaan Nanang Galuh lebih banyak diposisikan sebagai objek kegiatan kebudayaan.

Ke depan, mereka diharapkan menjadi mitra pemerintah sekaligus agen budaya yang aktif dalam pemajuan kebudayaan di daerah.

Edy menilai posisi Inaga cukup strategis karena para anggotanya tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Kondisi ini menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan program kebudayaan hingga ke tingkat komunitas.

“Kalau selama ini mereka sebagai objek, ke depan mereka menjadi rekan Disdikbud dalam pemajuan kebudayaan. Mereka strategis dan terpilih sebagai agen budaya,” katanya.

Lebih lanjut Edy menambahkan, tidak hanya di ruang komunitas, agen budaya juga nantinya diharapkan berperan dalam penguatan kebudayaan di lingkungan pendidikan, termasuk keterlibatan dalam pengembangan muatan lokal di sekolah.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebudayaan lebih dekat dengan generasi muda, sekaligus memastikan nilai, tradisi, seni, dan identitas budaya Banua tidak hanya dipertahankan, tetapi terus berkembang sesuai tantangan zaman.

Dengan tuntutan peran yang semakin besar, Disdikbud Kalsel juga menyiapkan pola kerja yang lebih terukur melalui perjanjian kinerja bersama Inaga di Kalimantan Selatan.

Dengan demikian, peran para agen budaya tidak sekadar simbolis, tetapi memiliki kontribusi nyata dalam mendukung agenda pemajuan kebudayaan daerah.

Ke depan, kolaborasi Disdikbud, Inaga, komunitas budaya, pelaku seni, dunia pendidikan, dan masyarakat diharapkan mampu membangun ekosistem kebudayaan Kalsel yang lebih kuat, inklusif, berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Banua.

“Selama ini sangat eksklusif, ke depan kita pastikan inklusif dan berbasis komunitas. Anggaran kita arahkan agar langsung berdampak kepada pelaku dan ekosistem budaya,” tutup Edy. (DISDIKBUDKALSEL-NHF/RIW/APR)

Lepas Peserta Happy Race Pusbike 2026, Ini Harapan Kadispora Kalsel

Banjarbaru – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan menggandeng komunitas Barbados menggelar Happy Race Pusbike 2026 di Halaman GOR Babussalam, Banjarbaru, Sabtu (15/8).

Event pushbike yang dibuka secara nasional tersebut mendapat antusiasme tinggi. Sedikitnya 165 peserta ambil bagian, tidak hanya dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, tetapi juga dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, mengatakan, Happy Race Pusbike bukan sekadar ajang perlombaan anak-anak, melainkan momentum penting membangun mental dan karakter sejak usia dini.

Menurutnya, usia dua hingga enam tahun merupakan masa emas bagi perkembangan anak, termasuk dalam membentuk kemampuan motorik, keseimbangan, hingga mental bertanding.

“Pushbike bukan tujuan akhir. Pushbike adalah gerbang. Dan yang dibawa keluar dari gerbang ini bukan piala, tapi karakter,” ujarnya.

Pebriadin juga mengingatkan para orang tua agar tidak berlebihan menyikapi hasil perlombaan. Anak-anak, katanya, perlu diberi ruang untuk merasakan kemenangan maupun kekalahan.

Ia meminta orang tua tidak buru-buru mencari alasan ketika anak mengalami kekalahan atau merasa kecewa.

“Ketika anak-anak kita kalah, ketika mereka kecewa, ketika mereka menangis, dampingi mereka. Tugas kita bukan melindungi anak-anak dari kekecewaan, tetapi mendampingi mereka melewati kekecewaan itu sampai menjadi pribadi yang lebih kuat,” katanya.

Dispora Kalsel, lanjut Pebriadin, berkomitmen menjadikan pembinaan olahraga usia dini sebagai investasi jangka panjang.

Pembinaan tidak semata-mata diarahkan untuk mencetak juara secara instan, tetapi menanamkan karakter sportif, tangguh dan disiplin yang nantinya dapat menjadi bekal anak-anak ketika memilih cabang olahraga lain.

“Kami berharap ajang ini terus tumbuh, terus dilanjutkan, dan menjadi agenda yang ditunggu setiap tahunnya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Barbados Happy Race 2026, Wahyu Damanik menyebutkan, jumlah peserta tahun ini jauh melampaui target awal panitia.

“Total peserta sekitar 165 orang. Awalnya target kami sekitar 125 peserta, ternyata jauh melebihi target,” ungkap Wahyu.

Peserta tidak hanya berasal dari Kalimantan Selatan, tetapi juga datang dari Balikpapan, Kalimantan Timur, serta sejumlah daerah di Kalimantan Tengah seperti Muara Teweh dan Palangka Raya.

Meski dibuka dengan skala nasional, Wahyu mengatakan belum ada peserta dari Pulau Jawa yang mendaftar pada pelaksanaan tahun ini.

Untuk memberikan kesempatan bertanding sesuai kelompok usia, panitia menyediakan sekitar 13 kelas berdasarkan tahun kelahiran dan kategori putra-putri, termasuk kelas mix serta kelas legend.

“Untuk kelasnya berdasarkan tahun kelahiran, ada kategori boys dan girls, kemudian top class dan kelas legend. Totalnya sekitar 13 kelas,” jelasnya.

Dengan tingginya antusiasme peserta, Barbados berharap Happy Race Pusbike dapat terus berkembang dan menjadi wadah pembinaan olahraga pushbike sekaligus memperkenalkan budaya kompetisi yang sehat kepada anak-anak sejak usia dini. (DISPORAKALSEL-SRI/RIW/APR)

Exit mobile version