Resmi Berakhir, Posko Angkutan Laut Lebaran 2025 Catatkan Penurunan Jumlah Penumpang

BANJARMASIN – Setelah beroperasi selama 22 hari, terhitung Jumat (21/3) hingga Jumat (11/4), Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2025 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin resmi ditutup. Penutupan dilakukan melalui prosesi pelepasan pin petugas posko, pada kegiatan apel yang dipimpin Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Banjarmasin, Samsuddin di area terminal penumpang Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, pada Jumat (11/4).

Prosesi pelepasan pin petugas posko angkutan laut lebaran

“Evaluasi kami selama pelaksanaan itu, sebenarnya tidak ada yang signifikan. Namun kami masih melihat ada perlunya peningkatan,” jelas Samsuddin kepada wartawan usai apel penutupan posko.

Evaluasi itu, menurut Samsuddin, terutama pada sarana dan prasarana, dan juga penertiban arus penumpang.

Dari sisi jumlah penumpang, menurut Samsuddin, selama 22 hari pelaksanaan Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2025, mengalami penurunan sekitar 7 persen dibanding arus mudik tahun lalu.

“Total jumlah penumpang arus mudik tahun ini berjumlah 26.712 orang,” jelasnya.

Salah satu faktor yang menjadi penyebab turunnya jumlah penumpang angkutan laut pada arus mudik tahun ini, adalah turunnya harga tiket pesawat. Sehingga masyarakat yang ingin melaksanakan mudik, memiliki lebih banyak alternatif pilihan angkutan, untuk pulang ke kampung halaman.

“Penumpang kita ini kan didominasi jurusan Surabaya. Sementara untuk angkutan udara, juga memiliki rute ke kota yang sama. Sehingga ada pilihan bagi penumpang,” urainya.

Secara umum, jelas Samsuddin, arus mudik angkutan laut lebaran tahun 2025, berjalan dengan baik, lancar, aman dan tentunya didukung oleh seluruh stakeholder kepelabuhan yang sudah bersinergi dengan baik. (RIW/RDM/RH)

1.230 CPNS dan PPPK Pemprov Kalsel Siap Terima SK, Ini Tanggalnya

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tengah mempersiapkan pelaksanaan Pelantikan, Pengukuhan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) serentak bagi para CPNS dan PPPK hasil seleksi tahun 2024.

Pengukuhan CPNS dan PPPK Tahun 2023

Plh. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel, Noryadi melalui Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian, Mashudi menyampaikan bahwa agenda tersebut akan dijadwalkan pada tanggal 24 April 2025 dengan jumlah peserta mencapai 1.230 orang.

Kabid PPIK, BKD Kalsel, Mashudi saat diwawancara

“Mengingat jumlahnya yang cukup banyak, maka lokasi kegiatan harus mampu menampung seluruh peserta. Saat ini ada dua opsi tempat yang sedang disiapkan, yaitu halaman Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru dan GOR Babusalam Banjarbaru,” kata Mashudi, Jumat (11/4).

Ia menjelaskan bahwa semua persiapan teknis dan administratif, termasuk proses penerbitan SK telah dilaksanakan. Saat ini BKD Kalsel hanya tinggal menunggu persetujuan dari Gubernur Kalimantan Selatan terkait lokasi final pelaksanaan.

“Nantinya Gubernur Kalsel, H. Muhidin langsung akan melantik secara serentak PPPK jabatan fungsional di lingkup Pemprov Kalsel,” tambahnya.

Mashudi juga menyampaikan bahwa peserta yang akan dilantik dan menerima SK diwajibkan mengenakan pakaian formal hitam putih, berupa baju kemeja putih serta celana atau rok hitam bagi perempuan.

Setelah menerima SK, CPNS ataupun PPPK diwajibkan segera melapor ke SKPD penempatan masing-masing untuk membuat Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT).

“SPMT ini menjadi dasar penting dalam pencairan gaji dan tunjangan pertama, baik bagi CPNS maupun PPPK,” tegasnya.

Mashudi juga mengimbau agar peserta senantiasa mengikuti informasi resmi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menghindari kesalahpahaman.

“Kami ingin pelaksanaan kegiatan ini berjalan tertib, lancar, dan memberi kesan baik bagi para peserta,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Legislatif akan Gelar Rapat Dengan Perumda PALD Banjarmasin, Terkait Sanitasi

BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin akan menggelar, Rapat Dengar Pendapat (RDP), dengan Perumda Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD), terkait Program Sanitasi 2025.

Kepada sejumlah wartawan, Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin Hendra, baru-baru tadi mengatakan, sanitasi ini sangat penting untuk menciptakan kota bersih dan sehat, dengan cara meningkatkan kualitas layanan pengelolaan air limbah domestik. Sehingga, perlu mendengar penjelasan lebih detail dari Direktur dan jajaran Perumda Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) Banjarmasin.

“Kami ingin mengetahui program jangka pendek, menengah dan panjang,” ucapnya

Disampaikan Hendra, selama ini pihaknya akan terus mendukung, memperluas cakupan wilayah pelayanan, mulai dari melakukan sosialisasi ke pemukiman warga dibantu instansi terkait, dengan cara salah satunya menggandeng pihak swasta seperti developer.

“Dengan berlangganan PALD memastikan limbah cair yang dibuang tidak mencemari lingkungan,” jelasnya

Lebih lanjut Hendra menambahkan, saat ini memang beberapa opsi muncul untuk Perumda Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) Banjarmasin. Diantaranya, mengubah status menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT), atau merger dengan PTAM. Namun, dipertimbangkan terlebih dahulu.

“Dalam waktu dekat ini akan segera digelar RDP,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Tapin

TAPIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial kembali menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Tapin, Jumat (11/4).

Penyerahan Bantuan Pemprov Kalsel ke Pemkab Tapin

Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifa’i, didampingi Kepala Bidang Penanganan Bencana, Achmadi, kepada perwakilan Pemerintah Kabupaten Tapin.

Menurut Gusti Yanuar, penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus bagian dari upaya percepatan pemulihan kondisi warga.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan membantu mempercepat proses pemulihan pascabanjir,” ujarnya.

Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan terdiri atas lauk pauk siap saji, makanan siap saji, perlengkapan keluarga (family kit), selimut, perlengkapan anak (kids ware), tenda keluarga portabel, dan kasur. (DINSOS.KALSEL-NRH/RDM/RH)

Mengucek Mata, Dipastikan Jadi Salah Satu Penyebab Kerusakan Kornea Mata

BANJARMASIN – Pasien kerusakan kornea mata di Provinsi Kalimantan Selatan cukup banyak. Salah satu penyebabnya karena mengucek mata pada saat terjadi kelilipan mata akibat masuknya benda asing seperti binatang kecil, serta lainnya.

Foto : net

Dokter Spesialis Mata RSUD Ulin Banjarmasin Muhammad Ali Faisal yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami) Kalsel menjelaskan, untuk pasien kerusakan kornea mata di Provinsi Kalimantan Selatan ini, kebanyakan disebabkan infeksi oleh kelilipan mata.

“Bahkan, kami menemukan kelilipan mata tersebut terjadi di perkebunan kelapa sawit,” ungkap Ali.

Pada saat kelilipan tersebut terjadi diminta tidak mengucek ngucek mata, atau mengobati sendiri.

“Tetapi langsung membawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut,” ucapnya.

Selain itu, kerusakan kornea mata ini bisa disebabkan oleh virus dari penyakit lainnya.

“Apabila terjadi kerusakan dari kornea mata ini, maka hanya bisa dilakukan dengan cara transplantasi kornea mata,” ujarnya.

Sehingga, warga di Banua diminta untuk dapat menjaga kesehatan mata.

Mengingat, donor mata di Provinsi Kalimantan Selatan bukan hal yang lumrah

“Untuk mendapatkan pendonor mata di Provinsi Kalimantan Selatan sangat sulit bahkan tidak pernah terjadi,” ucapnya.

Karena, donor kornea mata atau lainnya bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan ini, bukanlah hal yang lumrah.

Yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti kekhawatiran, masyarakat serta lainnya.

“Sedangkan di daerah lainnya di Tanah Air sudah ada Bank Mata meski pendonornya masih sedikit,” ujarnya.

Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan kornea mata di Tanah Air serta Kalimantan Selatan ini, bekerjasama dengan pihak luar, salah satunya dengan Duke Eye Clinical Amerika Serikat. (SRI/RDM/RH)

Kolaborasi Tim Media Nasional-Internasional, RSUD Ansari Saleh Laksanakan Cangkok Kornea Pertama

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moch. Ansari Saleh melaksanakan kegiatan bakti sosial operasi Keratoplasty atau Cangkok Kornea pertama di Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (11/4). Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam peningkatan layanan kesehatan mata di wilayah tersebut.

Suasana Konferensi Pers Baksos Keratoplasty di RSUD Ansari Saleh

Direktur RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh, Among Wibowo, menyampaikan bahwa operasi akan dilakukan terhadap sembilan pasien, yang terdiri dari tujuh penerima donor kornea dan dua pasien lainnya yang akan menjalani pemasangan lensa mata.

“Seluruh pasien telah menjalani proses rawat inap sejak Rabu, 9 April, untuk persiapan pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan penunjang lainnya, serta konsultasi ke beberapa bagian, seperti anestesi. Hal ini dilakukan agar pasien benar-benar siap dan memenuhi syarat untuk tindakan operasi,” jelas Among, kepada wartawan, dalam konferensi pers di Lantai 5 Gedung Kumala RSUD Ansari Saleh.

Pasien Cangkok Mata di RSUD Ansal

Among menjelaskan tim medis yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan kolaborasi antara tenaga kesehatan nasional dan internasional. Dari dalam negeri, hadir tim dari Bank Mata Yogyakarta, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, serta RSUP dr. Sardjito. Sementara dari luar negeri, hadir tim medis yaitu Dokter Llyod Berthold Williams dari Duke Eye Center Duke University Amerika Serikat. Selain itu, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Kalimantan Selatan turut ambil bagian dalam pelaksanaan operasi.

“Operasi dijadwalkan berlangsung selama satu hari penuh. Setelah tindakan operasi, pasien akan menjalani pemeriksaan lanjutan dan persiapan pemulangan pasien. Satu minggu kemudian, pasien kembali menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai bagian dari evaluasi pascaoperasi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bank Mata Cabang Yogyakarta, dr Edy Wibowo menambahkan kehadiran dokter Oftalmologi dari Duke Eye Center Amerika Serikat, dr. Lloyd Berthold Williams akan memperkenalkan teknik baru dalam cangkok kornea, yang memungkinkan satu donor kornea digunakan untuk menangani banyak kasus.

“Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah pasien yang harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan cangkok mata,” harap Edy.

Untuk diketahui, donor kornea yang digunakan dalam operasi ini didatangkan langsung dari Amerika Serikat sebagai bentuk sumbangan kemanusiaan. Kegiatan ini diharapkan dapat berjalan lancar, memberikan kesembuhan bagi pasien, serta meningkatkan derajat kesehatan mata masyarakat dan menekan angka kebutaan di Indonesia, khususnya di Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Rumah Pompa dan Pintu Air Sungai Belasung Belum Beroperasi

BANJARMASIN – Rumah Pompa dan Pintu Air di Sungai Belasung, Kota Banjarmasin, belum beroperasi disebabkan masih menunggu pemasangan daya listrik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah menjelaskan, alasan belum bisa berfungsi Rumah Pompa dan Pintu Air di Sungai Belasung tersebut, karena daya listrik yang masih dipersiapkan.

“Kami sudah berdiskusi dengan pihak PLN mengenai pemasangan daya listrik tersebut,” ungkap Suri, kepada sejumlah wartawan, Kamis (10/4).

Kadis PUPR Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah

Menurut Suri, kebutuhan daya untuk bisa mengoperasionalkan sangat besar. Diperkirakan sekitar 147 ribu wat.

“Karena daya listrik tinggi maka diperlukan persiapan lainnya,” ucapnya.

Karena itu, saat ini pihaknya, masih menyelesaikan administrasi kelistrikan untuk rumah pompa dan pintu air tersebut bersama pihak PLN.

Namun, lanjut Suri, pihaknya menargetkan sampai akhir Bulan April mendatang Rumah Pompa dan Pintu Air Sungai Belasung sudah dapat beroperasi.

“Target dapat beroperasinya Rumah Pompa dan Pintu Air tersebut, karena sampai saat ini di Kota Banjarmasin masih dilanda hujan serta air pasang masih terjadi,” ujarnya.

Sehingga, diharapkan pada pertengahan bulan April atau sampai akhir bulan ini Rumah Pompa dan Pintu Air di Sungai Belasung sudah dapat beroperasi.

“Dengan beroperasi Rumah Pompa dan Pintu Air tersebut, kedepannya dapat mengendalikan banjir disekitar kawasan pemukiman di sekitar Sungai Belasung,” ucap Suri. (SRI/RDM/RH)

Pansus I DPRD Kalsel Lakukan Studi Komparasi Mekanisme LKPj Gubernur ke DPRD Bali

DENPASAR – Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan studi komparasi ke DPRD Provinsi Bali terkait mekanisme pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Tahun Anggaran 2024, pada Kamis (10/4).

Ketua Pansus I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai proses dan tata cara pembahasan LKPj yang diterapkan di Provinsi Bali. Hasil studi tersebut nantinya akan dijadikan bahan pertimbangan dan rekomendasi dalam proses penyusunan mekanisme serupa di Kalimantan Selatan.

“Kami ingin menggali lebih dalam bagaimana mekanisme pembahasan LKPj di Bali, sehingga bisa menjadi referensi dalam penyempurnaan proses di daerah kami,” ujar Rais kepada wartawan usai pertemuan.

Rombongan Pansus I DPRD Kalsel disambut hangat oleh Kepala Bagian Keuangan DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Edy Subagiartha. Dalam kunjungan tersebut, turut hadir sejumlah mitra kerja Komisi I DPRD Kalsel, antara lain perwakilan dari Biro Pemerintahan, Biro Umum, Biro Organisasi, serta Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

Suasana Studi Komparasi Pansus I DPRD Kalsel ke DPRD Bali

Selain itu, juga hadir perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Dengan kunjungan ini, DPRD Kalsel berharap dapat mengadopsi praktik-praktik terbaik dari Provinsi Bali dalam upaya meningkatkan efektivitas pengawasan dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah di Kalimantan Selatan. (ADV-NRH/RDM/RH)

Diskominfo Kalsel Apresiasi Program Jelajah Ramadan LPPL Abdi Persada FM

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap program Jelajah Ramadan yang digagas oleh Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM.

Program Jelajah Ramadan di Kab. HSS

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim menilai program ini bukan hanya sarat dengan nilai religius, tetapi juga turut memperkenalkan warisan budaya dan sejarah melalui cagar budaya masjid dan tempat bersejarah di Kalimantan Selatan.

“Program inisiatif ini sangat bagus, terutama dalam momentum Ramadan. Banyak tempat ibadah di Kalimantan Selatan yang memiliki nilai sejarah dan keunikan, melalui program ini masyarakat bisa mengenalnya lebih dekat,” kata Muslim, Rabu (9/4).

Menurutnya, Kalimantan Selatan merupakan daerah yang sangat religius. Oleh karena itu, ia menilai langkah Abdi Persada FM dalam mengangkat sisi religi dan budaya lokal patut diapresiasi.

“Apa yang dilakukan oleh Abdi Persada saya berikan apresiasi yang sangat tinggi. Mudah-mudahan ini dapat dijadikan sebuah program yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Muslim juga berpesan agar LPPL Abdi Persada FM terus berinovasi dan berkreasi untuk menjadi media yang tidak hanya menyampaikan informasi pemerintahan, tetapi juga memberikan edukasi dan memperluas wawasan masyarakat.

“Teruslah berkreativitas dan berinovasi untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat Kalimantan Selatan, agar Abdi Persada FM menjadi media milik masyarakat yang membawa manfaat,” harapnya.

Sementara itu, Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani, menjelaskan bahwa Jelajah Ramadan merupakan bentuk tanggung jawab media dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus meningkatkan literasi sejarah lokal.

“Program ini kami gagas sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah yang ada di Banua, khususnya melalui masjid-masjid bersejarah yang ada di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

UPTD Taman Budaya Kalsel Gelar Lomba Cipta Lagu Anak Bahasa Banjar

BANJARMASIN – Guna menumbuhkan kreatifitas bagi generasi muda, Taman Budaya Kalimantan Selatan menggelar Lomba Cipta Lagu Anak Bahasa Banjar.

Foto bersama Pemenang Lomba Cipta Lagu Anak Bahasa Banjar

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan Suharyanti, usai kegiatan Kamis (10/4) mengatakan, gelaran lomba ini untuk semakin menumbuhkan kreatifitas bagi generasi Z, agar mencintai dan melestarikan bahasa daerah sendiri. Sehingga, lagu banjar bisa dinikmati semua kalangan.

“Lomba ini dimaksudkan dapat menggali potensi dalam berkesenian, khusus di bidang tarik suara,” ucapnya

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, didampingi Kasi Promosi dan Dokumentasi Nitta Aulia

Ia menyampaikan, Lomba Cipta Lagu Anak Bahasa Banjar telah diikuti sebanyak 16 peserta yang tersebar di kabupaten/ kota, setelah melalui hasil penilaian selektif oleh Dewan Juri berkompeten ada tiga orang yaitu, Jefri Albawi Tribowo, Jamest Reansyah, Dino Sirajudin. Kemudian terpilih 6 besar finalis untuk mengikuti Pentas Final tersebut.

“Enam judul lagu yang dibawakan finalis, diantaranya berjudul, Abah Wan Uma Ulun Sayangi ciptaan Hendra Cipta, Anak Pa’asian ciptaan Adhisty Eka Handriyani, dan Banjarmasinku Bungas ciptaan M. Sulthoni Sukma, Kuda Gipang ciptaan Sri Helma Nayla, Ulun Babakti ciptaan Suriyani, serta Badaku ciptaan M. Azra Raihan,” jelas Yanti

Sementara itu, Ketua Dewan Juri Jefri Albawi Tribowo menambahkan, beberapa poin penting yang dinilai seperti
kesesuaian tema, struktur lagu, orisinil, melodi dan lirik. Sehingga, sangat mengapresiasi kemampuan para peserta untuk menciptakan dan dibawakan penyanyinya masing-masing.

“Gelaran lomba ini dapat semakin melestarikan lagu Banjar, tidak hanya secara lokal, tetapi hingga luar daerah,” tutupnya

Untuk diketahui, Pentas Final Lomba Cipta Lagu Anak Bahasa Banjar dipusatkan di Gedung Balairung Sari Jalan Kayu Tangi Hasan Basri Banjarmasin. Terpilih sebagai pemenang Juara pertama pencipta lagu atas nama Suryani, berjudul Ulun Babakti, Juara dua judulnya Anak Pa’asian, ciptaan Adhisty Eka Handriyani, dan Juara tiga
Kuda Gipang, ciptaan Sri Helma Nayla.
Kemudian juara harapan pertama judulnya Badaku, ciptaan M. Azra Raihan, juara harapan kedua Banjarmasinku Bungas, ciptaan M. Sulthoni Sukma, serta juara favorit Abah Wan Uma Ulun Sayangi, ciptaan Hendra Cipta. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version