Buka Sosialisasi dan Bimtek Inovasi Daerah 2025, Ini Harapan Gubernur Muhidin

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mendorong percepatan pembangunan berbasis inovasi. Komitmen itu ditunjukkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah Tahun 2025 yang digelar di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (27/5).

Pj Sekda Kalsel (tengah) mewakili Gubernur memukul gong tanda dimulai sosialisasi dan bimtek inovasi daerah tahun 2025

Dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan Pj Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin, Gubernur Muhidin menyampaikan bahwa kehadiran Kepala Daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan seluruh pemangku kepentingan menunjukkan keseriusan dalam memajukan Kalsel melalui inovasi.

Gubernur menekankan pentingnya inovasi sebagai kunci utama dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas di tengah tuntutan masyarakat yang semakin dinamis.

“Saya menegaskan bahwa seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel wajib mengikuti dan melaporkan inovasi daerah yang telah memasuki tahapan penerapan sejak 2023-2024,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muhidin mengingatkan, bahwa kewajiban tersebut didasarkan pada surat pernyataan komitmen yang telah ditandatangani seluruh kepala SKPD, di mana setiap perangkat daerah diwajibkan memiliki dan melaporkan minimal satu inovasi setiap tahunnya kepada Kementerian Dalam Negeri.

“Pemprov Kalsel juga mendorong kolaborasi lintas perangkat daerah dalam pengembangan inovasi. Tidak ada satu pun SKPD yang bisa bekerja sendiri dalam menciptakan inovasi yang komprehensif,” tegasnya.

Pj Sekda Kalsel Muhammad Syarifuddin menambahkan, inovasi tidak hanya ditujukan bagi provinsi, namun juga diharapkan diterapkan pemerintah kabupaten/kota.

“Kami memberikan apresiasi dan juga menyiapkan uang pembinaan bagi daerah yang mampu menghadirkan inovasi bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah inovasi daerah di tahun 2024 sudah memberikan manfaat nyata, terutama di sektor pelayanan publik seperti rumah sakit dan instansi teknis lainnya.

“Ke depan, dengan dukungan teknologi, Pemprov berharap semakin banyak inovasi yang dapat mempermudah pelayanan bagi masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Kalsel, Husnul Hatimah, menyebut inovasi merupakan solusi strategis dalam mendorong pembangunan dan meningkatkan daya saing daerah.

“Indeks Inovasi Daerah Kalimantan Selatan dalam ajang Innovation Government Award (IGA) 2024 dari Kemendagri berada di zona predikat inovatif, dengan skor 51,71. Ini bukti kemajuan, tapi juga pemicu untuk melangkah lebih jauh,” ujarnya.

Husnul berharap, melalui sosialisasi dan bimtek ini, peserta tidak hanya memahami teknis pelaporan inovasi, tapi juga terdorong melahirkan ide-ide segar yang bisa diterapkan langsung dan direplikasi oleh daerah lain.

“Kita ingin Kalimantan Selatan jadi provinsi rujukan dalam inovasi pemerintahan. Mari kita buktikan bahwa Banua punya SDM unggul yang siap menciptakan solusi kreatif untuk masa depan,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Gelar Musdalub, Wajib Gubernur Hasnuryadi Sulaiman Terpilih Menjadi Ketua Kwarda Pramuka Kalsel

BANJARMASIN – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Tahun 2025, di Kota Banjarmasin, Selasa (26/5).

Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin diwakili Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Sekdaprov Adi Santoso, membuka secara resmi musdalub tersebut.

Dalam sambutannya yang dibacakan Adi Santoso, Gubernur berharap Musdalub dapat berjalan lancar dan Pemerintah provinsi akan terus memberikan dukungan untuk peningkatan kegiatan Kepramukaan di Banua.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menghormati pengunduran diri Ketua Kwarda Pramuka Kalsel sebelumnya Raudatuh Jannah,” ungkapnya.

Pemprov Kalsel juga, lanjutnya, berterima kasih selama kepemimpinan Raudatul Jannah, Organisasi Kepramukaan di Kalsel dapat berkembang dan meningkat.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman terpilih secara aklamasi, sebagai Ketua Kwartir Daerah Pramuka Kalsel.

Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel Achmadi menjelaskan, terpilihnya Hasnuryadi ini secara aklamasi, pada Musyawarah Daerah Luar Biasa Tahun 2025.

“Seluruh perwakilan Kwarcab dari 13 Kabupaten dan Kota bersepakat memberikan dukungan kepada Wakil Gubernur Hasnuryadi sebagai Ketua Kwarda Kalsel, dalam proses persidangan Musdalub ini,” ungkap Achmadi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan, ucapan terimakasih atas dukungan yang diberikan tersebut.

Hasnuryadi siap membawa Organisasi Kepramukaan di Provinsi Kalimantan Selatan lebih maju serta meningkat.

Musdalub ini dihadiri Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Fitri Hernandi, Ketua Harian Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalsel Achmadi, serta utusan dari kwartir daerah di seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan. (SRI/RIW/RH)

Bahas Perda Pemberdayaan Ormas, Pansus 1 DPRD Kalsel Langkah Strategis Bangun Daerah

BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), dalam gelaran rapat bersama sejumlah mitra kerja, belum lama tadi.

Suasana Rapat Pansus I DPRD Kalsel, membahas Ranperda tentang Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas)

Kepada sejumlah wartawan, baru-baru tadi, Ketua Pansus 1 DPRD Kalsel, Rais Ruhayat mengatakan, pembahasan pelatihan ini mencakup aspek redaksional hingga substansi materi dari raperda tersebut.

Ketua Pansus 1 DPRD Kalsel, Rais Ruhayat

Ia mengharapkan, dengan adanya perda ini, ormas memiliki payung hukum yang jelas, agar kehadiran mereka lebih dirasakan manfaatnya di tengah masyarakat, dan berkontribusi membangun Banua bersama pemerintah.

Lebih lanjut, substansi raperda juga akan diselaraskan dengan visi dan misi Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat sipil.

“Rapat tersebut menghadirkan mitra kerja antara lain dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Biro Hukum Setda Provinsi Kalsel, serta staf ahli pansus,” katanya

Rais menjelaskan, meski rapat ini baru membahas draf awal ranperda. namun ormas segera memiliki payung hukum yang jelas. Sehingga, akan terbentuk sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat sipil, dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif.

“Ormas adalah mitra strategis pemerintah dalam pembangunan. Karena itu, perlu regulasi yang tidak hanya mengatur, tetapi juga memberdayakan mereka secara aktif, sesuai nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945,” jelas Rais.

Lebih lanjut Rais menambahkan, mengacu data tahun 2023 dari Kesbangpol Kalsel, tercatat ada 121 ormas di Kalsel. Angka ini menjadi bagian dari lebih dari setengah juta ormas, yang terdaftar secara nasional. Melalui raperda ini, diharapkan ke depan ormas dapat tumbuh sehat, transparan dan professional, serta menjadi mitra strategis pembangunan berbasis nilai Pancasila dan UUD 1945.

“Ini menunjukkan dinamika dan kontribusi ormas yang sangat signifikan,” tandasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Dukung Karya Perupa Kalsel Disdikbud Gelar Pameran di Anjungan TMII

JAKARTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bidang Kebudayaan Kalsel, bekerjasama dengan Badan Penghubung Kalsel, Ikatan Pelukis Kalsel, dan Ikatan Perupa Perempuan Kalsel, menggelar Pameran Perupa Kalimantan Selatan, selama dua hari dari 26 – 27 Mei 2025, di Anjungan Kalimantan Selatan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) DKI Jakarta.

Pameran dibuka Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, diwakili Sekretaris Disdikbud Kalsel, Hadeli Rosyaidi.

Sekretaris Disdikbud Kalsel, Hadeli Rosyaidi, saat menyampaikan sambutan

Dalam sambutannya Hadeli mengatakan, pameran Perupa Kalimantan Selatan, mengangkat tema “Kebangkitan Jiwa Dalam Karya Perupa Banua”. Dimana pameran ini sebagai upaya mempromosikan warisan budaya Kalimantan Selatan, melalui Karya Seni Lukisan yang bersejarah, dengan mengangkat cerita lokal dan nilai budaya. Dimana, ini merupakan bentuk tanggung jawab untuk menjembatani sarana edukasi publik mengenalkan nilai-nilai budaya, dan tradisi melalui karya seni yang dihasilkan.

“Ekosistem seni rupa Kalimantan Selatan, masih berjuang, baik soal ruang, dukungan, dan penghidupan yang layak bagi seniman. Sehingga, masih banyak tantangan dalam pengembangan
seni rupa, baik dari sisi konsep, teknik presentasi, promosi, maupun publikasi,” ucapnya

Foto bersama

Disampaikan Hadeli, pada pameran perupa ini pihaknya ingin menyampaikan pesan, bahwa seni Banua tidak sendiri, pemerintah hadir untuk mendengar, mendukung, dan mendorong. Mengingat seni adalah urat nadi kebudayaan yang harus terus hidup dan berkembang.

Sehingga, pameran ini, tidak hanya berfungsi untuk memamerkan karya, juga menyampaikan pesan jiwa bahwa dibalik setiap lukisan, baik cerita Banua, identitas dan harapan yang tidak pernah padam.

“Mari kita jadikan ruang ini bukan hanya galeri, tapi arena kebangkitan, tempat saling llmenguatkan, menginspirasi, dan membuktikan bahwa perupa banua akan terus bersinar,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penghubung Provinsi Kalsel, Sulikah berharap, pameran ini akan menginspirasi generasi muda terhadap karya-karya seni rupa dari para seniman Kalimantan Selatan.

Apalagi lukisan yang dipamerkan merupakan wujud ekspresi, refleksi keberagaman budaya suasana hati para seniman yang lahir dari kekayaan alam, dan dinamika sosial serta kearifan lokal Banua Kalimantan.

“Lewat pameran ini Disdikbud Kalsel juga mempromosikan karya seniman pelukis Kalsel alm Gusti Sholihin yang menginspirasi pelukis – pelukis muda di Kalsel,” tutupnya

Gelaran ini juga dibarengi Pameran Foto untuk mempromosikan Geopark Meratus yang telah resmi ditetapkan menjadi UNESCO Global Geopark (UGG).

Untuk diketahui, Pameran Perupa Kalimantan Selatan, turut dihadiri, Kepala Badan Penghubung se Indonesia, Direktur TMII, Kepala Anjungan Seluruh Indonesia, dan Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat. (DISDIKBUD.KALSEL-NHF/RIW/RH)

Pemprov Kalsel Dukung Usaha Lokal Ke Pasar Ekspor

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Perdagangan Kalsel, mendukung usaha lokal memasuki pasar global. Dukungan itu diperlihatkan, dengan menggelar pelatihan “Peluang dan Pengembangan Desain Kriya dan Wastra Daerah untuk Pasar Ekspor”, selama 2 hari dari 27 – 28 Mei 2025, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin.

Suasana pelatihan Peluang dan Pengembangan Desain Kriya dan Wastra Daerah untuk Pasar Ekspor

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Sulkan, Selasa (27/5) diwakili Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Sutikno, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini sebagai upaya memperluas pangsa pasar bagi produk Usaha Kecil Menengah (UKM) khususnya pasar global. Untuk tujuan ini, maka UMKM harus mempunyai strategi yang tepat, agar produk daerah Kalimantan Selatan dapat bersaing.

“Kami gelar pelatihan ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan para UKM, dalam rangka mempromosikan dan meningkatkan daya saing produknya,” katanya

Suasana pelatihan yang digelar Dinas Perdagangan Kalsel

Disampaikan Sutikno, produk kriya dan wastra di Kalsel sudah memiliki kekhasan budaya dan nilai estetika tinggi. Hanya saja, yang diperlukan saat ini adalah pemahaman terhadap tren global dan strategi desain yang tepat, agar mampu bersaing di pasar ekspor.

Pada pelatihan ini, para peserta yang terdiri dari pelaku UMKM kriya dan wastra membawa langsung produk unggulannya untuk dikurasi oleh para ahli.

“Kami apresiasi beberapa produk sudah ada yang masuk ke pasar internasional, seperti kain Sasirangan dari Kabupaten Tanah Laut yang telah diekspor ke Filipina dan Thailand, serta kerajinan anyaman purun yang diminati pasar luar negeri,” jelasnya

Lebih lanjut Sutikno menambahkan, kriya dan wastra merupakan dua elemen penting dalam identitas budaya Indonesia. Kriya mencerminkan keterampilan tangan dan nilai estetika. Sedangkan Wastra berupa kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan, mengandung filosofi serta simbol budaya yang mendalam.

Diharapkan, melalui pelatihan ini, pihaknya dapat memfasilitasi pelaku usaha, agar lebih percaya diri dalam memasuki pasar ekspor.

“Desain yang inovatif dan pemahaman pasar yang baik, produk-produk ini dinilai sangat potensial untuk menembus pasar global,” pungkasnya. (NHF/RIW/RH)

Sah! DPRD Kalsel Tetapkan Raperda RPJMD 2025 – 2029 Menjadi Perda

BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalsel Tahun 2025–2029 menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Kalsel, Senin (26/5/25) siang.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, dan dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, bersama jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota dewan serta tamu undangan lainnya.

Paripurna memuat dua agenda utama, yaitu pengambilan keputusan DPRD terhadap Raperda RPJMD dan penyampaian pendapat akhir Gubernur Kalsel.

Setelah melalui proses pembahasan yang panjang dan intensif, pimpinan DPRD Kalsel menyatakan persetujuan atas Raperda RPJMD untuk ditetapkan sebagai Perda.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) III pembahas RPJMD, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, dalam laporannya menyampaikan, bahwa pembahasan telah dilakukan secara menyeluruh bersama Bappeda, organisasi perangkat daerah, dan tim penyusun RPJMD. Pansus juga telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia untuk memastikan kelengkapan substansi dan legalitas dokumen.

Ketua Pansus III pembahas RPJMD, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, saat memberikan sambutan

Dokumen RPJMD 2025–2029 disusun sebagai pedoman strategis pembangunan daerah, memuat visi, misi, arah kebijakan, isu strategis, serta program prioritas yang akan dilaksanakan selama masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Poin utama adalah dorongan pemerataan pembangunan yang menyentuh seluruh wilayah Kalsel, termasuk daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau,” ungkapnya

Suasana Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalsel, Pengambilan Keputusan DPRD Terhadap Raperda tentang RPJMD 2025 – 2029

Pansus juga menekankan pentingnya penggunaan basis data dan riset ilmiah dalam merumuskan isu strategis dan langkah-langkah penyelesaian permasalahan pembangunan.

“Koordinasi dan kolaborasi lintas perangkat daerah diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program secara lebih efektif dan terintegrasi,” pungkasnya

Usai pengesahan, RPJMD ini akan diajukan kepada Kemendagri untuk dievaluasi sebelum resmi diundangkan.

Dalam pendapat akhirnya, Gubernur Kalsel Muhidin menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dan berharap RPJMD ini menjadi pedoman pembangunan yang responsif dan bermanfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan hingga tahun 2029. (ADV-NHF/RIW/RH)

Untuk Ke-12 Kalinya LKPD Provinsi Kalsel Raih Predikat WTP

BANJARMASIN – Laporan Keuangan Pemerintah Daerah – LKPD Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024, meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

Kepada sejumlah wartawan, Staf Ahli Bidang Keuangan Pemerintah Pusat BPK RI Ahmad Adib Susilo, mengatakan, prestasi ini akan menjadi momentum untuk lebih mendorong integritas dan transparansi keuangan daerah agar menjadi kebanggaan bersama. Dimana, Pemerintah Provinsi Kalsel berhasil mempertahankan WTP yang ke-12 kalinya berturut-turut.

Staf Ahli Bidang Keuangan Pemerintah Pusat BPK RI Ahmad Adib Susilo, saat memberikan sambutan

“Capaian ini merupakan bentuk akuntabilitas publik dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan yang telah dijalankan dengan baik oleh seluruh unsur penyelenggara pemerintahan di daerah,” ucapnya

Sementara itu, Gubernur Muhidin menyampaikan, pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras bersama antara eksekutif dan legislatif. Sinergi yang harmonis dan saling memberi masukan konstruktif dinilai menjadi kunci keberhasilan.

Gubernur Kalsel Muhidin, saat diwancara

“Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki pengelolaan keuangan ke depannya, demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tutupnya

Buku Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Daerah (IHPD) tersebut, diserahkan langsung dalam Rapat Paripurna DPRD Kalsel, Senin (26/5), kepada Gubernur Kalsel Muhidin dan Ketua DPRD Provinsi Kalsel Supian HK.

Penyerahan dilakukan Staf Ahli Bidang Keuangan Pemerintah Pusat BPK RI Ahmad Adib Susilo, mewakili pimpinan BPK RI dalam agenda tahunan penyerahan LHP kepada pemerintah daerah. (NHF/RIW/RH)

Resmi Berakhir, Banjarmasin Raih Juara Umum FORDA Kalsel 2025

BANJARMASIN – Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025 di Kota Banjarmasin resmi ditutup. Penutupan dilakukan Gubernur Muhidin diwakili Pj Sekdaprov Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, pada Minggu (25/5) sore.

“FORDA telah memunculkan semangat, kreativitas, dan keberagaman olahraga masyarakat yang hidup dan berkembang di Banua,” ungkap Syarifuddin.

Pj Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin saat menutup kegiatan

Melalui ajang ini, lanjutnya, juga dapat menjaring dan mempersiapkan atlet atlet terbaik, dari cabang olahraga rekreasi/ untuk berlaga di pentas nasional.

Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kalimantan Selatan ini, juga menyampaikan, bahwa pelaksanaan FORDA kali ini berjalan lancar dan menghasilkan para juara juara terbaik yang akan menuju FORNAS di Nusa Tenggara Barat.

“Kami mengucapkan selamat kepada Kota Banjarmasin yang telah berhasil, keluar sebagai juara umum,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Syarifuddin, Kota Banjarmasin berhak menerima piala bergilir Gubernur Kalimantan Selatan, dan ini akan diperebutkan dua tahun sekali.

“Dengan semangat yang tumbuh selama FORDA 2025, dapat terus menjadikan olahraga tidak hanya sebagai budaya berprestasi, tapi juga untuk mempererat persaudaraan, menjaga kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya.

Ketua KORMI Kalsel ini juga mengucapkan selamat kepada para juara, dan meminta mereka agar terus berlatih, demi kembali berprestasi. (SRI/RIW/RH)

Cicil Emas di Pegadaian Dapat Diskon Uang Muka. Intip Caranya Disini!

Pegadaian kembali menghadirkan promo menarik bagi masyarakat yang ingin berinvestasi pada instrumen emas. Kali ini, Pegadaian memberikan promo Cicil Emas berupa diskon uang muka bagi para nasabah Pembiayaan Porsi Haji (Arrum haji).

Program Cicil Emas merupakan layanan pembiayaan emas batangan untuk masyarakat baik secara personal maupun kelompok arisan secara angsuran dengan tenor yang fleksibel.

Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menjelaskan, bahwa Pegadaian menghadirkan promo ini, agar masyarakat, khususnya calon jemaah haji dapat merasakan kemudahan dan keringanan dalam berinvestasi emas.

“Masyarakat sekarang semakin paham betapa pentingnya berinvestasi, khususnya di emas. Nasabah Arrum Haji Pegadaian apalagi, pasti sangat merasakan manfaat dari memiliki emas, karena dengan 10 gram emas saja, sudah bisa mendapatkan porsi haji di Pegadaian. Untuk itu kami menghadirkan promo ini agar masyarakat, khususnya calon jemaah haji dapat berinvestasi emas dengan mudah, aman dan tentunya lebih ringan. Tentu kami berharap ini akan membawa banyak manfaat dan kebaikan kedepannya,” ungkap Damar.

Promo khusus ini dapat dimanfaatkan dengan bertransaksi melalui seluruh outlet Pegadaian, baik konvensional maupun syariah hingga 31 Mei 2025.

Untuk mendapatkan diskon promo Cicil Emas tersebut, nasabah aktif Arrum Haji dapat memanfaatkan kode promo SIAPHAJI60 untuk Cicil Emas mulai dari 5 gram, berupa diskon uang muka senilai Rp 60 ribu/gram.

Sementara bagi nasabah yang sudah melunasi pembiayaan Arrum Haji dapat memanfaatkan kode promo SIAPHAJI70 untuk Cicil Emas mulai dari 5 gram, berupa diskon uang muka senilai Rp 70 ribu/gram.

Tidak hanya berlaku bagi nasabah Arrum Haji, nasabah produk Pegadaian lainnya maupun masyarakat umum yang telah mendapatkan porsi haji juga dapat memanfaatkan kode promo SIAPHAJI75 untuk Cicil Emas di Pegadaian mulai dari 25 gram, berupa diskon uang muka senilai Rp 75 ribu/gram, dengan bukti fotokopi SPPH dn SABPIH.

“Dengan Cicil Emas, jumlah angsuran setiap bulan sudah ditetapkan pada saat akad, sehingga angsuran dari awal hingga pelunasan nanti akan tetap sama walaupun harga emas naik. Seperti yang kita tau, tren harga emas setiap tahunnya memang cenderung naik, jadi melalui produk Cicil Emas ini masyarakat tidak perlu khawatir lagi dengan fluktuasi harga emas,” ungkap Damar.

Emas sendiri merupakan instrumen investasi yang safe haven karena sifatnya yang relatif stabil dalam segala kondisi, meski saat kondisi pasar tengah bergejolak. Selain likuiditas yang tinggi, emas juga tahan terhadap inflasi untuk menjaga nilai aset, sehingga emas dipercaya menjadi instrumen investasi paling aman saat ini.

Vice President PT Pegadaian Area Banjarmasin Kanwil IV Balikpapan, Anwar Yusuf, menyampaikan, melalui program ini, nasabah tidak hanya dapat memiliki emas secara bertahap, tetapi juga langsung memperoleh manfaat pembiayaan Arrum Haji untuk mendapatkan porsi keberangkatan haji.

“Ini adalah bentuk komitmen Pegadaian dalam mendukung perencanaan keuangan syariah yang produktif dan berkah. Kami berharap produk ini dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya dalam meraih impian berhaji sambil tetap menumbuhkan aset melalui kepemilikan emas,” ungkap Anwar.

Dengan semangat MengEMASkan Indonesia, Pegadaian berkomitmen untuk memberikan beragam solusi finansial yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini sejalan dengan upaya Pegadaian yang senantiasa mendukung pemerintah dalam meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat, untuk menuju Indonesia Emas. (ADV-RIW/RH)

6.000 Pegiat Olahraga Rekreasi, Ramaikan FORDA Kalsel 2025

BANJARMASIN – Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025 di Kota Banjarmasin, resmi digelar, setelah dibuka Gubernur Muhidin diwakili Pj Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin. Pembukaan digelar di GOR Hasannudin HM, pada Jumat (23/5).

Pemukulan mayang sebagai tanda resmi FORDA digelar

Dalam sambutannya yang dibacakan Pj Sekdaprov Muhammad Syarifuddin, Gubernur memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Festival Olahraga Masyarakat Daerah Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, di Kota Banjarmasin.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang silaturrahmi, ekspresi budaya, dan penguatan jati diri Banua melalui olahraga rekreasi,” ucapnya.

“FORDA Tahun 2025, diikuti sebanyak 6.000 pegiat olahraga rekreasi dari tiga belas Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

6.000 pegiat tersebut siap meramaikan Festival Olahraga Masyarakat Daerah Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025 di Kota Banjarmasin ini.

Pj Sekda sekaligus Ketua KORMI Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan, FORDA tahun ini mempertandingkan 59 Induk Organisasi Olahraga (Indorga).

“Dengan total peserta 6 ribu pegiat, yang dilaksanakan sejak 21 sampai 25 Mei di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Dengan banyaknya peserta FORDA kali ini, membuktikan bahwa semangat berolahraga/semangat kebersamaan, dan mencintai budaya lokal, telah hidup di tengah masyarakat di Banua.

“Kegiatan ini juga menjadi ajang seleksi untuk mencari terbaik, yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Selatan apa ajang Festival Olahraga Masyarakat di Mataram mendatang,” ujar Syarifuddin.

Hadir pada pembukaan tersebut/Ketua DPRD Kalsel Supian HK, serta unsur Forkopimda Kalsel, Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin selaku Ketua Panitia Penyelenggara FORDA, serta kepala daerah atau yang mewakili di 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalsel. (SRI/RIW/RH)

Exit mobile version