DLH Kalsel Gencarkan Gerakan Pilah Sampah Dapat Sembako

BANJARBARU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Selatan, terus menggencarkan gerakan pilah sampah dari rumah, sebagai langkah nyata mengurangi timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir. Aksi pilah sampah yang kali ketiga, pada Selasa (19/8), dilaksanakan di area perkantoran Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan, Fatimatuzzahra.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan, Fatimatuzzahra menyampaikan, pihaknya mengajak masyarakat, agar lebih sadar dalam memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang. Langkah ini dinilai efektif untuk mendukung program ekonomi sirkular, di mana sampah yang sebelumnya tidak bernilai, dapat diolah kembali menjadi produk bermanfaat.

“Kita ingin mengajak masyarakat untuk mengedukasi masyarakat bahwa dari sampah yang ada di sekitarnya itu bisa menjadi sesuatu yang bernilai,” ungkap Fathimatuzzahra.

Selain itu, ungkap Fatimatuzzahra, orogram ini diharapkan mampu menekan angka sampah plastik yang menjadi salah satu penyumbang pencemaran terbesar di wilayah Kalimantan Selatan.

Pada pelaksanaan gerakan pilah sampah dari rumah kali ini, Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan, memberikan hadiah menarik bagi masyarakat yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak. Langkah ini dilakukan untuk mendorong semangat masyarakat dalam memilah serta mengurangi sampah rumah tangga. Sampah organik dan anorganik yang terkumpul nantinya, akan disalurkan ke bank sampah serta pengolahan daur ulang.

“Ada juga voucher untuk pakaian bekas, jadi kami mengumpulkan dari beberapa SKPD yang berkenan untuk menyumbangkan pakaian bekasnya,” tutup Fatimatuzzahra.

Dengan adanya pemberian hadiah ini, pihaknya optimis,  budaya pilah sampah akan semakin mengakar sekaligus membantu menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir. (MRF/RIW/EYN)

Fathul Jannah, Nahkodai Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel

BANJARMASIN – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa Ke-2 Tahun 2025, disalah satu hotel, di Kota Banjarmasin, Selasa (19/8). Musdalub secara aklamasi, memilih Fathul Jannah Muhidin sebagai Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel Periode 2025 – 2030.

Musdalub dibuka Gubernur Kalsel Muhidin, diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Politik dan Hukum Adi Santoso.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi atas diselenggarakannya Musdalub ke dua ini,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Apalagi Musdalub ini, lanjutnya, mengagendakan pemilihan ketua baru,  pasca mundurnya ketua sebelumnya Hasnuryadi Sulaiman, yang terpilih pada Musdalub pertama lalu. Hasnuryadi secara resmi mengundurkan diri, setelah menjabat sebagai ketua salah satu partai politik.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap, dengan ketua terpilih yang baru, dapat memajukan kepramukaan di Banua,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel Achmadi mengatakan, sidang Musdalub ke dua sepakat, menetapkan Fathul Jannah sebagai Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel.

“Ketua TP PKK Provinsi Kalsel ini merupakan calon tunggal, menggantikan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel sebelumnya, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, yang juga terpilih secara aklamasi pada Musdalub 27 Mei 2025 lalu,” jelasnya.

Pelantikan Ketua Kwarda terpilih dijadwalkan dilaksanakan pada peringatan Hari Pramuka 2025 di Kalsel, pada 26 Agustus 2025 di Kabupaten Tabalong mendatang.

Musdalub ke dua Tahun 2025 ini, diikuti perwakilan Kwarcab Pramuka dari 13 Kabupaten/ Kota Se Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RIW/EYN)

Resmi Dikukuhkan, Ketua Komisi I DPRD Kalsel Beri Apresiasi dan Harapan KPID 2025 – 2028

BANJARBARU – Momentum penting bagi dunia penyiaran di Banua berlangsung di Gedung K.H. Idham Chalid, kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, pada Selasa, (19/8) pagi.

Foto : Prosesi Pengukuhan KPID Kalsel

Gubernur Kalsel, Muhidin diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, secara resmi mengukuhkan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan periode 2025–2028 berdasarkan SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/0746/KUM/2025 tanggal 12 Agustus 2025 .

Prosesi pengukuhan berjalan khidmat dengan rangkaian acara mulai dari pembacaan SK Gubernur, pengambilan sumpah jabatan, hingga penandatanganan berita acara. Kehadiran berbagai tokoh penting, unsur Forkopimda, pimpinan SKPD, dan lembaga terkait semakin menegaskan dukungan penuh bagi KPID dalam menjalankan amanah besar di bidang penyiaran daerah.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalsel, Rais Ruhayat, menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada para komisioner KPID yang baru dilantik. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan merupakan bentuk harapan besar masyarakat agar dunia penyiaran di Kalsel semakin maju, berkualitas, dan bermanfaat.

“Selamat kepada komisioner KPID Kalimantan Selatan yang baru dikukuhkan. Amanah ini tentu bukan hal yang mudah, karena masyarakat menaruh harapan besar kepada KPID untuk menjaga dan meningkatkan kualitas penyiaran di Banua,” ucap politisi muda

Ia optimis, para komisioner yang baru akan mampu menjawab tantangan zaman dengan semangat profesionalitas dan integritas. Dengan amanah ini dijalankan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi profesionalitas dan integritas.

“KPID harus mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga independensi serta bekerja sesuai tugas dan fungsi yang telah diamanatkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rais Ruhayat menegaskan bahwa keberadaan KPID sangat strategis dalam membentuk ekosistem penyiaran yang sehat, mendidik, dan berdaya saing.

Dengan hadirnya KPID yang solid, Ia berharap akan lahir lebih banyak konten siaran positif yang mencerdaskan masyarakat dan memperkuat identitas budaya Banua.

“Komisi I DPRD Kalsel siap bersinergi dan memberikan dukungan penuh agar KPID terus berkembang. Dengan kerja sama yang baik, insyaAllah penyiaran di Banua tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pilar penting dalam kemajuan Banua kita tercinta,” pungkasnya

(ADV-NHF/RIW/EYN)

Hadiri Pengukuhan Profesor Baru ULM, Supian HK: Kontribusi untuk Daerah

BANJARBARU – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK berharap, para Profesor yang baru dikukuhkan tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menjawab tantangan daerah, khususnya di sektor pertanian, pangan, dan lingkungan yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Kalsel.

Foto : Prosesi Pengukuhan Profesor baru ULM

Harapan tersebut diungkapkan Supian HK, selepas menghadiri pengukuhan Profesor di Auditorium Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, pada Selasa (19/8) pagi.

Pengukuhan dilakukan melalui Rapat Terbuka Senat ULM dengan menghadirkan empat profesor baru. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.S. dengan orasi ilmiah “Peran Strategis Sistem Agribisnis dalam Mewujudkan Produksi Pertanian Berkelanjutan dan Petani Sejahtera”.

Kemudian, Prof. Dr. Ir. Bambang Joko Priatmadi, M.P. dengan topik “Pengelolaan Tanah Sulfat Masam pada Lahan Pasang Surut di Kalimantan Selatan dalam Mendukung Swasembada Pangan”.

Selanjutnya, Prof. Dr. Ika Sumantri, S.Pt., M.Si., M.Sc. dengan orasi ilmiah berjudul “Kontribusi Teknologi Pakan dalam Transformasi Sistem Produksi Ternak Berkelanjutan” serta Prof. Dr. Ir. Mariana, M.P. dengan tema “Peran Jamur dalam Pengelolaan Penyakit Tanaman di Lahan Rawa”.

Supian HK menilai, tema yang diangkat para profesor tersebut sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan di Kalsel. Ia menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjawab tantangan ke depan.

“Semoga dengan bertambahnya jumlah guru besar di ULM, kiprah universitas ini semakin kuat sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong kesejahteraan rakyat Kalimantan Selatan.” ujar Supian HK.

Acara pengukuhan dipimpin langsung Rektor ULM, Prof. Dr. Ahmad, S.E., M.Si., dan berlangsung khidmat. Selain Ketua DPRD Kalsel, acara ini juga dihadiri pimpinan universitas, anggota senat, tokoh akademisi, serta tamu undangan dari berbagai instansi. (ADV-NHF/RIW/EYN)

Museum Lambung Mangkurat Kenalkan Wayang Banjar Melalui Kegiatan Belajar Bersama

Banjarbaru – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan kembali menyelenggarakan Kegiatan Belajar Bersama untuk kedua kalinya di tahun 2025.

Acara yang digelar di Auditorium Museum pada Rabu (13/8) ini mengangkat tema “Wayang sebagai Warisan Budaya Indonesia” serta diikuti puluhan pelajar dari SMA dan SMK di kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar, mengatakan wayang merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi.

Taufik Akbar menyebut, wayang bukan hanya hiburan, tetapi juga media pendidikan yang sarat pesan moral, sosial, dan spiritual.

“Wayang adalah salah satu bentuk seni tradisional yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia sejak tahun 2003. Wayang bukan sekadar hiburan, tetapi sarana pendidikan moral, sosial, bahkan spiritual yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat sejak dahulu,” ujarnya.

Suasana belajar bersama Wayang Kulit Banjar di Museum Lambung Mangkurat

Melalui kegiatan ini, Taufik Akbar menjelaskan, museum berupaya memperkenalkan kesenian wayang secara lebih mendalam kepada generasi muda. Di mana dalam penerapannya, peserta diajak untuk melihat langsung ragam koleksi wayang di museum sekaligus mempelajari nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

“Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan ruang belajar yang hidup. Di sinilah warisan budaya bangsa dipelajari, dipahami, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” jelasnya.

Taufik Akbar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan tersebut, serta mengajak para pelajar untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh.

“Kalian yang hadir hari ini adalah pewaris kebudayaan masa depan,” pungkasnya.(SYA/RIW/RH)

Museum Keliling Hidupkan Pembelajaran Sejarah Di SMAN 1 Kusan Hilir

TANAH BUMBU – Puluhan pelajar SMAN 1 Kusan Hilir mendapatkan pengalaman berbeda saat belajar sejarah. Melalui program Museum Keliling yang digelar Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, siswa bisa melihat langsung koleksi benda bersejarah tanpa harus pergi ke museum di Banjarbaru.

Kegiatan yang melibatkan 100 pelajar ini menghadirkan pameran mini bertema Kerajaan Pagatan dan Lintasan Sejarah Kalimantan Selatan. Koleksi yang dipamerkan mencakup berbagai era sejarah, mulai dari prasejarah, masa Hindu-Buddha, Kesultanan Banjar, hingga masa kolonialisme.

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar, menjelaskan bahwa Museum Keliling merupakan cara untuk mendekatkan sejarah kepada pelajar secara langsung dan menyenangkan.

“Kami ingin museum hadir di tengah masyarakat. Lewat program ini, pelajar tidak hanya belajar dari buku, tapi bisa melihat langsung bukti-bukti sejarah yang nyata,” ujarnya, di sela kegiatan, Rabu (16/7).

Kepala Muslam Kalsel (kiri) menyerahkan cinderamata kepada perwakilan SMAN 1 Kusan Hilir.(foto: MuslamKalsel)

Koleksi yang dibawa meliputi kapak prasejarah, naskah kuno, senjata tradisional, naskah perjanjian VOC dengan Kesultanan Banjar tahun 1787, hingga lukisan tokoh-tokoh penting seperti Sultan Adam dan Pangeran Antasari. Semua ditata dalam bentuk pameran mini yang disesuaikan dengan ruang sekolah.

Pihak sekolah menyambut baik kehadiran museum di lingkungan mereka. Wakil Kepala SMAN 1 Kusan Hilir Bidang Sarana dan Prasarana, Agus Pramono, menyebut kegiatan ini sebagai pengalaman langka.

“Sejak sekolah ini berdiri, baru kali ini ada kegiatan seperti ini. Siswa sangat antusias, dan kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun,” ungkapnya.

Museum Lambung Mangkurat akan terus melanjutkan kegiatan Museum Keliling ke berbagai sekolah lain di Kalimantan Selatan, dengan tujuan meningkatkan pemahaman sejarah lokal sejak bangku sekolah.(MuslamKalsel-SYA/RIW/RH)

Tinjau Cabor POPDA 2025, Ini Harapan Wagub Hasnuryadi

Banjarmasin – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman didampingi Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel, Fitri Hernandi melakukan peninjauan pertandingan di cabang olahraga (cabor) panjat tebing serta gulat pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalsel Tahun 2025 di Kota Banjarmasin, Minggu (18/5).

Hasnuryadi mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat bangga dengan kemampuan dari atlet pelajar yang mengikuti POPDA Tahun 2025 di Kota Banjarmasin.

“Kita sangat bangga, dengan atlet pelajar yang mengikuti POPDA ini,” ungkap Hasnuryadi, kepada sejumlah wartawan.

Sehingga diharapkan, lanjutnya, ajang POPDA ini dapat menjadi media bagi pemerintah serta orangtua untuk bersama sama membentuk karakter anak.

“Ajang POPDA ini tidak hanya mencari prestasi tetapi juga dapat menjunjung tinggi nilai nilai disiplin serta sportivitas dalam meraih prestasi,” ujarnya.

Saat menyaksikan langsung pertandingan panjat tebing dan gulat, Hasnuryadi mengakui kemampuan atlet pelajar yang sudah sangat baik, serta kompak satu dengan lainnya.

“Maka dengan semangat tersebut dapat mengabdi pada Banua, serta negara kita yang tercinta, untuk kemajuan bersama di bidang olahraga,” ujar Hasnuryadi.

Mengingat, lanjutnya, ajang POPDA ini merupakan pertandingan yang berjenjang, maka diharapkan para atlet pelajar ini, dapat terus meningkatkan kemampuan untuk meraih prestasi terbaik.

Pada kesempatan ini, Wagub Hasnuryadi Sulaiman yang datang didampingi istri, drg. Ellyana Trisya, ikut mengalungkan medali kepada para pemenang pada cabor panjat tebing. (SRI/RIW/EYN)

Dukung UMKM dan Ekonomi Daerah, Bank Kalsel Berpartisipasi dalam Bazar UMKM HPN 2025

BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-79 tahun 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Diskop UKM) menggelar Bazar UMKM yang melibatkan berbagai pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Kalimantan Selatan.

Bazar UMKM ini menjadi ajang bagi para pelaku usaha lokal untuk mempromosikan dan menjual produk unggulan UMKM Banua, sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Kalimantan Selatan kepada masyarakat luas.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 8-9 Februari 2025, di depan Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Dharma Praja, Kota Banjarbaru. Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM dan pertumbuhan ekonomi daerah,

Bank Kalsel turut berpartisipasi dengan memberikan bantuan berupa 50 unit stan atau tenda yang dimanfaatkan para pelaku UMKM, untuk memamerkan dan menjual produk mereka. Dukungan ini merupakan wujud nyata komitmen Bank Kalsel dalam mendorong kemajuan sektor usaha kecil dan menengah di Kalimantan Selatan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyatakan bahwa Bank Kalsel akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“Kami selalu berkomitmen untuk mendukung setiap langkah pembangunan daerah, termasuk penguatan sektor UMKM. Melalui partisipasi dalam Bazar UMKM HPN 2025 ini, kami ingin menunjukkan bahwa Bank Kalsel hadir untuk bekerja bersama, merangkul semua pihak demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Banua. Kami percaya, dengan kolaborasi yang kuat, UMKM dapat berkembang lebih pesat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/EYN)

Tingkatkan Layanan Informasi dan Digitalisasi, Diskominfo Kalsel Gelar Forum Perangkat Daerah

BANJARBARU – Dalam rangka meningkatkan layanan informasi dan digitalisasi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Forum Perangkat Daerah, bertempat di Aula Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, pada Rabu (12/2).

Suasana Forum Perangkat Daerah Diskominfo Kalsel

Forum ini dibuka langsung oleh Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, dan dihadiri Kepala Bappeda Kalsel, Ariadi Noor, perwakilan Diskominfo dari 13 kabupaten/kota serta berbagai stakeholder terkait.

Kepala Diskominfo Kalsel, M. Muslim mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta Rencana Strategis Diskominfo Kalsel untuk tahun 2025-2029.

“Forum ini bertujuan untuk merumuskan isu strategis di bidang komunikasi dan informatika, statistik, serta persandian, yang nantinya akan menjadi program sesuai tugas dan tanggung jawab Diskominfo Kalsel,” katanya.

Lebih lanjut, Muslim menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjalankan program yang berorientasi pada pelayanan masyarakat di tahun 2025.

“Sesuai arahan Gubernur Kalsel, Muhidin menginginkan setiap program dapat meningkatkan sumber daya manusia dan pelayanan publik, dimana hal tersebut sangat berkaitan dengan peran Diskominfo Kalsel,” ucapnya.

Muslim juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan inovasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang menjadi kunci utama dalam keberhasilan dalam setiap program yang dijalankan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang kami rancang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, oleh karena itu, melalui forum ini dapat menjadi acuan untuk melaksanakan program selama 5 tahun ke depan,” tutupnya. (BDR/RDM/EYN)

Resmikan Kapal Wisata Pinisi, Gubernur Muhidin Rasakan Sensasi Barito River Cruise

BANJARMASIN – Setelah kurang lebih satu bulan bersandar di pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kapal Wisata Pinisi akhirnya resmi diluncurkan pengoperasiannya pada Rabu (12/2) sore. Pengoperasian Kapal Wisata Pinisi bertajuk Borneo River Cruise ini, dilakukan langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, dan disaksikan unsur Forkopimda Provinsi, Ketua TP PKK Provinsi, serta tamu undangan lainnya.

Gubernur Kalsel saat membeli tiket perdana Kapal Wisata Pinisi.

Peluncuran Kapal Wisata Pinisi ini, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman, antara Direktur Utama PT Ambang Barito Nusa Persada (AMBAPERS), Zulfadli Gazali, dan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, terkait pembelian tiket kapal wisata.

Selanjutnya, Gubernur, Muhidin menjadi orang pertama yang melakukan transaksi pembelian tiket Kapal Wisata Pinisi, di aplikasi Aksel dari Bank Kalsel. Tak lama berselang, Gubernur juga menarik tali tiang kapal, sebagai pertanda diresmikannya Kapal Wisata Pinisi.

Kepada wartawan, sebelum memulai perjalanan perdana menyusuri sungai Barito menaiki Kapal Wisata Pinisi, Gubernur, Muhidin memastikan, bahwa kapal ini dapat dinikmati masyarakat umum, dengan sejumlah pilihan jarak tempuh. Mulai dari jarak pendek, sekitar 2 jam, jarak panjang hingga 3 jam, dan jarak khusus atas permintaan masyarakat.

“Kapal ini berlayar setiap hari, melayani umum dengan membeli tiket melalui aplikasi Aksel dari Bank Kalsel. Setiap penumpang akan mendapatkan jatah makan selama pelayaran,” ujar Muhidin.

Ke depan, menurut Muhidin, layanan kapal wisata ini akan ditingkatkan, dengan menggandeng lebih banyak investor. Sehingga wisata susur sungai dengan cara baru ini, akan semakin menarik wisatawan datang ke Kalimantan Selatan.

“Saya dulu pernah naik kapal semacam ini di Vietnam. Di sana pelayanan nya bagus, tali sayang perjalanan nya hanya menyusuri sungai saja, tidak ada yang dikunjungi. Sementara di sini, kita memiliki lokasi yang dapat disinggahi kapal wisata. Contohnya Pulau Kembang dan Jembatan Barito,” tutupnya.

Sementara itu, Dirut PT Ambapers, Zulfadli Gazali memastikan, selama Februari ini, pihaknya menawarkan harga tiket promo, untuk Kapal Wisata Pinisi. Yakni sebesar 230 ribu rupiah per penumpang.

“Harga sudah termasuk makan di kapal, dan menikmati sensasi menyusuri sungai Barito, sambil menikmati sunset,” jelasnya.

Kapal Wisata Pinisi ini, merupakan terobosan PT Ambapers untuk memajukan dunia pariwisata, terutama di perairan Barito. Pengoperasian kapal ini juga untuk mendukung Geopark Meratus, dimana perairan sungai Barito termasuk didalamnya. (RIW/RDM/EYN)

Exit mobile version