Sisa Dua Hari, Atlet Pelajar Kalsel Berkesempatan Raih Kemenangan di POPNAS dan PEPARPENAS 2025

JAKARTA – Di sisa pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) Tahun 2025 di Jakarta, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel Pebriadin Hapiz, meminta kepada seluruh atlet Pelajar Kalsel, agar memanfaatkan waktu tersisa, untuk meraih kemenangan.

Kadispora Kalsel, Pebriadin Hapiz.

“Tersisa waktu 2 hari lagi, untuk adik adik pelajar agar dapat berjuang, masih ada kesempatan, tunjukkan yang terbaik,” ungkap Pebriadin, usai mengunjungi pertandingan cabor panjat tebing POPNAS Tahun 2025 di Jakarta, Jumat (7/11).

Seperti pesan Gubernur Kalsel Muhidin pada saat pelepasan, lanjutnya, semangat sampai akhir pertandingan, dengan semboyan Pantang Manyarah Waja Sampai Kaputing, harus terus bergelora dalam diri para atlet.

“Jaga nama baik Provinsi Kalimantan Selatan, dengan menunjukkan prestasi yang terbaik,” ucapnya.

Karena, tambah Pebriadin, ajang POPNAS dan PEPARPENAS ini merupakan pembuktian pembinaan selama ini, dapat berjalan dengan baik di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pada kesempatan ini Dispora Kalsel juga berdiskusi dengan pihak pihak berkompeten dari Kemenpora, untuk membandingkan pembinaan dengan daerah lainnya,” ucapnya.

Mengingat, tutur Pebriadin, pembinaan atlet pelajar ini, berjenjang dari usia dini, pelajar,  mahasiswa hingga menjadi atlet senior.

“Dari mereka inilah, dipersiapkan untuk atlet atlet yang dapat bertanding pada Pra Pekan Olahraga Nasional mendatang,” ujarnya.

Sehingga dalam melakukan pembinaan diperlukan pembenahan lebih lanjut.

“Hasil dari POPNAS dan PEPARPENAS ini akan menjadi evaluasi Dispora Kalsel, terhadap pembinaan atlet,” ucapnya.

Pebriadin menilai POPNAS ini menjadi momentum penting, untuk memetakan potensi dan kelemahan, terutama dalam pembinaan usia dini.

“Pembinaan ke depan harus lebih selektif dan berbasis kualitas, bukan sekadar kuantitas atlet yang diberangkatkan dalam kejuaraan, kita fokus pada atlet yang benar benar potensial dan bisa berkembang,” ucap Pebriadin. (SRI/RIW/EYN)

Gandeng TP PKK Kalsel, Dislutkan Gelar Gemarikan di Karang Intan

BANJAR – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesehatan Keluarga (TP PKK) Kalsel, melaksanakan kegiatan Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), di Desa Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Rabu (5/11).

Kadislutkan Kalsel, Rusdi Hartono.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono mengatakan, Gemarikan ini merupakan arahan Gubernur Kalsel Muhidin, agar melibatkan kolaborasi lintas instansi. Diantaranya, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan.

“Syukur Alhamdulillah, hari ini kami bersama sejumlah SKPD di lingkup Pemprov Kalsel melaksanakan kegiatan Gemarikan di Kecamatan Karang Intan,” ungkap Rusdi.

Kegiatan Gemarikan, jelasnya, bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi ikan, karena mengandung Omega 3 yang sangat dibutuhkan tubuh, terutama pada masa pertumbuhan anak.

Selain itu, Safari Gemarikan ini juga untuk meningkatkan Angka Konsumsi Ikan (AKI) di Kalimantan Selatan. Meski AKI Kalael sudah lebih tinggi dari rata rata nasional.

Saat ini, AKI Kalsel mencapai 65 kilogram per kapita per tahun, sedangkan rata rata nasional berada di angka 56 kilogram per kapita per tahun.

“Meski begitu, Dislutkan Kalsel terus menggelorakan dan memasyarakatkan makan ikan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah menyampaikan, sangat senang dengan antusiasme masyarakat yang hadir mengikuti kegiatan Gemarikan dan berbagai kegiatan sosial lainnya.

“Alhamdulillah TP PKK Kalsel bersama Dislutkan Kalsel serta Posyandu melaksanakan Gemarikan di Kecamatan Karang Intan,” ucapnya.

Dalam kegiatan ini, dilakukan pembagian makanan olahan berbahan dasar ikan kepada anak anak sekolah, produk tersebut olahan dari UMKM binaan Dislutkan Kalsel. (DISLUTKAN.KALSEL/SRI/RIW/EYN)

Longsor di Tambang Awang Bangkal, ESDM Kalsel Pastikan Akibat Faktor Cuaca

BANJARBARU – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan memastikan, bahwa peristiwa longsor di area tambang batu gunung (galian C) di Desa Awang Bangkal Barat, Kabupaten Banjar, terjadi akibat faktor cuaca ekstrem, yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas ESDM Kalsel melalui Kepala Bidang Pertambangan, Gayatrie Agustina menjelaskan, perusahaan tambang yang beroperasi di lokasi tersebut memiliki izin usaha pertambangan (IUP) dan telah melakukan langkah cepat, setelah mendeteksi tanda-tanda potensi longsor.

Kepala Bidang Pertambangan Dinas ESDM Kalsel, Gayatrie Agustina.

“Mereka sudah melihat adanya tanda-tanda longsor sebelum kejadian. Karena itu kegiatan langsung dihentikan, karyawan dievakuasi, dan alat berat disingkirkan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun kerugian,” jelasnya, Kamis (6/11).

Ia menegaskan, peristiwa longsor tersebut murni disebabkan faktor cuaca, bukan kelalaian operasional.

“Ini murni karena intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir, terutama di wilayah Awang Bangkal,” ujarnya.

Terkait upaya peninjauan ke lokasi kejadian, Gayatrie menerangkan, bahwa pengawasan langsung tambang merupakan kewenangan Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM, sementara pihaknya tetap berkoordinasi dan meminta laporan resmi dari perusahaan.

“Untuk pengecekan lokasi kami belum, karena pengawasan menjadi kewenangan Dirjen Minerba. Namun kami sudah meminta laporan resmi dari pihak KTT IUP. Bila nanti diminta untuk turun ke lapangan, kami siap melaksanakan sesuai instruksi,” katanya.

Gayatrie menambahkan, pihaknya telah mengimbau agar perusahaan menghentikan sementara aktivitas penambangan di areal seluas 5 hektare tersebut hingga kondisi cuaca kembali aman.

“Kami mengimbau agar kegiatan tambang dihentikan sementara sampai situasi benar-benar kondusif. Kalau pun tetap beroperasi, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus diperhatikan secara ketat agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Selasa (4/11), beredar luas di media sosial, video detik-detik longsor di tambang galian C Desa Awang Bangkal Barat. Dalam video tersebut, tampak batu dan tanah dari bahu gunung runtuh hingga menimbulkan asap debu putih tebal yang menyelimuti area sekitar dan sempat menghambat jarak pandang warga. (SYA/RIW/EYN)

Komisi II DPRD Kalsel, Pastikan Dana Pemprov Aman dan Transparan di Bank Kalsel

JAWA TIMUR — Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama pihak Bank Kalsel, membahas dinamika terkini terkait isu dana Pemerintah Provinsi Kalsel yang disebut mengendap di Bank Kalsel.

Kepastian itu disampaikan di sela kunjungan kerja Komisi II ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Timur di Surabaya, dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, Rabu (5/11).

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, didampingi Wakil Ketua dan anggota.

Yani Helmi menegaskan, bahwa Komisi II DPRD Kalsel tidak tinggal diam dan akan menindaklanjuti persoalan ini dengan langkah konkret serta transparan.

“Kami Komisi II DPRD Kalsel berencana memanggil kembali pihak BPKAD untuk menjelaskan secara komprehensif masalah ini agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan utuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembahasan mendalam akan dilakukan agar tidak muncul kesalahpahaman publik terhadap pengelolaan keuangan daerah.

“Mudah-mudahan dalam kesempatan berikutnya kita bisa bertemu dan berdiskusi lebih mendalam mengenai hal ini, sehingga semuanya menjadi terang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yani Helmi menerangkan, bahwa dana yang disebut mengendap tersebut bukan merupakan permasalahan hukum, melainkan kesalahan teknis dalam penginputan golongan nasabah.

“Tidak ada pelanggaran regulasi atau aturan hukum yang mengakibatkan Bank Kalsel terkena sanksi oleh OJK atau Bank Indonesia. Persoalan ini pun sudah diklarifikasi ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri, dan hasilnya dinyatakan clear,” tegasnya.

Yani Helmi menambahkan, total dana yang terdeposito atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini mencapai sekitar Rp4,7 triliun. Dana tersebut sepenuhnya masih tersimpan dengan aman di Bank Kalsel dan siap digunakan untuk mendukung pembiayaan program strategis daerah.

“Kalaupun nanti ada sisa atau SILPA, secara otomatis akan dialokasikan kembali pada tahun anggaran 2026 sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Menutup pertemuan tersebut, Yani Helmi menegaskan komitmen Komisi II DPRD Kalsel, dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap keuangan daerah.

“Kami tidak berdiam diri. Di mana pun dan kapan pun, kami akan terus melaksanakan tugas untuk memastikan tata kelola keuangan daerah berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EYN)

Dorong Kreativitas Generasi Muda, Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Dongeng Karya Cipta Baru

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan,

melalui Bidang Kebudayaan, Seksi Kesenian, menggelar lomba dongeng karya cipta baru, bertempat disalah satu hotel Berbintang Banjarmasin, Kamis (6/11).

Sekretaris Disdikbud Kalsel (ditengah).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, diwakili Sekretaris Disdikbud Kalsel, Hadeli Rosyaidi mengatakan, lomba ini sebagai upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Banua. Selain juga, untuk mendorong kreativitas dalam menciptakan karya dongeng baru yang sarat dengan nilai kearifan lokal.

“Lomba ini menjadi ajang pelestarian seni tutur dan menghadirkan ruang diskusi tentang pentingnya regenerasi seni tradisi lisan di Kalimantan Selatan,” ucapnya

Hadeli berharap, dari kegiatan ini muncul talenta-talenta baru di bidang seni penceritaan, serta terbangun jejaring kolaborasi antara pelaku budaya, lembaga pendidikan, dan pemerintah dalam upaya memajukan kebudayaan daerah. Apalagi lomba ini, diikuti peserta dari tiga kategori, yakni PAUD, SD kelas 1 sampai 3, dan SD kelas 4 hingga 6.

“Kami apresiasi minat peserta yang mengikuti tersebar di kabupaten dan kota,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Seksi Kesenian, Sunjaya Adhiarsho menambahkan,

lomba dongeng karya cipta baru ini, pertama kali digelar dan menjalin kerjasama dengan Balai Penjamin Mutu Pendidikan Kalsel.

Ia berharap lomba ini dapat melahirkan talenta – talenta baru di bidang seni penceritaan dan meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Banua

Foto bersama

“Setiap peserta mengirimkan karya dalam bentuk video, dan juara 1 pada masing – masing kategori akan mewakili Kalimantan Selatan ke tingkat nasional,” tutupnya

Dewan juri pada lomba ini terdiri dari Aulia Novitasari dari Asosiasi Tradisi Lisan Kalimantan Selatan, Enik Mintarsih dari Kampung Dongeng Intan Kalsel, dan Ari Budi pemerhati seni cerita daerah. (NHF/RIW/EYN)

Semarakkan HKN ke-61, BKOM Kalsel Menggelar Festival Aerobic 2025

BANJARBARU – Dalam rangka memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Festival Aerobic 2025 bertema Bekerja Bersama Merangkul Semua, Wujudkan Generasi SEGAR (Sehat dan Bugar), di GOR Rudy Resnawan, Banjarbaru, Kamis (6/11).

Kegiatan dibuka secara resmi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin.

Diauddin menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya Festival BKOM Aerobic, yang dinilai sejalan dengan tema Hari Kesehatan Nasional ke-61 tahun 2025, yaitu Generasi Sehat, Masa Depan Hebat. Terlebih kegiatan ini tidak hanya untuk masyarakat umum, tapi juga melibatkan anak-anak sekolah.

“Mudah-mudahan dengan mereka gemar berolahraga, generasinya akan sehat dan masa depan bangsa akan semakin hebat,” ujarnya.

Diauddin juga meminta festival olahraga seperti aerobik dapat digelar lebih intens, mengingat olahraga ini menjadi bagian penting dalam membentuk pola hidup sehat masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

“Kegiatannya tidak harus besar seperti sekarang, tapi yang penting berkelanjutan agar para pecinta olahraga, khususnya aerobik, punya ruang untuk berekspresi,” tambahnya.

Kepala BKOM Kalsel, Susi Hermina, menjelaskan, bahwa pemilihan aerobik sebagai olahraga utama festival ini didasarkan pada semangat inklusivitas.

“Aerobik ini digemari semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Karena itu kami jadikan sebagai lomba utama untuk menyemarakkan HKN ke-61,” jelasnya.

Ia juga menanggapi arahan Kepala Dinas Kesehatan agar kegiatan semacam ini dilaksanakan lebih sering.

“Insya Allah tahun depan kami akan berusaha melaksanakan minimal dua kali, bahkan mungkin empat kali seperti harapan beliau. Tapi tentu kami akan evaluasi dulu dari hasil kegiatan tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, Festival BKOM Aerobic juga menjadi bentuk apresiasi bagi para member aktif BKOM yang rutin mengikuti kegiatan olahraga seperti aerobik, zumba, dan poundfit setiap hari.

Susi juga mengungkapkan, tahun ini merupakan kali pertama pihaknya membuka kategori lomba bagi anak-anak sekolah dasar (SD) sebagai upaya mengenalkan olahraga sejak usia dini.

“Kami ingin anak-anak mencintai olahraga sejak kecil. Jangan sampai mereka lebih akrab dengan gadget daripada bergerak secara fisik,” pungkasnya.

Festival BKOM Aerobic 2025 mempertandingkan enam kategori, yaitu SD, pemula, instruktur, SKPD, poundfit, dan aerobik umum, dengan total peserta sekitar 400 orang dari Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.  (SYA/RIW/EYN)

Kunjungi Venue POPNAS 2025, Kadispora Beri Semangat Atlet Pelajar Kalsel

JAKARTA – Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Pebriadin Hapiz, mengunjungi atlet pelajar Banua, yang sedang berjuang menorehkan prestasi, di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) serta Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) Tahun 2025 di Jakarta. Diantaranya saat pertandingan Renang Paralimpik, Angkat Besi, serta Panjat Tebing, Rabu (5/11) dan Kamis (6/11).

“Kunjungan yang dilakukan ini, untuk memberikan motivasi kepada atlet pelajar Kalsel, yang bertanding di POPNAS dan PEPARPENAS tahun ini,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Dimana, lanjut Pebriadin, kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan semangat juang para atlet pelajar Kalsel di POPNAS dan PEPARPENAS.

“Kehadiran kami di sini untuk memberikan semangat juang kepada para atlet pelajar, baik yang bertanding di POPNAS maupun PEPARPENAS. Kami ingin para atlet ini merasakan bahwa pemerintah hadir untuk mendukung,” ucapnya.

Setelah kunjungan ini, Pebriandi berharap, cabang olahraga yang mengikuti POPNAS dan PEPARPENAS dapat meningkatkan raihan prestasi agar dapat lebih baik lagi kedepannya.

“Kami menilai keikutsertaan atlet dalam ajang nasional ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga sebagai dari proses pembinaan prestasi Olahraga di Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Karena itu, POPNAS dan PEPARPENAS menjadi ajang untuk menguji hasil latihan dan sistem pembinaan yang telah berjalan selama ini.

“Selama ini para atlet pelajar ini sudah diberikan waktu latihan, maka sekarang mereka kami beri kesempatan  bertanding, sehingga hasil ini untuk melihat bagaimana pembinaan prestasi kita berjalan,” tutur Pebriadin.

Pada kesempatan tersebut, Kadispora juga memberikan dukungan bagi atlet disabilitas, yang bertanding di PEPARPENAS.

“Kalsel ingin mempertahankan tradisi prestasi khususnya pada nomor nomor yang sebelumnya mendominasi,” ucapnya.

Sedangkan, pada kategori disabilitas, tambahnya, Kalsel diharapkan dapat mempertahankan dominasi juara.

“Bagi atlet yang sudah berhasil meraih medali emas, agar tidak cepat puas dan terus menjaga konsistensi raihan prestasi,” ucapnya.

Dan, tambah Pebriadin, Dispora Kalsel terus melakukan perbaikan pembinaan, karena itu para atlet diminta untuk terus berlatih dan mengembangkan diri.  (SRI/RIW/EYN)

Angkat Besi, Jadi Cabor Ketiga Penyumbang Medali Emas POPNAS 2025

JAKARTA – Cabang olahraga angkat besi, berhasil menambah pundi pundi medali emas untuk Provinsi Kalimantan Selatan, pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) Tahun 2025 di Jakarta.

Pelatih angkat besi Kalsel Suyati mengatakan, atlet cabor angkat besi Muhammad Rafiq Al Bukhory, berhasil meraih medali emas pada kelas 65 kilogram putra angkatan snatch 116 kilogram, serta medali perak pada angkatan clean and jerk 135 kilogram.

“Keberhasilan ini diluar prediksi kami, karena pada POPNAS ini kami hanya meminta agar seluruh atlet angkat besi, memberikan angkatan terbaiknya,” ungkap Suyati, kepada sejumlah wartawan, Rabu (5/11).

Pengalungan medali emas kepada M Rafiq Al Bukhory.

Namun, lanjutnya, apabila para atlet berhasil mendapatkan medali, maka itu merupakan bonus, dari latihan keras yang dilakukan selama in.

“Fokus utama kami bukan pada tekanan meraih medali, melainkan proses pembinaan dan capaian terbaik setiap atlet pada saat pertandingan,” ujarnya.

Menurut Suyati, tekanan berlebihan justru berdampak negatif bagi mental atlet. Untuk itu pembinaan yang baik, disiplin latihan, serta motivasi yang kuat adalah kunci keberhasilan.

“Hasil tidak mendustai usaha, Alhamdulillah satu emas serta satu petak ini, seperti mencabut sesuban yang artinya beban kami sudah lepas,” ucapnya.

Pada pelaksanaan POPNAS Tahun 2025 di Jakarta ini, cabor angkat besi Kalsel mengirimkan 9 atlet, terdiri dari 5 atlet putra serta 4 atlet putri.

Sementara itu, atlet cabor angkat besi, peraih emas POPNAS untuk Provinsi Kalimantan Selatan,  Muhammad Rafiq Al Bukhory, ternyata bercita cita menjadi polisi.

“Saya mengucapkan rasa syukur atas raihan medali emas dan perak POPNAS Kalsel. Keberhasilan ini merupakan kerja keras yang dilakukan, serta bimbingan yang diterima dari para pelatih angkat besi Kalsel,” ungkapnya.

Pelajar kelas 3 SMA Negeri 2 Banjarmasin ini berharap, keberhasilan yang Ia raih ini dapat membawanya mencapai cita cita menjadi polisi melalui jalur prestasi.

“Saya memiliki cita cita menjadi polisi,” ucapnya.

Karena itu, Ia berharap pemerintah serta pihaknya lainnya, dapat memberikan dukungan tersebut.

“Saya berharap pemerintah dapat mendukung cita cita saya tersebut,” ujar Rafiq. (SRI/RIW/EYN)

Roda Warisan Budaya, Lomba Pushbike Anak Meriahkan Gebyar Museum Kalsel

Banjarbaru – Suasana Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, Sabtu (20/9), tampak semarak oleh tawa dan semangat puluhan atlet cilik yang beradu kecepatan di lintasan pushbike race. Lomba ini digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Museum Lambung Mangkurat, bekerja sama dengan Komunitas Barbados Pushbike Banjarbaru.

Mengusung tema “Roda Warisan Budaya”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Museum Lambung Mangkurat: Eksplorasi Tanpa Batas, yang menggabungkan edukasi, olahraga, dan pelestarian budaya dalam satu kemasan menarik.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Komunitas Barbados Pushbike Banjarbaru, Agung, menjelaskan bahwa lomba diikuti 70 peserta yang dibagi ke dalam beberapa kelas berdasarkan tahun kelahiran.

“Ada kelas (kelahiran) 2023 mix boys and girls, serta kelas FFA mix gabungan untuk kelahiran 2019 hingga 2017,” ujarnya.

Sebanyak 70 peserta mengikuti lomba Pushbike di Museum Lambung Mangkurat

Agung menuturkan, minat terhadap olahraga pushbike di Banjarbaru terus berkembang pesat. Selain melatih keberanian dan daya saing, kegiatan ini juga menjadi cara efektif mengurangi ketergantungan anak pada gawai.

“Setiap tahun selalu ada rider Barbados yang lolos ke tingkat nasional. Bahkan pada November nanti, enam rider kami akan tampil di ajang pushbike internasional di Jakarta,” ungkapnya.

Ia berharap, ke depan, atlet-atlet muda Banjarbaru tidak hanya menorehkan prestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di panggung internasional.

Secara teknis, perlombaan berlangsung dalam tiga moto atau race. Peserta dibagi ke dalam tiga klasemen berdasarkan hasil kualifikasi, posisi 1–6 masuk final utama, posisi 7–12 final novice, dan posisi 13–18 final rookie.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Museum Lambung Mangkurat, Agus Antasari, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya museum dalam memperluas jangkauan edukasi publik melalui pendekatan kreatif dan kekinian.

“Kami ingin menampilkan wajah baru museum yang tidak hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang ekspresi dan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak dan keluarga,” ujarnya.

Agus menambahkan, kolaborasi dengan komunitas menjadi kunci sukses kegiatan ini.

“Museum Lambung Mangkurat akan terus membuka ruang bagi ide-ide segar agar masyarakat semakin dekat dan bangga terhadap warisan budaya daerah,” pungkasnya.(SYA/RIW/RH)

Pemprov Kalsel, Dukung KPK Perluas Keterlibatan Responden SPI

BANJARBARU – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Survei Penilaian Integritas (SPI).

Menurutnya, forum ini sangat penting untuk memperluas wawasan, menumbuhkan inisiatif, serta mendorong kerja bersama demi pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) yang lebih optimal di Kalimantan Selatan.

Syarifuddin menegaskan, hasil SPI merupakan cerminan kualitas tata kelola Pemerintahan dan pelayanan publik. Melalui SPI, pemerintah dapat melihat risiko korupsi, sekaligus mengukur tingkat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemerintahan.

“Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalsel memandang peningkatan indeks SPI akan memperkuat citra daerah sebagai wilayah yang serius berkomitmen menjalankan reformasi birokrasi, menjunjung transparansi, dan menegakkan tata kelola lemerintahan yang bersih dan akuntabel,” ungkap Syarifuddin, saat membuka Rapat Koordinasi Optimalisasi SPI, di gedung Idham Chalid, Selasa (19/8).

Syarifuddin juga menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalsel mendukung penuh langkah KPK, memperluas keterlibatan responden SPI. Bukan hanya dari kalangan ASN dan birokrasi, namun juga melibatkan pengguna layanan, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat sipil.

“Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen terus memperkuat integritas aparatur melalui pembinaan, pelatihan, dan penegakan aturan,” lanjut Syarifuddin.

Syarifuddin juga mengakui masih ada tantangan, khususnya dalam pengadaan barang dan jasa, serta pelayanan dasar masyarakat.

“Oleh karena itu, melalui koordinasi dan forum ini, kami berharap akan muncul rekomendasi yang terarah dan dapat diaplikasikan untuk perbaikan ke depan,” tutup Syarifuddin. (MRF/RIW/EYN)

Exit mobile version