TNI AL – Lanal Banjarmasin Kembali Gelar Vaksinasi Maritim di Kecamatan Jorong

TANAH LAUT – TNI AL bersama Lanal Banjarmasin kembali menggelar serbuan vaksinasi maritim untuk dosis pertama dan kedua di Desa Sebuhur Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut untuk para pekerja salah satu perusahaan setempat, serta juga diikuti warga sekitar, Senin (13/12). Vaksinasi ini bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam rangka mempercepat penanggulangan pandemi COVID-19 secara totalitas di wilayah Kalimantan Selatan.

Dalam serbuan vaksinasi kali ini, TNI AL – Lanal Banjarmasin berkerjasama bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Selatan. Untuk memvaksin Masyarakat, lanal Banjarmasin telah menyediakan Vaksin jenis Sinovac, serta melibatkan 17 Tenaga Kesehatan (Nakes) gabungan yang berasal dari Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin dan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Ditempat terpisah, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko, M.Tr. Hanla mengatakan, pemerataan Vaksinasi Masyarakat Maritim secara massal ini akan terus digencarkan guna membantu dan mensukseskan program pemerintah sampai mencapai target yang maksimal, sehingga laju penyebaran wabah COVID-19 dielemen masyarakat dapat dicegah dan segera berakhir, supaya masyarakat dapat beraktivitas dengan sehat dan normal.

“Besar harapan, dengan adanya Vaksinasi Massal ini dapat bermanfaat dengan baik, kepada warga jangan takut ataupun ragu-ragu untuk mendatangi tempat Vaksinasi yang sudah ditentukan dan lebih patuh terhadap protokol kesehatan, supaya dampak musim Pandemi ini segera berakhir dengan tuntas,” ungkap Herbiyantoko.

Danlanal Banjarmasin menambahkan,  kunci salah satu untuk mengurangi dan meminimalisir penyebaran Virus Corona yaitu tetap jaga kesehatan dan disilplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kepada warga yang belum terjamah, jangan merasa khawatir ataupun ragu untuk bervaksin demi menjaga kesehatan, supaya musim pandemi ini segera berlalu dan berakhir dengan tuntas, menuju tatanan kehidupan yang baru dan normal,” tutup Herbiyantoko.

Sementara itu dilokasi Vaksinasi, ketua penyelenggara Mayor Laut (K/W) dr. Meutia Indrasakti menyampaikan, fenomena masyarakat tentang Vaksin sudah tidak nampak lagi, terbukti saat ini masih banyak warga yang antusias untuk mendapatkan suntikan Vaksin.

“Bagi segenap masyarakat jangan merasa takut ataupun ragu – ragu untuk mendatangi tempat Vaksinasi yang sudah ditentukan karena Vaksin tersebut sudah sehat teruji dan efektif digunakan sebagai Herd Immunity guna menghindari serangan Virus,” ucap dr. Meutia.

Untuk diketahui, vaksinasi maritim yang ke 64 kali ini, Lanal Banjarmasin telah berhasil memvaksin sebanyak 20.081 warga. Adapun warga yang bervaksin pada vaksinasi maritim ke 64 kali ini berjumlah 148 peserta. (TNI.AL-MRF/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Tanah Laut; Hadapi Ruang Digital Dengan Literasi Yang Tepat

TANAH LAUT – Webinar Literasi Digital dengan topik pembahasan “ Hadapi Ruang Digital Dengan Literasi Yang Tepat” ini berada di Tanah Laut, dengan moderator Dika Putra Wijaya, Keynote Speech H. Sukamta Bupati Tanah Laut, Key Opinion Leader Diza Refengga seorang actor, dan para narasumber : Alvi Syahrin Founder Yutaka Fotografi, Eva Kusuma Sundari, M.A., MDE Anggota TRIBN Kemenpan RB dan Ria Fuziarty pengusaha UMKM.

Kecakapan digital merupakan pengetahuan dalam memanfaatkan media digital seperti alat komunikasi dan jejaring internet. Kecakapan digital ini sendiri memiliki empat pilar mendasar yaitu Etika Digital, Budaya Digital, Keterampilan Digital, dan Keamanan Digital.

Salah satu narasumber webinar ini Eva Kusuma Sundari mengatakan memiliki keterampilan digital adalah salah satu skill penting bagi seseorang pengguna internet, hal ini merupakan sebuah skill penting dengan kemampuan menggunakan media sosial dengan baik dan benar.

Keterampilan digital juga mampu memberikan kemudahan bagi pelaku bisnis untuk keperluan pemasaran produk dan meningkatkan penjualan, karena dalam suasana pandemi seperti ini semua bisnis beralih dari cara konvensional menjadi digitalisasi dengan menggunakan media sosial, digitalisasi dipilih juga karena dianggap sesuai dengan anjuran protokol kesehatan yang tepat di masa pandemi ini.

Kehadiran internet dalam bisnis berubah dari fungsi sebagai alat untuk pertukaran informasi secara elektronik menjadi alat untuk aplikasi strategi bisnis, seperti: pemasaran, penjualan, dan pelayanan pelanggan.

Pilihan favorit masyarakat masa kini cenderung lebih banyak ke transaksi jual beli secara daring, karena aktivitasnya lebih praktis, lebih aman dan nyaman.

Eva menambahkan penggunaan internet dalam berbisnispun harus memperhatiakn tingkat kesopanan dalam kata-kata, baik dalam transaksi maupun memasarkan suatu produk. Jangan asal dan sembarangan tanpa memperdulikan norma dan sopan santun dalam menggunakan internet.

“Maka hendaknya unggahlah sesuatu yang bermanfaat dan sepantasnya saja, yang aman bagi diri anda di masa depan, karena sesuatu yang anda unggah itu sulit dihilangkan, maka cerdaslah dan aman untuk mengunggah sesuatu di internet.” Tutupnya. (RILIS)

Webinar Literasi Tanah Laut; Mengenal Aturan Main di Era Digital

TANAH LAUT – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema ‘Mengenal Aturan Main di Era Digital’. Jum’at (12/11/2021) pukul 15.00 WITA. Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati Tanah Laut Sukamta, dengan menghadirkan pembicara berkompeten.

Dalam diskusi ini dipandu moderator Amal Bastian yang menghadirkan narasumber pertama Agus Edi Winarto dengan materi tentang ‘Bebas Namun Terbatas Berekspresi di Media Sosial’.

Agus menjelaskan, adanya konten negatif di media sosial Yaitu karena, adanya niat orang untuk tujuan jahat, adanya masalah gangguan psikologi, rendahnya literasi digital.

Juga rendahnya kesadaran moral dalam beretika, rendahnya kesadaran rasa tanggung jawab, rendahnya kesadaran atas dampak sosial, rendahnya kesadaran dalam memilah dan memilih ih dan rendahnya kesadaran berdemokrasi dan bertoleransi.

Pahami batasan dalam melakukan kebebasan berekspresi di dunia digital karena dari 274,9 juta penduduk Indonesia, 202,6 juta pengguna internet dan 170 juta di antaranya pengguna media sosial terhitung Januari 2021.

“Karena baik buruknya kita dalam melakukan kebebasan berekspresi di dunia digital dapat mencerminkan siapa jati diri kita dan karena apa yang sudah kita tanam itulah yang akan kita tuai,” tuturnya.

Narasumber kedua Sitna Hajar Malawat dengan materi tentang ‘Tren Pekerjaan dan Usaha atau Bisnis di Era Digital’.

Sitna mengatakan, di era yang serba digital ini banyak peluang bisnis dan karir yang bisa dilakukan hanya dari rumah.

“Seiring berkembangnya teknologi kini manusia dapat melakukan segala hal menjadi lebih mudah,” tuturnya.

Tren pekerjaan dan bisnis digital kata Sitna, merupakan suatu hal yang dapat dilakukan di mana dan kapan pun berada karena mudah diakses secara digital.

Contohnya seperti blogger, blogger dapat memanfaatkan space kosong dalam webnya untuk memasang iklan untuk mendapatkan uang.

Kemudian, desain grafis dapat dimanfaatkan dalam membuat brosur, desain media sosial sebagai sarana pemasaran terhadap sebuah produk yang dipasarkan.

“Hal ini menguntungkan karena jasa desain grafis jenis semakin dibutuhkan oleh masyarakat,” ucapnya.

Atau menjadi guru online merupakan hal yang menarik yang dapat dilakukan di saat seperti ini. Karena Guru online dapat mendatangkan banyak keuntungan yang menjanjikan.

” Juga menjadi Content creator YouTube, menjual E-book, pembuatan website, bahkan membuka toko online dan lain sebagainya dapat kamu lakukan di era digital saat ini,” tuturnya.

Adapun, tips memulai usaha atau bisnis di era digital ialah, kenali peluang bisnis digital terbaik, buat rencana bisnis yang sudah diputuskan, mengatur strategi dalam berbisnis, memanfaatkan keahlian yang dimiliki, dan jangan takut untuk gagal.

Narasumber ketiga Angel Maryci dengan materi tentang ‘digital budaya: mengenalkan budaya Indonesia melalui literasi digital’.

Angel menjelaskan, literasi digital merupakan pengetahuan dan kecakapan dalam penggunaan media digital atau kemampuan untuk menggunakan teknologi, keterampilan teknis dalam dunia digital dan merupakan respons dalam rangka meningkatkan minat masyarakat untuk membaca sejalan dengan berkembangnya teknologi.

“Sifat utama teknologi digital yaitu, tidak terbatas, bebas berekspresi dan berpendapat, juga bisa menjadi sarana stand out, dan sarana untuk memperluas relasi,” tuturnya.

Kata dia, budaya merupakan cara hidup yang berkembang serta dimiliki bersama oleh kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Adapun, unsur budaya yakni, sistem agama, politik, adat istiadat, bahasa, bangunan, pakaian dan karya seni.

“Kalian bisa mempromosikan budaya melalui literasi digital, contohnya seperti meng-upload budaya kita ke media sosial baik itu Instagram, YouTube dan lain sebagainya,” bebernya.

Narasumber terakhir Junaidy, memaparkan materi tentang Keamanan Digital.

Junaidy menjelaskan apa itu internet sehat? “Secara definisi Internet sehat adalah aktivitas manusia yang sedang melakukan kegiatan online baik browsing, chatting, social media, upload dan download secara tertib , baik dan beretika sesuai dengan norma norma dan aturan yang berlaku di masyarakat,” jelasnya.

Kejahatan yang sering muncul di media sosial yaitu, cyber bullying, pornography, tranffcking – child abuse.

Cara bermedsos yang sehat yaitu, tidak membagikan Informasi pribadi, pilih-pilih teman, hindari akun-akun negatif periksa, periksa kembali sebelum membagikan konten, gunakan untuk pengembangan diri dan jadikan sarana personal branding. (RILIS)

Webinar Literasi Tanah Laut; Produktif di Masa Pandemi dengan Literasi Digital

TANAH LAUT – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema ‘Produktif di Masa Pandemi dengan Literasi Digital.’ Sabtu (30/10/2021) pukul 10.00 WITA. Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati Tanah Laut Sukamta, juga Rektor Uniska Abdul Malik, dengan menghadirkan pembicara berkompeten.

Dalam diskusi ini dipandu moderator Aulia Mawardhika yang menghadirkan narasumber pertama Idzani Muttaqin yang memaparkan materi tentang ‘Peranan Cyber Ethic Dalam Menciptakan Rasa Aman, Nyaman dan Toleransi Dalam Dunia Virtual’.

Idzani menuturkan, jumlah pengguna internet Indonesia terus meningkat, mencapai 202,6 juta hingga Januari 2021. Mengalami kenaikan 15,5 persen atau lebih dari 27 juta orang dibandingkan data tahun 2020.

Kata dia, pentingnya etika di dunia virtual meliputi berbagai hal yakni:
1. Adanya kemajemukan para pengguna internet.
2. Komunikasi di media internet mengandalkan teks semata.
3. Di media internet content tidak hanya langsung tertuju pada kepada pengguna yang diinginkan.
4. Media internet tidak terlepas dengan dunia nyata.
5. Pentingnya pemahaman hak dan kewajiban para pengguna internet.
6. Pengguna internet memiliki budaya, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda.
7. Pengguna internet merupakan orang-orang yang hidup dalam dunia anonym.
8. Berbagai macam fasilitas dalam internet memungkinkan seseorang untuk bertindak tidak etis.

Adapun, beberapa cyber ethic adalah sopan dalam berkata-kata, tidak memberikan info yang belum valid, tidak menggunakan kata-kata yang mengandung sara, tidak memberikan data privasi, hindari perselisihan, hati-hati dalam penggunaan huruf kapital, dan memberi maaf ketika orang lain melakukan kesalahan.

“Etika versi The Internet Engineering Task Force (IETF) ialah, mengikuti aturan yang ada pada kehidupan sehari-hari ketika sedang online dan hormatilah orang yang saat itu sedang berinteraksi,” ucapnya.

Narasumber kedua Siti Erlina dengan materi tentang ‘Aman Berbelanja Online’.

“Kelebihan saat kita berbelanja secara langsung adalah kita bisa lebih menjamin kondisi barang yang dibeli secara pasti, dan barang tersebut langsung berada di tangan kita setelah selesai dibayar. Berbeda halnya dengan kita ketika belanja online,” ucapnya.

Erlina menjelaskan, tips berbelanja online ialah, lakukan riset terlebih dahulu terhadap toko penjual barang yang akan dibeli dan pastikan status toko adalah aktif atau tidak, lamanya umur toko, hingga testimoni lebih banyak positif atau negatif.

“Pastikan kita belanja di situs atau toko online yang terpercaya. Situs yang aman terdapat simbol gembok di pojok kiri atas sebelum alamat situs, atau alamat situs yang dimulai dengan https://,” tuturnya.

Kemudian, setelah memastikan penjual bisa dipercaya, cek ulasan produk yang ingin kamu beli dari pengguna lain yang sudah membelinya terlebih dahulu.

Pilih tokoh yang direkomendasikan, baca deskripsi produk, cek harga, cermati syarat dan ketentuan, hindari transfer langsung, simpan bukti pembayaran, pilih metode Cash On Demand (COD), pastikan keamanan perangkat dan cek paket dan hilangkan jejak digital.

Narasumber ketiga Marsha Risdasari dengan materi tentang ‘Gerakan Nasional Literasi Digital 2021’.

“Menurut UNESCO pengertian digital skills secara luas adalah bagaimana kita bisa menggunakan perangkat digital, aplikasi komunikasi dan jaringan untuk mengakses dan mengelola informasi,” tuturnya.

Keuntungan memiliki digital skills yakni, dapat menghemat waktu, menghemat biaya, bisa tetap terinformasi, belajar lebih cepat, tetap terhubung antar satu sama lain, bisa dapat pekerjaan di bidangnya dan bisa menginfluence dunia.

Adapun, tips membuat konten dalam sosial media ialah, membuat konten yang original, mengetahui situasi terkini, memanfaatkan fitur yang ada di dalam media tersebut, membuat foto dan video yang lebih menarik, memiliki target market audiens, memikirkan desain atau tampilan dari sosial media, copywriting yang unik! singkat padat dan jelas.

Terakhir narasumber Junaidy dengan materi tentang ‘Memahami Multikulturalisme Dalam Ruang Digital’.

Junaidy mengatakan, sebagai warga negara Indonesia dan juga sebagai warga negara digital dimana secara sosiologis dan antropologis yang membawa budaya kita secara personal di dalam dunia digital, sebagai warga negara yang meliputi hak dan kewajiban digitalnya berdasarkan pada nilai Pancasila dan isinya.

“Masyarakat digital adalah realitas hidup di abad 21 dimana manusia dalam berbagai sektor kehidupan nya terpaut dengan ITC dan teknologi digital,” ucapnya.

Sektor pertama dari kecakapan dalam budaya digital adalah bagaimana setiap individu menyadari bahwa ketika memasuki era digital secara otomatis dirinya telah menjadi warga negara digital.

Dalam konteks keindonesiaan sebagai warga negara digital tiap individu memiliki tanggung jawab yang meliputi hak dan kewajiban untuk melakukan seluruh aktivitas bermedia digitalnya berlandaskan pada nilai-nilai kebangsaan yakni Pancasila dan bhineka tunggal Ika. (RILIS)

Exit mobile version