Paripurna Harjad ke-500, Yamin: Titik Awal Menyiapkan Banjarmasin bagi Anak Cucu

Banjarmasin – Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, Kamis (24/9), menjadi momentum refleksi perjalanan lima dasawarsa, sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga kota bagi generasi mendatang.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menyampaikan, bahwa tahun ini, peringatan Hari Jadi ke-500 dilaksanakan dengan lebih sederhana, sejalan dengan kondisi masyarakat yang tengah menghadapi berbagai musibah.

“Atas nama pribadi, saya mohon maaf apabila peringatan Hari Jadi ke-500 ini tidak seperti yang dibayangkan masyarakat. Dalam kondisi saat ini, banyak musibah yang terjadi, sehingga perayaan kita laksanakan dengan sesederhana mungkin,” ungkap Yamin.

Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan yang bersifat hiburan dan seremonial ditiadakan dan semangat peringatan diarahkan pada kepedulian serta saling kuat menguatkan antar sesama.

Keputusan tersebut sebelumnya telah disampaikan Pemko Banjarmasin dengan mempertimbangkan kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kualitas udara, kekeringan, persoalan air bersih, serta musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8.

Menurut Yamin, usia 500 tahun bukan sekadar angka, tetapi menjadi titik awal untuk melihat kembali apa yang telah dikerjakan dan menentukan warisan apa yang akan ditinggalkan bagi anak cucu.

“Ini adalah awal titik untuk menitikberatkan ke depannya apa yang ingin kita perbuat dan apa yang ingin kita tinggalkan untuk masa depan anak cucu kita,” katanya.

Yamin menegaskan, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun Kota Banjarmasin. Kolaborasi seluruh pihak diperlukan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pemerintah tentunya perlu kolaborasi. Sesuai dengan tema 500 tahun, Lima Abad Kami Kawa Gawi Sabumi, ayo kita sama-sama bekerja bersama untuk mewujudkan Banjarmasin yang lebih baik,” tuturnya.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Yamin adalah keberlanjutan lingkungan. Ia berharap generasi mendatang dapat melihat bahwa pemerintah dan masyarakat hari ini telah mengambil langkah untuk menjaga sungai, anak sungai, kanal, serta kebersihan kota.

“Kita harus mempersiapkan dari sekarang. Kita menjaga lingkungan, menjaga kebersihan, menjaga sungai, menjaga jumlah anak sungai dan menjaga kanal-kanal yang ada di Banjarmasin. Ini adalah hal yang penting bagi kita semua,” tekannya lagi.

Ia menambahkan, Banjarmasin tidak hanya dikenal sebagai Kota Seribu Sungai, tetapi juga memiliki peran sebagai pusat jasa, perdagangan dan pariwisata.

Karena itu, pembangunan kota perlu dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter dan lingkungan yang menjadi bagian dari identitas Banjarmasin.

Di momentum lima abad ini, Yamin juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar dapat memberikan dukungan, saran, kritik dan pendapat kepada pemerintah untuk kepentingan kemajuan kota.

“Selamat Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500 tahun, lima abad demi kawa gawi sabumi. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang saya cintai dan saya sayangi. Pemerintah perlu didukung dan pemerintah juga siap menerima saran, kritik dan pendapat demi kemajuan dan kepentingan masyarakat Kota Banjarmasin,” pungkasnya. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

500 Tahun Banjarmasin: Bukan Sekadar Merayakan Usia, Tapi Menyiapkan Warisan untuk Generasi

Banjarmasin — Lima abad perjalanan Kota Banjarmasin menjadi momentum penting untuk tidak hanya mengenang perjalanan panjang kota, tetapi juga menatap masa depan dengan menyiapkan apa yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.

Memperingati Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, DPRD menggelar Rapat Paripurna dengan suasana yang lebih sederhana dibandingkan peringatan tahun-tahun sebelumnya.

Kesederhanaan tersebut tidak mengurangi makna peringatan lima abad Banjarmasin. Justru, momentum ini menjadi ruang untuk bersyukur sekaligus melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih harus diselesaikan bersama.

Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri mengatakan, peringatan hari jadi tetap menjadi bentuk apresiasi kepada masyarakat yang selama ini ikut berperan dalam perjalanan dan pembangunan.

Menurutnya, memasuki usia 500 tahun harus menjadi kesempatan untuk melihat kembali berbagai capaian sekaligus mempersiapkan langkah ke depan.

“Ini bukan hanya untuk 500 tahun ini saja lebih baik, tapi kita harus menyiapkan bagaimana persoalan – persoalan yang belum selesai itu harus diselesaikan. Dengan melibatkan semua elemen masyarakat, untuk berkomunikasi ke depan,” ucapnya.

Rikval menekankan, pembangunan Banjarmasin ke depan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun lembaga legislatif. Diperlukan komunikasi dan kolaborasi seluruh unsur masyarakat untuk menentukan arah pembangunan kota.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membuka ruang komunikasi, sehingga berbagai persoalan yang belum terselesaikan dapat dibahas dan dicarikan jalan keluarnya secara bersama-sama.

Dengan demikian, peringatan Hari Jadi ke-500 tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat kebersamaan untuk menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi Kota Banjarmasin.

Pesan serupa disampaikan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin. Menurutnya, usia lima abad harus menjadi titik awal untuk menentukan apa yang ingin dikerjakan dan apa yang nantinya akan ditinggalkan bagi generasi berikutnya.

Yamin menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang selama ini memberikan dukungan dalam pembangunan Kota Banjarmasin.

Ia menilai pemerintah tidak mungkin berjalan sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen lainnya menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Di hari jadi yang ke-500 tahun ini, kita berharap ini menjadi titik awal bagaimana kita menitikberatkan ke depannya, apa yang ingin kita perbuat dan apa yang ingin kita tinggalkan untuk masa depan,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, saat menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Dispersip Banjarmasin, Windiasti Kartika

Bagi Yamin, warisan pembangunan tidak hanya berbentuk infrastruktur. Lingkungan dan karakter kota juga harus dijaga agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Banjarmasin memiliki karakter yang kuat sebagai kota yang kehidupannya tidak terlepas dari sungai. Di sisi lain, kota ini juga berkembang sebagai salah satu pusat jasa dan perdagangan di Kalimantan Selatan.

Karena itu, masyarakat harus bersama-sama menjaga kebersihan, lingkungan, sungai, serta anak-anak sungai yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Banjarmasin.

“Kita menjaga lingkungan, menjaga kebersihan, menjaga sungai, menjaga anak-anak sungai yang ada di Banjarmasin. Ini adalah hal yang penting bagi kita semua,” pungkasnya.

Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin juga diisi dengan kegiatan yang mengangkat sejarah, budaya, seni, serta tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi bagi perjalanan kota.

Salah satunya melalui peluncuran sejumlah buku dan pemberian piagam penghargaan. Sejumlah buku diluncurkan dalam rangkaian kegiatan tersebut, di antaranya karya Windiasti Kartika, Handry Imansyah, Zulfa Jamalie, Mansyur Wajidi, Bagong Tidarta Trikadibusana dan Muhammad Ary Achdyani.

Selain itu, Dewan Kesenian Kota Banjarmasin turut mempersembahkan Buku Antologi Puisi 500 Tahun Kota Banjarmasin.

Dilanjutkan Penghargaan diberikan kepada BPK Balakar 654 Kota Banjarmasin, melalui Ketua dan Bendahara Umum, Faisal Hariyadi dan Edyansyah.

Piagam penghargaan juga diberikan kepada pegiat seni Misbach Tamrin, serta Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia, Ronny Longkutoy.

Piagam kehormatan turut diberikan kepada istri almarhum Taufik, anggota DPRD yang telah memberikan pengabdian dalam perjalanan pemerintahan dan legislatif di Kota Banjarmasin. (DPRDBANJARMASIN-NHF/RIW/EPS)

Dukung Kemandirian Vokasi, DPRD Kalsel Bahas Tata Kelola SMK BLUD dan Siapkan Regulasi Perlindungan

Banjarmasin – Komisi II bersama Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat kerja gabungan di Ruang Rapat Komisi II, Lantai 4 Gedung DPRD Kalsel, Rabu (23/9).

Rapat koordinasi lintas komisi ini membedah pola tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi

Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, dengan menghadirkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalsel, Biro Perekonomian Setda Kalsel, Disdikbud Kalsel, para kepala SMKN BLUD se-Kalsel, serta Plt. Kepala SMAN 1 Aluh-Aluh.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menegaskan bahwa penerapan sistem BLUD di sekolah kejuruan bertujuan fundamental membekali peserta didik dengan keahlian praktis serta jiwa kewirausahaan yang matang.

Melalui unit usaha seperti perhotelan, manufaktur, industri kreatif, hingga makanan dan minuman, para siswa disiapkan menjadi pelaku usaha mandiri.

Kendati demikian, ini menggarisbawahi bahwa kegiatan usaha tidak boleh mengaburkan fungsi utama sekolah.

“BLUD diupayakan untuk mendorong dunia pendidikan kita agar para lulusan memiliki keahlian nyata. Namun, fondasi utamanya tetaplah pendidikan. Jangan sampai pihak sekolah justru terbebani urusan bisnis sehingga esensi belajarnya terganggu,” tegas Yani Helmi.

Yani Helmi menyampaikan, pembahasan ini merupakan tahap awal, kelengkapan data administratif dari pihak sekolah masih perlu disempurnakan.

Oleh sebab itu, Komisi II menjadwalkan rapat tindak lanjut pada Oktober mendatang , untuk menakar target pendapatan yang riil sesuai kapasitas masing-masing satuan pendidikan.

Terkait pembenahan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah kejuruan, koordinasi teknis diarahkan bersama Komisi IV, sedangkan tata kelola laporan keuangan diselaraskan dengan BPKAD dan Biro Perekonomian.

“Kami ingin menyiapkan payung hukum yang jelas agar kawan-kawan pengelola BLUD di sekolah memiliki perlindungan hukum dalam bekerja. Pihaknya juga berencana menginisiasi pameran atau expo khusus produk karya SMK BLUD bersama dinas terkait agar produk anak-anak sekolah lebih dikenal masyarakat, memacu semangat inovasi, dan mampu menembus pasar internasional,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Kalsel Gelar Rakor Pengelolaan Pengaduan SP4N-LAPOR! Tahun 2026

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Pengaduan melalui Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N-LAPOR!) Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Kamis (24/9), hasil kerja sama antara Biro Kesejahteraan Rakyat dan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pengelolaan pengaduan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, SP4N-LAPOR! menjadi salah satu instrumen penting bagi pemerintah untuk mengetahui berbagai persoalan, aspirasi, serta kebutuhan masyarakat terkait pelayanan publik.

“Pengaduan masyarakat merupakan bagian penting dalam memberikan gambaran kepada pemerintah mengenai pelayanan yang dirasakan masyarakat,” ujar Syarifuddin.

Ia menegaskan, setiap pengaduan yang disampaikan masyarakat harus dikelola secara baik dan sistematis. Proses tersebut mencakup penerimaan laporan, verifikasi, tindak lanjut hingga penyelesaian pengaduan.

“Karena itu, koordinasi antarperangkat daerah menjadi hal penting agar setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara tepat dan sesuai dengan kewenangan masing – masing,” lanjutnya.

Syarifuddin berharap pengelolaan SP4N-LAPOR! di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus diperkuat, sehingga laporan masyarakat tidak hanya diterima, tetapi juga mendapatkan tindak lanjut yang jelas.

“Pengelolaan pengaduan yang baik diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki berbagai aspek pelayanan publik serta meningkatkan respons terhadap kebutuhan masyarakat,” tutup Syarifuddin. (MRF/RIW/EPS)

Perkuat Demokrasi, Kesbangpol Kalsel Sosialisasikan Tata Cara Pengelolaan Bantuan Keuangan Partai Politik

Banjarbaru – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan mendorong pengelolaan bantuan keuangan partai politik dilakukan secara transparan, akuntabel, efektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Tata Cara Bantuan Keuangan Partai Politik yang digelar Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Provinsi Kalsel di salah satu hotel di Banjarbaru, Kamis (24/9).

Mengusung tema Transparansi, Akuntabilitas dan Kepatuhan terhadap Regulasi, kegiatan ini diikuti para pimpinan dan pengurus partai politik tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari pihak terkait untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme pengajuan, pencairan, penggunaan, hingga pertanggungjawaban bantuan keuangan partai politik.

Kepala Kesbangpol Provinsi Kalsel, Ferdi Yospi Libia Erwinda mengatakan, partai politik memiliki peran penting dalam sistem demokrasi. Selain menjadi sarana rekrutmen politik dan artikulasi kepentingan masyarakat, partai politik juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan pendidikan politik secara berkelanjutan.

Menurutnya, untuk mendukung fungsi tersebut, pemerintah mengalokasikan bantuan keuangan kepada partai politik yang memperoleh kursi di DPRD Provinsi Kalsel sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Kalsel tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat kelembagaan demokrasi di daerah.

Karena itu, Ferdi menekankan pentingnya penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, serta kepatuhan terhadap regulasi dalam setiap tahapan pengelolaan bantuan keuangan partai politik.

Mulai dari proses pengajuan dan verifikasi administrasi pencairan, penggunaan dana, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban, seluruhnya harus dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan.

Melalui sosialisasi tersebut, Kesbangpol Kalsel juga memberikan pemahaman kepada pengurus partai politik mengenai batasan dan proporsi penggunaan bantuan keuangan, termasuk pemanfaatannya untuk kegiatan pendidikan politik.

Selain itu, peserta diarahkan agar mampu menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan secara rapi dan akurat, sehingga dapat memenuhi ketentuan pemeriksaan dan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kami berharap, melalui paparan materi dari para narasumber yang kompeten hari ini, kita dapat meminimalisir kendala – kendala administratif serta menghindari potensi temuan pemeriksaan dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK di masa yang akan datang,” ujar Ferdi.

Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang diskusi dan konsultasi, terutama untuk membahas berbagai kendala teknis yang dihadapi dalam proses pengelolaan bantuan keuangan partai politik.

Ferdi berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman pengurus partai politik terhadap tata kelola bantuan keuangan, tetapi juga mendukung terwujudnya pengelolaan keuangan partai politik yang tertib dan akuntabel serta memperkuat kualitas demokrasi di Kalimantan Selatan. (BDR/RIW/EPS)

5 Abad Banjarmasin, Yamin Ajak Warga Teladani Perjuangan Sultan Suriansyah dan Jaga Kota Tercinta

Banjarmasin – Peringatan Puncak Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin dimaknai dengan ziarah ke Kompleks Makam Sultan Suriansyah, Kelurahan Kuin Utara, Kamis (24/09) pagi. Ziarah berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang menjadi bagian penting dalam tonggak sejarah berdirinya Kota Banjarmasin.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani, Wakil Wali Kota, Ananda, jajaran Forkopimda beserta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Usai ziarah, Wali Kota Yamin mengatakan, ziarah dan tabur bunga di makam Sultan Suriansyah menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, sekaligus momentum mengenang sejarah dan meneladani nilai – nilai perjuangan para pendahulu.

“Ya, tentunya hari ini adalah hari yang penuh bersejarah bagi kota kita, khususnya lima abad Kota Banjarmasin. Hari ini merupakan rangkaian Hari Jadi Kota Banjarmasin yang ke-500 tahun dan kita selalu melaksanakan ziarah ke makam Pangeran Sultan Suriansyah,” ujar Yamin.

Menurutnya, Sultan Suriansyah merupakan tokoh penting dalam sejarah berdirinya Kota Banjarmasin. Karena itu, nilai-nilai kebaikan dan perjuangan yang diwariskan perlu terus dijadikan teladan untuk membangun kota di masa depan.

“Beliau adalah tokoh di mana berdirinya Kota Banjarmasin. Tentunya kita harus meneladani dan memberikan apa yang menjadi sesuatu kebaikan untuk Kota Banjarmasin demi masa depan anak cucu kita,” katanya.

Pada momentum lima abad Banjarmasin, Yamin juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kota agar tetap nyaman, indah dan lestari, termasuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Banjarmasin yang saya cintai dan saya sayangi. Ke depan kita harus menjadikan Kota Banjarmasin ini benar-benar kota yang nyaman, kota yang indah, dan menjadi warisan yang harus kita jaga bersama,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga identitas Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Kota Seribu Sungai ini harus kita jaga. Kita harus menjaga kebersihan dan jangan membuang sampah sembarangan. Apa yang menjadi kebijakan pemerintah daerah tidak lain adalah demi masa depan anak cucu kita ke depan,” tegas Yamin.

Terkait pengembangan Kompleks Makam Sultan Suriansyah, Yamin menyebut lokasi tersebut adalah salah satu wisata religi sekaligus merupakan cagar budaya yang harus dijaga keasliannya.

“Ya, tentunya kita mengharapkan bahwa Makam Sultan Suriansyah ini menjadi salah satu wisata religi. Ini juga sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Tentunya cagar budaya ini harus dikelola dengan sebaik – baiknya,” jelasnya.

Ia menegaskan, pengembangan kawasan makam harus tetap memperhatikan nilai sejarah dan keaslian bangunan maupun ornamen yang ada. Pembenahan diarahkan pada aspek kebersihan, keasrian dan kenyamanan pengunjung.

“Segala sesuatu ornamennya tidak boleh kita serta-merta merubah. Kita harus mempertahankan apa yang menjadi dari dulunya. Namun kita bisa memperbaharui dengan menjaga keasrian, kebersihan dan kenyamanan bagi para peziarah maupun pengunjung,” ungkapnya.

Yamin berharap kawasan tersebut ke depan semakin tertata dan mampu menjadi salah satu tujuan wisata religi yang menarik bagi wisatawan untuk mengenal sejarah Kesultanan Banjar dan Kota Banjarmasin.

“Kita berharap ini benar-benar bisa memberikan kenyamanan sebagai salah satu cagar budaya yang tentunya menarik perhatian para wisatawan untuk datang melihat sejarah Raja Banjar dan pendiri Kota Banjarmasin,” pungkasnya. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

BPBD Banjarmasin Terjun Padamkan Karhutla di Banjar dan Batola

Banjarmasin – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin turut mengerahkan personel untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala (Batola), sepanjang September 2026.

Terbaru, sesuai instruksi Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin,  Regu 1 BPBD Kota Banjarmasin bersama unsur terkait membantu menangani kebakaran lahan di kawasan Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Selasa (22/9).

Besarnya skala api membuat unsur Polresta dan Damkar Kota Banjarmasin, hingga relawan pemadam kebakaran turut dilibatkan.

Data sementara mencatat luas lahan yang terbakar sekitar 4,32 hektare. Tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus pengamanan, terutama pada area yang mendekati permukiman warga.

“Fokus kami membantu pengamanan, terutama pada titik yang mendekati permukiman warga. Ketika kondisi membutuhkan dukungan, kami berkoordinasi dan bergerak bersama unsur terkait agar api tidak meluas dan membahayakan masyarakat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin.

Sehari sebelumnya, Regu 3 BPBD Kota Banjarmasin, juga membantu penanganan kebakaran lahan di Jalan Martapura Lama Kilometer 8, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Senin (21/9).

Dukungan penanganan karhutla juga dilakukan BPBD Banjarmasin di Kompleks CitraLand, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, pada 15 September 2026, serta di Jalan Tebing Rimbah, Kecamatan Mandastana, Barito Kuala, pada 12 September 2026.

Husni mengatakan penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas wilayah, khususnya ketika kebakaran berpotensi meluas dan mendekati kawasan permukiman.

“Penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab daerah tempat kejadian. Ketika kondisi membutuhkan dukungan, koordinasi lintas wilayah menjadi bagian penting untuk mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran meluas,” ujarnya.

Menurut Husni, BPBD Kota Banjarmasin terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Banjar, BPBD Kabupaten Barito Kuala, serta unsur terkait lainnya dalam mendukung penanganan kebakaran di wilayah sekitar.

Karhutla tidak hanya berdampak pada lahan yang terbakar. Asap yang ditimbulkan dapat menyebar ke wilayah lain dan mengganggu kesehatan masyarakat maupun aktivitas sehari-hari.

BPBD Banjarmasin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kering, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.

Dukungan lintas wilayah pun akan dilakukan sesuai kebutuhan dan hasil koordinasi di lapangan, dengan prioritas mencegah api meluas dan melindungi masyarakat, terutama kawasan permukiman. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EYN)

Ancam RSJ Sambang Lihum, Satgas Perketat Pengawasan dan Penanganan Karhutla

Banjarbaru – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum terus diperkuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kawasan rumah sakit tetap aman dari ancaman kebakaran maupun dampak kabut asap.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin mengatakan, kawasan RSJ Sambang Lihum menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian dalam penanganan karhutla.

“Sebab, rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang harus tetap terlindungi agar pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik,” ungkap Syarifuddin, saat menghadiri rapat evaluasi penanganan karhutla di Pos Siaga Karhutla RSJ Sambang Lihum, Rabu (23/9).

Menurut Syarifuddin, upaya pencegahan dan penanganan karhutla di sekitar kawasan rumah sakit membutuhkan kerja sama berbagai pihak.

Tidak hanya melalui pemadaman ketika api muncul, tetapi juga dengan memperkuat pemantauan kondisi lapangan dan kesiapsiagaan personel.

“Sinergi antarinstansi menjadi hal penting dalam menghadapi karhutla, mulai dari pemantauan kondisi lapangan, kesiapsiagaan personel, hingga langkah pemadaman apabila ditemukan titik api,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan karhutla tidak semata-mata berfokus pada pemadaman api.

Aspek keselamatan masyarakat dan keberlangsungan pelayanan publik juga menjadi perhatian pemerintah.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama unsur terkait akan terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi munculnya titik api, khususnya di sekitar kawasan RSJ Sambang Lihum.

“Keberadaan Pos Lapangan BPBD Kalsel di kawasan RSJ Sambang Lihum juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan respons terhadap potensi karhutla,” tutupnya. (MRF/RIW/EYN)

Dari Gotong Royong Hingga Peduli Lingkungan, DPRD Kalsel Ajak Warga Hidupkan Nilai Pancasila

HSS — Pancasila bukan sekadar lima sila yang dihafalkan, tetapi nilai yang seharusnya hadir dalam setiap tindakan masyarakat. Mulai dari saling membantu, menjaga kerukunan, hingga peduli terhadap lingkungan sekitar.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, saat melaksanakan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila di Kandangan Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Selasa (22/9).

Desy mengajak masyarakat menjadikan semangat gotong royong sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan.

Menurutnya, ketika muncul masalah di tengah masyarakat, penyelesaiannya tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Peran dan kepedulian warga juga sangat diperlukan.

“Pancasila itu sebenarnya dekat dengan kehidupan kita. Ketika ada persoalan di lingkungan, kita tidak bisa hanya berpikir tentang diri sendiri. Kita perlu saling membantu, menjaga lingkungan, menjaga kerukunan, dan bersama-sama mencari jalan keluarnya,” kata Desy.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari

Menurut Desy, semangat tersebut semakin relevan dengan kondisi Hulu Sungai Selatan yang dalam beberapa pekan terakhir menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Dalam situasi seperti ini, kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan. Gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta saling mengingatkan menjadi bentuk sederhana pengamalan nilai Pancasila.

Desy menilai, kepedulian terhadap lingkungan tidak harus selalu dimulai dengan langkah besar.

Menjaga kebersihan, tidak melakukan pembakaran sembarangan, membantu warga yang terdampak, hingga menjaga komunikasi dan kerukunan di lingkungan merupakan tindakan nyata yang dapat dilakukan bersama.

Ia berharap kegiatan SOSREV tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar pemahaman mengenai Pancasila secara teori. Nilai-nilai tersebut harus dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang paling penting setelah kegiatan ini adalah bagaimana nilai yang kita bicarakan bisa dibawa pulang dan diterapkan. Mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, sampai bagaimana kita menjaga daerah kita. Hal-hal sederhana seperti itu justru yang membuat Pancasila benar-benar hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Desy menambahkan, masyarakat yang mampu menjaga kebersamaan, saling menghargai dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan merupakan modal penting dalam pembangunan daerah.

Karena itu, Ia mengajak warga Kandangan menjadikan semangat gotong royong bukan hanya sebagai tradisi, tetapi sebagai kekuatan bersama untuk menghadapi berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

“Dengan begitu, nilai Pancasila tidak hanya hadir dalam ruang-ruang pendidikan atau forum resmi, tetapi benar – benar terasa dalam kehidupan masyarakat sehari-hari,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Karhutla Kalsel Masih Terkendali, Penanganan Diperkuat Antisipasi Kabut Asap

Banjarbaru – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan masih dalam penanganan dan secara umum dinilai terkendali.

Sejumlah titik api masih ditemukan, namun petugas terus melakukan penanganan untuk mencegah meluasnya kebakaran dan dampak asap.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin mengatakan, kondisi karhutla di wilayah Kalsel masih dapat dikendalikan. Hal itu disampaikannya saat ditemui di VIP Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Senin (21/9), bertepatan dengan kedatangan Kepala BNPB dan Menteri Kehutanan.

Menurutnya, rombongan pemerintah pusat semula dijadwalkan menuju Kalimantan Tengah. Namun, kondisi kabut asap menyebabkan bandara di wilayah tersebut tidak dapat digunakan sehingga perjalanan dialihkan melalui Kalsel.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin saat diwawancara

“Memang sementara ini kasus cukup terkendali. Ada beberapa titik, tetapi yang jelas masih bisa kita kendalikan,” ujar Muhammad Syarifuddin.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra menyebut, kondisi Bandara Internasional Syamsudin Noor relatif aman dibandingkan sejumlah bandara lain di wilayah Kalimantan yang terdampak kabut asap.

Ronny mengatakan, sempat terjadi keterlambatan penerbangan pada Senin (21/9) pagi. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung setiap hari sehingga secara umum aktivitas penerbangan dari dan menuju Kalsel masih berjalan normal.

“Secara umum masih bisa kami kendalikan. Semua titik api masih tertangani dengan baik, walaupun tidak sepenuhnya langsung padam karena kondisi lahan gambut,” jelasnya.

Menurut Ronny, beberapa titik api yang masih aktif memang menghasilkan asap. Namun, seluruhnya masih dalam penanganan petugas di lapangan dengan mengoptimalkan upaya pembasahan dan pengairan.

Penanganan pada lahan gambut menjadi perhatian karena api dapat bertahan di bawah permukaan dan tidak selalu langsung terlihat.

Karena itu, proses pemadaman dilakukan secara bertahap dengan memastikan area yang terbakar benar-benar basah untuk mencegah api kembali muncul.

Selain penanganan di lapangan, BPBD Kalsel juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau peluang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Namun, pelaksanaan OMC hingga saat ini belum dapat dilakukan karena kondisi atmosfer belum mendukung.

Koordinasi dengan BMKG tetap dilakukan untuk menentukan waktu yang memungkinkan apabila kondisi cuaca memenuhi persyaratan.

Di sisi lain, penanganan karhutla juga mulai diperkuat melalui koordinasi lintas wilayah.

Pemerintah pusat berencana meminta dukungan Kalsel untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, khususnya wilayah Pulang Pisau yang masih terdampak kabut asap.

Ronny menyampaikan, helikopter water bombing direncanakan dikerahkan ke Pulang Pisau dengan home base di Kalimantan Selatan.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla di wilayah Kalimantan secara terpadu.

“Dengan dukungan lintas daerah, penanganan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, sekaligus mengurangi risiko meluasnya kebakaran dan dampak kabut asap terhadap masyarakat serta aktivitas transportasi udara,” tutupnya. (BDR/RIW/APR)

Exit mobile version