Jaga Geosite Meratus, Aksi Sapta Pesona Sasar Kampung Purun

Banjarbaru – Upaya menjaga kebersihan dan kelestarian situs UNESCO Global Geopark (UGG) Meratus terus diperluas. Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Aksi Sapta Pesona Youth Geopark Meratus, kali ini di Geosite Kampung Purun, Banjarbaru, Senin (21/9).

Setelah sebelumnya dilaksanakan di Barito Kuala, kegiatan menyasar Kampung Purun dengan melibatkan generasi muda, di antaranya Youth Geopark Meratus dan Putra – Putri Pariwisata, bersama unsur pemerintah serta masyarakat setempat.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady mengatakan aksi tersebut difokuskan pada unsur kebersihan sebagai bagian dari Sapta Pesona sekaligus membangun kepedulian terhadap geosite Meratus.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel membersihkan sampah di Geosite Kampung Purun

“Kenapa aksinya mengambil Sapta Pesona yang ketiga, bersih-bersih? Karena destinasi wisata kita, titik-titik yang 54 itu memang perlu peran semua, terutama generasi muda,” ujar Iwan.

UGG Meratus memiliki 54 situs yang tersebar di enam kabupaten/kota, yakni Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, Barito Kuala, Banjar, Tapin dan Hulu Sungai Selatan.

Aksi Sapta Pesona belum dapat menjangkau seluruh situs tersebut. Dispar Kalsel memilih sejumlah lokasi secara bertahap dan menargetkan kegiatan serupa dapat berlanjut ke titik lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel memimpin aksi Sapta Pesona Youth Geopark Meratus di Geosite Kampung Purun Banjarbaru

“Mudah-mudahan ke depannya titik-titik yang lain juga akan kita laksanakan,” katanya.

Iwan menegaskan kegiatan tersebut tidak diharapkan berhenti sebagai aksi seremonial. Generasi muda dilibatkan sebagai penggerak agar kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian geosite dapat ditularkan kepada masyarakat sekitar.

“Harapannya generasi muda bisa menjadi percontohan untuk yang lain, bisa ditularkan ke masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurut Iwan, gerakan tersebut juga menjadi bagian dari tanggung jawab menjaga warisan bumi Meratus yang telah memperoleh pengakuan internasional dari UNESCO.

Selain pelestarian, keberadaan geosite juga diharapkan memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat lokal.

“Kita bersama-sama memelihara dan menjaga warisan bumi tersebut. Yang kedua, harapannya situs di mana lokasi itu berada bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Harga Beras Naik di HSS, Pasokan Pangan Kalsel Masih Aman

Banjarbaru – Harga beras di Hulu Sungai Selatan mengalami kenaikan di tengah musim kemarau yang cukup panjang.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin mengatakan, kenaikan harga beras menjadi salah satu komoditas yang terus dipantau pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Rusma usai menghadiri rapat koordinasi pengendalian inflasi di Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (21/9).

Menurut Rusma, musim kemarau turut memengaruhi aktivitas pertanian yang kemudian dapat berdampak terhadap produksi, ketersediaan, hingga harga sejumlah komoditas pangan.

“Kondisi ini terutama menjadi perhatian di wilayah Banua Enam,” ungkapnya.

Meski demikian, Rusma memastikan pasokan komoditas pangan secara umum di Kalimantan Selatan masih terpantau aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Pasokan pangan kita masih aman,” kata Rusma.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan berbagai komoditas pangan di sejumlah wilayah.

Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi komoditas yang produksinya berpotensi terdampak kondisi cuaca dan musim kemarau.

“Kelancaran distribusi pangan juga diperhatikan agar pasokan tetap dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah,” lanjutnya.

Rusma menambahkan, kondisi harga beras dan komoditas pangan lainnya akan terus dipantau sebagai bagian dari langkah pengendalian inflasi.

“Apabila terjadi gangguan pasokan maupun perubahan harga yang signifikan, pemerintah dapat segera mengambil langkah penanganan,” tutupnya. (MRF/RIW/APR)

Pencegahan Stunting Dimulai Dari Keluarga, Diperkuat Pemerintah

Tanah Bumbu – Upaya mencegah stunting di Kalimantan Selatan membutuhkan keterlibatan bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Pencegahan bahkan perlu dilakukan sejak masa kehamilan, sehingga tumbuh kembang anak dapat dipantau sejak awal.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Alpiya Rakhman, saat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 01 Tahun 2021 tentang Kesehatan di Desa Barakat Mufakat, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Jum’at (18/9).

Alpiya mengatakan, persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu program atau satu instansi.

Mengingat keluarga memiliki peran penting karena menjadi lingkungan pertama dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi ibu dan anak, menjaga pola hidup sehat, serta melakukan pemantauan tumbuh kembang secara rutin.

Ia berharap sinergi antara keluarga dan pemerintah terus diperkuat, sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Alpiya Rakhman

“Edukasi kepada calon ibu, ibu hamil, hingga keluarga yang memiliki balita perlu terus diperkuat. Informasi mengenai gizi seimbang, pemberian ASI, makanan pendamping ASI, sanitasi, hingga pemeriksaan kesehatan harus mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Alpiya menilai, pemerintah dituntut menghadirkan intervensi yang lebih terintegrasi. Program pencegahan stunting tidak cukup hanya berorientasi pada penanganan anak yang sudah mengalami masalah pertumbuhan, tetapi harus mengutamakan pencegahan sejak dari hulu.

Pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, desa atau kelurahan, hingga masyarakat.

“Persoalan yang menjadi faktor risiko stunting dapat ditemukan lebih cepat dan ditangani sebelum berdampak terhadap pertumbuhan anak,” jelasnya.

Lebih lanjut Alpiya menambahkan, pendekatan perlu didukung dengan inovasi dalam pelayanan. Posyandu misalnya, tidak hanya menjadi tempat penimbangan balita, tetapi dapat dikembangkan sebagai pusat edukasi keluarga, pemantauan tumbuh kembang, sekaligus ruang koordinasi berbagai program kesehatan di tingkat masyarakat.

Keberhasilan pencegahan stunting pada akhirnya bukan hanya diukur dari berkurangnya angka kasus, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran keluarga dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

“Dengan langkah bersama sejak masa kehamilan, pemenuhan gizi yang baik, pemantauan tumbuh kembang, serta dukungan layanan kesehatan yang mudah dijangkau, generasi yang sehat dan berkualitas dapat dipersiapkan sejak awal kehidupan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Pelindo Siapkan Dermaga dan Area Penempatan Sementara Barang Korban KM Virgo Transport 8

Banjarmasin – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan memberikan dukungan terhadap proses penanganan KM Virgo Transport 8, dengan menyiapkan dermaga bagi kapal yang membawa barang-barang milik korban.

Pelayanan kapal dilakukan dengan tetap memastikan aktivitas dan layanan operasional di Pelabuhan Trisakti berjalan normal serta tidak mengganggu kegiatan kepelabuhanan lainnya.

Selain menyiapkan fasilitas sandar, Pelindo juga menyediakan area penempatan sementara untuk barang-barang milik korban yang tiba di Pelabuhan Trisakti.

Area tersebut disiapkan sebagai bagian dari dukungan fasilitas pelabuhan sebelum penanganan selanjutnya dilakukan oleh instansi terkait sesuai dengan kewenangannya.

General Manager Pelabuhan Trisakti, Ari Sudarono menyampaikan, bahwa dukungan Pelindo difokuskan pada penyediaan sarana dan fasilitas yang dibutuhkan selama proses berlangsung.

“Pelindo menyiapkan dermaga untuk kapal yang membawa barang-barang milik korban serta area penempatan sementara di Pelabuhan Trisakti. Pelayanan tersebut kami lakukan dengan tetap menjaga kelancaran operasional dan pelayanan kepelabuhanan,” ujar Ari.

Dalam pelaksanaannya, Pelindo terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kebutuhan fasilitas di area pelabuhan dapat terpenuhi dengan baik.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari kesiapan Pelindo dalam membantu instansi terkait sesuai dengan kapasitas dan kewenangan perusahaan.

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan akan terus memberikan dukungan fasilitas kepelabuhanan sesuai kebutuhan di lapangan.

Adapun informasi lebih lanjut terkait pendataan, identifikasi, maupun penanganan barang-barang milik korban mengacu pada keterangan resmi dari instansi yang berwenang. (Pelindo-RIW/EYN)

Manfaatkan Gebyar Pajak, ASN Banjar Diminta Jadi Teladan Taat Pajak Kendaraan

Banjar – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Banjar diminta memastikan kewajiban pajak kendaraan telah dipenuhi sebelum mengajak masyarakat melakukan hal yang sama. Kepatuhan tersebut berlaku terhadap kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea mengatakan ASN memiliki posisi strategis sebagai contoh bagi masyarakat dalam membangun kepatuhan membayar pajak.

“Sebelum meminta masyarakat luas agar patuh dan tertib menunaikan pajak, pastikan terlebih dahulu diri, keluarga, dan institusi tempat kita bernaung telah memenuhi kewajiban tersebut. ASN mutlak wajib menjadi panutan tertib pajak,” tegas Yudi, baru-baru tadi.

Menurutnya, kepatuhan membayar pajak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kemandirian fiskal daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).

ASN Pemkab Banjar diminta jadi teladan panutan pajak kendaraan bermotor.(foto : UPPD Martapura)

Salah satu sumber penerimaan yang terus didorong adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Karena itu, peningkatan kesadaran membayar pajak dinilai perlu dimulai dari lingkungan pemerintahan.

Upaya tersebut diperkuat melalui Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor di lingkungan Pemkab Banjar yang melibatkan Pemprov Kalimantan Selatan, Pemkab Banjar, Kepolisian, Samsat Martapura dan Jasa Raharja.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel, Subhan Nor Yaumil turut terlibat dalam pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah provinsi mendorong kepatuhan sekaligus mengoptimalkan penerimaan PKB.

Program ini juga diarahkan untuk mendekatkan pelayanan perpajakan kendaraan kepada wajib pajak dengan proses yang lebih mudah, cepat dan transparan.

Yudi meminta pimpinan perangkat daerah memastikan pesan kepatuhan tersebut diteruskan kepada seluruh jajaran di instansi masing – masing.

“Pajak kita bayar, pembangunan kita rasakan. Taat pajak hari ini untuk Kabupaten Banjar yang lebih maju,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Dorong Pengembangan Peternakan Sapi, Komisi III Dorong Perkuat Ketahanan Pangan Kalsel

Tabalong – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Selatan tidak hanya dilakukan melalui sektor pertanian, tetapi juga perlu didukung dengan pengembangan peternakan.

Salah satunya melalui pengembangan peternakan sapi yang memiliki peran penting memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi peternak lokal.

Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Jahrian, usai kunjungan kerja ke PT Astra Agro Lestari Tbk, Kabupaten Tabalong, baru-baru tadi, mengatakan pengembangan peternakan sapi perlu mendapat perhatian serius, terutama untuk meningkatkan produksi daging dan memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah.

Menurutnya, potensi peternakan di Kalimantan Selatan yang cukup besar, perlu dikelola optimal dengan dukungan pemerintah, baik dari sisi pembinaan, penguatan kapasitas peternak maupun pengembangan populasi sapi.

Sumber humas DPRD Kalsel

“Pengembangan peternakan tidak cukup hanya dengan menambah jumlah sapi, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pengelolaan peternakan,” ucapnya.

Jahrian menyampaikan, pihaknya mendorong pengembangan peternakan melibatkan masyarakat secara lebih luas. Mulai dari ketersediaan pakan, kesehatan hewan, peningkatan kemampuan peternak hingga pemasaran hasil peternakan.

Dengan demikian, sektor peternakan tidak hanya menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga mampu menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

“Kami mendorong sektor peternakan mendapat perhatian dalam kebijakan pembangunan daerah,” jelasnya.

Jahrian menegaskan pemerintah daerah perlu membangun pola pembinaan yang berkelanjutan. Sehingga peternak tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha peternakan mandiri.

Selain itu, sinergi antara pemerintah, peternak, pelaku usaha serta pihak terkait lainnya dinilai penting untuk membangun ekosistem peternakan yang kuat.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produksi daging sapi di Kalimantan Selatan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

“Penguatan produksi pangan asal hewan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru bagi peternak di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Diskominfo Kawal Informasi Penanganan Karhutla Kalsel

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat peran penyebarluasan informasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan seiring penguatan koordinasi lintas sektor yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalsel, menghadapi karhutla di sejumlah wilayah.

Koordinasi kembali dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung Gubernur Kalsel, Muhidin di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (17/9).

Rapat melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, ASN, serta perangkat daerah terkait

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim mengatakan, rapat tersebut membahas penguatan penanganan karhutla secara terpadu, termasuk pengerahan seluruh unsur untuk mendukung upaya di lapangan.

“Rapat secara langsung dipimpin Pak Gubernur secara teknis dan beliau mengarahkan sampai ke TNI. Jadi mulai dari TNI, kepolisian sampai ASN dikerahkan,” ujar Muslim.

Menurutnya, penanganan difokuskan pada sejumlah lokasi yang menjadi prioritas. Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan di wilayah lainnya untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

“Fokus-fokus titik yang prioritas itu diharap menjadi fokus, tetapi tetap di wilayah – wilayah yang lain tetap menjaga,” katanya.

Muslim menjelaskan, Diskominfo Kalsel turut berperan menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai langkah pemerintah dalam menangani karhutla.

Informasi yang disampaikan kepada publik, menurutnya, harus berdasarkan fakta dan kondisi penanganan di lapangan. Hal ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai upaya pemerintah dalam menghadapi karhutla.

“Kita mendukung dengan menyampaikan informasi-informasi kepada masyarakat bagaimana upaya – upaya yang sudah dilakukan. Jadi ini adalah fakta yang memang sebagai informasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyampaian informasi tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kondisi karhutla dan langkah-langkah penanganan yang terus dilakukan hingga situasi dapat dikendalikan.

“Jadi fakta-fakta itu yang kita sampaikan, bagaimana kondisi di lapangan, bagaimana upaya-upaya yang dilakukan pemerintah bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla. Informasi itu yang kita sampaikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui bahwa penanganan terus dilakukan dan semua unsur bergerak sesuai dengan tugasnya masing-masing,” pungkasnya. (BDR/RIW/APR)

Bara Masih Tersimpan di Bawah Gambut, Satgas Karhutla Kalsel Bagi Blok Penanganan

Banjarbaru – Satgas Karhutla Kalimantan Selatan akan memperkuat penanganan kebakaran gambut dengan membagi wilayah kerja ke sejumlah blok. Langkah ini dilakukan setelah pemeriksaan menemukan bara masih tersimpan di bawah permukaan gambut meski api tidak lagi terlihat.

Pembagian tugas tersebut disepakati dalam rapat koordinasi Satgas Karhutla dan Kekeringan di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (17/9).

Rakor pembagian tugas karhutla dan kekeringan dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengatakan, kondisi itu salah satunya ditemukan di kawasan Guntung Damar. Asap masih muncul meski secara kasatmata tidak ditemukan api di permukaan.

“Di daerah Guntung Damar itu masih ada asap. Padahal apinya sudah tidak ada, tapi asap ada. Setelah diuji oleh kepolisian, ternyata api tersebut masih ada. Apinya di bawah, karena kita ini gambut,” ujar Muhidin.

Untuk memastikan bara benar-benar padam, penanganan akan dilakukan bersama dengan membagi kawasan menjadi beberapa blok yang ditangani unsur Polri, TNI, BPBD dan instansi terkait.

“Jadi kita bagi tugas supaya menangani api yang ada di dalam gambut ini benar-benar mati,” katanya.

Penanganan akan menggunakan metode penyuntikan ke lapisan gambut. Tim juga akan menguji penggunaan cairan surfaktan yang sebelumnya telah dicoba dalam skala terbatas.

Menurut Muhidin, pengujian tidak hanya untuk melihat kemampuan cairan tersebut memadamkan bara, tetapi juga mengetahui berapa lama kondisi gambut dapat bertahan setelah penanganan.

“Ini akan kita coba kembali untuk mematikan api yang ada di dalam gambut,” ujarnya.

Meski penanganan diperkuat, Muhidin memastikan status karhutla Kalsel belum ditingkatkan menjadi tanggap darurat dan tetap berada pada Siaga Darurat.

Menurutnya, perkembangan kebakaran di sejumlah wilayah mulai menunjukkan penurunan sehingga peningkatan status harus mempertimbangkan kondisi keseluruhan daerah.

“Status tetap kita Siaga. Kalau Tanggap Darurat berarti statusnya lebih tinggi. Jadi ini harus kita sesuaikan,” jelasnya.

Selain karhutla, pemerintah mulai memberikan perhatian terhadap ketersediaan air selama kemarau. Muhidin berencana meninjau Riam Kanan menyusul laporan penurunan debit air.

Peninjauan diperlukan untuk memastikan kemampuan sumber air tersebut tetap menopang kebutuhan selama kemarau.

“Kita harus memastikan sampai kapan bisa bertahan saluran yang ada di Riam Kanan mengalirkan air. Mudah – mudahan dalam waktu dekat ini ada hujan,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menjelaskan, cairan surfaktan tersebut dikembangkan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel untuk meningkatkan efisiensi pemadaman.

Penggunaannya diarahkan untuk menghemat air, mempercepat waktu penanganan serta mengurangi kebutuhan tenaga ketika menghadapi kebakaran gambut.

“Kami melalui Biddokkes mengembangkan cairan surfaktan. Tujuannya supaya efisiensi pemadaman, baik efisiensi air, waktu, termasuk tenaga,” jelasnya.

Menurut Kapolda, tim gabungan telah berjibaku menangani karhutla selama sekitar dua bulan. Dengan periode kemarau yang masih berlangsung, inovasi penanganan diperlukan untuk membantu mengendalikan api dan asap.

Cairan surfaktan tersebut kini telah dapat diproduksi dalam jumlah lebih banyak dan akan dibagikan kepada instansi yang terlibat dalam operasi karhutla di Kalsel.

“Alhamdulillah hari ini cairan surfaktan tersebut sudah bisa kita perbanyak dan akan kita bagikan kepada semua instansi yang terlibat dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan,” katanya. (SYA/RIW/EPS)

Sambut Harjad ke-500, Banjarmasin Barat Gelar Lomba Masak dan Menghias Tanggui

Banjarmasin – Kecamatan Banjarmasin Barat melaksanakan Lomba Memasak Ikan Nila serta Lomba Kreasi Menghias Tanggui, di Halaman Kantor Kecamatan Banjarmasin Barat, Kamis (17/9).

Ket foto : Camat Banjarmasin Barat Amrullah

Camat Banjarmasin Barat Amrullah mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

“Dalam rangka memperingati Harjad ke-500 Kota Banjarmasin, kami dari Kecamatan Banjarmasin Barat bekerjasama dengan beberapa mitra, melaksanakan lomba kreasi masak ikan Nila dan menghias tanggui,” ungkap Amrullah.

Dengan peserta yang mengikuti dari perwakilan kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Barat.

Dijelaskan Amrullah, dipilihnya masak ikan Nila ini karena mudah didapat, bergizi, serta disukai masyarakat Kota Banjarmasin.

“Kami berharap dengan diadakannya lomba ini lahir menu atau inovasi baru dari pengolahan ikan Nila,” ucap Amrullah.

Kecamatan Banjarmasin Barat bersyukur peserta antusias mengikuti dua lomba.

“Sebenarnya peserta yang ingin mendaftar cukup banyak, namun karena keterbatasan tempat maka peserta kami batasi,” ujarnya.

Begitu juga, lanjut Amrullah, untuk peserta menghias tanggui, pihaknya minta dari 2 perwakilan kelurahan yang ada di Kecamatan Banjarmasin Barat.

“Lomba ini tentunya bertujuan turut serta melestarikan Budaya Banjar melalui kriya dengan lomba menghias tanggui serta kuliner dengan lomba masak ikan Nila,” tutur Amrullah.

Lomba kreasi tanggui ini juga digelar, karena di Kecamatan Banjarmasin Barat terdapat Kampung Pembuat Tanggui, sehingga pelestarian harus terus dilakukan. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Yamin Resmi Tiadakan Perayaan Meriah Hari Jadi ke-500 Banjarmasin

Banjarmasin — Wali Kota, Muhammad Yamin, resmi meniadakan kegiatan perayaan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin yang bersifat hiburan dan kemeriahan.

Keputusan tersebut disampaikan Yamin melalui tayangan video yang diunggah di akun resmi Pemerintah Kota Banjarmasin, Rabu (16/9).

Yamin mengatakan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi yang tengah dihadapi masyarakat, mulai dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan, gangguan kualitas udara dan kesehatan, kekeringan serta persoalan ketersediaan air bersih, hingga musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang masih menyisakan keluarga, yang menunggu kabar orang-orang terdekat mereka.

“Ini bukanlah keputusan yang mudah. Kami sangat memahami ada banyak sekali pihak yang sudah bekerja dalam rangka mempersiapkan diri, bahkan menggantungkan harapan pada rangkaian kegiatan tersebut,” kata Yamin.

Menurut Yamin, kondisi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan, turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat Banjarmasin.

“Kejadian ini diiringi dengan timbulnya penyakit gangguan pernafasan yang sangat mengganggu seluruh aktivitas warga Kota Banjarmasin, mulai dari siswa, pelajar, sampai masyarakat yang bekerja di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kekeringan dan perubahan kadar air asin yang berdampak pada ketersediaan air bersih serta kebutuhan masyarakat dan sejumlah sektor, termasuk pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Selain itu, Yamin mempertimbangkan musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang masih menjadi perhatian karena proses pencarian dan penanganan korban berlangsung.

“Masih ada keluarga yang sampai hari ini menunggu kabar, masih berharap orang yang mereka cintai dapat ditemukan dan kembali pulang,” kata Yamin.

Yamin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan rangkaian Hari Jadi ke-500, termasuk pelaku usaha dan pihak lain yang terdampak keputusan tersebut.

Ia menegaskan peniadaan kegiatan hiburan dan kemeriahan tidak mengurangi arti perjalanan panjang Kota Banjarmasin yang telah mencapai usia 500 tahun.

“Sebuah kota tidak hanya menjadi besar karena sebuah kemeriahan perayaannya, sebuah kota menjadi besar karena hati seluruh masyarakatnya,” ujar Yamin.

Yamin mengajak masyarakat mengarahkan momentum tersebut untuk menunjukkan empati dan kepedulian kepada para korban, keluarga yang ditinggalkan, mereka yang masih dalam pencarian, serta petugas dan relawan yang bekerja di lapangan.

“Kota telah genap berusia 500 tahun. Sejarahnya tidak menjadi lebih kecil hanya karena tidak memilih untuk merayakannya,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya solidaritas menghadapi situasi yang sedang terjadi.

“Ada waktunya merayakan, ada waktunya saling menguatkan.” ucap Yamin. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Exit mobile version