Presiden RI Sholat Jumat di Masjid Agung Al Munawwarah Banjarbaru

BANJARBARU – Presiden RI Joko Widodo melaksanakan sholat jum’at di Masjid Agung Al-Munawwarah Banjarbaru pada Jum’at (17/3). Dengan adanya kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini, terdapat perubahan area parkir, dimana pengendara roda 2 yang dulunya memarkir kendaraan mereka di area parkir Masjid Agung, dipindahkan untuk memarkir kendaraan mereka di area Ruang Terbuka Hijau (RTH) Masjid Agung.

Kedatangan presiden Jokowi ke kota Banjarbaru ini merupakan rangkaian Peresmian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Banjarbakula di Banjarbaru, yg sebelumnya Presiden memberikan bantuan kepada masyarakat, dan meresmikan jalan di Kabupaten Tabalong.

Sehingga Jum’at pada 17 Maret, Jokowi didampingi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, dan Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin, melakukan sholat jumat di masjid terbesar milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru ini. Dan bertindak sebagai Khatib adalah Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Selatan, Muhammad Thambrin.

Usai sholat Jumat, Kakanwil Kemenag Kalsel Muhammad Thambrin menyampaikan, mendekati Bulan Ramadhan, sehingga sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, kita dikategorikan selaku anak yang sholeh dan sholehah diajarkan dalam agama kita harus mendoakan dan ziarah kubur. Hal ini merupakan tradisi masyarakat Kalsel dalam rangka mengingat terhadap orang tua masing-masing dan mendoakan kedua orang tuanya.

Kakanwil Kemenag Kalsel Muhammad Thambrin

“Agar selalu berbakti kepada orang tua , dikarenakan Ridho Tuhan yang Maha Esa tergantung terhadap Ridho orang tua, dan murkanya Tuhan tergantung terhadap murkanya Orang tua, ” ucap Thambrin.

Untuk diketahui, usai melaksanakan sholat jum’at di Masjid Agung Al-Munawwarah Banjarbaru, Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Banjarbakula di Banjarbaru, setelah sebelumnya telah mengikuti Mu’tamar Warga Melayu Banjar dan meresmikan salah satu jalan di Kabupaten Tabalong, dan memberikan bantuan di pasar kabupaten tersebut. (MRF/RDM/RH)

Tekan Paham Radikalisme, Paman Yani Siarkan Nilai Ideologi Pancasila di SMKN 2 Kotabaru

KOTABARU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, tak hentinya menyebarluaskan nilai-nilai dasar Pancasila kepada generasi muda dalam mengimplementasikan berbangsa dan bernegara.

“Tentu saja kehadiran kami disini menanamkan sekaligus memberikan penguatan terhadap nilai Pancasila sebagai landsaran dasar kita dalam bernegara,” ujarnya, kepada awak media, usai menggelar kegiatan Sosialisasi Revilatilasasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila, di SMK Negeri 2 Kotabaru, Jumat (17/3).

Suasana kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila yang diikuti guru dan peserta didik di SMKN 2 Kotabaru

Dari penyelenggaraan tersebut, legislatif yang membidangi ekonomi dan keuangan ini turut bangga atas antusias serta keseriusan dari generasi muda khususnya peserta didik di SMK Negeri 2 Kotabaru dalam menyerap ilmu bernegara.

“Hari ini luar biasa peserta yang hadir dalam menerima materi nilai-nilai Ideologi Pancasila. Kita berharap generasi muda ini adalah calon penerus bangsa dan jangan sampai bergeser,” paparnya.

Disamping itu, ia mengimbau, ditengah konflik peperangan yang saat ini masih terjadi. Ia juga berharap, agar masyarakat khususnya generasi muda dapat menjaga negara ini dengan baik dan tidak terprovokasi dan termakan isu hoax.

“Kita tidak menginginkan adanya ini dan jangan sampai adanya pemaksaan ideologi baru. Hal tersebut tidak kami inginkan, makanya, sosialisasi revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Ideologi Pancasila hadir untuk memberikan penguatan mereka,” jelas legislatif yang akrab dikenal dengan sapaan Paman Yani itu.

Sementara itu, Kasubbid Kelembagaan Partai Politik dan Fasilitasi Pemilu Bakesbangpol Provinsi Kalsel, Harry Widhiyatmoko, berpesan, dalam sosialisasi revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Ideologi Pancasila yang digelar ini, setidaknya generasi muda bisa lebih memahami apa itu kecintaan terhadap negara yang diukur ke dalam materi.

“Ini tentu merupakan modal awal mereka supaya cinta terhadap tanah airnya serta tetap menjunjung empat pilar berbangsa dan bernegara,” ucapnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan, generasi muda tidak mudah terpengaruh dengan radikalisme yang dapat menumbuhkan konflik dan perpecahan.

“Yang jelas tidak bertentangan dengan nilai serta ideologi dari Pancasila karena itu kewajiban dasar kita dalam menjaga NKRI di banua,” tuturnya.

Dilokasi yang sama, Kepala SMK Negeri 2 Kotabaru, Edi Rohaedi, mengucapkan, terima kasih atas kesempatan materi yang diberikan legislatif dari Dapil VI Kotabaru dan Tanbu ini. Ia mengharapkan, peserta didiknya dapat mengimplementasi apa yang telah diserap melalui revitalisasi nilai Pancasila.

“Karena dengan adanya penanaman wawasan untuk tetap mencintai bangsa dan negara ini tentu akan menghindarkan sikap negatif. Sebagai warga negara Indonesia yang baik sudah sepantasnya kita harus tetap menjaga kesatuan serta persatuan,” harapnya. (RHS/RDM/RH)

Peringati Hari Bakti Rimbawan, Pemprov Kalsel Gelar Penanaman Pohon

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Kehutanan, menggelar penanaman bersama di Jaln Golf Landasan Ulin, Kota Banjarbaru pada Kamis (16/3). Penanaman pohon tersebut dalam rangka memperingati hari bakti rimbawan tahun 2023, yang dikomandoi langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, dan dihadiri Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Supian HK, seluruh Kepala SKPD Lingkup Provinsi Kalimantan Selatan, serta para Mahasiswa, Santri, dan Pramuka se- Kalimantan Selatan.

Dalam sambutan tertulis Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar melalui Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menyampaikan, Hari Bakti Rimbawan ke-40 mengambil tema “Hijaukan Bumi, Birukan Langit”, mengandung makna reflektif atau evaluasi atas apa yang telah dilakukan bersama sebagai rimbawan dalam terus memelihara dan menumbuhkan jiwa korsa. Indonesia sebagai pemilik hujan tropis terbesar ketiga di dunia, mempunyai arti sangat penting dalam upaya pengendalian iklim global.

“Perlindungan yang lebih baik dan peningkatan pengelolaan hutan di dunia merupakan salah satu solusi berbasis alam yang paling efektif,” ucapnya.

Ia juga mengajak kepada seluruh rimbawan, baik di Kementerian LHK, pemerintah daerah, bisnis leaders, para aktivis, para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat untuk bahu membahu memberikan kontribusi pemikiran ataupun kegiatan nyata dilapangan dalam menyukseskan upaya pengendalian perubahan iklim secara masif dan terukur.

“Mari terus lakukan konsolidasi rimbawan dari berbagai elemen fungsi di masyarakat dan mengambil langkah aksi nyata pengendalian iklim Indonesia untuk bumi yang lebih baik dan dedikasi semua insan rimbawan untuk alam Indonesia,” lanjut Paman Birin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Fatimatuzzahra menyampaikan, kegiatan penanaman bersama dalam rangka Hari Bakti Rimbawan ke-40 pada area tanah seluas 23 hektare milik ditanam dengan jumlah bibit sebanyak 25.000 batang pohon pulai dan nantinya akan ditambah aneka ragam tanaman dengan jenis lainnya sesuai kondisi lahan secara bertahap dan akan menjadi area kedua untuk lokasi Forest City di Provinsi Kalsel.

“Penanaman Hari Bakti Rimbawan ke-40 juga dipadukan dengan peringatan Hari Desa Asri Nusantara dan dilaksanakan oleh UPT Kementerian LHK dan UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) lingkup Dishut Provinsi Kalsel bersama masyarakat Desa di wilayah kerja/kelolanya masing-masing dan tercatat ada 100 batang bibit tanaman yang disediakan per desa untuk ditanam di wilayahnya masing-masing serta telah terkonfirmasi 709 desa telah menanam sebanyak 72.000 bibit tanaman dengan jenis kayu-kayuan, tanaman serbaguna dan MPTS,” ucap Fathimatuzzahra.

Dilanjutkan Aya (sapaan akrabnya), luas lahan kritis di Provinsi Kalsel pada 2013 tercatat 640.000 hektare dan 2018 tercatat 511.000 hektare serta di 2022 tercatat berdasarkan rilis dari Kementerian LHK luas lahan kritis di Provinsi Kalsel 450.8000 hektare.

“Sehingga terdapat penurunan lahan kritis yang signifikan dari kegiatan yang dilaksanakan melalui Program Revolusi Hijau yang dicanangkan oleh Gubernur Kalsel,” Lanjut Fathimatuzzahra.

Untuk diketahui, pada Penanaman Pohon serentak, juga dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama usaha antara tujuh pemegang Perizinan Berusaha Pengolahan Hasil Hutan (PBPHH) dengan pemegang Perhutanan Sosial atau Hutan Sosial terkait pembangunan sentra kayu Kalsel dan untuk mendukung penyediaan bahan baku industri dan oprasionalisasi perhutanan sosial.

Dilanjutkan penyerahan serah terima hasil kegiatan penanaman Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) 2016 hingga 2022 dari Kementerian LHK kepada Provinsi Kalsel. (MRF/RDM/RH)

Dukcapil Kalsel Minta Masyarakat Banua Dorong Tranformasi KTP Berbasis Digital

BANJARBARU – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kalsel, Zulkifli, meminta masyarakat agar ikut berperan aktif merealisasikan program Kartu Tanda Penduduk (KTP) Digital yang saat ini juga turut didorong Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kepala Dinas Dukcapil Kalsel, Zulkifli, meminta warga untuk turut aktif dan ikut berpartisipasi dalam merealisasikan KTP Digital

“Jadi, silahkan kepada kabupaten/kota untuk sebanyak-banyaknya dalam menyegerakan perubahan dari transformasi ini,” ungkapnya, kepada Abdi Persada FM, belum lama tadi.

Apalagi, tutur dia, target yang diberikan tahun 2023 untuk KTP Digital mencapai 25 persen.

“Sebelum terjun ke masyarakat, terlebih dahulu kita mulai dilingkungan PNS. Selanjutnya kami menghimbau agar masyarakat dapat berperan aktif dan partisipatif melaporkan diri untuk mendapatkan KTP Digital tersebut,” ucapnya.

Kendati demikian, ia menegaskan , terkait penghapusan KTP elektronik (e KTP) sampai saat ini belum ada Undang-Undang (UU) yang mengatur. Artinya, e KTP masih tetap berlaku, meskipun penerapan digital diberlakukan.

“Memang ada yang sempat menyebutkan batas atau tahun tertentu e KTP tidak berlaku lagi, karena belum ada regulasinya. Jadi, jangan salah paham yang mengatakan ada isu-isu penghapusan, itu tidak benar. Perlu diketahui, elekronik dan digital turut berdampingan,” paparnya.

Difasilitasinya secara digital, menurutnya, merupakan program dalam rangka mengentaskan berbagai permasalahan seperti rusak dan hilang.

“Masyarakat yang telah memiliki e KTP tidak masalah karena digital ini sifatnya memback up data yang ada di dalam jejaring internet. Nah, untuk data dipastikan kerahasiannya dijamin aman. Namun, sementara KTP digital lebih difokuskan di perkotaan dulu karena masih mudah diakses,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

80 Pengiat Sumpitan Ramaikan Portada Kalsel

BANJARMASIN – Induk Olahraga atau Indorga Sumpitan diikuti 80 pengiat dari perwakilan kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua Pengurus Provinsi Indorga Sumpitan Kalsel Mursyidi Ansyari mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang telah menggelar, Pekan Olahraga Tradisional Daerah atau Portada, dan menjadi Sumpitan salah satu Indorga yang dipertandingkan.

Ketua Indorga Sumpitan Kalsel Mursyidi

“Kami sangat bersyukur atas digelarnya Pekan Olahraga Tradisional Daerah (Indorga) oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Kamis (16/3).

Untuk daerah yang mengikuti Portada Indorga Sumpitan sebanyak 10 daerah, diantaranya, Kota Banjarmasin, Kabupaten Batola, Balangan, Tanjung, Kotabaru, Tanah Bumbu, Tapin, Kandangan, serta lainnya.

“Pada Indorga Sumpitan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyediakan trophy juara, serta uang pembinaan kepada pemenang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Mursyidi mengaku, jika saat ini olahraga tradisional Sumpitan digemari oleh masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Hal tersebut terbukti dengan banyaknya bermunculan pengiat Sumpitan di daerah daerah, yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan,” tuturnya.

Menurut Mursyidi, peningkatan Indorga Sumpitan ini terdapat di kawasan Banua Enam khusus di Kabupaten Balangan, Kandangan, Kota Banjarmasin, serta Batola.

“Daerah daerah tersebutlah yang gencar melakukan pelestarian Olahraga Sumpitan tersebut,” ucap Mursyidi. (SRI/RDM/RH)

Jelang Ramadan, Komisi II DPRD Kalsel Pastikan Ketersediaan Stok Bahan Pokok

BANJARMASIN – Keresahan masyarakat akan kelangkaan dan kenaikan harga sejumlah bahan pokok menjadi perhatian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, terkhusus Komisi II yang membidangi ekonomi dan keuangan.

Salah satunya dibuktikan oleh Komisi II DPRD Provinsi Kalsel dengan mengundang sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mitra kerjanya untuk mengikuti rapat kerja, antara lain, Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalsel dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, pada Rabu (15/3).

Suasana Kegiatan Rapat Komisi II DPRD Kalsel dengan Mitra Kerja

Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Imam Suprastowo, selaku pimpinan rapat, mengatakan kegiatan ini untuk mempertanyakan perkembangan harga dan stok sejumlah bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat Kalsel secara khusus.

“Menjelang Ramadan, kita menanyakan stok pangan. Tidak hanya itu, pada hari raya Idul Fitri-pun juga masyarakat kita membutuhkan banyak kebutuhan bahan pokok. Inilah yang betul-betul menjadi konsentrasi kita, yaitu ketersediaan pangan,” katanya.

Tidak menutup kemungkinan, lanjut Imam, melihat tahun-tahun sebelumnya akan akan ada kenaikan harga sejumlah bahan pokok menjelang hari-hari besar, termasuk juga Ramadan dan hari raya Idul Fitri ini.

Hal tersebut menurut Imam sulit untuk dihindari, mengingat kebutuhan masyarakat yang besar, terkadang tidak sebanding dengan stok yang tersedia, terutama untuk saat ini ia mengakui bahwa stok beras termasuk yang mengkhawatirkan.

“Terutama perihal beras, sangat minim. Karena, beberapa daerah hasil panennya juga belum optimas. Sampai dengan bulan Februari 2023 kemarin data-datanya masih minim sekali untuk hasil panennya,” ungkapnya.

Selain beras, menurut Imam, stok yang mengkhawatirkan dan berpotensi kelangkaan yakni ayam dan telur. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi, yakni perubahan harga khusus yang disebabkan oleh mekanisme pasar. Sehingga, harus ada perencanaan secara khusus. Imam berharap adanya ketersediaan sehingga tidak ada kelangkaan dan kekurangan pasokan.

“Mengenai harga, sepanjang stok ada, saya kira masih aman. Kalau tidak ada stok, sama saja masyarakat kita tidak bisa berbuat apa-apa,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Sekwapres RI Apresiasi Penyelenggaraan Workshop Penyusunan Pidato Pimpinan

BANJARBARU – Tim Pidato Sekretariat Wakil Presiden RI menyambut baik atas terselenggaranya pelaksanaan workshop penyusunan naskah sambutan/pidato yang digelar Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kalsel.

Peserta yang terdiri dari seluruh SKPD dilingkup Pemprov Kalsel

Kegiatan yang digelar di aula kantor Bappeda Kalsel, Rabu (15/3) tercatat diikuti ratusan peserta dari seluruh SKPD Pemerintah Provinsi.

Penyerahan cenderamata dari Stafsus Gubernur Kalsel Rizal Akbar kepada Notulis Wapres RI M Zulkarnain didampingi Kabiro Adpim Berkatullah

Notulis Wapres RI, Muchammad Zulkarnain, mengungkapkan, untuk bisa meningkatkan nilai isi di dalam naskah pidato. Tentu, yang perlu menjadi perhatian serius adalah akurasi data.

“Tetapi perlu juga up to date alias tidak bisa, ini juga sangat penting dalam penyusunan pembuatan naskah sambutan pimpinan,” ungkap penulis senior naskah pidato Wapres RI periode 2014 – 2016.

Zulkarnain yang juga menjabat Asisten Deputi Industri, Perdagangan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut mengingatkan, dalam mengembangkan pidato pimpinan agar bisa lebih baik lagi perlu diasah supaya ketajaman penyusunannya dapat dipamahami.

“Saya kira ini adalah kegiatan yang sangat bagus. Tentu, harus terus kembangkan dan ditingkatkan karena teori dalam pemberian materi saja tidak cukup tanpa melakukan praktik. Terus itu, kemampuan untuk mengasah ketajaman susunan naskah sambutan/pidato juga perlu ditingkatkan,” tuturnya.

Sementara itu, Staf Khusus Gubernur Kalsel, Rizal Akbar, turut pula memberikan dukungan dan dorongan kepada para peserta untuk bisa meningkatkan kapasitasnya dalam rangka penyusunan naskah sambutan/pidato.

“Harapan kita tadi, tentu kaidah-kaidah penulisan dan penyusunan juga menjadi perhatian. Sehingga, tahapannya bisa tertata dan bagus. Kalau keinginan gubernur jelas tadi up to date, clear and clean. Jangan sampai nanti data main ambil saja yang ujungnya membuat salah dan berbahaya,” ungkap dia.

Disamping itu, dirinya juga mengharapkan lagi dengan adanya rangkaian yang digelar Adpim tentu dapat menumbuhkan generasi baru dalam keahlian menyusun naskah sambutan/pidato.

“Yang tentunya dapat melahirkan kader-kader baru lagi agar keberlangsungan ahli dalam menata sambutan untuk pimpinan bisa berjalan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, usai membuka workshop pelatihan penyusunan naskah/pidato pimpinan, Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kalsel, Berkatullah, membeberkan, sebagai tindaklanjut agar dapat lebih mempertajam penyusunan naskah pidato pimpinan. Salah satu langkah nyatanya adalah menggelar kegiatan serupa namun dilakukan secara berkelanjutan.

“Kita akan lanjutkan pengembangan berikutnya Focus Group Discussion (FGD) atau workshop yang skala lingkupnya lebih besar lagi,” bebernya.

Tekait akurasi data dalam menyusun sambutan pimpinan, dirinya membeberkan, harus berasal dari dinas terkait yang menggelar kegiatan. Agar dalam penyusunan pidato bisa menyesuaikan.

“Sumber data itu memang ada pada SKPD. Jadi, kita tidak hanya menerima surat permohonan sambutannya saja, tetapi, bagaimana makna dan isi dari kegiatan tersebut. Tentu sambutan yang disampaikan bisa menjadi rujukan berbagai media makanya perlu disusun dengan baik,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Dispar Kalsel Gelar Pemilihan Putra Putri Pariwisata

BANJARMASIN – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan, di ruang kerjanya, pada Rabu (15/3) menjelaskan, saat ini pihaknya telah melaksanakan tahapan pemilihan Putra – Putri Pariwisata Kalimantan Selatan. Selama dua hari sudah digelar karantina terbuka pada tanggal 13 – 14 Maret.

Ada sebanyak 40 orang peserta mewakili Kabupaten dan Kota, dan pada Kamis hingga Sabtu akan dilanjutkan karantina tertutup, mereka akan diberikan berbagai materi diantaranya tentang Geopark Meratus.

“Pemilihan Putra – Putri Pariwisata Kalsel, akan kami gelar pada Sabtu Malam tanggal 18 Maret 2023 ini, di salah satu Hotel Banjarmasin,” katanya

Syarifuddin mengatakan, dengan adanya pemilihan Putra – Putri Pariwisata Kalimantan Selatan, dimaksudkan sebagai upaya untuk semakin meningkatkan promosi wisata di Banua. Terutama kemajuan destinasi wisata di tiga belas kabupaten dan kota, dan salah satunya tentang Geopark Meratus.

“Kita ingin Putra Putri Pariwisata Kalsel, dapat memahami dan menjelaskan keindahan Geopark Meratus,” pintanya.

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, setelah nanti terpilih pasangan Putra Putri Pariwisata Kalsel tahun 2023, para pemenang akan dipersiapkan mengikuti ajang lomba ke tingkat nasional. Sehingga, dengan waktu yang panjang dapat mempersiapkan secara maksimal dalam kompetisi tersebut.

“Kami sangat bangga Putri Pariwisata Kalsel, telah menorehkan Prestasi pada pemilihan Putri Pariwisata Indonesia tahun 2022 lalu, yaitu berhasil meraih gelar Putri Pariwisata Intelegensia,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Paman Birin Kukuhkan dan Lantik 808 Pejabat Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mengukuhkan dan melantik Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel pada Rabu (15/3).

Sebanyak 40 Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II), 206 Pejabat Administrator (Eselon III) serta 562 Pejabat Pengawas (Eselon IV), dengan total 808 yang hadir saat itu.

Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini menyampaikan bahwa melalui kegiatan pengukuhan dan pelantikan kali ini, diharapkan ada perbaikan di dalam organisasi, menuju kemajuan. Setiap pelaksanaan pelantikan diharapkan dapat memberikan kemajuan, demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.

“Lain kepala lain pemikiran, untuk menyatukan pemikiran yg berbeda, diperlukan sinergi dan kolaborasi, dengan satu tujuan, yaitu kemajuan bersama,” ungkap Paman Birin.

Paman Birin menambahkan, dirinya juga mengingatkan pentingnya sinergi dan kolaborasi untuk menyatukan pemikiran-pemikiran yang berbeda. Baik antar individu maupun antar SKPD.

“Pemerintah daerah baik itu pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten kota di Kalsel, seyogyanya memiliki tujuan yang sama, yaitu rakyat sejahtera,” lanjutnya.

Dirinya juga mengingatkan agar para pejabat yang dikukuhkan dan dilantik memiliki hidup yang seimbang dunia dan akhirat. Karena menurutnya, jabatan hanyalah titipan, dan merupakan amanah yang dipercayakan, yang harus dijaga.

“Jabatan hanya sekedar titipan. Jabatan adalah amanah yang dipercayakan. Agar selalu ingat bahwa surga adalah tujuan abadi. Kita sama-sama menjalankan amanah sebaik-baiknya dengan selalu berharap agar mendapatkan ridho Allah SWT,” ucapnya. (MRF/RDM/RH)

RSUD Ansari Saleh Siap Tangani Pasien Gagal Ginjal

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Moch Ansari Saleh Banjarmasin terus berupaya melakukan upaya persiapan penanganan bagi pasien dengan gangguan gagal ginjal.

Direktur RSUD dr H Moch Ansari Saleh Banjarmasin, Among Wibowo mengatakan selama ini penanganan pasien dengan gangguan gagal ginjal dapat ditangani dengan baik.

“Alhamdulillah, selama ini penanganan pasien gagal ginjal ditangani dengan baik oleh tenaga kesehatan di RSUD Moch Ansari Saleh, yaitu dokter penyakit dalam dan dokter penyakit anak, serta berkolaborasi dengan dokter-dokter terkait seperti dokter spesialis urulogi dan tindakan-tindakan lainnya,” katanya kepada wartawan, Senin (13/3).

Namun, lanjut Among, untuk sementara, penanganan khusus seperti hemodialisa atau cuci darah dilaksanakan dengan rujukan ke RSUD Ulin Banjarmasin. Lantaran, saat ini di RSUD Ansari Saleh masih dalam proses penyiapan kegiatan tersebut.

Among menjelaskan penyebab penyakit gagal ginjal akut itu ada tiga faktor, diantaranya faktor prerenal, renal dan post renal.

“Faktor prerenal itu faktor yang menyebabkan perburukan fungsi ginjal sebelum organ ginjal, contohnya penyakit jantung, luka bakar, dan reaksi alergi hebat”, jelasnya.

Sedangkan faktor renal itu, lanjut Among, gagal ginjal terjadi akibat kerusakan pada ginjal, contohnya kondisi infeksi berat (sepsis), scleroderma, dan keganasan myeloma multiple.

“Untuk faktor post renal itu suatu keadaan dimana ginjal dapat membentuk urin dengan cukup baik, tapi alirannya dalam saluran kemih terhambat, contohnya seperti batu ginjal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Among menerangkan, menurut Kementerian Kesehatan, gejala awal gagal ginjal akut yang perlu diwaspadai adalah gangguan pencernaan seperti diare, mual dan muntah, serta batuk dan pilek. Gejala bisa datang tiba-tiba, selama berjam-jam atau berhari-hari dari 3-5 hari.

“Gejala gagal ginjal pada anak dan dewasa yang dialami seperti nyeri punggung bawah, cepat lelah, perubahan suhu tubuh yang tidak stabil, sesak napas, kulit pucat, kasar dan gatal, pembengkakan pada tangan, kaki dan wajah, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi dan lainnya, ” katanya.

Ditambahkan Among, untuk meminimalkan kerusakan pada ginjal harus dilakukan diagnosis gagal ginjal akut sejak dini, seperti pemeriksaan laboratorium darah dan urin, tes pencitraan dan biopsi ginjal.

“Sehingga penanganannya tergantung dari penyebab gangguan ginjal dan pengobatan gagal ginjal akut umumnya memerlukan perawatan rumah sakit atau rawat inap,” terangnya.

Among pun mengimbau, dalam pencegahan gagal ginjal akut agar segera mungkin berkonsultasi ke dokter di rumah sakit atau ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version