Bunda Literasi Batola Dikukuhkan, Kegemaran Membaca Diharapkan Makin Meningkat

BATOLA – Kehadiran Bunda Literasi Barito Kuala (Batola) diharapkan dapat semakin meningkatkan minat baca di daerah tersebut. Mengingat Indeks Pembangunan Literasi (IPL) di Kabupaten Batola masih terkategori rendah dibanding daerah lain di Provinsi Kalimantan Selatan.

Suasana Pengukuhan Bunda Literasi Batola

Harapan itu disampaikan Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani, kepada wartawan, melalui siaran persnya, Rabu (1/3).

“Indeks pembangunan literasi di Batola ini masih rendah dibanding daerah lain di Kalsel, yakni nomor 2 terbawah. Dengan hadirnya Bunda Literasi ini harapannya menjadi semangat baru untuk meningkatkan minat baca,” katanya.

Apalagi, lanjut Nurliani, didukung adanya gedung layanan perpustakaan Kabupaten Batola yang megah dan baru, dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2022 diharapkan dapat menjadi sarana penunjang peningkatan pembangunan literasi.

“Tentu harus lebih aktif dan masif lagi untuk meningkatkan literasi dan kegemaran membaca masyarakat disini,” jelasnya.

Ditambahkan Nurliani, pengukuhan Bunda Literasi Batola ini menyusul Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Kota Banjarbaru dan Tanah Laut, yang telah lebih dahulu dikukuhkan.

“Semoga semua Kabupaten/Kota di Kalsel segera punya Bunda Literasi. Hal ini sangat penting perannya untuk mendongkrak minat baca di Banua,” harapnya.

Sementara itu, Bunda Literasi Batola, Suharyanti Mujiyat menyatakan siap untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya untuk bersama-sama membumikan kegemaran membaca di bumi “Ije Jela”.

“Kita akan bergerak ke berbagai sekolah dan pelosok, untuk mensosialisasikan kegemaran membaca, dibantu pengurus PKK Kecamatan dan unsur lainnya,” tegasnya.

Untuk diketahui, pengukuhan Bunda Literasi Batola Suharyanti Mujiyat dilaksanakan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Batola, Senin (27/2). Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya, penjabat Bupati Batola Mujiyat, Kepala Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan Nurliani Dardie, Kepala Dispersip Kabupaten Batola beserta jajarannya. (DISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)

Dispar Kalsel Gelar Rakornis

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pariwisata Kalsel, menggelar Rapat Koordinasi Teknis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif se-Kalsel, bertempat di salah satu Hotel Banjarmasin.

Suasana Rakornis Dinas Pariwisata Kalsel

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, kepada sejumlah wartawan, kegiatan Rakornis ini, dengan mengangkat tema “Transformasi Wisata dan Ekonomi Kreatif Berbasis Pengembangan Geopark dan Kearifan Lokal, Dalam Rangka Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Selatan. Hal itu dimaksudkan untuk membangun komunikasi dan koordinasi dalam upaya menselaraskan dan sinergitas program kegiatan percepatan pembangunan Kepariwisataan serta
Ekonomi Kreatif di Kalsel.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, bersama Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel, Husnul Khatimah

“Kami ingin terbangun kesamaan persepsi dan pemahaman dari seluruh pelaku usaha pariwisata dalam mendukung kemajuan wilayah dan Ekraf,” katanya, Rabu (1/3).

Disampaikan Syarifuddin, Rapat Koordinasi Teknis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif se-Kalsel ini, digelar selama tiga hari, dimulai 1 – 3 Maret 2023, di salah satu hotel di Banjarmasin. Menghadirkan Narasumber, Ketua Badan Pengelola Geopark Meratus Ariadi Noor,Kepala Sub direktorat Mineral Pertambangan dan Panas Bumi Bappenas, Togu Pardede, Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Rispiaga, Subkoordinator Pengembangan Destinasi II Area Kementerian Pariwisata dan Ekraf, Antariksa, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kalsel, Bimo Epyanto, dan Kabid Pelayanan Umum Kanwil Kemenkumham Kalsel, Riswandi.

“Rakornis ini diikuti sekitar 100 orang peserta, terdiri Dinas Pariwisata, Bakueda, Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Kehutanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Koperasi dan UKM, dan Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Energi Sumber Daya Mineral, Biro Ekonomi Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Pelaku Ekonomi Kreatif, serta Mitra Kerja Bidang Pariwisata Kalsel,” jelasnya

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel, Husnul Khatimah, mengatakan, sektor Pariwisata sangat berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi, menciptakan peluang kerja dan promosi pertukaran Budaya. Mengingat Kalsel memiliki kekayaan alam yang luar biasa indah seperti hutan hujan tropis, sungai, pantai dan gunung.

“Hasil Rakornis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif se-Kalsel nantinya, dapat semakin mengembangkan jaringan destinasi wisata, melalui Pemda yang turut memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan budaya, dengan cara mengelola Sumber Daya Alam, dan mempromosikan produk lokal serta mempertahankan kearifan lokal,” tutupnya.

Dalam Rakornis, dimeriahkan puluhan Pelaku Ekonomi Kreatif, yang menjual berbagai produk khas Kalimantan Selatan, seperti kain sasirangan, tas purun kreasi, produk makanan olahan diantaranya, keripik pisang, kacang hijau goreng, dan abon haruan.

Untuk diketahui, Rakornis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif se-Kalsel, dibuka secara resmi, Gubernur Kalimantan Selatan diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel, Husnul Khatimah, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, Ketua Badan Pengelola Geopark Meratus Ariadi Noor, dihadiri Perwakilan Kepala Daerah ditiga belas Kabupaten dan Kota, serta Unsur Forkopimda Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Jelang Pemilu 2024, Masyarakat Diharapkan Bisa Deteksi dan Cegah Dini Terjadinya Konflik Sosial

BANJAR – Masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan bisa melakukan deteksi dan mencegah sejak dini terjadinya konflik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 mendatang.

Harapan itu disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banjar, Safrin Noor kepada wartawan, usai menjadi narasumber dalam sosialisasi revitalisasi dan aktualisasi Nilai-nilai Pancasila, yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel Isra Ismail, pada Senin (27/2).

Kepala Badan Kesbangpol Kalsel, Safrin mengapresiasi diadakannya sosialisasi revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila karena kegiatan ini sejalan dengan misi Kesbangpol, terutama menjelang Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024 mendatang.

“Sehingga dalam sosialisasi ini, saya juga menyampaikan pesan-pesan terkait deteksi dan pencegahan dini agar penyelenggaraan Pemilu nanti berjalan lancar,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan sosialisasi ini juga merupakan bagian dari pendidikan politik di tengah masyarakat.

Sementara, Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail mengungkapkan dalam sosialisasi ini ia mengundang sejumlah Kepala Desa dan perwakilan warganya untuk mengikuti kegiatan yang bertempat di salah satu rumah makan di kawasan Kecamatan Sungai Tabuk.

“Desa-desa yang diundang tersebut yaitu Desa Sungai Pinang Baru, Desa Abumbun Jaya, Desa Lok Buntar, Desa Gudang Tengah, Desa Sungai Bangkal, Desa Sungai Pinang Lama, Desa Sungai Tabuk Keramat dan Desa Pembantanan,” jelasnya.

Suasana Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila oleh Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail

Isra mengharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta dapat menyebarluaskan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan kepada warga di desanya masing-masing.

“Sehingga nilai-nilai Pancasila itu bisa tumbuh dan berkembang serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sila pertama sampai ke lima,” jelasnya.

Sedangkan, Pembakal Desa Sungai Pinang Baru, Suni menilai kegiatan sosialisasi ini sangat untuk menguatkan kembali pemahaman Pancasila sebagai falsafah negara dan pandangan hidup bangsa.

“Alhamdulillah Pak Isra membekali kami dengan sosialisasi ini jadi kami bisa sampaikan kembali kepada warga kami,” tuturnya. (NRH/RDM/RH)

Masyarakat Diajak Buktikan Secara Nyata Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari

BANJARBARU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Haryanto melaksanakan kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila.

Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan diantaranya ibu-ibu Tim Penggerak PKK, anggota Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang ada di Kecamatan Liang Anggang itu bertempat di aula kantor Kecamatan Liang Anggang, Senin (27/2).

Camat Liang Anggang Kota Banjarbaru, Taufik Purwanto mengharapkan dengan kegiatan ini, masyarakat di lingkungannya bisa lebih semarak dan kuat dalam kebersamaannya dan kegotongroyongannya.

“Dan meyakini bahwa Pancasila itu harus tetap utamakan sebagai falsafah hidup dalam keseharian,” katanya kepada wartawan.

Meskipun konflik berkaitan dengan SARA sangat kurang di daerahnya, namun menurut Taufik, pihaknya tetap mengingatkan kepada masyarakat bahwa Pancasila merupakan dasar negara Indonesia. Sehingga ke depannya, lanjutnya, pemahaman terhadap Pancasila ini harus terus ditingkatkan dan dibuktikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Misalnya ketika peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus dengan memasang bendera. Selain itu juga, menghormati perbedaan agama. Itu harus tetap diingatkan bahwa ada beberapa agama yang diakui di negara kita,” jelasnya.

Sementara, salah seorang peserta sosialisasi, Ketua LPM Kelurahan Landasan Ulin Utara, Deky Yuniarto menyambut baik kegiatan sosialisasi ini untuk mengingatkan kembali atas pentingnya pemahaman terhadap Pancasila.

“Sehingga diharapkan dapat semakin menumbuhkan kecintaan semangat dan nasionalisme masyarakat kepada bangsa dan negara Indonesia,” terangnya.

Ditambahkan Deky, pihaknya terus berupaya untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara demokrasi menjalankan amanah dari Undang-undang yaitu sering melakukan rapat koordinasi atau yang sifatnya mencari keputusan secara musyawarah dan mufakat. (NRH/RDM/RH)

Dorong Kemandirian Pesantren, BI Kalsel Gelar Musyawarah HEBITREN

BANJARMASIN – Pengembangan kemandirian ekonomi pesantren berperan penting dalam membangun basis ekonomi yang kuat. Pesan itu mengemuka dari Musyawarah HEBITREN (Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren) yang digelar Bank Indonesia Kalsel pada Selasa (28/2) di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin.

Suasana Musyawarah HEBITREN

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Kalsel Wahyu Pratomo menyatakan, pengembangan kemandirian ekonomi pesantren menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia dalam mewujudkan pertumbuhan yang inklusif.

Kepala Perwakilan BI Kalsel

“BI telah menyertakan peran pesantren dalam salah satu pilar cetak biru pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yaitu penguatan ekonomi syariah melalui program peningkatan kelembagaan yang salah satunya melalui kemandirian ekonomi pesantren,” tutur Wahyu.

Oleh karena itu, BI secara konsisten dan inovatif terus bersinergi dengan pemangku kepentingan ekonomi dan syariah di Kalsel, antara lain Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Pondok Pesantren, dan Perbankan Syariah, guna membangun rantai nilai halal (halal value chain) melalui pengembangan industri halal di sisi input, produksi, proses produksi, dan pemasaran.

Wakil Ketua Umum HEBITREN Kalsel K.H. M. Abdul Hamid yang hadir pada musyawarah, menyampaikan apresiasi kepada BI atas upaya memajukan kemandirian ekonomi bisnis pesantren. Ia pun berharap basis ekonomi pesantren semakin kuat di masa depan.

“Hari ini, musyawarah kerja HEBITREN tahun 2023 telah terlaksana. Ke depan, kami yakin sinergi antara BI bersama Kemenag, BAZNAS, BWI dan Perbankan Syariah akan menguatkan basis ekosistem bisnis pesantren,” kata Abdul.

Musyawarah HEBITREN Kalsel 2023 turut menghadirkan narasumber ahli, yakni Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kalsel M. Fadhly Mansoer, Kepala Bidang Pendayagunaan Zakat BAZNAS Kalsel Rizqy Khairunnisa, dan Manajer Bank Syariah Indonesia Cabang Banjarmasin Yudhi Irawan.

Kebijakan pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah (eksyar) BI merupakan bagian dari bauran kebijakan BI, dan termasuk sebagai bentuk respons kebijakan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. (BI.KALSEL-RIW/RDM/RH)

Kumpulkan Ribuan PSKS Dalam Jambore Akbar, Pemprov Akan Kembali Raih Sertifikat MURI

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan kembali mendapat sertifikat dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan peserta Jambore Akbar Relawan Sosial Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) terbanyak se Indonesia.

Jambore yang akan digelar di Alam Roh 20 Kiram, Kabupaten Banjar, mulai 3 hingga 5 Maret 2023 ini, bakal diikuti sebanyak 3.000 peserta.

Saat konfrensi pers di lokasi kegiatan, Selasa (28/2), Plt Kepala Dinsos Kalsel, Muhammadun, menyampaikan, Jambore Akbar bertujuan untuk membangkitkan semangat PSKS yang didalamnya ada Tagana, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pelopor Kedaiaman, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna serta penyuluh sosial.

“Karena merekalah yang akan langsung berhadapan dengan permasalahan sosial yang ada di masyarakat,” ucapnya.

Berbagai macam kegiatan akan dilaksanakan dalam Jambore Akbar ini, diantaranya penanaman 1.500 bibit pohon, aksi donor darah sukarela hingga lomba permainan tradisional.

“Pesertanya nanti ada dari PSKS, lalu ada pensiunan Dinsos, tokoh masyarakat, penyuluh sosial serta Kepala Panti se Kalsel,” bebernya.

Tak hanya itu, Madun mengaku peserta Jambore juga ada yang berasal dari luar daerah seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Jawa Barat.

“Mungkin nanti akan ada provinsi lain lagi yang ingin melihat momen Jambore Akbar ini,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kalsel, Achmadi mengatakan, kegiatan ini akan tercatat MURI, karena belum pernah ada kegiatan serupa dengan diikuti ribuan PSKS.

“Dengan Jambore Akbar nanti, maka sudah ada 3 (tiga) sertifikat MURI yang diraih Dinsos Kalsel sejak kepemimpinan Gubernur Sahbirin Noor,” bebernya.

Dalam kegiatan nanti, Achmadi menuturkan, Gubernur akrab disapa Paman Birin itu, juga akan dinobatkan sebagai Pembina Utama PSKS Kalsel.

“Kita semua berharap cuacanya tidak hujan dan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar,” harapnya.

Untuk diketahui, Jambore Akbar yang akan diselenggarakan selama tiga hari itu akan dihadiri pula oleh PBB Perwakilan Indonesia seperti UNICEF dan UNESCO.

Kegiatan juga akan dirangkai dengan lokakarya dari Dinsos seluruh Indonesia yang akan dipusatkan pada hari kedua di Mahligai Pancasila, Banjarmasin. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Rakor Anggaran Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menggelar rapat koordinasi sharing anggaran Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (28/2).

Kegiatan ini bertujuan untuk memunculkan kesepakatan antar Pemerintah, KPU, serta Bawaslu di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk mendorong penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada tepat waktu dan tepat anggaran.

Menurut Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar, kunci kesuksesan tersebut salah satunya yakni dengan penyediaan alokasi anggaran secara efisien tanpa mengurangi profesionalitas kerja.

Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar, saat memimpin rakor sharing anggaran Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024 di Gedung Idham Chalid Banjarbaru

“Artinya menyediakan kegiatan pendanaan bersama antara provinsi dan kabupaten/kota yang dibebankan pada APBD masing-masing secara proporsional dan sesuai beban kerja,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, khususnya terkait anggaran secara teknis, lanjut Roy, pelaksanaan kegiatan berpedoman terhadap Surat Edaran Mendagri Nomor 900.1.9.1/435/SJ tentang Pendanaan Kegiatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2024.

“Dalam surat edaran ini secara jelas sudah menerangkan sebagaimana skema penyediaan anggaran untuk pelaksaan pilkada serentak tahun 2024 yang diterapkan melalui Perda,” bebernya.

Adapun alokasi anggaran kegiatan yang dibebankan untuk pesta politik itu yakni sebesar 40 persen pada APBD tahun anggaran 2023 dana APBD tahun 2024 sebesar 60 persen dari besaran total dana hibah yang telah disepakati bersama.

Suasana rakor sharing anggaran Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024 di Gedung Idham Chalid Banjarbaru

Bagi Pemda yang belum menganggarkan atau masih belum melakukan pendanaan kegiatan tersebut, Roy meminta, agar segera menyusun penganggaran melalui perubahan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD.

“Dan diberitahukan kepada pimpinan DPRD,” pintanya.

Roy menuturkan, Pemda juga harus memperhatikan tahapan pengelolaan dana kegiatan yang secara garis besar meliputi penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban.

“Selanjutnya para penyelenggara untuk segera mengajukan usulan kebutuhan anggaran kegiatan Pemilu dan Pilkada serentak,” tuturnya.

Selain itu, untuk memastikan dan sebagai komitmen mensukeskan Pemilu dan Pilkada serentak, dukungan lainnya seprti SDM, pendidikan politik, data kependudukan dan perkembangan politik daerah, menurut Roy, juga harus diperkuat.

Sementara itu Kepala Bidang Politik Badan Kesbangpol Kalsel, Ida Saptika Dewi mengatakan kegiatan ini memang harus dilaksanakan terkait pendanaan hibah Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024, guna menyepekati antara provinsi dan kabupaten/kota.

“Nantinya tidak adalagi anggaran yang tercecer berdasarkan kesepakatan itu,” ujarnya.

Porsi anggarannya sendiri, lanjut Ida, saat ini masih belum ditetapkan. Melalui rakor ini, hasil kesepakatan kemudian akan diajukan dan diverifikasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kalsel.

“Sama halnya dengan kabupaten/kota, jadi final anggaran belum ada. Kita diharapkan efisiensi,” ungkapnya. (SYA/RDM/RH)

Paman Birin Minta Disbunnak Kalsel Waspadai Virus Flu Burung Clade 2,3,4,4B

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor meminta jajaran Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak), meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya virus flu burung clade 2.3.4.4. yang sedang mewabah di dunia. Kewaspadaan ini juga sebagai tindaklanjut Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan Nomor 16183/PK.320/F/01/2023 tanggal 16 Januari 2023, terkait peningkatan kewaspadaan HPAI (Highly Pathogenic Avian Influenza) sub tipe H5N1 clade 2.3.4.4.

Permintaan Paman Birin (sapaan khas Gubernur) ini langsung ditindaklanjuti Disbunnak bersama dinas yang menjalankan fungsi peternakan dan kesehatan hewan di masing-masing wilayah dan instansi terkait. Dalam hal ini Balai Veteriner Banjarbaru dan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, dengan bergerak cepat melalukan koordinasi sebagai upaya kewaspadaan terhadap munculnya HPAI di peternakan unggas di Kalimantan Selatan.

Koordinasi juga dilakukan dengan jajaran Dinas Kesehatan, mengingat virus HPAI sub tipe H5N1 clade 2.3.4.4. memiliki risiko infeksi rendah pada manusia namun virus ini juga memiliki kecenderungan menjadi infeksi zoonosis.

“Upaya pencegahan terhadap munculnya HPAI yang telah dilakukan diantaranya meningkatkan biosekuriti, pembagian desinfektan pada sentra peternakan unggas, pembinaan, sosialisasi dan komunikasi, informasi edukasi (KIE) ke masyarakat mengenai HPAI, pengambilan sampel untuk uji laboratorium di Balai Veteriner Banjarbaru serta monitoring pasar unggas yang berada di Kalimantan Selatan. Pemantauan lalu lintas unggas antar provinsi dan kabupaten/kota juga ditingkatkan mengingat cukup tingginya lalu lintas ternak unggas”, ujar Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, Suparmi, dalam rilisnya yang diterima Abdi Persada pada Selasa (28/2).

Otoritas Veteriner dan Dokter Hewan Berwenang di masing-masing wilayah, juga terus memastikan setiap unggas yang dilalulintaskan merupakan unggas sehat dan tidak terkena HPAI.
(RIW-DISBUNNAKKALSEL/RDM/RH)

2022, Angka Pernikahan Dini di Kalsel Turun

BANJARBARU – Kasus pernikahan usia dini dibawah umur 19 tahun di Kalimantan Selatan mengalami penurunan signifikan ditahun 2022. Pernikahan dini bukannya dilarang, namun dihimbau bagi para remaja agar dapat menikah di usia yang sudah matang dikarenakan banyak pasangan muda yang masih belum mengetahui tentang reproduksi, sehingga menyebabkan berbagai permasalahan seperti perceraian, dan kurangnya asupan gizi saat hamil.

berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalsel, perkawinan anak di Kalsel pada tahun 2017 mencapai 23,12 persen. Angka itu lebih tinggi dari nasional yang hanya 11,54 persen. Sedangkan pada 2018, angkanya turun menjadi 17,63 persen. Kemudian kembali melonjak menjadi 21,18 persen di 2019. Lalu kembali turun menjadi 16,24 persen pada tahun berikutnya. Turun lagi jadi 15,30 persen pada 2021. Dan ditahun 2022 kembali turun menjadi 10,33 persen.

Hal ini disampaikan, Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga (KHPK), Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalsel Suharto, dalam press conference Pencegahan Stunting di Kalimantan Selatan di salah satu kedai Kopi di Kota Banjarbaru, pada Senin (27/1) sore.

Kabid KHPK DPPPA Provinsi Kalsel Suharto

Suharto menyampaikan, terdapat penurunan yang sangat tajam angka pernikahan dini di banua ini. Dari hasil survei badan pusat statistik (BPS), pada tahun 2021 yang lalu angka pernikahan dini mencapai 15,30 persen, dan pada tahun 2022 menurun menjadi 10,33 persen.

“upaya yang telah dilakukan jajaran DPPPA yaitu dengan cara menyebarluaskan imbauan melalui semua stakholder mulai dari Pemerintah, tokoh masyarakat, sekolah dan lainnya tentang usia menikah minimal 19 tahun,” ungkap Suharto.

Suharto menambahkan, untuk menurunkan angka pernikahan dini di Banua Kalsel, Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalsel terus melakukan penyuluhan melewati pusat pelayanan keluarga (PUSPAGA) disetiap Kabupaten-Kota. Dengan harapan saat adanya rilis dari badan pusat statistik (BPS), angka pernikahan dini kembali menurun ditahun 2023.

“melalui tokoh masyarakat termasuk para Alim Ulama, yang dinilai memiliki banyak pengikut dengan harapan dapat mengkampanyekan agar lebih cepat diterima oleh masyarakat,” Lanjut Suharto.

Masalah perkawinan anak di Kalsel menjadi nomor satu pada tahun 2017, dan menurun dirutuan nomor 4 pada 2018, dan kembali menjadi nomor satu lagi pada 2019 secara Nasional. Bahkan saking krusialnya isu perkawinan anak tersebut, sampai masuk dalam rencana strategis dPPPA Provinsi Kalsel pada tahun 2021 – 2026.

“Tiga daerah teratas yang mencatat angka perkawinan anak tertinggi pada 2021 terjadi di Kabupaten Kotabaru, Tapin, dan Tanah Laut, sedangkan tiga daerah terendah yakni Kota Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Tabalong,” tutup Suharto. (MRF/RDM/RH)

IHK Beras Kabupaten Tapin Masuk 10 Besar Nasional

BANJARBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) secara nasional menyatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) beras di Kabupaten Tapin, Kalsel, mengalami kenaikan tak biasa. Pekan ketiga Februari 2023, daerah tersebut masuk dalam deretan 10 besar dari 147 kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Keuangan Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira, menyampaikan, Pemprov Kalsel melalui instansi terkait segera menindaklanjuti permasalahan ini. Begitu pula penyebab terjadinya lonjakan tersebut.

Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira, mengikuti rakor pengendalian Inflasi secara virtual diikuti BPS dan Kadin Kalsel. Tapin masuk deretan 10 besar nasional perkembangan IHK komoditi beras.

“Harga beras di Tapin memang tinggi. Sehingga, akan segera dilakukan pemantauan ke sejumlah lokasi dan ini menjadi catatan kami,” ujarnya usai mengikuti rakor pengendalian inflasi besama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara virtual yang juga diikuti pemda se Indonesia, di ruang Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (27/2).

Kendati begitu, menurutnya, dari sekian ratus daerah di Indonesia yang memiliki potensi besar terhadap kenaikan harga. Ia memastikan, tak ada daerah lain lagi di Kalsel selain Kabupaten Tapin.

“Kota lain di Kalsel, Alhamdulillah, tidak masuk dalam perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) beras yang tinggi. Jadi, hanya Tapin saja yang masuk deretan nasional,” jelas mantan Kepala Bappeda Kalsel lulusan dari luar negeri ini.

Sementara itu, Ketua Kadin Kalsel, Shinta Laksmi Dewi, menyampaikan, siap mengajak Kamar Dagang dan Industri lainnya untuk turut andil dalam mengatasi permasalahan beras di daerah.

“Kami telah melakukan penandatangan kesepahaman (MoU) untuk membeli 100 ton beras dari Jawa Tengah dan kami harapkan ketersediaan pasokan beras di Kalsel tetap terpenuhi,” paparnya.

Sebagai tindaklanjut atas terjadinya kenaikan harga komoditi beras di Kalsel, ia juga bakal maksimal melakukan upaya agar inflasi bisa turun.

“Tentu ini juga sebagai langkah mencegah terjadinya pertumbuhan angka inflasi,” imbuhnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, petani asal Margasari, Rifa’i, membeberkan, saat ini di wilayahnya banyak terjadi gagal panen akibat banjir. Sehingga, padi yang ditanam warga mengalami kerusakan.

“Biasanya dapat 25 karung hingga 1 ton, kini hanya mendapat 10 – 12 karung itu pun tidak hanya di daerah Margasari, tetapi dampak ini juga terdapat di Desa Pandahan. Kalau rata-rata menyusut sekarang sekitar 10 persen,” ucapnya.

Ditambah lagi desa yang terletak di Kecamatan Candi Laras, Kabupaten Tapin ini juga mengalami ketersediaan pupuk dan pestisida yang langka di tingkat produsen. Barang yang didapat pun cukup membuat kesusahan bagi petani.

“Kalau pun ada itu mahal. Sebelumnya harganya yang dibeli sekitar Rp60.000, kini rata-rata sudah mencapai Rp125.000,” ungkapnya.

Dari dampak ini, dia merincikan, harga gabah kering untuk jenis siam di daerahnya sudah menembus Rp13.000 – Rp14.000 per liter.

“Kalau sudah jadi beras itu harganya di pasaran bisa Rp16.000 – Rp17.000 per liter. Kalau ditanya untung tidak juga karena pupuk dan lainnya naik, tetapi, dengan menurunnya produksi bagaimana nanti untuk modal tanam berikutnya,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version