Banjarmasin – Gubernur Kalsel, Muhidin didampingi Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman, menyerahkan sapi kurban bantuan Presiden RI, Prabowo Subianto, kepada pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, pada Rabu (27/5) atau pasca sholat Iduladha 1447 Hijriah.
Sapi bantuan yang diserahkan, memiliki bobot lebih dari 1 ton, dari jenis Limosin asal peternak Kota Banjarbaru.
Turut hadir pada prosesi penyerahan sapi kurban ini, Dirjen Bina Marga Kementrian PUPR RI, Roy Rizali Anwar, Ketua TP PKK Provinsi, Fathul Jannah, Ketua BKOM Kalsel, drg. Ellyana Trisya, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, Kepala Disbunnak Kalsel, drh. Suparmi dan jajaran, serta para kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan tenaga ahli Gubernur.
Kepada wartawan, usai prosesi penyerahan sapi kurban bantuan Presiden RI, di Gedung Serba Guna Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Gubernur, Muhidin mengatakan, tahun ini, Provinsi Kalsel mendapatkan 15 ekor sapi kurban bantuan Presiden RI.
“Masing – masing dibagikan di masjid agung kabupaten kota, dan untuk provinsi diserahkan ke pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin,” ujarnya.
Gubernur berharap, aksi mulia Presiden RI membagikan bantuan sapi kurban ini, menjadi teladan bagi seluruh lapisan masyarakat, untuk turut berkurban dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat tidak mampu.
“Kalo uangnya sedikit bisa urunan. Tapi kalo tidak ada uangnya, setidaknya sudah ada niat untuk berkurban, Insya Allah dimudahkan langkahnya untuk berkurban di hari raya berikutnya,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, drh. Suparmi memastikan, bahwa seluruh sapi kurban bantuan Presiden RI, berasal dari peternak lokal, yang ada di masing – masing kabupaten kota.
“Bobot sapi kurban semuanya di atas 800 kilogram, dengan jenis beragam. Mulai dari Simmental, Limosin dan sapi peranakan,” urainya.
Suparmi memastikan, setiap kabupaten kota mendapatkan 1 ekor sapi kurban, kecuali Kabupaten Batola dengan 2 ekor sapi kurban bantuan Presiden. (RIW/EPS)
Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor menegaskan pentingnya kesiapan kerja yang inklusif bagi generasi muda, di tengah percepatan transformasi ekonomi digital yang menuntut peningkatan keterampilan dan akses kesempatan kerja yang setara.
Hal tersebut disampaikan Wamenaker, saat peluncuran program Anak Muda untuk Dunia Kerja dan Wirausaha Digital Inklusif (ANDAL) yang diselenggarakan YCAB Foundation di Jakarta, Selasa (26/5).
Wamenaker mengatakan, bahwa proses penyiapan generasi muda untuk memasuki dunia kerja masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait akses pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan yang belum merata.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penguatan kebijakan ketenagakerjaan nasional, sehingga diperlukan perluasan akses pelatihan dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.
Wamenaker juga menegaskan, percepatan ekonomi digital harus diikuti dengan peningkatan kualitas SDM agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
“Pemerintah pastinya terus memperkuat transformasi pelatihan vokasi agar lebih responsif terhadap perkembangan industri dan kebutuhan pasar kerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya prinsip inklusivitas dalam kebijakan ketenagakerjaan nasional, termasuk upaya memperluas kesempatan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi.
“Prinsip inklusivitas menjadi bagian penting dalam kebijakan ketenagakerjaan nasional, termasuk upaya memperluas akses kesempatan kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi,” tegasnya.
Selain itu, Kementerian Ketenagakerjaan terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui berbagai program strategis, termasuk pengembangan tenaga kerja mandiri, sistem informasi ketenagakerjaan berbasis digital melalui SIAPKerja, serta program padat karya untuk penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.
Wamenaker menegaskan, bahwa penguatan ekosistem ketenagakerjaan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan, organisasi masyarakat sipil, komunitas, serta seluruh pemangku kepentingan. (KemenakerRI-RIW/EPS)
Banjarmasin – PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Petikemas Banjarmasin, menyerahkan bantuan hewan kurban dalam rangka Program Pelindo Berbagi Kurban 1447 H/2026 M, sebagai bagian dari komitmen perusahaan, berbagi manfaat kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional.
Pada program tahun ini, Terminal Petikemas Banjarmasin menyalurkan empat ekor sapi kurban kepada DPW ALFI/ILFA Kalimantan Selatan, Koperasi TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin, Masjid Al Mukhlisun, dan Masjid Al Muqabis, dengan masing-masing penerima memperoleh satu ekor sapi kurban. Penyerahan bantuan dilaksanakan secara simbolis pada Selasa (26/5).
Terminal Head Terminal Petikemas Banjarmasin, Sirin Purnomo menyampaikan, bahwa Program Pelindo Berbagi Kurban merupakan wujud kepedulian perusahaan yang sejalan dengan nilai-nilai kebersamaan dan semangat berbagi yang terkandung dalam perayaan Hari Raya Iduladha.
“Melalui Program Pelindo Berbagi Kurban 1447 H/2026 M, kami berharap bantuan yang diberikan memberikan manfaat bagi masyarakat dan para stakeholder yang selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran ekosistem kepelabuhanan. Momentum Iduladha menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang secara berkelanjutan dijalankan untuk mendukung kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.
Ketua Koperasi TKBM Samudera Nusantara Banjarmasin, Muhammad Noor, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Petikemas Banjarmasin, yang kembali menyalurkan bantuan hewan kurban pada momentum Iduladha tahun ini.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan hewan kurban yang diberikan melalui Program Pelindo Berbagi Kurban 1447 H/2026 M. Bantuan ini sangat berarti dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta anggota koperasi. Kami berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam mendukung kegiatan operasional pelabuhan, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan,” kata Muhammad Noor.
Melalui Program Pelindo Berbagi Kurban 1447 H/2026 M, Terminal Petikemas Banjarmasin berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar serta memperkuat hubungan harmonis dengan seluruh stakeholder.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat sejalan dengan komitmen Pelindo untuk tumbuh dan berkembang bersama lingkungan sekitar. (Pelindo-RIW/EPS)
Banjarmasin – PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Petikemas (TPK) Banjarmasin, memperkuat kapasitas operasional dan kualitas layanan dengan mendatangkan 4 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) baru.
Empat unit E-RTG yang akan memperkuat operasional TPK Banjarmasin ini, merupakan peralatan bongkar muat berbasis tenaga listrik yang dirancang meningkatkan produktivitas penanganan peti kemas di lapangan penumpukan (container yard).
Penambahan peralatan bongkar muat modern tersebut merupakan bagian dari program investasi PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), untuk meningkatkan kapasitas terminal, produktivitas layanan, serta kesiapan infrastruktur mendukung kelancaran arus logistik di Kalimantan Selatan dan wilayah sekitarnya.
Terminal Head Terminal Petikemas Banjarmasin, Sirin Purnomo mengatakan, investasi peralatan menjadi bagian dari strategi perusahaan, meningkatkan keandalan operasional terminal sekaligus mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas yang terus berkembang.
“Penambahan empat unit E-RTG ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas terminal. Dengan dukungan peralatan yang lebih modern, kami optimistis dapat memberikan layanan yang semakin cepat, andal, dan efisien kepada seluruh pengguna jasa,” ujar Sirin.
Menurutnya, modernisasi peralatan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas layanan kepelabuhanan serta memperkuat posisi TPK Banjarmasin sebagai salah satu simpul logistik utama di Kalimantan Selatan.
“Selain meningkatkan kapasitas operasional, penggunaan E-RTG juga mendukung implementasi pelabuhan yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan energi listrik yang lebih efisien. Hal ini sejalan dengan komitmen Pelindo dalam mendorong praktik bisnis yang berkelanjutan,” tambahnya.
Perwakilan Pengurus ALFI/ILFA Banjarmasin dan JPT, Tujan Noor, menyambut positif investasi peralatan yang dilakukan Pelindo Terminal Petikemas di TPK Banjarmasin.
Menurutnya, penambahan empat unit E-RTG akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas terminal dan kelancaran arus logistik di Kalimantan Selatan.
“Kami mengapresiasi langkah Pelindo Terminal Petikemas melakukan investasi peralatan modern di TPK Banjarmasin. Penambahan empat unit E-RTG ini tentunya akan meningkatkan kapasitas penanganan peti kemas dan mendukung kelancaran arus barang yang menjadi kebutuhan utama para pengguna jasa,” kata Tujan.
Ia menilai keberadaan E-RTG berbasis listrik menunjukkan komitmen Pelindo dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin modern, efisien, dan berkelanjutan.
“Dari sisi pengguna jasa, yang paling kami harapkan adalah peningkatan produktivitas terminal, percepatan pelayanan, serta berkurangnya potensi antrean ketika volume peti kemas meningkat. Dengan dukungan peralatan yang lebih andal, tentu akan berdampak positif terhadap efisiensi biaya logistik dan daya saing dunia usaha di daerah,” ujarnya.
Tujan menambahkan, bahwa TPK Banjarmasin memiliki peran strategis sebagai gerbang logistik utama Kalimantan Selatan sehingga penguatan infrastruktur dan peralatan terminal perlu terus dilakukan untuk mengimbangi pertumbuhan aktivitas perdagangan dan industri.
“Kami optimis kehadiran E-RTG baru ini akan semakin meningkatkan kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan TPK Banjarmasin serta mendukung kelancaran distribusi barang, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor-impor,” tutupnya. (Pelindo-RIW/EPS)
Banjarmasin — Dalam rangka memeringati Hari Raya Iduladha 1447 H, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan kembali melaksanakan program sosial keagamaan bertajuk Pelindo Berbagi Qurban 2026, sebagai bentuk kepedulian dan komitmen perusahaan kepada masyarakat sekitar wilayah operasional.
Pada tahun 2026, khusus di wilayah Banjarmasin, Pelindo Group menyalurkan sebanyak 19 ekor sapi dan 13 ekor kambing yang berasal dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta bantuan sosial dari berbagai entitas Pelindo Group.
Kegiatan penyerahan hewan qurban tersebut dihadiri jajaran manajemen Pelindo Group, mitra kerja, stakeholder, serta panitia qurban dari masing-masing entitas perusahaan.
Dalam sambutannya, Subregional Head Kalimantan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Sugiono menyampaikan, bahwa momentum Hari Raya Iduladha menjadi sarana untuk memperkuat nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.
“Melalui program Pelindo Berbagi Qurban 2026, kami ingin terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar sekaligus mempererat hubungan harmonis antara perusahaan dengan lingkungan sekitar. Kami berharap bantuan hewan qurban ini dapat memberikan kebahagiaan, keberkahan, dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sugiono.
Ia juga menegaskan, bahwa Pelindo tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis semata, tetapi turut berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat melalui berbagai program sosial yang berkelanjutan.
Program Pelindo Berbagi Qurban merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai perusahaan, membangun hubungan yang baik dengan masyarakat serta mendukung terciptanya lingkungan sosial yang harmonis.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan berharap semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang tercermin dalam kegiatan ini dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. (Pelindo-RIW/EYN)
Banjarbaru – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM, menjalin kerja sama dengan Satgaswil Kalimantan Selatan Densus 88 Antiteror Polri, dalam upaya memperkuat edukasi dan literasi masyarakat terkait pencegahan paham radikalisme dan intoleransi.
Rencana kerja sama tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Kepala Unit (Kanit) Pencegahan Satgaswil Kalimantan Selatan Densus 88 Antiteror Polri, Alim Sumartono dengan Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani.
Alim Sumartono mengatakan, media memiliki peran strategis menyampaikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait bahaya radikalisme, intoleransi, dan penyebaran paham yang bertentangan dengan ideologi negara.
Menurutnya, pendekatan pencegahan melalui edukasi dan literasi publik menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di era digital yang ditandai dengan cepatnya arus informasi.
“Media menjadi mitra penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi serta mampu menangkal paham – paham yang berpotensi memecah persatuan,” ujarnya, saat bertandang ke kantor LPPL Abdi Persada FM di Banjarbaru, Selasa (26/5).
Ia menjelaskan, kerja sama yang direncanakan nantinya dapat diwujudkan melalui berbagai program siaran edukatif, dialog interaktif, kampanye literasi digital, hingga penyebarluasan informasi mengenai pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani menyambut baik rencana kerja sama tersebut, dan menilai kolaborasi antara media publik dan aparat penegak hukum sangat penting dalam memperkuat edukasi masyarakat.
Menurutnya, sebagai media publik daerah, LPPL Abdi Persada FM memiliki tanggung jawab menghadirkan siaran yang tidak hanya informatif dan menghibur, tetapi juga memberikan nilai edukasi bagi masyarakat.
“Kami siap mendukung program-program edukasi yang bertujuan meningkatkan literasi masyarakat, khususnya terkait pencegahan radikalisme, intoleransi, dan penyalahgunaan media digital,” katanya.
Syarifah menambahkan, pihaknya juga akan menyampaikan rencana kerja sama tersebut kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan sebagai bentuk koordinasi dan dukungan terhadap penguatan program edukasi publik di daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, media, dan aparat penegak hukum sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan persatuan di Banua.
“Melalui siaran radio yang menjangkau masyarakat luas, pesan-pesan edukasi diharapkan dapat lebih mudah diterima masyarakat hingga ke berbagai daerah di Kalimantan Selatan,” lanjutnya.
Kerja sama tersebut juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan media massa dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, damai, dan kondusif.
“Selain itu, kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk penyebaran paham radikal yang kini berkembang melalui berbagai platform digital dan media sosial,” tutup Syarifah. (MRF/RIW/EYN)
Banjarmasin – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi, untuk memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi agar lebih tepat sasaran, melalui Rapat Paripurna Internal, Selasa (26/5).
Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo, kepada wartawan mengatakan, pembentukan pansus dilakukan menyusul berbagai temuan dan laporan terkait distribusi Bahan Bakar Minyak bersubsidi di Kalimantan Selatan yang dinilai masih belum berjalan optimal. Ini dibentuk sebagai langkah DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi di daerah.
Suasana rapat paripurna internal DPRD Kalsel.
“Pansus ini dibentuk berdasarkan penilaian dan hasil rapat dengar pendapat bersama sejumlah pihak, termasuk asosiasi sopir dan kelompok masyarakat,” ucapnya.
Kartoyo menjelaskan, pansus akan langsung bekerja setelah proses pembentukan struktur pimpinan selesai dilakukan. Tahapan awal yang akan dilaksanakan yakni rapat kerja serta penyusunan rencana kerja pansus sebelum nantinya turun langsung ke lapangan.
“Kita akan fokuskan pada fungsi pengawasan dan pengumpulan berbagai temuan di lapangan, yang nanti akan dijadikan rekomendasi kepada pihak terkait,” jelasnya.
Wakil Ketua DPRD Kalsel, Dessy Oktavia Sari, saat membacakan usulan draf Pansus.
Lebih lanjut Kartoyo menambahkan, untuk pengawasan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Masyarakat, asosiasi sopir, LSM, hingga satgas terkait bisa menjadi mitra pansus untuk memberikan masukan maupun pengawasan di lapangan.
“Kami berharap, pembentukan pansus tersebut, distribusi BBM bersubsidi di Kalimantan Selatan dapat berjalan lebih tertib, tepat sasaran, serta mampu meminimalisir berbagai pelanggaran yang merugikan masyarakat,” tutupnya.
Rapat paripurna di pimpin Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo, didampingi Dessy Oktavia Sari dan Plh Sekretaris DPRD Kalsel, Andre Yuzhar, dihadiri Anggota DPRD Kalsel, di Ruang Rapat Paripurna H. Mansyah Addrian, Banjarmasin. (NHF/RIW/EYN)
Banjarbaru – Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026, akan dilaksanakan di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera pada Sabtu (30/5) mendatang. Berbagai persiapan pun mulai dimatangkan, termasuk rangkaian kegiatan hiburan dan perlombaan bagi para lansia.
Kepala PPRSLU Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan, Hairun Nisa mengatakan, peringatan HLUN tahun ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memberikan kebahagiaan dan penghormatan kepada para lanjut usia.
Kepada PPRSLU Budi Sejahtera Kalsel, Hairun Nisa, saat diwawancara.
“Insya Allah kegiatan nantinya akan dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Selatan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan,” Kata Nisa, Senin (25/5).
Menjelang pelaksanaan HLUN, PPRSLU Budi Sejahtera juga menggelar berbagai perlombaan, seperti fun catwalk, lomba mewarnai, hingga tebak gambar tokoh dan pahlawan. Kegiatan tersebut disambut antusias para penghuni panti.
“Alhamdulillah para lansia sangat antusias mengikuti seluruh kegiatan. Kami ingin mereka merasa senang, tetap percaya diri, dan terus aktif dalam berbagai aktivitas sosial,” ucapnya.
Ia menyebut, Gubernur Muhidin dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhidin dijadwalkan turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba yang diikuti para lansia di lingkungan panti.
Menurutnya, rangkaian perlombaan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan suasana yang menyenangkan sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan antar penghuni panti.
Suasana Lomba di PPRSLU Budi Sejahtera Kalsel dalam rangka menyambut HLUN 2026.
Bahkan, sejumlah lansia tampak percaya diri saat tampil di ajang fun catwalk. Keceriaan para peserta pun menjadi warna tersendiri dalam menyambut Hari Lanjut Usia Nasional tahun ini.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para lansia tetap merasa dihargai, diperhatikan, dan memiliki ruang untuk mengekspresikan diri,” tambahnya.
Nisa juga berharap peringatan Hari Lanjut Usia Nasional dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan para lansia, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih ramah dan mendukung bagi lanjut usia di Kalimantan Selatan.
“Kami ingin Hari Lanjut Usia Nasional ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa para lansia tetap memiliki peran penting dan harus mendapatkan perhatian, kasih sayang, serta penghormatan dari lingkungan sekitar,” tutupnya. (BDR/RIW/EYN)
Banjarmasin – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Selatan, menyelenggarakan Pekan Literasi Kalimantan Selatan (PENTAS) 2026 pada Senin (25/5) di Aula Pangeran Antasari Lantai 6, Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memeringati Hari Buku Sedunia (World Book Day) sekaligus sebagai upaya bersama menumbuhkan dan memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat Kalimantan Selatan.
Bagi Bank Indonesia, literasi merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Di era yang semakin digital dan kompleks, literasi tidak lagi cukup dimaknai sekadar kemampuan membaca.
Literasi kini mencakup kemampuan memahami informasi, memilah pengetahuan, mengambil keputusan secara bijak, serta beradaptasi dengan perubahan termasuk dalam ranah ekonomi dan keuangan.
Dalam mendukung penguatan literasi, Bank Indonesia secara konsisten menjalankan berbagai program edukasi, di antaranya edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, literasi sistem pembayaran digital seperti QRIS, edukasi pelindungan konsumen, dan pengembangan UMKM dengan melibatkan generasi penerus masa depan yang diwakili komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) serta penyediaan perpustakaan sebagai ruang belajar yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
PENTAS 2026 mengangkat tema “Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities”. Tema ini menegaskan bahwa literasi adalah penghubung antara manusia dan pengetahuan, antara masyarakat dan peluang, serta antara generasi hari ini dan masa depan yang lebih baik.
Literasi mendorong lahirnya gagasan, dialog, karya, dan aksi nyata yang menggerakkan perubahan di masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, menyampaikan, bahwa PENTAS 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat tiga hal sekaligus.
“PENTAS 2026 kami harapkan dapat meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat terhadap budaya literasi, mendorong kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dunia pendidikan, komunitas, dan media dalam memperkuat ekosistem literasi, serta menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam kegiatan literasi yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Bunda Literasi Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhidin mengajak seluruh peserta dan lapisan masyarakat Kalimantan Selatan untuk menjadikan membaca sebagai gaya hidup.
“Kebiasaan membaca adalah warisan terbaik yang bisa kita berikan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Karena, membaca adalah cara paling mudah untuk menjelajahi dunia. Mari kita bangun bersama masyarakat yang gemar membaca, gemar belajar, dan gemar berbagi ilmu,” ujarnya.
Sebagai awal kegiatan, PENTAS 2026 menghadirkan bedah buku “Janji” bersama penulis terkemuka Indonesia, Tere Liye. Kegiatan ini mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak sekadar membaca tetapi juga berdialog dengan gagasan, memahami sudut pandang yang beragam, dan menggali nilai kehidupan dari setiap karya.
PENTAS 2026 tidak berhenti di satu hari. Rangkaian kegiatan akan berlanjut pada Selasa (26/5) dengan lomba melukis bertema “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah” di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Selatan.
Kemudian pada 27 Juni hingga 5 Juli 2026 akan digelar berbagai kegiatan seperti bedah buku, semesta buku, lomba parenting, lomba batutur (mendongeng), lomba mewarnai, dan beragam kegiatan edukasi lainnya untuk mendukung peningkatan literasi masyarakat secara luas.
Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan seluruh mitra strategis berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem literasi di Kalimantan Selatan. Dengan budaya membaca yang terus tumbuh, akses literasi yang semakin luas, dan kolaborasi yang semakin kuat, Bumi Banua diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, inovatif, dan berdaya saing dalam menghadapi dinamika masa depan. (BIKalsel-RIW/EYN)
Banjarbaru – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Selatan, akan menggelar pelatihan pemasaran berbasis teknologi bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), sebagai upaya meningkatkan daya saing usaha desa di era digital.
Program tersebut disampaikan Kepala Seksi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa DPMD Provinsi Kalimantan Selatan, Indah Novita Purnamasari, Senin (25/5).
Kepala Seksi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa DPMD Provinsi Kalimantan Selatan, Indah Novita Purnamasari.
Indah menjelaskan, perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi saat ini menuntut pengelola BUMDesa mampu beradaptasi, khususnya dalam memasarkan produk dan mengembangkan usaha desa secara lebih modern dan efektif.
Menurutnya, selama ini masih banyak produk unggulan desa yang memiliki kualitas baik, namun belum maksimal dalam pemasaran karena keterbatasan pemanfaatan teknologi digital.
“Pemanfaatan teknologi saat ini menjadi hal yang sangat penting agar produk-produk desa mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga regional bahkan nasional,” ujarnya.
Ia mengatakan, pelatihan tersebut nantinya akan difokuskan pada penguatan kemampuan pengelola BUMDesa, memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran usaha.
Materi yang diberikan meliputi strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, pengelolaan konten promosi, hingga pengembangan jaringan pemasaran berbasis teknologi informasi.
Selain itu, para pengelola BUMDesa juga akan diberikan pemahaman mengenai pentingnya inovasi usaha dan peningkatan kualitas pelayanan agar usaha desa mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Perkembangan teknologi digital saat ini memberikan peluang besar bagi desa untuk memperkenalkan potensi dan produk unggulannya kepada masyarakat yang lebih luas,” lanjutnya.
Karena itu, DPMD Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia di desa agar lebih siap menghadapi perkembangan zaman dan perubahan pola pemasaran yang kini semakin berbasis digital.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan BUMDesa yang profesional, mandiri, dan adaptif terhadap teknologi.
“BUMDesa harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Dengan pemanfaatan teknologi yang baik, peluang usaha desa akan semakin berkembang dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa,” tutup Indah. (MRF/RIW/EYN)