Lestarikan Seni Budaya Islam, MUI Kalsel Gelar Festival dan Kesenian Budaya Islam

BANJARMASIN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam, melaksanakan Festival Kesenian dan Budaya Islam se Kalimantan Selatan, dalam rangka Pembinaan dan Pelestarian, serta untuk mensosialisasikan seni budaya Islam kepada masyarakat secara umum, dan generasi muda secara khusus. Festival dilaksanakan selama dua hari, yakni dari 18 hingga 19 September 2023, di Halaman Sekolah Dasar Islam Sabilal Muhtadin komplek Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin.

Suasana pembukaan festival kesenian dan budaya Islam

Festival Kesenian dan Kebudayaan Islam ini, dibuka Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Kalimantan Selatan Hafiz Anshari

Ketua Panitia Pelaksana Festival Abdul Khair Amrullah dalam laporannya menyampaikan, bahwa tujuan diselenggarakannya festival ini adalah sebagai salah satu bentuk pembinaan dan upaya melestarikan seni budaya Islam yang ada di Kalimantan Selatan.

“Tujuannya agar budaya Islam tetap hidup, tumbuh dan berkembang serta dapat dijadikan media untuk syiar dakwah dan menumbuhkan rasa cinta terhadap Rasulullah Muhammad SAW,” ujar Abdu Khair dalam siaran persnya yang diterima Abdi Persada FM pada Jumat (22/9).

Sementara itu, Wakil Ketua MUI Kalsel, A. Hafiz Anshari menyampaikan terima kasih, kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan acara.

“Terima kasih terutama kepada Bank Kalsel, LPI Sabilal Muhtadin, Komite Sekolah SD Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin,” paparnya

Festival Kesenian Budaya Islam melombakan tiga kategori. Yakni sinoman Hadrah, maulid Ad-Diba’i dan Rudat Banjar. Keluar sebagai peserta terbaik pertama hingga ketiga, pada kategori sinoman Hadrah, adalah Grup Darussalim dari Tanah Laut, grup A’wanul Ikhwan dari kabupaten Banjar, dan grup Ashabah dari kota Banjarmasin.

Penyerahan hadiah kepada pemenang festival kesenian dan budaya Islam

Pada kategori maulid Ad-Diba’i, grup Al Mujahidin dari Barito Kuala berhasil menjadi peserta terbaik pertama. Disusul di tempat kedua Rijalun Najihin dari Tanah Laut menjadi peserta terbaik ketiga.

Sedangkan pada kategori Rudat Banjar, posisi terbaik pertama grup Rudat Al Kirami Barito Kuala. Terbaik kedua diraih grup At Taubah dari Banjarmasin, dan grup Karya Baru kabupaten Banjar di posisi ketiga. (HumasMUI-RIW/RDM/RH)

Pantau Karhutla di Kalsel, BNPB Akan Tambah Heli Water Bombing

BANJARBARU – Puncak musim kemarau yang melanda wilayah Kalimantan Selatan dan banyaknya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan yang melanda banua ini, menjadi perhatian serius dari Pemerintah Pusat, sehingga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, langsung melakukan patroli udara untuk melihat secara langsung kondisi terkini karthula di banua, Kamis (21/9).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (tengah)

Kepala BNPB yang didampingi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Kalak BPBD Provinsi Kalsel Suria Fadliansyah, Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian, Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Ari Aryanto, menaiki helikopter patroli dari Lanud Syamsudin Noor, menuju daerah daerah rawan karhutla, diantaranya Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Tanah Laut.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, masih ada beberapa titik yang menyala dan itu yang akan menjadi fokus. Untuk itu pihaknya akan menambah heli water bombing dan segera akan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mencegah meluasnya Karhutla.

“Setelah bencana Karhutla dan kekeringan usai di Daerah lain, maka Heli Water Bombing akan dikirimkan untuk membantu banua Kalsel,” ungkap Letjen TNI Suharyanto

Hingga saat ini, Kalsel diperkuat 6 helikopter untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan, 4 heli water bombing dan heli 2 patroli. Sedangkan status siaga karhutla masih berlaku hingga November mendatang. Ini bisa saja berubah melihat kondisi yang ada di lapangan.

Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengupayakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan membuat hujan buatan dalam mengatasi karhutla di Kalimantan Selatan.

“Kita koordinasi BMKG, namun sepintas terlihat masih ada awan-awan sehingga dimungkinkan dilakukan TMC,” tutup Suharyanto.

Sebelumnya telah dilakukan TMC di Sumatera Selatan dan berhasil terjadi hujan lebat selama dua hari sehingga karhutla bisa padam. Oleh karena itu, lanjutnya, sarana dan prasarana untuk melaksanakan TMC kini sedang digeser dari Sumatera Selatan ke Kalimantan Selatan. (MRF/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Gelar Workshop “Menulis Fiksi Remaja Yang Menyenangkan”

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar workshop “Menulis Fiksi Remaja Yang Menyenangkan” bersama Indah Purnama Sari di aula kantor Dispersip Kalsel, Kamis (21/9).

Kegiatan yang dibuka Kepala Dispersip Kalsel yang diwakili oleh Sekretaris Dispersip Kalsel, Endang Camsudin diikuti ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum, baik yang berada di tempat kegiatan maupun melalui siaran streaming di channel YouTube Dispersip Kalsel.

Sekretaris Dispersip Kalsel, Endang Camsudin mengatakan kegiatan ini sebagai salah satu upaya pihaknya untuk terus meningkatkan minat baca dan budaya literasi di kalangan masyarakat di Banua.

“Kami tidak akan pernah berhenti untuk melakukan pengembangan budaya literasi meskipun kita ketahui Alhamdulillah indeks literasi di Kalsel sudah diatas rata-rata nasional dan mendapatkan yang terbaik, serta tingkat kegemaran minat baca juga sudah rata-rata nasional,” katanya.

Sementara itu, Penulis Novel dari Kabupaten Banjar, Indah Purnama Sari yang memiliki nama pena, Inkina Oktari menjelaskan kiat-kiat menulis fiksi remaja yang menyenangkan. Menurutnya, banyak inspirasi yang bisa ditangkap dalam kehidupan sehari-hari untuk dituangkan saat menulis fiksi. Selain itu, menulis fiksi juga perlu kemampuan berimajinasi dan banyak membaca yang akan menjadi modal utama menulis, baik untuk memperkaya bahasa maupun kosa kata.

“Jadi buka indera kita selebar-lebarnya untuk menangkap ide, bisa dari kehidupan sehari-hari, seperti aku mengambil topik tentang kehidupan Fangirl, sebenarnya tidak ada yang spesifik, pokoknya tulis tulis baca baca baca,” jelasnya.

Indah juga mengisahkan awal dirinya menulis novel karena dapat tugas dari guru SMA nya untuk membuat cerpen. Kemudian ia posting di aplikasi wattpad yang dibaca sekitar 800 ribu pembaca. Pada tahun 2017, lanjut Indah, ada penerbit yang ingin menerbitkan novelnya dalam bentuk buku, yang terealisasi di tahun 2019.

“Jadi ada satu novel yaitu Fangirl Enemy yang diterbitkan dalam bentuk buku pada tahun 2019. Sementara untuk novel dalam bentuk digital, ada empat cerita yang dihasilkan hingga saat ini,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Mensos RI Tinjau Baksos Operasi Katarak di Martapura

BANJAR – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Tri Rismaharini, meninjau Bakti Sosial Operasi Katarak, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zaleha Martapura, Kabupaten Banjar, Kamis (21/9).

Menteri Sosial Tri Rismaharini (kiri) saat memberi semangat kepada lansia penderita katarak di RSUD Ratu Zaleha Martapura

Peninjauan didampingi Anggota Komisi 8 DPR RI Syaifullah Tamliha, Wakil Ketua DPRD Kalsel Muhammad Syarifuddin, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Banjar Ikhwansyah.

Bakti sosial ini digelar selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 September 2023, dan merupakan hasil kerjasama Kementerian Sosial dan Yayasan Pundi Amal dan Peduli Kasih (YPP).

“Mudah-mudahan bisa membantu, karena kalau terlambat sudah berat, jadi turut menjadi beban Kementrian Sosial karena kami menangani disabilitas. Ini pun biayanya murni dari YPP, kami tidak mempunyai anggaran untuk itu,” ungkap Risma sapaan akrab Mensos.

Menteri Sosial Tri Rismaharini (putih) saat menyerahkan penghargaan kepada salah seorang dokter yang terlibat pada kegiatan (biru)

Jika dibiarkan, penyakit katarak bisa menyebabkan kebutaan total kepada penderitanya. Sebab itu, Risma mengimbau masyarakat agar tidak takut melakukan operasi jika sudah terkena katarak.

“Operasinya sangat ringan. Bahkan dalam waktu 7 hari sudah bisa beraktifitas normal. Hanya saja selama masa pemulihan, mata pasien tidak boleh terkena air, tidak boleh menundukkan kepala dan tidak boleh mengangkat beban berat,” bebernya.

Sementara itu, Plt Dirut RSUD Ratu Zaleha Martapura Eka Listyrini, menyebut total awal pasien katarak pada kegiatan ini sebanyak 364 orang. Tetapi bertambah hampir 400 orang dari 5 Kabupaten/Kota yakni Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin dan Tanah Laut.

“Khusus Kabupaten Banjar sedikitnya 80 orang, dan yang dioperasi hanya 37 pasien. Kalau penyebab gagalnya beberapa pasien antara lain karena menderita darah tinggi, hipertensi dan sebagainya,” tuturnya.

Dalam kegiatan itu, Mensos menyerahkan bantuan nutrisi berupa susu, madu dan biskuit senilai Rp 500.000 dan biaya transportasi sebesar Rp 150.000.

Selain itu, Risma juga memberikan penghargaan kepada sejumlah dokter yang terlibat dalam pelaksanaan operasi katarak gratis. (SYA/RDM/RH)

Dies Natalis ke-65 ULM, Paman Birin Dorong Generasi Muda Ambil Peran Seiring Kalsel Gerbang IKN

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin, diwakili Sekretaris Daerah Prov. Kalsel Roy Rizali Anwar, menghadiri acara Dies Natalis ke-65 Universitas Lambung Mangkurat di Auditorium ULM, Banjarbaru, pada Kamis (21/9) pagi.

Sekdaprov Kalsel mewakili Gubernur hadir pada Dies Natalis ke-65 ULM

Dihadiri ribuan mahasiswa dari berbagai fakultas, acara Dies Natalis ke-65 ULM dengan tema “Bersinergi dan Kolaborasi untuk ULM yang Bermartabat” itu, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan mars Unlam, mars Bergerak dan mengheningkan cipta bagi para pahlawan dan para pendiri Universitas Lambung Mangkurat.

Dalam sambutan tertulisnya, Paman Birin mengungkapkan, di usia ke-65 tahun Universitas Lambung Mangkurat, telah banyak memberikan sumbangsih besar terhadap kemajuan Kalimantan Selatan selama ini.

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah provinsi Kalimantan Selatan mengucapkan selamat ulang tahun ke-65 untuk ULM, dan mengucapkan terima kasih atas sumbangsih besarnya terhadap pembangunan dan kemajuan Kalimantan Selatan hingga bisa seperti sekarang,” ujarnya

Paman Birin juga menyampaikan, bahwa Kalimantan Selatan saat ini memiliki posisi strategis sebagai Gerbang Ibukota Nusantara.

Secara geografis, Kalsel terletak di tengah kedua kawasan, yaitu Kalimantan Timur yang ditetapkan sebagai IKN, dan Kalimantan Tengah yang ditetapkan menjadi food estate.

Untuk itu, Paman Birin berharap kepada generasi muda Banua, khususnya mahasiswa ULM untuk mengambil kesempatan dalam mendorong dan mempertegas posisi Kalimantan Selatan sebagai gerbang IKN, melalui kontribusinya terhadap bidang-bidang pembangunan. Baik itu di sektor pertanian, pendidikan, ekonomi, dan keahlian masing-masing.

Dirinya juga mempertegas, bahwa Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada tahun-tahun mendatang, sehingga pemerintah mencanangkan cita-cita Indonesia emas 2045.

“Tahun 2045 juga merupakan tahun di mana IKN ditargetkan menjadi 10 besar liveable city / kota layak huni. Maka dari itu, sudah menjadi tugas pengajar ULM untuk menyiapkan mahasiswa – mahasiswinya, agar mampu beradaptasi, memiliki mental tangguh dan berdaya saing tinggi, di era yang serba dinamis dan tidak dapat diprediksi ini,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Ahmad Alim Bachri, saat menyampaikan paparannya mengatakan, hingga saat ini ULM setidaknya sudah memiliki 114 Program Studi, 11 Fakultas, 1 Program Pascasarjana, 37 ribu mahasiswa, 1.400 dosen dan 1.000 karyawan.

“Alhamdulillah, pada usia 65 tahun ini, Civitas Akademika Universitas Lambung Mangkurat secara terus menerus melakukan pembenahan diri dalam rangka memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa dan negara, khususnya bagi Banua Kalimantan Selatan yang kita cintai ini,” paparnya.

Menurut Ahmad, saat ini ULM tengah mempersiapkan untuk memiliki pusat penelitian lahan basah dan mangrove yang luasnya 629 hektar di Kabupaten Kotabaru. Diharapkan dengan adanya pusat penelitian ini, nantinya ULM akan mewujudkan dirinya sebagai perguruan tinggi satu-satunya di dunia, yang memiliki pusat penelitian lahan basah dan mangrove terbesar di dunia.

Pada acara tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menyerahkan hibah kepada Universitas Lambung Mangkurat sebesar Rp3.344.000.000.

Sekdaprov Kalsel menyerahkan hibah pemprov untuk ULM

Pada acara tersebut juga hadir Keluarga pendiri ULM, Dewan Pengawas BLU ULM, Ketua Alumni ULM, Kapolda, Danrem 101/Antasari dan tokoh-tokoh agama. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim, Pemprov dan TP PKK Kalsel Bersinergi Serahkan Bantuan RS RTLH

BATOLA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Sosial bersinergi dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel melakukan penyerahan secara simbolis Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Suasana Penyerahan Rumah Layak Huni, Perabotan Rumah Tangga dan Paket Sembako di Desa Sungai Lumbah Batola

Program ini dilaksanakan di Desa Sungai Lumbah Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala (Batola), pada Rabu (20/9) tersebut sebagai salah satu upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim di Provinsi Kalsel.

Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah menyerahkan secara simbolis Rumah Layak Huni kepada warga penerima manfaat

Penyerahan dilakukan langsung Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah Sahbirin Noor didampingi Pj Bupati Batola, Mujiyat beserta Pj Ketua TP PKK Batola, Suharyanti dan turut hadir Sandi Fitrian Noor, putra Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah atau biasa disapa Acil Odah dalam sambutannya mengatakan program bantuan RS-RTLH ini merupakan keberhasilan dari sinergitas antara Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota serta seluruh elemen pendukung termasuk TP PKK dalam rangka mensejahterakan masyarakat.

“Alhamdulillah, terimakasih kepada semua pihak yang bersinergi, usaha kita selama ini membuahkan hasil dan di Sungai Lumbah ini bisa dibangun 8 unit, Masya Allah. Tidak hanya rumah, isi dan perabotnya juga ada bahkan sembakonya, ulun sungguh sangat bersyukur, mudah-mudahan berkah dan semoga tidak 8 KPM ini saja, harus ada lagi KPM di Desa Sungai Lumbah ini kedepannya, Aamiin,” katanya.

Acil Odah menambahkan, dengan adanya bantuan RS-RTLH ini diharapkan dapat meningkatkan seluruh aspek dalam kehidupan keluarga KPM.

“Tentu saja harapannya kualitas kehidupan, kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan bisa meningkat, intinya seluruh aspek dikehidupan dari KPM bisa meningkat,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Prov Kalsel Muhammadun, melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kalsel, Gusnanda Effendi mengatakan dibawah kepemimpinan Gubernur Kalsel Paman Birin, Kalsel berhasil menurunkan angka kemiskinan paling signifikan, menduduki nomor 2 paling rendah angka kemiskinannya se Indonesia, setelah Provinsi Bali. Kemudian, di tahun 2023 ini pihaknya memberikan fokus khusus untuk Kabupaten Barito Kuala dengan memberikan tambahan bantuan rumah.

“Disamping yang kita kerjakan di seluruh Kabupaten/Kota, kita juga menambahkan bantuan RS-RTLH di Kab Batola sebanyak 8 buah rumah karena tingkat kemiskinan ekstrim lumayan tinggi,” terangnya.

Gusnanda mengungkapkan bantuan tambahan 8 rumah tersebut juga termasuk dengan peralatan rumah tangga seperti karpet plastik, kasur, rak piring, gorden, sprei, bantal, guling, sapu, serok, bak sampah, ember dan gayung. Sehingga masyarakat yang menempati rumah tersebut sudah benar-benar siap huni.

“Selain pemberian bantuan rumah yang sebelumnya tidak layak huni menjadi layak huni, kita juga diberikan bantuan sembako kepada 22 keluarga di Kab Batola selama satu tahun serta kita berikan Usaha Ekonomi Produktif Perorangan (UEP-P) kepada 10 orang,” tambahnya.

Lanjutnya, Kabupaten lainnya pun sebenarnya turut masuk dalam angka kemiskinan ekstrem seperti Kabupaten Banjar dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), akan tetapi karena kemampuan anggaran yang terbatas, sehingga Pemprov Kalsel melihat angka yang paling tinggi yaitu Batola.

“Dari hasil rilis kemarin oleh BKKBN, Provinsi Kalsel menempai nomor dua paling rendah tingkat kemiskinan ekstrem setelah Provinsi Bali, akan tetapi kita tidak boleh terlena dan tetap harus memberikan bantuan dalam rangka untuk menambah pendapatan keluarga dan mengurangi pengeluaran,” terangnya.

Sementara itu, Istiyana perwakilan dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengaku senang dan bersyukur keluarganya mendapatkan bantuan dari Pemprov dan TP PKK Kalsel.

“Alhamdulillah, rumah kami sekarang menjadi layak huni, bahkan perabotan rumah tangga hingga sembako kami dibantu, terimakasih Paman Birin, Acil Odah, Dinas Sosial bahkan Bapak Bupati, keluarga kami sangat bersyukur,” tuturnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2023, Provinsi Kalimantan Selatan dari hasil rilis yang disampaikan oleh BKKBN merupakan salah satu Provinsi yang termasuk kemiskinan ekstrimnya masih ada, terutama di Kabupaten Batola. Oleh karenanya, Pemprov Kalsel fokus untuk menurunkan angka kemiskinan dengan berbagai macam pemberian bantuan kepada masyarakat. (NRH/RDM/RH)

Tingkatkan Kolaborasi, Bank Kalsel Tandatangani Kerjasama Dengan BAZNAS Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Demi memberikan manfaat lebih bagi masyarakat Banua, Bank Kalsel melalui Unit Usaha Syariah (UUS) berkolaborasi dengan sejumlah pihak, salah satunya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjarmasin.

Terbaru, dilakukan penandatanganan Kerjasama dengan BAZNAS Kota Banjarmasin. Penandatanganan dilakukan Kepala Bank Kalsel Cabang Syariah Banjarmasin, Yuanita Evayanthi dengan Ketua BAZNAS Kota Banjarmasin, Riduan Maskur, pada Selasa (19/9) di Banjarmasin.

Ketua BAZNAS Kota Banjarmasin, Riduan Maskur menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama yang sudah terjalin selama ini bersama Bank Kalsel.

“Hari ini telah dilakukan penandatanganan kerjasama untuk pengelolaan dana berdasarkan prinsip syariah, payroll gaji pegawai dan jasa perbankan syariah lainnya yang merupakan produk dari Bank Kalsel Syariah, yang dapat dimanfaatkan BAZNAS Kota Banjarmasin,” ucap Riduan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bank Kalsel Cabang Syariah Banjarmasin, Yuanita Evayanthi menyampaikan, penandatanganan kerjasama ini diharapkan bersama-sama mendorong akselerasi positif bagi kedua belah pihak.

“Salah satu keuntungan yang didapat setelah penandatanganan kerjasama pada hari ini yaitu BAZNAS Kota Banjarmasin bisa menggunakan berbagai fasilitas perbankan baik dari segi kemudahan untuk bertransaksi seperti pembayaran dan pembelian hingga kemudahan dalam fasilitas pembiayaan konsumtif,” pungkas Yuanita.

Sebagai Informasi, Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bersama BAZNAS Kota Banjarmasin telah melakukan berbagai kegiatan sosial. Seperti Bedah Rumah dalam membantu rumah yang tidak layak huni serta kolaborasi lainnya baik yang digagas dari BAZNAS Kota Banjarmasin ataupun dari Bank Kalsel, dapat di optimalkan lagi kedepannya. Karena sebagai bank daerah, punya tanggungjawab untuk membantu masyarakat Banua. (ADV-RIW/RDM/RH)

Bangun Sinergisitas, Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel Gelar Rakor 2023

BANJARMASIN – Dalam rangka membangun sinergisitas program kegiatan antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota, Bidang Kebudayaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Koordinasi Kebudayaan Tahun 2023.

Kepada wartawan, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Hadeli Rosyaidi, setelah membuka kegiatan, mengatakan, Rapat Koordinasi Kebudayaan, sangatlah tepat dilaksanakan, guna menyamakan persepsi mengenai Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Hasil ini nanti, dapat memberikan keterpaduan dalam upaya melaksanakan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Hadeli Rosyaidi, saat memberikan komentarnya

“Rakor digelar selama dua hari pada tanggal 20-21 September 2023,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, menjelaskan, Rapat Koordinasi Kebudayaan Tahun 2023 ini bertujuan untuk mendukung program Pemerintah, terkait konsep dan gagasan pokok-pokok pikiran kebudayaan dengan mengidentifikasi permasalahan terkini dari perkembangan kebudayaan baik di tingkat Kabupaten dan Kota. Ia berharap, Kebudayaan ini dapat terus maju dan berkembang di Banua.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, saat diwancara awak media

“Budaya merupakan proses suatu cara hidup berkembang yang diwariskan dari generasi ke generasi,” jelasnya

Disampaikan Raudati, Rakor Kebudayaan ini, ada beberapa materi yang dibahas yaitu tentang kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, dilanjutkan penjelasan terkait Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTb), kemudian Cagar Budaya, dan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah.

“Kami diskusi Sinkronisasi Program dan Pemajuan Kebudayaan,” tutupnya

Rapat Koordinasi Kebudayaan Tahun 2023 ini, dibuka secara resmi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammaddun, yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Hadeli Rosyaidi, didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, Kasi Kesenian Disdikbud Kalsel, Sunjaya Adhiarso, bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Rabu (20/9) siang.

Untuk diketahui, Rakor Kebudayaan Tahun 2023 telah dihadiri dari, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII KaltengSel, Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan Lutfi Syaifuddin, perwakilan Dinas Kebudayaan dari 13 belas Kabupaten/Kota, dan komunitas Seniman serta Budayawan. (NHF/RDM/RH)

Banjarbaru Jadi Lokasi BUMDes Expo 2023 se Kalsel

BANJARBARU – BUMDes Expo 2023 se Kalsel kembali digelar. Lapangan Dr Murjani Banjarbaru menjadi lokasi penyelenggaraan selama lima hari, dimulai pada 13 – 17 Oktober.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel, Faried Fakhmansyah, melalui Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa, Muhammad Agus Fariady, menuturkan, untuk kesiapannya tinggal menunggu hari pelaksanaan. Terlebih, pihaknya sudah menunjuk tim acara yang dipercayakan sepenuhnya ke Event Organizer (EO).

Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa DPMD Kalsel, M Agus Fariady, saat menjelaskan kesiapan BUMDes Expo 2023 se Kalsel di Banjarbaru

“Sebelumnya kan acaranya itu di Banjarmasin. Nah, supaya ini mampu menampung banyak orang kita pilih di ruang terbuka. Karena pangsa pasarnya BUMDes ini desa dan aksesnya bisa lebih mudah,” ujarnya, Rabu (20/9).

Kegiatan BUMDes Expo 2023 se Kalsel mengusung tema ‘Dari Desa Untuk Kalsel Maju’ itu bakal menampilkan sejumlah pertunjukkan tarian khas dan hiburan musik.

“Lima hari itu akan ada penampilan musisi lokal banua dan pertunjukan tarian khas tradisional dari sejumlah desa sebagai bentuk hiburan bagi masyarakat yang datang,” ungkapnya.

Meski demikian, dirinya membeberkan, kegiatan tersebut tak hanya soal musik dan kreativitas dalam menari. Melainkan juga akan memperkenalkan produk olahan dan kerajinan khas masing-masing daerah.

“Nanti juga ada puluhan stand yang disiapkan untuk menunjang kegiatan ini termasuk ada Food Festival, Bazzar dan Talkshow seputar apa itu BUMDes,” beber Agus.

Tujuan dilaksanakannya itu, ia mengungkapkan, ingin mendongkrak perekonomian mereka melalui penyelenggaraan BUMDes Expo. Di hari terakhir acara, nantinya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel bakal mengumumkan BUMDes terbaik untuk tahun 2023.

“Hari puncaknya nanti kita akan memberikan anugerah atau penghargaan untuk BUMDes terbaik tahun ini,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Berkomitmen Percepat Transformasi Digital

BANJARBARU – Dalam rangka Penyusunan Instrumen Digital Leadership di Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalsel belum lama ini menerima kunjungan dari Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas). Kunjungan tersebut diterima Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar bersama sejumlah Kepala SKPD terkait seperti Diskominfo Kalsel, Bappeda Provinsi Kalsel Inspektorat Provinsi Kalsel, dan SKPD terkait lainnya.

Sekda Provinsi Kalsel, diwakili Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, M Muslim mengatakan, pada kunjungan tersebut Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Wantiknas melaksanakan rapat kordinasi terkait dengan komitmen percepatan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Dalam upaya untuk percepatan penerimaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang dibahas pada pertemuan tersebut salah satunya perlu dibentuk Dewan TIK daerah yang melibatkan beberapa stakeholder yang nantinya dapat memberikan masukan terkait dengan transformasi SPBE ini,” ucap Muslim melalui sambungan telpon, Rabu (20/9).

Rakoor Wantiknas

Muslim menambahkan, bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel telah membentuk Dewan TIK daerah sejak beberapa tahun yang lalu.

“Untuk Dewan TIK Daerah kita sudah bentuk, namun ke depan akan kita lakukan sejumlah revisi sesuai dengan masukan dari Wantiknas agar perena mereka bisa lebih optimal,” lanjut Muslim.

Tranformasi pemerintahan berbasis digital sendiri memiliki dampak positif khususnya terhadap pelayanan publik di berbagai bidang bagi masyarakat Banua. Dengan adanya digital ini akan memberikan dampak kepada pelayan yang lebih cepat, transparan dan lebih mudah bagi masyarakat Kalsel. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version