TABALONG – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan monitoring bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Kalsel untuk Musholla Nurul Huda di Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong.
Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifudin, selaku pimpinan rombongan, berharap agar bantuan rehabilitasi tempat ibadah ini akan terus digalakkan oleh Pemprov Kalsel. Sebab, menurutnya, hal seperti ini bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Semoga anggaran kegiatan semacam ini bisa ditambah lagi anggarannya, karena masih banyak sekali di Kalsel ini tempat ibadah yang perlu mendapatkan bantuan rehabilitasi atau perbaikan-perbaikan,” ungkapnya, Selasa (6/8).
Atas nama Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Bang Lutfi, sapaan akrabnya, juga berharap dana bantuan hibah rehabilitasi atau renovasi perbaikan tempat ibadah ini terus ditingkatkan. Bukan hanya tempat ibadah umat muslim, lanjutnya, tetapi juga agama-agama lainnya agar bisa lebih luas jangkauannya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Pengelola Musholla Nurul Huda, Muliadi mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kalsel dan Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel yang sudah membantu penyempurnaan dari rehabilitasi Musholla Nurul Huda itu.
“Bantuan yang diberikan ini sangat bermanfaat. Dengan adanya rehabilitasi ini, semoga tempat ibadah ini bisa lebih berguna dan bermanfaat untuk lebih banyak jamaah lagi,” harapnya. (ADV/NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam menyampaikan pesan-pesan tentang pencegahan stunting guna memaksimalkan penurunan stunting di Kalimantan Selatan
Kepala Biro Kesra Fatkhan, menyampaikan, Tokoh agama ini bisa mengemas pesan stunting melalui tausiyah, ceramah yang dibungkus dalam dakwah dan peringatan-peringatan keagamaan lainnya sehingga bisa memberikan edukasi yang positif dari masyarakat
Kepala Karo Kesra Setdaprrov Kalsel Fatkhan
“Apalagi, bagaimana pesan mengkampanyekan hidup sehat, menjaga kebersihan, minimal membuang sampah, serta mengatur pola makan yang sehat sehingga jika itu tersampaikan dengan baik maka diharapkan dapat berdampak pada penurunan stunting,” ucap Fatkhan, di sela kegiatan Sarasehan dan Dialog Umat Beragama, dengan Tema “Peran Pemerintah Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Kalimantan Selatan” di Banjarbaru, Selasa (6/8)
Dalam penurunan stunting, Biro Kesra Provinsi Kalimantan Selatan juga telah memaksimalkan mengalokasikan anggaran untuk penurunan stunting, untuk lebih fokus ke tujuan pokok daripada kegiatan yang sifatnya penunjang. Hal ini juga merupakan salah satu kegiatan utama Biro Kesra, terkait bagaimana menurunkan stunting melalui kegiatan -kegiatan yang nyata.
“Upaya yang telah Biro Kesejahteraan Rakyat laksanakan untuk penurunan stunting yakni melaksanakan Rakor serta FGD dengan perangkat daerah di Kalsel,” tutup Fatkhan. (MRF/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dyan Nur membuka Rapat Koordinasi Bidang Keagamaan Tahun 2024 dengan Tema Moderasi Beragama di Kalimantan Selatan, yang diselenggarakan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Rabu (7/8).
Dalam sambutannya Agus menyampaikan, rapat koordinasi ini, memang penting dan relevan untuk diselenggarakan, sejalan dengan upaya bersama untuk mewujudkan kehidupan masyarakat kalimantan selatan yang agamis dan berbudi pekerti luhur.
“ini merupakan forum untuk kita saling bersinergi, dalam upaya bersama mewujudkan kehidupan yang rukun dan damai,” ucap Agus
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, menginginkan adanya sinergi antar pemerintah daerah, tokoh agama dan pimpinan organisasi keagamaan, harus terus tingkatkan. Dengan bersinergi, program dan kegiatan pembangunan bidang keagamaan, insya allah akan mencapai hasil yang lebih baik dan optimal. Tanpa sinergi pembangunan bidang apapun akan terhambat, dan tidak mencapai hasil yang maksimal, apalagi untuk pembangunan bidang keagamaan, yang bersentuhan langsung dengan keumatan.
“Paman Birin (Gubernur Kalsel) memberikan apresiasi penghargaan setinggi – tingginya kepada para pemuka agama, pimpinan organisasi keagamaan, serta pihak-pihak lainnya, yang selama ini telah bersinergi dengan baik,” lanjut Agus.
Sehingga menurutnya, pembangunan keagamaan di Banua berlangsung secara harmonis dan dinamis. Melalui rapat koordinasi ini juga dapat menjadi upaya yang konkrit dan berkelanjutan, khususnya berkaitan dengan memelihara kerukunan umat beragama di provinsi kalimantan selatan.
“Saat ini kemampuan kita sedang diuji dalam berkoordinasi dan bersinergi, khususnya dalam menyikapi isu-isu keagamaan yang di media sosial, yang cenderung memecah belah kerukunan keumatan,” ucap Agus.
Tokoh-tokoh agama, pimpinan organisasi, mempunyai peran penting dalam mencegah pemahaman yang keliru dalam menanggapi penyebaran isu-isu agama. Isu-isu agama sangat mudah memecah persatuan dan kesatuan, jika menyebar luas ke ruang publik. ini ancaman terhadap keutuhan kita, sebagai bangsa dan umat beragama.
“Program dan kegiatan untuk peningkatan pengetahuan dan pemahaman keagamaan bagi umat beragama, juga lebih kita intensifkan,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)
BANJAR – Dalam upaya mengedukasi dan inklusi keuangan sejak dini, OJK Provinsi Kalsel dan Bank Kalsel, pada 21 Juni sudah melaksanakan kick off Hari Indonesia Menabung, dan berlanjut pada puncaknya Selasa (6/8).
Puncak Hari Indonesia Menabung ini, digelar di SLB Negeri 2 Martapura, Kabupaten Banjar, yang dihadiri Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.
Dirut Bank Kalsel menyerahkan buku tabungan kepada salah satu anak disabilitas
Sebelum sambutan dan menutup kegiatan, Gubernur Kalsel menyerahkan secara simbolis rekening SIMPEL kepada perwakilan siswa – siswi SLB Negeri 2 Martapura. Turut mendampingi, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Radhatul Jannah atau Acil Odah; Kepala OJK Provinsi Kalsel, Agus Maiyo, dan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.
Turut menyaksikan Plt. Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Martapura, Fauzul Adhim, Kepala Divisi Dana dan Digital Banking, Suriadi dan Kepala Cabang Martapura, Perwakilan Divisi Usaha Syariah serta seluruh guru dan siswa – siswi serta pendamping.
Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengungkapkan, bahwa pihaknya sering berkolaborasi dalam program OJK tiap tahunnya, yaitu edukasi dan inklusi keuangan. Tahun ini Bank Kalsel menargetkan penyandang disabilitas dengan membuat program Bank Kalsel Ramah Disabilitas seperti TVC Iklan layanan Masyarakat.
“Kami sebelumnya juga telah melakukan roadshow di enam Kabupaten/Kota dan berhasil membuka 6.587 tabungan yang merupakan total rekening dari Januari 2024 hingga saat ini,” ujarnya.
Khusus untuk siswa-siswi SLB, sudah terealisasi 1.000 rekening baru dan optimis di akhir Agustus sudah mencapai target sejumlah 1.600 rekening.
Adapun beberapa program yang telah dilakukan Bank Kalsel bersama OJK Provinsi Kalsel seperti talkshow mengenai inklusi keuangan bersama OJK, Financial Konten Kreator dan kepala panti disabilitas di Banjarbaru melalui medsos Bank Kalsel, dan talkshow di enam SLB Kabupaten/Kota, hingga pembuatan iklan layanan masyarakat yang bertujuan untuk menyebarluaskan pesan pentingnya menabung dan inklusifitas bank terhadap seluruh kalangan,” ungkap Fachrudin.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalsel, Agus Maiyo mengatakan, program ini bertujuan agar siswa – siswi penyandang disabilitas bisa mengambil peran dalam membangun pertumbuhan ekonomi daerah, melalui menabung seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali, memiliki hak setara untuk mendapatkan akses layanan jasa keuangan. Seperti halnya menabung di bank.
“Paling kecil ini bermanfaat bagi mereka pribadi, dimana saat mereka memerlukan dana untuk keperluan sekolah. Mereka telah memiliki tabungan yang bisa digunakan untuk keperluan tersebut. Yang membuat lebih istimewa, tahun ini fokus kami adalah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi siswa-siswi yang ada di SLB,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Gubernur, Sahbirin Noor mengapresiasi program Inklusif Untuk Semua dengan akronim Bekantan “Bekal Untuk Masa Depan” yang dilakukan Bank Kalsel bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalsel.
“Bank Kalsel sebagai pelopor dan juga bank daerah, sangat luar biasa bisa sudah memberikan, semoga program bersama OJK ini diikuti bank-bank lainnya dalam memberi layanan kepada seluruh masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas,” ungkap Gubernur.
Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Martapura, Fauzul Adhim menyambut positif program yang diinisiasi Bank Kalsel dan OJK Provinsi Kalsel Goes to SLB ini, mengingat anak-anak jarang mendapat edukasi cara mengatur keuangan sejak dini.
“Secara jumlah keseluruhan terdapat 220 siswa-siswi di sini, dan kami pihak sekolah menargetkan sekitar 200 orang dari mereka bisa membuat tabungan di Bank Kalsel, kami pun berharap pasca selesainya program ini akan ada layanan mobil keliling Bank Kalsel yang datang ke sekolahnya pada waktu tertentu. Tujuannya agar mereka (siswa-siswi) bisa mempraktikkan langsung bagaimana cara menabung di Bank,” pungkas Fauzul. (ADV-RIW/RDM/RH)
TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengapresiasi Bank Kalsel cabang Batulicin, yang telah banyak membantu masyarakat Tanah Bumbu melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi (kiri) saat mengunjungi Bank Kalsel cabang Batulicin
Apresiasi itu disampaikan wakil rakyat akrab disapa Paman Yani, saat melaksanakan monitoring penggunaan dana CSR Bank Kalsel Batulicin, pada Selasa (6/8).
“Sepanjang ini Alhamdulillah dana CSR yang dikucurkan Bank Kalsel ke masyarakat Tanah Bumbu sudah baik,” kata Paman Yani.
Capaian Bank Kalsel cabang Batulicin tersebut menurut Paman Yani, sepatutnya menjadi contoh bagi bank lain yang membangun usaha di Tanah Bumbu.
“Kalau memang membangun usahanya di Tanah Bumbu, kalau bisa CSR nya juga ke masyarakat Tanah Bumbu,” tutur Paman Yani.
Paman Yani berujar, Bank Kalsel merupakan bank yang dibentuk untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Kalsel termasuk Tanah Bumbu.
Oleh karena itu dalam setiap kegiatan kedewanan, Paman Yani selalu mendorong masyarakat untuk menjadikan Bank Kalsel sebagai wadah aman menyimpan uang, serta memanfaatkan segala fasilitas yang diberikan Bank Kalsel.
“Karena bagaimanapun hasil dari usaha Bank Kalsel itu kemanfaatannya memang untuk masyarakat,” tandas Paman Yani.
Sementara itu, Kepala Kantor Bank Kalsel Cabang Batulicin, Teguh Indra Bayu, menjelaskan dana CSR yang mereka kucurkan selalu dikerjasamakan dengan pemerintah daerah.
Hal itu bertujuan agar setiap dana yang dikeluarkan benar-benar keperluan untuk mengayomi dan mensejahterakan perekonomian masyarakat.
“Misalnya UMKM dan bantuan kemasyarakatan. Alhamdulillah memang sejauh ini kami senang bisa membantu masyarakat di Tanah Bumbu,” pungkas Teguh. (SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pariwisata Kalsel, menggelar Rapat Koordinasi dalam rangka menyiapkan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2024.
Suasana Rapat Koordinasi, Dinas Pariwisata Kalsel
Kepada Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, dalam rilisnya yang diterima Abdi Persada, Selasa (6/8) mengatakan, Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2024 ini untuk memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan Ke-74. Kegiatan akan digelar selama empat hari, mulai tanggal 14 – 17 Agustus mendatang, berlokasi di kawasan Siring Nol KM Banjarmasin.
“Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2024 akan dimeriahkan berbagai macam lomba,” jelasnya
Disampaikan Syarifuddin, pihaknya tetap menggelar event tahunan seperti Kampung Banjar. Di mana, Dinas Pariwisata Kalsel, bekerjasama dengan Event Organizer telah menyiapkan secara gratis stand-stand Kampung Banjar yang akan diisi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten/ Kota se Kalimantan Selatan, dengan memperkenalkan ciri khas daerah masing-masing, baik tentang informasi Destinasi Wisata Unggulan, atau Kulinernya.
“Selain lomba Stand Kampung Banjar, kita juga menggelar Lomba Kelotok Hias, Fotografi, dan E-sport (Mobile Legend),” jelasnya
Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2024 rencana akan dilakukan pada 14 Agustus mendatang setelah peringatan Hari Jadi Kalsel. Dibuka Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau akrab disapa (Paman Birin) dan diiringi penampilan dari acil-acil jukung Pasar Terapung Lok Baintan dengan berbagai atraksi-atraksi menariknya, di kawasan Sungai Martapura.
“Dengan adanya kegiatan ini, dapat meningkat roda perekonomian masyarakat di Banua, bagi pelaku ekonomi kreatif, kuliner dan hotel,” tutup Pj Bupati Tapin.
Untuk diketahui, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2024, bertempat disalah satu Hotel Berbintang Banjarmasin. (DISPAR.KALSEL-NHF/RDM/RH)
BANJARBARU – Untuk meningkatkan produksi pertanian dan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memperoleh program irigasi perpompaan dari dana APBN atau pemerintah pusat yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2024.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman melalui Kepala Seksi Lahan dan Irigasi, Muhammad Gazali Habibi menyampaikan, bahwa kegiatan irigasi perpompaan mendukung optimalisasi persawahan, khususnya lahan sawah tadah hujan. Program irigasi perpompaan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan penyediaan air irigasi di lahan sawah yang tidak tercapai oleh sumber air irigasi yang tersedia, baik akibat berada di ujung atau berada di bawah saluran irigasi yang ada.
Kepala Seksi Lahan dan Irigasi, Muhammad Gazali Habibi
“Program ini juga mendukung optimalisasi lahan untuk program perluasan areal tanam yang terbagi di 13 Kabupaten/Kota yang di Kalsel. Dalam pelaksanaannya, program irigasi perpompaan tahun ini melibatkan partisipasi masyarakat dengan mengalokasikan dana dari pemerintah pusat kepada kelompok tani yang mengerjakan,” ungkap Gazali, belum lama tadi.
Ia menambahkan, berbagai pembangunan seperti pembangunan rumah pompa dan pemasangan pompa diameter minimal 4 inci dilakukan dengan dana sekitar 112.800 juta per kegiatan dan ada 109 kegiatan yang dilaksanakan tahun ini. Selain itu, ada juga kegiatan pompalisasi yang berbentuk hibah barang berupa pompa ukuran 3 inci yang dapat dibawa kemana saja dan fungsinya tidak hanya sebagai penyedia air irigasi sawah tetapi juga untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan.
“Program irigasi perpompaan melalui tahapan pemetaan, identifikasi desain, dan pelaksanaan Konstruksi Perpompaan,” lanjut Gazali.
Ia menambahkan, dengan program irigasi perpompaan ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan, sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pertanian dan ekonomi bagi masyarakat setempat.
“pembangunan jembatan dilakukan untuk mempermudah mobilisasi alat dan pompa yang diperlukan para petani serta saluran pintu air dan pompa juga disediakan untuk mendukung kegiatan di lahan persawahan,” tutup Gazali. (MRF/RDM/RH)
TAPIN – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin didampingi Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah atau Acil Odah, mengukuhkan perpanjangan masa jabatan Kepala Desa dan Badan Permusyawarahan Desa (BPD) se-Kabupaten Tapin, Selasa (6/8) di Pendopo Galuh Basari, Jalan Datu Nuraya Komplek Perkantoran Rantau Baru, Kabupaten Tapin.
Gubernur didampingi Ketua TP PKK Kalsel, menyerahkan SK perpanjangan masa jabatan kepada salah satu kades di Tapin
Pengukuhan masa jabatan kades dan penyerahan SK oleh Paman Birin, disertai penyerahan SK penyesuaian jabatan Ketua TP PKK tingkat desa secara simbolis oleh Acil Odah didampingi Pj Ketua TP PKK Tapin, Masrupah Syarifuddin.
Pada kesempatan itu, Paman Birin mengingatkan, penting bagi para kades untuk menjaga keamanan dan situasi kondusif di wilayah masing – masing, apalagi saat ini masyarakat tengah menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024.
Penting bagi kades melakukan sosialisasi dan edukasi politik kepada masyarakat agar menjadi warga yang cerdas dan bertanggung jawab.
“Ciptakanlah suasana Pilkada yang gembira. Dengan pelaksanaan Pilkada yang menggembirakan bagi rakyat kita berharap pada saatnya akan muncul tampil pemimpin yang membawa kegembiraan,” ucap Paman Birin.
Gubernur dua periode ini juga mengingatkan para kades atau biasa dipanggil pambakal, bahwa perpanjangan masa jabatan ini adalah kesempatan melanjutkan pengabdian untuk masyarakat di desanya dengan bekerja lebih baik.
Kepala desa ujarnya, memiliki peran peran strategis dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan, karena dari pemerintahan desa lah sebagian besar pelayanan publik itu dimulai. Banyak data-data yang dibutuhkan sebagai dasar pengambilan kebijakan, seperti data penyandang disabilitas, lansia orang miskin dan sebagainya.
Paman Birin juga berpesan, para kepala desa agar mempertahankan kerjasama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan yang cepat, efektif dan transparan.
“Pastikan ada kesinambungan dan peningkatan dari capaian-capaian sebelumnya,” pesan Paman Birin.
Pada bagian lain, disebutkan sebelumnya jumlah desa miskin dan sangat miskin di Kalsel mencapai 1.438 desa. Namun status itu tuntas di 2024 atau 80 persen desa sudah termasuk maju sesuai penilaian pemerintah pusat.
“Ini kerja bersama, terima kasih dan penghargaan luar biasa untuk kepala desa,” ujarnya.
Sebelum beranjak dari podium, Paman Birin memanggil 10 kades untuk naik ke panggung. Salah satu kades diberi tantangan untuk menyebut nama-nama sembilan rekannya itu dan desa asal mereka dan ditanya nama Pj Bupati Tapin. Karena semua bisa dijawab, masing-masing diberi uang tunai.
Selanjutnya 10 anggota TP PKK Tingkat Desa dipanggil ke panggung dan mereka diminta menyebutkan 10 Program PKK. Kemudian, 11 anggota BPD pun diberi kesempatan tampil ke depan.
Sebelumnya, Penjabat Bupati Tapin Muhammad Syarifuddin MPd mengatakan, kehadiran Paman Birin dan Acil Odah dalam pengukuhan masa jabatan ini, sebagai bukti keduanya menyatu dengan rakyat dan kebersamaan dengan niat memajukan Kalsel, khususnya di Tapin.
Khusus kepada para kades, Syarifuddin berharap, mereka lebih semangat dalam bekerja dan mengabdi di desa masing-masing.
Pengukuhan perpanjangan masa jabatan Kepala Desa dan Badan Bermusyawarah Desa (BPD) se Kabupaten Tapin diakhiri dengan foto bersama. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJAR – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin didampingi Ketua TP-PKK Kalsel, Raudatul Jannah, atau Acil Odah, menghadiri acara puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung Tahun 2024. Kehadiran mereka disambut dengan antusias yang luar biasa oleh para pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Martapura Kabupaten Banjar pada Selasa (6/8) pagi.
Gubernur dan Ketua TP PKK Kalsel berfoto bersama Dirut Bank Kalsel (paling kanan) dan Kepala OJK Kalsel (tiga dari kiri) serta siswa disabilitas
Bertempat di halaman SLB Negeri 2 Martapura, tarian Radap Rahayu yang memukau dan penampilan pantomim oleh siswi SLB Negeri 2 Martapura semakin menambah semarak acara.
Sebagai bentuk apresiasi, seorang siswa peraih juara 1 merangkai bunga tingkat provinsi, menyerahkan buket bunga hasil karyanya secara langsung kepada Paman Birin, tidak hanya itu, sebuah lukisan karya siswa juga diberikan sebagai tanda penghormatan kepada Paman Birin.
Acara ini digelar Bank Kalsel bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bentuk komitmen untuk memberikan literasi keuangan kepada penyandang disabilitas sebagai puncak peringatan Hari Indonesia Menabung Tahun 2024.
Salah satu program Bank Kalsel yaitu Bekal untuk Masa Depan (BAKANTAN) merupakan program yang menyasar para pelajar bertujuan memberikan pemahaman dasar tentang perbankan, dan menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini.
Dengan target pembukaan 6.578 rekening siswa sekolah umum dan 1.000 rekening siswa SLB, Bank Kalsel menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan inklusi keuangan, langkah ini juga sejalan dengan program KEJAR (Keuangan Inklusif bagi Anak dan Remaja) yang digalakkan OJK.
Dalam sambutannya, Paman Birin menegaskan pentingnya menabung sebagai bagian dari upaya strategis mencapai cita-cita bangsa.
“Satu abad Indonesia pada tahun 2045, kita bertekad menjadikan Indonesia sebagai negara Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur, yaitu negeri yang makmur di bumi dan di akhirat. Ini adalah harapan dan cita-cita seluruh rakyat Indonesia dalam menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Paman Birin.
Lebih lanjut, Paman Birin menyatakan bahwa Indonesia Emas 2045 adalah perwujudan dari cita-cita untuk menciptakan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat, termasuk penyandang disabilitas.
“Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang kemajuan ekonomi, tetapi juga tentang memastikan bahwa kesejahteraan ini dapat dinikmati oleh setiap individu tanpa terkecuali,” tutur Paman Birin.
Menurut Paman Birin, menabung bukan hanya soal menyimpan uang, tetapi juga membangun disiplin dan merencanakan masa depan.
“Ketika kita muda, kita seringkali tergoda untuk menghabiskan uang tanpa berpikir panjang. Namun, dengan menabung, kita belajar untuk menghargai setiap rupiah yang kita miliki dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menekankan pentingnya menabung serta komitmen Bank Kalsel dalam memastikan setiap warga negara memiliki akses yang setara terhadap layanan keuangan.
“Di momen yang sangat istimewa ini, dimana kita tidak hanya merayakan pentingnya menabung tetapi juga menegaskan komitmen kita untuk memastikan bahwa setiap warga negara tanpa terkecuali memiliki akses yang setara terhadap layanan keuangan,” ujar Fachrudin
Fachrudin juga menyampaikan dukungan penuh Bank Kalsel terhadap program kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertujuan mengedukasi inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas.
“Bank Kalsel mendukung program kerja OJK untuk mengedukasi inklusi keuangan kepada penyandang disabilitas dengan membuat program yang ramah untuk disabilitas,” tambahnya.
Tampak hadir pada acara tersebut Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo beserta jajaran OJK Kalsel, Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Martapura dan seluruh siswa dan siswi SLBN 2 Martapura. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Pelatihan Pengelola Perpustakaan bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)/Rumah Tahanan (Rutan) se-Provinsi Kalsel yang bertempat di aula kantor Dispersip Kalsel, Selasa (6/8).
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh perwakilan pengelola perpustakaan Rutan/Lapas se Kalsel ini dibuka langsung oleh Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie dan menghadirkan narasumber Fungsional Pustakawan Ahli Madya Dispersip Kalsel, Arbayah.
Kepala Dispsersip Kalsel, Nurliani mengatakan, pelatihan bagi pengelola perpustakan Lapas/Rutan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan oleh pihaknya.
“Ini yang pertama, biasanya kami melaksanakan bagi pengelola perpustakaan sekolah maupun perguruan tinggi,” katanya.
Pelatihan ini, lanjutnya, merupakan usulan salah satu Lapas/Rutan di Kalsel yang meminta untuk diadakannya pelatihan tersebut guna meningkatkan kompetensi pengelola perpustakaan setempat.
Dalam pelatihan ini, Dispersip Kalsel memberikan materi terkait tata cara pengelolaan perpustakaan yang baik seperti sisi administrasi, menyusun buku-buku sesuai kategori sampai buku-buku tersebut siap untuk ditayangkan.
“Alhamdulillah sambutan mereka sangat antusias, karena selama ini mereka hanya belajar secara otodidak saja,” tuturnya.
Nurliani pun berharap pelatihan ini dapat meningkatkan layanan perpustakaan kepada warga binaan di Lapas/Rutan se-Kalsel, dan dapat membudayakan minat baca bagi warga binaan mereka.
“Dengan adanya budaya membaca bagi warga binaan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan wawasan mereka ketika nanti kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)