Berdayakan Disabilitas, Disnakertrans Kalsel Bentuk ULD Ketenagakerjaan

BANJARMASIN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Transmigrasi) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) ketenagakerjaan untuk memberdayakan mereka yang mengalami keterbatasan.

Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti melalui Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan Penempatan Produktivitas Tenaga Kerja (P4TK), Indah Fajarwati mengatakan pembentukan Unit Layanan Disabilitas ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Kabid P4TK Disnakertrans Kalsel, Indah Fajarwati

ULD ini bertujuan untuk menyediakan layanan dan fasilitas untuk penyandang disabilitas termasuk diantaranya memberikan memberikan informasi, pengembangan karier untuk penyandang disabilitas, penyediaan pelatihan keterampilan hingga pendampingan.

“Kita akan melayani tenaga kerja, baik pencari kerja maupun tenaga kerja yang sudah bekerja, yang ada hubungan kerja, baik itu ada pelanggaran normatif di pengawasan tenaga kerja maupun ada perselisihan hubungan kerja ataupun PHK, kita tetap melayani tenaga kerja difabel,” jelasnya, Senin (30/9).

Indah menerangkan dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, baru tiga kabupaten yang telah membentuk Unit Layanan Disabilitas ketenagakerjaan, yaitu kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

“Sisanya nanti akan kita inisiasi di tahun ini. Kita akan lakukan asistensi untuk membentuk layanan disabilitas di setiap Disnaketrans di kabupaten/kota karena pelayanannya sangat menyentuh ke pencaker,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut Indah, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait pembentukan unit layanan disabilitas di 13 kabupaten/kota di Kalsel dan meminta komitmen Pemerintah Daerah untuk segera membentuk ULD.

“Walaupun mengingat anggaran yang minim, tetapi yang langkah pertama yang kita lakukan adalah menetapkan petugas-petugas melalui Surat Keputusan, baru kemudian dilengkapi sarana prasarananya,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Gema Maulid 40 Malam di Kalsel, Diharapkan Dapat Perkokoh Persatuan

BANJARMASIN – Gema Maulid 40 Malam di Kalimantan Selatan, dapat semakin memperkokoh Persatuan dan Kesatuan di Banua.

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang dibacakan, Pj Bupati Tanah Laut yang juga sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman, disela kegiatan pada Jumat malam (27/9) mengatakan, dengan diselenggarakan Gema Maulid 40 Malam 1446 Hijriah hari ke 24 yang diinisiasi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, maka dapat dijadikan sebagai momen berharga untuk mengenang, mempelajari, dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW, dalam bentuk memperkokoh persatuan dan kesatuan di Banua.

Pj Bupati Tanah Laut yang juga sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman

“Momentum ini untuk melakukan refleksi diri serta merekatkan tali persaudaraan, agar secara kokoh nilai persatuan dan kesatuan,” pintanya

Sementara itu, tausiyah yang disampaikan Wakil Ketua PBNU KH Zulfa Musthofa menambahkan, Nabi Besar Muhammad SAW merupakan manusia pilihan yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, beliau memiliki teladan dalam segala aspek kehidupan, mulai dari akhlak, kepemimpinan. hingga perjuangan dakwah yang penuh kesabaran dan kasih sayang.

Wakil Ketua PBNU KH Zulfa Musthofa, saat memberikan tausiyah

“Rasullulah SAW menjadi pelita dan suri teladan bagi seluruh umat mengajarkan nilai-nilai tentang kebaikan, dan toleransi,” tutupnya

Turut Hadir para ASN lingkup Pemprov Kalsel diantaranya Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas PMD, Dinas ESDM, Satpol PP Damkar, Biro Organisasi dan Biro Administrasi Pembangunan, serta jamaah dari Banjarmasin dan Desa Pasangan Utara Kabupaten Banjar.

Untuk diketahui, Gema Maulid 40 Malam 1446 H hari ke 24 diinisiasi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, bertempat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin menghadirkan group Miftahul Musthofa Banjarmasin yang membacakan syair Maulid serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Ahmad Bugdadi. (NHF/RDM/RH)

Paman Birin Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Warga Basirih Banjarmasin

BANJARMASIN – Warga Kelurahan Basirih dan Teluk Tiram serta Telawang Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin, melangsungkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pada 26 Rabiul Awal tahun 1446 Hijriah atau Minggu (29/9). Warga terlihat suka cita, karena acara mereka dihadiri Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin bersama Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah atau Acil Odah.

Turut hadir, Lurah Basirih Fadli Aulia, anggota DPRD Kalsel, Ahmad Maulana, tokoh agama, dan para sesepuh warga, serta para ketua RT/RW Basirih dan sekitarnya.

Prosesi peringatan diawali lantunan syair maulid Grup Maulid Al-Firdaus dari Banjar Indah Permai Banjarmasin, dan pengajian ayat suci Al Quran oleh Qori Rizki.

Ketua RT setempat, Aidil Fitri selaku tuan rumah, mengatakan apa yang dihajatkan warga setempat untuk bertemu langsung Paman Birin dan Acil Odah pada kesempatan ini terkabulkan.

Dia bersama warga berharap, kegiatan seperti ini bisa berlanjut pada kesempatan lain.

“Alhamdulilah. Terimakasih Gubernur Paman Birin dan Acil Odah atas kehadiran di tengah-tengah warga,” kata Aidil Fitri.

Sementara itu, saat menyampaikan sambutannya, Paman Birin juga memanggil tujuh anak-anak dan meminta salah satunya menyebutkan lafaz Iqamah atau Qamat yaitu bacaan yang biasa diserukan sebelum shalat berjamaah.

Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad yang dihadiri Paman Birin dan Acil Odah

Antusias anak-anak pun terlihat saat menjawab seraya melafazkan Iqamah atau qamat.

Tausiyah seputar kelahiran Nabi Muhammad SAW di lapangan Kantor Basirih Jalan Intan Sari RT 18 Kecamatan Banjarmasin Barat ini, disampaikan Guru Ahmad Supian Al-Banjari.

Dikisahkan bagaimana proses kelahiran Nabi Muhammad SAW yang memiliki keistimewaan yang luar biasa dibanding manusia lainnya.

Keistimewaan dimaksud antara lain, lahir tanpa menyebabkan rasa sakit ibunya yang melahirkan, tidak ada darah yang keluar, kondisi sudah disunat atau berkhitan, dan kejadian aneh lainnya di tempat lain.

Selain memiliki sifat mulia dan bijak sehingga disenangi orang lain, secara fisik, Nabi Muhammad SAW memiliki keindahan yang sukar diungkapkan dengan kata-kata.

Sifat mulia nabi itulah ujar Guru Supian, seperti pemurah, selalu sangka baik, kasih sayang kepada manusia bahkan hewan, sepatutnya jadi teladan bagi umat muslim.

Terakhir disampaikan tentang penyakit batin yang dibenci Allah SWT seperti kikir, namun bisa diobati dengan sering membaca salawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW diakhiri dengan pembacaan tahlil dan doa. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Raudatul Jannah Terpilih Sebagai Tokoh Perempuan Kreatif dan Berpengaruh di Kalimantan Selatan

JAKARTA – Ketua TP PKK Kalimantan Selatan Raudatul Jannah, terpilih sebagai Tokoh Perempuan Kreatif dan Berpengaruh di Kalimantan Selatan pada malam penganugerahan IDeaward 2024 di Jakarta, Jumat (27/9) malam.

IDeaward merupakan ajang penghargaan ide terbaik paling bergengsi di Indonesia. Acara ini mempertemukan para pemimpin nasional, tokoh kreatif, dan instansi pemerintahan yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam membangun masa depan yang lebih baik melalui ide-ide kreatif dan inovatif.

Penghargaan diberikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno kepada lima pemenang di sesi pertama. Yaitu Gubernur Sulawesi Utara, Direktur BTN, Kepala Kejaksaan Agung, Ketua TP PKK Kalimantan Selatan, dan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Raudatul Jannah mengucapkan syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, seraya berjanji untuk semakin kreatif dan inovatif agar dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat Banua.

“Alhamdulillah wal syukurillah, terima kasih atas kepercayaannya, mari kita terus bergerak, perkokoh banua maju dengan kekuatan rakyat,” tegasnya saat menyampaikan pidato usai menerima penghargaan.

Adapun Dewan Juri pada pelaksanaan IDeaward tahun ini yaitu Andy F.Noya, Trivet Sembel, Afutami dan Riel Tasmaya. Raudatul Jannah dinilai sebagai sosok inspiratif yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi masyarakat Kalimantan Selatan melalui berbagai program inovatif di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, serta pemberdayaan perempuan.

Penyelenggara IDeaward 2024, Riel Tasmaya menilai, Raudatul Jannah sangat pantas dan layak terpilih dalam kategori Tokoh Perempuan Kreatif dan Berpengaruh, terutama karena inisiatifnya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat serta peduli lingkungan hidup dan kesehatan.

“Dedikasi beliau sebagai Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda telah membawa perubahan positif bagi masyarakat, serta keberanian Ibu Raudatul Jannah maju sebagai Calon Gubernur Kalimantan Selatan semakin mengukuhkan beliau sebagai sosok yang patut diteladani,” terangnya.

Oleh karena itu, wajar jika Raudatul Jannah menjadi salah satu top person dan influencer di wilayah Kalimantan Selatan berdasarkan jumlah pemberitaan dan pernyataan di berbagai media, baik lokal maupun nasional.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kalsel Muhamad Muslim membenarkan data tersebut, bahwa Raudatul Jannah atau akrab disapa Acil Odah telah menjadi salah satu keyword yang paling banyak diberitakan setelah Gubernur, Sahbirin Noor atau Paman Birin.

Sepanjang 2024, ada sekitar 3.700 pemberitaan dengan kata kunci Acil odah dan menerima sentimen positif sebanyak 65.67%, netral 31.16% dan negatif hanya 3,17%,” terangnya saat ditemui secara terpisah.

Tentunya data tersebut mengkonfirmasi Raudatul Jannah sebagai tokoh yang berpengaruh di Kalimantan Selatan dan mampu membuat perubahan positif bagi masyarakat Banua.

Semoga prestasi yang telah dicapai mampu menginspirasi ide-ide kreatif dan inovatif selanjutnya bagi pembangunan daerah kita tercinta. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Siapkan Bantuan Stimulan UEP-P Sebanyak 1.275 KPM pada APBD-P 2024

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalsel menyiapkan 1.275 bantuan stimulan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Perorangan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2024.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kalsel, Gusnanda Effendi mengatakan tahun ini, program UEP-P menyasar sebanyak 1.275 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Kalsel.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kalsel, Gusnanda Effendi

“Sebanyak 1.275 bantuan stimulan UEP Perorangan tersebut dibagi rata untuk 13 kabupaten/kota di Kalsel. Jadi setiap kabupaten/kota akan mendapatkan 98 bantuan UEP-P,” jelasnya, di ruang kerjanya, Jum’at (27/09).

Menurut Gusnanda, pihaknya sudah mengirimkan surat terkait program UEP-P tersebut kepada Dinsos Kabupaten/Kota se Kalsel untuk mengusulkan nama-nama KPM dengan jenis usaha yang akan menerima bantuan stimulan UEP-P.

Mereka yang menerima bantuan adalah yang terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial (DTKS) dan Data Terpadu Sosial Banua (Datu Soban).

“Usulan tersebut dikirimkan ke Dinsos Kalsel paling lambat tanggal 30 September 2024 dengan lampiran lengkap KTP, Kartu Keluarga dan Foto. Setelah itu, kami akan seleksi pada bulan Oktober nanti,” terangnya

Adapun jenis usaha yang akan mendapatkan bantuan UEP-P yaitu makanan dan minuman serta jasa seperti potong rambut, pijat, bengkel sepeda motor, pencucian sepeda motor dan tukang bangunan.

“Bantuan UEP-P ini berupa barang dan bahan-bahan untuk usaha dengan nilai sekitar Rp3 juta/orang,” ungkapnya.

Gusnanda mengharapkan melalui pelaksanaan bantuan stimulan UEP-P ini, usaha para KPM bisa lebih berkembang sehingga terjadi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan mereka.

“Program ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi angka kemiskinan di Kalsel,” harapnya.

Ditambahkan Gusnanda, pihaknya juga akan menyelenggarakan bimbingan teknis bagi penerima bantuan UEP-P sesuai dengan jenis usaha masing-masing untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam berwirausaha.

“Bimtek ini untuk memberikan pengarahan, informasi, dan kiat-kiat berwirausaha yang mandiri bagi penerima bantuan UEP-P,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Jalani Orientasi Kedewanan, DPRD Provinsi Kalsel Siap Implementasikan Ilmu yang Didapatkan

JAKARTA – Setelah menyelesaikan orientasi dan pendalaman materi pimpinan dan anggota DPRD angkatan XII, Wakil Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan siap untuk mengimplementasikan pengetahuan serta ilmu yang telah didapatkan.

Suasana Kegiatan Orientasi Anggota DPRD Kalsel di Jakarta

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Alpiya Rakhman, usai mengikuti penutupan kegiatan orientasi kedewanan tersebut, pada Kamis (26/9).

“Alhamdulillah, hari ini kami sudah melakukan penutuan, yang mana orientasi ini dilaksanakan selama tiga hari, dari Selasa, Rabu, hingga Kamis hari ini. Kebersaman para peserta sangat luar biasa, yang mana juga pada orientasi kali ini bersama-sama dengan kawan-kawan DPRD Gorontalo,” kata politisi Gerindra tersebut.

Alpiya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) itu. Menurutnya, narasumber yang dihadirkan sangat berkompeten dan bahan materi yang disampaikan pun mampu memotivasi dan menggugah semangat para anggota dewan yang ada.

“Apalagi lebih banyak berdiskusi sehingga lebih interaktif,” terangnya.

Anggota DPRD Kalsel berfoto dengan salah satu pemateri, Rocky Gerung

Setelah ini, lanjut Alpiya, pihaknya akan lebih mantap untuk melaksanakan fungsi-fungsi kedewanan. Sebab, materi-materi yang disampaikan menurutnya sangat relevan, mengupas hal-hal mendasar dari tugas dan fungsi, hingga hal-hal menyangkut isu-isu global lainnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD Kalsel, Desy Oktavia Sari. Ia mengaku materi-materi yang disampaikan dalam kegiatan ini sangat penting karena membahas inti dari tugas pokok dan fungsi DPRD. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang hal ini akan memperkuat kapasitas Anggota DPRD provinsi Kalsel sebagai wakil rakyat untuk menjalankan peran legislasi, anggaran, dan pengawasan secara optimal

“Ini memberi kami perspektif baru tentang bagaimana memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program pemerintah. Langkah ke depan adalah menerapkan pemahaman yang didapat hari ini dalam tugas sehari-hari, terutama dalam memperkuat fungsi pengawasan dan legislasi. Kami juga akan memperbanyak diskusi dan koordinasi dengan pihak eksekutif untuk memastikan kebijakan daerah berjalan efektif sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Selama 8 Hari, Pemprov Kalsel Gelar Pameran Tunggal dengan Perupa Umar Sidik

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Taman Budaya Kalsel, menggelar Pameran Tunggal dengan Perupa Umar Sidik, selama delapan hari yang dipusatkan Gedung Warga Sari Taman Budaya Kalimantan Selatan Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, saat melihat lukisan

Kepada sejumlah wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, disela kegiatan pada Jumat (27/9) mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi setiap lukisan yang dipamerkan merupakan hasil karya langsung seniman Perupa Umar Sidik, yang lama terjun di dunia seni rupa. Dimana, sudah berkeliling Indonesia memamerkan karya lukisnya di event Nasional, kecuali yang belum di Provinsi Bali.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel (ditengah) didampingi Perupa Umar Sidik dan Badri Hurmansyah (ki-ka)

“Pameran tunggal bertajuk “RE-RUNS SOLO EXHIBITON” konsepnya membuat penasaran dan ingin terus menikmati karyanya,” ungkap Yanti

Disampaikan Suharyanti, pameran tunggal ini merupakan pertama kali diselenggarakan sebagai bentuk kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan seniman – seniman di Banua. Yanti berharap, masyarakat dapat memanfaatkan dengan berkunjung apalagi secara gratis, mulai tanggal 27 September hingga 4 Oktober 2024 mendatang, pukul 12.00 siang – 22.00 Wita.

“Kerjasama ini dilakukan sebagai upaya dalam melestarikan dan mengembangkan karya – karya seniman di Banua,” jelasnya

Sementara itu, Perupa Umar Sidik menambahkan, Pameran tunggal bertajuk “RE-RUNS SOLO EXHIBITON” ada sebanyak 23 lukisan yang dipamerkan, diantaranya diskripsi menceritakan keberlangsungan hidup ikan arwana sebagai ikan dewa. Selain itu, pihaknya memamerkan tentang dunia lokal seperti kebudayaan pasar terapung, tradisi menginang nenek moyang serta adat dayak lainnya.

“Kami pamerankan 23 lukisan realisme dan kontemporer,” tutupnya.

Untuk diketahui, Pameran Tunggal dibuka secara resmi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Muhammadun, diwakili Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, didampingi Kepala Seksi Promosi dan Dokumentasi Taman Budaya Kalsel Nitta Aulia, serta Perupa Umar Sidik dan Badri Hurmansyah, diikuti dari kalangan Mahasiswa dan Mahasiswi Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Polda Kalsel Gelar Sosialisasi UU Terorisme kepada Komunitas

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel bersama Densus 88 serta DPW PPLIPI Kalsel menggelar, Sosialisasi Undang Undang Terorisme kepada Perkumpulan Komunitas dan Olahraga di Banua, di Aula Mathilda, Banjarmasin, Jumat (27/9).

Narasumber kegiatan Katim 3 Idensos Bid Pencegahan Sathaswil kalsel Ipda Alim Sumarsono mengatakan, saat ini pihaknya melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada komunitas perempuan di Kalimantan Selatan.

Narasumber kegiatan Katim 3 Idensos Bid Pencegahan Sathaswil kalsel Ipda Alim Sumarsono didampingi DPW PPLIPI Kalsel Nawang Wijayati

“Kami mengucapkan terimakasih atas kehadiran pada sosialisasi ini,” ungkapnya.

Karena, lanjutnya, peserta antusias dalam mengikuti sosialisasi yang mereka sampai.

Pada sosialisasi ini Densus 88 bekerjasama dengan Polda Kalsel untuk memberikan pemahaman mengenai paham radikalisme, agar bisa sinergi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengajak seluruh warga di Banua untuk dapat melaporkan jika menemukan, adanya kegiatan yang mencurigakan adanya kegiatan radikalisme disekitar lingkungan mereka.

“Masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan hendaknya tidak perlu takut, untuk melaporkan kepada pihak berwajib, jika menemukan hal mencurigakan tersebut,” ungkapnya.

Begitu juga, keluarga perlu melakukan pengawasan terhadap anak anak mereka. Agar tidak terpengaruh dengan paham radikalisme dan intoleransi dilingkungan keluarga.

“Untuk bersama sama menjaga suasana kondusif di Provinsi Kalimantan Selatan maka seluruh masyarakat di Banua, untuk selalu waspada terhadap pengaruh radikalisme dan intoleransi,” ucapnya.

Karena itu, dihimbau, kepada orangtua agar dapat melakukan pengawasan terhadap keluarganya, terutama putra putrinya melalui pertemanan, sosial media, pengajian tertutup, serta lainnya.

Sementara itu, Ketua Wilayah DPW Perkumpulan Perempuan Lintas Profesi Indonesia atau PPLIPI Kalsel Nawang Wijayati mengatakan, PPLIPI mengapresiasi kegiatan Sosialisasi Undang Undang Terorisme yang diselenggarakan oleh Polda Kalsel dan Densus 88.

“Karena perempuan merupakan cilak bakal komunikasi dalam keluarga, untuk mengawasi dari pengaruh Terorisme, Radikalisme, serta intoleransi,” ucapnya.

Kegiatan Sosialisasi Undang Undang Terorisme ini dihadiri perwakilan dari DPW PPLIPI Kalsel, DPD IWAPI Kalsel, BKOW Kalsel, Wanita FKPPI Kalsel, Forum Dayak, IPDN Kalsel, Kwarda Kalsel, serta Kormi Kalsel. (SRI/RDM/RH)

Empat Bulan Jelang Berakhirnya 2024, Pemda di Kalsel Perlu Percepat Belanja

BANJARBARU – Kementrian Keuangan Satu Kalimantan Selatan, kembali menggelar pertemuan rutin bulanan, untuk membahas realisasi APBN dan APBD di regional Kalimantan Selatan, hingga akhir Agustus 2024. Pertemuan pada Jumat (27/9) ini digelar di kantor Kanwil Ditjen Kekayaan Negara (DJKN) di Banjarbaru.

Hadir pada pertemuan ini, seluruh jajaran perwakilan Kementrian Keuangan di Kalsel. Mulai dari Kakanwil DJKN, DJPb, DJP wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah serta DJBC Kalimantan Bagian Selatan.

Hadir pula perwakilan lembaga vertikal di Kalsel, seperti BPS dan perwakilan dari Pemerintah Provinsi Kalsel. Diantaranya Kepala Bapenda Kalsel, Subhan Nor Yaumil serta Kabid Pengembangan Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi, Agus Fariady.

Kepada Abdi Persada usai acara, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel, Syafriadi memaparkan, kinerja APBD regional Kalimantan Selatan sampai dengan 31 Agustus 2024 untuk realisasi pendapatan, mencapai Rp26,52 triliun atau sekitar 66,16 persen dari target. Capaian ini meningkat sebesar 36,33 persen dibandin tahun lalu.

Kakanwil DJPb Provinsi Kalsel saat memberikan keterangan kepada wartawan

Pajak Daerah terealisasi Rp3,38 triliun dan retribusi daerah sebesar Rp602,32 miliar, meningkat 630% dibandingkan tahun lalu.

“Secara persentase, kinerja realisasi pendapatan tertinggi ada pada Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp3,04 triliun atau 95 koma 97 persen,” ujarnya.

Sementara untuk retribusi daerah, menurut Syafriadi, mengalami peningkatan signifikan sebesar 630% disebabkan meningkatnya retribusi jasa layanan umum.

“Di sisi lain, peningkatan pajak daerah sebesar 12% disumbang dari kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Hotel, Pajak Hiburan, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, dan Pajak Restoran. Komponen pendapatan yang mendominasi struktur Pendapatan Daerah se-Kalimantan Selatan adalah Pendapatan Transfer sebesar Rp21,24 triliun, dengan kontribusi 80 persen terhadap total pendapatan daerahnya” jelasnya.

Lebih lanjut Syafriadi memaparkan, dari sisi belanja daerah, realisasi belanja telah mencapai Rp21,51 triliun atau 48,74%, tumbuh 33,03 persen.

“Namun sayangnya secara regional, capaian realisasi belanja APBD di Kalsel masih di bawah 50 persen. Hal ini harus menjadi perhatian pemda, mengingat hanya tersisa 4 bulan pada 2024 ini,” ujar Syafriadi.

Secara umum, belanja pegawai telah terealisasi sebesar Rp6,91 triliun. Untuk belanja barang/jasa sebesar Rp5,81 triliun, belanja modal telah terealisasi sebesar Rp4,15 triliun.

“Semua jenis belanja mengalami peningkatan dibanding tahun 2023. Sampai dengan Agustus 2024 ini, belanja modal mengalami peningkatan paling tinggi sebesar 78,36%. Realisasi belanja tertinggi ada pada kabupaten Batola sebesar 59,12 persen terhadap pagu,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Sambut Baik Kegiatan Bimtek Keluarga Berintegritas dari KPK RI

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, menyambut baik kegiatan yang mengikutsertakan puluhan pasangan pejabat eselon I, II, dan III, dalam penyelenggaraan kegiatan bimbingan teknik (bimtek) yang memiliki tujuan preventif atas tindakan korupsi. Bimtek Keluarga Berintegritas hasil kerjasama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Inspektorat Daerah bersama KPK RI ini, dilaksanakan di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Kamis (26/9).

Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Sekda Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar menyampaikan, bahwa perilaku korupsi dapat terbentuk dari budaya yang ada dalam keluarga sendiri. Hal tersebut amat memprihatinkan, dan kiranya menjadi bahan renungan untuk kita semua, bagaimana budaya keluarga selama ini, dapat dibimbing dengan baik.

“Integritas akan mengarahkan seseorang pada perilaku-perilaku baik, sekaligus menjadi rem atas tindakan-tindakan yang melanggar nilai dan norma sosial,” ungkap Roy.

Korupsi dapat terbentuk dari budaya yang ada dalam keluarga sendiri. keluarga yang terbiasa dengan gaya hidup mewah, menuntut materi secara berlebihan, hingga terbiasa memanfaatkan fasilitas negara, adalah faktor-faktor yang dapat mendorong seseorang untuk meraup lebih banyak dari haknya, alias korupsi.

“Hal tersebut amat memprihatinkan, dan kiranya menjadi bahan renungan untuk kita semua. bagaimana budaya keluarga kita selama ini. sudahkah kita mampu membimbing keluarga dengan baik,” lanjut Roy.

Sementara itu, dalam paparannya saat menjadi Narasumber, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Kumbul Kuswiyanto Sujadi, menyampaikan bahwa tanda terimakasih kepada Bapak Gubernur Paman Birin atas kerjasamanya dalam bersinergi untuk memberantas korupsi. Ia menyebut kegiatan bimtek ini ke-58 di seluruh Indonesia.

Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Kumbul Kuswiyanto Sujadi

“Tentunya, ada maksud dan tujuan bahwa bimtek ini kita lakukan. Bapak dan ibu sekalian, kita semua memahami bahwa perilaku korupsi adalah kejahatan yang luar biasa,” ucap Kumbul.

Dampak dari pola korupsi, berpengaruh pada aspek kemiskinan, pengangguran dan degradasi moral di Indonesia. Sehingfa budaya korupsi harus dihindari dan mencegahnya dari lingkungan keluarga sendiri, kemudian masyarakat sekitar.

“Kebanyakan perilaku korupsi dianggap menjadi budaya yang biasa. Oleh karena itu, keluarga berintegritas perlu diwujudkan agar membangun perilaku anti-korupsi,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version