UPZ Bank Kalsel Salurkan Bantuan Gerobak dan Modal Untuk Pedagang Pentol Keliling di Balangan

PARINGIN – Sebagai wujud kepedulian terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM), khususnya pedagang pentol keliling, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel menyalurkan bantuan berupa gerobak dan tambahan modal usaha pada Senin (25/11) di Bank Kalsel Kantor Cabang Paringin. Penyerahan bantuan dilakukan langsung Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, didampingi Kepala Bank Kalsel Cabang Paringin, Fitri Hernadi.

Bantuan tersebut diberikan kepada dua pedagang pentol asal Balangan, yaitu Muhammad Abdillah Akbar dan Muhammad Dahlan. Fachrudin berharap agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk mendukung keberlangsungan usaha dan mencari nafkah untuk keluarga mereka.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menjalankan usaha, guna menunjang perekonomian mereka,” harapnya.

Fachrudin juga menambahkan, kegiatan serupa rutin dilakukan di berbagai daerah. Selain bantuan berupa barang, UPZ Bank Kalsel turut memberikan tambahan modal untuk memastikan usaha penerima bantuan dapat berkembang lebih baik di masa depan.

Salah satu penerima bantuan, Muhammad Abdillah Akbar, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan berupa gerobak dan tambahan modal ini. Semoga usaha kami semakin maju,” ungkapnya.

Program ini merupakan bentuk nyata komitmen Bank Kalsel dalam mendukung UMKM lokal, sekaligus menunjukkan peran lembaga keuangan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. (ADV-RIW/RDM/RH)

Peringati HDN 2024, Dispersip Kalsel Hadirkan Pendongeng Banua, Bunda Enik

BANJARMASIN – Ratusan anak-anak PAUD dari sejumlah sekolah di Banjarmasin tampak sangat antusias mengikuti kegiatan Perpus Palnam Berdongeng yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani (tengah) didampingi Plt Sekretaris Dispersip Kalsel, Adethia Hailina (kiri) dan Pendongeng Bunda Enik (kanan)

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Dongeng Nasional 2024 ini menghadirkan Pendongeng Asli Banua, Bunda Enik Pendongeng asal Kampung Dongeng Banjarmasin, bertempat di aula Dispersip Kalsel, Selasa (26/11).

Bunda Enik membawakan cerita rakyat Kalsel

Tidak hanya mendongeng, pada kesempatan tersebut Bunda Enik juga mengajak anak-anak yang hadir dengan untuk melakukan senam guna melatih konsentrasi dan motorik mereka.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya pihaknya dalam meningkatkan literasi dan minat baca kepada anak-anak sejak usia dini.

“Ini merupakan upaya kami dalam rangka memperingati Hari Dongeng Nasional yang jatuh di tanggal 28 November, dimana kali ini kita menghadirkan pendongeng asli Banua” katanya.

Tidak hanya meningkatkan literasi dan minat baca kepada anak-anak sejak usia dini, melalui kegiatan ini, Nurliani juga ingin mengangkat citra pendongeng lokal.

“Di hari Dongeng Nasional ini kita ingin menyampaikan bahwa Kalsel juga punya pendongeng yang tidak kalah dengan bagusnya dengan pendongeng nasional,” jelasnya.

Kepala Dispersip Kalsel yang akrab disapa Bunda Nunung ini berharap melalui kegiatan ini bisa meningkatkan kecintaan anak-anak kepada buku dan juga perpustakaan.

“Semoga anak-anak mencintai buku dan perpustakaan sejak usia sedini mungkin” harapnya.

Sementara itu, Pendongeng Banua, Bunda Enik mengatakan pada kesempatan ini dirinya membawakan salah satu cerita rakyat Kalsel yang berjudul Bulu Landak.

“Cerita ini memiliki pesan moral yang bagus untuk anak-anak. Dimana melalui cerita ini anak-anak diharapkan dapat saling menghormati, kerjasama, dan musyawarah untuk mufakat” tuturnya.

Tidak hanya Bunda Enik, pada peringatan Hari Dongeng Sedunia 2024 Dispersip Kalsel juga turut mendatangkan pendongeng nasional Kang Deden sebagai salah satu upaya mereka dalam meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat Banua. (NRH/RDM/RH)

Kembali Setelah Cuti Pilkada, Bupati Banjar Sampaikan Apresiasi Kepada Pjs Bupati Banjar

BANJAR – Bupati Banjar Saidi Mansyur kembali menjalankan tugas sebagai pemimpin Kabupaten Banjar setelah cuti masa kampanye Pilkada selama kurang lebih dua bulan.

Serah terima jabatan antara Pjs Bupati Banjar Akhmad Fydayeen kepada Bupati H Saidi Mansyur dan Wakil Bupati Banjar H Habib Idrus Al Habsyi, dilaksanakan di Mahligai Sultan Adam Martapura, Senin (25/11) pagi.

Saidi Mansyur (tengah) saat menandatangani sertijab kepada Pjs Bupati Banjar.(foto-Humas Pemkab Banjar)

Dalam acara tersebut, Saidi Mansyur menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Akhmad Fydayeen karena telah menjalankan program-program daerah dengan sangat baik.

“Terima kasih, semoga silaturahmi tetap terjalin karena pak Fydayeen sudah merupakan bagian dari Kabupaten Banjar,” katanya.

Sementara itu, Fydayeen mengaku bangga karena bisa menjadi Pjs Bupati Banjar. Sebab menurutnya, jabatan tersebut merupakan suatu keistimewaan yang diamanatkan negara dalam rangka mengherakan roda pemerintahan di masa kampanye.

“Kabupaten Banjar merupakan salah satu wilayah yang sangat besar, dan ini menjadi kesempatan saya untuk lebih dekat dengan masyarakat serta mempelajari lebih jauh potensi dan budayanya,” ujarnya.

Tidak lupa, Fydayeen juga menyampaikan terima kasih kepad seluruh unsur Forkopimda dan seluruh jajaran Pemkab Banjar yang telah bekerjasama untuk menjaga stabilitas keamanan dan menjalankan program stategis yang telah dicanangkan.

“Semoga Kabupaten Banjar semakin maju dengan segala program-programnya dan bisa berkontribusi besar bagi banua Kalimantan Selatan dan negara,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Amankan Pilkada, Polda Kalsel Terjunkan 1.000 Personel

BANJARBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan, akan menerjunkan 1.000 personel dalam melakukan pengamanan Tempat Pemilihan Suara (TPS) Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) serentak tahun 2024.

Hal ini diungkapkan langsung Kapolda Kalsel Irjenpol Winarto, usai kegiatan upacara pelepasan yang berlangsung di Markas Polda Kalsel, Senin (25/11). Pelepasan dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto dan turut dihadiri oleh Plh Gubernur Kalsel Roy Rizali Anwar, Kabinda Kalsel, Kasi Intel Korem 101/Antasari, Kadisops Lanud Sjamsudin Noor, Pasops Lanal Banjarmasin, Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Ketua KPU Provinsi Kalsel, dan Kejari Banjarbaru.

Kapolda kalsel saat memantau langsung personelnya

Kapolda Kalsel irjen Pol Winarto menyampaikan, personel yang diterjunkan siap membantu jajaran Polres di 13 Kabupaten/kota untuk melakukan pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) selama pilkada berlangsung.

“Dari Polda ada 1000 personel, kita turunkan untuk membackup Polres jajaran yang memang membutuhkan personel pada Pelaksanaan Pemungutan Suara Pilkada serentak pelaksanaan 27 November 2024 mendatang,” ucap Winarto.

Ia menambahkan, 1.000 personel yang yang bertuga nantinya terdiri dari 935 personel ditambah dengan 65 Perwira Pengendali yang telah dipersiapkan dalam segala kemungkinan untuk mengantisipasi potensi kerawanan. Terkait wilayah rawan saat Pilkada berlangsung, Kapolda menyebut sudah memiliki peta yang akan diantisipasi bagaimana teknis pengamanannya.

“Berdasarkan pemetaan yang kita lakukan. Kita sudah siap apapun yang terjadi, kita juga siap dengan segala teknisnya,” lanjut Winarto.

Dirinya pun berpesan kepada seluruh personel yang melaksanakan Serpas (pergeseran pasukan) ke Satwil jajaran, hendaknya menyadari sepenuhnya bahwa tugas mengamankan Pilkada 2024 adalah kehormatan dan kebanggaan, karena sama nilainya dengan menjaga keutuhan bangsa atau menjamin terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Laksanakan tugas ini secara profesional, penuh tanggung jawab, pedomani prosedur tetap yang berlaku, sehingga tindakan-tindakan yang dilakukan senantiasa terukur sesuai aturan hukum. Serta tetap berkomitmen untuk bersikap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis,” tutup Winarto.

Sementara itu, Ketua KPU Kalsel, Andi Tenri Sompa menyampaikan, pihaknya optimis pilkada 2024 di Kalsel akan berlangsung aman damai dan lancar.

“Kami mengapresiasi Polda Kalsel karena terus membersamai kami dalam hal pengamaman, dengan pergeseran pasukan 1000 orang ini. Kami optimis pilkada akan berlangsung aman dan lancar,” tutup Tenri. (MRF/RDM/RH)

Tingkatkan Tata Kelola Data, Pemprov Kalsel Gelar Forum SDI 2024

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Forum Satu Data Indonesia (SDI) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024, bertempat disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Senin (25/11).

Kegiatan yang juga diikuti oleh perwakilan Bappeda dan Diskominfo Kab/Kota se Kalsel ini dibuka oleh Plh. Gubernur Kalsel Roy Rizali Anwar yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalsel, Agus Dyan Nur.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dyan Nur saat memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Agus menegaskan komitmen Pemprov Kalsel untuk menciptakan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat Banua.

“Pelaksanaan Satu Data Indonesia di Provinsi Kalsel telah melalui tahapan yang sistematis dan terstruktur, mulai dari perencanaan yang matang, pengumpulan data, hingga verifikasi data secara bertahap. Proses ini diharapkan dapat disempurnakan melalui forum ini,” ujar Agus.

Ia juga menekankan pentingnya forum ini sebagai wadah untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan kebijakan SDI, khususnya dalam aspek komunikasi, koordinasi, dan sinkronisasi lintas sektoral antara instansi pusat dan daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Kalsel.

“Dengan tata kelola data yang terintegrasi, kita dapat mengoptimalkan pemanfaatan data untuk perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan yang lebih efektif dan efisien,” tambahnya.

Lebih lanjut, Agus menyebut forum ini sebagai ajang evaluasi terhadap tingkat partisipasi produsen data di Kalimantan Selatan dalam memanfaatkan data statistik sektoral daerah. Menurutnya, evaluasi ini sangat penting untuk memperbaiki dan menyempurnakan pengelolaan data ke depan.

“Melalui evaluasi yang komprehensif, kita dapat mengidentifikasi tantangan, menemukan solusi yang tepat, serta merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data di Kalsel,” tutupnya.

Untuk diketahui, Forum SDI ini menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Bappenas dan Kemendagri, Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan. (BDR/RDM/RH)

Dinas PKP Kalsel Serahkan Sertifikat SPPB-PSAT dan PD Kepada Pelaku Usaha

BANJARBARU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan menyerahkan Sertfifikat Penerapan Penanganan yang Baik, Penanganan Pangan Segar Asal Tumbuhan (SPPB-PSAT) dan PD di Halaman Kantor Dinas PKP Banjarbaru, Senin (25/11). Penyerahan sertifikat langsung dilakukan oleh Plh Kadis PKP Kalsel, Imam Subarkah didampingi Kabid Ketahanan Pangan, Saptono. Sertifikat ini merupakan bukti komitmen Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk memastikan keamanan pangan dan penanganan pangan segar asal tumbuhan di wilayah tersebut.

Plh Kadis PKP Kalsel, Imam Subarkah menyampaikan, bahwa SPPB PSAT adalah sertifikat yang menjamin bahwa unit penanganan pangan segar telah menerapkan sistem keamanan pangan dan hygiene sanitasi yang sesuai. Berdasarkan Permentan 15 Tahun 2021, sertifikat ini wajib dimiliki oleh pelaku usaha skala menengah dan besar.

“Alhamdulillah tadi sudah kita serahkan sebanyak 20 Sertifikat SPPB-PSAT dan PD kepada pelaku usaha dan UMKM,” ucap Imam.

Imam menambahkan, Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program pengembangan sertifikasi oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Kalsel. Dimana target kita 15 sertifikat tahun ini.

“Namun sekarang kita sudah melebihi target untuk pemberian sertifikat PSAT,” lanjutnya.

Pihaknya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk mewujudkan keamanan pangan, serta mendorong para pelaku usaha untuk menyebarluaskan informasi tentang sertifikasi PSAT kepada rekan-rekan mereka.

“Selain pasar modern, mereka juga akan menyasar pasar tradisional untuk memperluas jangkauan sertifikasi ini,” sahut Imam.

Dengan semakin banyaknya sertifikasi yang diterbitkan, Kalsel akan menjadi provinsi yang aman dalam hal pangan, menjamin kualitas dan keamanan produk yang beredar di masyarakat.

“Kami optimis akan mengawal terus dalam hal keamanan pangan segar bagi masyarakat banua,” tutup Imam. (MRF/RDM/RH)

Apel Rutin, Plt Asisten II Rusdi Hartono Semangati Pegawai Lingkup Setdaprov Kalsel

BANJARBARU – Apel rutin Aparatur Sipil Negeri (ASN) dan pegawai di lingkup kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dilaksanakan pada Senin (25/11) pagi.

Bertempat di halaman Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, bertindak sebagai pembina apel adalah Plt. Assiten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov), Rusdi Hartono.

Suasana apel pagi di halaman Setdaprov Kalsel

Tampak hadir juga Assiten Bidang Administrasi Umum, Ahmad Bagiawan dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Fakhtan.

Dalam arahan yang disampaikan, Rusdi Hartono memberikan semangat kepada semua pegawai lingkup Setdaprov Kalsel agar bekerja dengan gembira dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tertib administrasi hingga akhir tahun 2024.

‘Mari kita tetap semangat dan bekerja dengan gembira. Kita selesaikan sisa pekerjaan semua sesuai tupoksi dan tertib administrasi,” sampai Rusdi Hartono.

Begitu juga terkait waktu pelaksanaan efektif kegiatan, sekitar 1 bulan lagi tersisa, Rusdi Hartono menitip pesan agar dapat diselesaikan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat Banua.

“Insya Allah, dengan kebersamaan antar pegawai, semua pekerjaan akan selesai tepat waktu dan sekali lagi tertib adminitrasi,” ungkap Rusdi Hartono yang juga Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalsel ini. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

DPRD Kalsel Ajak Orang Tua Lindungi dan Penuhi Hak Anak

BATOLA – Legislator Provinsi Kalimantan Selatan mengajak para orang tua untuk berperan penting dalam melindungi dan memenuhi hak anak.

Seperti yang disampaikan Anggota DPRD Kalsel, Mushaffa Zakir dalam Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) terkait Perda Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Sabtu, (23/11).

Suasana Sosper Nomor 11 Tahun 2018 oleh Anggota DPRD Kalsel, Mushaffa Zakir

Mushaffa menjelaskan peran strategis orang tua dalam melindungi dan mendidik anak dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap konsep parenting agar orang tua tidak menyesal di kemudian hari akibat salah pola asuh.

“Orang tua harus menjadi pelindung pertama bagi anak-anak mereka, memastikan pendidikan dan pengasuhan yang baik,” katanya.

Dalam hal pemberdayaan perempuan, ia mendorong kaum ibu untuk menjadi lebih produktif. Menurutnya, produktivitas ini tidak hanya terbatas pada menghasilkan pendapatan, tetapi juga berkontribusi positif di lingkungan sekitar, sehingga perempuan dapat lebih berdaya dalam membangun komunitas.

Namun, Mushaffa mencatat bahwa implementasi Perda ini belum berjalan maksimal. Ia menekankan perlunya dukungan lebih besar dari pemerintah, baik melalui alokasi anggaran maupun program-program yang terarah dan menyentuh masyarakat lapisan terbawah.

“Kami di DPRD juga harus memastikan bahwa program pemerintah benar-benar efisien dan menjadi instrumen perlindungan serta pemberdayaan bagi masyarakat,” tutupnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Diksar Bela Negara dan Suskapin Nasional Tahun 2024 Resmi Dibuka

BANJARBARU – Pelatihan Pendidikan Dasar (Diksar) Bela Negara dan Kursus Kader Pimpinan (Suskapin) Nasional Angkatan ke-XXXVIII bagi Resimen Mahasiswa (Menwa) resmi dibuka di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) VI/Mulawarman, Banjarbaru, Sabtu (24/11).

Suasana Upacara Pembukaan Diksar dan Suskapin Nasional Menwa 2024

Upacara pembukaan ini dipimpin oleh Plh. Gubernur Kalsel, Roy Rizali Anwar yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kalimantan Selatan, Heriansyah.

Dalam sambutannya, Heriansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia juga memotivasi para peserta agar memanfaatkan pelatihan ini untuk membentuk karakter kepemimpinan yang tangguh dan berintegritas.

“Resimen Mahasiswa adalah salah satu komponen pendukung pertahanan negara yang sangat strategis. Tidak hanya dalam aspek fisik, tetapi juga dalam menjaga keutuhan NKRI melalui pembinaan karakter dan intelektual di lingkungan kampus,” ujarnya.

Heriansyah menegaskan pentingnya peran Menwa dalam mewujudkan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), terutama di tengah tantangan kompleks seperti ancaman ideologi dan potensi perpecahan bangsa.

“Saudara-saudara adalah kader pilihan yang dipercaya untuk menjaga martabat dan kehormatan Resimen Mahasiswa. Jadikan kesempatan ini sebagai batu loncatan untuk menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Heriansyah berharap melalui kegiatan ini dapat mencetak kader-kader Menwa yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki wawasan luas serta komitmen dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Cinta tanah air dan patriotisme menjadi dasar penting yang perlu diwujudkan dalam setiap tindakan nyata demi menjaga warisan kemerdekaan bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Komandan Menwa Suryanata Provinsi Kalimantan Selatan, Supiyannor mengatakan bahwa kader menwa se-Indonesia tengah berkumpul dalam pelatihan kepemimpinan secara bersama di Banua.

“Kita berharap kader kursus Pimpinan Menwa se-Indonesia ini. Mereka bisa membawa potrete baru, bagaimana ke depannya bisa menjadi calon generasi dan pemimpin bangsa,” ucap Supiyanoor.

Menurut Supiyannor, kegiatan ini nanti mampu menularkan semangat kepemimpinan di daerahnya masing-masing. Ia bersyukur, Komando Menwa Nasional telah mempercayai Provinsi Kalimantan Selatan sebagai tuan rumahnya.

“Kita dipercaya sebagai tuan rumah dari Suskapin Menwa se-Indonesia ini. Tidak ada biaya, mereka hanya datang ke Kalsel dengan menyiapkan fisik, perangkat dan seluruhnya ditanggung oleh penyelenggara dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” tutupnya.

Untuk diketahui, Diksar yang diikuti oleh 100 peserta Menwa perguruan tinggi se Kalsel dan juga Suskapin Nasional sebanyak 100 peserta Menwa seluruh Indonesia ini turut dihadiri Wakil Komandan Komando Menwa Nasional, Erwin Hidayatullah Al-Jakartary, Forkopimda dan perwakilan SKPD di Lingkup Pemprov Kalsel. (BDR/RDM/RH)

FKPPI Kalsel Sukses Gelar Pendidikan LATKORDYA

BANJARBARU – Pendidikan Latihan Kader Organisasi Tingkat Madya (LATKORDYA) yang diselenggarakan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Provinsi Kalimantan Selatan, resmi berakhir pada Sabtu (23/11). Pendidikan LATKORDYA dilaksanakan selama 3 hari, 21 – 23 November 2024 yang berpusat di Datasemen Zipur 8/GM Banjarbaru.

Sekretaris FKPPI Kalsel (Kiri)

Berbagai kegiatan dilaksanakan pada Pendidikan LATKORDYA kali ini. Mulai dari pengenalan senjata, Pelatihan baris – berbaris, belajar wiraswasta, hingga kemah bakti untuk mempererat tali persaudaraan antar generasi muda FKPPI.

Pada hari ketiga (23/11) LATKORDYA dimulai dengan apel pagi di lapangan Datasemen Zipur 8/GM Banjarbaru, yang diikuti seluruh Generasi muda FKPPI di 13 Kabupaten – Kota, hingga anggota FKPPI Kalsel, dan dilanjutkan dengan penutupan kegiatan LATKORDYA di Aula Datasemen Zipur 8/GM Banjarbaru.

Saat menutup kegiatan, Ketua Umum FKPPI Kalsel Sahbirin Noor, yang diwakili Sekretaris FKPPI Kalsel Zulfadli, menyampaikan bahwa pendidikan latihan LATKORDYA ini, diharapkan dapat lebih mengenalkan kepada para peserta, akan kandungan dari nilai – nilai pancasila guna diimplementasikan di masyarakat luas.

“Pendidikan pelatihan ini diharapkan dapat lebih mengenalkan dan memahami kandungan nilai – nilai pancasila kepada kader organisasi tingkat madya FKPPI Kalsel,” ungkap Zulfadli.

Ia juga berpesan, dengan berakhirnya pendidikan LATKORDYA ini, para anggota harus siap mengimplementasikan pancasila dan UUD 1945.

“FKPPI adalah salah satu komponen bangsa dan organisasi kemasyarakatan yang mandiri, profesional, serta dalam melaksanakan tugasnya guna mendukung kemajuan Banua dan NKRI,” lanjut Zulfadi.

Menurutnya, FKPPI sebagai salah satu organisasi binaan TNI-Polri, merupakan komponen bangsa yang memiliki peranan penting yang mampu menjadi pelopor dan suri tauladan ditengah – tengah kehidupan masyarakat dalam rangka mendukung kelancaran terlaksananya pembangunan berkelanjutan. Melalui pendidikan latihan LATKORDYA ini, generasi muda FKPPI akan tumbuh dan berkembang sehingga dapat menjadi generasi emas 2045. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version