Tanam Pohon, Kadishut Kalsel Dukung Program Penghijauan Tahura Sultan Adam

BANJAR – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, turut menghadiri dan mengikuti kegiatan penanaman pohon, dalam rangka program penghijauan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam.

Kadishut Kalsel saat menanam pohon di Tahura

Kegiatan ini diselenggarakan PT. PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Kalimantan bersama Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (PDASRHL) Dishut Kalsel. Penanaman ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan dan pemulihan kawasan hutan.

Penyerahan secara simbolis tanaman yang ditanam di Tahura

Acara penanaman ini juga dihadiri Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Isharwanto, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan harapan, agar partisipasi aktif seperti ini dapat terus dikembangkan oleh berbagai pihak, dan menjadi gerakan yang berkelanjutan.

Gunernur juga menekankan pentingnya semangat untuk tidak menyerah dalam memperbaiki hutan dan lahan yang rusak.

“Saya juga mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Selatan untuk membangun kesadaran bersama serta turut berperan aktif dalam menanam dan memelihara pohon sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan,” tutupnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Fathimatuzzahra juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PLN, atas konsistensinya dalam mendukung kegiatan penanaman pohon.

Aya (sapaan akrabnya) menegaskan, bahwa Dinas Kehutanan berkomitmen penuh untuk menjaga dan memelihara tanaman yang telah ditanam, sebagai bagian dari tanggung jawab jangka panjang terhadap keberlanjutan ekosistem.

“Kolaborasi seperti ini menjadi contoh baik bagaimana perusahaan dan pemerintah dapat bergandengan tangan dalam pelestarian alam”, tutupnya.

Kegiatan ini turut dihadiri General Manager PT PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Kalimantan serta berbagai komunitas lingkungan di Provinsi Kalimantan Selatan. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan semangat kolektif dalam menjaga kelestarian alam dan menjadikan hutan sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.

Penanaman pohon di Tahura Sultan Adam diharapkan menjadi pemantik semangat bagi masyarakat luas untuk terus menanam dan merawat pohon di berbagai wilayah Kalimantan Selatan. (DishutKalsel-RIW/RH)

Tingkatkan Kapasitas SDM Pokdarwis, Dispar Kalsel Kembali Gelar Bimtek Story Telling

TANAH LAUT – Dalam rangka meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan kembali menggelar Bimbingan Story Telling.

Kegiatan ini dibuka secara resmi Kepala Dinas Pariwisata, Muhammad Syarifuddin, diwakili Plh. Kepala Dinas Tanwiriah, pada Selasa (10/6)

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Tanwiriah mengatakan, kegiatan ini bukan hanya memberikan keterampilan dan kemampuan menyusun story telling, tetapi dapat mendukung kemajuan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kalimantan Selatan. Sehingga, pihaknya tidak pernah berhenti untuk meningkatkan kapasitas SDM Pokdarwis di kabupaten/kota.

“Dengan adanya peningkatan ini, mereka mampu menjual destinasi wisata dan potensi ekonomi kreatif yang ada di sana”, ujarnya.

Salah satu peserta Pokdarwis Tala, saat bertanya

Disampaikan Tanwiriyah, Pokdarwis tidak hanya harus bisa mengelola suatu objek wisata, tetapi juga dituntut memiliki kemampuan untuk bercerita (story telling) tentang sejarah, budaya, dan keunikan dari objek wisata yang dikelola khusunya di Kabupaten Tanah Laut.

“Era persaingan yang semakin ketat, wisatawan tidak lagi hanya mencari destinasi yang indah atau terkenal. Mereka mencari pengalaman, makna, dan cerita untuk mengenal sejarah, budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat setempat,” jelas Intan (sapaan akrabnya).

Lebih lanjut Tanwiriyah menambahkan, peran penting dari kemampuan story telling bagi pengelola Pokdarwis di daerah. Dengan cara memiliki kemampuan bercerita yang baik, Pokdarwis tidak hanya menjual destinasi sebagai tempat, tetapi juga sebagai pengalaman yang mengesankan. Selain juga, memanfaatkan media digital untuk menyampaikan cerita, agar lebih menarik lagi.

“Cerita yang disampaikan dengan baik mampu menghidupkan kembali nilai-nilai lokal, meningkatkan daya tarik destinasi, dan menciptakan ikatan emosional dengan wisatawan,” tutupnya

Narasumber Novyandi Saputra, saat memberikan pemaparan

Untuk diketahui, bimbingan story telling Dinas Pariwisata Kalsel di Kabupaten Tanah Laut, dihadiri langsung Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tala, Zulfiandi serta menghadirkan narasumber Novyandi Saputra. (DISPAR.KALSEL-NHF/RIW/RH)

DPRD Kalsel Perjuangkan Tarif Driver Online

BANJARMASIN – Para pengemudi transportasi daring di Kalimantan Selatan, yang tergabung dalam komunitas Driver Online Bersatu Kalsel, melaksanakan audiensi resmi dengan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai upaya memperjuangkan tarif transportasi yang lebih adil dan layak.

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, saat memberikan sambutan

Audiensi ini berlangsung dengan penuh semangat dan suasana kondusif di gedung DPRD Provinsi Kalsel, pada Rabu (11/6) di Banjarmasin. Audiensi dihadiri langsung Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, serta beberapa anggota Komisi III dan Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel.

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan

Kehadiran unsur legislatif dan kepolisian ini, menunjukkan komitmen kuat dalam mendengar dan menindaklanjuti aspirasi para mitra driver.

Dalam forum tersebut, perwakilan komunitas driver menyampaikan berbagai keluhan dan harapan mereka terkait kondisi kerja saat ini.

Inti dari aspirasi yang disampaikan adalah keinginan untuk mendapatkan tarif minimum yang lebih manusiawi dan berkeadilan, disesuaikan dengan kondisi ekonomi daerah dan kebutuhan operasional sehari-hari.

Salah satu perwakilan driver menegaskan, bahwa perjuangan ini bukan semata-mata soal ekonomi, melainkan tentang keadilan dan keberlangsungan hidup sebagai pekerja sektor informal digital.

“Kami ingin bekerja dengan tenang, dengan tarif yang layak. Saat ini, pendapatan kami tidak mencukupi karena potongan dari aplikator terlalu besar dan tarif terlalu rendah. Kami ingin DPRD dan pihak berwenang hadir untuk menyeimbangkan hubungan antara driver dan aplikator,” tegasnya.

Selain soal tarif, para driver juga mengangkat isu terkait potongan aplikasi yang tinggi, sistem suspend sepihak, serta minimnya perlindungan terhadap mitra driver, baik secara hukum maupun sosial.

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang tertib dan jelas, serta menegaskan komitmen DPRD untuk menindaklanjuti isu yang disampaikan.

“DPRD hadir untuk masyarakat, termasuk para driver online yang telah menjadi bagian penting dari transportasi harian di Kalsel. Kami siap memperjuangkan agar ada keadilan dalam sistem kerja dan tarif, termasuk kemungkinan mendorong kebijakan daerah seperti Peraturan Gubernur atau bahkan Perda,” ujar Supian HK

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, yang turut hadir dalam audiensi, mengapresiasi keterlibatan para driver dalam menyampaikan aspirasi melalui jalur resmi dan tertib. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban dalam proses penyampaian pendapat.

“Kami dari kepolisian hadir untuk memastikan bahwa penyampaian aspirasi berlangsung aman dan damai. Kami juga terbuka untuk menjembatani komunikasi antara masyarakat dengan pihak terkait,” kata Kapolda.

Ia menambahkan bahwa kepolisian siap bersinergi dengan legislatif dan eksekutif untuk mendukung terciptanya solusi yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak.
 
Anggota Komisi III dan Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel yang turut hadir dalam pertemuan ini, juga menyatakan dukungannya terhadap perjuangan para mitra driver.

Komisi III yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, serta Komisi IV yang menangani kesejahteraan rakyat, menyambut baik masukan dari komunitas driver dan berjanji akan mengawalnya dalam pembahasan selanjutnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

30 Pemuda Kalsel, Siap Perebutkan Gelar Pemuda Pelopor 2025

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan melaksanakan Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Tahun 2025, di Kota Banjarmasin, Rabu (11/6). Acara dibuka Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi, didampingi Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Muhammad Anugrah.

“Tujuan digelarnya Pemilihan Pemuda Pelopor ini, untuk mencari dan menghargai pemuda yang memiliki karya nyata dan inovatif di berbagai bidang,” ungkap Fitri.

Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi (Tengah)

Seperti, lanjutnya, pada bidang pendidikan, seni budaya, pengelolaan sumber daya alam dan pariwisata, pangan, serta inovasi teknologi.

“Kegiatan pemilihan pemuda pelopor tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025 ini, diikuti perwakilan dari 13 Kabupaten dan Kota di Banua,” ucapnya.

Pemuda Pelopor, digelar selama 3 hari, dari Rabu (11/6) hingga Jumat (13/6). Dengan Tim Juri Pada Pemilihan Pemuda Pelopor tahun ini, diantaranya menghadirkan BPSDM Provinsi Kalimantan Selatan, Brida Provinsi Kalimantan Selatan, dan FKPP Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Muhammad Anugrah menyampaikan, pemilihan tahun ini diikuti sebanyak 30 pemuda dari 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Sebelumnya ketiga puluh pemuda pelopor tersebut telah diseleksi langsung di daerah masing masing, untuk melihat kepeloporan yang telah dilakukan,” jelas Anugrah.

Dispora Kalsel berharap, pada pemilihan pemuda pelopor tahun 2025 ini, dapat terpilih yang terbaik, untuk mewakili ke tingkat nasional. (SRI/RIW/RH)

Tingkatkan Pembinaan IKM Sektor Perikanan, Dislutkan Kalsel Fokus Pembuatan Produk Albumin

BANJARBARU – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan, terus meningkatkan pembinaan kepada pelaku usaha menengah kecil di bidang produk perikanan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono, melalui Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dislutkan Kalsel Martiah Akhdianti, belum lama tadi.

“Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, memiliki peranan khususnya bidang budidaya pengolahan dan pemasaran, sebagai pembina pelaku usaha kecil menengah di bidang perikanan,” ungkap Martiah.

Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dislutkan Kalsel Martiah Akhdianti

Karena itu, lanjutnya, pada tahun 2025 ini Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan terus meningkatkan pembinaan bagi pelaku usaha tersebut.

“Dalam pembinaan pelaku usaha produk perikanan, untuk di kabupaten dan kota dibawah Unit Pengolahan Ikan Skala Kecil, sedangkan pada tingkat provinsi dilakukan Petugas Pembina Mutu,” jelas Martiah.

Dalam kesempatan ini, Martiah juga mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2026 mendatang, melakukan pembinaan terhadap pengolahan produk albumin di Banua.

“Pada pembuatan produk albumin di Provinsi Kalimantan Selatan, nantinya akan difokuskan pada satu tempat di kawasan Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ungkapnya.

Mengingat, lanjut Martiah, di tempat tersebut banyak menghasilkan bahan baku albumin, yakni ikan Haruan atau Gabus.

“Meskipun saat ini beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan, juga sudah memproduksi albumin,” ucapnya.

Pembinaan tersebut dilakukan langsung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan bersama pihak terkait lainnya. (SRI/RIW/RH)

Untuk Ke-13 Kalinya, Bank Kalsel Syariah Dukung Shopping Funtastic Q Mal

BANJARBARU – Tahun ini, adalah ke-13 kalinya, Bank Kalsel Syariah mendukung program Shopping Funtastic yang digelar pusat perbelanjaan terbesar di Kota Banjarbaru, Q Mal. Program belanja berhadiah ini, berlangsung dari 7 Juni hingga 12 Desember 2025.

Kantor cabang Bank Kalsel Syariah di Q Mal

Peluncuran program Shopping Funtastic 13 Q Mal Banjarbaru ini, dilaksanakan pada Sabtu (7/6) dan dihadiri Kepala Bagian Dana dan Digital Banking, Divisi Usaha Syariah, Shah Rizky Kurniawan, mewakili Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.

“Alhamdulillah ini adalah tahun ketigabelas Bank Kalsel Syariah, dipercaya untuk bekerjasama pada program Shopping Funtastic Q Mal,” jelas Shah Rizky.

Program ini, menurut Shah Rizky, memberikan kesempatan kepada pengunjung Q Mal untuk mendapatkan beragam hadiah menarik, termasuk hadiah utama satu unit mobil.

Dimana, setiap perbelanjaan minimal 250 ribu rupiah, akan mendapatkan satu kupon hadiah, yang akan diundi pada 13 Desember 2025 mendatang.

“Bagi pengunjung yang berbelanja menggunakan debit Bank Kalsel Syariah, akan mendapatkan kupon tambahan,” tambah Shah Rizky.

Tambahan undian, juga berlaku bagi nasabah baru, yang membuka rekening di Bank Kalsel Syariah cabang Q Mal. (ADV-RIW/RH)

BSI RO IX Kalimantan, Salurkan Hewan Kurban untuk Dhuafa di Pelosok Kalimantan

BANJARMASIN – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melalui Regional Office IX Kalimantan, mengambil peran aktif dalam program nasional kurban 1446 Hijriah. Dari total nasional sebanyak 15.272 ekor hewan kurban yang terdiri atas 379 ekor sapi dan 14.893 ekor kambing.

Suasana pemotongan hewan kurban

BSI RO IX Kalimantan menyalurkannya kepada masyarakat dhuafa di berbagai pelosok wilayah Kalimantan. Di Kalimantan Selatan, penyaluran dilakukan di tiga titik utama, yakni Anjir, Martapura, dan Kota Banjarmasin.

Khusus di Banjarmasin, penyaluran dilakukan melalui kolaborasi langsung dengan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, untuk memastikan distribusi daging kurban sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Regional CEO BSI RO IX Kalimantan, Ricky Rikardo Mulyadi menyampaikan, bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen BSI untuk hadir, bukan hanya sebagai lembaga keuangan syariah, namun juga mitra sosial dan spiritual bagi masyarakat.

“Momentum Idul Adha ini adalah ruang bagi kita semua untuk berbagi. BSI ingin memastikan masyarakat Kalimantan, terutama di wilayah yang minim akses, dapat turut menikmati berkah kurban. Kami berterima kasih atas dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah seperti Wali Kota Banjarmasin,” ujar Ricky.

Penyaluran hewan kurban ini merupakan hasil kerja sama antara BSI, BSI Maslahat, serta nasabah yang berkurban melalui platform digital BYOND by BSI dan BSI Hasanah Card.

Nasabah juga difasilitasi melalui kolaborasi dengan 19 Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) terpercaya.

BSI turut mengedepankan transparansi dan interaktivitas dalam program ini. Untuk itu, proses pemotongan simbolis dan distribusi hewan kurban disiarkan melalui live streaming di media internal dan media sosial resmi BSI, seperti Instagram dan lainnya. Masyarakat diajak untuk ikut menyaksikan dan berinteraksi secara langsung.

“Kami ingin menghadirkan rasa kebersamaan dan keterlibatan publik dalam program sosial seperti kurban ini. Live streaming kami harapkan menjadi sarana edukatif dan inspiratif tentang makna kurban yang sebenarnya,” tambah Ricky.

Daging hewan kurban BSI dikemas dalam besek bambu ramah lingkungan, dan juga dalam bentuk daging kaleng agar awet dan higienis, khususnya untuk daerah terpencil.

Seluruh proses juga dilakukan dengan memperhatikan standar kesehatan, lingkungan, dan prinsip ESG (Environment, Social, Governance) termasuk pengelolaan limbah pemotongan hewan. (RIW/RH)

Khatib Wukuf Arafah, Anggota Amirulhaj Sampaikan Pesan Persaudaraan dan Semangat Kebangsaan

ARAB SAUDI – Anggota Amirulhaj, Ahmad Said Asrori menyampaikan pesan tentang pentingnya meneguhkan persaudaraan dan semangat kebangsaan.

Suasana wukuf Arafah di tenda haji Indonesia

Pesan ini diurai Katib Am Syuriah PBNU saat menyampaikan Khutbah Wukuf Arafah di tenda Misi Haji Indonesia

Jemaah haji dunia, termasuk Indonesia, hari ini, Kamis (5/6) menunaikan ibadah Wukuf di Arafah. Wukuf berlangsung di tenda-tenda jemaah, sejak masuk waktu Zuhur.

Proses wukuf diawali dengan khutbah, dilanjutkan salat jama’ qashar Zuhur dan Asar, lalu zikir dan doa.

“Hari ini adalah hari yang dinanti jutaan umat Islam di dunia. Hari ini adalah hari dimana semua Jemaah haji berkumpul di padang Arafah. Semua bersimpuh, bermunajat dan bersujud di hadapan sang pencipta, Allah SWT, untuk meraih ampunan dan ridha-Nya. Lantunan talbiyah bergema memenuhi langit-langit Arafah,” pesan Kyai Said, panggilan akrabnya, di Arafah.

Hadir dalam wukuf Arafah di tanda Misi Haji Indonesia, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Muhammad Irfan Yusuf, Wakil Menteri Agama Romo Mohammad Syafii, Wakil Kepala BP Haji Dahniel Anzar Simanjuntak, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, dan Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad.

Arafah, kata Kyai Said, adalah miniatur Mahsyar. Di tempat ini, umat manusia berkumpul dengan pakaian yang sama, berwarna putih sebagai lambang kesucian dan kesetaraan hamba di hadapan Tuhannya. Saat itu, pangkat tak lagi berguna. Jabatan tak lagi digdaya. Status sosial tak lagi berfaedah.

“Wukuf di Arafah mengajarkan kita tentang pentingnya persaudaraan; seiman, sebangsa, dan sekemanusiaan. Di tempat ini, 1400-an tahun yang lalu, Nabi Muhammad mendeklarasikan persaudaraan kemanusiaan,” pesannya.

Kyai Said juga mengutip pesan Nabi Muhammad SAW, “Wahai umat manusia, sesungguhnya Tuhan kalian satu, nenek moyang kalian juga satu. Kalian semua anak turun Adam dan Adam dicipta dari tanah. Ketahuilah bahwa tak ada keutamaan bagi orang Arab atas orang non Arab, orang non Arab atas orang Arab, kulit putih atas kulit hitam, kulit hitam atas kulit putih kecuali dengan takwa.” (HR. Imam Ahmad)

Ditegaskan Kyai Said, persaudaraan yang diajarkan Nabi adalah persaudaraan sejati. Persaudaraan tanpa basa-basi. Persaudaraan tanpa tapi. Persaudaraan yang penuh empati. Persaudaraan dengan sepenuh hati.

“Karena itu, sesama saudara kita tak boleh menyakiti, tak boleh mengkhianati, dan tak boleh menzalimi,” tegasnya.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan beragam. Terdiri dari banyak suku, ras, bahasa, dan agama.

“Mari kita jadikan seruan ukhuwah yang dideklarasikan Nabi pada 14 abad silam, sebagai semangat yang mampu meneguhkan persatuan dan kesatuan bangsa,” sambungnya.

Ia juga meminta umat Islam, menjadikan keragaman bangsa sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia ke depan menjadi negara yang besar, maju dan sejahtera. Bangsa yang digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tandasnya.

Kepada jemaah, Kyai Said berpesan bahwa Arafah menjadi tempat terbaik untuk beristighfar dan berdoa kepada Allah.

“Semoga wukuf kita, dan doa-doa yang kita panjatkan diterima Allah Swt. Semoga Arafah menjadikan kita sebagai pribadi-pribadi yang luhur, yang mencintai negara dan bangsa Indonesia, dan mampu meneguhkan persatuan dan persaudaraan antar sesama. Semoga kita semua mendapat predikat hajjan mabrura, wa sa’yan masykura, wa dzanban maghfura, wa tijaratan lan tabur,” tutupnya. (KemenagRI-RIW/RH)

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan Tanam 5.000 Pohon Mahoni

BANJARMASIN — Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirayakan setiap 5 Juni, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan melaksanakan program pelestarian lingkungan dengan menanam sebanyak 5.000 pohon mahoni di sepanjang ruas Jalan Gubernur Soebardjo, Banjarmasin.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pelindo dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup dan peningkatan kualitas udara di kawasan pelabuhan dan sekitarnya.

Acara penanaman pohon tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dinas Kehutanan Provisi Kal-Sel, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Camat Banjarmasin Barat, dsyn KSOP Kelas I Banjarmasin.

Program ini merupakan bagian dari kampanye nasional yang dilaksanakan secara serentak oleh Pelindo Holding di 8 titik berbeda di seluruh Indonesia, dengan total 40.000 bibit pohon ditanam. Khusus di Regional 3 Kalimantan, pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan sinergi antara Pelindo, Pemerintah Daerah, Komunitas Lingkungan, dan masyarakat sekitar.

Pemilihan pohon mahoni didasarkan pada karakteristiknya yang kuat, mampu menyerap polusi udara secara maksimal, dan memiliki akar yang baik dalam mencegah erosi. Selain nilai ekologis, keberadaan pohon ini akan memperindah lanskap jalan utama dan mendukung konsep Greenbelt di kawasan pelabuhan.

Executive Director 3 Regional 3, Daru Wicaksono Julianto, menyampaikan, bahwa kegiatan ini menjadi simbol kuat dari arah pembangunan berkelanjutan yang diusung Pelindo.

“Pelindo memastikan bahwa pembangunan pelabuhan tidak hanya memfasilitasi logistik nasional, tetapi juga harus ramah lingkungan dan adaptif terhadap perubahan iklim,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Daru menegaskan bahwa penanaman 5.000 pohon mahoni ini adalah bagian dari integrasi program Greenbelting Nasional.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meninggalkan warisan hijau bagi generasi mendatang, serta mendorong keterlibatan semua pihak dalam menjaga bumi yang kita tempati bersama,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian santunan pendidikan kepada anak-anak yatim melalui program Pelindo Juara, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat dan harapan bagi masa depan generasi muda.

Momen pengarahan bantuan pendidikan dari Pelindo

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, mengapresiasi langkah Pelindo yang sejalan dengan visi Kota Banjarmasin sebagai kota hijau dan berkelanjutan.

“Kami menyambut baik inisiatif Pelindo menanam pohon di kawasan strategis. Semoga menjadi inspirasi bagi seluruh stakeholder untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Ikhsan Budiman.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin siap mendukung dan bersinergi dalam program-program lingkungan ke depan, agar dampaknya dapat terus dirasakan masyarakat luas secara berkelanjutan.

Program ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, namun juga tanggung jawab dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat.

Melalui sinergi ini, diharapkan tercipta pelabuhan yang ramah lingkungan dan menjadi bagian dari solusi perubahan iklim.

Dengan semangat Hari Lingkungan Hidup 2025, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui langkah nyata yang membawa dampak jangka panjang. Menanam pohon hari ini adalah investasi untuk masa depan bumi yang lebih sehat. (Pelindo-RIW/RH)

Dukung Swasembada Pangan, Polda Kalsel Panen 41 Ton Jagung di Lahan Rawa Basah

BANJAR – Upaya mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2025 terus digencarkan jajaran Polda Kalimantan Selatan.

Terbaru, sebanyak 41 ton jagung berhasil dipanen dari lahan rawa basah seluas 7,8 hektar yang sebelumnya merupakan lahan tidur, di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi Km 17, Desa Padang Panjang, Kabupaten Banjar, pada Kamis (5/6).

Suasana Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Kalsel

Usai memimpin Panen Raya Kuartal II, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, keberhasilan ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung swasembada pangan yang menjadi bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Kapolda Kalsel, Irjen pol Rosyanto Yudha Hermawan (tengah) saat diwawancara

“Alhamdulillah, kita bisa membuktikan bahwa dengan kerja bersama dan sungguh-sungguh, tantangan sebesar apapun bisa kita hadapi dan hasilnya bisa kita nikmati hari ini,” ucap Kapolda.

Ia menjelaskan, lokasi tersebut sebelumnya merupakan lahan tidur yang tidak produktif dan rawan terbakar saat musim kemarau, hingga menimbulkan kabut asap yang mengganggu penerbangan di Bandara Syamsudin Noor.

Dengan adanya program tanam jagung satu juta hektare secara nasional yang dicanangkan oleh Polri bersama Kementerian Pertanian, Polda Kalsel pun membentuk Gugus Tugas Ketahanan Pangan dan mulai melakukan pemetaan terhadap lahan-lahan yang berpotensi ditanami.

Bekerja sama dengan Binda Kalsel, perguruan tinggi, dan sektor swasta, Polda Kalsel akhirnya memutuskan untuk menggarap lahan rawa basah tersebut dengan menggunakan varietas jagung tahan air serta teknologi pertanian yang sesuai.

“Melalui riset para ahli, kami berhasil menemukan varietas yang tahan terhadap kondisi kelebihan air. Ditambah teknologi penanaman yang tepat, akhirnya kita bisa panen hari ini,” jelas Kapolda.

Panen ini merupakan hasil dari tanam perdana di lahan seluas 7,8 hektar dari total rencana 120 hektar.

“Ke depan, kami menargetkan perluasan lahan guna mendukung ketahanan pangan di Banua, sekaligus implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” katanya.

Terkait penyerapan hasil panen, Kapolda Kalsel memastikan tidak ada kendala. Sejumlah pihak telah menyatakan siap membeli hasil panen, termasuk Perum Bulog yang juga menyiapkan fasilitas penyimpanan di gudangnya.

“Langkah ini menjadi bentuk nyata sinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan dan memberdayakan lahan yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Exit mobile version