Gelar Bimtek Penyusunan Prognosa Neraca Pangan, Upaya DPKP Penuhi Kebutuhan Pangan Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, menggelar bimbingan teknis penyusunan prognosa neraca pangan wilayah Kalsel tahun 2025.

Kegiatan yang bertempat di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, pada Selasa (6/5) ini, bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam menyediakan data proyeksi ketersediaan dan kebutuhan pangan.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman menyampaikan, bimbingan teknis ini diikuti seluruh kabupaten kecuali Kabupaten Kotabaru, sehingga masing – masing kabupaten akan mengkompilasi data ke Provinsi Kalsel terkait dengan ketersedian pangan di masing – masing wilayah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman

“Penyusunan prognosa neraca pangan ini sangat penting karena digunakan sebagai salah satu sumber bahan pengambilan keputusan perumusan kebijakan dalam rangka stabilisasi dan pasokan harga pangan nasional,” ungkap Syamsir.

Prognosa neraca pangan akan sangat berdampak dalam memenuhi kebutuhan pangan 4,3 juta jiwa masyarakat Banua yang tersebar diseluruh wilayah ini, sehingga kebutuhan pangan bagi daerah yang kekurangan akan dapat terkoordinasi dan terbantu dengan daerah yang memiliki kelebihan kebutuhan pangan.

“Arahan bapak presiden agar setiap minggu para menteri dan Kepala Badan rapat bersama untuk membahas setiap komoditas pangan secara mendetail. Oleh karena itu data yang akurat sangat dibutuhkan untuk menghasilkan keputusan yang tepat,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/RH)

Hadiri Musrenbang 2025, Supian HK Tegaskan Dukungan Penuh DPRD untuk Program Gubernur

BANJARBARU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menghadiri pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2025 dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalsel Tahun Rencana 2025 – 2029 bertempat di Gedung Auditorium KH. Idhan Chalid, Kawasan Perkantoran Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin (5/5).

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK Menandatangani Berita Acara Musrenbang 2025

Ditemui usai mengikuti rangkaian acara yang dibuka secara resmi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK sangat bersyukur karena Musrenbang kali ini dihadiri Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri).

“Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan ada kementerian Bappenas, ada Kementerian Dalam Negeri untuk menyampaikan (pembangunan) untuk lima tahun ke depan,” tuturnya.

Gubernur Kalsel, Muhidin Bersama Peserta Musrenbang Tahun 2025

Supian HK menegaskan, DPRD juga menyambut baik kegiatan musrenbang yang pada intinya adalah untuk menyusun rencana pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan upaya pencapaian Visi dan Misi Pemerintah Nasional.

“DPRD menyambut sangat baik. Ini adalah pembangunan berkelanjutan tetapi memang harapan jangan hanya seremonial. Jangan hanya di atas kertas saja. Nanti bagaimana pelaksanaan eksekusinya itu yang kita giring nanti bersama – sama,” pintanya.

Selain itu, Supian HK juga menyatakan komitmennya dalam mendukung program kegiatan yang diusulkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel untuk kepentingan masyarakat Kalsel.

“Kita di tahun jamak kita siap aja menganggarkan. Begitu juga apa usulannya Pak Gubernur untuk kepentingan masyarakat orang banyak. Kita mendukung seratus persen asal tidak menyalahi aturan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Alpiya Rakhman menambahkan sekaligus mengingatkan, adanya penekanan yang disampaikan Kemendagri terkait penyelarasan data antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah di 13 kabupaten/kota yang ada di Kalsel.

“Kalau tidak selaras, program-program (yang disusun dalam musrenbang) ini pasti akan susah dan itulah tadi juga pak Gubernur menekankan kepada Bupati agar turun ke lapangan mendata semua. Mungkin inilah maksud dari kementerian dalam negeri untuk sinkronisasi data baik kabupaten/kota maupun provinsi,” ungkapnya.

Alpiya mengimbau kepada seluruh Kepala Daerah Kabupaten/Kota se Kalsel agar memberikan data daerah yang benar-benar valid sehingga sama dan sesuai dengan data yang ada di provinsi maupun pusat. Alpiya berharap, tidak ada lagi kebocoran data, dimana yang tidak berhak justru menerima bantuan.

“Ini (data) benar-benar di cross check. Apa yang dilaporkan oleh desa benar-benar di cek kembali. Benar ngga ini masyarakat yang benar-benar menerima. Kerja dua kali lah, jangan sampai menerima laporan dari bawahan sekian tapi tanpa cross check yang lebih maksimal,” pungkasnya

Musrenbang Tahun 2025 yang dibuka secara resmi oleh Gubernur, Muhidin dan Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman diikuti Forkopimda Provinsi Kalsel, DPD RI, serta Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota se Kalsel.

Hadir secara langsung, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik, Direktur Regional II Kementerian PPN/Bappenas, Mohammad Roudo, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup, Ary Sudijanto, selaku narasumber.

Sedangkan via zoom, dikuti Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Novie Riyanto Raharjo, Deputi Bidang Layanan Kepemudaan Kementerian Pemuda Dan Olahraga, Yohan, dan Analis Kebijakan Ahli Muda pada Kementerian Pariwisata, Rayendi Nur Salam. (ADV-NHF/RIW/RH)

Sambangi BPBAT Mandiangin, Gubernur Muhidin Tinjau Budidaya Haruan

BANJAR – Gubernur Kalsel, Muhidin meninjau budi daya Ikan Haruan (Gabus) serta produksi Albumin di Balai Perikanan Budi Daya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, di kabupaten Banjar, serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan.

Kunjungan Gubernur dilakukan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, pada kegiatan gowes dengan melibatkan satuan kerja perangkat daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, Minggu (4/5).

Kedatangan rombongan disambut pelaksana tugas Kepala BPBAT, Syamsul Bahri beserta jajarannya.

Gubernur mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung budidaya ikan Haruan serta albumin.

“Produksi ikan Haruan di BPBAT Mandiangin mencapai 600 ribu ekor pertahun, sedangkan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel di kisaran 20 ribu per tahun, serta Universitas Lambung Mangkurat sekitar 100 ribu,” ungkapnya.

Dengan produksi tersebut, lanjutnya, tidak mencukupi kebutuhan di Provinsi Kalimantan Selatan, karena kebutuhannya banyak.

“Kita berupaya memproduksi Haruan lebih banyak lagi selain dari alam, sehingga pada saat produksi Haruan melimpah akan diproduksi albumin,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mencoba albumin produksi dari BPBAT Mandiangin.

“Kami sudah beberapa kali mencoba albumin dan rasanya anyir, tapi kalau disini ada rasa lemon dan leci, ini luar biasa,” ujarnya.

Gubernur mengingatkan, untuk melakukan uji coba lebih lanjut terhadap produksi albumin tersebut, sehingga dapat dijelaskan manfaatnya kepada masyarakat.

“Kami berharap albumin ini dapat diproduksi lebih banyak lagi, karena memiliki potensi pasar yang luas serta permintaan banyak,” ucap Muhidin.

Sementara itu, Kepala BPBAT Mandiangin Syamsul Bahri menyampaikan, pihaknya siap mendukung program Gubernur, dengan saat ini sedang dalam tahap pengembangan untuk memproduksi ekstrak albumin dari Haruan.

“Kami masih dalam proses uji coba dan belum memiliki izin dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan. Namun kami siap mengikuti arahan Gubernur untuk segera melakukan pengujian di laboratorium agar produksi ini layak diperjualbelikan di pasaran,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono mengatakan, pihaknya telah membuat skenario peningkatan produksi Haruan, mulai dari pembenihan hingga pembesaran melalui program Haruan Estate di Unit Pelaksana Teknis Balai Perikanan Budi Daya di Bincau, Karang Intan.

“Kebutuhan ikan Haruan di Kalsel saat ini mencapai 14 ribu ton per tahun dan baru terpenuhi sekitar 10 ribu ton lebih per tahun,” ucap Rusdi. (DKP.KALSEL-SRI/RIW/RH)

Gowes Singgah di Pembibitan Ikan Haruan, Gubernur Muhidin Rasakan Minum Albumin GaHar

BANJAR – Dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda ) Kalimantan Selatan, Gubernur Kalsel, Muhidin bersama sang isteri, Fathul Jannah, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel itu, melakukan gowes hingga finish di kawasan Bukit Manjai Mandiangin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar pada Minggu (4/5) pagi.

Suasana saat Gubernur dan rombongan Gowes Bersama Forkopimda singgah BPBAT. (Sumber foto: Biro Adpim)

Pimpinan Forkopimda yang turut mendampingi diantaranya Kapolda Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Kabinda Kalsel Brigjen Pol. Nurrullah, Danrem 101/Antasari Brigjen Inf Ilham Yunus dan sebagainya.

Di awali start di Polda Kalsel, Gubernur, Muhidin beserta istri, Fathul Jannah mengawali gowes di depan yang diikuti sejumlah jajaran SKPD dan personil kepolisian daerah. Rute perjalanan gowes ini, rombongan memasuki Jalan Banua Praja Utara, kemudian arah kanan Jalan SMA 3 banjarbaru, Jalan Mistar Cokrokusumo (Cempaka).

Mengenakan seragam biru dan memakai helm sepeda, serta kacamata hitam. Gubernur, Muhidin bersama rombongan pun membelokan stang ke arah kanan ke Jalan Gunung Kupang, kemudian istirahat sejenak di pitstop pertama di Alaska Park. Lanjut ke Jalan P. Suryanata Kiram, Jalan Sultan Adam hingga mampir ke BPBAT Kementrian Perikanan dan Kelautan.

Tiba Pukul 9.30 WITA di Bukit Manjai Mandiangin, Kabupaten Banjar. Gubernur, Muhidin bersama Kapolda, Kabinda, Danrem hingga jajaran lainnya langsung beristirahat sembari berdialog santai di lokasi finish.

“Hari ini kami bersama Forkopimda Kalsel, ada Pak Kapolda, Danrem, Kabinda dan Pak Sekda, lainnya tadi lebih dulu ke tempat finish. Kami mampir ke BPBAT Mandi Angin melihat ada produksi bibit haruan, papuyu dan sebagainya,” sampai Gubernur selepas peninjauan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menjelaskan bahwa jenis ikan Haruan ini dapat dijadikan Albumin GaHar (Gabus Haruan) yang dapat diproduksi sekitar 1 liter per harinya. Dengan porsi segitu, pihaknya dapat memiliki 50 botol Albumin.

Gubernur, Muhidin menekankan, produk Albumin ini mampu meningkatkan kesehatan untuk dikonsumsi masyarakat. Lalu, BPBAT Mandi Angin menyediakan 50 botol yang diberikan langsung kepada Gubernur, Muhidin, kemudian dibagikan kepada jajaran Forkopimda Kalsel.

‘Tadi kami ingin membeli 50 botol yang tersedia, ternyata diberikan saja. Kita coba dulu dikasihkan ke jajaran forkopimda, tadi sudah mencoba Pak Kapolda, Kabinda, Danrem dan semuanya di sini,” terang Gubernur.

Disambut hangat Plt. Kepala BPBAT Mandiangin, Samsul Bahrawi di kantornya, Gubernur, Muhidin bersama jajaran Pimpinan Forkopimda Kalsel meninjau tempat di Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ditjen Perikanan Budi Daya, Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin. Ditiap kolam, satu per satu dilihat dan mengecek kondisi proses pembibitan.

Lalu, Gubernur, Muhidin meninjau Kantor Divisi Pakan Ikan dan Probiotik, sebuah tempat produksi Albumin yang menyehatkan tubuh jika dikonsumsi masyarakat nantinya.

“Dan kita tadi sudah merasakannya bersama tuk mencicipi Albumin, adapun cita rasanya tadi ada seperti ganyir gitu. Ada rasa original, lemon dan leci, sehingga ini luar biasa,” ungkap Gubernur.

Gubernur, Muhidin menyatakan bahwa ini nanti akan diuji terlebih dahulu, kemudian melakukan spesifikasi jenisnya untuk apa saja agar diketahui masyarakat di Banua.

Gubernur berharap, adanya Albumin, sebuah obat yang mengandung banyak protein tersebut dapat diproduksi lebih meningkat lagi. Dan membawa dampak kesehatan bagi masyarakat sekitarnya.

“Ke depannya, seseorang nanti ada yang ingin memproduksi lebih besar dan banyak lagi terkait Albumin tersebut. Namun, BPBAT Mandiangin ini mampu menyediakan cuma 500-600 Ribu Ton per tahunnya,” bebernya.

Sedangkan di Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalsel cuma 20 ribu ton dan Fakultas di ULM sekitar 100-200 ribu ton. Dengan kisaran segitu, Gubernur, Muhidin mengaku belum terpenuhi jumlah yang dibutuhkan masyarakat dalam pengolahan Albumin tersebut.

Gubernur ingin memproduksi Albumin lebih banyak lagi dari berbagai sektor yang mendukungnya. Sementara ini, pihaknya memanfaatkan yang ada terlebih dahulu dalam menyebarkan produk Albumin tersebut.

“Jadi itu tidak mencukupi kebutuhan Kalimantan Selatan. Bisakah kita meningkatkan produksi lebih banyak lagi, terlepas nanti bahannya dari alam dulu sebelum dibuat pembibitan yang lebih banyak. Dan nanti dicek dulu ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga saya minta secepatnya ya,” tutupnya.

Sekadar informasi bahwa Albumin merupakan protein yang dibuat oleh hati, yang salah satu fungsinya adalah menjaga agar cairan tidak bocor keluar dari pembuluh darah ke jaringan lain. Tanpa adanya albumin yang cukup, maka cairan bisa keluar dari darah dan menumpuk di paru-paru, perut, kaki, atau bagian lain dari tubuh. (Biroadpim-RIW/RH)

Solusi Atasi Sampah di Banjarmasin, Gubernur Muhidin Gagas Pilah Sampah Dapat Sembako

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, menggelar Pilah Sampah Dapat Sembako, di halaman eks kantor Gubernur di Banjarmasin.

Suasana penimbangan sampah kardus

Kegiatan dibuka langsung Gubernur Kalsel, Muhidin, didampingi Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman, dan Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin, pada Sabtu (3/5).

Gubernur Kalsel (di tengah) didampingi Wakil Gubernur, dan Walikota Banjarmasin, saat membuka Program “Pilah Sampah Dapat Sembako”

Kepada sejumlah wartawan, Gubernur Muhidin menyampaikan, kegiatan ini merupakan solusi nyata pemerintah provinsi menangani darurat sampah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah yang bernilai ekonomis.

Dimana warga Kota Banjarmasin khususnya, dapat melakukan penukaran berbagai jenis sampah. Mulai dari botol plastik, minyak jelantah, kertas, buku, koran bekas, kaleng kemasan makanan dan minuman, kardus bekas, galon bekas, kemasan mika bekas, tembaga, kuningan, besi dan alat masak dan makan bekas.

“Sampah bisa menjadi sumber manfaat jika dikelola dengan benar, kami ingin membangun budaya baru,” ucap Gubernur.

Disampaikan Muhidin, kegiatan ini merupakan langkah yang sangat luar biasa, untuk mengatasi persoalan darurat sampah khususnya di Kota Banjarmasin. Dimana, kegiatan ini juga menjadi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), seperti PT Adaro dan Bank Kalsel yang mendukung penuh Pilah Sampah Dapat Sembako.

Saat ini, sampah warga Kota Banjarmasin yang diantar ke TPA Banjarbakula, sudah mulai berkurang, seiring dengan semakin sadarnya warga melakukan pemilahan sampah. Biasanya dalam sehari, sampah yang diantar ke TPA Banjarbakula mencapai 600 ton per hari, namun saat ini sudah mulai berkurang menjadi 400 hingga 300 ton.

“Kita berharap dapat ditekan lagi hingga di bawah 200 ton per hari,” pinta Gubernur.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin mengaku sangat terbantu dengan adanya program Pilah Sampah Dapat Sembako, yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Pihaknya berupaya, dapat terus melanjutkan jalinan komunikasi bersama pemerintah provinsi untuk menjalankan program ini, maupun melalui program CSR.

“Kami berkoordinasi dulu dengan beberapa perusahaan untuk bisa mendukung pendanaan,” tutup Yamin.

Kegiatan Pilah Sampah Dapat Sembako, turut dihadiri Ketua TP PKK Kalsel, Fathul Jannah, Wakil Ketua TP PKK Kalsel Ellyana Trisya, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Fathimatuzzahra, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muhamad Muslim, serta Jajaran Forkopimda Provinsi, Direktur Bank Sampah Induk Baiman Faturrahman serta Bank Kalsel dan PT Adaro. (NHF/RIW/RH)

Pemprov Kalsel Libatkan Empat Kementerian Teknis Pada Musrenbang 2025

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada Senin (5/5), di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru. Forum ini menjadi bagian penting dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun ke depan.

Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, menjelaskan, pada Musrenbang kali ini, Pemprov Kalsel mengundang enam kementerian, yakni Bappenas, Kemendagri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Lingkungan Hidup.

Kepala Bappeda Kalsel, Ariadi Noor

Dari keenam kementerian tersebut, empat di antaranya merupakan kementerian teknis yang dinilai memiliki relevansi kuat dengan prioritas pembangunan di Banua.

“Empat kementerian teknis itu adalah Perhubungan, Pariwisata, Lingkungan Hidup, serta Pemuda dan Olahraga. Kita akan membangun pelabuhan internasional, stadion bertaraf internasional, mendorong pengembangan Geopark Meratus, dan penanganan lingkungan hidup secara menyeluruh,” ungkapnya, baru-baru tadi.

Ariadi menambahkan, Musrenbang ini juga menjadi forum penting untuk menyelaraskan RPJMD Kalsel dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Ia menegaskan, RPJMD Kalsel ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan, lebih cepat dari ketentuan enam bulan yang diatur dalam regulasi.

“Percepatan ini penting karena RPJMD harus sudah menjadi perda, sebagai syarat untuk pelaksanaan program multi years atau tahun jamak pembangunan di Kalsel,” tegasnya.

Pemprov Kalsel juga menginginkan adanya keseriusan dari pemerintah kabupaten/kota. Ariadi menyampaikan harapan Gubernur Kalsel agar para bupati dan wali kota hadir langsung dalam Musrenbang.

“Harapan Pak Gubernur sangat jelas, kalau RPJMD provinsi tidak sejalan dengan kabupaten/kota, maka akan sia-sia. Karenanya, keterlibatan kepala daerah sangat diharapkan agar arah pembangunan bisa sejalan dan saling mendukung,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Lepas 44 ASN Korpri Purna Tugas, Gubernur Kalsel Apresiasi Pengabdian untuk Banua

BANJARMASIN – Sebanyak 44 Aparatur Sipil Negara (ASN) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Provinsi Kalimantan Selatan resmi memasuki masa purna tugas.

Suasana Pelepasan Purna Tugas ASN Korpri Pemprov Kalsel

Pelepasan purna tugas dilangsungkan di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Jumat (2/5), dan dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin diwakili Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin.

Kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan piagam penghargaan dan uang santunan kepada perwakilan ASN yang telah menyelesaikan masa tugasnya ini. Kegiatan ini turut dihadiri para Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Pj. Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin saat menyampaikan sambutan Gubernur Kalsel

Dalam sambutannya yang dibacakan Muhammad Syarifuddin, Gubernur Muhidin menyampaikan, bahwa masa purna tugas merupakan jenjang akhir dalam karir setiap ASN, yang menjadi bagian dari siklus alami dalam dunia kepegawaian.

“Setiap pegawai negeri, jenjang karir tertingginya adalah purna tugas atau pensiun. Suka atau tidak, masa pensiun akan dihadapi oleh setiap PNS. Oleh karena itu, masa purna tugas adalah proses yang alami dalam dunia kepegawaian, dan tidak perlu kita khawatirkan,” ujarnya.

Gubernur juga mengajak para ASN yang telah purna tugas untuk menikmati masa pensiun sebagai buah dari perjuangan dan pengabdian mereka selama menjadi abdi negara.

“Mudah-mudahan, di hari-hari ke depan, Bapak/Ibu lebih banyak menikmati ketenangan, waktu luang, dan berkumpul bersama keluarga, serta tentunya lebih banyak waktu untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tambahnya.

Di akhir sambutan, atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Gubernur Muhidin menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi – tingginya kepada seluruh ASN yang telah memberikan dedikasi dan pengabdian terbaik.

“Mudah-mudahan, pengabdian Bapak/Ibu tercatat sebagai perbuatan yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT, membawa kebaikan dan manfaat bagi masyarakat. Teruslah mengabdi untuk negeri dan Banua Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Mudahkan Wisatawan Temukan Informasi Wisata, Pemprov Kalsel Upayakan Sidapakase Diakses Semua Platfrom

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengupayakan, Sistem Data Pariwisata Kalimantan Selatan atau SIDAPAKASE, dapat diakses semua kalangan dari berbagai platform.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan – Muhammad Noor mengatakan, Sistem Data Pariwisata Kalimantan Selatan atau SIDAPAKASE ini, merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan, untuk memuat berbagai informasi seputar pariwisata di 13 kabupaten/kota. Dimana, aplikasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan menemukan informasi tentang destinasi wisata, hotel, kuliner, dan travel agen yang tersebar di seluruh Kalsel.

“Sistem Data Pariwisata Kalimantan Selatan atau SIDAPAKASE, menjadi pintu gerbang utama untuk memperkenalkan pesona Kalimantan Selatan kepada dunia,” ucapnya

Disampaikan Muhammad Noor, aplikasi ini harus memiliki kelengkapan dan keakuratan data. Sehingga, Dinas Pariwisata 13 kabupaten/kota, dapat mensinkronkan data-data kepariwisataan yang ada di daerahnya masing-masing.

“Wisatawan dapat melakukan akses Informasi Pariwisata Kalsel, berdampak
mendorong perekonomian daerah melalui kemajuan sektor pariwisata,” jelasnya

Lebih lanjut Muhammad Noor menambahkan, saat ini pihaknya akan terus berkoodinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, agar SIDAPAKASE dapat diakses melalui platform IOS. Khususnya generasi muda yang banyak menggunakan gawai pintar.

“Aplikasi SIDAPAKASE telah tersinkronisasi dengan Sistem Informasi Indikator Kepariwisataan Nasional (SISPARNAS) milik Kementerian Pariwisata RI,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)

Pantau Kesiapan Atlet Menembak, Perbakin Kalsel Gelar Kejurprov 2025

BANJARMASIN – Pengurus Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kalimantan Selatan, menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), di Kota Banjarmasin, mulai 29 April hingga 3 Mei 2025.

Ketua Panitia Kejurprov Menembak Harianto menjelaskan, Kejurprov menembak tahun ini diikuti sebanyak 217 atlet dari 12 kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua Panitia Kejurprov Menembak Kalsel Harianto

“Untuk peserta Kejurprov Menembak Tahun 2025 ini diikuti peserta cukup banyak,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan, belum lama tadi.

Dengan rincian, lanjut Harianto, kejuaraan ini mempertandingkan 8 kelas indoor putra dan putri/ kemudian 9 kelas outdoor putra dan putri.

“Kejurprov menembak ini menjadi tolak ukur untuk kesiapan atlet menembak Provinsi Kalimantan Selatan, pada Pekan Olahraga Provinsi Tahun 2025 di Kabupaten Tanah Laut mendatang,” ucapnya.

Pada Porprov tersebut, cabor menembak akan mempertandingkan tembak sasaran, berburu, serta reaksi yang terdiri dari 12 kelas tanding.

Sementara itu, Sekretaris Umum Perbakin Kalsel Sudirno menyampaikan, pada Kejurprov Menembak Tahun 2025 di Kota Banjarmasin ini, pihaknya melibatkan kelompok usia dini. Mengingat saat ini Perbakin Kalsel memberikan perhatian kepada pembinaan atlet usia dini tersebut.

Sekretaris Umum Perbakin Kalsel Sudirno

Tentunya, lanjut Sudirno, pembinaan atlet usia dini ini, untuk mencari bibit bibit atlet menembak berpotensial agar kedepannya dapat memberikan prestasi pada cabang olahraga menembak.

“Saat ini terjadi penurunan kualitas latihan yang berdampak pada penurunan prestasi serta lainnya,” ucapnya.

Namun, tambah Sudirmo, Perbakin Kalsel saat ini terus melakukan upaya peningkatan prestasi atlet kembali di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RIW/RH)

Buka Kios Pangan, DPKP Kalsel Pastikan Kecukupan Pangan Banua

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi, terus memastikan ketersediaan pangan di Banua. Berbagai program terus dibuat untuk mendukung hal tersebut, salah satunya Kios Pangan yang terletak di area kantor Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel di Banjarbaru.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman mengungkapkan, bahwa keberadaan Kios Pangan ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan aksesibilitas pangan yang terjangkau bagi masyarakat.

“Kios pangan ini kita siapkan untuk memasok produk – produk pertanian dan bahan – bahan pokok agar tidak terjadi kelangkaan komoditas tertentu,” ungkap Syamsir, baru – baru tadi.

Kios Pangan Milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel ini, juga menyediakan berbagai macam pasokan sayur – sayuran yang diambil langsung dari para petani. Sehingga Kios Pangan ini bukan hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari, tetapi juga membantu para petani di Kalimantan Selatan.

“Mudah – mudahan dengan adanya Kios Pangan ini dapat membantu masyarakat,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/RH)

Exit mobile version