Wujudkan Ekonomi Kerakyatan, Pemprov Kalsel Dukung Akad Massal KUR dan Peluncuran KPP Serentak Nasional

Banjarbaru – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, diwakili Plh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, Ariadi Noor, menghadiri Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 8.000 debitur dan peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP), yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia, Selasa (21/10).

Untuk wilayah Kalimantan Selatan, kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Idham Chalid, Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, dan turut dihadiri Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai.

Plh Sekdaprov Kalsel (kanan) bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel (Kiri)

Program nasional ini merupakan langkah konkret pemerintah, memperkuat sektor riil, membuka lapangan kerja baru, serta memperluas akses pembiayaan yang inklusif bagi masyarakat produktif di seluruh pelosok negeri.

Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha, diharapkan KUR dan KPP mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Plh Sekdaprov Kalsel, Ariadi Noor menegaskan, bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap mendukung penuh pelaksanaan program ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di daerah.

“Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Program Perumahan (KPP) yang kita luncurkan hari ini, merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat sektor riil, membuka lapangan kerja baru, serta memberikan akses pembiayaan yang lebih luas dan inklusif bagi masyarakat produktif di seluruh pelosok negeri,” ungkap Ariadi.

Ia menambahkan, KUR telah terbukti menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan pemerataan kesejahteraan di berbagai daerah.

Lebih lanjut, Ariadi menegaskan, bahwa Kalimantan Selatan siap menjadi bagian dari gerakan nasional dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Melalui semangat kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha, diharapkan masyarakat kecil dapat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berdaya saing.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Di Kalimantan Selatan, sektor ini menjadi penopang utama dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Karena itu, dukungan melalui program KUR dan KPP merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berkeadilan,” sahut Ariadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai mengungkapkan, pihaknya menyambut baik peluncuran program KUR dan KPP ini, karena diyakini dapat memberikan dorongan besar bagi pelaku UMKM di Kalimantan Selatan.

“Kami berharap pelaku UMKM dapat semakin terbantu dengan adanya program KUR ini. Akses pembiayaan yang lebih mudah akan membantu mereka memperluas usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan membuka lapangan kerja baru,” ucap Rifai.

Rifai menjelaskan bahwa saat ini terdapat delapan kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, yang telah menyatakan komitmennya untuk turut membantu pelaku UMKM melalui subsidi bunga KUR.

Dengan skema tersebut, pelaku UMKM hanya perlu membayar cicilan pokok pinjaman, sementara bunganya akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah di Kalsel tidak hanya mendorong kemandirian UMKM, tetapi juga memberikan dukungan langsung agar mereka bisa tumbuh dan bertahan di tengah tantangan ekonomi,” tutup Rifai. (MRF/RIW/APR)

Kalsel Sukses Bina Atlet Pelajar, Prestasi Meningkat

Banjarmasin – Sepanjang tahun 2025, prestasi atlet pelajar pencak silat yang tergabung pada Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (SPOBNAS) Provinsi Kalimantan Selatan, terus mengalami peningkatan.

Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan Dispora Kalsel Asfia Urrahman mengatakan, peningkatan prestasi atlet pelajar pencak silat ini, merupakan hasil pembinaan yang telah dilakukan bersama antara Dispora Kalsel, pelatih, serta atlet.

“Hasil prestasi pencak silat cukup baik, ini menandakan atlet pelajar kita sudah siap baik secara mental maupun fisik,” ungkap Asfia, kepada sejumlah wartawan, Selasa (21/10).

Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan Dispora Kalsel Asfia Urrahman

Prestasi tersebut, lanjutnya, dibuktikan dengan raihan lima medali emas pada ajang Kejuaraan Internasional Moslem Pencak Silat Tahun 2025, serta dua medali lainnya.

“Pada tingkat internasional atlet pelajar pencak silat berhasil meraih total tujuh medali,” ucapnya.

Raihan prestasi ini, tambah Asfia, diluar dugaan Dispora Kalsel.

“Mengingat, pada saat keberangkatan kami tidak menargetkan untuk mendapatkan medali,” ujarnya.

Prestasi yang berhasil dicapai ini, merupakan program latihan dari pembinaan fisik, mental, serta pendampingan dari konsultan.

“Alhamdulillah menghasilkan prestasi yang luar biasa,” ucap Asfia.

Dispora Kalsel berharap, prestasi atlet pelajar pencak silat ini, dapat diikuti cabang olahraga lainnya yang tergabung pada SPOBNAS dan SPOBDA Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Asfia juga menyampaikan kesiapan atlet pelajar, untuk turut meramaikan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Tahun 2025 di Kabupaten Tanah Laut.

“Atlet pelajar yang tergabung pada Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional dan Daerah, siap untuk mengikuti Porprov mendatang,” ungkapnya.

Asfia menjelaskan, secara fisik dan mental para atlet pelajar ini siap untuk turut menyukseskan, pelaksanaan Porprov Tahun 2025 di Tala, yang akan dilaksanakan pada November mendatang.

“Dimana ditargetkan para atlet pelajar ini, mampu meraih medali pada ajang Porprov tersebut,” ucapnya.

Para atlet pelajar ini, lanjutnya, dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kegiatan kejuaraan tingkat nasional di Tanah Air.

“Selain Porprov, atlet pelajar Kalsel ini dipersiapkan untuk event nasional lainnya,” ujar Asfia. (SRI/RIW/APR)

Apresiasi HUT ke-26 SMAN 4 Banjarbaru, Pemprov Kalsel Dorong Sekolah Terus Berinovasi

Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, menghadiri peringatan HUT ke-26 SMA Negeri 4 Banjarbaru, pada Senin (20/10).

Kegiatan yang dipusatkan di halaman sekolah ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Hadeli Rosyaidi, para guru, alumni, serta seluruh siswa-siswi SMAN 4 Banjarbaru, yang dengan penuh antusias ikut memeriahkan acara tersebut.

Dalam sambutannya, Ariadi Noor menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kiprah SMAN 4 Banjarbaru, yang selama 26 tahun telah berkontribusi besar dalam mencetak generasi muda Banua yang berprestasi, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor saat membacakan sambutan Gubernur

Ia berharap SMAN 4 Banjarbaru, terus menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan berdaya saing tinggi, serta mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap daerah dan bangsa.

“Usia dua puluh enam tahun menunjukkan pengalaman dan asam garam dalam menjalani setiap langkah kebijakan pendidikan. Saya yakin, kepala sekolah beserta jajarannya dapat belajar dari suka duka masa lalu dan menjadikannya pembelajaran untuk hari ini dan masa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur melalui Ariadi Noor, menekankan pentingnya dunia pendidikan untuk terus beradaptasi terhadap perubahan dan pembaruan, terutama dalam menghadapi dinamika kurikulum yang terus berkembang.

Ia juga mendorong seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di SMAN 4 Banjarbaru agar meningkatkan kreativitas, inovasi, serta daya saing, sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia yang menjadi prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Suasana kemeriahan HUT ke-26 SMAN 4 Banjarbaru

“Saya mengapresiasi kerja keras bapak, ibu, dan adik-adik sekalian dalam mengharumkan nama sekolah, bahkan nama Provinsi Kalimantan Selatan. Semangat berprestasi harus terus dijaga, apapun tantangannya dari waktu ke waktu,” tegasnya.

Ariadi juga mengajak seluruh warga sekolah untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan menebarkan hal-hal positif di lingkungan pendidikan, serta menjadikan momentum HUT ke-26 sebagai wadah memperkuat rasa persaudaraan dan keharmonisan antarwarga sekolah.

“Mari tebarkan hal-hal positif di lingkungan sekolah dan teruslah menjaga semangat berprestasi, juga merawat rasa persaudaraan,” tutupnya. (BDR/RIW/APR)

Masuk Zona Biru, Pemprov Kalsel Siap Gelar Pasar Murah untuk Tekan Inflasi

Banjarbaru – Provinsi Kalimantan Selatan berhasil menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan masuk dalam zona biru pengendalian inflasi pada Oktober 2025. Berdasarkan data inflasi bulanan (month to month), Kalsel mencatat angka 2,09 persen, lebih rendah dibanding target nasional yang ditetapkan sebesar 2,65 persen.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalimantan Selatan, Miftahul Chair menyampaikan, bahwa capaian ini menjadi bukti bahwa berbagai langkah konkret yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel, seperti pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penguatan distribusi pangan, telah memberikan hasil positif dalam menjaga kestabilan harga di pasaran.

“Kalsel saat ini berada di zona biru dalam pengendalian inflasi. Artinya, kebijakan yang dijalankan pemerintah daerah sejauh ini efektif dalam menjaga harga tetap stabil dan pasokan pangan terjaga,” ungkap Chair, usai menghadiri rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah di Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (20/10).

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan ketersediaan serta kelancaran pasokan bahan pokok menjelang akhir tahun, agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perdagangan juga akan menggelar kegiatan Pasar Murah di seluruh kabupaten/kota mulai 4 November hingga 4 Desember 2025.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan menjelaskan, bahwa pasar murah akan dilaksanakan secara bergiliran di setiap daerah, menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, dan gula dengan harga di bawah pasar.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menekan laju inflasi pangan di daerah. Selain itu, pasar murah ini juga menjadi langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun, di mana permintaan bahan pangan biasanya meningkat cukup tinggi,” ungkap Bagiawan.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalsel (kiri), bersama Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel (Kanan)

Ia menambahkan, pelaksanaan pasar murah ini tidak hanya bersifat intervensi harga sesaat, tetapi juga bagian dari strategi jangka menengah untuk memperkuat rantai pasok dan menstabilkan harga bahan pokok secara merata di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di pelosok daerah pun bisa merasakan manfaatnya. Karena itu, pelaksanaan pasar murah dilakukan secara bergilir di 13 kabupaten/kota, agar distribusi barang berjalan adil dan merata,” lanjut Bagiawan.

Bagiawan juga menegaskan, bahwa keberhasilan pengendalian inflasi di Kalsel merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, Bulog, hingga masyarakat. Ia berharap kolaborasi ini terus diperkuat untuk menjaga ketersediaan stok pangan dan stabilitas harga hingga akhir tahun.

“Dengan kombinasi strategi pengendalian harga dan upaya nyata di lapangan, kami optimistis dapat mempertahankan capaian positif inflasi sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat Banua,” tutup Bagiawan. (MRF/RIW/APR)

Resmi, Bandara Syamsudin Noor Mulai Penerbangan Perdana Internasional ke Kuala Lumpur

Banjarbaru – Bandara Internasional Syamsudin Noor, resmi membuka penerbangan perdana rute Banjarmasin–Kuala Lumpur, Senin (20/10). Rute internasional ini dinilai menjadi pintu baru yang menghubungkan Kalsel dengan dunia.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, bersama Director of Government Relations AirAsia Malaysia, Zamani bin Mohd Rafique, Ketua DPRD Kalsel, dan Wali Kota Banjarbaru.

Membacakan sambutan Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Sekda Syarifuddin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan maskapai AirAsia, dan Kementerian Perhubungan yang telah membuka jalur penerbangan internasional dari Banjarmasin ke Kuala Lumpur.

Menurutnya, penerbangan internasional ini bukan sekadar pembukaan rute, tetapi simbol kesiapan Kalimantan Selatan untuk memperluas konektivitas di tingkat dunia.

“Dengan dibukanya rute Banjarmasin-Kuala Lumpur ini, Kalimantan Selatan semakin siap menjadi pintu gerbang ekonomi dan pariwisata,” ujarnya.

Syarifuddin menambahkan, penerbangan perdana kali ini mencatat tingkat keterisian penuh dengan potensi penumpang sekitar 3.500 orang dari Banua menuju Malaysia.

“Dari informasi yang beredar juga ada sekitar dua juta warga keturunan Banjar yang tersebar di 10 negara bagian di Malaysia. Mudah – mudahan banyak juga yang akan berkunjung ke Kalsel,” katanya.

Pemotongan pita penerbangan perdana Banjarmasin-Kuala di Bandara Internasional Syamsudin Noor

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman menegaskan, penerbangan langsung Banjarmasin–Kuala Lumpur akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, khususnya sektor pariwisata.

“Kalimantan Selatan memiliki keunggulan pada sektor wisata religi. Rute ini akan memudahkan warga Banjar di Malaysia berkunjung ke tanah asalnya, terutama saat Haul Guru Sekumpul yang dihadiri jutaan jemaah setiap tahun,” jelasnya.

Hasnuryadi juga berharap, penerbangan ini menjadi momentum memperluas peluang kerja sama dagang, investasi, dan pengembangan UMKM lokal.

“Saya harap penerbangan ini akan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” harapnya.

Penerbangan perdana AirAsia dengan nomor AK-442 disambut meriah dengan prosesi water salute di apron Bandara Syamsudin Noor. Pesawat Airbus A320-300 yang membawa 79 penumpang dari Kuala Lumpur mendarat pukul 09.30 WITA dan langsung disambut dengan tarian khas Banjar Japin Sigam.

Setiap penumpang yang tiba dikalungi kain sasirangan dan diberikan cinderamata sebagai simbol penyambutan hangat di Banua.

General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya.

“Terima kasih atas sinergi dan kerja keras seluruh pihak hingga penerbangan perdana internasional ini dapat terlaksana dengan lancar,” ungkapnya.

Pada penerbangan sebaliknya, sebanyak 172 penumpang diberangkatkan menuju Kuala Lumpur dengan nomor penerbangan AK-441 pukul 11.00 WITA, diiringi Tari Japin Persembahan yang menambah suasana haru dan kebanggaan.

“Harapan kami, rute ini bisa terus beroperasi dengan lancar dan menjadi awal bagi pembukaan jalur-jalur internasional lain dari Bandara Syamsudin Noor,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Pemuda Kalsel, Raih 3 Medali Pekan Kreativesia Tingkat Nasional

Banjarmasin – Kontingen Pemuda Provinsi Kalimantan Selatan, berhasil meraih tiga medali, pada Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia (Kreativesia) Tahun 2025 di Palembang.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi menyampaikan,
rasa syukurnya atas keberhasilan tersebut.

“Kami bangga dengan perolehan prestasi pemuda berprestasi Kalsel, pada ajang Pekan Kreativesia 2025 di Palembang,” ungkap Rokhyatin, kepada sejumlah wartawan, pada Senin (20/10).

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi

Dikatakannya, pada Pekan Kretivesia Tahun 2025 di Palembang ini, Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti sebelas cabang lomba yang dipertandingkan.

“Kontingen Kalsel mengikuti seluruh cabang yang dilombakan, dengan mengirim 8 pemuda yang berhasil menjadi juara 1 pada Pekan Kreativesia Tingkat Provinsi,” jelasnya.

Dari sebelas cabang ini, lanjut Rokhyatin, Kalsel berhasil meraih medali pada tiga cabang lomba. Yaitu medali emas berhasil diraih Aminullah pada lomba fashion, medali perak Muhammad Abi pada lomba hardware, serta meraih medali perunggu Siti Umaroh pada lomba kuliner.

“Keberhasilan ini mengulang raihan yang sama pada tahun sebelumnya,” ucapnya.

Rokhyatin berharap, keberhasilan ini dapat memacu semangat para generasi muda di Provinsi Kalimantan Selatan. untuk meningkatkan prestasinya di kancah daerah, nasional, bahkan internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Rokhyatin mengatakan, belum dapat memastikan reward apa yang akan diberikan pemerintah, kepada pemuda berprestasi, yang telah membawa nama harum, Provinsi Kalimantan Selatan dikancah nasional tersebut.

“Namun, kami masih memiliki kegiatan peningkatan wawasan pemuda kreatif, yang akan dilaksanakan di Jawa Timur,” ungkapnya lagi.

Sehingga, lanjut Rokhyatin, para pemenang Pekan Kreativesia Tahun 2025 asal Provinsi Kalimantan Selatan, akan mengikuti kegiatan Peningkatan Wawasan Pemuda Kreatif tersebut.

“Keikutsertaan pada Peningkatan Wawasan Pemuda Kreatif ini, sebagai salah satu bentuk apresiasi dari Pemprov Kalsel melalui Dispora,” tutur Rokhyatin.

Para pemenang, tambahnya, akan dikumpulkan dengan pemenang lomba pemuda lainnya, untuk mengikuti peningkatan wawasan tersebut.

“Kami berharap, dengan adanya peningkatan wawasan ini, dapat meningkatkan kualitas pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Rokhyatin. (SRI/RIW/APR)

Wujudkan Desa Maju, Pemprov Kalsel Dorong Sinergi Lewat Bimtek LKD

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), terus mendorong penguatan kelembagaan desa dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) se-Kalimantan Selatan, yang berlangsung pada Jumat (17/10) di Banjarbaru.

Kegiatan ini diikuti 55 peserta dari unsur Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), PKK, Karang Taruna, serta perwakilan RT dan RW dari 11 kabupaten di Kalimantan Selatan. Bimtek dibuka secara resmi Kepala Dinas PMD Provinsi Kalsel, Iwan Ristianto.

Dalam sambutannya, Iwan menegaskan pentingnya peran LKD sebagai motor penggerak partisipasi masyarakat di tingkat desa. Menurutnya, keberadaan LKD menjadi elemen penting dalam mendorong kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga desa, dan warga agar pembangunan benar – benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas PMD Provinsi Kalsel, Iwan Ristianto.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur telah menetapkan semangat kerja ‘Bekerja Bersama, Merangkul Semua’. Ini bukan sekadar slogan, tetapi filosofi pembangunan yang sangat relevan dengan peran LKD,” ungkap Iwan.

Ia menjelaskan, makna “Merangkul Semua” adalah ajakan bagi seluruh elemen masyarakat desa untuk terbuka terhadap aspirasi dan potensi warga tanpa terkecuali.

Sementara “Bekerja Bersama” menjadi wujud sinergi antara pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat dalam memastikan program pembangunan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Melalui Bimtek ini, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemahaman regulasi terbaru tentang peran LKD, penyusunan perencanaan pembangunan desa yang inklusif dan transparan, serta strategi memperkuat gotong royong dan swadaya masyarakat sebagai modal sosial desa.

Selain materi teknis, kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik baik antar LKD dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, sehingga diharapkan terjalin jejaring kolaboratif antar pelaku pembangunan desa.

Iwan berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan secara aktif dan membawa pulang hasil pembelajaran yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing.

“Membangun Kalimantan Selatan berarti membangun desanya. Desa yang maju hanya bisa terwujud jika semua komponen bekerja bersama dan merangkul semua demi kemajuan Banua,” tutup Iwan.

Dengan adanya kegiatan ini, Dinas PMD Kalsel berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas kelembagaan desa agar semakin mandiri, partisipatif, dan adaptif dalam menghadapi dinamika pembangunan ke depan. (DPMD-KALSEL/MRF/RIW/RH)

Gerai Koperasi Merah Putih Mulai Dibangun Serentak, Kalsel Fokus di KDMP Indrasari

BANJAR – Ground breaking atau peletakan batu pertama gerai, gudang dan kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) serentak dilaksanakan pada Jumat (17/10), termasuk di Kalimantan Selatan yang difokuskan di Koperasi Merah Putih Desa Indrasari, Martapura.

Forkopimda Kalsel dan Kabupaten Banjar serta instansi terkait lainnya mengikuti proses ground breaking serentak melalui virtual

Acara tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Kalimantan Selatan dan Kabupaten Banjar, termasuk Dandim 1006/Banjar Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya.

Letkol Bambang menyampaikan, kehadiran TNI AD melalui jajaran Kodim bertujuan untuk mendorong percepatan program pemerintah agar target pembangunan gerai KDMP dapat tercapai sesuai waktu yang ditetapkan.

“Pembangunan gerai ini ditarget rampung pada 30 Desember nanti, sehingga awal Januari 2026 kita sudah bisa melakukan soft opening,” ujarnya.

Ia berharap, keberadaan Koperasi Merah Putih nantinya mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

“Kebutuhan koperasi sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah desa dan kelurahan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar, I Gusti Made Suryawati, mengungkapkan, bahwa seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Banjar sudah memiliki badan hukum koperasi. Dari total 277 desa dan 13 kelurahan, saat ini sudah ada 14 koperasi yang memiliki gerai dan siap beroperasi.

“Sampai sejauh ini, tidak ada kendala berarti dalam pembangunan gerai di koperasi lainnya,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Yanuar Nor Rifai, menambahkan, bahwa secara keseluruhan terdapat 2.013 KDMP di Kalsel. Dari jumlah tersebut, 142 koperasi telah berjalan aktif.

Ia menjelaskan, sebelum beroperasi penuh pada Januari 2026, pemerintah provinsi terus melakukan pelatihan manajemen bagi para pengurus koperasi dan aparatur desa.

“Ada sinergi antara Dinas Koperasi dan Dinas PMD untuk memperkuat pelaksanaan program KDMP ini. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” ucapnya. (SYA/RIW/RH)

Gelar Konferensi Internasional Mangrove Borneo 2025, ULM Dorong Kolaborasi Global Pelestarian Ekosistem Pesisir

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berbasis riset dan lingkunganz dengan menyelenggarakan Konferensi dan Lokakarya Internasional Mangrove Borneo: “Perhubungan Keanekaragaman Hayati, Masa Depan Berkelanjutan, dan Penyerapan Karbon”, pada Kamis (15/10), di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin.

Pembukaan secara resmi conference internasional dengan menancapkan ikon ULM “burung Enggang” sebagai simbol kemuliaan

Kegiatan ini merupakan bagian dari Kolokium Pascasarjana Riset KUUB ke-2 (KPRC 2025) yang dirangkaikan dengan Konferensi Internasional Teknik Kimia dan Sains Terapan ke-6 (ICChEAS 2025), dan berlangsung selama empat hari, dari 15 hingga 18 Oktober 2025.

Kepada sejumlah wartawan, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada ULM atas terselenggaranya kegiatan ilmiah internasional ini. Kegiatan
mempertemukan peneliti, akademisi, pembuat kebijakan, praktisi industri, serta pemerhati lingkungan dari dalam dan luar negeri, untuk bersama-sama membahas berbagai isu penting terkait pelestarian ekosistem mangrove serta penguatan strategi keberlanjutan lingkungan di kawasan pesisir.

“Momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, khususnya ekosistem mangrove yang memiliki peran vital bagi keseimbangan lingkungan,” jelasnya

Lenih lanjut Hanif menambahkan, Mangrove adalah penyerap karbon alami yang sangat penting, sekaligus benteng pertahanan pesisir dari abrasi dan perubahan iklim. Forum seperti ini sangat strategis untuk merumuskan kebijakan dan inovasi pengelolaan yang lebih efektif.

Sehingga, hasil dari pertemuan ilmiah ini, dapat menjadi rekomendasi kebijakan bagi pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat program restorasi dan konservasi ekosistem pesisir di Indonesia.

“Kegiatan ini menghadirkan berbagai pakar dan pembicara internasional yang membagikan hasil riset terkini seputar fungsi ekologis mangrove, potensi ekonomi biru, mitigasi perubahan iklim, serta inovasi teknologi dalam pengelolaan sumber daya pesisir,” pungkasnya. (NHF/RIW/RH)

Gali Strategi dan Inspirasi Memajukan Kebudayaan Banua, Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel Sowan ke Yogyakarta

YOGYAKARTA – Dalam rangka memperkuat pembangunan kebudayaan di Kalimantan Selatan, Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pembelajaran dari daerah yang telah mapan kebudayaannya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda peningkatan kapasitas kelembagaan dan penguatan fungsi pengawasan DPRD terhadap sektor kebudayaan, sekaligus upaya menggali strategi dan inspirasi dalam mengelola serta mengembangkan potensi budaya di daerah.

‎Kunjungan ini dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, bersama sejumlah anggota Komisi IV dan perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan.

suasana pertemuan di Dinas Kebudayaan DIY

Rombongan diterima langsung Budi Husada, Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY, beserta jajarannya, baru-baru tadi.

‎Dalam sambutannya, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah menyampaikan, bahwa Yogyakarta dipilih sebagai lokasi kunjungan karena dikenal sebagai salah satu daerah dengan sistem pengelolaan kebudayaan yang sudah sangat baik dan terstruktur.

‎Menurutnya, Dinas Kebudayaan DIY merupakan lembaga yang telah berdiri sejak tahun 1997 dan berhasil mengintegrasikan berbagai unsur pelestarian, pengembangan, dan pemberdayaan budaya secara berkelanjutan. Sehingga, pihaknya ingin belajar dari pengalaman dan keberhasilan Dinas Kebudayaan Yogyakarta dalam mengelola dan melestarikan kebudayaan.

“Kami melihat Yogyakarta sebagai salah satu daerah yang mampu memadukan nilai-nilai tradisi dan kemajuan zaman dengan baik. Hal ini tentu menjadi referensi penting bagi kami di Kalimantan Selatan dalam merancang strategi kebudayaan ke depan,” ujar Gusti Iskandar.

‎Gusti Iskandar menegaskan, bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya DPRD untuk melakukan komparasi dan kajian substantif terhadap model pengelolaan kebudayaan yang berhasil diterapkan di daerah lain.

Menurutnya, kebudayaan merupakan fondasi penting dalam pembangunan karakter daerah dan identitas masyarakat, sehingga memerlukan perhatian yang serius dari seluruh pemangku kepentingan.

‎“Kalsel memiliki warisan budaya yang sangat kaya, mulai dari kesenian tradisional, kerajinan rakyat, bahasa, hingga adat istiadat. Namun jika tidak ada langkah nyata untuk melestarikan, meneliti, dan mempromosikannya, maka kebudayaan itu bisa perlahan hilang.

“Karena itu kami menilai sudah saatnya Kalimantan Selatan memiliki Dinas Kebudayaan yang berdiri sendiri agar arah pembangunan kebudayaan lebih terarah dan berkelanjutan,” tambahnya.

‎Selama pertemuan, jajaran Dinas Kebudayaan DIY memaparkan berbagai program unggulan yang dijalankan, mulai dari pemeliharaan situs sejarah dan cagar budaya, pengembangan seni pertunjukan, pendidikan budaya di sekolah, hingga pemberdayaan komunitas seni dan pelaku budaya. Dinas juga memaparkan bagaimana pemerintah daerah mendorong partisipasi masyarakat melalui dukungan terhadap kelompok kesenian lokal, penyelenggaraan festival budaya, serta integrasi nilai-nilai budaya dalam sektor pariwisata.

‎Budi Husada dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan DPRD Kalsel yang menjadikan Yogyakarta sebagai rujukan dalam pengembangan kebudayaan. Ia menegaskan bahwa Yogyakarta selalu terbuka untuk bekerja sama dan berbagi pengalaman dengan daerah lain.

‎“Yogjakarta selalu terbuka untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Kami percaya bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi bagi pembangunan masa depan. Semoga kunjungan ini menjadi langkah awal untuk mempererat kerja sama antar daerah dalam bidang kebudayaan,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, Budi Husada menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan kebudayaan di Yogyakarta tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan komunitas budaya. Pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator dan pelindung nilai-nilai budaya, sementara masyarakat didorong untuk menjadi pelaku utama dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal.

‎Rombongan Komisi IV DPRD Kalsel juga berdiskusi terkait tantangan yang dihadapi dalam pelestarian budaya di era modern, terutama terkait pergeseran nilai akibat perkembangan teknologi dan globalisasi.
(ADV-NHF/RIW/RH)

Exit mobile version