BANJARBARU – Memasuki Juni, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2022/2023 akan segera dimulai. Tepatnya sejak 6 Juni 2022 nanti.
Terkait hal ini anggota Komisi 1 DPRD Kota Banjarbaru, Windi Novianto meminta agar Pemko Banjarbaru serius terhadap perkembangan sektor pendidikan di kota ini. Salah satunya soal PPDB yang memang harus benar-benar dimatangkan dalam kesiapannya.
“PPDB SMP di kota Banjarbaru diharapkan berasaskan objektif, transparan, dan akuntabel tanpa diskriminasi,” kata Windi kepada abdi Persada FM, Jumat (27/5).
Menurut data yang dimiliki legislator PDI Perjuangan ini, saat ini ada 14 SMP Negeri dan 10 SMP swasta di Banjarbaru.
“Semoga semua pendaftar bisa tertampung. Hal ini tentu dapat membuat kualitas pendidikan kita lebih baik dan merata,” kata Windi.
Selain itu ia juga meminta agar kesiapan seperti pelaksanaan lewat daring (online) bisa disiapkan maksimal. Mengingat PPDB akan masih dilaksanakan dengan format yang sama.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pendidikan sudah mengeluarkan edaran mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online untuk seluruh SMPN di kota ini.
PPDB tahun ini masih melalui 4 jalur; yakni jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua/wali dan jalur prestasi, yang pendaftarannya dibuka pada tanggal 6 – 8 Juni 2022. (RDM/RH)
BANJARBARU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalsel menargetkan hingga 2023 status desa tertinggal dapat berubah menjadi berkembang. Sedangkan, untuk status maju bakal dinaikan ke level mandiri.
Kepala Dinas PMD Kalsel Farid Fakhmansyah memaparkan diprogramkannya perubahan status desa setiap tahun bertujuan agar ekonomi masyarakat pedesaan dapat jauh lebih baik lagi meski saat ini pelaksanan perbaikannya diakui dilakukan secara bertahap.
“Mestinya seluruh desa dalam status mandiri karena itu merupakan capain paling tertinggi, tetapi, jumlah rata-rata untuk saat ini masih berkisar diangka 68 persen artinya satu setengah persen dari desa yang ada di Kalsel,” ujarnya, kepada Abdi Persada FM, Jumat (27/5) siang.
Namun ditegaskannya, khusus desa yang masih berstatus sangat dan tertinggal juga ditargetkan tiap tahun naik yang artinya secara bertahap ditekankan terus mengalami peningkatan hingga bisa mencapai ke level berkembang.
“Nah, proyeksi kami ke depan akan terus berkoordinasi, bersinergi serta berkolaborasi dengan pemda kabupaten agar mampu menaikan status tiap desa,” jelasnya.
Tentu kolaborasi yang dibangun, menurut Farid, dilakukan secara berkesinambungan serta berkelanjutan seiring penerapan program yang diharapkan capaian persentase kenaikan status mampu terealisasi secara signifikan.
“Agar fokus kita dalam meningkatkan status desa bisa terwujud,” ungkapnya.
Menurutnya, kunci utama dalam rangka meningkatkan perubahan status desa agar pencapaiannya mudah terealisasi salah satunya adalah melakukan penataan.
“Baik dalam segi kelembagaan ekonomi, pemerintahan desa, pengembangan sektor perekonomian masyarakat hingga kawasan pedesaannya,” ungkapnya.
Mantan Staff Ahli Gubernur membidangi ekonomi dan pembangunan ini berharap proporsi desa mandiri dan maju ke depan diharapkan lebih besar ketimbang status tertinggal dan berkembang yang saat ini masih dominan di Kalsel.
“Diharapkan juga tidak ada lagi desa sangat tertinggal. Jadi, cakupan atau tahapannya dimulai dari sangat tertinggal berubah menjadi tertinggal selanjutnya naik status berkembang berikutnya adalah maju hingga tingkatan level paling tertinggi yakni mandiri,” pungkasnya.
Untuk diketahui, dari 11 kabupaten di Kalsel tercatat baru 28 desa dari sembilan yang menduduki status mandiri diantaranya Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Barito Kuala dan Tabalong. (RHS/RDM/RH)
BANJARBARU – Hasil monitoring BPKP Kalimantan Selatan dan pendataan yang melibatkan seluruh Inspektorat Daerah di Kalimantan Selatan, menemukan lima Pemerintah Daerah belum mempunyai strategi dan tindakan yang nyata dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.
Skema pengawasan P3DN di Kalsel
Padahal, Presiden Joko Widodo telah berulang kali mengingatkan pentingnya keberpihakan pada produk dalam negeri ini, terutama dengan terbitnya Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022.
Kelima pemerintah daerah tersebut adalah Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Tapin, Tanah Bumbu, kota Banjarmasin, dan Banjarbaru. Hal ini tampak dengan belum jelasnya pengelola e-katalog lokal dan belum adanya kebijakan kepala daerah yang mendorong penggunaan produk dalam negeri.
Sementara itu, empat daerahnya lainnya hanya mempunyai pengelola e-katalog lokal atau hanya memiliki kebijakan mendorong penggunaan produk dalam negeri. Yaitu kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Balangan.
“Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 telah memerintahkan dengan tegas, semua Pemerintah Daerah mempunyai strategi, tindakan, dan target yang jelas dalam mendukung penggunaan produk dalam negeri,” jelas Kepala BPKP Kalsel, Rudy Mahani Harahap dalam rilisnya yang diterima Abdi Persada pada Kamis (26/5).
Penggunaan produk dalam negeri ditekankan kembali oleh Presiden, karena tekanan kuat kompetisi ekonomi global akibat Pandemi COVID-19 dan perang Rusia-Ukraina.
“Jika anggaran Pemerintah Daerah tidak diarahkan untuk produk lokal, maka akan banyak usaha lokal yang bangkrut, meningkatnya pengangguran dan kriminalitas, dan konflik sosial di dalam negeri,” tambah Rudy.
Anggaran pemerintah daerah berpotensi besar menjadi penyangga ekonomi lokal di Kalimantan Selatan. Sebagai contoh, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memiliki anggaran Rp6,4 triliun yang dapat dikucurkan untuk menguatkan industri dalam negeri.
Karenanya, seluruh Pemerintah Daerah di Kalimantan Selatan harus serius dalam menjalankan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022.
“Salah satunya dengan membentuk Tim Koordinasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), yang melibatkan unsur pengusaha lokal dan diketuai oleh Kepala Dinas Perindustrian secara harian,” ujarnya.
Monitoring dan pendataan strategi, tindakan, dan pencapaian target pemerintah daerah di Kalimantan Selatan ini sudah berlangsung selama dua minggu dengan menggunakan perangkat teknologi canggih “Siswas P3DN” yang dikembangkan oleh BPKP.
Penggunanya adalah seluruh unsur BPKP, Inspektorat, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) setempat.
Hasil monitoring dan pendataan disampaikan langsung ke Presiden sebagai bahan rapat kabinet. Presiden juga telah menegur beberapa kementerian/lembaga di pusat yang belum memiliki strategi dan tindakan nyata. (BPKPKalsel-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini, memberikan dukungan terhadap peningkatan olahraga Basket, dengan menyelenggarakan Pertandingan Paman Birin Basketball Competition Bergerak di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM, Banjarmasin, Kamis (26/5).
Pertandingan ini dibuka Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor pada saat membacakan sambutan pembukaan kejuaraan Basket Piala Paman Birin
“Pemerintah Kalsel tentunya memberikan dukungan terhadap peningkatan olahraga Basket,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Paman Birin, kepada sejumlah wartawan.
Tidak hanya, lanjutnya, basket dan semua olahraga yang ada di Banua ini, mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, agar dapat berkembang bersama sama.
“Sehingga dengan begitu, prestasi maksimal dapat diberikan kepada Provinsi Kalsel,” ucapnya.
Menurut Paman Birin, saat ini fasilitas olahraga basket sudah memadai, sehingga diharapkan masyarakat khususnya pengemar olahraga basket dapat memanfaatkan hal tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Paman Birin mengatakan, meski suasana COVID-19 belum berakhir, namun warga hendaknya tetap berolahraga, untuk menjaga kebugaran tubuh, serta penerapannya protokol kesehatan tetap dilaksanakan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, diselenggarakan kejuaraan Basket Piala Paman Birin ini bekerjasama dengan Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kalsel.
“Kejuaraan Basket Piala Paman Birin merupakan pertandingan antar klub,” ungkapnya.
Menurut Hermansyah, pada pertandingan Basket Piala Paman Birin ini, diikuti 16 klub Basket yang ada di Provinsi Kalsel.
“Kejuaraan diselanggarakan 26 sampai 29 Mei di GOR Hasanuddin HM Banjarmasin,” ucapnya.
Diharapkan, pada kejuaraan ini didapatkan bibit bibit atlet berprestasi kedepannya, untuk Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel sebagai pengawal dalam menciptakan pemerintahan berbasis elektronik di provinsi ini.
Menindaklanjuti hal tersebut, salah satu upaya yang dilakukan oleh Diskominfo Kalsel adalah dengan meningkatkan kualitas SDM dalam bidang pemberitaan, melalui pelatihan jurnalistik dan fotografi yang bekerjasama dengan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Kalsel.
“Kita patut bersyukur karena hari ini kita dibantu oleh Antara untuk memberikan peningkatan kapasitas dari kompetensi kita, kegiatan yang paling tidak memenuhi kaidah-kaidah dari jurnalistik,” ucap Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim, saat membuka pelatihan tersebut di Kanwil Antara Kalsel, Banjarmasin, Selasa (24/5).
Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim, saat memberikan sambutan dalam pelatihan jurnalistik
Muslim mengungkapkan, kerjasama Diskominfo Kalsel dengan LKBN Antara Kalsel tidak hanya sampai pelatihan ini saja, melainkan juga meningkatkan kapasitas SDM disegala bidang.
“Kita punya kekuatan (dalam bidang media), baik dari Abdi Persada FM maupun Media Center. Ini kedepan kita upayakan betul, untuk meningkatkan kualitas-kualitas yang bisa kita tingkatkan,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Biro Antara Kalsel, Aulia Badar berharap, pelatihan ini dapat menimbulkan hasil positif bagi jurnalis di Diskominfo Kalsel.
Apalagi dilanjutkannya, LKBN Antara dan Diskominfo merupakan stakeholder dari Kemkominfo.
“Semoga seluruh kerjasama yang telah kita bangun dapat berjalan dengan lancar,” harapnya. (SYA/RDM/RH)
BANJARBARU – Layanan poli jiwa di fasilitas kesehatan kerap dipandang masyarakat hanya diperuntukkan bagi orang yang mengalami sakit jiwa berat alias gila (skizofenia). Namun faktanya layanan pengobatan ini secara umum dapat mengatasi berbagai jenis gangguan kejiwaan, seperti depresi, kecemasan hingga autisme.
Sejak 2019, Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru telah menghadirkan layanan poli jiwa sebagai rujukan utama orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Hadirnya layanan di rumah sakit milik Pemerintah Kota Banjarbaru ini tentunya dilengkapi dengan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni.
Dokter Spesialis Jiwa RSD Idaman Banjarbaru, Dokter Sinta Dyah Amrih Lestari, SpKJ, mengungkapkan bahwa layanan poli jiwa mampu menangani berbagai penyakit gangguan kejiwaan yang sering kali muncul tanpa disadari.
“Penyakit yang kita tangani di poli jiwa ini seperti gangguan kecemasan, episode depresi, gangguan psikotik, gaming addiction atau kecanduan bermain game, ADHD atau gangguan fokus, autisme, dan lain-lain,” katanya.
Dijelaskan dokter spesialis jiwa lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS) ini, gangguan kejiwaan merupakan masalah kesehatan yang perlu ditangani sesegera mungkin agar tidak berlanjut pada kondisi fatal dan berujung pada kematian. Bukan tanpa alasan, penyakit gangguan jiwa yang terus dibiarkan dapat menyebabkan pasien mendengar suara-suara, halusinasi hingga self harm (suatu tindakan atau dorongan untuk menyakiti atau melukai diri).
Namun sayangnya fenomena yang terjadi di tengah masyarakat ihwal pentingnya mengobati gangguan kejiwaan kerap terbentur dengan rasa malu pasien. Tak sedikit pula banyak orang yang tak menyadari telah mengidap gangguan kejiwaan lantaran dianggap sebagai suatu hal yang normal.
“Seperti fenomena gunung es yang tidak terlihat, padahal di dalamnya ini banyak orang-orang yang mengalami masalah pada kejiwaan. Salah satu yang sering ditemui adalah gangguan kecemasan yang di awali dengan keluhan tidak bisa tidur, tremor, keringat dingin, ada juga yang sampai gejala seperti gastritis (perut terasa tidak nyaman),” ujar Dokter Sinta.
Dokter yang telah berkarir selama 13 tahun ini meyakini dengan adanya layanan poli jiwa di RSD Idaman Banjarbaru dapat memudahkan dan mengurangi rasa malu pasien berobat ke psikiater. Termasuk pula biaya pengobatan yang terjangkau.
“Dengan adanya poli jiwa ini di RSD Idaman Banjarbaru maka memudahkan dan mengurangi rasa malu pasien untuk berobat. Untuk biaya bisa menggunakan BPJS ataupun umum,” ucapnya.
Adapun pelayanan poli jiwa di RSD Idaman Banjarbaru saat ini menggunakan metode pengobatan yang paling efektif, yakni psikoterapi dan psikofarmaka. Selain telah dilengkapi MMPI untuk dewasa, poli jiwa ini juga nantinya akan dilengkapi alat MMPI A (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) khusus remaja yang mana alat ini digunakan untuk menilai apakah seseorang mengalami gangguan jiwa atau tidak.
“Sarana prasarana akan terus dilengkapi. Harapannya kita ingin mengurangi stigma masyarakat bahwa ke dokter jiwa tidak hanya untuk orang dengan gangguan gila saja, tetapi untuk berbagai jenis gangguan kejiwaan. Kepada masyarakat Banjarbaru bisa memanfaat layanan poli jiwa ini dan jangan malu untuk berobat di RSD Idaman,” tutupnya. (RILIS-RDM/RH)
KOTABARU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menginginkan, generasi millenial di Kotabaru turut serta mengimplementasikan ideologi Pancasila sebagai landasan berbangsa.
Suasana kegiatan Soswasbang yang dihadiri cukup antusias oleh tokoh masyarakat, peserta didik dan guru, Selasa (24/5) siang.
“Alhamdulillah, pelaksanaan ini berjalan lancar, sangat majemuk sekali dan banyak hal yang bisa diambil dari kegiatan tersebut terutama sisi dalam rangka mengantisipasi adanya ketegangan, perpecahan hingga peperangan. Serta menumbuhkan sikap toleransi kepada sesama umat beragama,” ujarnya usai kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Soswasbang) di Desa Sigam, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru, Selasa (24/5) siang.
Sedangkan wawasan kebangsaan, menurutnya, merupakan kekuatan dalam menumbuhkan sikap integritas bela negara dengan tidak mudah terhasut paham radikalisme.
“Tentu kita menyadari bahwa mereka (generasi muda) adalah calon penerus bangsa yang membangun negara ini. Bahkan, akan menjadi pemimpin daerah nantinya,” harap Wakil Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kalsel.
Untuk memupuk rasa cinta tanah air, lanjut Yani Helmi, empat pilar Pancasila berbangsa dan bernegara tentunya perlu dipahami secara cermat dan baik asal hal tersebut tidak keluar dari konteks yang dimaksud.
“Maka dari itu, materi yang disampaikan benar-benar dipahami betul. Sehingga, paham radikalisme dapat dicegah apalagi perkembangan dunia digital sudah semakin meluas artinya perlu saring benar-benar agar tidak mudah terpengaruh,” jelasnya.
Dari konsep bela negara, politisi partai Golkar ini mencontohkan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar bisa menjadi generasi penerus bangsa, salah satunya tidak mudah terintimidasi serta terprovokasi yang terbukti dapat mengancam negara.
“Jelas sekali, materi yang disampaikan. Dari seluruh rangkaian tadi tujuan utama wasbang adalah menumbuh kembangkan sikap tanah air dan menangkal radikalisme,” tegas paman Yani (sapaan akrab).
Kegiatan yang mayoritas tidak hanya dihadiri masyarakat Desa Sigam itu, ternyata juga mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel ini. Karena acara tersebut diikuti sejumlah peserta didik yang berinisiatif hadir di lokasi.
“Justru tidak hanya masyarakat saja mendapatkan materi ini, peserta didik pun berhak dan ini sebagai pembelajaran atau wawasan mereka agar ke depan mampu memperkuat ideologi NKRI,” ucapnya.
Harapan yang diinginkannya saat ini adalah kaum millenial di Kotabaru yang merupakan satu kesatuan daerah di Provinsi Kalimantan Selatan dapat mengaplikasikan serta memupuk kebersamaan agar tetap memiliki tolerasi antar umat beragama.
“Tidak hanya itu, cinta akan budaya kita sendiri dan menghargai bahasa mana pun di Indonesia itu sebagai bentuk bukti nyata terhadap toleransi agar memperkokoh satu kesatuan di negara ini,” ungkap legislatif Dapil VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu.
Sebagai wakil rakyat di DPRD Kalsel, ia menekankan, agar nilai-nilai yang terkandung dalam landasan Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dapat terserap baik agar kekokohan idealisme diri terhadap cinta negara mampu tercipta kuat.
“Saya berharap generasi muda lebih mengerti lagi bagaimana cara kita menjaga NKRI supaya jangan terpecah belah. Nah, itu saja keinginan kami di DPRD Kalsel,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid PTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Fahruddin, saat diundang dalam acara Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan tersebut turut mengapresiasi karena dapat menumbuhkan sikap bela negara serta memupuk tinggi toleransi.
“Kami berterima kasih sekali. Karena ini masih diperlukan oleh peserta didik dalam mengemban pendidikan. Terutama, materi ideologi Pancasila dan wawasan Kebangsaan sangat dibutuhkan tidak hanya sekolah tetapi masyarakat juga perlu memahami ini agar ke depan negara ini aman dari ancaman radikalisme,” paparnya.
Di lokasi yang sama, Kepala SMA Negeri 1 Kotabaru, Umar Dani, menyebut, paham radikalisme dikalangan generasi muda cukup rentan terprovokasi bahkan dengan keberadaan teknologi gadget mampu mempengaruhi daya dan pola pikir mereka untuk melakukan sesuatu yang melanggar hukum.
“Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini tentu akan memberikan wawasan serta bekal yang lebih kepada generasi muda terutama peserta didik kami. Sekarang ini banyak beredar paham radikalisme. Tentu, edukasi yang diberikan setidaknya mampu menekan ancaman tersebut,” ucapnya. (RHS/RDM/RH)
BANJARBARU – Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satops Patnal PAS) Se-Banjar Raya di Lingkungan Kanwil Kemenkumham Kalsel kembali melakukan razia secara mendadak pada puluhan kamar hunian Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Senin (23/5) malam.
Kegiatan dihadiri langsung oleh Direktur Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak (Dirbimkemas dan PA), Pujo Harianto dan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel, Lilik Sujandi yang turut didampingi Sri Yuwono selaku Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Kalsel, dan Kepala UPT Pemasyarakatan Se-Banjar Raya.
Kakanwil Kemenkumham Kalsel, Lilik Sujandi dalam press release kegiatan mengungkapkan bahwa, razia kali ini dilaksanakan untuk memastikan kondisi Lapas Banjarbaru dalam keadaan kondusif dari gangguan keamanan dan ketertiban.
“Ada beberapa barang terlarang kita temukan dalam razia malam ini. Kita juga melakukan tes urin secara acak kepada perwakilan WBP dan petugas Lapas Banjarbaru, semuanya hasilnya negatif. Kami juga berterima kasih kepada Bapak Direktur Bimkemas dan Pengentasan Anak, yang telah hadir dan memantau langsung razia kali ini,” ungkapnya.
Ditambahkan Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham Kalsel, Sri Yuwono bahwa, razia kali ini sasaran utamanya adalah barang terlarang seperti, Narkoba, Handphone dan instalasi listrik secara ilegal.
“Razia malam ini memang tidak ditemukan adanya narkoba di Lapas Banjarbaru, namun kita masih menemukan berbagai barang terlarang didalam kamar hunian WBP, mulai dari handphone yang diduga melalui oknum atau melalui titipan, kabel-kabel liar, hingga senjata tajam. Untuk hasil penggeledahan, nantinya akan langsung dimusnahkan oleh jajaran Lapas Banjarbaru,” jelasnya
Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Banjarbaru, Amico Balalembang menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk deteksi dini guna mencegah peredaran narkoba didalam lapas dan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban.
“Kami berkomitmen dan terus bersinergi untuk membersihkan barang-barang terlarang dengan razia rutin setiap pekannya, sehingga terjaga kebersihan lingkungan dan tercipta situasi Lapas yang kondusif,” tandasnya
Tim Satopas Patnal PAS Se-Banjar Raya yang turut hadir dalam giat razia di Lapas Banjarbaru, di antaranya Lapas Banjarmasin, Bapas Banjarmasin,Rubasan Banjarmasin, Lapas Narkotika Karang Intan, LPP Martapura, LPKA Martapura, LPP Martapura, Rutan Marabahan, dan Rutan Pelaihari. (LAPAS.KELASIIB-RDM/RH)
BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali membuktikan reputasinya sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah terbaik di Indonesia, yang mana dalam kesempatan ini berhasil meraih “TOP NUMBER 1 BANK BEST CHOICE AWARD 2022”.
Ajang ini diselenggarakan oleh 5 Pilar Media Communication dan National Awarding Achievement Center. Penilaian dalam penghargaan ini menggunakan metode desk research, dengan kriteria yang meliputi visi misi, tingkat keaslian produk dan jasa serta perubahan dari inovasi yang dilakukan, kinerja perusahaan, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya di daerah masing-masing, berprestasi serta mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas serta inovatif. Penghargaan secara langsung diterima oleh Kepala Cabang Jakarta yang mewakili Direksi Bank Kalsel, akhir pekan lalu di Jakarta.
Hanawijaya, selaku Direktur Utama Bank Kalsel, mengucapkan terima kasih yang setinggi- tingginya atas apresiasi yang diberikan oleh 5 Pilar Media Communication. Event ini sangat membanggakan, dimana Bank Kalsel berhasil meraih penghargaan TOP NUMBER 1 BANK BEST CHOICE AWARD 2022 untuk kategori Most Trusted and Admired Bank In Excellent Quality Service.
“Alhamdulillah sepanjang tahun 2021 dan 2022, performa Bank Kalsel sangat baik. Ini semua berkah dari kerja keras semua insan di Bank Kalsel (Gen-K). Raihan ini menunjukkan bahwa Bank Kalsel berhasil berinovasi dan menjaga kepercayaan masyarakat,” terang Hanawijaya.
Penganugerahan TOP NUMBER 1 BANK BEST CHOICE AWARD 2022 ini diharapkan menjadi stimulus untuk semakin berkembang dan memacu Bank Kalsel mengoptimalkan perubahan dan evolusi inovasi dalam memenangkan persaingan global dan tetap dapat menjaga eksistensi dalam percaturan dan gelombang perubahan yang semakin kompleks.
“Penghargaan ini membuat kami semakin bersemangat untuk lebih meningkatkan kualitas kinerja, terus meningkatkan inovasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)
TANAH BUMBU – Dandim 1022/Tanah Bumbu Letkol Cpn Rahmat Trianto mengunjungi kediaman pribadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel Muhammad Yani Helmi, di Desa Sarigadung, Simpang Empat, Tanah Bumbu, Senin (23/5) sore.
Tujuan kunjungan yang dilakukan tidak hanya bersilaturahmi saja, melainkan juga berdiskusi soal perkembangan pembangunan serta keamanan daerah di Kabupaten Tanah Bumbu yang diakui masih kondusif.
“Alhamdulillah, tadi kami berdiskusi banyak hal tentang keamanan daerah khususnya di Kabupaten Tanbu,” ujarnya.
Komandan Kodim berpangkat perwira menengah dalam kemiliteran Indonesia itu juga mengaku sangat senang bisa bertemu sekaligus bercengkrama dengan salah satu legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tanah Bumbu dan Kotabaru.
“Yang jelas, saya sangat berterima kasih sudah diterima dengan baik disini. Tentu, langkah ini dapat menjalin silaturahmi dengan lebih baik lagi dan dapat menjadi mitra agar terciptanya kondisi yang kondusif,” ungkapnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, mengapresiasi atas kedatangan Dandim 1022/Tanbu Letnan Kolonel (Letkol) Cpn Rahmat Trianto yang telah berkunjung di kediaman pribadinya.
“Yang jelas, banyak sekali diskusi bermanfaat dengan Dandim dari Tanbu ini. Bahkan, selain silaturahmi keamanan yang ada di daerah ini masih tercipta dengan baik tentu kami sangat mendukung dan mengapresiasi,” ungkap Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel.
Meski rangkaian reses telah usai beberapa hari yang lalu. Namun, dengan suasana santai serta ramah oleh politisi Partai Golkar Kalsel tersebut, Dandim 1022/Tanbu ini tetap menerima berbagai masukan selaku perwakilan dari rakyat.
“Yang utama dari pertemuan ini adalah agar keamanan di daerah Tanbu dapat terjaga dengan baik dengan mengedepankan suasana yang harmonis dan kondusif dalam perkembangan dunia politik tahun 2024 mendatang,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)