Tahun Ini, Pemprov Kalsel Akan Tetapkan RAD KSB Tahun 2022-2024

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) akan menetapkan Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) Tahun 2022-2024.

Suasana Pembukaan Workshop dan Exhibition Sentra Informasi Sawit Indonesia

Hal itu disampaikan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutannya pada acara pembukaan Workshop dan Exhibition Sentra Informasi Sawit Indonesia di salah satu hotel di Banjarmasin, Rabu (26/10).

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini menjelaskan RAD KSB menjadi hal yang prioritas bagi Pemprov Kalsel karena daerah Kalsel merupakan salah satu provinsi penghasil sawit di Indonesia dengan luasan sebesar 427.616 hektar yang diusahakan oleh 89 perusahaan perkebunan besar swasta, negara maupun perkebunan rakyat yang luasannya mencapai 107.582 hektar.

“Selain itu, di Kalsel juga terdapat 46 pabrik kelapa sawit dengan produksi CPO mencapai 1.145.590 ton per tahun, kemudian industri hilirisasi berupa 2 pabrik minyak goreng dengan kapasitas produksi 5.500 ton per hari, serta 2 pabrik biodiesel dengan kapasitas produksi 2.500 ton per hari,” jelasnya.

Dengan potensi yang dimiliki, lanjut Paman Birin, bukan tidak mungkin kelapa sawit akan menjadi salah satu komoditas unggulan untuk mendukung perekonomian Kalsel.

“Untuk itu, diperlukan kebijakan dan program yang dapat mengawal agar pembangunan perkebunan kelapa sawit di Kalsel dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Paman Birin menambahkan adanya kebijakan RAD-KSB ini juga sebagai upaya perbaikan tata kelola perkebunan kelapa sawit berkelanjutan agar lebih terarah dan terintegrasi. Dengan harapan dapat terwujud perkebunan kelapa sawit Kalsel yang berdaya saing, berwawasan lingkungan dan bermartabat melalui perbaikan tata kelola kelapa sawit dari aspek ekonomi, sosial budaya dan lingkungan.

“Serta sebagai upaya untuk mewujudkan kalsel maju sebagai gerbang ibu kota negara,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Paman Birin Dorong Alumni Politeknik Hasnur Berinovasi dan Beradaptasi Dengan Tuntutan Zaman

BANJARMASIN – Politeknik Hasnur Banjarmasin menggelar yudisium dan wisuda tahun akademik 2021/2022 disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin pada Rabu (26/10).

Kegiatan itu dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin dan Ketua DPRD Kalsel Supian HK.

Tahun ini, Politeknik Hasnur meluluskan 67 mahasiswa dengan rincian, pada Program Studi Teknik Otomotif 16 orang, Program Studi Teknik Informatika 32 orang dan Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan 19 orang.

Suasana wisuda Polihasnur di Banjarmasin

Wisudawan dan wisudawati dengan Predikat Cum Laude sebanyak 38 orang atau 57% lulusan, sementara rata-rata IPK lulusan tahun akademik 2021/2022 ini adalah 3,35.

Paman Birin dalam sambutannya mendorong para alumni agar berinovasi dan beradaptasi dengan kondisi dan tuntutan zaman sekarang.

Walaupun berhadapan dengan kondisi krisis, namun dengan bekal kemampuan dan keahlian yang diberikan selama di masa perkuliahan, Paman Birin percaya, para alumni mampu menciptakan atau mencari peluang baru.

“Saya berharap, mereka yang lulus saat ini, kedepannya bisa terserap dunia usaha atau direkrut perusahaan yang sesuai kemampuan dan keahlian yang dimiliki, “harap Gubernur.

Sementara itu, Direktur Politeknik Hasnur, Linda Rahmawati S.Si, MP menyebutkan, tema wisuda yang diusung yakni “Lulusan Politeknik Hasnur yang Inovatif dan Berjiwa Enterpreneur Membangun Negara Lebih Kuat dan Cepat” menggambarkan mahasiswa dan lulusan Politeknik Hasnur yang memiliki daya inovasi dan jiwa wirausaha.

“Karena di tahun ini, mahasiswa dari semester awal hingga akhir dilibatkan dalam proyek-proyek riset maupun pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, lulusan Polihasnur dapat memilih jalur kelulusan yaitu sebagai tenaga ahli atau pengusaha sesuai dengan bidang ilmunya,” ujarnya.

Dikatakan Linda, Yayasan Hasnur Centre terus berkomitmen dalam pengembangan pendidikan masyarakat Banua dengan berupaya memberikan beasiswa seperti beasiswa unggulan dan beasiswa berprestasi bagi mahasiswa aktif di Polihasnur.

Penerima beasiswa unggulan pada tahun ajaran baru 2022/2023 ini sebanyak 23 orang. Selain itu, pada tahun ini Polihasnur mendapatkan kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2022/2023 sebanyak 43 orang, beasiswa dari Hasnur Group sebanyak 8 orang, beasiswa Baznas 5 orang dan BSI 10 orang.

“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada lembaga pemberi beasiswa,” ujarnya.

Lanjut dikatakan Linda, sebagai wujud dari tri dharma perguruan tinggi, pada tahun ini dosen Polihasnur menunjukkan peningkatan kinerja diantaranya sebanyak 3 orang dosen sebagai penulis pertama pada jurnal internasional dan 2 orang mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurnal internasional yang terindeks scopus yakni Zuliyan Agus dan Yazid Aufar.

Selain jurnal, luaran penelitian dalam bentuk prototype diantaranya budidaya maggot, pembenah tanah, asap cair sebagai biofungisida untuk jamur Ganoderma, konversi motor listrik dan aplikasi pada android untuk deteksi penyakit tanaman kopi.

Satu penelitian yang lolos dalam program Kedaireka berkolaborasi dengan ULM serta dua penelitian mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

“Teruslah berkarya, sebagai sumbangsih intelektualitas dosen vokasi demi kemajuan banua dan bangsa,” pesan Linda di penutup sambutannya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Gelar Aksi Nasional Bergizi, Pemko Banjarbaru Bagikan Obat Tablet Penambah Darah Gratis

BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru menggelar Aksi Nasional Bergizi di SMP Negeri 1 Banjarbaru, aksi ini merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-58 yang digelar secara serentak pada Rabu (26/10).

Gelar Aksi Nasional bergizi (GERNAS) dihadiri oleh Wakil Walikota Banjarbaru Wartono, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Juhai Triyanti, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Lia Astuti.

Kepada sejumlah wartawan, Wartono menyampaikan, aksi GERNAS ini tidak hanya diadakan di SMP Negeri 1 Banjarbaru, namun di seluruh SMP Negeri binaan Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru.

“GERNAS di Kota Banjarbaru dilaksanakan dengan 3 cara, yakni sarapan dan minum tablet tambah darah bersama di sekolah setiap seminggu sekali, melakukan edukasi gizi dan selalu memantau perilaku siswa – siswi terkait pelaksanaan kegiatan ini,” ungkap Wartono.

Ia menambahkan, dengan adanya gerakan pembagian obat tablet penambah darah untuk para remaja, diharapkan dapat menurunkan kasus terjadinya anemia pada wanita di kota ini.

“GERNAS harus diimplementasikan melalui Pendidikan Kesehatan, pelayanan Kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat,” ucap Wartono.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Juhai Triyanti menyampaikan, pembagian obat tablet penambah darah kepada para remaja putri tingkat SMP di Kota Banjarbaru akan pihaknya salurkan, melalui Puskesmas UPT Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru.

“Dengan diberikannya obat tablet penambah darah disetiap SMP di Kota Banjarbaru, maka pemantauan pelaksanaan minum tablet penambah darah akan lebih mudah,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Ciptakan Ketentraman, Legislatif dan Eksekutif Banjarmasin Finalisasi Raperda PTKM

BANJARMASIN – Untuk lebih menciptakan rasa aman dan tentram, DPRD dan Pemerintah kota telah memfinalisasi rancangan peraturan daerah tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat (PTKM)

Ketua Panitia Khusus Raperda Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat DPRD Banjarmasin Mathari, kepada sejumlah wartawan mengatakan, kehadiran payung hukum tolerasi dimaksudkan seluruh ummat beragama dapat terus menjunjung tinggi nilai-nilai kerukunan beragama, begitupun para suku dan etnis yang bertempat tinggal di kota ini.

“Raperda ini sebagai perlindungan yang memiliki keragaman, agar tidak mempengaruhi atau menyinggung perbedaan kepercayaan,” ucapnya Rabu (26/10).

Disampaikan Mathari, kondisi di kota Banjarmasin memang masih aman dan damai, meski ada sekitar 37 keragaman etnis, dengan aturan itu sebagai antisipasi sejak dini, sehingga saling menghargai kepercayaan beragama, jangan sampai ada merasa tertekan, karena perbedaan agama yang dianut.

“Kami tidak ingin masalah perbedaan, bisa menjadi gesekan di lapangan, bahkan membuat luntur rasa kesatuan dan persatuan,” jelas Politisi PKS DPRD Banjarmasin ini.

Lebih lanjut Mathari menambahkan, dengan telah difinalisasi Raperda Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat DPRD Banjarmasin ini, pihaknya masih menunggu hasil evaluasi dari Biro Hukum Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, ia berharap setelah disetujui dalam waktu dekat, akan dijadwalkan rapat pengesahan melalui paripurna.

“Setelah disahkan Kesbangpol Banjarmasin akan segera menerbitkan Perwali,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Remaja Putri di Banjarmasin, 6 Bulan Kedepan Diberi Tablet Tambah Darah

BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 58 dengan Aksi Bergizi di sekolah, yang difokuskan di Sekolah MAN 2 Banjarmasin, Rabu (26/10). Dibuka oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin melaksanakan aksi bergizi ini, yang dilaksanakan serentak di Indonesia, aksi bergizi di sekolah, dengan pemberian tablet tambah darah untuk siswi,” ungkapnya.

Kegiatan aksi bergizi, lanjut Ibnu, untuk di Kota Banjarmasin difokuskan di sekolah MAN 2 Model sebagai simbol. Karena aksi bergizi ini juga dilaksanakan di 27 puskesmas yang ada di Kota Banjarmasin.

“Untuk aksi bergizi di Kota Banjarmasin tidak hanya diselenggarakan di sekolah, tetapi juga di seluruh puskesmas yang ada di Kota Banjarmasin,” jelas Ibnu.

Ibnu berharap, dengan adanya aksi bergizi ini, tidak adalagi anak yang kurang gizi serta kurang darah di Kota Banjarmasin.

“Kami berharap tidak adalagi anak yang kurang gizi dan darah di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Oleh karena itu, tambah Ibnu, remaja putri di Kota Banjarmasin selama 6 bulan kedepan, diberikan tablet tambah darah oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

“Berdasarkan hasil penelitian 3 dari 10 anak masih kekurangan gizi dan darah, oleh karena itu gerakan nasional aksi bergizi dilaksanakan secara serentak di tanah air,” tuturnya.

Menurut Ibnu, dengan adanya kerjasama Pemerintah Daerah dengan sekolah sekolah ini penting, untuk mengurangi angka kurang gizi dan darah tersebut.

“Pemberian obat tambah darah untuk siswi remaja putri, oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin akan dilakukan seminggu sekali selama enam bulan kedepan,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/RH)

Wujudkan Tata Kelola Arsip Sesuai Kaidah, Dispersip Kalsel Gelar Bimtek Arsip Aktif

BANJARBARU – Demi menjamin penyelenggaraan kearsipan di Kalimantan Selatan (Kalsel) berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan (Dispersip) Kalsel menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) tentang pengolaan arsip aktif.

Suasana Bimtek Pengelolaan Arsip Aktif di salah satu hotel kota Banjarbaru

Diselenggarakan di salah satu hotel di kota Banjarbaru, Rabu (26/10), bimtek diikuti oleh ratusan arsiparis dan pengelola arsip dari berbagai organisasi. Mulai dari organisasi masyarakat, organisasi politik hingga organisasi pemerintah.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan, arsip aktif sampai sekarang masih digunakan sebagai salah satu rujukan maupun dasar pertimbangan suatu kebijakan pimpinan. Sehingga pengetahuan tentang tata kelola arsip aktif sangat diperlukan oleh seorang arsiparis dan pengelola arsip.

(ki-ka) Kepala Dispresip Kalsel, Nurliani Dardie didampingi Direktur Kearsipan Derah I ANRI, Rudi Anton

“Makanya kita mengajak seluruh arsiparis dan pengelola arsip dari SKPD dan UPTD di lingkungan Pemprov Kalsel. Selain itu kita juga libatkan yang dari Ormas, Orpol, BUMD dan perusahaan,” ungkapnya.

Penyelenggaraan bimtek ini diharapkannya mampu menjadi momentum untuk membangkitkan gairah sadar tertib arsip di Kalsel.

“Insyaallah ini juga menjadi langkah awal bagi kita agar penyelenggaraan kearsipan di Kalsel dilaksanakan sesuai prinsip, kaidah dan standar kearsipan,” terangnya.

Bimtek pengelolaan arsip aktif ini menghadirkan narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Salah satunya Direktur Kearsipan Daerah I ANRI, Rudi Anton.

Rudi mengapresiasi upaya Pemprov Kalsel melalui Dispersip untuk menciptakan arsiparis dan pengelola arsip yang menguasai kearsipan sesuai kaidah perundang-undangan.

Sebab Ia mengaku di banyak tempat seringkali ditemui arsip aktif yang tidak tertata dan menumpuk. Hingga akhirnya dipindahkan ke tempat arsip inaktif tanpa keterangan daftarnya. Hal itu menurutnya merupakan ugent utama yang harus dibenahi oleh unit kerja di setiap organisasi.

“Kalau arsipnya sejak masih aktif sudah ditata dengan baik itu mengalirnya secara otomatis sampai pada akhirnya nanti arsip itu dimusnahkan atau masuk ke lembaga kearsipan,” ucapnya.

Tak hanya itu, kepedulian pimpinan instansi dalam tata kelola arsip aktif menurutnya juga sangat penting, mengingat arsip aktif bisa saja digunakan sebagai alat bantu pengambilan kebijakan.

“Jika kepedulian pimpinannya tinggi itu biasanya sangat peduli sekali dengan penataan arsip sejak arsip aktif, tapi kalau tidak, itu mereka (pimpinan) akan sadar ketika menyangkut masalah hukum baru nyari,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Panen dan Tanam Cabai Hiyung Tapin, Wamentan: Upaya Bersama Kendalikan Inflasi

TAPIN – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Selasa (25/10). Setibanya di Tapin, Wamentan terlebih dahulu meninjau program padat karya produktif dan penyerahan kunci bedah rumah warga.

Kemudian dilanjutkan dengan panen dan tanam cabai pada lahan seluas 182 hektar di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah. Kegiatan ini diikuti juga oleh Bupati Tapin Arifin Arpan, Plt Sekda Tapin, Syamsir Rahman, Kapolres AKBP Ernesto Saiser, Kajari Adi Fakhruddin, Dandim 1010 Tapin, Letkol Inf Andi Sinrang, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan Imam Subarkah, serta puluhan petani cabai Hiyung.

“Kegiatan ini dalam rangka upaya bersama mengendalikan inflasi, terutama pada komoditas pangan. Sampai September 2022 kemarin, inflasi di Indonesia masih relatif terkendali. Namun kita tetap tidak boleh lengah,” kata Wamentan dalam sambutannya.

Wamentan mengatakan cabai salah satu komoditas yang rentan inflasi. Oleh karena itu, Ia pun mengajak para petani agar terus meningkatkan produksi penanaman cabai hiyung untuk menekan laju inflasi.

Selain itu, Wamentan Harvick juga meminta agar pemerintah daerah memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta hilirisasi pertanian.

“Saya sarankan juga kepada pak Bupati dan Gubernur untuk mengakselerasi hilirisasinya. Supaya off farm juga berkembang, bukan hanya on farm nya. Jadi nanti anak-anak mudanya tidak hanya di pertaniannya, tetapi juga di pengolahannya,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Tapin, Arifin Arpan mengungkapkan cabai menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Selain itu, Ia menyebut bahwa Kabupaten Tapin merupakan daerah penyangga pangan nasional. Hal ini didukung dengan lahan pertanian yang cukup luas.

“Sektor pertanian kami cukup luas, ini akan kami mempertahankan, karena presiden sudah banyak membantu kami banyak, mulai dari bendungan sampai alsintan. Karena alam kita mayoritas pertanian,” ungkapnya.

Arifin mengatakan telah mengalokasikan 2 persen dari APBD atau sekitar Rp9 miliar untuk mengendalikan inflasi. Anggaran tersebut digunakan untuk belanja bantuan sosial, pemanfaatan tenaga kerja bagi yang terdampak inflasi, seperti program padat karya. (KEMENTAN-RIW/RDM/RH)

Wamentan Dorong Sektor Pertanian Kalsel Berkontribusi Bagi IKN Nusantara

BANJARMASIN – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi mendorong sektor pertanian Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk berkontribusi terhadap Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Menurutnya, kontribusi komoditas pertanian tersebut mulai dari tanaman pangan, perkebunan, hingga lahan rawa.

“Kontribusi sektor pertanian Kalsel untuk IKN yang perlu didorong ada banyak, seperti rawanya, perkebunannya, tanaman pangan, sawitnya. Terus hilirisasinya juga yang tadi saya sampaikan,” kata Wamentan Harvick saat menghadiri Kuliah Umum pada program Pascasarjana di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Senin (24/10).

Wamentan saat menjadi pembicara di ULM

Selain itu, Wamentan Harvick juga mendorong agar pemerintah daerah memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai off taker.

“Saya juga sampaikan ke pak Gubernur, segera BUMD-nya dimaksimalkan agar program-program pemerintah pusat ini bisa segera terserap,” tandasnya.

Sebagai informasi, selain mengisi kuliah umum di Universitas Lambung Mangkurat, kunjungan kerja Wamentan Harvick di Kalimantan Selatan ini dalam rangka mengakselerasi pembangunan pertanian untuk menyambut IKN Nusantara. Salah satunya mengendalikan inflasi dengan melakukan tanam cabai di Kabupaten Tapin.

“Besok (baca; Selasa) kita mau tanam dan panen cabai di Kabupaten Tapin. Yang kita lihat di Kalsel ini akan kami sampaikan ke pak Presiden mengenai kesiapan Kalsel soal Ibu Kota Nusantara ini,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Prof. Dr. Ahmad menuturkan, bahwa Kalimantan Selatan merupakan gerbang bagi IKN Nusantara.

“Sehingga kita harus menjadi kota penyangga IKN Nusantara, seperti produk-produk pertanian dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan,” tuturnya. (KEMENTAN-RIW/RDM/RH)

Progres Pembangunan Gedung DPRD Baru Banjarmasin Sudah 25 Persen

BANJARMASIN – Pembangunan gedung baru DPRD Banjarmasin yang berlokasi di samping gedung lama, Jalan Lambung Mangkurat sudah mulai terlihat hasilnya.

Suasana pembangunan gedung baru DPRD Banjarmasin

Pelaksana Proyek, Riduan, kepada sejumlah wartawan pada Selasa (25/10) mengatakan, sejak mulai dilakukan tahapan proyek pekerjaan pembangunan pada Agustus 2022 tadi, pihaknya membangun lantai dasar dan sudah sekitar 25 persen, kendala yang dihadapi saat ini terjadinya hujan hampir setiap hari.

Pelaksana proyek, Riduan

“Biasanya kita tunggu selesai hujan sekitar satu atau dua jam, baru dilanjutkan pekerjaan,” ungkapnya

Riduan menjelaskan, dalam pembangunan gedung baru DPRD Banjarmasin, ada sebanyak 30 orang pekerja, dimulai jam 08.00 – 22.00 WITA, untuk malam Jumat dan malam Minggu libur, ia berupaya pekerjaan akan selesai tetap waktu.

“Kami selalu tekankan SOP dalam APD, agar para pekerja tercipta keselamatannya,” tutup Riduan.

Untuk diketahui, pembangunan gedung baru DPRD Banjarmasin, berkonsep rumah Banjar bubungan tinggi dan gajah menyusu, dengan anggaran sekitar Rp40 miliar, direncanakan selesai tahun 2023 mendatang. Lantai dasar gedung baru itu, untuk tempat parkir, dan musala, lantai satu ruang aspirasi, disediakan ruangan pers, lantai dua ruang kerja komisi dan 41 anggota dewan, sedangkan lantai tiga ruang rapat besar serta empat ruang unsur pimpinan. (NHF/RDM/RH)

Disdag Kalsel Upayakan Kestabilan Bapok Melalui Pasmur

KOTABARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, berupaya dalam waktu jangka pendek melakukan pengendalian inflasi, melalui Pasar Murah untuk kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, kepada Abdi Persada FM, pada Selasa (25/10) menjelaskan, langkah jangka pendek saat ini yang paling tepat menjaga stabilitas dan kelancaran pasokan barang, khususnya bahan pokok, dalam bentuk pasar murah.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, meninjau Pasmur

Sesuai arahan dari Gubernur Kalsel, pasar murah dilakukan ke seluruh Kabupaten dan Kota, bekerjasama TPID Kalsel, Pemda Kabupaten kota dan pelaku usaha.

“Bahan pokok yang dijual pada pasmur ini harganya jauh lebih murah, dibandingkan di pasar setempat,” jelasnya

Disampaikan Birhasani, saat ini kondisi ketersediaan bahan pokok masih aman, warga jangan terlalu khawatir, meski ada yang mengalami kenaikan harga akibat naiknya biaya ekspedisi, karena sebagian besar keperluan masyarakat di Kalsel, masih tergantung pasokan dari luar provinsi

“Bapok dari luar diantaranya gula, bawang, minyak goreng, kedelai, cabe, telur ras,dan tepung terigu,” ucapnya

Lebih lanjut Birhasani menambahkan, dalam kegiatan pasar murah yang berlokasi di sekitaran Pasar Kemakmuran Kotabaru, sebagai daerah sampel pencatatan inflasi di Kalsel, diikuti beberapa SKPD dilingkup Pemprov Kalsel seperti Dinas Perdagangan, Dinas Peternakan Pekerbunan, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura, Dinas Kelautan dan Perikanan, kemudian Bulog, agen beras, selanjutnya Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan Kabupaten Kotabaru, agen LPG 3Kg, dan BPR.

Suasana Pasar Murah di Pasar Kemakmuran Kabupaten Kotabaru

“Kami apresiasi antusias daya beli warga sangat tinggi dalam memberi bahan pokok seperti telur, bawang merah, bawang putih, migor, beras, sayur-sayuran, tepung, teh dan gas LPG 3kg,” tutupnya. (DISDAGKALSEL-NHF/RDM/RH)

Exit mobile version