Pemuda Bershalawat Digelar Dispora Kalsel

BANJARMASIN – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan menggelar, Pemuda Bershalawat di Masjid Nurul Ikhlas Banjarmasin, Kamis petang (8/12).

Pemuda Bershalawat di gelar

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, acara Pemuda Bershalawat ini merupakan program kerja dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan.

Kadispora Kalsel Hermansyah

“Pemuda Bershalawat yang digelar ini merupakan program kerja dari Dispora Kalsel,” ungkap Hermansyah, kepada Abdi Persada FM, disela kegiatan.

Menurutnya, kegiatan Pemuda Bershalawat ini merupakan tindaklanjut dari arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang menggelar bershalawat bersama.

“Sedangkan tujuan dari program Pemuda Bershalawat ini, agar para pemuda tidak hanya sukses di bidang ilmu pengetahuan tetapi juga di bidang keagamaan,” ucapnya.

Pada kegiatan Pemuda Bersholawat ini dihadiri Ustadz Ahmad Sufian Al Banjari, yang mengisi tausiyah.

Sementara itu, Ustadz Ahmad Sufian Al Banjari memberikan apresiasi terhadap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang menggelar kegiatan Pemuda Bershalawat di Banua ini.

“Kami memberikan apresiasi dan dukungan atas diselenggarakan kegiatan pemuda Bershalawat oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga,” ungkapnya.

Menurut Ustadz Sufian, dengan adanya kegiatan pemuda Bershalawat ini, diharapkan akan mendapatkan pemuda yang berkarakter Islami.

“Dengan adanya program Pemuda Bershalawat maka diharapkan pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan lebih mencintai dan meneladani Nabi Muhammad,” ucap Ustadz Sufian. (SRI/RDM/RH)

Inovasi di RSUD Ulin Banjarmasin Untuk Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarmasin menggelar lomba inovasi untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar mengatakan, dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat, maka RSUD Ulin Banjarmasin pada setiap tahunnya menggelar lomba inovasi tingkat RSUD Ulin Banjarmasin.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar (Tengah)

“Di RSUD Ulin Banjarmasin memiliki tradisi untuk menggelar lomba inovasi tingkat RSUD Ulin,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Kamis (8/12).

Menurut Izzak, lomba inovasi ini tentunya untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Misalnya inovasi yang dilakukan pada bidang administrasi kepegawaian, administrasi pasien, penanganan obat, sehingga dengan adanya inovasi, pencarian akan mudah dilakukan demi kenyamanan pasien,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia sebagai Direktur RSUD Ulin Banjarmasin memberikan dorongan terhadap, peningkatan inovasi di tempat mereka tersebut.

“Saat ini kami memberikan dorongan dan dukungan kepada seluruh karyawan RSUD Ulin Banjarmasin, untuk dapat terus berinovasi dalam rangka peningkatan mutu dan menjamin keselamatan kepada pasien,” tuturnya lebih lanjut.

Lomba inovasi tingkat RSUD Ulin Banjarmasin, akan dilaksanakan secara berkelanjutan pada tahun tahun mendatang.

“Saat ini untuk peserta lomba inovasi Tingkat RSUD Ulin Banjarmasin terus mengalami peningkatan,” ucap Izzak.

Pemenang lomba inovasi tingkat RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2022, untuk juara 1 dari Tim Tulip 1C dan Dokter BTKV dengan Inovasi water sealed drainase modifikasi. Juara 2 dari Ruang Rawat ICU RSUD Ulin dengan Inovasi optimalisasi layanan ketersediaan tempat tidur menggunakan sistem informasi intensif care unit. Sedangkan juara 3 dari bagian perencanaan dan organisasi RSUD Ulin dengan Inovasi Sisusun Rakat (Sistem Survei Kepuasan Masyarakat). (SRI/RDM/RH)

Legislator Kalsel Fasilitasi Pemeriksaan Kesehatan Bagi Warga

BANJAR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Isra Ismail memfasilitasi pemeriksaan kesehatan bagi warga Desa Handil Manarap Baru Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.

Menurut Isra, pemeriksaan kesehatan ini sebagai tindaklanjut dari sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kesehatan yang dilaksanakannya, beberapa waktu lalu. Dalam kegiatan itu, seorang peserta bertanya kepada petugas kesehatan yang menjadi salah satu narasumber tentang pengaruh debu yang dihasilkan dari penggilingan padi terhadap kesehatan.

“Nah dokter ini berkeinginan melakukan penelitian terhadap orang yang bertanya tadi. Guna memastikan hal tersebut, kami bawa dokternya langsung ke pabrik penggilingan padi dan memeriksa kesehatan pemilik pabrik dan karyawannya,” kata Isra kepada wartawan, Kamis (8/12).

Isra menyambut baik keinginan warga untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka. Hal itu artinya warga menjadi lebih paham tentang pentingnya kesehatan setelah mengikuti sosialisasi Perda yang dilaksanakannya.

Sementara itu, petugas kesehatan, dr Ita menjelaskan debu dan bahan kimia di tempat kerja bisa masuk ke saluran pernafasan manusia. Apabila dibiarkan dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan penyakit kronis.

“Dari beberapa penelitian menyebutkan debu yang ukurannya kecil itu dapat masuk ke saluran pernafasan. Jika menumpuk selama bertahun-tahun, maka bisa menyebabkan perubahan fungsi paru,” jelasnya.

Oleh karena itu, dr Ita menyarankan agar warga memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat setiap enam bulan sekali sehingga bila ada gejala penyakit dapat diantisipasi sejak dini.

Sedangkan, Pemilik Pabrik Penggilingan Padi, Jumran mengucapkan terimakasih atas fasilitasi pemeriksaan kesehatan tersebut. Ia mengaku sempat khawatir dengan kondisi kesehatannya, meskipun tidak memiliki keluhan. Namun dirinya bersyukur setelah dilakukan pemeriksaan disebutkan bahwa dirinya belum ada indikasi memiliki penyakit paru.

“Alhamdulillah kami diberikan kesempatan. Setidaknya setelah diperiksa, kami mengetahui bahwa belum kena gejala penyakit paru. Saat bekerja kami memakai masker dan saya juga bukan perokok,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

DWP Banjarmasin Diharapkan Cerdas Bermedsos

BANJARMASIN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Banjarmasin, menggelar Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin ke 23 tahun, dengan mengangkat tema membangun perempuan cerdas untuk memperkuat ketahanan keluarga di Era Digital.

Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin, Siti Wasilah Ibnu Sina, disela kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun ke 23, di ruang rapat paripurna DPRD Banjarmasin kepada wartawan Kamis (8/12) menjelaskan, Ibu DWP Banjarmasin haruslah cerdas memanfaatkan media sosial, dengan cara memberikan support dalam mendukung kinerja pembangunan. Namun jangan terlena dengan keaktifan di medsos, hingga melupakan pola asuh anak di rumah.

Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin, Siti Wasilah Ibnu Sina

“Anggota DWP Banjarmasin merupakan para istri ASN, maka harus terus suport para suaminya,” katanya

Disampaikan Wasilah, anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin ini, hendaklah bijak menggunakan media sosial, karena perkembangan teknologi saat ini dapat memberikan pengaruh kurang baik terhadap anak dan remaja, jika tidak diarahkan dengan baik, sehingga prioritas pola asuh anak.

“Jangan sampai semua ketergantungan dengan gadget, sebagai ibu di rumah tangga memiliki peran penting dalam pendidikan anak,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana HUT DWP Banjarmasin, Rita Mahanani, mengatakan, peringatan ini merupakan perdana sebagai tuan rumah HUT, pihaknya sangat senang. Ia berharap, melalui yang disampaikan Penasehat DWP dapat menjadi perhatian dan pengawasan penggunaan para ibu-ibu terhadap anaknya dalam menggunaan gadget.

Ketua Panitia Pelaksana HUT DWP Banjarmasin, Rita Mahanani

“Kita akan implementasikan dalam pola asuh anak dan cerdas menggunakan media sosial,” tutupnya

Disela kegiatan HUT DWP Banjarmasin, digelar bakti sosial berupa pemberian bantuan tali asih bagi anak-anak tenaga honorer sebanyak 160 orang, dan bantuan sembako kepada warga tidak mampu 10 orang. Selain itu juga diberikan piala peringkat E-Reporting kepada SKPD dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin.

Untuk diketahui, Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin ke 23 tahun, dihadiri Penasihat DWP Banjarmasin Siti Wasilah Ibnu Sina, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin Rusdiani Ikhsan Budiman, Ketua DWP Provinsi Kalsel, Ketua DWP Kota Banjarbaru, Ketua DWP Kabupaten Banjar, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman, Sekretaris DPRD Banjarmasin Iwan Ristianto, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Banjarmasin, Madyan, Kepala Dinas Sosial Banjarmasin Doly Sahbana, Wakil Ketua Gatriwara DPRD Banjarmasin Nelly Listiani, dan perwakilan Persit dan Bhayangkari Cabang Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Tingkatkan Minat Baca, Dispersip Kalsel Gandeng Bunda Literasi

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Workshop bersama Bunda Literasi Kalsel, untuk mendorong peran berbagai pihak dalam meningkatkan minat baca.

Kegiatan yang diikuti Bunda Literasi kabupaten/kota, Kepala Dispersip di 13 kabupaten/kota, Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten/kota, Duta Baca, dan para penggiat literasi dilaksanakan di salah satu hotel berbintang, Kamis (8/12).

Suasana Kegiatan Workshop Bunda Literasi

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie menyampaikan, upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat perlu melibatkan semua pihak, guna memperkuat kualitas sumber daya manusia.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri, kolaborasi dengan semua pihak harus kita lakukan, baik Bunda Literasi, satuan kerja perangkat daerah lain, para Duta Baca, penggiat literasi, dan banyak lagi. Pada kegiatan inilah kita samakan misi untuk bergerak bersama,” katanya.

Sementara itu, Bunda Literasi Kalsel, Fathul Jannah Muhidin, menginginkan kerja sama Bunda Literasi kabupaten/kota untuk merangkul berbagai organisasi, guna mempromosikan minat baca terhadap generasi penerus sejak dini, yang dimulai dari lingkup keluarga.

“Pada era digital saat ini peran orang tua untuk mendekatkan buku terhadap anak sangat diperlukan, guna menumbuhkan minat baca terhadap generasi mendatang. Jangan hanya dikenalkan dengan gadget, namun juga buku,” terangnya.

Sedangkan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel Faried Fakhmansyah, yang juga memberikan materi dalam kegiatan ini, mengaku siap bersinergi guna mencapai misi Kalsel Cerdas.

“Kita dapat berkolaborasi melalui pembangunan perpustakaan atau taman baca di desa-desa. Hal ini sejalan dengan program kita untuk mendorong desa yang berkualitas,” tambahnya.

Workshop ini juga disiarkan melalui Zoom Meeting dan Kanal Youtube Dispersip Prov Kalsel. Tidak hanya masyarakat di Kalsel, tetapi juga diikuti dari berbagai daerah di luar Kalimantan. (NRH/RDM/RH)

Masyarakat Sungai Lulut Diharapkan Implementasikan Nilai-Nilai Pancasila

BANJAR – Masyarakat Desa Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar diharapkan dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Harapan itu disampaikan, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Isra Ismail kepada wartawan, usai melaksanakan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kabupaten Banjar, Kamis (8/12).

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila tersebut penting untuk dilaksanakan sebagai pedoman untuk menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara yang memiliki budaya beragam.

“Penerapan Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dapat dilakukan dengan menghormati setiap perbedaan agama dan keyakinan yang beragam antar masyarakat, membina kerukunan hidup antar masyarakat dan menumbuhkan sikap saling toleransi antar umat beragama,” katanya.

Suasana Sosialisasi Wawasan Kebangsaan oleh Anggota DPRD Kalsel Isra Ismail

Kemudian Sila Kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, lanjut Isra, penerapannya bisa dengan selalu bersikap adil terhadap setiap orang tanpa membeda-bedakannya.

Sila Ketiga Persatuan Indonesia bisa diimplementasikan dengan menciptakan suasana gotong royong dan tolong menolong dibalik segala perbedaan yang beragam sehingga akan terciptanya kehidupan yang rukun antar masyarakat.

“Sila Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, misalnya mengutamakan musyawarah untuk mufakat apabila terjadi perbedaan pendapat. Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dimana kita menghendaki kehidupan ini berkeadilan,” tambahnya.

Sementara, Tenaga Pendidik, Sugiswanto, selaku narasumber dalam sosialisasi tersebut, menilai Wawasan Kebangsaan ini sangat diperlukan di tengah gempuran media sosial. Mengingat, perkembangan media sosial tidak hanya berdampak positif, tetapi juga berpengaruh negatif pada masyarakat.

“Wawasan kebangsaan sangat diperlukan sebagai penyaring berbagai informasi untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tambahnya.

Selain itu, Ketua RT 16 Desa Sungai Lulut, Hasanuddin mengapresiasi dan mendukung kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan yang dinilainya sangat bermanfaat. Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, kerukunan hidup beragama di desanya bisa lebih baik dan warga tidak mudah terpecah belah. (NRH/RDM/RH)

Ratusan Atlet Pelajar Kalsel Ramaikan Kejuaraan DBON Tingkat Provinsi

BANJARMASIN – Kejuaraan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan digelar di Banjarbaru.

Pertandingan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah, di Gedung Bulutangkis Berkat Abadi, Banjarbaru, Kamis (8/12).

Kadispora Kalsel Hermansyah

Hermansyah mengatakan, pihaknya baru saja membuka pelaksanaan kejuaraan Desain Besar Olahraga Nasional, dengan cabang olahraga yang dipertandingkan, atletik, renang, serta bulutangkis.

“DBON tingkat Provinsi Kalimantan Selatan secara resmi dibuka,” ungkapnya.

Pada lomba ini, lanjut Hermansyah, diikuti oleh pelajar berusia 13 sampai 16 tahun.

“Oleh karena itu, pada tahun 2023 mendatang, akan disinergikan agar dapat dilaksanakan, dengan cabang olahraga lebih banyak lagi,” ucapnya.

Mengingat kejuaraan Desain Besar Olahraga Nasional ini, merupakan ajang untuk pencarian bibit bibit atlet, untuk Provinsi Kalimantan Selatan di masa yang akan datang.

Sementara itu, Ketua Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Kalimantan Selatan Selfiria Effendi mengatakan, pada pertandingan ini diikuti oleh ratusan atlet usia dini di Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua IGORNAS Kalsel Selfiria Effendi

Untuk cabang olahraga atletik diikuti sebanyak 295 atlet, bulutangkis sebanyak 150 atlet, serta renang diikuti sebanyak 91 atlet.

Menurut Selfi, dipertandingkannya 3 cabang olahraga ini merupakan peraturan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan cabang olahraga atletik sebagai cabor yang utama. Sedangkan 2 cabor merupakan pilihan dari daerah. Tetapi masih mengacu pada peraturan pusat.

“Kami berharap melalui kejuaraan cabang olahraga Desain Besar Olahraga Nasional Mempotra bersama IGORNAS Kalsel, dapat mencetak juara, dari Kalsel untuk Indonesia,” ujar Selfi. (SRI/RDM/RH)

Sambut PHI ke 94, DP3A Kalsel Gelar Bakti Sosial Untuk Lansia

BANJARMASIN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Bakti Sosial Untuk Lanjut Usia (Lansia) Binaan Yayasan Uma Kandung, Kamis (8/12).

Kepala DP3A Kalsel, Adi Santoso mengatakan bakti sosial ini merupakan rangkaian Peringatan Hari Ibu (PHI) ke 94 Tahun 2022 yang mana dalam kegiatan ini dilakukan pemberian bantuan paket sembako kepada para lansia binaan Yayasan Uma Kandung.

“Jadi rangkaian kegiatan PHI ada ziarah ke taman makam pahlawan. Kemudian kita berkunjung ke panti sosial lanjut usia. Ini adalah riil para pejuang perempuan terutama perjuangan bagi keluarga mereka untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Nanti acara puncak pada Hari Ibu di gedung Mahligai Pancasila,” jelasnya kepada wartawan.

Suasana Bakti Sosial Pemberian Bantuan Untuk Lansia

Dalam bakti sosial ini, DP3A Kalsel juga mengajak berbagai organisasi perempuan untuk berpartisipasi, diantaranya Tim Penggerak PKK Kalsel, Dharma Wanita Persatuan Kalsel, Persatuan Istri Tentara, Bhayangkari serta Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kalsel.

“Ini adalah wujud partisipasi semua masyarakat, dalam hal ini gabungan organisasi perempuan di Kalsel untuk mendukung dalam memberikan bantuan sosial untuk lansia. Diharapkan melalui bantuan ini, para lansia bisa lebih sehat dan sejahtera,” jelasnya.

Adi Santoso juga berharap masyarakat maupun pihak swasta bisa membantu pemerintah dalam membina para lansia karena kemampuan pemerintah yang terbatas dimana dari 54 ribu lansia yang ada di Kalsel, baru ratusan lansia yang mampu disantuni melalui panti-panti sosial milik pemerintah daerah. (NRH/RDM/RH)

Wali Kota Banjarbaru Kukuhkan Bunda Literasi Periode 2022 – 2024

BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru menggelar pengukuhan Bunda Literasi Kota Banjarbaru tahun 2022. Pengukuhan ini digelar di Aula Gawi Sabarataan Pemerintah Kota Banjarbaru pada Kamis (8/12), dan dihadiri langsung Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin, dan sejumlah kepala SKPD lingkup Kota Banjarbaru.

Kegiatan pengukuhan ini juga dirangkai dengan peresmian pojok baca digital, pemberian penghargaan kepada penggerak literasi Kota Banjarbaru dan launching buku Antologi Festival Literasi. Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Vivi Mar’i Zubedi Aditya Mufti Ariffin dikukuhkan langsung oleh Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin sebagai Bunda Literasi Kota Banjarbaru periode tahun 2022 – 2024.

Kepada sejumlah wartawan, Aditya Mufti Ariffin mengucapkan selamat kepada Bunda Literasi Kota Banjarbaru periode tahun 2022 – 2024. Diharapkan Bunda literasi dapat memberikan inovasi, dan inspirasi. Dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui literasi.

“Bunda Literasi diharapkan menjadi motivator, dan penyemangat berinteraksi yang dapat ditumbuhkan melalui dan ditumbuhkan mulai lingkup keluarga,” ungkap Aditya.

Dilanjutkan Aditya, dengan adanya Bunda Literasi, diharapkan Pemerintah Kota Banjarbaru dapat mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat untuk menambah minat baca.

Selain pengukuhan Bunda literasi, Aditya menyampaikan pihaknya juga telah meresmikan pojok baca digital (POCADI) yang bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat untuk mengakses buku – buku yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Banjarbaru.

“Di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Banjarbaru sudah ada POCADI, sehingga masyarakat sambil menunggu sudah bisa membacamembaca,” tutup Aditya.

Sementara itu, Bunda Literasi Kota Banjarbaru Vivi Mar’i Zubedi menyampaikan, pihaknya akan menggebrak Gerakan A Literasi kepada masyarakat, yakni masyarakat yang memiliki pengetahuan, namun mengabaikan kemampuan yang dimiliki.

“Zaman sekarang minat baca sudah mulai minim, anak – anak kebanyakan hanya suka mendengarkan dan menonton tayangan yang ada di televisi maupun media sosial (Medsos),” ungkap Zubedi.

Ia juga memberikan apresiasi, peluncuran pojok baca digital di kota Banjarbaru. Dengan adanya pojok baca digital diharapkan mampu menumbuhkan semangat gemar membaca di kota Banjarbaru.

“Seiring dengan kemajuan era teknologi, interaksi di desain untuk mendorong, membina, dan mempercepat kemampuan masyarakat,” tutup Vivi.

Untuk diketahui, selain pengukuhan Bunda Literasi, Pemerintah Kota Banjarbaru juga meresmikan Pojok Baca Digital hasil kerjasama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Banjarbaru dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Mall Pelayanan Publik Kota Banjarbaru, Penyerahan penghargaan pegiat Literasi Kota Banjarbaru, peluncuran buku Antologi Festival Literasi Kota Banjarbaru dan buku Inkubator Perpustakan Nasional Republik Indonesia, serta penyerahan hadiah untuk pemenang lomba video dalam rangka Hari Literasi. (MRF/RDM/RH)

Raudatul Jannah Jadi Terbaik Pertama PKN Tingkat 2 Tahun 2022 Kalsel

BANJARBARU – Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Setdaprov Kalsel), Raudatul Janah menjadi yang terbaik dalam penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan ke XXVII Tahun 2022 yang digelar di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalsel.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (abu) didampingi Kepala LAN RI, Adi Suryanto (tiga kiri) dan Kepala BPSDMD Kalsel, Mujiyat (empat kanan) saat foto bersama 5 terbaik peserta PKN Angkatan 2 Tahun 2022

Pada peringkat kedua diraih dr. Yudhi Riswandi Noor (Wakil Direktur RSUD Ulin Banjarmasin), ketiga Ronaldy Putra (Kabupaten HSS), keempat Selvi Riandi (Barito Selatan) dan peringkat kelima diraih Ariadi Noor (Kepala Bappeda Kalsel).

Hal tersebut terungkap dalam sambutan yang disampaikan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Adi Suryanto, pada pelepasan peserta PKN Tingkat II Tahun 2022, di BPSDMD Kalsel, Kamis (8/12).

“Untuk lulusan 5 terbaik, LAN akan memberikan tiket langsung untuk ikut PKN tingkat I tanpa seleksi. Sekali lagi selamat dan bisa menjadi agen perubahan,” ungkap Adi Suryanto.

Salah satu nilai penting yang membuat Raudatul Jannah berhasil meraih peringkat pertama pada pelatihan ini yakni program Strategi Pengendalian Inflasi Melalui Subsidi Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Subuh Kok Baring) di Kalsel.

Salah satu terobosannya itu mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak termasuk Bank Indonesia. Pasalnya, program tersebut dinilai sangat relevan terhadap permasalahan tingginya inflasi saat ini.

Penyerahan piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang didampingi Kepala LAN RI, Adi Suryanto dan Kepala BPSDMD Kalsel, Mujiyat.

Meski merasa bangga atas keberhasilan kelima peserta terutama Raudatul Jannah yang merupakan istri dari orang nomor satu di Kalsel itu, Sahbirin mengaku tidak begitu terkejut. Sebab istrinya tersebut sejak kecil sudah sering meraih peringkat pertama di setiap kompetisi akademis.

“Ini sesuatu yang luar biasa tapi sudah biasa terjadi. Karena Bunda (sapaan akrab Raudatul Jannah) sejak Sekolah Dasar hingga di Universitas selalu meraih peringkat pertama,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel, Raudatul Jannah mengatakan, keberhasilannya ini juga tidak lepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak.

“Terutama dukungan dari suami saya (Gubernur) dan Sekda Kalsel yang menjadi mentor saya pada pelatihan ini,” ungkapnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version