17 Juni 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

RSUD Ansal Berkomitmen Dukung Upaya Percepatan Penurunan Stunting dan Wasting di Kalsel

2 min read

Direktur Umum RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin, dr Among Wibowo

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Moch Ansari Saleh berkomitmen mendukung program nasional pemerintah terkait upaya percepatan penurunan stunting dan wasting di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Direktur Utama RSUD Ansari Saleh, dr Among Wibowo menyampaikan sesuai arahan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor tentang pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting di Kalsel pada tahun 2022 lalu dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif serta pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan, di RSUD Ansari Saleh juga telah membentuk Tim Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting dan Wasting Terintegrasi pada 4 Juli 2022 lalu.

Menurut Among, ada beberapa kegiatan yang dilakukan Tim Prognas RSUD Ansari Saleh dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting, antara lain menyusun regulasi terkait dan alur rujukan kasus gangguan gizi serta membentuk Tim Koordinasi Penurunan Stunting dan Wasting Terintegrasi.

“Kami juga melaksanakan program peningkatan pemahaman staf, pasien dan keluarga melalui penyuluhan di rawat jalan dan In House Training,” jelasnya, belum lama tadi.

Selain itu, lanjut Among, pihaknya melaksanakan program peningkatan efektivitas intervensi spesifik gizi, seperti suplementasi tablet zat besi dan folat pada ibu hamil, promosi dan konseling IMD dan ASI ekslusif, pemberian makanan bayi dan anak dengan kasus gangguan gizi, pemantauan pertumbuhan dan pemberian imunisasi.

Upaya yang lainnya, yaitu program rujukan pasien kasus gangguan gizi. Rumah Sakit (RS) sebagai pusat rujukan menerima kasus gangguan gizi pada anak balita dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti Puskesmas, Klinik Kesehatan dan RS Tipe C dan melaksanakan sistem rujuk balik ke FKTP setelah pasien keluar dari RS dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota.

“Rumah Sakit juga berkoordinasi dengan Fasilitas Pelayanan Tingkat Atas (RS Tipe A) bila pasien harus dirujuk sesuai prosedur yang ditetapkan,” terangnya.

Selanjutnya, RSUD Ansari Seleh juga melakukan pendampingan terhadap 7 puskesmas binaan, yaitu 5 puskesmas di Kota Banjarmasin dan 2 puskesmas di Kabupaten Barito Kuala (Batola).

“Pendampingan ini meliputi kunjungan ke beberapa Posyandu di wilayah Balita yang mengalami gangguan gizi berada di zona merah dan zona kuning, pendampingan kader posyandu, serta optimalisasi edukasi dan konsultasi terkait pencegahan stunting dan wasting,” pungkasnya.

Untuk diketahui, stunting merupakan tinggi badan yang rendah untuk berat badan anak. Sedangkan wasting adalah berat badan yang rendah untuk tinggi badan anak. Diharapkan dengan komitmen seluruh pihak terkait, terjadi percepatan penurunan kasus stunting dan Wasting di Kalsel pada tahun 2023 ini. (NRH/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.